Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Bunker-Buster Israel

Bunker-Buster Israel

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/461170179350479

Beberapa komentator pembela Israel di status saya sebelumnya mempertanyakan, bahkan MENUDUH saya tidak jujur, “Mosok dibom gitu aja gedung bisa runtuh.. kok kayak disengaja??”

Sesungguhnya saya sangat marah membaca komentar orang-orang sejahat itu, hati nurani mereka memang sudah rusak parah. Tapi, saya pikir, ini kesempatan juga untuk terus memberitakan kejahatan Israel secara lebih detil.

Lihat video ini, direkam live oleh Aljazeera, TAHUN 2021 (bukan tahun ini), gedung kantor mereka hancur dibom Israel.

Kok bisa sehancur itu? Orang cerdas bernurani akan menelaah. Sebaliknya, para ZSM jahat berkata, “Itu gedung kayaknya dihancurkan sendiri oleh orang Palestina, gak mungkinlah bom Israel bisa bikin rata begitu?”

Sebagian ZSM ini memang bodohnya ga ketulungan. Biasanya mereka mengelu-elukan teknologi canggih Israel (dan meminta pemerintah Indonesia menormalisasi hubungan dengan Israel, demi dapat teknologi canggih), tapi kini malah seolah meremehkan kemampuan bom Israel.

Saya terus-terang saja, BUKAN AHLI bom, ini info yang saya dapatkan, silakan kalau mau ada yang menambahkan, jenis bom apa yang dipakai Israel sehingga 1 gedung bisa luluh lantak.

1. Seorang pengamat Timteng (@Aldanimarki) menyebut istilah “bunker buster”, jenis bom yang bisa menembus sampai ke bawah tanah (rusun-rusun kan kebanyakan ada ruang bawah tanahnya, dipakai untuk parkir).

Menurutnya, Israel menggunakan jenis bom yang menghancurkan keseluruhan bangunan, menembus beton dan aspal.

Artinya, tujuan Israel adalah untuk MELUMPUHKAN kehidupan warga Gaza. Mereka dibiarkan hidup, tapi diblokade 15 tahun, listrik dan air terhambat, dan sewaktu-waktu berbagai infrastruktur dihancurkan.

Lalu, negara-negara sedunia menyumbang untuk Gaza, lalu dirusak lagi oleh Israel. (Saya ingat, ada ZSM yang membanggakan AS yang memberikan donasi besar untuk Palestina, lebih besar dibanding sumbangan negara-negara Arab. Apa dia tidak bisa mikir, betapa absurdnya: AS menyumbang Palestina, tapi di saat yang sama membiarkan Israel bolak-balik menghancurkan bangunan hasil sumbangan; bahkan AS menyumbang ke Israel dengan jumlah yang jauh-jauh lebih besar.)

2. Di antara jenis bom yang dipakai Israel, menurut The Forbes: “Bom Diameter Kecil GBU-39 seberat 285 pon. Bom luncur kecil ini dapat masuk ke dalam ruang senjata F-35, dirancang untuk serangan presisi pada koordinat GPS, dan mampu menembus beton 1 meter.” [1]

Lalu, ada lagi ZSM yang komen: kalau benar gedungnya sehancur itu dibom Israel kok korbannya cuma SATU?”

[terus-terang, dalam hati saya memaki: ini benar-benar manusia unfaedah di muka bumi karena bodohnya ga ketulungan. ]

Seperti Anda bisa lihat di video ini, Israel MEMBERI INFO dulu sebelum mengebom, sehingga orang-orang di dalam gedung bisa keluar.

Kadang-kadang memang Israel memberitahukan dulu, sehingga korbannya “minim”. Tentu saja, korbannya bukan SATU (seperti kata ZSM koplak itu), tapi kalau penghuni gedung total ada 200, yang tewas 10, mungkin bisa disebut “minim”, tapi sungguh JAHAT mengatakan “minim”… Misalnya, ada orang punya 1 anak, lalu anak satu-satunya itu tewas dibom, apa kita tetap bilang “ah kan cuma SATU korbannya!”

Perhatikan, video mulai menit 1:09, si pemilik gedung menelpon militer Israel, memohon-mohon, agar empat jurnalis diizinkan masuk untuk mengambil barang-barang mereka. Dia hanya minta waktu 10 MENIT.

Orang itu bahkan berkata, “Ayolah, 10 menit kan tidak ada bedanya, gedung itu akan tetap hancur.. cuma 4 orang, dan mereka pakai rompi PRESS…”

Tapi tentara Zionis tetap tidak memberi waktu dan gedung itu tetap dihancurkan Israel.

Karena gedung itu menjadi kantor beberapa media massa, termasuk Aljazeera, reaksi dunia cukup keras, kan ini artinya “membungkam kebebasan bersuara”, katanya Israel itu “negara demokratis”??

Lalu, Israel mengklaim bahwa gedung itu dihancurkan karena “terkait dengan Hamas”.

Dan… inilah satu ciri-ciri ZSM: kalaupun dia sok-sok prihatin, tapi terselip upaya menyalah-nyalahkan Hamas (“Coba kalau Hamas ga kirim roket! Coba kalau Hamas mau dialog, mau damai!”). Itulah mereka, para buzzer yang sedang menjalankan SOP Propaganda Israel.

Demikian.

INGAT: INI VIDEO MEI TAHUN 2021

[1]https://www.forbes.com/…/israels-bombardment-of…/…

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: