Kajian Timur Tengah

Beranda » Diplomasi

Category Archives: Diplomasi

Pak Jokowi berencana datang ke Kiev, menemui Zelensky.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/747500536403443

Kalau situasinya seperti ini (tonton video), dimana yang dihadapi bukan aktor rasional [bahkan mendukung milisi teror neo-Nazi – yg secara resmi digabungkan dalam militer negara], apa yang kira-kira bisa dilakukan Pak Jokowi agar Zelensky jadi aktor yang rasional?

“Aktor rasional” adalah terminologi dalam studi HI (bukan aktor bintang film). Yang dimaksud ‘aktor’ adalah negara/tokoh negara. Aktor rasional adalah negara/tokoh yg bertindak rasional, antara lain, tentu saja, mengedepankan kepentingan rakyatnya, bukannya malah menghancurkannya.

Aktor rasional mampu menimbang baik-baik semua langkahnya dalam konstelasi sistem internasional. Misalnya, ketika menyadari dirinya adalah pelanduk kecil di tengah perseteruan dua gajah, maka pilihan-pilihan rasional apa yang harus diambil?

(lebih…)

Kedaulatan Pangan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2147304338776269

[Jangan gagal fokus ya: yang dibahas ini aspek kedaulatan pangannya, bukan perangnya].

Embargo di berbagai lini terhadap Rusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat (dan negara-negara non-Barat pengekornya, misalnya, Jepang) ternyata tidak berhasil membuat Rusia takluk. Justru yang sekarang teriak-teriak soal “food security” malah Barat. Lha kalian yang mengembargo, malah sekarang kalian yang bingung sendiri.

Apa tidak terpikir oleh kalian (Barat) bahwa selama 8 tahun pasca kudeta 2014, kalian sudah mempersiapkan Ukraina untuk berperang melawan Rusia (dengan menyuplai senjata dan melatih tentara), tentu sudah pasti Rusia juga melakukan persiapan penuh, di berbagai lini.

Pertanian, pastilah salah satu fokus utama Rusia, karena yang paling penting dipersiapkan sebuah negara yang bersiap-siap mau perang adalah PANGAN. Ini jangan dimaknai sebagai dukungan atas perang ya. Tapi sejak dulu Bung Karno pun sudah bilang, bahwa PANGAN adalah hidup matinya sebuah bangsa. Percuma punya militer kuat, senjata banyak, tapi kalau pangan kurang, ya keok juga.

Persisnya seperti ini kata Bung Karno:

(lebih…)

Antara Israel dan Para Pembela “Jihadis”

Israel lagi-lagi membombardir Suriah. Jelas ini pelanggaran hukum internasional. Tapi AS dkk diam saja. Tidak ada tuh seruan embargo. Tidak ada tuh tekanan-tekanan kepada negara-negara yang mau berteman dengan Israel.

Beda jauh dengan sikap mereka pada Rusia. Indonesia saja yang berhak penuh sebagai negara berdaulat untuk menerima kedatangan Putin ke Indonesia untuk G20 nanti, juga “diganggu” melulu. Maunya mereka, Indonesia tunduk pada mereka, menolak mengundang Putin. Saya percaya, pemerintah Indonesia tetap independen dan menolak tekanan mereka itu.

Nah, saat baca-baca berita soal Suriah yang selama beberapa tahun terakhir ini dibom melulu oleh Israel, saya menemukan foto ini. Di foto ini terlihat, anak-anak Suriah membawa foto bertuliskan:

“Dirgahayu TNI #70. Om, ke sini donk, bantuin kami. Rusia sudah datang.”

(lebih…)

Diplomat AS Memang Suka Berdusta

Di video ini, dua pakar HI terkemuka dari AS, yaitu Prof Mearsheimer dan Stephen Walt, berdebat dengan mantan Dubes AS untuk Rusia, Michael McFaul, dan politisi Polandia, Radosław Sikorski.

Dalam konteks konflik Rusia vs Ukraina, Polandia ini sangat pro-AS, dan memang Polandia musuh bebuyutan Rusia (perseteruan di Eropa sejak zaman dulu).

Nah, Mearsheimer dan Walt ini adalah pemikir HI dari mazhab realis, intinya begini: Rusia merasa terancam oleh gerakan AS & NATO di perbatasannya; hal yang sama terjadi: AS juga merasa terancam ketika ada negara lawan yang bikin gerakan mencurigakan di “halaman belakangnya” (negara-negara Amerika Latin).

(Soal realisme ini, baca tulisan saya sebelumnya:https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797)

(lebih…)

#menolaklupa

Tahun 2018. Ustadz Abdul Somad (UAS), selama konflik Suriah sering berkomentar provokatif, antara lain menyebut bahwa konflik di Suriah adalah antara umat Sunni versus Syiah, dan menuduh Presiden Bashar Assad telah melakukan pembantaian terhadap warganya sendiri yang Sunni.

Di antara yang ditulis UAS dalam akun Facebook-nya, “Bashar Al-Assad adalah penjahat kemanusiaan seperti Hitler, Stalin, Lenin, Polpot, dan lain sebagainya. PENDAPAT INI kami ambil dari guru kami seorang Ulama ahli hadits Suriah bernama SYAIKH MUWAFFAQ, mursyid thariqat syadziliyyah di Suriah yang kami telah mendapatkan SANAD darinya.”

Menanggapi pernyataan UAS yang menjadi viral di media sosial itu, ikatan alumni Suriah, Alsyami, telah mengirimkan undangan untuk bertabayun.

(lebih…)

George W. Bush “Mengakui” Kejahatannya

Mantan Presiden AS, George W Bush, dalam sebuah pidatonya mengatakan, “Rusia telah melakukan invasi yang sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan brutal ke IRAK.”

Yang dia maksud tentu saja Ukraina. Bush salah bicara, lalu ia pun mengoreksi, “Maksud saya.. Ukraina..” Tapi kemudian, ia seolah bercanda, “Irak juga…”

Lalu, hadirin di ruangan itu tertawa.

Benar-benar orang-orang yang tidak punya hati nurani.

(lebih…)

Pelaku Utama Kejahatan di Muka Bumi

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman

Ini sama sekali bukan teori konspirasi, buktinya sudah sangat banyak. Artikel jurnal, buku, makalah, laporan riset, sangat banyak mengungkap bahwa AS telah melakukan kejahatan kemanusiaan di berbagai penjuru dunia, baik secara langsung ataupun melalui proxy (kaki-tangan)-nya.

Intisari dari video ini (bahwa AS adalah pelaku utama kejahatan di muka bumi sambil menuduh pihak lain sebagai pelanggar HAM) sudah sering disampaikan pemimpin Iran, Suriah, ataupun pimpinan Hez.

Menarik disimak, narasi yang sama disampaikan oleh jubir Kemenlu China, Zhao Lijian (wakil direktur Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri Tiongkok), dengan mengenang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan AS di beberapa negara Asia.

(untuk WNI yang tinggal di AS tidak perlu sensi, yang dibahas ini kan elit/pemerintah, bukan rakyat.)

Kesaksian Jurnalis Palestina Atas Penembakan Israel Terhadap Shireen Abu Aqla

Jurnalis Palestina, Shatha Hanaysha, sedang bersama Shireen Abu Aqla (kadang ditulis Abu Akleh) ketika mereka diserang oleh sniper Israel, di Jenin, Tepi Barat.

Dalam tulisan ini, dia menggambarkan menit-menit saat terbunuhnya Shireen, dan kenangannya atas Shireen, jurnalis yang sangat dikaguminya dan membuatnya sejak kecil bercita-cita untuk menjadi jurnalis juga. [Kisah ini disampaikan Shatha Hanaysha kepada penulis Shatha Hammad and Huthifa Fayyad.]

**

Kutipan:

(lebih…)

SETTLER COLONIALISM

Di podcast ini saya dan mas Airlangga Pribadi (dosen di Prodi Ilmu Politik Unair Surabaya) membahas mengenai sebuah konsep yang penting dipahami para pemerhati isu Palestina, yaitu “settler colonialism.” Dengan menggunakan konsep ini, kita bisa menganalisis soal Palestina-Israel secara lebih tajam, dan tidak mudah diombang-ambingkan narasi para buzzer pro-Israel.

Apa Putin Jadi Datang ke Indonesia untuk G20?

Tidak tahu, kan masih lama (15 November), apapun bisa terjadi. Jawaban terbaru dari Kemenlu kemarin (Kamis, 21 April) dalam press briefing mingguan yang digelar secara daring:

1. Yang diberitakan Kompas:

“Kalau KTT masih lama. Ini pembahasannya masih dinamis. Kembali lagi, bukan pada saatnya saya menjawab pertanyaan itu,” ujar Duta Besar Dian Triansyah Djani. [1]

2. Yang diberitakan CNN Indonesia:

“Sebagai presidensi, tentunya, dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20,” kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Program Prioritas, Dian Triansyah Djani [2]

Jadi, ya kita tunggu saja, bagaimana cerita akhirnya.

(lebih…)