Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Kebohongan

Kebohongan

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/675797677210974

Media massa korporasi (jaringan media mainstream) terbukti menyebarkan kebohongan soal Irak (ingat kasus “Nayirah” di Perang Teluk I, lalu kisah “senjata pembunuh massal” di Perang Teluk II) dan soal Suriah (baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo)

Juga, soal c*vid. Baru-baru ini, dalam sebuah dengar pendapat soal C*vid di Parlemen Uni Eropa, anggota parlemen Belanda Rob Roos, menanyai seorang eksekutif senior Pfizer, Janine Small.

“Apakah vaksin Pfizer Covid diuji dulu, apa benar bisa menghentikan penularan virus, sebelum vaksin itu dilepas/dijual ke pasar? Jika tidak, tolong katakan dengan jelas. Jika ya, apakah Anda bersedia berbagi data dengan kami? Saya benar-benar menginginkan jawaban langsung, ya atau tidak,” kata Bob Roos.

Janine Small, pejabat di Pfizer, menjawab:

“Mengenai pertanyaan seputar, mmm…, apakah kita tahu tentang menghentikan imunisasi [seharusnya: tranmisi] sebelum masuk ke pasar? Tidak, heh… [sedikit tertawa]

“Eh, ini, mmm…, Anda tahu, kami harus benar-benar bergerak dengan kecepatan sains untuk benar-benar memahami apa yang terjadi di pasar, dan dari sudut pandang itu kami harus melakukan segala risiko. Saya pikir Dr Bourla [CEO Pfizer], meskipun dia tidak ada di sini, akan berbalik dan berkata kepada Anda, ‘Jika bukan kami, lalu siapa?’”

Bob Roos di akun twitternya mengatakan, “Selama ini pejabat Belanda menyatakan bahwa kalau kita tidak div*ksin, kita ‘anti sosial’.. kita wajib div*ksin demi melindungi orang lain.. padahal ternyata Pfizer sendiri tidak menguji dulu apa benar v*ksin buatannya bisa mencegah penularan v*rus. Fakta ini, membuat hilangnya semua landasan hukum untuk pemberlakuan “paspor c*vid”

[maksudnya: selama ini, orang kan harus punya sertifikat v*ksin saat bepergian dengan alasan supaya orang yang bepergian ini tidak menularkan v*rus kepada yang lain. Kalau ga punya sertif, dilarang naik pesawat, kereta, dll. Eh.. ternyata Pfizer tidak melakukan tes, apa benar vaksin bisa mencegah transmisi. Ini hanya sebatas klaim yang disebarluaskan secara masif, melalui media.]

Selama ini, pertanyaan kritis soal c*vid dan v*ksin selalu dibungkam oleh f*ck checker. Ada f*ck checker internasional, ada juga yang lokalan. Yang lokalan ini keliatannya lebih ngawur lagi, seenaknya saja melabeli hoax pada postingan orang, mungkin karena kejar target.

Dan ternyata, urusan f*ck checker bukan urusan recehan, ini melibatkan uang jutaan USD. Propaganda mahal dan teroganisir dengan canggih ini persis seperti kasus Suriah (baca buku saya).

Anehnya, setelah semua kebohongan yang cepat atau lambat terbukti ini, mengapa sih banyak orang yang selalu saja dengan gampang menerima mentah-mentah info dari media mainstream (dan media lokal yang bermodal copas-terjemah dari media mainstream) tentang berbagai isu lainnya? Soal perang Rusia-Ukraina, misalnya. Atau soal Mahsa Amini – Iran?

Sudah dibohongi berkali-kali kok ya ga waspada juga. Atau, mungkin mereka-mereka ini memang ga nyadar aja? Punya smartphone, tp ga smart mengelola info.

——

[1] Videonya Bob Roos: https://twitter.com/Rob_Roos/status/1579759795225198593 ]

[2] Transkrip pernyataan Janine Small https://www.news.com.au/…/f307f28f794e173ac017a62784fec414

[3] sumber video bersubtitle yang saya upload ini : https://www.facebook.com/watch/?v=387547949036501

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: