Kajian Timur Tengah

Beranda » Inggris

Category Archives: Inggris

PM Mahathir dan Menhan Sabu

Pagi ini saya membaca sebuah berita menarik. PM Mahathir ternyata pernah bilang sama Trump, “Lo mundur aja deh, supaya negeri lo selamet.”

Pernyataan itu diberikan Mahathir sebagai respon atas “Deal of The Century” yang sebenarnya tak lain dari “pengesahan atas penjajahan yang lebih luas di Palestina oleh Israel”.

Dalam pertemuan Liga Arab yang khusus membahas kasus ini, PM Mahathir bilang, “Kesepakatan ini hanya akan mendatangkan lebih banyak konflik di kawasan dan akan memunculkan kebencian/konflik di tengah miliaran manusia di seluruh dunia.” [1]

Kalimat PM Mahathir ini ‘dalam’ banget. Apa hubungan penjajahan Israel dengan konflik di seluruh dunia? Saya sudah pernah bahas dalam tulisan berjudul “Palestina adalah Kita”. [2]

Tapi sebenarnya ada penjelasan lain soal ini, yang disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia, Haji Mohamad bin Sabu. Saat itu beliau bicara dalam forum diskusi “Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia – Malaysia” di Aula Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

(lebih…)

AMNESIA-NYA MEREKA YANG MENDADAK ANTI ISIS

Tulisan ini saya buat tahun 2014, saya teringat lagi pada tulisan ini setelah beberapa facebooker yang menyebarkan ulang. Jadi, saya repost lagi di sini, supaya lebih banyak yang baca.

**

Ada segelintir orang (termasuk saya) yang sejak 2012 mengingatkan bahayanya konflik di Suriah, yang apinya akan menyebar kemana-mana, termasuk Indonesia. Tapi, suara-suara kami lenyap ditelan dahsyatnya propaganda media mainstream, media nasional, media berlabel ‘Islam’, ustadz-ustadz yang aktif di media sosial, dan para netizen awam yang bak kerbau dicocok hidung men-share berita-berita pro-“mujahidin” dan narasi-narasi kebencian. Saat itu, para penjagal di Suriah itu dianggap layak disebut ‘mujahidin’ karena konon mereka Sunni yang sedang melawan rezim -konon- Syiah kafir terlaknat.

Ketika fakta kesadisan para penjagal itu sudah tak bisa ditutup-tutupi lagi dan tak bisa lagi diterima akal sehat manusia normal, dan memiliki nama “ISIS”, semua berteriak-teriak “Itu buatan Amerika dan Israel!” Dan seolah dengan teriakan itu, gugur sudah dosa-dosa mereka yang dulu menyebarkan berita palsu soal Suriah dan mengintimidasi segelintir orang yang berani bersuara berbeda. Kalian berusaha sebarkan narasi bahwa ISIS adalah organisasi ‘sesat’ (seperti kata salah satu pengamat yang sering masuk TVOne: jihadnya benar, tapi caranya salah; kelompok jihad yang lain itu benar, tapi ISIS ini salah).

(lebih…)

Palestina adalah Kita

Frasa ‘Palestina adalah Kita’ saya ambil dari tulisan Gilad Atzmon, seorang penulis Yahudi yang lahir dan besar di Israel. Di masa dewasanya, ia menyadari kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina dan memilih pergi keluar, tinggal di Inggris, lalu aktif menulis mengkritik Israel dan membela Palestina. Dia bahkan menyebut diri sebagai orang Palestina. “Saya seorang Palestina yang berbahasa Ibrani,” kata Gilad kepada saya, saat kami berjumpa di Bandung tahun 2017.

Yang ingin saya ceritakan di sini adalah penjelasan Gilad mengenai politik identitas yang digunakan oleh elit Yahudi-Zionis untuk kepentingan mereka. Kata Gilad, orang Yahudi dibentuk untuk lebih ‘merasa sebagai Yahudi’, dibanding ‘merasa sebagai yang lain’. Jadi, mereka akan lebih membela ke-Yahudi-an dibanding negara tempat mereka tinggal. Ini yang ngomong orang Yahudi sendiri ya, bukan saya. [1]

(lebih…)

Amanah Pembukaan UUD 45

…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…

Tapi mengapa ibukota negeri ini diserahkan “pengarahan”-nya kepada Tony Blair, orang yang tangannya berlumuran darah perang Irak?

Siapa Blair?

(lebih…)

Kedutaan dan Mata-Mata

Hari Sabtu (11/1) rupanya ada kejadian lagi di Iran. Duta Besar Inggris, Robert Macaire berada di lokasi demo di depan Universitas Amir Kabir, di pusat kota Teheran dan ditahan oleh aparat keamanan selama beberapa jam. Menurut PressTV, saat ditangkap, Macaire “mengorganisir dan memprovokasi orang-orang yang marah pada penanganan pemerintah atas akibat dari kecelakaan pesawat awal minggu ini.”

Aparat menangkap Macaire tanpa tahu bahwa ia Duta Besar, namun semata-mata karena kecurigaan melihat ada orang asing di lokasi demo. Setelah ketahuan bahwa Macaire adalah dubes, ia dibebaskan. Hari Minggu (12/1), ada demo balasan, kali ini di depan Kedubes Inggris. Salah satu poster yang terlihat: “Sarang Rubah Tua Harus Ditutup”. Rubah tua adalah julukan untuk Inggris, oleh orang Iran. [1]

Mengapa Inggris disebut “rubah tua”? Rubah [buat orang Iran] adalah simbol dari kelicikan. Seorang penyair Iran jadul, Seyyed Ahmad Adib Pishavari (1844-1930) menulis syair mengecam penjajahan dan perang-perang yang dikobarkan Inggris pada masa itu. Begini terjemahan syairnya:

Banyak rumah kuno// Diratakan setelah Anda masuk// Anda merebut tanah melalui permainan rubah Anda// Anda telah lolos ratusan perangkap, seperti rubah tua.

(lebih…)

Pendapat jurnalis independen Inggris, Vanessa Beeley, tentang kecelakaan Boeing 737 Ukraina di Iran.

Pertama, saya berdoa untuk keluarga korban tragedi yang mengerikan ini.

1. Laporan awal dari Reuters dll adalah kerusakan teknis.

2. Kisah ini beralih ketika media mainstream tampaknya mencium aroma darah dan cara untuk menyerang Iran, Rusia, dan Trump.

3. Maka dimulailah gelombang baru perang psikologis melawan Iran dan Rusia menyusul pembunuhan Trump terhadap Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes di Irak, yang melanggar hukum.

4. Penekanan [pemberitaan] tiba-tiba diarahkan pada potensi rudal nyasar menghantam pesawat yang baru saja lepas landas.

5. Saya memiliki informasi tentang otoritas yang baik, bahwa Iran secara bertanggung jawab meminta Boeing mengirim seorang ahli untuk menyelidiki kecelakaan itu. Ini menunjukkan bahwa Iran tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dan dengan jujur mencoba memastikan penyebab kecelakaan itu. Iran juga mengundang semua negara yang warganya tewas secara tragis dalam kecelakaan itu, untuk berpartisipasi dalam penyelidikan.
https://www.rt.com/news/477872-iran-plane-psychological-warfare/

(lebih…)

(ini sambungan dari status sebelumnya)

Para bigot (baik varian rasa Wahabi atau varian Zionis) menuduh bahwa yang berduka atas kematian Jend. Qassem Soleimani hanyalah orang Syiah. Mereka itu entah kurang piknik, entah memang selalu menaruh kepala dalam tempurung, tidak membaca betapa banyak netizen non-Muslim yang pro-Soleimani. Mengapa? Karena korban ISIS dan Al Qaida bukan cuma Muslim Syiah, tapi semua agama. Bukan cuma orang Timur Tengah, tapi di berbagai penjuru bumi.

Antara lain, simak status Dr Marcus Papadopoulos ini, pengamat politik asal Inggris. Dia menulis:

Kontribusi Qassem Soleimani bagi kemenangan Suriah, Rusia, Iran, dan Hizbullah dalam melawan ISIS tidak dapat dipungkiri. Amerika telah membunuh pria yang menyelamatkan nyawa jutaan orang dari ISIS. Kutukan abadi untuk Trump, Pemerintah AS dan militer AS

(lebih…)

Saran Buat Pengamat Isu Uighur

Bila benar ada kamp penyiksaan terhadap Muslim Uighur tentu kita perlu bertindak menekan China agar membubarkan kamp itu. Sikap teguh membela kemanusiaan kan juga dilakukan Indonesia dalam kasus Rohingya dan Palestina. Sekali lagi, BILA BENAR ada kamp penyiksaan itu ya.

Artinya, perlu ada upaya melakukan klarifikasi atas berbagai pemberitaan yang beredar. Sudah ada beberapa netizen yang menulis klarifikasi soal Uighur, beberapa di antara mereka pernah/tinggal di China, juga bisa bahasa China. Kemarin saya share tulisan Novi Basuki yang menguasai bahasa Mandarin, dia mengecek langsung dokumen yang diributkan media Barat itu; dan ternyata ditemukan distorsi informasi.

Tapi saya belum menemukan ada yang melakukan klarifikasi secara digital. Berikut ini saya ceritakan pengalaman kami dulu ya, siapa tahu ada di antara Anda (para pengamat China, yang bisa bahasa China, pernah di China, dll) yang tergerak untuk melakukan hal yang sama.

(lebih…)

[postingan sebelumnya saya hapus karena ketika dishare pengantar dari saya tidak terbawa]


Berita tanggal 11 Juli 2019 [5 bulan yang lalu] disebarluaskan lagi dengan judul “22 Negara Desak China Hentikan Pelanggaran Terhadap Muslim Uighur, Tidak Ada Nama Indonesia” (portal-islam dot id)

Karena penasaran, saya cari, siapa aja negara tersebut. Ini salah satu media yang memberitakan (www.businessinsider.sg). 22 negara tersebut adalah:

Australia, Austria, Belgium, Canada, Denmark, Estonia, Finland, France, Germany, Iceland, Ireland, Japan, Latvia, Lithuania, Luxembourg, the Netherlands, New Zealand, Norway, Spain, Sweden, Switzerland, and UK (Inggris).

Bagaimana dengan presiden pujaan “umat”? Di berita ini, disebutkan, “President Recep Tayyip Erdogan claimed that “people of all ethnicities in Xinjiang are leading a happy life”. [Presiden Erdogan mengklaim bahwa semua etnis di Xinjiang hidup bahagia]

(lebih…)

Bourne Ultimatum

Tadi pagi saya terbangun dengan pikiran yang lelah. Saya mimpi dikejar-kejar, mau dibunuh, entah oleh siapa. Mungkin ini gara-gara film yang saya tonton sebelum tidur, Bourne Ultimatum. Film ini amat-sangat seru (mungkin karena itu terbawa mimpi). Bercerita tentang agen CIA bernama Jason Bourne yang pernah mengikuti program yang memodifikasi perilaku [diberi nama program Treadstone, kemudian dilanjutkan dengan nama Blackbriar].

Program itu membuatnya menjadi pembunuh yang sangat ahli, tapi ia lupa siapa saja yang ia bunuh; bahkan lupa siapa dirinya sebenarnya. Proyek Treadstone/Blackbriar bertujuan menciptakan agen-agen CIA yang siap diperintah membunuh “demi melindungi rakyat AS”. Namun, Bourne selalu merasa gelisah, ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Upayanya ini mengancam kerahasiaan program Blackbriar sehingga ia dikejar-kejar oleh agen CIA lain, untuk dibunuh.

Karena penasaran, saya coba google. Ternyata, CIA memang pernah membuat program modifikasi perilaku, namanya “MKUltra”, dimulai tahun 1953. Awalnya program ini tentu saja rahasia karena prosedurnya ilegal, namun terungkap ke publik pada tahun 1970-an sehingga dihentikan pemerintah AS pada 1977. Tahun 2001, dokumen-dokumen rahasia MKUltra dibuka untuk publik (karena aturan di AS memang demikian).

(lebih…)