Kajian Timur Tengah

Beranda » Armenia

Category Archives: Armenia

Mumet


Para pembela Erdogan pada marah-marah saat dikasih tahu bahwa Azerbaijan itu mayoritas Muslim Syiah. Kasian juga. Di FP Sahabat Erdogan mereka terlanjur gegap gempita mendukung presiden pujaan hati yang berperang melawan “kafir Armenia”. Jadi patah hati deh. Tapi, harus maju terus pantang mundur dong!

Lalu, mereka berusaha menyeret diskusi ke arah status Nagorno Karabakh.

Mereka: “Itu kan memang wilayahnya Azerbaijan! Wajar dong kalau Azerbaijan mengusir tentara Armenia dari wilayahnya!!

Dina: Lho, kan saya sedang menyoroti perilaku Erdogan-nya? Saya menganalisis, mengapa Erdogan bantuin Azerbaijan, saya pakai perspektif ekonomi-politik. Saya ingin tunjukkan: akar perang itu BUKAN agama/mazhab, tapi ekonomi-politik. Buktinya, Erdogan 9 tahun memerangi Assad (yang dituduh rezim Syiah), sekarang Erdogan bantuin rezim Aliyev yang Syiah.

Mereka: KATA SIAPA Erdogan bantu Azerbaijan karena bantuin Syiah??!!

Dina: Trus menurutmu, bantuin siapa? Presiden Azeri itu Syiah. Muslim di Azerbaijan itu 85%-nya Syiah. Bahkan sebagian warga Nagorno Karabakh itu dulunya (di era Imperium Persia) juga Syiah, tapi seiring waktu, saat ini dihuni mayoritas Armenia-Kristen, dan ada warga Syiah yang terusir akibat perang Armenia-Azerbaijan. Jadi, sebenarnya ada warga Syiah Azerbaijan yang juga menginginkan tanahnya kembali.

Mereka: POKOKNYA ERDOGAN BUKAN BANTUIN SYIAH!NAGORNO KARABAKH ITU WILAYAHNYA AZERBAIJAN YANG SAH DAN DIAKUI PBB!

Dina: Lha, emangnya saya ngomongin status Nagorno Karabakh? Yang saya ingin tunjukkan: akar perang itu bukan agama. Dan, TERBUKTI kan? Sekarang kalian bilang sendiri kalau Erdogan membantu Azerbaijan itu bukan dalam rangka membantu Syiah? Berarti ada motif lain kan? BERARTI BENER DONG YANG SAYA BILANG: agama bukan akar konflik! Jadi, tolong ralat jargon-jargon “jihad” kalian di Suriah ya! Jangan lagi mendukung “jihad” salah kaprah di Suriah! Stop mengkafir-kafirkan pihak lain yang tidak sekelompok denganmu. Stop menggalang dana untuk “jihadis”!

Mereka: Tapi POKOKNYA… POKOKNYA…. POKOKNYA… ELO SYIAH LAKNATULLOH!!
Mumet.

Argumen Para Pendukung “Jihad”

Dalam perang Suriah, saat dikasih info bahwa ADA KEPENTINGAN EKONOMI para imperialis global di balik proyek penggulingan Assad —>Jawab mereka:
PARA MUJAHIDIN BERJIHAD UNTUK MELAWAN REZIM SYIAH NUSAIRIYAH! UNTUK MENOLONG SAUDARA SUNNI YANG DIBANTAI SYIAH! KHILAFAH SUDAH DEKAT!!
Saat jelas-jelas Erdogan membantu “saudara”-nya di Azerbaijan, lalu dikasih tahu bahwa Muslim di Azerbaijan itu 85%-nya bermazhab SYIAH dan yang diperebutkan adalah kawasan Nagorno Karabakh yang dihuni warga Armenia-Kristen —> Jawab mereka :

Agama Bukan Akar dari Perang

Perang Azerbaijan vs Armenia kembali membuktikan bahwa agama bukanlah akar dari perang. Azerbaijan adalah negara mayoritas Muslim, 85%-nya bermazhab Syiah. Armenia adalah negara dengan mayoritas Kristiani. Tapi, Turki memilih mendukung Azerbaijan dengan mengirimkan “jihadis” binaannya (yang semula perang di Suriah dan Libya, kini dikirim ke Azerbaijan).
Yang lebih “aneh lagi”, yang diperebutkan antara kedua kubu adalah wilayah Nagorno Karabakh, yang warganya mayoritas (nyaris 99 %) adalah etnis Armenia yang beragama Kristiani.
Di skrinsyut berita tahun 2019 ini disebutkan bahwa Armenia mengirim dokter untuk memberikan bantuan medis kepada warga Aleppo dan tim anti-ranjau untuk melucuti ranjau yang dipasang “jihadis” di kota itu. Baru-baru ini (Mei 2020), di masa Covid, Armenia juga mengirim tim medis dan lebih dari 2 ton fasilitas medis.
Buat yang belum tahu, mungkin akan heran, mengapa orang Kristen bantuin Syiah? Katanya.. Assad itu rezim Syiah? Mengapa bukan Azerbaijan yang bantuin Assad? Mengapa Iran yang bantuin Assad? Kan Azer-Iran itu sama-sama Syiah? Kok beda? Kok Azerbaijan mengizinkan AS buka pangkalan militer di wilayahnya?

Perang Baru Turki

Situasi kembali memanas di perbatasan Azerbaijan-Armenia.“Aneh”-nya, Turki ikut campur. Sekitar 12 jam sebelum saya menulis status ini, Erdogan menulis di akun Twitternya, “Armenia, yang telah melakukan serangan baru ke Azerbaijan, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan ketenangan di kawasan itu. Bangsa Turki terus mendukung saudara-saudari Azerbaijan dengan segala cara, seperti yang selalu dilakukannya. “
Konflik antara Azerbaijan-Armenia adalah konflik antara negara mayoritas Muslim melawan negara mayoritas Kristiani yang memperebutkan sebuah wilayah bernama Nagorno-Karabakh (mayoritas penduduknya etnis Armenia). Tapi, seperti saya selalu bilang, dalam menganalisis konflik, agama tidak bisa dipandang sebagai akar utama, selalu berjalin berkelindan dengan faktor-faktor lainnya.
Nah, mari kita lihat apa kepentingan Turki dalam perang ini. Mengapa membantu Azerbaijan?