Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia

Category Archives: Indonesia

Covid-19 dan Teori Konspirasi (2)

Buat apa sih pentingnya membongkar, siapa yang “bikin” virus? [1] Bukankah yang penting sekarang mencari solusinya?

Menurut saya, yang punya kapasitas cari solusi sudah ada, yaitu pemerintah dan para ahli kesehatan. Kita rakyat biasa pun sudah diberi instruksi, apa yang harus dilakukan (jaga jarak, jaga kebersihan, makan sehat untuk memperkuat antibodi, dll). Kita juga bisa berpartisipasi dalam mencari solusi ekonomi (misalnya berdonasi untuk masyarakat terdampak atau menyumbang APD untuk tenaga medis).

Tapi, ada aspek-aspek lain yang juga penting dibahas. Misalnya, siapa yang terindikasi kuat memodifikasi virus ini? Apa dampak geopolitiknya? Apa dampak geoekonominya?

Ini tidak perlu dinyinyirin, setiap orang punya minat dan bidang kajian masing-masing. Dan bila kita membahas pertanyaan-pertanyaan itu dengan berbasis data dan argumen yang logis, itu bukanlah “teori konspirasi” yang sering diolok-olok itu.

(lebih…)

Untuk yang berminat membaca artikel-artikel kajian Timur Tengah, silakan download gratis di web ini.

https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/issue/view/6

Judul:
1. Peranan Diplomat Indonesia dalam Memperjuangkan Palestina di PBB (Masa Presidency of the UNSC Mei 2019) oleh Teuku Rezasyah

2. Penggunaan Leksikon Allāh Sebagai Ekspresi Tuhan: Pengaruh Budaya Arab dalam Penerjemahan Bibel Ke Bahasa Arab oleh Yuangga Kurnia Yahya

3. Perbandingan Nitaqat dan Tawteen: Kebijakan Ketenagakerjaan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab oleh Safira Novia Safitry dan Agus Haryanto

4. Perbedaan Pandangan Politik antara Al Azhar dan Ikhwan Al Muslimin dalam Merespon Kudeta Militer Tahun 2013 oleh Muhammad Anas dan Yon Machmudi

5. Security Dilemma dalam Ketegangan AS-Iran Pasca Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman oleh Fenny Rizka Salsabila dan Dina Yulianti.

Untuk yang punya naskah, bisa kirim juga ke jurnal ini. Untuk edisi Juni 2020, naskah paling lambat disubmit tgl 20 April.

Covid-19 dan Teori Konspirasi

Kalau ada yang nulis, “Virus Covid-19 itu dibuat oleh AS demi menguasai dunia”, apa komentar Anda? Mereka yang sudah paham bahwa AS (pemerintah & elit-nya ya, bukan rakyatnya) memang sepanjang sejarah melakukan banyak kejahatan kemanusiaan, biasanya cukup terbuka (tidak harus setuju, tapi setidaknya mau menelaah argumen yang diberikan).

Tapi ada juga sebagian orang yang langsung mengejek, “Elo tuh pake teori konspirasi!”

Label “teori konspirasi” memang banyak dipakai orang untuk menghina upaya-upaya membongkar sebuah kejahatan global. Padahal sebenarnya konspirasi itu kan memang ‘biasa’ terjadi, misalnya, fenomena main sabun dalam pertandingan sepakbola (dua tim bersekongkol untuk mengatur pertandingan). Publik tahu darimana? Ya dari indikasi-indikasi, misal ada ‘keanehan’ yang dirasakan.

(lebih…)

Milisi teror yang dihadapi oleh tentara Suriah memang bukan kaleng-kaleng. Mereka punya senjata lengkap, disuplai oleh negara-negara kaya raya (plus dari uang sumbangan rakyat berbagai negara, termasuk Indonesia).

Jadi aneh bila ini dibilang “perang saudara” atau
“rezim menindas rakyat”. Rakyat model apa yang punya persediaan senjata sekuat/lebih kuat dari negara?

Beberapa tahun pertama perang (2012- akhir 2016), tentara Suriah kelabakan, bahkan sekitar 70% wilayahnya dikuasai milisi teror ini. Karena itulah Suriah minta bantuan Iran, Rusia, dan Hizbullah. Sejak Desember 2016, posisi berbalik, satu persatu wilayah Suriah berhasil dibebaskan. Kini tersisa 1 provinsi yang berbatasan dg Turki, Idlib. Inilah front terakhir para teroris. Turki dan AS pun turun tangan membantu para teroris ini.

[kalau dishare, pengantar dari saya tidak terbawa, perlu dicopas dulu]

https://web.facebook.com/theSyriainsider/videos/138045994227094/?t=0

“Demokrasi Itu untuk Kaum Kafir”

Setelah Aleppo sepenuhnya bebas dari teroris, netizen dari Lebanon bernama Hadi Nasrallah ini (background pendidikannya HI, dan selama ini aktif di medsos melawan narasi Barat dan propagandis Al Qaida) datang ke Aleppo.

Ia mendatangi pinggiran Idlib, melewati tol Aleppo-Damaskus yang sudah dibuka lagi. Di jalan, ia mendapati 200 papan pengumuman yang tertulis ‘Jabhah Al Nusra’ (artinya, dibuat oleh JN alias Al Qaida).

Salah satu di antara isinya: demokrasi adalah untuk orang kafir.

Sungguh aneh, AS yang sering dijadikan kiblat demokrasi dan memerangi berbagai negeri demi demokrasi, justru membantu JN dkk di Idlib. Bukan cuma AS, bahkan Turki yang mengaku negeri demokratis sampai terjun ke Idlib berperang langsung melindungi JN dkk.

Suporter JN di Indonesia juga mengharamkan demokrasi. Jadi kalau mereka berkuasa, tentu akan ada plang kayak gini di berbagai sudut kota.


[kalau link ini dishare, pengantar dari saya tidak terbawa, jadi harus dicopas dulu]

AS secara terang-terangan membantu para teroris di Idlib.

Foto ini adalah Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, bersalaman (ada video dan foto lain juga), berpose bersama anggota White Helmets. Saya sudah sering menulis, siapa WH ini, yang tak lain anggota milisi teroris yang berganti baju supaya tampil seolah ‘relawan kemanusiaan’.

Craft menjanjikan bantuan untuk para pengungsi Idlib. Craft datang bersama pejabat AS lainnya, Perwakilan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey.

Jeffrey mengatakan, “Kami siap untuk menyediakan – seperti dikatakan Presiden – amunisi.. Turki adalah sekutu NATO. Kami punya program penjualan alat militer yang sangat-sangat besar; sebagian besar dari peralatan militer Turki menggunakan perlengkapan [produk] AS. Kami akan memastikan bahwa perlengkapan itu siap [disuplai]. Sebagai rekan NATO, kami berbagi informasi intelijen…dan kami akan memastikan bahwa Turki memiliki apa yang mereka butuhkan di sini [Suriah].” [1]

(lebih…)

Muda, cantik, cerdas, pemberani. Salut banget sama Carla Ortiz.
Dia datang ke Aleppo, meliput langsung detik-detik pembebasan Aleppo timur 2016

Antara lain yang dia saksikan: sebelum pembebasan Aleppo tentara Suriah membuat koridor kemanusiaan dimana warga sipil dipersilahkan keluar sebelum perang terjadi

Lalu dia datang ke bekas markas White Helmets, dan ia temukan bendera yang kata orang HTI “bendera tauhid” di sana. Anehnya, Netflix bikin film yang memuji-muji WH dan dapat piala Oscar.

https://web.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/337048067070454/?t=0

Kesaksian

Di obrolan-obrolan di kolom komen, ada kesaksian menarik dari orang yang tinggal Turki; ada juga cerita dari orang yang tinggal di Suriah. Saya juga nimbrung, cerita sedikit pengalaman waktu ke Suriah dulu.

Lalu, saya jadi teringat pada kisah lama ini.

Tahun 2013, saya dipertemukan dengan jurnalis Suriah yang datang ke Bandung. Kami mengobrol di sebuah tempat yang sangat terhormat, Museum Konperensi Asia Afrika. Beliau datang sebagai tamu dalam acara di sana. Suriah memang sahabat lama Indonesia, negara kedua yang mengakui kemerdekaan Indonesia [negara pertama: Mesir pada 1946; Suriah pada 1947]. Suriah hadir memenuhi undangan Bung Karno dalam KAA 1955. Asal tahun saja, waktu itu Barat mengintimidasi negara-negara berkembang agar jangan hadir ke KAA. Tapi Suriah tetap datang.

(lebih…)

Video ini beberapa hari lalu saya posting, tentang Aleppo, yang dibikin Syrian Girl dengan music latar “Victory”.

Ternyata ada versi dengan resolusi yang lebih baik (gambar lebih jelas) dan diberi terjemahan Bahasa Indonesia.

https://web.facebook.com/maulatv/videos/2840902539529753/?t=0

Mengapa Sesama pro Jihadis Jadi Saling Serang?

Adakah yang heran, mengapa negara-negara sesama pendukung “jihad” Suriah (Saudi, Emirat, Mesir) tiba-tiba menyerang Turki, memblow up rekam jejak digital hubungan Erdogan-Israel? Padahal mereka ini selama 8 tahun bersekutu dalam proyek jihad penggulingan Assad.

Fanpage sebelah (Sahara) tadi posting video lagi, ternyata bahkan Syekh Aid Al Qarni ikut marah-marah ke om Erdie. (Tau kan, beliau itu penulis buku Laa Tahzan, yang sangat digemari akhi wal ukhti. Semoga tidak ada bunuh diri massal saking stress melihat ulama pujaan kok berbalik arah).

[Dalam waktu singkat video tsb diblokir sama FB. Tapi ada copy-nya di youtube [1]]

(lebih…)