Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » National Interest

National Interest

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Kepentingan nasional (national interest) biasanya selalu dijadikan patokan utama sebuah negara dalam bertindak. Meski, memang sering juga dipertanyakan, siapa sih yang menentukan ‘national interest’? Apa benar-benar rakyat, atau elit? Kalau rakyat, gimana cara rakyat menetapkan mana yang national interest atau bukan?

Contohnya, AS, saat ini sangat kerepotan menghadapi naiknya harga BBM gara-gara konflik Rusia vs Ukraina sendiri. Dan sebenarnya: gara-gara keputusan AS sendiri untuk mengembargo Rusia. Nah, elit AS menganggap ini national interest AS. Tapi apa rakyatnya setuju? Belum tentu.

Baru-baru ini, CNN mewawancarai Brian Deese, penasehat Joe Biden. Si reporter, “Apa yang Anda katakan kepada keluarga yang mengatakan, ‘Kami tidak mampu membayar $4,85 per galon selama berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun!’..?

Brian Deese menjawab, “Ini demi masa depan Tata Dunia Liberal dan kita harus berdiri teguh.”

Jadi, elit pingin terus menegakkan ‘tata dunia liberal’ (saya pernah bahas di postingan beberapa bulan yll, mengutip Prof Mearsheimer). Kalau perlu, rakyat miskin AS harus berkorban.

Kunjungan Jokowi ke Rusia tentu juga membawa kepentingan nasional Indonesia. Meski, mungkin, dalam pandangan rakyat, ada perbedaan: mana yang sebenarnya kepentingan rakyat?

Yang jelas, dari infografis ini (sumber: kumparan.com), kita melihat ada sejumlah kepentingan nasional yang berhasil didapat, misalnya jaminan ketersediaan pupuk. Saya ambil dari Sputnik:

-Rusia mengharapkan negosiasi zona perdagangan bebas antara EAEU dan Indonesia dapat dilakukan sebelum akhir tahun.

-Rusia mendukung upaya Indonesia untuk mempersiapkan KTT G20.

️-Perusahaan Kereta Api Rusia akan bergabung dengan proyek pemindahan ibu kota Indonesia.

-️Rosatom Corporation siap ambil bagian dalam proyek nuklir Indonesia.

️-Rusia akan memenuhi permintaan pupuk untuk Indonesia.

-Dimulainya kembali penerbangan dari Rusia ke Bali sedang dibahas.

Soal Putin datang ke G20 di Bali?

Sepertinya akan jadi.

Soalnya, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen sudah kasih isyarat bahwa lebih baik jika Putin menghadiri G20 di Bali. Gini dia bilang, “Saya pikir lebih baik – jika dia datang – untuk mengatakan kepadanya apa yang kita pikirkan. Dan kemudian dia juga harus mengambil sikap.” (sumber: cgtn.com).

Menurut saya, doktrin kebijakan luar negeri Indonesia “mendayung di antara dua karang” sudah sukses dilakukan Pak Jokowi kali ini.

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: