Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika » Operasi Penggulingan Rezim di Iran (2)

Operasi Penggulingan Rezim di Iran (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Upaya AS menggulingkan rezim di Iran tidak dilakukan baru-baru ini saja, melainkan sejak awal berdirinya Republik Islam Iran tahun 1979 (melalui referendum, bukan keinginan sepihak dari elit).

Selain NED (sudah dibahas di 2 postingan sebelumnya), ada lembaga-lembaga lain yang berperan penting dalam operasi penggulingan rezim-rezim yang tidak dikehendaki AS. Antara lain, International Crisis Group (ICG) dan Brookings Institution. NED, ICG, dan BI berperan dalam mendorong perubahan rezim di berbagai negara, termasuk Libya, Suriah, dan Iran.

Sekedar info, mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, yang pernah ditugasi menjadi mediator perdamaian di Suriah, adalah trustee (penasehat) di ICG, bersama tokoh-tokoh Zionis, seperti George Soros, Zbigniew Brzezinski, dan Shimon Peres. Baik NED, ICG, Brookings, dan lain-lain, didanai oleh Big Oil (Conoco-Philips, Chevron, ExxonMobil), Coca Cola, Bank of America, Microsoft, Standard Chartered, Citigroup, Hilton, McDonald, GoldmanSach, dll.)

Dokumen Brookings Institution tahun 2009 bab 6 (p.103) secara jelas mencantumkan judul “REVOLUSI BELUDRU – Mendukung Pemberontakan Populer”.

Di bab ini disebutkan: Tujuan sebenarnya dari kebijakan ini [mendukung revolusi] adalah untuk menjatuhkan rezim ulama di Teheran dan menggantinya dengan orang yang pandangannya lebih kompatibel dengan kepentingan AS di kawasan Timur Tengah. Kebijakan tersebut, bertujuan agar terjadi “perubahan perilaku” Iran, tetapi dengan tanpa menggunakan kekuatan militer Amerika.

Karena itu, terutama untuk para mahasiswa atau akademisi (terutama di kajian politik internasional), sangat memalukan bila Anda memandang kasus Mahsa Amini ini hanya semata-mata soal hijab dan menjelma jadi zombie yang sekedar membeo narasi media Barat. Anda seharusnya mampu melihat lebih luas, meneliti aspek geopolitiknya, kebijakan luar negeri AS terhadap Iran, dll. Kalau tidak mampu, tidak usah mengaku akademisi atau “pengamat” deh, malu-maluin saja.

Kalau mau, Anda bisa belajar dari tulisan seorang mahasiswi Indonesia di Iran ini.

https://kabarkampus.com/…/mahsa-amini-dan-politik-iran…/

———

[1] Kalau ingin cari dokumennya, google saja: Brookings Institution WHICH PATH TO PERSIA? Options for a New American Strategy toward Iran.

[2] Video CCTV Mahsa Amini yang dirilis pemerintah Iran (dengan terjemahan Indonesia): https://www.youtube.com/watch?v=tUREKzIqAPQ

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: