Kajian Timur Tengah

Beranda » China

Category Archives: China

China Daily tentang perkembangan terbaru Saudi-Iran(mengutip pendapat saya)

Pada KTT yang dipimpin Dewan Kerjasama Teluk baru-baru ini di Jeddah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan antara negaranya dan Iran telah positif, dan bahwa tangan Saudi diperluas ke Iran untuk mencapai hubungan normal.

Dan, “Irak memiliki peran penting dan mendasar dalam mendorong negosiasi ke depan dengan cara yang membuat kami dapat melanjutkan pembicaraan ini,” menteri luar negeri Saudi seperti dikutip oleh Rudaw, sebuah kelompok media di Wilayah Kurdistan Irak.

Dina Yulianti Sulaeman, direktur Indonesia Center for Middle East Studies, mengatakan kepada China Daily bahwa para pemimpin Saudi kali ini “bersikap lebih rasional” karena mereka menyadari bahwa kekuatan hegemonik Amerika Serikat tidak lagi berfungsi sebaik “sebelumnya”.

Selengkapnya:

https://www.chinadailyhk.com/article/282110?fbclid=IwAR3R3ZJmsBP3thj-qF2E0YbOwGUhIWKDvatKXQ6W-CBQyvNXg1iTCbPNjKw#Saudi-Iran-pragmatic-talks-seen-good-for-region

Soros dan Virus

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/998932677293343

Menyambung tulisan saya sebelumnya soal “konspirasi.” Mereka yang aktif mengamati politik global, tentu kenal nama George Soros. Menyebut namanya sering diidentikkan dengan “teori konspirasi” (sama seperti kalau kita sebut nama Bill Gates). Padahal, sangat mungkin untuk membahas Soros dengan data dan pengambilan konklusi yang logis.

Dalam krisis moneter Asia 1998, yang akhirnya membuat Suharto lengser, dan Indonesia beralih menjadi negara yang lebih demokratis (dan di saat yang sama, lebih neoliberal, lebih membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing), Soros berperan penting.

Dalam berbagai revolusi berwarna di Eropa timur, juga penggulingan rezim-rezim di Timur Tengah, kita bisa menemukan data valid mengenai peran NGO-NGO “demokrasi” yang didirikan Soros. Untuk Rusia, NGO/yayasannya Soros (Open Society) sudah lama berupaya menumbangkan Putin dengan cara klasik “gerakan demokratisasi.” Tahun 2015, akhirnya Rusia melarang semua aktivitas yayasan Soros dengan alasan “mengancam keamanan negara.” Lalu, Soros pun terang-terangan, berkali-kali, mengatakan Putin harus ditumbangkan.

(lebih…)

Beda antara “Teori Konspirasi” dan “Konspirasi”

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/407861997880195

Jika dilihat dari sejarahnya, istilah teori konspirasi dulu dimunculkan oleh media-media AS (saat heboh terbunuhnya JFK) untuk membungkam pertanyaan kritis mengenai “siapa dalang dari semua ini?”

Hingga kini, seolah mempertanyakan “siapa dalangnya?” dari sebuah fenomena, dianggap “teori konspirasi.” Bahkan, sekedar mempertanyakan peran Bill Gates dalam pandemi, ada saja yang mengejek “ah elo pake teori konspirasi!”

Memang, sering terjadi, orang mencocok-cocokkan berbagai fakta dan membuat “teori.” Kalau yang model ini, ya cocok disebut “teori konspirasi,” karena masih sebatas teori, dan terpeleset pada sikap mencocok-cocokkan. Fakta-fakta parsialnya mungkin benar, tapi digabung-gabung semaunya sehingga membentuk kisah yang halu.

(lebih…)

Pelaku Utama Kejahatan di Muka Bumi

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman

Ini sama sekali bukan teori konspirasi, buktinya sudah sangat banyak. Artikel jurnal, buku, makalah, laporan riset, sangat banyak mengungkap bahwa AS telah melakukan kejahatan kemanusiaan di berbagai penjuru dunia, baik secara langsung ataupun melalui proxy (kaki-tangan)-nya.

Intisari dari video ini (bahwa AS adalah pelaku utama kejahatan di muka bumi sambil menuduh pihak lain sebagai pelanggar HAM) sudah sering disampaikan pemimpin Iran, Suriah, ataupun pimpinan Hez.

Menarik disimak, narasi yang sama disampaikan oleh jubir Kemenlu China, Zhao Lijian (wakil direktur Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri Tiongkok), dengan mengenang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan AS di beberapa negara Asia.

(untuk WNI yang tinggal di AS tidak perlu sensi, yang dibahas ini kan elit/pemerintah, bukan rakyat.)

AS Adalah Negara Oligarki

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/535243811318739

Selama ini AS selalu mengklaim sebagai negara demokrasi. AS juga telah mendanai perang dan penggulingan rezim di puluhan negara dunia dengan alasan demokratisasi. Kudeta di Ukraina tahun 2014, yang disponsori AS, juga dilakukan dengan alasan demokrasi.

Tapi, jika demokrasi, mengapa AS terus-terusan mengeluarkan dana besar-besaran untuk perang di luar negeri, padahal di dalam negerinya sendiri masih banyak rakyat yang miskin? Apakah “suara rakyat” AS memang setuju dengan pembiayaan perang yang mengorbankan kesejahteraan mereka?

Data resmi dari Biro Sensus AS, “hanya” 11,4% dari populasi (yaitu 37 juta orang) di Amerika yang hidup pada atau di bawah garis kemiskinan, pada tahun 2020.

(lebih…)

(2) Hepatitis Akut, Wabah Berikutnya?

WHO dan Kemenkes akhir April 2022 sudah mengeluarkan peringatan mengenai penyakit “hepatitis akut misterius”. The Independent (media Inggris) kemarin (4 Mei) merilis berita mengutip Lord Gates “there is still a risk of a C*vid variant that is ‘even more transmissive and even more fatal” (masih ada risiko varian C*vid yang ‘lebih menular dan bahkan lebih fatal).

Silakan membaca dulu tulisan saya sebelumnya “Hipotesis Varian Shanghai,” agar bisa lebih paham. Berdasar hipotesis ini, reseptor varian Shanghai ini merusak kinerja pankreas dan hati (liver). Sementara itu, hepatitis merupakan kondisi peradangan hati (liver). Di web resmi WHO ditulis, “Sementara adenov*rus adalah hipotesis yang mungkin, penyelidikan sedang berlangsung untuk menemukan agen penyebabnya.”

Lalu, mari kita ingat, secara hampir serempak di dunia dienjuskan vaksin AZ yang mengandung adenov*rus simpanse yang live (hidup), disebut Chadox, artinya: chimpanzee (Ch) adenov*rus-vectored vaccine (Ad), yang dikembangkan oleh University of Oxford (Ox), Inggris.

(lebih…)

(1) Hipotesis Varian Shanghai

Ketika C*vid pertama kali muncul Desember 2019, dengan cepat China melakukan lockdown, lalu dengan cepat pula memproduksi vaksinnya, mengekspornya ke seluruh dunia. Alat pengetesan pun mereka yang suplai. Masker pun demikian. Bulan Maret 2020, kasus C*vid pertama ditemukan di Indonesia.

Kondisi ini memunculkan 2 jenis respon:

1. Mengakui bahwa China adalah korban, tapi karena industrinya sedemikian canggih, apapun kondisinya, bisnis tetap jalan. Boleh ada krisis, jatuh sebentar, lalu dengan segera cari solusi dan dijadikan sumber bisnis. Vaksin C*vid pertama dibuat oleh China karena menggunakan teknologi konvensional, yaitu berbasis v*rus utuh yang dimatikan (inactivated). Ini berbeda dengan vaksin teknologi baru yang dipakai Pfiz*r, M*derna, Astrazene*a.

Semakin hari, semakin terbukti bahwa vaksin yang paling aman adalah yang berbasis v*rus utuh, karena apapun varian yang muncul, vaksin v*rus utuh akan bisa mengatasi; berbeda dengan vaksin lain yang berbasis protein S sintetis (2% dari tubuh vir*s keseluruhan). Dan karena berisi potongan 2%, protein S ini “ditumpangkan” pada sesuatu yang lain, misalnya, pada vir*s hidup Adenovir*s. Aneh? Ya aneh. Vaksin untuk melawan C*vid, tapi isinya potongan 2% v*rus C*vid (itupun sintetis), lalu dibarengkan dengan adenovir*s. Silakan google, akhir-akhir ini banyak muncul penyakit hepatitis, dan cek, penyebabnya apa.

(lebih…)

Kasus Ukraina-Rusia dari Perspektif Balance of Power

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797

Konflik ini, kalau dibahas serius, secara akademis, tentu tidak cukup ditulis di status-status FB. Bahkan sejak dari judul saja sudah bikin males “Kasus Ukraina-Rusia dari Perspektif Balance of Power” karena ala skripsi banget (buat sebagian orang).

Tapi saya akan coba jelaskan sedikit saja, secara teoretis gimana sih menganalisis konflik ini? Saya antara lain belajar dari Prof Mearsheimer ini (video ini hanya beberapa menit dari kuliah umum beliau tahun 2015, link versi full di bawah).

Yang perlu dicatat: ketika seorang dosen menganalisis konflik A versus B, TIDAK BERARTI dia mendukung si A atau si B. Analisis itu bisa dipakai untuk apa saja, tergantung pengguna.

Prof Mearsheimer ini, dia menjelaskan dengan tujuan agar para pengambil kebijakan luar negeri AS bisa mengambil kebijakan yang tepat. Bahkan posisi dia adalah: Kalau AS mau tetap berkuasa/dominan di dunia.. seharusnya.. [jadi, dia mengkritik pemerintahnya sendiri bukan dengan tujuan membela Putin, tapi mengajarkan strategi yang tepat untuk menundukkan Rusia.]

(lebih…)

Logika?

Di kolom komen, banyak yang nanya “logika”: gimana logikanya ada neo-Nazi di Ukraina? Presidennya Yahudi!

Mereka pikir, saya ga tau kalau Zelensky Yahudi. Padahal sebelum mereka nyolot begitu, saya sudah menulis “Israel dan Ukraina.” Di situ saya jelaskan, Zelensky ini Yahudi-Zionis (pro-Israel). Saya ulangi lagi: tidak semua Yahudi pro-Zionis.

Soal keberadaan neo Nazi, sudah saya bahas di postingan sebelumnya, lengkap dengan link sumber.

Sekarang soal logika.

Logikanya adalah: wani piro (berani bayar berapa?)

(lebih…)

“Jika minyak dan pengaruh adalah imbalan yang dikejar dalam Perang Irak dan pascaperang, maka Chinalah –bukan Amerika—yang memenangkannya, tanpa pernah melepaskan satu tembakan pun.” (Jamil Anderlini)

Tulisan terbaru di ic-mes.org “Bagaimana China Berjaya di Timur Tengah Tanpa Tembakan Peluru” (terjemahan tulisan Ramzy Baroud). “

https://ic-mes.org/…/bagaimana-china-berjaya-di-timur…/