Kajian Timur Tengah

Beranda » Blog&Web About Global Politics

Category Archives: Blog&Web About Global Politics

Laith Marouf

Laith Marouf (seorang penulis yang aktif memberitakan konflik di berbagai penjuru dunia), menulis status (saya terjemahkan):

“Setelah 2011, Imperium [kekuatan kapitalis Barat] mengambil cadangan senjata mereka di Libya dan Ukraina lalu menyerahkannya kepada Al Qaida dan ISIS untuk menghancurkan Suriah. Ketika senjata-senjata itu tidak cukup, Imperium mengambil semua persediaan senjata dari negara-negara eks Soviet yang berada di bawah kendalinya, dan memindahkannya ke Suriah. Ketika tidak cukup juga, setiap pabrik senjata dari Ukraina hingga Beograd memproduksi senjata hingga kapasitas maksimum untuk memenuhi kebutuhan pasukan Contras [pasukan “jihadis”]; yang sekarang juga diaktifkan di Yaman. Setiap hari pesawat mendarat di Turki, Yordania, Irak dan Saudi; membawa 100 ton senjata dan menyebabkan kematian lebih dari setengah juta warga Suriah dan Yaman dalam 8 tahun.”

Kebetulan saya (dan kolega) pernah menulis artikel jurnal yang membahas pelanggaran perjanjian internasional mengenai penjualan senjata, yang dilakukan oleh sejumlah negara, yang digunakan untuk aktivitas terorisme di Suriah. Dengan kata lain, statusnya Laith ini terkonfirmasi di artikel saya itu.

Silahkan dibaca bila tertarik. Artikel berbahasa Indonesia ya, judul di web otomatis yang muncul B. Inggris.

https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/view/17

IRAN 2019


 

NED dan Demo di Iran

Note: sebelum membaca ini, silahkan baca dulu tulisan saya sebelumnya, “Siapa Jejaring NED di Indonesia?” [1] dan “Template” [2] biar tidak perlu mengulang-ulang, apa itu NED dan CANVAS

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/429831111295449/?t=0

**

Kalau ada yang bilang NED dan CANVAS tidak menargetkan Iran, itu namanya HHB [Halu-Halu Berjamaah]. Lha di negeri-negeri yang berbaik-baik sama AS saja mereka bekerja, masa untuk Iran mereka adem ayem?

Nah kalau kita googling, dengan mudah ketemu info antara lain: CANVAS saat ini memberi pelatihan kepada aktivis pro-demokrasi di lebih 50 negara, termasuk Iran. Handbook pelatihan CANVAS telah didownload 17.000 kali di Iran -thn 2015. [3]

Sementara itu, kalau cek ke web resmi NED, disebutkan bahwa untuk Iran (tahun 2018) NED sudah mengeluarkan dana untuk program akuntabilitas & pemerintahan, HAM, kebebasan informasi dan jurnalisme. Kalau dihitung (dana disebar ke beberapa organisasi), totalnya mencapai 600 ribu-an USD. [4]

Upaya untuk mengganggu Iran kebanyakan dengan penyebaran opini khas NED dkk: sistem Iran tidak demokratis, buktinya: adanya kekuasaan besar di tangan ulama, pemaksaan pakai jilbab, LGBT dihukum mati, penerapan syariat Islam [yang dianggap menindas perempuan], dll. Intinya, massa diprovokasi untuk membenci sistem pemerintahan.

(lebih…)

Pierre Le Corf ini salah satu narasumber saya dalam menulis buku Salju di Aleppo. Beberapa foto karyanya saya muat juga di buku (tentu sudah minta izin).

Pierre Le Corf adalah seorang blogger Perancis yang berada di Aleppo di masa konflik. Le Corf menggagas misi kemanusiaan “We Are Superheroes” yang mengumpulkan cerita orang-orang dari berbagai negara. Namun sepertinya, Aleppo-lah yang menguras emosinya. Di Aleppo, ia tinggal bersama sebuah keluarga Suriah di sebuah apartemen yang berlubang akibat tembakan teroris Al Qaida.

Sehari-hari, Le Corf berkeliling mengunjungi keluarga-keluarga di Aleppo. Ia berjalan sambil sesekali berlari menghindari sniper. Ia mendengar dan mencatat kisah warga Aleppo, sambil menyerahkan kotak P3K dan mengajari mereka teknik pertolongan pertama jika sewaktu-waktu mereka terkena tembakan atau ledakan bom.

Le Corf kerap mengunggah tulisan dan foto-foto bocah-bocah Aleppo di Facebook. Cerita-cerita yang ditampilkannya mengguncang narasi yang disebarluaskan berbagai media arus utama bahwa warga sipil menjadi korban pembantaian Assad dan untuk itu dunia harus segera menggulingkannya.

Cerita-cerita Le Corf justru memperlihatkan betapa orang-orang Aleppo menjadi sengsara setelah Al Qaida mengambil alih kota itu. Banyak anak-anak dan orang tua menjadi cacat, bahkan tewas, akibat bom yang diledakkan oleh Al Qaida, bukan oleh gempuran rezim.

Di foto terbaru karya Le Corf ini, terlihat senyum bahagia anak Aleppo yang kini sudah bebas dari teroris.

**
[sekedar info, kalau status ini dishare, karena ini juga share status orang, tulisan pengantar dari saya tidak akan terbawa]

DISKUSI PUBLIK

“Krisis Ideologi Era Millenial: Konflik Timur Tengah hingga Agenda Setting di Indonesia”

Narasumber:
Husein Ja’far Al-Hadar (Dai Milenial, Content Creator)
Dr. Dina Sulaeman (Pengamat Timur Tengah)
🗓: Minggu, 3 November 2019
🏢 : Aula Insan Cita HMI Ciputat
⏰: 08.00 WIB – Selesai

FREE ENTRY, SNACK, AND DOORPRIZE
Pendaftaran bit.ly/DiskusiPublikSK
Contact Person Whatsapp: 081584033547 (Fulki) / 0895353093651 (Lia)

Call for Paper: Jurnal ICMES (The Journal of Middle East Studies) Vol 3 No. 2

Terbit Desember 2019

Deadline 10 hari lagi (31 Okt)

Naskah yang dimuat berbahasa Indonesia.

https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES

Jawaban Atas Beberapa Penyesatan Opini Soal Palestina

Status sebelumnya saya hapus karena saat dishare, pengantar dari saya tidak terbawa. Ini saya copas ulang plus tambahan.

Jadi gini, karena ada seleb facebook kampung Indonesia yang sedang pelesiran di Israel dan berkoar-koar soal kaum Muslim di Israel, dan menurut si seleb ini, kaum Muslim “baik-baik saja” (bahkan ada yang jadi tentara), ini saya posting ulang tulisan lama saya yang menjawab beberapa penyesatan opini yang dia lakukan.

Pertama, benarkah kaum Muslim di Palestina hidup baik-baik saja? Mungkin ada, segelintir. Tapi kita orang cerdas akan pakai data untuk memverifikasi. Ini tulisan lama saya:

“Diskriminasi Terhadap Warga Arab di Israel”

Si seleb (yang mengaku Muslim) itu ingin menggiring opini bahwa yang bela Palestina adalah orang-orang rasis, benci Yahudi, radikalis, bela “teroris” dll.

Tentu ini penyesatan opini yang jahat dan penghinaan intelektual bagi bangsa Indonesia. Kita bangsa Indonesia sejak zaman Bung Karno dulu membela Palestina bukan karena benci Yahudi tetapi karena Palestina sedang dijajah/diduduki Israel. Perampasan tanah dan rumah warga Palestina di Tepi Barat masih terus berlangsung sampai hari ini. Gaza diblokade sejak 2007 dan akibatnya, menurut berbagai laporan PBB, kondisi ekonomi dan kesehatan warga di sana sudah sangat memburuk. Kalian mau bilang PBB itu lembaga rasis antiYahudi?

(lebih…)

Analisis Berita: Bagaimana Detik.com Memberitakan Idlib

Isi berita saya copas utuh, catatan dari saya ada di dalam [….]
—-
***Serangan udara yang disebut dilakukan pihak rezim bersama sekutunya, Rusia, menewaskan 12 orang di barat laut Suriah. Korban tewas ini terdiri dari warga sipil dan tiga orang anak.

Dilansir AFP, Jumat (26/7/2019), rezim Suriah dan Rusia telah meningkatkan serangan sejak akhir April. Serangan ini dilakukan di wilayah Idlib, di mana wilayah ini memiliki penduduk sebanyak 3 juta orang.

Pengeboman yang dilakukan, disebut telah meruntuhkan pusat kesehatan dan sekolah. Hal ini juga mengakibatkan lebih dari 330.000 orang meningalkan rumah masing-masing.Kelompok-kelompok yang memberikan bantuan mengecam kejadian yang telah membunuh dengan sebagian korbannya merupakan anak-anak. Save the Children mengatakan jumlah anak-anak yang terbunuh selama empat minggu terakhir, telah melebihi jumlah korban anak-anak yang tewas sepanjang tahun lalu.

“Situasi saat ini di Idlib adalah mimpi buruk,” kata badan amal Sonia Khush.

“Sudah jelas bahwa sekali lagi anak-anak telah terbunuh dan terluka dalam serangan tanpa pandang bulu,” tuturnya.***
—–

(lebih…)

Wawancara dengan Geotimes [Geolive]

 

PENGUMUMAN

Kemungkinan besar, terkait dua postingan terakhir saya, ada pihak-pihak yang lapor ke FB sehingga akun personal saya dinonaktifkan oleh FB.

Bersama ini diumumkan:
1. Saya tidak membuat akun baru dengan nama Dina Sulaeman.

2. Apabila fanpage ini tumbang juga, tulisan saya selanjutnya bisa dibaca di blog: www. dinasulaeman.wordpress.com

Tetap berpikir merdeka 🙂