Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina » Lagi, Seorang Jurnalis Perempuan Palestina Dibunuh Israel.

Lagi, Seorang Jurnalis Perempuan Palestina Dibunuh Israel.

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/5168394936573101

Kemarin, 1 Juni 2022, sekitar pukul 7:40 pagi waktu Palestina, seorang jurnalis perempuan berusia 31 tahun, bernama Ghufran Warasneh, berjalan melalui pintu masuk kamp pengungsi Al-Arroub di utara Hebron, Tepi Barat.

Pagi itu, Ghufran akan berangkat bekerja di sebuah radio. Kemarin adalah hari pertamanya bekerja di radio tersebut. Sebelumnya Ghufran sudah pernah bekerja di media lokal lainnya (lihat video).

Tiba-tiba saja, Ghufran ditembak tentara Israel yang memang selalu berpatroli di sekitar pintu kamp pengungsi tersebut. Menurut saksi mata, Ghufran ditembak saat berdiri pada jarak sekitar dua meter dari seorang tentara Israel.

Ghufran langsung terkapar. Darah mengalir deras dari tubuhnya. Warga di kamp pengungsi dan paramedis berupaya menolong, tetapi baru 30 menit kemudian tentara Israel mengizinkan mereka membawa Ghufran ke rumah sakit. Namun, nyawa Ghufran tak tertolong lagi.

Pada hari yang sama, jasad Ghfuran diarak untuk dimakamkan. Tentara Israel rupanya tak puas dengan mencabut nyawanya, tetapi juga tidak rela ada iring-iringan pemakaman itu. Mereka pun menyerang iringan yang membawa jasad Ghufran. Tentara menembakkan gas air mata kepada para pelayat dan mencoba menghalangi mereka memasuki kamp pengungsi.

Seperti biasa, Israel selalu menyalahkan korban dengan kebohongan. Beberapa pekan yang lalu, saat jurnalis Aljazeera yang sangat terkenal di dunia Arab, Shireen Abu Akleh ditembak mati sniper Israel, rezim Zionis langsung menuduh bahwa pelakunya adalah milisi Palestina sendiri. Ketika ketahuan bohong, mereka merevisi kebohongan dengan pernyataan “masih belum jelas siapa yang menembak” dan kemudian secara resmi menyatakan tidak akan melakukan investigasi atas kasus ini.

Kini pun, Israel menuduh bahwa Ghufran membawa pisau dan mengancam tentara Israel, itulah sebabnya Ghufran ditembak. Tidak ada bukti yang diberikan.

Kebohongan demi kebohongan terus dilakukan Israel, karena mereka meyakini, mereka akan dibiarkan saja melakukan kejahatan apapun di Palestina.

Alfaatihah ma’ash sholawat untuk Ghufran Warasneh.

https://thecradle.co/Article/news/11204

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: