Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia

Category Archives: Indonesia

Iklan

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

(lebih…)

Iklan

Ada Siapa di Idlib?

Idlib-April 2018-sumberACT

Foto di Idlib, diupload sebuah lembaga pengepul donasi di Indonesia, perhatikan ada milisi bersenjata; juga fotografer yang menggunakan boot dan celana khas petempur.

Setelah kampanye #SaveGhouta terpental karena terlalu banyak keanehan (antara lain, baca tulisan saya berjudul #CumaNanya dan Menjawab Pembela ACT), tiba-tiba muncul narasi baru: warga sipil Suriah di Ghouta melarikan diri dari rezim Assad, mereka terpaksa berjalan kaki menempuh ratusan kilometer untuk mendapatkan perlindungan di Idlib.

Kisah “berjalan kaki” pun terbantah. Semua media mainstream berterus-terang bahwa orang-orang dari E.Ghouta DIANTAR dengan fasilitas pemerintah Suriah ke Idlib dengan menggunakan bus-bus. Sebagian bus itu berwarna hijau, ini bus-bus ‘legendaris’, dulu waktu Aleppo dibebaskan dari tangan “mujahidin”, pemerintah juga menyediakan bus-bus berwarna hijau itu.

(lebih…)

Mencintai Negeri

Easter in Syria

Paskah di Suriah (2017), sumber

Suriah seperti buku terbuka yang perlu dipelajari bangsa Indonesia. Wilayah Suriah hanya 185.180 km², bandingkan dengan luas wilayah negeri kita, 1.905 juta km². Suriah hanya ‘sepotong’ daratan, yang ‘secuil’ darinya berbatasan dengan laut Mediterrania. Sementara, Indonesia adalah negeri kepulauan dengan 14.572 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer.

Ketika milisi-milisi teror berkedok agama angkat senjata di Suriah, tentara Suriah perlu enam tahun bertempur sampai akhirnya kini sebagian besar wilayah kembali aman. Namun perang belum selesai. Tiba-tiba saja ISIS yang sudah kalah dan terusir, bangkit lagi. Provinsi Afrin di perbatasan Turki, malah dicaplok oleh militer Turki bekerja sama dengan FSA (salah satu kelompok ‘jihad’, yang benderanya hijau-putih-hitam dengan bintang 3). Provinsi Idlib masih menjadi penampungan puluhan ribu milisi teror yang dievakuasi dari berbagai wilayah.

Bayangkan bila kondisi yang sama terjadi di Indonesia?

(lebih…)

#CumaNanya

syria-turki-ghouta

Kali ini kita mempelajari konflik Suriah dengan menggunakan peta ya.

Lihat peta. Ghouta itu jaraknya sekitar 450an kilometer dari Reyhanli. Reyhanli itu ada di wilayah Turki (bukan Suriah). Provinsi di Suriah yang terdekat dari Reyhanli adalah Idlib.

Idlib itu adalah tempat evakuasi para milisi (kelompok-kelompok “jihad” yang sudah menyerah kalah di berbagai wilayah, termasuk Aleppo dan Ghouta timur; mereka tidak dibantai oleh tentara Suriah, melainkan diantarkan dengan bis-bis berwarna hijau ke Idlib)

Lembaga pengepul donasi A** menyatakan di Fanpage-nya (tanggal 26 Maret 2018):
“A** menjadi perwakilan dari Bangsa Indonesia, memboyong total 5.000 paket pangan dari Kota Mersin menuju Kota Reyhanli….Salurkan bantuan terbaik Anda untuk Ghouta, Suriah dengan klik link …/selamatkanghouta”

Pertanyaannya:
(lebih…)

Menjawab Para Pembela ACT

ghouta2

Tentara Suriah mengevakuasi warga E.Ghouta yang sudah lebih 5 thn disandera teroris. Sumber foto

Postingan saya di Fanpage berjudul “Kemana Uangnya Mengalir?” (saya copas di sini), mendapatkan respon cukup luas. Para pembela ACT dan pembela “mujahidin” beramai-ramai menuliskan komentar. Sebagian dihapus karena sangat kasar. Tapi ada juga yang dengan santun menyampaikan argumen bantahan. Anda bisa baca diskusinya di sini.

Dari semua sanggahan yang diberikan itu, tak ada satupun yang menyentuh persoalan sesungguhnya. Istilah anak jaman now: ngeles.

Berikut ini tanggapan umum saya :

Dalam wawancara Indopress.id dengan ACT ada poin penting yang saya garisbawahi: ACT TIDAK MINTA IZIN KEPADA PEMERINTAH SURIAH DAN MENUDUH PEMERINTAH MENGEBOM WARGANYA SENDIRI. Di situ juga ada wawancara dg NGO yg lain, yaitu Dr Joserizal yang mengatakan: LSM kemanusiaan tidak boleh memihak.

Dari berbagai jejak digital, mulai bendera, partner yang dipakai, yaitu IHH Turki (dengan segala rekam jejaknya, termasuk pernah ditangkap polisi Turki kedapatan bawa senjata), narasi yang selama ini dipakai oleh ACT (yaitu menuduh pemerintah Suriah yg mengebom warga sipil, padahal kejadiannya sebaliknya; para teroris di E. Ghoutalah yg selalu mengebom warga sipil Damaskus –ini diverifikasi juga oleh ulama Suriah, Dr. Sawwaf yang diwawancara Kompas TV), serta klarifikasi dengan mahasiswa Indonesia di Suriah, pembaca dapat (dan berhak) menganalisis, kepada siapa ACT berpihak.

(lebih…)

Kemana Uangnya Mengalir?

Berkali-kali saya ditanyai pengunjung fanpage  soal ACT. Ada yang bertanya polos juga: lho kok di video ini [1] , warga Ghouta bilang kelaparan ya? Kan ACT katanya sudah kirim makanan ke Ghouta?

Akhirnya, ada juga media yang melakukan liputan serius terhadap ACT, wawancara langsung ke ACT, mempertanyakan, kemana uang donasi masyarakat Indonesia diserahkan? Sekaligus juga cover-both sides, wawancara dengan pihak-pihak lain untuk konfirmasi.

Antara lain yang bikin saya ‘wow’:

(lebih…)

Pernyataan Ulama Sunni Suriah Soal “Bantuan”

syekh sawwaf suriah

Di jalanan Bandung banyak sekali spanduk minta sumbangan untuk Ghouta. Di mal-mal, anak-anak muda ‘mengemis’ pada pengunjung mal agar menyumbang untuk Ghouta.

Nih, tonton video ini, supaya tahu, seperti apa situasi Ghouta sebenarnya.

Mengapa mereka [tukang minta sumbangan dan para simpatisannya] terus berkeras mempertahankan semua kebohongan ketika sekian banyak bukti sudah dipaparkan?

Soalnya, siapa yang mau ganti biaya bikin spanduk dan baliho raksasa yang sudah terlanjur dibuat itu? Kamu?

(lebih…)

Ketika Mahasiswa dan Alumni Suriah Berani Angkat Bicara

mhsw suriah

salah satu majelis ilmu agama di Damaskus (foto:Lion Fikyanto)

Sungguh, beberapa hari terakhir saya merasa lega, menyaksikan beberapa mahasiswa Indonesia di Suriah dan Ikatan Alumni Suriah berani bersuara ‘keras’ melawan hoax soal Suriah. Biar bagaimanapun, mereka tinggal bertahun-tahun di Suriah, merasakan dan menyaksikan sendiri atmosfer kehidupan di sana.

Seorang mahasiswa bernama Lion Fikyanto menceritakan betapa majelis-majelis ilmu mazhab Sunni sangat hidup di Suriah:

Beginilah hari-hari ku sebagai pelajar di Ibukota Suriah yang bernama “Damaskus” dibawah kekuasaan yang mereka sebut Taghut, Fir’aun dll,jadwalku mengaji full dari hari ke hari, berpindah tempat dari satu masjid ke masjid lainnya,itu diluar kesibukan kampus tentunya, silahkan tanya kepada seluruh anggota PPI Damaskus, satu sama lain pasti tidak akan cocok jadwal mengajinya, karena kita memilih masing-masing sehingga ga jarang jika kita tak pernah sepakat untuk ngaji bersama.

Masjid-masjid selalu penuh dengan kajian keilmuan, halaqah-halaqah Al-Qur’an, Alhadist dengan Aqidah Ahlussunah wal Jama’ah(Asy’ari & Maturidi) berpegang teguh pada Madzhab Fiqh 4(Hanafi,Maliki, Syafi’i,Hanbali) serta berdasarkan konsep Ihsan(Tasawuf) yang berarti Tazkiyah untuk mengimbangi semua keilmuan tersebut.

Demi Allah! Kemanapun kaki ini melangkah, pasti selalu ada setiap Masjid yang membuka Talaqqi, mulai dari yang bertaraf anak2, remaja, bahkan untuk semua kalangan, mulai dari yang private(satu guru utk,satu atau dua murid) atau yang dibuka untuk Umum, sampai-sampai akupun tak sanggup melayani Ambisi menuntut ilmuku karena saking padatnya Jadwal yang bertabrakan dengan jadwal pengajian lainnya,

(lebih…)

Zionis Sawo Matang (ZSM)

Zionis Sawo Matang

ZSM adalah istilah zaman now untuk orang-orang Indonesia yang terang-terangan, maupun malu-malu, mendukung Israel. Tentu saja tidak semua ZSM benar-benar sawo matang, ada juga yang putih atau berkulit terang.

Ciri khas ZSM ini, yang saya dapati, selalu inkonsisten. Di satu sisi heboh sekali mengata-ngatai para takfiri pendukung ISIS (dan kelompok teror sejenis/seideologi, seperti Al Nusra, Al Qaida, FSA, Jaish Al Islam, Ahrar al Sham) sebagai ‘onta gurun’ atau ‘preman berdaster’. Dengan fasih mereka menyuarakan moderatisme, jangan fanatik-fanatik amat pada teks agama. Mereka suarakan ‘demokrasi’, ‘kemanusiaan’, bahkan fasih menyebut “Islam rahmatan lil alamin”.

(lebih…)

Libya, Suriah, dan Klaim Dakwah/Antikekerasan HTI

HTI

Republika (24/10) menurunkan berita dengan judul bombastis:  “Aksi Tolak Perppu Ormas Jadi Lautan Bendera Tauhid”. Ngawurnya ada dua, pertama apakah sih definisi bendera tauhid sebenarnya (apa kalau tidak pakai bendera itu artinya tidak bertauhid?) Apakah bendera HTI itu bendera tauhid? Ini silahkan didiskusikan dengan ahli agama, setahu saya sih tidak demikian. Kedua, judul itu jelas ingin membangun opini: Perppu Ormas (sekarang sudah jadi UU) adalah anti Islam. Menariknya, wartawan Republika itu juga menyebutkan bahwa tidak ada satupun bendera merah putih yang terlihat.

HTI selalu mengklaim diri sebagai semata-mata organisasi dakwah Islam dan atas alasan itu, Perppu Ormas (kini UU) secara salah kaprah disebut anti Islam. Padahal yang disasar ormas-ormas yang ideologinya membahayakan NKRI (anti Pancasila, pro kekerasan, dll).

Jawaban untuk Klaim HTI

(1) HTI Organisasi Dakwah?

Klaim bahwa HTI adalah organisasi dakwah bertentangan dengan pernyataan yang dimuat di situs-situs HT di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang secara jelas menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik yang memiliki tujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam.

Saat diwawancarai oleh Aiman dari Kompas TV (12/6), Ismail Yusanto mengelak menjawab, bagaimana proses terbentuknya kekhilafahan serta siapa dan dari negara mana asal sang khalifah.

(lebih…)