Kajian Timur Tengah

Beranda » Ekonomi Politik Global

Category Archives: Ekonomi Politik Global

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Teman-teman, ini ada artikel analisis bagus, ditulis oleh dosen HI Unsulbar, Mu’min Elmin.

Kutipan:
Dunia pun bertanya-tanya, ke mana Raksasa Sea Power itu? Bagaimana Iran bisa senekad itu?

Dunia telah berubah, termasuk aspek-aspek geopolitik juga berubah. Jika di era Perang Dingin polarisasi kekuasaan itu bersifat bipolar, maka hari ini kondisinya sangat multipolar. Bahkan kekuatan negara (national power) tidak lagi senada dengan ajaran Realisme Klasik yang hanya mengacu pada aspek-aspek materil (militeristik). Konstelasi geopolitik hari ini menunjukkan bahwa soft power memiliki peran besar dalam menyusun komposisi kekuatan suatu negara.

(lebih…)

Assalamualaikum, Iran!

Ucapan itu disampaikan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini. Lihat videonya.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3243434065708300/?t=0

Pada 20 Mei, Wall Street Journal memberitakan bahwa kapal tanker Iran yang membawa bensin (gasoline) telah melawati Terusan Suez dan melanjutkan perjalanan ke Venezuela. Diperkirakan besok (24 Mei) akan masuk ke perairan Venezuela. Selain kapal tersebut, ada 4 kapal tanker Iran lagi yang menyusul (mungkin lebih); jarak mereka tak jauh dari kapal pertama.

Iran dan Venezuela merupakan dua negara yang bersatu dalam kubu perlawanan terhadap negara-negara eks-kolonialis/imperialis yang masih ingin terus memaksakan dominasi dan hegemoni mereka di berbagai penjuru bumi.

Keduanya sama-sama diembargo oleh AS. Venezuela kini mengalami kesulitan bahan bakar dan Iran mau mengirimkannya, dengan menempuh segala resiko. AS sudah menempatkan armada tempurnya di perairan yang akan dilewati Iran.

(lebih…)

Surat Terbuka Ibu Dr. Siti Fadillah Supari (16 Mei)

Mantan Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadillah Supari telah mengirimkan surat terbuka, bertanggal Sabtu (16/5/2020). Surat itu ditulis tangan oleh teman sekamar ibu Dr. Siti di Rutan Pondok Bambu karena beliau sudah tidak kuat menulis. Surat tersebut kemudian ditandatangani Siti, dan agar lebih jelas diketik ulang di luar penjara. Berikut ini isinya:

**********

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona . Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

(lebih…)

“Saatnya Dunia Berubah”

Ini sebenarnya judul buku ibu Dr. Siti Fadillah (beliau dokter dan Doktor). Saya pinjam untuk cerita sedikit soal perubahan dunia yang saya saksikan terkait Covid.

Video Plandemic, saking viralnya di seluruh dunia, sampai-sampai Big Tech mengerahkan seluruh daya upaya –dan dana besar tentunya– untuk menahan peredaran video ini. Sungguh kontraproduktif. Semakin kalian berupaya membungkam, semakin yakin orang bahwa video itu benar. Semakin militan mereka menyebar video itu melalui berbagai platform.

Padahal lebih baik dibiarkan saja dan didiskusikan, tapi bukan dengan cara membunuh karakter si narasumber. Membunuh karakter narasumber sama persis seperti kelakuan kaum Wahabi yang suka ngatain Syiah-Syiah-Syiah pada para penulis yang membongkar hoaks Suriah. Dan sebagian Wahabi memang ahli ber-taqiyah (pura-pura moderat dan pura-pura antihoaks). 😀

Lalu, Bill Gates yang demen banget berkoar-koar soal “lockdown 18 bulan sampai semua orang divaksin” juga mendapatkan perlawanan dari netizen. Medsos BG diserbu netizen dari berbagai negara, mereka marah dan mengata-ngatai. Dihapus-hapusin dong, tapi netizen tetap gigih copas ulang komennya.

(lebih…)

Webinar

Sekilas info dulu yaa… Untuk pengumuman give away (kuis buku) kemarin, mudah-mudahan bisa nanti siang. Masih bingung ini, saking banyaknya komentar yang masuk 🙂

Insya Allah tanggal 15 Mei mendatang ada webinar seru nih. Tema “Pandemi Covid-19 dan Perubahan Konfigurasi Politik Global”.

Penyelenggara: Laboratorium Hubungan Internasional Univ. Sulawesi Barat.

Narasumber:

1.Prof. Dr. Zarina Othman (University Kebangsaan Malaysia)

2. Dr. Dina Y. Sulaeman (Direktur ICMES/Dosen HI Unpad)

3. Muhammad Nasir Badu, P.Hd (Dosen HI UNHAS/Kepala Urusan Kerjasama UNSULBAR)

4. Dr. Sya’roni Rofii (Ketua Rumah Perdamaian UI/Dosen SKSG-UI)

Yang akan kasih sambutan, langsung Pak Rektor (Dr. Akhsan Djalaluddin); Pak Dekan FISIP (Dr. Burhanuddin), Pak Kaprodi HI (Endriady, M.A.). Moderator: Mu’min M.Si (Koordinator Lab HI Unsulbar).

Yuk gabung. Pengetahuan mengenai politik global itu perlu dimiliki semua orang, bukan cuma mereka yang aktif di kampus 🙂

Webinar ini akan dilaksanakan pada:
Hari/tanggal : Jumat/ 15 Mei 2020
Waktu. : 15.00-17.00 wita
Aplikasi : Zoom Meeting
Live. : Youtube dan Facebook

Cara daftar, simak langsung di e-flyer (foto) ini.

Menganalisis “Teori Konspirasi”

Asumsi yang dibangun oleh pengikut teori konspirasi adalah “ada sekelompok manusia (“elit global”) yang mendesain dunia ini. Mereka sedemikian berkuasanya sehingga apapun yang terjadi hari ini adalah hasil desain mereka.”

Sementara, asumsi yang dimiliki para penstudi Ekonomi Politik Global: tak ada aktivitas ekonomi yang terjadi di ruang kosong (pure economic), melainkan pasti ada frame politiknya. Politik dan ekonomi, keduanya saling berjalin-berkelindan.

Nah, saya coba kasih panduan cara membedakan mana “teori konspirasi”, mana “kajian Ekonomi-Politik Global”.

1. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi dunia?

(lebih…)

Masalahnya di Mana Sih?

Pagi-pagi, pening kepala saya baca beberapa komen soal video dari FP sebelah yang saya share kemarin (tentang jejaring bisnis BG).[1]

Tapi, saya berusaha menyadari bahwa semua orang punya “frame” atau “paradigma” masing-masing. Juga, yang baca postingan itu, sangat mungkin belum baca postingan saya sebelumnya. Walhasil, ibaratnya, obrolan saya sudah sampai halaman 100, dia baru mulai di halaman 1 lalu mengejek, padahal dia yang belum “nyampe”.

*Hembuskan napas.. sabar..

Jadi, ada beberapa komentator yang bertanya (dengan nada sinis; kalau nanya baik-baik tentu no problem): MASALAH-nya di mana sih kalau BG menguasai industri kesehatan global? Biarin aja lah, toh kita juga butuh produknya?

Jawaban saya:

(lebih…)

Covid-19 di Suriah

Jurnalis independen asal Kanada, Eva Bartlett, yang saat ini berada di Suriah, menceritakan bahwa Damaskus sudah mulai ‘dibuka’.

Menurut Eva, Suriah telah mengambil pendekatan moderat untuk berurusan dengan Covid. Bila pemerintah sama sekali tidak mengambil tindakan (lockdown), rezim Barat pasti akan menghujani Assad dengan berbagai tuduhan. Pemerintah kemudian menerapkan pembatasan (bukan lockdown total).

Tapi kini penduduk bisa beraktivitas mulai jam 6 pagi sampai 7:30 malam. [selengkapnya tulisan Eva: https://www.facebook.com/EvaBoBeeva/posts/3190459437630695 ]

Kondisi Damaskus (29 April) bisa dilihat di video ini.

https://web.facebook.com/EvaBoBeeva/videos/3187253887951250/?t=0

Apapun yang Bukan Kata WHO, Akan Dihapus Youtube

susan ceo youtubeDi video ini,

https://web.facebook.com/233756860383910/videos/1495218197304894/

CEO YouTube, Susan Wojcicki, hari Minggu yll dalam wawancaranya dengan CNN, mengatakan:

“Jadi kami membicarakannya sebagai [upaya] meningkatkan informasi yang otoritatif. Kami juga berbicara tentang menghapus informasi yang bermasalah, misalnya. tentu saja, apa pun yang tidak ada landasan medisnya.

Jadi orang-orang berkata, seperti, pakai vitamin C, kunyit, atau sejenis itu – akan menyembuhkan Anda. Itu adalah contoh dari hal-hal yang akan dianggap sebagai “pelanggaran aturan” kami (Youtube). Apa pun yang bertentangan dengan rekomendasi WHO akan merupakan pelanggaran aturan Youtube. Jadi penghapusan (video) merupakan kebijakan sangat penting yang kami ambil.”

Padahal, WHO saja berkali-kali ganti ‘kebijakan’. Misalnya, awalnya WHO bilang, orang sehat ga usah pakai masker. Untungnya banyak pengambil kebijakan yang lebih bijak daripada WHO, misalnya Republik Ceko (saya pernah share videonya di sini), yang mewajibkan masker, masker apa saja (bahkan di sana orang-orang ramai-ramai jahit masker kain untuk dibagikan).[1] Lalu, WHO berubah pikiran, dan menganjurkan publik pakai masker kain.

Lalu, ingat apa yang dilakukan WHO soal virus Flu Burung, berdasarkan kesaksian mantan Menkes Dr. Siti Fadilah Supari di bukunya (terbit tahun 2009, sebelum ada cebong-kampret, jadi tak usah nyinyir mengaitkan dengan politik hari ini). [2]

Kaitkan pernyataan CEO Youtube ini yang akan memblokir video-video yang bertentangan dengan WHO, dengan fakta bahwa donatur terbesar ke dua di WHO adalah Bill Gates, yang sudah mengultimatum bahwa lockdown harus diteruskan sampai 18 bulan lagi ketika vaksin yang dia sedang usahakan (bekerja sama dengan Big Pharma) selesai. [3]

Lagi pula, vit C, kunyit, jahe, dll itu memang bukan untuk MENYEMBUHKAN, tapi membangun antibodi. Karena yang melawan virus di dalam tubuh kita adalah antibodi tubuh kita sendiri. Ini pengetahuan umum dasar dalam menjaga kesehatan keluarga, sejak lama, jauh sebelum muncul Covid.

Mari bedakan “waspada” dengan “ketakutan”. Kita waspada selalu (minum vit C, jahe, dll itu juga bentuk WASPADA), tapi mari tolak penyebaran ketakutan yang sudah overdosis yang disebarkan oleh individu/lembaga yang sangat jelas akan dapat keuntungan besar dari industri kesehatan.

Kepada follower FP ini yang Muslim, selamat menjalankan ibadah Ramadhan, mari berdoa sama-sama, supaya wabah ini segera hilang di muka bumi. Sudah terlalu banyak korbannya, baik korban virusnya, maupun korban kesulitan ekonomi yang diakibatkan virus ini. 

Saya juga mohon maaf setulus hati untuk follower FP ini, terutama mereka yang pernah saya omelin dan judesin di kolom komen.

[1] https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/205446787540581/
[2]https://web.facebook.com/…/a.2341431836786…/904523149973941/
[3]https://www.facebook.com/233756860383910/videos/846342665866995/