Kajian Timur Tengah

Beranda » Amerika

Category Archives: Amerika

AS mengaku melawan ISIS, datang ke Irak dan Suriah, katanya mau membantu melawan ISIS. Tapi bertahun-tahun bercokol di Irak dan Suriah (dengan senjata lengkap), ISIS ga kalah-kalah. Malah berkali-kali, saat tentara Suriah mau menggempur pusat kekuatan ISIS, pesawat tempur AS membombardir tentara Suriah, menewaskan para tentara itu. Alasan: salah tembak. Lalu, puncaknya, QS yang memimpin perjuangan warga sipil Irak dan Suriah yang sukarela bergabung dalam milisi perlawanan demi melindungi tanah air mereka dari ISIS, malah dibom oleh AS.

Diskusi Dina Y. Sulaeman dengan Gus Najih, Habib Nuruzzaman, dan Eko Kuntadhi

https://www.youtube.com/watch?v=GJw3opEYdv0

Acara diskusi hari Selasa tanggal 10 November.Pilpres AS, Apa Dampaknya Bagi Indonesia?Silakan bergabung, ga pakai daftar langsung join aja,Catet tanggalnya, pake reminder di HP, biar ga lupa 🙂

Antara Biden dan Trump, Mana yang Lebih Baik untuk Timur Tengah?

Konflik antara Amerika Serikat dengan Timur Tengah telah berlangsung sejak lama dalam beberapa dekade terakhir. Permasalahannya adalah Amerika Serikat (AS) sering kali menerapkan kebijakan-kebijakan ektrem, terlebih pada masa kekuasaan Donald Trump yang membuat hubungan antara AS dan negara-negara Timur Tengah semakin memanas. Lalu, bagaimanakah dampak Pilpres AS 2020 terhadap negara-negara di Timur Tengah?

Silakan baca selengkapnya, wawancara saya dengan Ketik Unpad 🙂https://ketik.unpad.ac.id/…/antara-biden-dan-trump-mana…

Mengenang Qaddafi

Tanggal 20 Oktober 2011 adalah hari terbunuhnya pemimpin Libya, Moammar Qaddafi. Ada banyak versi berita tentang Qaddafi. Sangat banyak media yang mengisahkan hal-hal buruk tentangnya.

Namun, untuk cross-check, kita bisa merujuk data dari PBB. Tahun 2010, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika, dan di peringkat 57 dunia. Ini adalah posisi yang jauh lebih baik daripada Indonesia yang pada tahun yang sama, cuma di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan bahwa pengukuran HDI dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

(lebih…)

Kompilasi Pidato Pro-Israel dari Para Pemimpin AS

Di video 2 menit ini ada kompilasi pidato pro-Israel dari Trump, Joe Biden (kandidat presiden, pernah jadi wapresnya Obama), Mike Pence (wapres AS saat ini), dan Hillary Clinton (pernah jadi menlunya Obama). Mereka dari Republik dan Demokrat. Jadi, dua partai di AS ini sebenarnya punya ideologi sama: menjadikan dukungan penuh pada Israel sebagai “kepentingan nasional”. Karena itulah AS selama ini rela mengeluarkan anggaran perang triliunan dollar untuk perang-perang di Timur Tengah demi Israel, dan memberikan dana hibah rutin 3 M dollar per tahun pada Israel.

File buku saya tentang besarnya pengaruh kubu pro-Israel dalam politik luar negeri AS, “Obama Revealed” (bahasa Indonesia), bisa didownload gratis di sini:

https://www.ic-mes.org/…/2016/10/Obama-Revealed-PDF.pdf

File buku tentang betapa besar pengaruh lobby Israel dalam politik luar negeri AS, “Israel Lobby in US Foreign Policy” karya profesor HI, Mearsheimer bisa didownload di sini:

https://dinasulaeman.files.wordpress.com/…/israel-lobby…

Perang Baru Turki

Situasi kembali memanas di perbatasan Azerbaijan-Armenia.“Aneh”-nya, Turki ikut campur. Sekitar 12 jam sebelum saya menulis status ini, Erdogan menulis di akun Twitternya, “Armenia, yang telah melakukan serangan baru ke Azerbaijan, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan ketenangan di kawasan itu. Bangsa Turki terus mendukung saudara-saudari Azerbaijan dengan segala cara, seperti yang selalu dilakukannya. “
Konflik antara Azerbaijan-Armenia adalah konflik antara negara mayoritas Muslim melawan negara mayoritas Kristiani yang memperebutkan sebuah wilayah bernama Nagorno-Karabakh (mayoritas penduduknya etnis Armenia). Tapi, seperti saya selalu bilang, dalam menganalisis konflik, agama tidak bisa dipandang sebagai akar utama, selalu berjalin berkelindan dengan faktor-faktor lainnya.
Nah, mari kita lihat apa kepentingan Turki dalam perang ini. Mengapa membantu Azerbaijan?

RIP Andre Vltchek

Ringkasan isi berita: Jurnalis Amerika kelahiran Rusia, Andre Vltchek, ditemukan meninggal di dalam mobil di lingkungan Karaköy Istanbul. Andre dan istrinya, Indira, menyewa mobil untuk melakukan perjalanan ke Istanbul dari provinsi Laut Hitam Samsun. Dua pengemudi juga ikut menemani mereka selama perjalanan.
Ketika mereka tiba di sebuah hotel di Karaköy pada pukul 5:30 pagi, dimana pasangan itu berencana untuk tinggal, Indira mencoba membangunkan suaminya, namun Andre tidak menanggapi.
Tim medis kemudian tiba di tempat kejadian dan menyatakan bahwa Andre meninggal. Polisi menutup jalan tempat insiden itu terjadi, sementara tim investigasi TKP menggeledah daerah tersebut. Polisi mencatat kasus tersebut sebagai “kematian yang mencurigakan” dan akan melakukan penyelidikan.
Andre Vltchek adalah seorang jurnalis yang sangat gigih dan konsisten melawan “Imperium” dan membongkar kejahatan AS (dan sekutunya) di berbagai penjuru dunia. Antara lain ia pernah menulis :
“Wahabisme Melayani Imperialisme Barat di Indonesia” https://ic-mes.org/politics/wahabisme-melayani-imperialisme-barat-di-indonesia/
“Idlib: Reportase dari Ladang Pertempuran Terakhir di Suriah” https://ic-mes.org/politics/idlib-reportase-dari-ladang-pertempuran-terakhir-di-suriah/
“Analisis Israel yang Aneh Tentang Kurikulum Suriah Beredar di Timur Tengah” https://ic-mes.org/politics/analisis-israel-yang-aneh-tentang-kurikulum-suriah-beredar-di-timur-tengah/
Sebagian reportase Andre di Kurdistan saya cantumkan di artikel ini: Referendum Kurdistan: Perebutan Minyak dan Tanah https://ic-mes.org/politics/referendum-kurdistan-perebutan-minyak-dan-tanah/
Saya pernah bertemu dan berdiskusi dengan Andre. Ini catatan saya: “Kondisi Terkini Bangsa-Bangsa Timteng” : https://ic-mes.org/politics/wawancara-dengan-andre-vltchek-tentang-kondisi-terkini-bangsa-bangsa-timteng/
RIP Andre. 😭

The Straw That Broke The Camel’s Back

Sambil duduk di kafe menyelesaikan beberapa pekerjaan, saya mengintip Aljazeera. Ada tulisan bagus dari analis politik senior Aljazeera, Marwan Bishara, judulnya “The End of Saudi Era”. Tulisannya panjang banget.
Intinya: petualangan politik MBS yang “kurang ajar” (Bishara menggunakan kata “brash”) bisa jadi memperkuat kekuasaannya, tetapi hal itu justru sangat melemahkan Kerajaan Saudi Arabia (KSA). Sedemikian repotnya KSA saat ini, kata Bishara, membuat MBS kemungkinan besar akan berpaling kepada Israel. Namun, bahkan kalaupun KSA membuka hubungan diplomatik dengan Israel, KSA tidak akan bisa keluar dari keterpurukannya.
Keterpurukan ekonomi KSA antara lain gara-gara Perang Yaman yang dirancang MBS. Perang itu telah berlangsung 5 tahun. KSA telah habis ratusan miliar dollar untuk membeli senjata (dari AS, Eropa, dan Israel). Proyek perbaikan ekonomi yang digagas MBS juga mentok. Defisit anggaran menjadi-jadi. Akibatnya, dominasi KSA di kawasan juga semakin melemah.

Kisah Dua Pangeran (3-tamat)

Pada Selasa (15 Sept 2020), di Gedung Putih, Presiden Trump bersama PM Israel Netanyahu, Menlu Uni Arab Emirates (UAE), dan Menlu Bahrain menandatangani deklarasi normalisasi hubungan UAE-Israel dan Bahrain-Israel. Ini tentu saja “keberhasilan” bagi Kushner karena memang dialah pejabat senior Gedung Putih untuk urusan “perdamaian di Timteng”.
Meski baru ditandatangani resmi tanggal 15 lalu, tapi kesepakatan UAE-Israel sudah muncul sejak Agustus. Tanggal 31 Agustus, penerbangan langsung pertama UAE ke Israel (dengan melewati langit Saudi) dilakukan, dengan mengangkut Jared Kushner, serta pejabat AS, UAE, dan Israel.
Dalam wawancaranya dengan CNBC, Kushner mengatakan, “…saya pikir adalah keniscayaan bahwa Arab Saudi dan Israel akan sepenuhnya menormalisasi hubungan dan mereka akan dapat melakukan banyak hal besar bersama.”[1]
Apakah sinyal yang diberikan Kushner (bahwa Saudi juga akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel) akan menjadi kenyataan?