Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community

Category Archives: epistemic community

Teman-teman, ada undangan diskusi via Zoom, tentang hal yang penting (tapi terabaikan akhir-akhir ini), sambil menggalang dana untuk mereka yang terdampak pandemi (termasuk untuk APD tenaga medis).

===

Bincang GEMA : Bahaya Radikalisme Apakah Sudah Berlalu?

Ketika publik disibukkan oleh pandemi Covid-19, banyak yang tidak menyadari bahwa kelompok radikal masih terus melakukan konsolidasi. Bahkan kelompok teroris juga terus merencanakan serangan teror dengan memanfaatkan situasi dimana konsentrasi aparat tersedot oleh penanganan pandemi. Selama bulan Mei dan Juni 2020, aparat telah melakukan beberapa penangkapan beberapa orang yang diduga merencanakan aksi teror.

(lebih…)

Analisis terbaru di ICMES. Ternyata ISIS memanfaatkan pandemi (dan terpecahnya perhatian aparat keamanan) untuk melanjutkan aksi terornya.

Ditulis oleh Ayu Rikza, mahasiswi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur.

Silakan baca selengkapnya di web ICMES.

Adaptasi-Adaptasi Strategi “Jihad” ISIS Selama Pandemi

Mahasiswa/dosen HI atau Ilmu Politik, ekonomi, sejarah, dan lain-lain yang punya analisis terkait Timteng, boleh kirim tulisan ke ICMES. Kalau punya artikel paper, bisa dikirim ke Jurnal ICMES (Sinta 4).

foto: kamp pengungsi ISIS, Baghouz, Suriah

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Tulisan terbaru di ICMES: “Black Lives Matters”, Demikian Pula dengan Nyawa Bangsa Yaman

Perhatian dunia saat ini tersedot oleh aksi demo besar-besaran di AS, memrotes tindakan polisi Minnesota yang membunuh seorang warga kulit hitam, George Floyd. Mereka bergerak antara lain dengan slogan “Black Lives Matters” (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga).

Bukankah demikian pula dengan nyawa orang Yaman? Sayangnya, dunia tidak banyak peduli. Media mainstream sangat minim meliput konflik di Yaman. Kini, setelah virus Corona merebak, tiba-tiba saja PBB yang selama ini terlihat pasif, bersama Arab Saudi, yang selama 5 tahun membombardir Yaman, merasa perlu untuk mengadakan konferensi penggalangan dana “penanggulangan Covid di Yaman”.

(lebih…)

Al Quds Day 2020 (Jumat Terakhir Ramadan)

Sejak tahun 1980-an setiap hari Jumat di bulan Ramadan, orang-orang yang peduli Palestina di berbagai negara, baik di negara mayoritas Muslim, maupun di negara-negara Barat mengadakan aksi demo pro-Palestina.

Tentu, tujuan demo Al Quds sangat berbeda dengan demo-demo pro-Palestina yang diadakan kelompok tertentu di Indonesia, yang beberapa tahun terakhir amat bermuatan politis dan ambigu. Misalnya, aksi demo anti-Ahok, tapi bawa bendera Palestina (tidak nyambung) atau aksi demo yang dilakukan kelompok-kelompok pendukung “jihad” Suriah (pendukung terorisme FSA, Al Nusra/Al Qaida, Jaish Al Islam, ISIS, dll).

Aksi Al Quds adalah aksi yang genuine, tidak bermuatan politik partisan, dan memang semata-mata mendukung bangsa yang masih terjajah, Palestina.

Tentu saja, para pendukung Israel akan melakukan berbagai propaganda untuk menjelek-jelekkan aksi ini, misalnya, dengan menyebut ini “aksinya Iran” (orang Venezuela, atau Inggris, atau Irlandia, aja ikut demo Al Quds kok!). Atau, diframing, disamakan dengan aksi kaum pro-teroris Suriah. Atau, sering ada yang nyinyir: ngapain ngurusin orang Palestina, mendingan lo bantuin tetangga sendiri!

(lebih…)

International Conference on Holy Quds

Teman-teman, berikut ini info kongres internasional online, dalam 3 bahasa, Inggris, Arab, Farsi.
Acara 2 kali, malam ini jam 20.30 WIB.
Pembicaranya dari berbagai negara.
Saya juga jadi pembicara, besok malam (19 Mei 2020, 20:30 –> karena saya pembicara terakhir, kemungkinan jam 22:30)

Bisa diakses live di IG/FB. Link IG/FB dan daftar narasumber, ada di foto.

“Saatnya Dunia Berubah”

Ini sebenarnya judul buku ibu Dr. Siti Fadillah (beliau dokter dan Doktor). Saya pinjam untuk cerita sedikit soal perubahan dunia yang saya saksikan terkait Covid.

Video Plandemic, saking viralnya di seluruh dunia, sampai-sampai Big Tech mengerahkan seluruh daya upaya –dan dana besar tentunya– untuk menahan peredaran video ini. Sungguh kontraproduktif. Semakin kalian berupaya membungkam, semakin yakin orang bahwa video itu benar. Semakin militan mereka menyebar video itu melalui berbagai platform.

Padahal lebih baik dibiarkan saja dan didiskusikan, tapi bukan dengan cara membunuh karakter si narasumber. Membunuh karakter narasumber sama persis seperti kelakuan kaum Wahabi yang suka ngatain Syiah-Syiah-Syiah pada para penulis yang membongkar hoaks Suriah. Dan sebagian Wahabi memang ahli ber-taqiyah (pura-pura moderat dan pura-pura antihoaks). 😀

Lalu, Bill Gates yang demen banget berkoar-koar soal “lockdown 18 bulan sampai semua orang divaksin” juga mendapatkan perlawanan dari netizen. Medsos BG diserbu netizen dari berbagai negara, mereka marah dan mengata-ngatai. Dihapus-hapusin dong, tapi netizen tetap gigih copas ulang komennya.

(lebih…)

[UPDATE] Mengapa Hoaks Soal Suriah Masih Penting Dibahas?

—-
note no 2 di paling bawah, sudah diganti
—–

Di tulisan sebelumnya, Video yang “Menyesatkan”, saya membenturkan soal Suriah dan Covid. Saya mempertanyakan mengapa FB dan organisasi pemberantas hoaks (dan belakangan, Tempo ikut-ikutan) bersemangat sekali “fact check” video Dr Judy yang menurut mereka hoaks, tapi dulu soal Suriah adem ayem aje? Bahkan mereka mengirim surat “ancaman” (kalau share hoaks lagi, akun akan dihapus) pada semua yang share video itu, sekitar 4000-an orang yang share.

Perang Suriah berlangsung 9 tahun, hingga kinipun milisi-milisi teror (disebut “mujahidin” oleh orang Ikhwanul Muslimin dan HTI) masih bercokol di Idlib. Inilah perang paling dahsyat di era modern, dimana negara-negara besar dan negara “Islam” bersatu-padu menggulingkan sebuah pemerintahan yang sebenarnya sangat moderat, sekuler, sosialis, dan sangat pro-Palestina.

Milisi “jihad” berdatangan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Donasi Suriah dengan sangat mudah dikumpulkan, dalam beberapa hari saja belasan milyar yang bisa dikumpulkan oleh para penggalang donasi hanya dengan kampanye satu isu. Misal, “Save Aleppo”, “Save Ghouta”, atau “Madaya Menjerit”.

Mengapa sedemikian banyak orang mau bergabung dengan milisi “jihad” Suriah? Mengapa sedemikian mudah warga terprovokasi untuk menyumbang (totalnya, diprediksi) sampai ratusan milyar?

(lebih…)

Video yang “Menyesatkan”

Seperti diduga, akhirnya video Plan***** dihapus FB. Semua yang menshare video itu dapat “surat cinta”. Di surat itu, disebutkan bahwa FB telah bekerja sama dengan Mafindo untuk melakukan “fact check” dan menyatakan isinya menyesatkan.

[Update: ternyata video masih bisa diputar, hanya ditutup, dan ada tulisan kecil di paling bawah “lihat video”]

Di surat itu ada ancaman, kalo sekali-kali lagi ngeshare info “menyesatkan” akun akan dihapus. Apa sih yang disebut “menyesatkan”? Kalau kata CEO Youtube, “Apapun yang tidak sejalan dengan kata WHO, akan dihapus.” (video Plan***** awalnya ada di Youtube dan dihapus).

Baiklah FB. As you wish. Saya toh cuma numpang nulis gratis di FB, suka-suka yang punyalah. Meski, saya bertanya-tanya juga nih… info-info hoaks soal Suriah kok tidak didebunk sama FB dan Mafindo ya? Padahal dampak hoaks Suriah dahsyat juga lho: intoleransi semakin merajalela di Indonesia, ada banyak orang yang gabung sama ISIS, ada “main bom” di Suriah, ada yang “main bom” di Indonesia.

(lebih…)

Menganalisis “Teori Konspirasi”

Asumsi yang dibangun oleh pengikut teori konspirasi adalah “ada sekelompok manusia (“elit global”) yang mendesain dunia ini. Mereka sedemikian berkuasanya sehingga apapun yang terjadi hari ini adalah hasil desain mereka.”

Sementara, asumsi yang dimiliki para penstudi Ekonomi Politik Global: tak ada aktivitas ekonomi yang terjadi di ruang kosong (pure economic), melainkan pasti ada frame politiknya. Politik dan ekonomi, keduanya saling berjalin-berkelindan.

Nah, saya coba kasih panduan cara membedakan mana “teori konspirasi”, mana “kajian Ekonomi-Politik Global”.

1. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi dunia?

(lebih…)