Kajian Timur Tengah

Beranda » Arab Saudi

Category Archives: Arab Saudi

Untuk yang berminat membaca artikel-artikel kajian Timur Tengah, silakan download gratis di web ini.

https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/issue/view/6

Judul:
1. Peranan Diplomat Indonesia dalam Memperjuangkan Palestina di PBB (Masa Presidency of the UNSC Mei 2019) oleh Teuku Rezasyah

2. Penggunaan Leksikon Allāh Sebagai Ekspresi Tuhan: Pengaruh Budaya Arab dalam Penerjemahan Bibel Ke Bahasa Arab oleh Yuangga Kurnia Yahya

3. Perbandingan Nitaqat dan Tawteen: Kebijakan Ketenagakerjaan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab oleh Safira Novia Safitry dan Agus Haryanto

4. Perbedaan Pandangan Politik antara Al Azhar dan Ikhwan Al Muslimin dalam Merespon Kudeta Militer Tahun 2013 oleh Muhammad Anas dan Yon Machmudi

5. Security Dilemma dalam Ketegangan AS-Iran Pasca Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman oleh Fenny Rizka Salsabila dan Dina Yulianti.

Untuk yang punya naskah, bisa kirim juga ke jurnal ini. Untuk edisi Juni 2020, naskah paling lambat disubmit tgl 20 April.

Milisi teror yang dihadapi oleh tentara Suriah memang bukan kaleng-kaleng. Mereka punya senjata lengkap, disuplai oleh negara-negara kaya raya (plus dari uang sumbangan rakyat berbagai negara, termasuk Indonesia).

Jadi aneh bila ini dibilang “perang saudara” atau
“rezim menindas rakyat”. Rakyat model apa yang punya persediaan senjata sekuat/lebih kuat dari negara?

Beberapa tahun pertama perang (2012- akhir 2016), tentara Suriah kelabakan, bahkan sekitar 70% wilayahnya dikuasai milisi teror ini. Karena itulah Suriah minta bantuan Iran, Rusia, dan Hizbullah. Sejak Desember 2016, posisi berbalik, satu persatu wilayah Suriah berhasil dibebaskan. Kini tersisa 1 provinsi yang berbatasan dg Turki, Idlib. Inilah front terakhir para teroris. Turki dan AS pun turun tangan membantu para teroris ini.

[kalau dishare, pengantar dari saya tidak terbawa, perlu dicopas dulu]

https://web.facebook.com/theSyriainsider/videos/138045994227094/?t=0

Mengapa Sesama pro Jihadis Jadi Saling Serang?

Adakah yang heran, mengapa negara-negara sesama pendukung “jihad” Suriah (Saudi, Emirat, Mesir) tiba-tiba menyerang Turki, memblow up rekam jejak digital hubungan Erdogan-Israel? Padahal mereka ini selama 8 tahun bersekutu dalam proyek jihad penggulingan Assad.

Fanpage sebelah (Sahara) tadi posting video lagi, ternyata bahkan Syekh Aid Al Qarni ikut marah-marah ke om Erdie. (Tau kan, beliau itu penulis buku Laa Tahzan, yang sangat digemari akhi wal ukhti. Semoga tidak ada bunuh diri massal saking stress melihat ulama pujaan kok berbalik arah).

[Dalam waktu singkat video tsb diblokir sama FB. Tapi ada copy-nya di youtube [1]]

(lebih…)

Ikhwanul Muslimin dan Amnesia Soal Syiah

Histeria para pendukung Erdogan di video yang kemarin saya share link-nya sungguh membuat saya ‘takjub’. Luar biasa fanatisme dan pengkultusan mereka pada sosok Erdogan. Mereka ngamuk dan marah luar biasa karena di video itu ditunjukkan bukti-bukti digital hubungan ‘mesra’ Erdogan dan Israel. Padahal sumber video itu adalah Al Arabiya (milik Arab Saudi) dan Al Ain (milik Uni Emirat Arab). Sebagian besar, marahnya dengan memaki-maki “Syiah”. Lho, emangnya Al Arabiya dan Al Ain itu televisinya Iran? [1]. Televisi Mesir juga ikut mengungkap kerjasama Erdogan-Israel [2]. Tapi mereka juga ngamuk dengan memaki Syiah. Sejak kapan Mesir jadi Syiah?

Saya akan cerita secara singkat latar belakang dari fenomena ini.

Begini, para pemuja fanatik Erdogan ini umumnya orang-orang Ikhwanul Muslimin (IM). IM berjejaring secara transnasional, mereka ada di berbagai negara. Di sebagian negara, mereka sukses menyebarkan pengaruh dan membuat partai. Di Indonesia mereka berhasil membuat PKS. Tapi kini sesama PKS juga berantem, kabarnya bakal ada partai “PKS Perjuangan”.

Di Turki, ada “Partai Keadilan dan Pembangunan” (AKP) yang dipimpin Erdogan. Awalnya, AKP sering mengaku pro Barat dan pro ekonomi liberal (bertahun-tahun berusaha masuk ke dalam Uni Eropa); tapi di saat yang sama memberikan banyak dukungan kepada aktivitas IM. Sejak Erdogan mengadu peruntungannya dengan mendukung penggulingan Bashar Al Assad, warna IM di AKP semakin terkuak.

(lebih…)

Komentar Para Pemuja Erdogan

Miris banget baca komentar-komentar para pemuja Erdogan di postingan ini. Mereka luar biasa marah rupanya, video bukti kerjasama Erdogan dan Israel disebarluaskan. Padahal yang menyebarluaskan channel Al Arabiya (milik Saudi) dan Al Ain (Uni Emirat Arab). Padahal mereka percaya 100% ketika Al Arabiya selama 8 thn terakhir menyebar hoax soal “kekejaman Assad”. Tapi ketika Al Arabiya mengecam Erdogan, mereka sangkal habis-habisan. Inilah fenomena post truth, orang hanya mau percaya pada apa yang sudah tertanam di benak mereka. Kalau beda, mereka langsung marah dan menuduh orang lain yang salah.

https://web.facebook.com/179010099395168/videos/2776080812467653/?t=0

PM Mahathir dan Menhan Sabu

Pagi ini saya membaca sebuah berita menarik. PM Mahathir ternyata pernah bilang sama Trump, “Lo mundur aja deh, supaya negeri lo selamet.”

Pernyataan itu diberikan Mahathir sebagai respon atas “Deal of The Century” yang sebenarnya tak lain dari “pengesahan atas penjajahan yang lebih luas di Palestina oleh Israel”.

Dalam pertemuan Liga Arab yang khusus membahas kasus ini, PM Mahathir bilang, “Kesepakatan ini hanya akan mendatangkan lebih banyak konflik di kawasan dan akan memunculkan kebencian/konflik di tengah miliaran manusia di seluruh dunia.” [1]

Kalimat PM Mahathir ini ‘dalam’ banget. Apa hubungan penjajahan Israel dengan konflik di seluruh dunia? Saya sudah pernah bahas dalam tulisan berjudul “Palestina adalah Kita”. [2]

Tapi sebenarnya ada penjelasan lain soal ini, yang disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia, Haji Mohamad bin Sabu. Saat itu beliau bicara dalam forum diskusi “Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia – Malaysia” di Aula Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

(lebih…)

Di video ini terlihat, pada KTT 2008 di Paris, di antara semua pemimpin negara-negara Arab yang hadir, HANYA Presiden Assad yang dengan tegas menghindari bersalaman dengan PM Israel Ehud Olmert.

Pemimpin negara-negara Arab yang menggenggam tangan rezim penjajah itulah yang hari ini menjual Palestina.

Sementara itu, Suriah harus membayar mahal [diperangi habis-habisan oleh proxy Arab-Israel] atas pilihannya melawan Israel.

Suriah yang dipimpin oleh Presiden Assad adalah tulang punggung utama perlawanan Palestina dan Lebanon terhadap Israel.

Para pengkhianat Damaskus tidak akan membela Yerusalem [Palestina].

https://web.facebook.com/hadi.nasrallah.77/videos/10158229743539905/?t=101

Info yang Sengaja Ditutupi

Rupanya kampanye pemberitaan antipemerintah Suriah sedang ‘naik daun’ lagi, seiring dengan serangan tentara nasional Suriah (Syrian Arab Army, SAA) untuk membebaskan Idlib (sebuah provinsi Suriah yang berbatasan dengan Turki).

Sebenarnya saya sudah menulis soal Idlib berkali-kali. Tapi sepertinya, karena sistem algoritma Facebook, orang cenderung hanya menerima info dari 1 versi saja. Status ACT yang saya SS ini di-like 79 ribu dan dishare 1,8 ribu.

Baik status ACT maupun berita Serambinews yang saya SS ini, intinya sama: ada serangan udara ke Idlib yang menimbulkan korban.

Masalahnya, keduanya sama sekali tidak memberikan info lengkap: SIAPA sebenarnya yang ada di Idlib dan MENGAPA harus diserbu SAA?

(lebih…)

Nestapa Yaman

[Dapat SS Twitter ini dari fb Vanessa Beeley]

Di cuitan ini, pejabat PBB UN Relief berterimakasih atas donatur terbanyak untuk Yaman, yaitu: Saudi, Emirat, AS, dan Inggris

Baru kemarin saya nulis soal absurditas tatanan dunia. Nah, ini bukti lain dari keabsurdan itu. Betapa PBB sedemikian tak berdaya. Alih-alih memaksa 4 negara yang paling bertanggung jawab atas pembombardiran Yaman selama 5 tahun terakhir, malah berterima kasih hanya karena donasi secuil dari mereka.

Jelasnya begini: Saudi bersama Emirat, dibantu Inggris dan AS [diakui sendiri oleh Menlu Saudi] sejak 11 Mei 2015 membombardir Yaman (dari udara, dengan pesawat tempur). Semua dibom, rumah sakit, sekolah, bus siswa sekolah, hingga pesta pernikahan dan proses pemakaman.

Akibatnya, rakyat Yaman kini mengalami krisis kemanusiaan terburuk abad ini [diakui PBB], antara lain, 1 anak tewas setiap 10 menit (karena kelaparan dan penyakit).

(lebih…)

Saran Buat Pengamat Isu Uighur

Bila benar ada kamp penyiksaan terhadap Muslim Uighur tentu kita perlu bertindak menekan China agar membubarkan kamp itu. Sikap teguh membela kemanusiaan kan juga dilakukan Indonesia dalam kasus Rohingya dan Palestina. Sekali lagi, BILA BENAR ada kamp penyiksaan itu ya.

Artinya, perlu ada upaya melakukan klarifikasi atas berbagai pemberitaan yang beredar. Sudah ada beberapa netizen yang menulis klarifikasi soal Uighur, beberapa di antara mereka pernah/tinggal di China, juga bisa bahasa China. Kemarin saya share tulisan Novi Basuki yang menguasai bahasa Mandarin, dia mengecek langsung dokumen yang diributkan media Barat itu; dan ternyata ditemukan distorsi informasi.

Tapi saya belum menemukan ada yang melakukan klarifikasi secara digital. Berikut ini saya ceritakan pengalaman kami dulu ya, siapa tahu ada di antara Anda (para pengamat China, yang bisa bahasa China, pernah di China, dll) yang tergerak untuk melakukan hal yang sama.

(lebih…)