Kajian Timur Tengah

Beranda » ASEAN » Cerita dari Beirut (2)

Cerita dari Beirut (2)

New Release 2013

Prahara Suriah

New Release (2013)

"journey to iran"
"doktor cilik"
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad

Acara penyerahan Palestine Prize dilaksanakan di Beirut tanggal 2 November. Selain para sastrawan yang menang dan meraih penghargaan (berupa piala dan uang), dalam acara ini diundang juga tokoh, akademisi, dan aktivis pro-Palestina. Antara lain, ada Dr. Tim Anderson mantan dosen University of Sidney. Beberapa bulan yll, gara-gara menulis tentang Palestina, Dr. Tim dipecat sebagai dosen. Dia kemudian mengajukan tuntutan ke pengadilan, dan menang (hakim memutuskan bahwa universitas tidak boleh memecatnya, karena ada ‘kebebasan akademik’). Ada juga Leila Khaled, veteran pejuang Palestina dari FPLP; serta beberapa aktivis pro Palestina dari Afrika, dan AS. Hadir juga dalam acara ini, Menteri Kebudayaan Lebanon, Mohammad Mortada.

Para sastrawan yang meraih penghargaan Palestine Prize:

Kategori memoar: Munir Shafiq (Palestina), Abu Ala Mansur (Palestina), Rafat al-Burini (Palestina)

Kategori cerita pendek: Sina Kamil Sha’lan (Palestina, mengungsi ke Yordania), Turiyat al-Huriya, Raeda Ali Ahmad (Lebanon)

Kategori novel:

Pemenang 1: tidak ada

Pemenang 2: Hibah al-Hussaini (Mesir) dan Husein Ali Ja’fari (Iran)

Pemenang 3: Somia Ali Hashem (Lebanon), Maryam Moqani (Iran)

Kategori buku cerita anak: Adriana Ibrahim (Suriah), Fida Ahmed Ghazi al-Zamr (Yordania), Al Sayed Abdul Aziz Ali Najm (Mesir).

Palestine Prize rencananya akan diadakan 2 tahun lagi. Karya-karya yang bisa masuk penilaian adalah yang ditulis sejak 2017. Untuk wilayah Asia Tenggara, silakan kontak saya bila ingin mengajukan karyanya. Karena jurinya kebanyakan dari Iran dan negara-negara Arab, karya berbahasa non-Arab yang memenuhi kualifikasi awal penjurian akan diterjemahkan oleh panitia ke dalam bahasa Arab dan Persia.

Tahun ini, saya mengajukan satu novel dari Indonesia, yaitu Sketsa Gaza (Kirana Sulaeman). Sebenarnya saya sudah kontak seorang novelis senior, menawarkan agar karyanya diikutsertakan, tapi beliau tidak memberi respon. Tahun ini, tidak ada karya dari Indonesia yang meraih Palestine Prize. Semoga di tahun mendatang ada lebih banyak karya yang bisa diajukan (dan penulisnya bersedia, tentunya) dan menang.

#CeritaBeirut

Iklan

Arsip 2007 ~ Sekarang

%d blogger menyukai ini: