Kajian Timur Tengah

Beranda » Articles posted by dinasulaeman (Laman 2)

Author Archives: dinasulaeman

Iklan

Eks-ISIS, Dipulangkan atau Tidak?

Konvensi internasional mengatur bahwa tidak boleh ada satu manusia pun yang stateless (tak berwarga negara). Makanya kita membantu Rohingya, yang tidak diakui sebagai warga negara oleh pemerintah Myanmar.

Nah, orang-orang Indonesia yang bergabung dengan ISIS, jika tidak diakui oleh Indonesia (sebagai negeri kelahiran mereka), lalu, siapa yang harus mengurus? Anda bayangkan posisi Suriah saat ini: sudahlah diperangi 8 tahun, warganya dibantai secara brutal, diusir, diperkosa, diperbudak oleh orang-orang ISIS ini (yang datang dari berbagai penjuru dunia), apakah kini juga harus terus menampung dan mengurus mereka?

Dan memang, hukum internasionalnya: negara asal yang seharusnya mengurus.

Tapi kan tidak adil, mengerikan? Masa kita harus menerima para radikal itu? Kalau mereka mengebom di sini gimana? Kalau mereka menyebarkan virus radikalisme di sini gimana?

(lebih…)

Iklan

Mesir dan Mursi

Berikut ini beberapa tulisan lama saya soal Mesir pasca tergulingnya Mursi:
1. Pemetaan Konflik Mesir
https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/07/28/pemetaan-konflik-mesir/
2. Ikhwanul Muslimin vs Militer: Analisis Psikologi Politik https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/11/03/ikhwanul-muslimin-vs-militer-analisis-psikologi-politik/
3. Kedok Militer Mesir Akhirnya Terungkap https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/11/30/kedok-militer-mesir-akhirnya-terungkap/
4. Mesir Pada Akhirnya
https://dinasulaeman.wordpress.com/2014/05/19/mesir-pada-akhirnya/

Ini tulisan baru, pernah diposting di fanpage ini tgl 9 Juni 2019
“Indonesia, Pelajarilah Perilaku Ikhwanul Muslimin di Suriah”
https://dinasulaeman.wordpress.com/2019/06/11/indonesia-pelajarilah-perilaku-ikhwanul-muslimin-di-suriah/

Ini yang lebih lama lagi, tahun 2012, mengenai apa yang dilakukan Mursi saat datang ke Teheran:
Dua Suara Miring dari KTT GNB Tehran
https://dinasulaeman.wordpress.com/2012/09/03/dua-suara-miring-dari-ktt-gnb-tehran/

Foto: Mursi mengibarkan bendera Mesir dan bendera FSA (pemberontak Suriah).

Innalillaahi wa inna ilahi roojiuun, lahul Faatihah.

Indonesia, Pelajarilah Perilaku Ikhwanul Muslimin di Suriah

Beberapa waktu terakhir, orang-orang IM pendukung “jihad” Suriah sibuk ber”jihad” di Indonesia, menyebut pemerintah sebagai “rezim yang zalim dan curang” dan “antek China-Komunis”.

Nah, setelah beberapa pentolan gerakan mereka kabur ke luar negeri, atau diperiksa polisi, sepertinya instruksi dari “bos” sudah berganti: balik lagi ke isu Suriah & pengkafiran Syiah. Pokoknya, Indonesia harus dibuat gaduh terus.

Hoax lama pun didaur ulang lagi, antara lain: “kota Hama adalah pusat dakwah Sunni dan pada 1982 penduduknya dibantai oleh Hafez Assad (ayah presiden yang sekarang) yang berpaham Syiah.”

Mereka yang gemar sekali menyodorkan ‘cerita’ ini menghilangkan satu fakta penting: mengapa Hafez Assad menyerbu Hama tahun 1982? Apa dia membunuhi warganya semata-mata karena Sunni-Syiah?

(lebih…)

Saatnya Memilih, Mau Berpihak Kemana?

Dari Bandung, ada berita miris sekaligus melegakan. Miris, karena seorang ustadz yang punya track record menebar kebencian (dan semakin ‘menggila’ sejak Perang Suriah dimulai), berkhutbah di hari Idul Fitri dengan menebar fitnah soal “kecurangan”. Melegakan, karena menurut kesaksian seorang netizen, sebagian jamaah sudah berani bersikap: meninggalkan masjid ketika ‘khutbah politik’ itu berlangsung [1]

Dari Lampung, ada berita yang menyejukkan (saya copas di bawah).

Ini memang sudah saatnya berpihak: kepada para penebar perpecahan yang memanfaatkan isu apa saja (tergantung orderan), kadang pakai isu liberal/komunis, kadang Syiah, kadang China, kadang “kecurangan rezim” ATAU kepada para pembawa damai dan persatuan.

***

SELAMAT IDUL FITRI kepada follower fanpage ini yang merayakan. Taqabalallah minna wa minkum, shiyamana wa shiyaamakum. Mohon maaf lahir dan batin

***

(lebih…)

Demokrasi, Palestina, dan Para Pecundang di Indonesia

  Tanggal 21-22 Mei lalu, kita menyaksikan amuk massa para pecundang. Mereka mengklaim sedang berdemokrasi dan melakukan aksi ‘damai’, tapi melanggar aturan dan melakukan aksi-aksi brutal. Aparat yang memang bertugas menjaga ketertiban, disalahkan dan disebut melanggar HAM dan membungkam demokrasi.

Apakah demokrasi bermakna ‘boleh melakukan apa saja dan berkata apa saja’? Orang waras akan menjawab TIDAK. Kebebasan kita akan selalu dihalangi oleh kebebasan orang lain, sehingga lahirlah aturan.

Demokrasi memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk berserikat dan berkumpul. Tetapi, ada aturannya: jam demo, tidak menggunakan kekerasan, tidak merusak properti orang lain. Para pelanggar aturan ini wajib dihukum (dalangnya apalagi, lebih wajib lagi ditangkap dan diajukan ke pengadilan). Ini sungguh sesuatu yang logis.

(lebih…)

Menyambut Hari Al-Quds Internasional 2019

“Zionisme dan Kebijakan Geopolitik AS-Israel”

Pembicara:
1. Yon Machmudi, Ph.D (Pengamat Timur Tengah)
2. Dr. Dina Y. Sulaeman, M.Si (Pengamat Timur Tengah)

Ahad, 19 Mei 2019
Jam 19.00 – 21.00

Djejak Coffee
Jl. Raya Pejaten No.18A, Jati Padang, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

https://maps.app.goo.gl/LLmLs4DGGmeRQeyt7

CP: Mujib 0822-9895-0796

***

Ada live streamingnya.
Malam nanti status ini akan diupdate untuk menginfokan link-nya.

**
Live streaming https://www.facebook.com/maulatv/videos/296395537908822/

Waspadai Bisnis Penggulingan “Rezim”

Mengamati perkembangan politik dalam negeri akhir-akhir ini, sebagai pengamat Timteng, saya langsung melihat persamaan polanya dengan apa yang terjadi di Timteng. Mengapa bisa sama? Ya karena memang para inisiator Arab Spring ‘berguru’ pada konsultan yang sama. Google saja nama NED atau Srdja Popovic. Keduanya adalah proxy dari kekuatan adidaya ekonomi dunia. Saya juga pernah cerita tentang hal ini di buku saya Prahara Suriah, bisa didonlot gratis. [1]

Revolusi Tunisia dipicu oleh tewasnya Bouazizi (membakar diri). Sebelum Bouazizi, sudah ada beberapa pemuda frustasi yang bunuh diri, tapi 17 Desember 2010 (hari kematian Bouazizi) adalah momen di mana para inisiator demo dengan kekuatan penuh memanfaatkan kematiannya dengan memainkan isu yang memang ‘relate’ (terhubung) dengan keresahan masyarakat umum (misal, kesulitan ekonomi, korupsi elit, dll) sehingga massa bisa didorong untuk turun ke jalan secara besar-besaran. Akhirnya, Presiden Ben Ali tumbang.

Di Mesir, ketika aksi-aksi protes mulai terjadi di awal Februari 2011 (dengan isu kesulitan ekonomi), tiba-tiba saja beberapa orang berkuda dan ber-unta menerobos kerumunan, terjadi kerusuhan, dan yang dituduh pelakunya tentu saja rezim Mubarak. Aksi-aksi demo semakin tereskalasi, semakin banyak korban berjatuhan, massa semakin marah, demo semakin besar, dan akhirnya, Mubarak tumbang.

(lebih…)

Paus dan Palestina

Dalam tulisan saya sebelumnya (‘Imam Palestina’), saya menulis kalimat ini: Jangan salahkan kaum muslim bila membantu atas dasar sentimen ke-Islam-an. Bukankah Israel (termasuk para fans-nya di Indonesia, yang oleh netizen dijuluki ‘Zionis Sawo Matang’) juga selalu membawa Alkitab saat menjustifikasi penjajahan Israel?

Ya, memang inilah yang saya dapati. Bahkan ada yang sedemikian ngaconya, setelah terdesak dibombardir argumen rasional dan data, ZSM berkata, “Salahkan saja Nabi Musa!”

Mereka sedemikian yakinnya, konon berdasarkan ayat Alkitab, Nabi Musa dulu mewariskan tanah Palestina kepada bangsa Yahudi, sehingga setelah ribuan tahun berlalu, Yahudi berhak datang lagi mengambil tanah itu dan mengusir populasi yang hidup di sana.

(lebih…)

Imam Palestina

Sejak sebelum Ramadhan, saya mendapat kiriman beberapa e-flyer tentang kedatangan “imam dari Palestina”. Mereka didatangkan oleh lembaga-lembaga amal yang memang sudah biasa menggalang dana untuk Palestina.

Solidaritas global kaum Muslim untuk membantu Palestina sudah dimulai sejak puluhan tahun yang lalu. Di Indonesia, tahun 1938 (saat itu bahkan kita belum merdeka), dalam Muktamar NU ke-13 (12-15 Juli) di Banten, KH Abdul Wahab Chasbullah sudah menyerukan penggalangan bantuan untuk Palestina. Saat itu, Palestina berada di bawah penjajahan Inggris.

Inggris angkat kaki dari Palestina pada 14 Mei 1948 dan di hari yang sama komunitas Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel. Persiapan pendirian Israel sudah dimulai jauh hari. Tahun 1917, Menlu Inggris Lord Balfour, sudah menjanjikan kepada pemimpin komunitas Yahudi Inggris, Lord Rothschild bahwa Inggris akan mendirikan negara (“a national home for Jewish people”). (lebih…)

Pembantaian dan Industri Kebencian (2)

Kebencian yang sifatnya massal disebabkan oleh isu yang difabrikasi (dibuat secara sengaja dengan berbagai metode dan strategi). Memfabrikasi isu yang membangkitkan kebencian jelas butuh dana besar.

Pada tahun-tahun awal Perang Suriah, tiba-tiba saja kebencian kepada penganut Syiah di Indonesia meluas. Buku yang isinya memfitnah Syiah (dan diberi logo MUI, padahal MUI secara lembaga menyatakan tidak menerbitkan buku itu) dicetak jutaan eksemplar lalu dibagikan secara gratis di masjid-masjid. Pengajian dan road show digelar di berbagai penjuru Indonesia, membahas konflik Suriah plus hujatan terhadap Syiah. Ini butuh dana besar, dari mana?

Ada negara-negara tertentu yang dikenal sebagai funding kelompok radikal. Sumber lainnya adalah donasi masyarakat. Para pengunjung majelis taklim atau seminar yang sudah disentuh emosinya atau otak reptil (croc brain)-nya, dibikin ketakutan, akan mudah merogoh kocek.

Saya pernah amati sebuah gerakan donasi online yang ‘menjual’ isu Suriah. Luar biasa, kurang dari sepekan sudah meraup 3 M. Padahal ada banyak lembaga yang menggalang donasi untuk Suriah dengan isu yang berganti-ganti, selama 8 tahun terakhir. Berapa dan kemana uangnya mengalir?

(lebih…)