Kajian Timur Tengah

Beranda » epistemic community

Category Archives: epistemic community

Soros dan Virus

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/998932677293343

Menyambung tulisan saya sebelumnya soal “konspirasi.” Mereka yang aktif mengamati politik global, tentu kenal nama George Soros. Menyebut namanya sering diidentikkan dengan “teori konspirasi” (sama seperti kalau kita sebut nama Bill Gates). Padahal, sangat mungkin untuk membahas Soros dengan data dan pengambilan konklusi yang logis.

Dalam krisis moneter Asia 1998, yang akhirnya membuat Suharto lengser, dan Indonesia beralih menjadi negara yang lebih demokratis (dan di saat yang sama, lebih neoliberal, lebih membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing), Soros berperan penting.

Dalam berbagai revolusi berwarna di Eropa timur, juga penggulingan rezim-rezim di Timur Tengah, kita bisa menemukan data valid mengenai peran NGO-NGO “demokrasi” yang didirikan Soros. Untuk Rusia, NGO/yayasannya Soros (Open Society) sudah lama berupaya menumbangkan Putin dengan cara klasik “gerakan demokratisasi.” Tahun 2015, akhirnya Rusia melarang semua aktivitas yayasan Soros dengan alasan “mengancam keamanan negara.” Lalu, Soros pun terang-terangan, berkali-kali, mengatakan Putin harus ditumbangkan.

(lebih…)

Karena sepertinya dah banyak yang lupa soal konflik Suriah, dan mengapa konflik ini penting untuk terus diingat, dan para pendukung “jihad” Suriah penting untuk terus diingat, saya share ulang podcast saya yang bahas soal Suriah dg mahasiswa Indonesia di Suriah, Lion Fikyanto.

#menolaklupa bukan mengungkit-ungkit aib lama, tapi, yang perlu dicamkan: KESALAHAN PARA USTAD PRO-JIHAD SURIAH adalah mrk sudah memprovokasi banyak orang utk “jihad” ke Suriah (atau minimalnya, berdonasi yg kemudian terbukti disalurkannya ke wilayah yg dikuasai teroris, di Idlib).

Akibatnya, sebuah negeri yg tadinya aman dan damai, kini rakyatnya menderita akibat terorisme. Mereka yang terprovokasi dan teradikalisasi akibat narasi yg salah soal Suriah, tapi tidak bisa pergi ke Suriah, malah melakukan keonaran/teror di Indonesia.

Selama para ustad (dan lembaga-lembaga pengepul donasi yang menebar hoax soal Suriah) itu belum mengklarifikasi, belum meralat ucapannya soal Suriah, selama itu pula mereka tidak bisa dimaafkan dan dilupakan kesalahan fatal mereka. Karena, darah orang-orang (termasuk ulama) Suriah yang sudah tertumpah, penderitaan anak-anak Suriah yang hidup mengungsi, siapa yang menebus? Demikian juga, darah orang-orang Indonesia yang jadi korban, siapa yang menebus?

#menolaklupa

Tahun 2018. Ustadz Abdul Somad (UAS), selama konflik Suriah sering berkomentar provokatif, antara lain menyebut bahwa konflik di Suriah adalah antara umat Sunni versus Syiah, dan menuduh Presiden Bashar Assad telah melakukan pembantaian terhadap warganya sendiri yang Sunni.

Di antara yang ditulis UAS dalam akun Facebook-nya, “Bashar Al-Assad adalah penjahat kemanusiaan seperti Hitler, Stalin, Lenin, Polpot, dan lain sebagainya. PENDAPAT INI kami ambil dari guru kami seorang Ulama ahli hadits Suriah bernama SYAIKH MUWAFFAQ, mursyid thariqat syadziliyyah di Suriah yang kami telah mendapatkan SANAD darinya.”

Menanggapi pernyataan UAS yang menjadi viral di media sosial itu, ikatan alumni Suriah, Alsyami, telah mengirimkan undangan untuk bertabayun.

(lebih…)

Apa Putin Jadi Datang ke Indonesia untuk G20?

Tidak tahu, kan masih lama (15 November), apapun bisa terjadi. Jawaban terbaru dari Kemenlu kemarin (Kamis, 21 April) dalam press briefing mingguan yang digelar secara daring:

1. Yang diberitakan Kompas:

“Kalau KTT masih lama. Ini pembahasannya masih dinamis. Kembali lagi, bukan pada saatnya saya menjawab pertanyaan itu,” ujar Duta Besar Dian Triansyah Djani. [1]

2. Yang diberitakan CNN Indonesia:

“Sebagai presidensi, tentunya, dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20,” kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Program Prioritas, Dian Triansyah Djani [2]

Jadi, ya kita tunggu saja, bagaimana cerita akhirnya.

(lebih…)

Kegigihan Anak-Anak Muda Palestina

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1608010149574297

Di era ini, senjata mereka adalah handphone dan media sosial. Mereka merekam apapun yang mereka alami, lalu menguploadnya di media sosial. Pembungkaman oleh Big Tech tentu saja terjadi, sangat banyak akun-akun aktivis Palestina yang diblokir. Bahkan ada aktivis-aktivis medsos yang ditahan tentara Israel.

Tapi mereka terus bertahan.

Hasilnya? Tahun lalu, terjadi demo besar-besaran mendukung Palestina di negara-negara Barat. Yang ikut demo bahkan juga para pemuda Yahudi yang paham apa yang terjadi di Israel. Mereka paham, bahwa sedang terjadi kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Zionis dengan menunggangi ajaran Yahudi. Karena itulah, banyak juga Rabi-Rabi Yahudi yang bersuara, menolak Zionisme.

(lebih…)

Gimana Kabar “Jihadis” dari Suriah di Ukraina?

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1406270366471099

Beberapa waktu yll saya menulis soal pengiriman “jihadis” dari Suriah. Sumbernya Al Mayadeen. Nah, ada komentator nyinyir soal foto (karena Al Mayadeen ternyata pakai foto lama, tapi sebenarnya, kalau pakai logika, informasi pengiriman “jihadis” ini kan diam-diam, jadi memang tidak/belum ada fotonya). Lalu ada juga yang nyinyir karena Al Mayadeen memasukkan info yang salah soal pertemuan Putin dengan pemimpin Jerman.

Saya sudah menuliskan update info di status tsb (mengoreksi soal foto dan soal pertemuan Putin).

Tapi, yang PALING PENTING DIPERHATIKAN adalah: benarkah ada pengiriman “jihadis” dari Idlib ke Ukraina?

(lebih…)

Barangkali ada yang berminat membaca (tulisan saya dkk).

“Islam Nusantara dan Upaya Menciptakan Perdamaian Berbasis Agama (Religious Peacemaking): Gagasan Nahdlatul Ulama dalam Menciptakan Perdamaian di Afghanistan”

ABSTRAK: Krisis sosial politik di Afghanistan menunjukkan konsekuensi yang mengejutkan, terutama setelah kembalinya Taliban merebut negara itu setelah digulingkan oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001. Masyarakat internasional telah mengupayakan negosiasi damai selama sepuluh tahun terakhir. Padahal, Indonesia telah memainkan peran penting dalam mendamaikan faksi-faksi di Afghanistan dengan melibatkan ormas-ormas keagamaan, dalam hal ini Nahdlatul Ulama (NU). Narasi agama tidak bisa dikesampingkan dalam resolusi konflik karena Taliban menggunakan justifikasi agama dalam tindakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap narasi keagamaan yang digunakan NU untuk menenangkan faksi-faksi yang berseberangan, termasuk Taliban. Metode penelitian kualitatif yang digunakan adalah wawancara dengan informan kunci dan didukung oleh berbagai sumber. Penelitian ini menemukan bahwa Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi perdamaian dengan pendekatan keagamaan, yaitu hermeneutika perdamaian dan empathy detachment. Dalam implementasinya, NU menggunakan narasi keagamaan Islam Nusantara. Selain itu, NU juga berhasil menciptakan kapasitas, pembangunan institusi, dan kesepakatan di antara faksi-faksi yang bertikai.

(Info: artikel ini berbahasa Inggris, yang saya tulis di atas, terjemahan judul dan abstraknya)

https://journal.walisongo.ac.id/…/wal…/article/view/8945

Eks-Menlu Qatar: Anggaran Penggulingan Assad 2 Triliun USD

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/695128555258281

Meskipun kita yang mengikuti perang Suriah tahu persis peran Qatar, tapi ketika eks-Menlu Qatar mengaku terang-terangan seperti di video ini, menarik juga disimak.

Terbukti, Qatar memang ikut dalam agenda penggulingan presiden di negara lain, yang dipilih melalui pemilu. Alasan yang dipakai eks-Menlu ini (di video ini): karena di Suriah ada revolusi yang menginginkan penggulingan Assad. (Jadi seolah, mereka cuma membantu).

Padahal kan kejadiannya ga begitu urutannya. Sejak awal memang agenda AS dan Teluk adalah penggulingan Assad, karena faktor Israel dan pipa gas. Tahap pertama, gerakkan aksi-aksi demo “pro-demokrasi” (NED juga terlibat di sini, seperti biasa). Ketika gagal, masuklah “pasukan jihad,” narasinya pun berubah dari demokrasi ke khilafah.

Nada si eks-Menlu memang seolah cuci tangan, tapi yang jelas ada pengakuan: memang Qatar sejak awal terlibat dalam agenda penggulingan Assad.

(lebih…)

Ngobrolin Rusia Bareng Orang Rusia (Feat: Dmitriy Kustov)

Dalam podcast ini saya menanyakan berbagai hal soal Rusia ke Dmitriy Kustov ini, misalnya, mengapa dia masuk Islam, mengapa umat Islam di Rusia itu banyak banget, pelajaran agama di sekolah ada atau enggak, Hizbut Tahrir dilarangkah di Rusia, Putin itu beneran diktator atau enggak, apa motivasi Putin sebenarnya dalam operasi militernya ke Ukraina, dll.

Palestina yang Selalu Terabaikan

Penderitaan warga Palestina selama 75 tahun (sejak 1947) sering sekali terabaikan karena ada konflik/krisis lain yang mengalihkan perhatian publik. Sepuluh tahun perang Suriah, misalnya, atau Yaman, atau sekarang, Rusia versus AS (+Ukraina).

Padahal, saat dunia sibuk mengurus yang lain, tentara Israel terus melanjutkan kejahatan mereka di Tepi Barat dan Jerusalem timur, serta terus memblokade Gaza (dan sesekali membombardir Gaza). Rumah-rumah dihancurkan, penghuninya diusir, lalu di atasnya dibangun permukiman untuk orang Yahudi-Zionis yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia (yang terbaru, ribuan didatangkan dari Ukraina).

Tapi selalu ada yang berusaha mengingatkan, bukan cuma kaum Muslim (sering dicitrakan: yang membela Palestina hanya Muslim), tapi orang-orang dari berbagai ras dan agama.

Salah satunya anggota Parlemen Irlandia ini, Richard Barret. Dia mempertanyakan, mengapa Irlandia [dan artinya, negara-negara Barat pada umumnya] hanya butuh lima hari untuk memutuskan memberikan sanksi ekonomi kepada Putin. Tapi, untuk Palestina yang sudah dijajah selama 70 tahun, Barat mengatakan “sanksi ekonomi pada Israel tdk akan menyelesaikan masalah”?

Apakah Barret pro-Putin? Tidak. Dia tetap mengecam Putin, begini kalimatnya:

(lebih…)