Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Antara Israel dan Para Pembela “Jihadis”

Antara Israel dan Para Pembela “Jihadis”

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Israel lagi-lagi membombardir Suriah. Jelas ini pelanggaran hukum internasional. Tapi AS dkk diam saja. Tidak ada tuh seruan embargo. Tidak ada tuh tekanan-tekanan kepada negara-negara yang mau berteman dengan Israel.

Beda jauh dengan sikap mereka pada Rusia. Indonesia saja yang berhak penuh sebagai negara berdaulat untuk menerima kedatangan Putin ke Indonesia untuk G20 nanti, juga “diganggu” melulu. Maunya mereka, Indonesia tunduk pada mereka, menolak mengundang Putin. Saya percaya, pemerintah Indonesia tetap independen dan menolak tekanan mereka itu.

Nah, saat baca-baca berita soal Suriah yang selama beberapa tahun terakhir ini dibom melulu oleh Israel, saya menemukan foto ini. Di foto ini terlihat, anak-anak Suriah membawa foto bertuliskan:

“Dirgahayu TNI #70. Om, ke sini donk, bantuin kami. Rusia sudah datang.”

Foto ini disebarkan oleh Misi Medis Suriah, lembaga penyalur dana bantuan masyarakat Indonesia di Suriah, tepat di hari ulang tahun TNI ke-70 tahun 2015.

Tahun 2016 akhir, sebagian besar milisi “jihad” yang berafiliasi dengan Al Qaida kalah. (Mereka inilah kelompok yang didukung dan diberi bantuan para pengepul donasi, di berita CNN yang lain disebutkan soal para pengepul donasi dari Indonesia, antara lain Ihsanul Faruqi, duduk-duduk bersama “jihadis” itu, tapi oleh CNN disebut “kelompok pejuang.” Menurut CNN, orang-orang Indonesia ini datang membawa donasi senilai 22 miliar ke Suriah.)

Menurut CNN, mengutip aktivis pengepul donasi MMS, yaitu Fathi Nasrullah Attamimi, foto dibuat di penampungan pengungsi Suriah di Atma. Ide membuat poster itu datang dari seorang relawan MMS yang turut ikut ke sana, Said Anshar.

“TNI adalah institusi besar dan dicintai mayoritas masyarakat Indonesia, peran aktifnya di dunia internasional telah banyak, Sebagai pasukan penjaga perdamaian. Apa bisa gitu para bapak pimpinan TNI mengusulkan supaya pemerintah Indonesia terlibat aktif dalam isu Suriah?” kata Fathi.

Tentu saja, TNI dan pemerintah Indonesia TIDAK BODOH seperti yang dimaui si Fathi ini. Pemerintah Indonesia justru sangat paham, siapa sebenarnya yang “bermain” di Suriah.

Dan, itulah akibatnya kalau tidak paham geopolitik: jadi bodoh dan sadar atau tidak sadar, telah menyebabkan bencana buat banyak orang, baik di Suriah maupun di Indonesia.

Setahu saya, orang-orang yang aktif mendukung “jihad” Suriah dan yang aktif mengepul donasi untuk Suriah ini pro-Palestina (minimalnya, mengaku demikian), tapi mengapa mereka malah memilih berpihak pada “jihadis”?

Apa mereka tidak tahu bahwa Suriah adalah negara Arab terakhir yang tetap anti-Israel, dan bahkan membantu aktif perjuangan Palestina? Dan atas alasan itulah AS dan Israel sangat ingin menumbangkan Bashar Assad. Awalnya AS menggunakan tangan (proxy) para “jihadis” dalam berbagai nama, mulai ISIS, Al Nusra, FSA, dan ratusan lainnya.

Para milisi itu mau jauh-jauh dari berbagai negara datang ke Suriah dan siap mati karena mengira sedang “perang suci.” Sebabnya, karena ada tim lain yang bekerja aktif, yaitu para ustad provokator pro-“jihadis” dan para pengepul donasi di seluruh dunia yang secara masif menyebarkan kebohongan soal Suriah (menyebut di sana kaum Sunni dibantai Syiah).

Padahal, kini, semakin jelas terlihat: setelah ISIS dan Al Qaida kalah, Israel yang turun tangan langsung, mengebom Suriah. AS juga turun tangan langsung: menduduki beberapa kawasan di Suriah dan mencuri minyak Suriah. Target mereka masih sama: menghancurkan pemerintah Suriah yang hingga kini tetap tegak melawan Israel.

Pesan saya: para “ikhwan dan akhwat” belajarlah geopolitik yang benar, masa sudah berlalu 10 tahun masih tetap ga paham? Apa tidak lihat seperti apa bencana yang sudah kalian hadirkan (langsung ataupun tidak)? Status-status FB (dan konten medsos lain) dari kalian, yang memprovokasi publik soal Suriah, memfitnah sana-sini, akan tetap tercatat sepanjang hayat. Karmanya pasti datang, cepat atau lambat.

#neverforgetneverforgive [soalnya kalian juga ga pernah minta maaf]

—-

[1]para pengepul donasi yang “duduk-duduk bareng jihadis: https://www.cnnindonesia.com/…/kisah-relawan-indonesia…

[2] berita tentang poster untuk TNI https://www.cnnindonesia.com/…/di-balik-foto-bocah…

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: