Kajian Timur Tengah

Beranda » Indonesia

Category Archives: Indonesia

Iklan

Sports and IR (Olahraga dan Hubungan Internasional)

Hari ini saya berkesempatan bertemu dan selfie dengan Menpora Imam Nahrawi saat beliau memberikan kuliah umum di Unpad Training Center Bandung. Ini saya share foto hasil kamera hp saya jadi harap maklum kalau rada blur). Foto selfienya? Buat kolpri aja 🙂

Yang ingin saya share ini adalah isi sebagian kuliah pak Imam yang menurut saya menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh penstudi HI. Apalagi, saya tadi google, rupanya sudah ada yang menulis di jurnal bahwa olahraga dapat menjadi subjek atau alat dalam HI.

Olahraga dapat digunakan oleh negara atau blok geopolitik untuk menampilkan superioritas mereka atau karakteristik lain yang diinginkan. Kemenangan dalam olahraga dapat digunakan oleh negara untuk menunjukkan kekuatannya (Kobierecki, 2013).

(lebih…)

Iklan

Panggilan “JIhad”, Kali Ini ke Poso

Beberapa hari yang lalu, akun Syria News memposting foto orang ini, diberi caption (ini terjemahannya): “Abu Walid Indonesian (Mohamed Karim Fayez). Saat ini dia adalah Emir ISIS di Indonesia timur. Note: Tangannya berlumuran darah warga Suriah dan Irak.”

Baru saja saya menemukan poster ini, sumber dari akun Twitter TRACterrorism.org. Poster ini berbahasa Inggris, “Join us in Poso region” (bergabunglah dengan kami di Poso). Lalu ada kutipan ayat Quran tanpa terjemahan. Artinya: seruan ini adalah untuk orang-orang di luar sana yang berbahasa Inggris dan Arab.

Bila sebelumnya orang-orang radikal dari berbagai negara diseru untuk “berjihad” ke Suriah dan Irak, kini mereka diseru untuk datang ke Poso.

Orang biasa seperti kita, tidak bisa berbuat apa-apa. Ini tugas pemerintah, TNI, Polri. Semoga saja mereka bisa melindungi kita warga sipil Indonesia dan NKRI. Untuk deradikalisasi (menyembuhkan orang-orang yang sudah terlanjur teradikalisasi) juga perlu ilmu khusus.

(lebih…)

Pray for Lion Air JT 610

Sebagai pengguna rutin Lion setahun sekali (mudik ke kampung halaman), musibah ini memunculkan duka sekaligus rasa khawatir dalam diri saya pribadi. Melihat komen-komen nyeleneh dan tak berempati (mengaitkan dengan politik hari ini), saya membayangkan, bila saya ada di pesawat itu, para haters juga akan heboh memaki dan ‘menyukurin’ kematian saya.

Tapi kemuliaan seorang manusia jelas tidak diukur dari banyak atau sedikit hatersnya. Karena bahkan Rasulullah SAW dan keluarga beliau pun banyak hatersnya.

Semoga almarhum/ah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran seluas samudera untuk menjalani kehidupan di hari-hari mendatang tanpa kehadiran orang tercinta mereka.

Semoga para haters diberi hidayah agar mampu melatih diri menjadi manusia yang berempati.

Saya berkali-kali bilang, kalau meneliti sesuatu jangan melulu berdasarkan ‘katanya’, coba ditelaah sumber-sumber aslinya.

Jadi, soal Libya, Suriah, atau Yaman, jangan menyadarkan diri pada “katanya ustad” atau “kata media mainstream Barat” melulu, coba lakukan cross check dengan seksama. Kalau dapat foto “korban kekejian Assad Syiah la’natulloh” coba manfaatkan google image karena selama ini selalu saja terbukti fotonya hoax.

Manusia dikaruniai akal untuk meneliti, menyaring informasi, dan menganalisis.

Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan HTI tak punya bendera. Ia tak mengaku bahwa bendera hitam yang dikibar-kibarkan HTI dalam aksi demonya selama ini, yang ditaruh/ditempel di kantor pusatnya (saya pernah riset ke sana tahun 2011) adalah bendera HTI.

Nah, bagaimana kalau disimak saja di buku yang diterbitkan HTI sendiri?

(lebih…)

Di Balik Bendera ‘Tauhid’

Sejak awal perang Suriah (2012), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) amat gencar mempropagandakan berita tentang ‘kekejaman rezim Assad’ yang penuh nuansa kebencian pada penganut mazhab Syiah (dengan berbekal foto-foto hoax). Dengan penuh semangat, di medsos, web, maupun pengajian, mereka umumkan: khilafah sebentar lagi berdiri di Suriah.

Padahal, di media internasional, nama Hizbut Tahrir tak banyak disebut. Kita di Indonesia tahu bahwa anggota Hizbut Tahrir ikut bertempur di Suriah karena cerita-cerita orang HTI sendiri.

Tokoh HT asal Suriah yang tinggal di Libya pernah curhat karenanya. “Baba mengkritik media Arab dan Barat yang mengabaikan keberadaan Hizbut Tahrir dan menutup perannya. Baba mengatakan kepada Al-Akhbar, Hizbut Tahrir telah ada di Suriah sejak lama dan telah menjadi target pelarangan rezim Baath,” demikian ditulis dalam berita yang dirilis situs HTI.[1]

(lebih…)

Sesekali tidak membahas Timteng 🙂

Tadi saya berkesempatan mempresentasikan paper berjudul “Food Security or Food Sovereignty? Questioning the Paradigm of Indonesian Military Involvement in Agriculture” dalam International Conference on Security Studies bertema “Security for Sovereignty” yang diadakan Pusat Studi Keamanan Nasional dan Global Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Experts of Academic Excellence Research Centre.

Ini catatan saya atas sebagian hal yang dibahas dalam diskusi dengan Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

#VivaPalestine
#IndonesiaSolidarityWeekForPalestine

http://ic-mes.org/politics/bertemu-menlu-palestina-riyad-al-maliki/

Kalau tante yang di “sana” bangga popotoan sama Netanyahu, ibuk-ibuk yang ini bangga berfoto sama Menlu Palestina, Riyad Al Maliki. 🙂

Cerita lengkap menyusul ya…

Yang jelas, pekan ini adalah Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina (Indonesian Solidarity Week for Palestine).

Indonesia selalu bersama Palestina, selalu konsisten membantu perjuangan Palestina hingga menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

**
“Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia.” (kutipan pidato Presiden Joko Widodo, 11 Mei 2018)

Hoax Demi Kekuasaan

Denny Siregar baru-baru ini menulis soal Nayirah, gadis 15 tahun yang mengaku sebagai perawat di Kuwait. Dengan sangat meyakinkan, ia menangis menceritakan betapa bayi-bayi dikeluarkan dari inkubator, lalu dibuang ke lantai. Presiden AS saat itu, Bush sr. mengutip ‘kesaksian’ Nayirah berkali-kali dalam pidatonya, sampai akhirnya Kongres menyetujui dimulainya Perang Teluk I.

Sekitar setahun kemudian, ketika semua sudah terlanjur, ketika ratusan ribu nyawa melayang akibat bom AS, baru ketahuan siapa sebenarnya Nayirah. Ia ternyata putri Dubes Kuwait untuk AS. Skenario kesaksiannya dirancang oleh sebuah perusahaan Public Relation besar dan mahal, Hill & Knowlton. [1]

Akting Nayirah bukan satu-satunya kebohongan yang dipakai para kapitalis perang selama ini. Perang Suriah juga menampilkan banyak aktor/aktris yang berbohong.

Saya sudah berkali-kali menulis soal hoax White Helmets. Ada pula aktris cilik, Bana Al Abed. Dia disebut Tempo sebagai ‘Anne Frank dari Suriah’. Saya pun menulis surat kritik kepada redaktur Tempo, ini saya copas sebagian:

(lebih…)

Netanyahu Kena Prank?

PM Israel, Netanyahu, dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB (seperti biasa) menyerang Iran dan menuduhnya membuat senjata nuklir (sungguh tak tahu malu, bukankah Israel yang memiliki ratusan hulu ledak nuklir dan menolak bergabung dengan IAEA?).

Dia mengatakan, berkat dicabutnya sanksi ekonomi terhadap Iran, “Mereka menghasilkan $15 Miliar USD dan menggunakannya untuk pemerintahan yang agresif, untuk menaklukkan Timur Tengah, membunuh siapa saja yang tidak setuju dengannya, dan berkampanye untuk menghancukan Israel.”

[perhatikan, narasi Netanyahu soal ‘kejahatan Iran’ persis ustadz-ustadz dari ormas-ormas radikal di Indonesia, tentu saja para ustadz itu selalu mengaku anti-Israel]

Netanyahu menunjukkan foto yang diklaimnya sebagai gudang rahasia senjata nuklir Iran. Tertulis di foto itu : Maher Alley, Turquzabad.

(lebih…)