Kajian Timur Tengah

Beranda » Blog&Web About Global Politics » DIPLOMASI (dan kelakuan Kompas)

DIPLOMASI (dan kelakuan Kompas)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Barusan saya buka twitter, sedang trending “Putin”. Saat saya klik, banyak cuitan mengejek Pak Jokowi. Pasalnya, ada berita dari Kompas berjudul “Ukraina Bantah Zelensky Titip Pesan pada Putin.” Akibatnya, Presiden RI diejek dan ditertawakan oleh sebagian rakyatnya sendiri.

Saat diklik, judulnya beda lagi: “Pesan Tak Tertulis Zelensky untuk Putin melalui Jokowi

Isi berita Kompas mengutip TASS (media Rusia). Jadi, saya cek ke berita aslinya di TASS:

Judul: Zelensky’s message delivered by Indonesian president to Putin wasn’t in writing — Kremlin [Pesan Zelensky yang disampaikan oleh presiden Indonesia kepada Putin tidak tertulis — Kremlin]

Isi berita: Pesan dari Presiden Ukraina Vladimir Zelensky yang disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak tertulis, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Jumat.

“Itu bukan pesan tertulis. Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada Anda,” kata Peskov ketika diminta TASS untuk menguraikan pesan tersebut.

Putin dan Widodo mengadakan pembicaraan di Kremlin pada hari Kamis dan presiden Indonesia mengatakan setelah itu bahwa dia telah menyampaikan pesan dari Zelensky kepada presiden Rusia.

Juru Bicara Zelensky, Sergey Nikiforov sebelumnya mengatakan bahwa pemimpin Ukraina, kapan pun dia ingin menyampaikan pesan kepada seseorang, melakukannya melalui pidato publiknya.

[dari sisi isi, antara Kompas dan TASS isinya sama.]

PERTANYAANNYA: mengapa Kompas menulis judul yang “Ukraina Bantah Zelensky Titip Pesan pada Putin” lalu saat diklik isinya beda?

Entahlah, tanya saja sama Kompas.

Yang saya ingin kasih catatan:

1. Kronologinya: Jokowi menyatakan “menyampaikan pesan” Zelensky pada Putin.

Lalu, Jubir Ukraina berkomentar, “Kalau Zelenksy ingin menyampaikan pesan, ia akan menyampaikan lewat pidato.”

DARI sisi diplomasi, pernyataan Jubir Ukraina ini KURANG AJAR dan ga ngerti unggah-ungguh diplomasi. Tapi kita sih ga heran ya.. ingat kan dulu Dubes Ukraina di Rusia juga kurang ajar (saya pernah tulis soal ini).

2. Perhatikan respon Jubir Kremlin, Peskov, dia terlihat menjaga nama baik tamunya, “Itu bukan pesan tertulis. Hanya itu yang bisa saya sampaikan kepada Anda.”

Jadi, apakah sebenarnya Pak Jokowi menerima dan menyampaikan pesan? Saya tidak tahu. Kemenlu silakan menjelaskan. Saya bukan buzzer yang membela Pak Jokowi apapun yang terjadi. Ada hal-hal yang tidak saya setujui dari Pak Jokowi dalam kunjungannya ke Ukraina ini, tapi saya memilih melihat aspek positifnya: minimalnya ada kepentingan ekonomi yang diperjuangkan (soal gandum, proyek kereta dan nuklir, misalnya). Kalau menganalisis pake teori biasanya akan ketemu kok (baca tulisan saya sebelumnya, “national interest”).

Apakah national interest itu harus ekonomi? Tidak juga. Bisa saja, nilai-nilai. Kalau saya yang diminta membantu merumuskan national interest, saya akan menyebutkan bahwa membela nasib rakyat Donbass yang 8 tahun jadi korban ISIS-ala-bule (neo-Nazi Ukraina) juga bagian dari nilai kemanusiaan yang seharusnya kita perjuangkan.

Balik ke soal diplomasi. Di tengah “keributan” ini, saya lebih memilih menilai pihak Ukraina yang KURANG AJAR dan tidak paham bahasa diplomasi, daripada mencaci-maki presiden saya sendiri.

[tulisan saya mengkritik Dubes Ukraina: https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/1378208135938771]

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: