Kajian Timur Tengah

Beranda » Brazil

Category Archives: Brazil

Dunia Kita

konflik timtengRepost Status FB

Umat Islam Indonesia yang baperan selalu merasa mereka adalah korban dari ‘kekuatan besar di luar sana’ yang anti-Islam. Padahal, di saat yang sama, kalau mau objektif melihat, justru orang-orang berjubah dan berpenampilan saleh-lah yang membawa agenda ‘kekuatan besar di luar sana’ untuk mengacaukan negeri ini. Lihat saja medsos kita penuh oleh perdebatan soal halal-haram, kafir-muslim, sementara hal-hal fundamental jadi terabaikan. Misalnya saja, perdebatan orang soal Ahok, karena diseret ke isu kafir-muslim, sentimen yang muncul menjadi tidak akurat lagi. Kasus-kasus reklamasi (kaitannya dengan lingkungan dan nasib nelayan, tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia) yang sebenarnya berakar dari kerakusan para pemilik kapital, sulit terbahas dengan objektif, karena selalu ada unsur sentimen/kepentingan.

Dan sejatinya, seluruh konflik di dunia ini memang muncul akibat kerakusan para pemilik kapital global. Mereka ini sering diistilahkan sebagai ‘imperium’, atau sering juga langsung disebut “Amerika” [sebagai negara representasi imperium, negara yang paling depan menjalankan proyek-proyek Imperium] atau “Barat”. Saya akan pakai istilah Imperium.

(lebih…)

Ada Gaza di Brazil

Gilad Atzmon dalam postingan terbaru di blognya secara singkat menyinggung masalah kerusuhan yang semakin memanas di Brazil. Atzmon menulis, “Jika Anda keheranan melihat reaksi polisi Brazil [yang represif terhadap demonstran] silahkan lihat video ini…”

Ternyata, di video yang ditaruh Atzmon di blognya itu berisi potongan film dokumenter yang menyebutkan bahwa Brazil adalah klien terbesar industri militer Israel [Brazil importir terbanyak senjata dari Israel]. Di film juga dilihatkan aksi polisi Brazil menyerbu kawasan miskin di Brazil yang dinamai ‘Jalur Gaza’ (mungkin karena miskinnya?).

Lalu, Atzmon menutup kalimatnya dengan, “The message is clear, Israel exports death, in other words,  we are all Palestinians

Ya, Israel telah mengekspor kematian (senjata) dan kita semua sejatinya adalah Palestina (terjajah oleh Israel, dalam berbagai bentuk).

Dulu, dalam artikelnya “Israel Economy For Beginners” Atzmon mengajukan pertanyaan kritis, “Dari mana Israel memperoleh kekayaannya?”

“Bukankah selain alpukat dan jeruk, kita tidak menjumpai produk Israel?” tulis Atzmon. Israel tidak memproduksi mobil, alat elektronik, dan sangat sedikit membuat barang-barang konsumsi lainnya. Dengan sarkasme, Atzmon menulis, “Di tanah yang mereka rampok dari bangsa asli Palestina, mereka juga tidak menemukan mineral berharga atau minyak.”

Jadi, darimana datangnya kekayaan Israel? Atzmon menyodorkan faka-fakta –dan kebanyakan dari kita sebenarnya sudah tahu—bahwa Israel mendapatkan ‘sedekah’ dari orang-orang kaya Yahudi di seluruh dunia. Dalam artikel lain di Haaretz (koran Israel), disebutkan bahwa ada istilah Ibrani yang menjadi standar nilai moral di kalangan Yahudi, yaitu ‘tzedakah’. Haaretz mengutip seorang peneliti yang menyebutkan bahwa orang-orang kaya Yahudi memiliki keterikatan kekeluargaan yang sangat erat dan menjadikan ‘tzedakah’ sebagai sebuah kewajiban moral.

(lebih…)