Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized » Kedaulatan Pangan

Kedaulatan Pangan

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2147304338776269

[Jangan gagal fokus ya: yang dibahas ini aspek kedaulatan pangannya, bukan perangnya].

Embargo di berbagai lini terhadap Rusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat (dan negara-negara non-Barat pengekornya, misalnya, Jepang) ternyata tidak berhasil membuat Rusia takluk. Justru yang sekarang teriak-teriak soal “food security” malah Barat. Lha kalian yang mengembargo, malah sekarang kalian yang bingung sendiri.

Apa tidak terpikir oleh kalian (Barat) bahwa selama 8 tahun pasca kudeta 2014, kalian sudah mempersiapkan Ukraina untuk berperang melawan Rusia (dengan menyuplai senjata dan melatih tentara), tentu sudah pasti Rusia juga melakukan persiapan penuh, di berbagai lini.

Pertanian, pastilah salah satu fokus utama Rusia, karena yang paling penting dipersiapkan sebuah negara yang bersiap-siap mau perang adalah PANGAN. Ini jangan dimaknai sebagai dukungan atas perang ya. Tapi sejak dulu Bung Karno pun sudah bilang, bahwa PANGAN adalah hidup matinya sebuah bangsa. Percuma punya militer kuat, senjata banyak, tapi kalau pangan kurang, ya keok juga.

Persisnya seperti ini kata Bung Karno:

“Kalau misalnya peperangan dunia ke-III meledak, entah besok entah lusa, dan perhubungan antara Indonesia dan Siam dan Burma terputus karena tiada kapal pengangkutan, dari mana kita mendapat beras? Haruskah kita mati kelaparan? Buat apa kita membuang deviezen bermilyun-milyun tiap-tiap tahun untuk membeli beras dari negara lain, kalau ada kemungkinan untuk memperlipatganda produksi makanan sendiri? Segala ikhtiar-ikhtiar kita menekan harga-harga barang di dalam negeripun –sebagai yang telah kita alami – selalu akan kandas, selalu akan sia-sia, selama harga beras periodik membubung tinggi, karena harga beras memang menentukan harga barang yang lain-lain. Politik bebas, prijsstop, keamanan, masyarakat adil dan makmur, “mens sana in corpore sano”, semua itu menjadi omong kosong belaka, selama kita kekurangan bahan makanan.” (Sukarno, 1952).

Kembali ke Rusia, terbukti, justru sekarang yang kelabakan adalah negara-negara Eropa yang bergantung dalam banyak hal kepada Rusia, termasuk bahan pangan. Bahkan, kalau pun mereka mau bercocok tanam, pupuknya impor dari Rusia. Kata Putin, “Barat sudah salah sangka atas kedaulatan yang dimiliki Rusia”. Maksudnya, Barat tuh selama ini meremehkan, tidak menyangka Rusia berdaulat di banyak lini, termasuk pangan.

Ada kisah menarik, pada 14 Maret, raksasa makanan cepat saji AS, McDonald’s meninggalkan Rusia demi “membela Ukraina.” Mereka menjual bisnisnya ke orang Rusia, yang melanjutkan bisnis ini dengan memberi nama baru “Vkusno i Tochka” (tasty and that’s it .. atau “pokoknya enak, titik”).

Di video ini, acara pembukaan 15 restoran pertama dari 850 cabang di 62 wilayah ex-McDonald’s. Orang-orang ramai ngantri untuk membeli. Keuntungan dari restoran waralaba ini tentu tidak lagi mengalir ke AS, melainkan milik pengusaha lokal.

Mencapai kedaulatan pangan membutuhkan banyak upaya di berbagai lini, mulai dari pertaniannya sendiri (menanam pangannya), kebijakan ekspor-impor (yang harus berpihak ke petani, bukan ke makelar ekspor-impor), dan GAYA HIDUP masyarakat.

Apa kaitan dengan gaya hidup? Misalnya, kalau orang Indonesia masih sangat bergantung pada gandum (padahal full impor), ya gimana mau berdaulat pangan, pastilah akan terus bergantung pada impor. Atau, kalau orang Indonesia lebih memilih produk pangan asing (restoran waralaba yang berjejaring dengan perusahaan asing), yang semakin kaya tentu saja adalah segolongan elit di dalam negeri dan pengusaha asing.

Ketika gaya hidup masyarakat bisa berubah, misal, lebih memilih makanan berbasis tepung non-gandum, atau makanan tradisional, (dan seiring pula dengan perlindungan pertanian penghasil makanan lokal ini), upaya menuju kedaulatan pangan bisa dipercepat. Dst. Terlalu panjang kalau diceritakan detil, tapi intinya, berbagai variabel sangat berjalin berkelindan dan kita perlu melakukan sesuatu yang bisa dimulai dari diri sendiri dulu.

Demikian sekilas info di malam Ahad.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: