Kajian Timur Tengah

Beranda » Ekonomi Politik Global

Category Archives: Ekonomi Politik Global

Pascakonflik Rusia-Ukraina

(Dina Y. Sulaeman)

“We will win,” demikian kata Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, saat menutup orasinya dalam seminar ekonomi bertajuk “Pasca Konflik Rusia-Ukraina Menuju Multipolarisme” yang diadakan di Bandung 24 Januari lalu.

Keyakinan Vorobieva bukan tanpa alasan. Ia memaparkan data-data bahwa hingga kini pemerintah Rusia berhasil memitigasi dampak perang berkat berbagai kemandirian yang dimiliki negara tersebut, terutama pangan dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. Kontraksi ekonomi hanya terjadi 2 persen meskipun Rusia diembargo dari berbagai penjuru; belum pernah ada di dalam sejarah modern ada negara yang disanksi sebanyak yang dialami Rusia saat ini.

Ada isu penting yang diangkat oleh Vorobieva dalam seminar yang diadakan oleh Komite Persahabatan Indonesia-Rusia dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Cabang Bandung ini, yaitu konstelasi geopolitik global yang semakin bergeser ke arah multipolarisme. Menurutnya, posisi Rusia saat ini adalah melawan hegemoni Barat, yang dipimpin Amerika Serikat, yang selama ini selalu berusaha menekan negara-negara lain dalam rangka mengeruk kekayaan dan sumber daya alam.

(lebih…)
Iklan

Setelah berbulan-bulan vakum, akhirnya bisa mulai bikin video Kajian Timur Tengah lagi di Youtube.

Setelah Pandemi

Mungkin gambar 7 orang dan teks yang menyatakan '(NDOESI STUDIES) GOVERNANCE MASYARAKAT ILMU INDONESIA OVERNANCE TUDIES) mip WEBINAR "MENCEGAH DAN MENGATASI GANGGUAN SYARAF AKIBAT ADENOVIRUS DAN VARICELLA ZOSTER VIRUS" MASYARAKAT ILMU (INDONESIAN WEBINAR GOVERNANCESTE) "MENGATASI KASUS GAGAL GINJAL" WEBINAR NDONESIA MENGATASI BARU PASCA PANDEMI SHEDDING VIRUS" NARASUMBER Cahyono Virolog MODERATOR Astri Megatari NARASUMBER NARASUMBER NARASUMBER MODERATO Astri Megatari MODERATOR'

Presiden Joko Widodo sudah mengumumkan bahwa PPKM dicabut, tapi status “kedaruratan” masih berlaku, karena “…pandemi ini sifatnya bukan per negara tapi dunia sehingga status kedaruratan kesehatan dipertahankan mengikuti public health emergency of international concern dari badan WHO, bukan kita” (sumber: cnbcindonesia.com 30/12/2022).

Intinya, status resmi penghentian pandemi, menunggu WHO.

Tapi di level negara, di Indonesia, semua sudah bisa berjalan normal, seperti dulu. Tentu saja, ada suara-suara yang mengecam keputusan presiden. Padahal keputusan presiden itu adalah hasil pertimbangan tim yang anggotanya para pakar, baik pakar resmi maupun pakar “bayangan” (saintis yang kasih masukan, tapi tidak masuk struktur).

Jadi, apa yang bisa dilakukan oleh rakyat Indonesia?

Sekali lagi, tetap belajar. Yang belum banyak diketahui publik: kebanyakan dari kita merasa semua sudah selesai dan sudah baik-baik saja (sebagian, tidak setuju dengan keputusan pemerintah dan masih sangat paranoid dengan situasi). Padahal, sebenarnya ada MASALAH yang sedang terjadi dan akan terjadi.

Pertama, virus covid masih ada dan akan terus ada. Lalu, bagaimana menghadapinya?

(lebih…)

MAROKO, SEPAK BOLA, & POLITIK

-ini adalah copy thread saya di Twitter, monggo cek langsung supaya bisa lihat foto dan video lainnya

1/Utk yg mau nyolot “jgn campurkan spkbola&politik” atau “ga ada korelasi / kausalitas antara pilihan politik dg mnang/kalah spkbola”, silakan skip aja. Sy pngamat geopolitik, bkn spkbola. Yg pnting buat sy: tim Maroko telah mbuat p’nyataan politik

2/ Menyatakan pmbelaan pd Palestina, adalah pernyataan politik. Th 2016, tim Celtic didenda £ 8.616 o/ UEFA dg alasan fans mengibarkan “spanduk terlarang” (yaitu: bendera Palestina) dlm prtandingan lwan klub Israel. Kini dlm WC 2022, tim Maroko kibarkan bndera Palestina.

3/”Tabu” bawa2 politik dilanggar o/ FIFA sendiri, yg melarang tim Rusia ikut WC 2022 & mbiarkan tim2 Eropa mnunjukkan dukungan pd Ukraina. Lalu mngapa u/Palestina, msh ada yg nyolot “ga usah campurin politik dg sepak bola?”

4/Bukan cuma Maroko yg bikin pernyataan politik di WC kali ini. Tapi Maroko pantas dipuji krn mrk membela sesuatu yg sangat layak dibela: Palestina. Beda level banget dg tim Iran, yg sok2an ikut berpolitik bela kelompok liberal, dan akhirnya mletre. Atau, tim Jerman.

(lebih…)

ATAS NAMA DEMOKRASI

Berikut ini copas thread/utas saya di Twitter. Kalau baca langsung di Twitter, ada bbrp video.

1/ Sebelas tahun yll, tepatnya 20 Oktober 2011, pemimpin Libya Moammar Qaddafi dibantai oleh (sebagian kecil) rakyatnya sendiri. Sebagian kecil rakyat ini punya kekuatan utk melawan pemerintah karena dibantu oleh NATO.

2/ Seperti dikatakan Clare Daly (di tweet 1), NATO menyerang Libya dengan alasan menegakkan demokrasi, kebebasan, dan HAM. Qaddafi dikenal diktator (oleh lawan politiknya, tentu saja), tapi di saat yg sama, dia mendirikan pemerintahan sosialis yg mengalokasikan anggaran sangat…

3/besar untuk rakyatnya (sekolah, rumah sakit, universitas dan berbagai layanan umum gratis, makanan dan BBM disubsidi sangat besar, dll). Hasilnya, rakyat Libya menjadi paling makmur se-Afrika. Human Development Index-nya tertinggi se-Afrika.

4/Suara oposisi memang ditekan, tapi siapa sih oposisinya? Antara lain: IKHWANUL MUSLIMIN. Pusat gerakan IM ada di Benghazi dan di kota itu pula muncul aksi-aksi demo anti pemerintah, berlanjut angkat senjata melawan pemerintah. Siapa yang membantu para “demonstran” ini?

5/Tak lain, Qatar. Qatar juga yang membantu IM di Suriah untuk angkat senjata melawan pemerintahan Bashar Assad. Qatar adalah rezim monarkhi. Mau menegakkan DEMOKRASI? Memberikan kebebasan kepada PEREMPUAN? [jargon para liberalis pro-AS: prp “berhak atas tubuhnya sendiri”]

(lebih…)

Piala Dunia Qatar 2022 dan Pergeseran Geopolitik

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/693322602155180

Ini adalah copy dari utas (thread) saya di Twitter. Kalau mau baca langsung di Twitter (biar bisa lihat bbrp video yg saya taruh di sana), ini linknya: https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1597603408466178049

***

1/ Saya bukan penggemar bola, tapi karena atmosfer geopolitik di PD 2022 ini sangat kental, saya ikuti berita2nya. Lihat foto ini, seorang dg m’bawa bendera LGBTQ+ & berkaos dg tlsn “Save Ukraina” dan “Hormati Perempuan Iran”…

2/ia masuk ke lapangan saat pertandingan Portugal vs Uruguay. Wasit segera m’ambil bendera dan membuangnya, dan pria itu ditangkap oleh polisi Qatar. Qatar dikecam Israel (dan negara2 Barat) krn anti-LGBT+

3/LGBTQ+, perempuan Iran (yg anti hijab), dan Ukraina, apa benang merahnya? Benang merahnya adalah LIBERALISME. Sbgmn ditulis oleh Prof Mearsheimer (akademisi HI dari AS), AS dan Barat punya ilusi untuk menyebarluaskan nilai2 liberalisme ke seluruh dunia. Strateginya adalah dg…

(lebih…)

Mencermati Narasi Agen AS (Liberalis) di Indonesia

Operasi Penggulingan Rezim di Iran (1)

Silakan simak dulu postingan saya sebelumnya, soal NED, CIA, dan operasi penggulingan rezim di berbagai negara. Di situ disebutkan, agar massa bisa bergerak dalam satu kesatuan, perlu persatuan di level alam bawah sadar. Di antara yang digunakan adalah simbol, nyanyian, pengalaman di masa lalu.

Di tiap negara target, tentu isu yang dipakai berbeda. Untuk Ukraina, dalam aksi penggulingan rezim tahun 2014, isunya adalah kebebasan (bersatu dengan Eropa Barat) dan Russophobia (yel-yel yang dipakai para demonstran adalah anti-Rusia, padahal 30% warga Ukraina sendiri beretnis Rusia).

Untuk Iran, dari dulu sampai sekarang, isu yang sering dipakai adalah hijab. Mereka ciptakan narasi, selembar kerudung yang dipakai perempuan Iran (dan juga di negara manapun, termasuk oleh saya) adalah representasi penindasan agama.

(lebih…)

NED, CIA, dan Operasi Penggulingan Rezim oleh AS

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1272404549999831

National Endowment for Democracy (NED) adalah organisasi yang yang kata pendirinya, Allan Weinstein, “melakukan hal-hal yang dulu dilakukan CIA secara rahasia.”

Apa itu? Antara lain, NED menginfiltrasi media, gerakan masyarakat sipil, dan politisi, di negara target, dengan memberikan dana bantuan, pelatihan, dll. Infiltrasi dengan berkedok “demokrasi” dan “kebebasan” itu dilakukan bertahun-tahun, seolah-olah baik dan sedang membantu rakyat di negara tsb.

Tapi, kemudian ketika diperlukan (ketika pemerintahan di negara target menolak tunduk pada kehendak AS), gerakan yang sudah dipersiapkan sejak lama oleh NED pun diluncurkan dengan kedok “revolusi”. Biasanya, mereka menggunakan simbol warna, sehingga disebut “revolusi berwarna”.

Silakan simak penjelasannya di video ini, saya bela-belain menghabiskan waktu berjam-jam untuk menerjemahkannya, khusus buat follower fp ini.

—-

Btw, di Indonesia adakah jaringan NED? Ya ada dong, masa enggak. Silakan simak tulisan saya:

Kebohongan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/675797677210974

Media massa korporasi (jaringan media mainstream) terbukti menyebarkan kebohongan soal Irak (ingat kasus “Nayirah” di Perang Teluk I, lalu kisah “senjata pembunuh massal” di Perang Teluk II) dan soal Suriah (baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo)

Juga, soal c*vid. Baru-baru ini, dalam sebuah dengar pendapat soal C*vid di Parlemen Uni Eropa, anggota parlemen Belanda Rob Roos, menanyai seorang eksekutif senior Pfizer, Janine Small.

“Apakah vaksin Pfizer Covid diuji dulu, apa benar bisa menghentikan penularan virus, sebelum vaksin itu dilepas/dijual ke pasar? Jika tidak, tolong katakan dengan jelas. Jika ya, apakah Anda bersedia berbagi data dengan kami? Saya benar-benar menginginkan jawaban langsung, ya atau tidak,” kata Bob Roos.

Janine Small, pejabat di Pfizer, menjawab:

(lebih…)