Kajian Timur Tengah

Beranda » Diplomasi

Category Archives: Diplomasi

Info acara: “Kepemimpinan Muda dalam Melawan Covid dan dalam Kehidupan New Normal”

Yang jadi pembicara utama, mba Yenny Wahid.
Lalu, ada 5 panelis yang akan kasih tanggapan/pandangannya.. antara lain, saya 🙂

Baiknya saya ngomong apa yah? Tentang Bill Gates aja, gitu? 😀

Berikut ini nama-nama panelisnya:
1. Okky Madasari, Ph.D (Cand.), Sastrawan dan PhD Cand. NUS
2. Elok Fauqotul Mutia, S.IP, M.Si, Direktur Eksekutif Enter Nusantara
3. Dr. Dina Y Sulaeman, Direktur ICMES/dosen HI Unpad
4. Muhammad Yamin, M.Si, dosen Prodi Hubungan Internasional UNSOED
5. Ali Husein, S.IP, Presiden BEM UNSOED 2015

Moderator: Dr. Agus Haryanto (ketua Prodi HI UNSOED).

Acara gratis, Selasa 30 Juni jam 13-15, di Zoom.
Diselenggarakan oleh Prodi Hubungan Internasional Unsoed.
Silakan daftar di s.id/UNSOEDHI

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Al Quds Day 2020 (Jumat Terakhir Ramadan)

Sejak tahun 1980-an setiap hari Jumat di bulan Ramadan, orang-orang yang peduli Palestina di berbagai negara, baik di negara mayoritas Muslim, maupun di negara-negara Barat mengadakan aksi demo pro-Palestina.

Tentu, tujuan demo Al Quds sangat berbeda dengan demo-demo pro-Palestina yang diadakan kelompok tertentu di Indonesia, yang beberapa tahun terakhir amat bermuatan politis dan ambigu. Misalnya, aksi demo anti-Ahok, tapi bawa bendera Palestina (tidak nyambung) atau aksi demo yang dilakukan kelompok-kelompok pendukung “jihad” Suriah (pendukung terorisme FSA, Al Nusra/Al Qaida, Jaish Al Islam, ISIS, dll).

Aksi Al Quds adalah aksi yang genuine, tidak bermuatan politik partisan, dan memang semata-mata mendukung bangsa yang masih terjajah, Palestina.

Tentu saja, para pendukung Israel akan melakukan berbagai propaganda untuk menjelek-jelekkan aksi ini, misalnya, dengan menyebut ini “aksinya Iran” (orang Venezuela, atau Inggris, atau Irlandia, aja ikut demo Al Quds kok!). Atau, diframing, disamakan dengan aksi kaum pro-teroris Suriah. Atau, sering ada yang nyinyir: ngapain ngurusin orang Palestina, mendingan lo bantuin tetangga sendiri!

(lebih…)

Surat Terbuka Ibu Dr. Siti Fadillah Supari (16 Mei)

Mantan Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadillah Supari telah mengirimkan surat terbuka, bertanggal Sabtu (16/5/2020). Surat itu ditulis tangan oleh teman sekamar ibu Dr. Siti di Rutan Pondok Bambu karena beliau sudah tidak kuat menulis. Surat tersebut kemudian ditandatangani Siti, dan agar lebih jelas diketik ulang di luar penjara. Berikut ini isinya:

**********

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona . Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

(lebih…)

Webinar

Sekilas info dulu yaa… Untuk pengumuman give away (kuis buku) kemarin, mudah-mudahan bisa nanti siang. Masih bingung ini, saking banyaknya komentar yang masuk 🙂

Insya Allah tanggal 15 Mei mendatang ada webinar seru nih. Tema “Pandemi Covid-19 dan Perubahan Konfigurasi Politik Global”.

Penyelenggara: Laboratorium Hubungan Internasional Univ. Sulawesi Barat.

Narasumber:

1.Prof. Dr. Zarina Othman (University Kebangsaan Malaysia)

2. Dr. Dina Y. Sulaeman (Direktur ICMES/Dosen HI Unpad)

3. Muhammad Nasir Badu, P.Hd (Dosen HI UNHAS/Kepala Urusan Kerjasama UNSULBAR)

4. Dr. Sya’roni Rofii (Ketua Rumah Perdamaian UI/Dosen SKSG-UI)

Yang akan kasih sambutan, langsung Pak Rektor (Dr. Akhsan Djalaluddin); Pak Dekan FISIP (Dr. Burhanuddin), Pak Kaprodi HI (Endriady, M.A.). Moderator: Mu’min M.Si (Koordinator Lab HI Unsulbar).

Yuk gabung. Pengetahuan mengenai politik global itu perlu dimiliki semua orang, bukan cuma mereka yang aktif di kampus 🙂

Webinar ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Jumat/ 15 Mei 2020
Waktu. : 15.00-17.00 wita
Aplikasi : Zoom Meeting
Live. : Youtube dan Facebook

Cara daftar, simak langsung di e-flyer (foto) ini.

Menganalisis “Teori Konspirasi”

Asumsi yang dibangun oleh pengikut teori konspirasi adalah “ada sekelompok manusia (“elit global”) yang mendesain dunia ini. Mereka sedemikian berkuasanya sehingga apapun yang terjadi hari ini adalah hasil desain mereka.”

Sementara, asumsi yang dimiliki para penstudi Ekonomi Politik Global: tak ada aktivitas ekonomi yang terjadi di ruang kosong (pure economic), melainkan pasti ada frame politiknya. Politik dan ekonomi, keduanya saling berjalin-berkelindan.

Nah, saya coba kasih panduan cara membedakan mana “teori konspirasi”, mana “kajian Ekonomi-Politik Global”.

1. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi dunia?

(lebih…)

Ini video yang sedang viral, https://web.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/170592417620001/?t=0

Kalau tidak setuju, tidak perlu nyolot. Mari biasakan menerima informasi dengan kepala dingin.

Buat saya pribadi, ini seperti perjalanan menyusun kepingan puzzle. Bahkan pemerintah negara-negara (baik negara maju atau berkembang), termasuk Indonesia, juga dalam proses mencari solusi terbaik. Karena ini fenomena baru. Wajar saja bila ada satu kebijakan dipakai, lalu data baru masuk, diubah lagi.

Yang penting adalah persatuan bangsa, kita bersama-sama mencari solusi terbaik, dengan pikiran terbuka, mau mendengar suara-suara antimainstream yang didukung sains, bukan hanya suara bising orang-orang yang jelas-jelas punya kepentingan.

 

Masalahnya di Mana Sih?

Pagi-pagi, pening kepala saya baca beberapa komen soal video dari FP sebelah yang saya share kemarin (tentang jejaring bisnis BG).[1]

Tapi, saya berusaha menyadari bahwa semua orang punya “frame” atau “paradigma” masing-masing. Juga, yang baca postingan itu, sangat mungkin belum baca postingan saya sebelumnya. Walhasil, ibaratnya, obrolan saya sudah sampai halaman 100, dia baru mulai di halaman 1 lalu mengejek, padahal dia yang belum “nyampe”.

*Hembuskan napas.. sabar..

Jadi, ada beberapa komentator yang bertanya (dengan nada sinis; kalau nanya baik-baik tentu no problem): MASALAH-nya di mana sih kalau BG menguasai industri kesehatan global? Biarin aja lah, toh kita juga butuh produknya?

Jawaban saya:

(lebih…)

Menjawab Dua Pertanyaan (3)

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan kedua: bila benar ada yang disebut illuminati atau freemasonry, mengapa Iran tidak pernah menyebutnya? Bukankah Iran selama ini selalu mengklaim melawan kezaliman global?

Baik, saya akan menjawab ini karena terkait juga dengan para komentator di FP ini. Begini, saat saya nulis tentang Bill Gates, ada banyak komentator yang menulis: NWO (New World Order), illuminati, atau freemasonry. Ada juga yang menyebut istilah Dajjal. Teman-teman Kristiani, ada yang komen dengan menyebut “kaum anti-Kristus” dan mengutip Alkitab.

Begini, soal NWO, “penyembah setan”, kelompok “anti-Kristus”, “Dajjal” itu ada orang-orang yang khusus mengkajinya. Mereka punya dalil tersendiri, misalnya analisis simbol-simbol atau teks agama (misalnya hadis atau Alkitab).

Buat saya, bebas saja bila ada yang suka membahas masalah itu dan saya tidak merendahkan. Yang penting, pesan saya, jangan gegabah mencocok-cocokkan; misalnya setiap simbol segitiga disebut simbol illuminati. Atau dicampurkan dengan analisis sektarian yang ngawur (misalnya, “kaum Syiah adalah pengikut Dajjal dan temanan sama Israel”). Logika kritis tetap dipakai ya.

Mari kita simak video di bawah ini

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/224927751942701/?t=0

Sekarang pertanyaannya : apakah benar ada kekuatan beasr yang mengendalikan dunia ini?

(lebih…)

Covid-19 dan Teori Konspirasi (2)

Buat apa sih pentingnya membongkar, siapa yang “bikin” virus? [1] Bukankah yang penting sekarang mencari solusinya?

Menurut saya, yang punya kapasitas cari solusi sudah ada, yaitu pemerintah dan para ahli kesehatan. Kita rakyat biasa pun sudah diberi instruksi, apa yang harus dilakukan (jaga jarak, jaga kebersihan, makan sehat untuk memperkuat antibodi, dll). Kita juga bisa berpartisipasi dalam mencari solusi ekonomi (misalnya berdonasi untuk masyarakat terdampak atau menyumbang APD untuk tenaga medis).

Tapi, ada aspek-aspek lain yang juga penting dibahas. Misalnya, siapa yang terindikasi kuat memodifikasi virus ini? Apa dampak geopolitiknya? Apa dampak geoekonominya?

Ini tidak perlu dinyinyirin, setiap orang punya minat dan bidang kajian masing-masing. Dan bila kita membahas pertanyaan-pertanyaan itu dengan berbasis data dan argumen yang logis, itu bukanlah “teori konspirasi” yang sering diolok-olok itu.

(lebih…)