Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia

Category Archives: Indonesia

Iklan

Mengapa Irlandia Aktif Membela Palestina?

Dalam video 1 menit 54 detik ini, Anda akan lihat bagaimana orang-orang bule Irlandia, anggota Parleman, membela Palestina dan menyepakati UU yang melarang masuknya produk-produk dari kawasan pendudukan Palestina (kawasan Palestina yang dirampas dan djadikan permukiman illegal oleh orang-orang Israel).

“Lho, orang Irlandia kan bukan Muslim?” Mungkin, orang-orang yang selalu saja memandang konflik Palestina-Israel adalah konflik agama akan bertanya demikian.

Simak penjelasannya di artikel karya dosen HI UI Rostamaji Korniawan berikut ini. Dimuat di Jurnal ICMES (jurnal kajian Timteng). Dan sekali lagi, tenang, meski ini artikel jurnal, tetap enak dibaca n ga bikin mumet. 🙂 Kita perlu membiasakan diri baca-baca tulisan panjang biar pemahaman kita bisa lebih utuh.

http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/…/4/6

simak video selengkapnya di https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2163982557163667/

Iklan

Sedang mempresentasikan paper berjudul “Intertwine between Technology and Diplomacy: Indonesian e-Diplomacy in Achieving Palestinian Independence” di The 7th International Conference on Business, International Relations, and Diplomacy (ICOBIRD), BINUS University (5-6 Sept 2018)

Salah satu rekomendasi paper ini, pemerintah perlu lebih aktif lagi menggunakan Twitter dalam berdiplomasi untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya.

Kekuatan Olahraga

Asian Games 2018 berakhir dengan kebanggaan besar bagi Indonesia: menjadi satu-satunya negara di Asia Tenggara yang masuk 10 besar, bahkan duduk di rangking ke-4 setelah China, Jepang, dan Korsel; meraih emas 8x lipat lebih banyak daripada AG 2014 (31 emas).

Sisi menarik dari AG, selain hitung-hitungan kemenangan, adalah dampak sosialnya.

Nelson Mandela pernah mengatakan, “Olahraga memiliki kekuatan untuk mengubah dunia … ia memiliki kekuatan untuk menginspirasi. Ia memiliki kekuatan untuk menyatukan orang-orang dengan cara yang tidak dimiliki oleh yang lain. Olahraga berbicara kepada para pemuda dalam bahasa yang mereka pahami. Olahraga dapat menciptakan harapan di saat ketika yang ada hanya keputusasaan. Olahraga lebih kuat daripada pemerintah dalam merobohkan penghalang rasial.”

(lebih…)

Assad Must Go Curse (Kutukan “Assad Harus Pergi”)

Para elit dunia yang ada di foto ini, semuanya pernah mengucapkan kalimat “Assad harus pergi”. Tapi mereka duluan yang pergi, baik dalam arti lengser maupun pergi ke akhirat. Korban terbaru adalah John McCain, senator AS, makelar perang Suriah; dia tewas akibat kanker otak.

Dari Indonesia pun ada. Misalnya Bapak kita yang suka curhat itu, dulu pernah menyarankan agar Assad mundur saja (setelah ketemuan dengan “ulama” pro-teroris di Istana Bogor), eh.. malah dia yang lengser duluan.

Lalu, beberapa tokoh partai anu yang pro-teroris Suriah (mereka sebut “mujahidin”) sebagian sudah lengser atau tak jelas karirnya (ada yang dipenjara, ada yang dipecat oleh partainya sendiri, ada pingin nyalon jadi presiden -minimalnya wapres dah- tapi ga laku).

Bagaimana dengan partai politik tapi mengaku “organisasi dakwah” (HTI) yang mengaku berbaiat pada Jabhah al Nusrah? Nyungsep, dibubarin.

Siapa lagi? Ada itu tuh… ustadz dari radio ‘rujaks’ yang jauh-jauh ke Suriah nganterin donasi warga Indonesia (ke tangan “mujahidin” tentu saja), sudah wafat duluan.

(lebih…)

McCain

Ada satu hal yang sering dilupakan banyak public figure, baik itu politisi maupun ustadz: kalian tidak mungkin bisa menguasai semua hal. Jadi, bicaralah yang kalian ketahui dengan pasti, atau diam, daripada menumpahkan darah banyak orang (yang mungkin tak kalian sadari).

Ada seorang politisi muda-cantik Indonesia yang memuji-muji McCain (politisi AS) demi menyindir lawan politiknya. Pertama, tak nyambung (mengapa harus memuji orang AS demi menyindir sesama politisi di Indonesia?).

Dia menulis, “Berduka atas wafatnya John McCain. Amerika beruntung memiliki negarawan seperti dirinya. Meski berkompetisi secara politik, McCain tak mau menjatuhkan lawannya dengan cara memecah-belah bangsa. Baginya persatuan bangsa jauh lebih penting dibanding kepentingan politik jangka pendek.”

Karena lawan politik si politisi ini adalah kubu 212, sudah jelas yang dia maksud sebagai pelaku ‘memecah-belah bangsa’ adalah kubu 212.

Kedua, sorry to say, ini malah menunjukkan kebodohannya soal geopolitik Timur Tengah. Si politisi dan partainya mencitrakan diri sebagai partai anak muda-pluralis-antiradikal. Tapi dia tak tahu bahwa McCain sejatinya adalah ‘ustadz besar’ bagi kubu 212.

Sebagai bukti, perhatikan siapa ustadz-ustadz yang paling heboh di di kubu 212, dan perhatikan apa kiprah mereka terkait Suriah.

(lebih…)

Falasi “Ganti Presiden-Ganti Sistem” (Renungan 17 Agustus)

Kemarin ada teman curhat:

“Mbak, di grup WA, saya kasih klarifikasi soal Suriah, eh langsung dikomen: Oh kamu pasti Jokower! Kamu sadis ya, pro Assad?! Kamu Syiah ya!”

Saya prihatin. Perang Suriah sudah berlalu 8 tahun, dan tentara Suriah hampir menang. Media-media mainstream sudah mulai jujur mengenai suplai senjata dari Barat kepada para teroris; para anggota parlemen negara-negara Barat sudah mengecam pemerintah mereka atas fakta ini; jurnalis-jurnalis independen sudah bebas berkunjung ke wilayah-wilayah yang semula dikuasai “jihadis” dan mendapatkan cerita dari tangan pertama bagaimana ngerinya hidup di bawah cengkeraman para “jihadis”.

Tapi di Indonesia, orang-orang itu masih tetap pada “keyakinan”-nya. Mereka tetap pada posisi awal: memframing siapa saja yang berbeda dengan mereka soal Suriah sebagai lawan politik. Artinya apa? Seperti saya sering bilang: analisis terhadap politik dalam negeri kita tidak bisa dilepaskan dari analisis geopolitik Timteng.

Cara pikir mereka adalah hasil indoktrinasi bertahun-tahun. Mereka dididik oleh ustadz/ah dari kelompok-kelompok yang berideologi sama dengan para “jihadis” Suriah. Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Anshoru ini-itu, Mujahidin ini-itu, Jamaah ini-itu, ISIS, dan lain-lain, semuanya punya basis ideologi yang sama: takfirisme (menganggap yang tidak sekelompok dengan mereka adalah kafir dan boleh dibunuh).

(lebih…)

Antara Lombok dan Mekah

Di foto jadul ini tampak seorang pria asal Bahrain bernama Ali al-Awadhi, sedang melakukan tawaf (ritual mengelilingi Ka’bah), ketika banjir melanda kota Mekah tahun 1941 (77 tahun yang lalu).

Saat itu, air menggenangi kawasan sekeliling Ka’bah dengan kedalaman air lebih dari dari 1,5 m.

Foto-foto lain bisa dilihat di http://kaltim.tribunnews.com/2018/06/18/pria-ini-melakukan-tawaf-dengan-cara-berenang-saat-kabah-dilanda-banjir-77-tahun-silam.

Pertanyaannya: siapa yang berani menyatakan bahwa kebanjiran di Mekah ini adalah AZAB ALLAH akibat penguasa Mekah berkoalisasi dengan..bla..bla..?

Lalu mengapa kini, orang-orang yang mengaku paling Islam sedunia itu seenaknya berkata, tanpa melakukan penelitian ilmiah apapun, “Gempa di Lombok adalah AZAB ALLAH akibat pemimpin NTB berkoalisi dengan ..bla..bla..?”

Sudahlah, daripada berkoar-koar yang un-educated seperti ini, lebih baik menyeru agar masyarakat menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak gempa, menyuplai makanan dan air bersih ke sana, serta membangun kembali rumah-rumah mereka yang runtuh.

Tentu saja, hati-hati dalam memberi donasi, cek n ricek. Kalau saya sih ogah ngasih donasi kepada lembaga-lembaga amal yang terbukti bohong bertahun-tahun (bahkan sampai hari ini) soal Suriah. Kata pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya; jadi harap maklum.

#PrayforLombok

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Ini Tentang Nurani…

Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.

Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).

Ini video cuplikan kompilasinya.

(lebih…)

Tentang Dollar

Pagi ini saya baca beberapa media online, ada yang menarik: Menko Ekonomi, Darmin Nasution, menjelaskan awal mula mata uang dolar AS (USD) dijadikan sebagai mata uang global. Intinya sih, karena USD kini sudah menjadi mata uang global, semua butuh, AS bisa semaunya cetak uang.

“Tapi AS bisa mencetak uang banyak-banyak tidak inflasi. Kenapa? Karena orang lain perlu dolar AS bukan cuma negaranya. Sehingga pada waktu dia menjalankan kebijakan menyelamatkan ekonomi dari krisis tahun 2007, 2008. Itu bank sentralnya membeli segala macam kredit macet yang enggak karu-karuan dan 2 hingga 3 tahun kemudian krisis sembuh,” kata Pak Darmin. [https://www.liputan6.com/bisnis/read/3599213/cerita-menko-darmin-soal-sejarah-dolar-as-jadi-mata-uang-global. Yang di sini agak lebih panjang beritanya: https://kuwera.id/data-berita/data-berita/kemenko-perekonomian/menteri-darmin-nasution-ungkap-sejarah-dolar-menguasai-dunia ]

———–

Nah, saya lengkapi ya, copas dari tulisan saya tahun 2010 (8 tahun yang lalu).

Begini: pertanyaan kritisnya: siapa sih yang cetak USD? Pemerintah AS? Nope. Yang cetak adalah The Fed (Federal Reserve).

Ironisnya, ternyata The Fed bukan bank milik pemerintah AS. Bank itu murni bank swasta, bahkan dimiliki bukan oleh orang AS, melainkan klan konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild dan rekan-rekannya (antara lain: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.)

Awalnya pada 1837-1862 AS punya bank pemerintah yang mencetak uang (sertifikat emas/perak). Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/perak. Lalu, pada tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The Fed.

(lebih…)