Kajian Timur Tengah

Beranda » Inggris

Category Archives: Inggris

Wawancara Epic Presiden Belarusia & BBC

Dalam sebuah seminar, seperti biasa saya bicara soal Suriah, saya kasih tahu berbagai manipulasi informasi yang terjadi. Pembicara pembanding rupanya pro-“mujahidin”. Dia bantah sana-sini, ya saya bantah balik, tho. Saya siap dengan berbagai data, jadi ya tinggal ditunjukkan saja (kalau mau tau koleksi data saya, bisa baca buku Salju di Aleppo, lengkap saya kasih link-link sumbernya).

Eh.. di akhir acara, orang ini (yang bergelar doktor), bilang begini, “Coba lihat, sejak awal sampai akhir Bu Dina sama sekali tidak menyebut nama Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra! Saya juga pernah ke Suriah! Di sana itu masjidnya kumuh dan kusam, bukti bahwa Assad tidak menghormati masjid! (dst, bergaya Ustadz, diakhiri : pokoknya kebenaran sudah saya sampaikan..bla..bla..)

Saya benar-benar gemes dan sudah siap menyerang balik. Eeeeh.. oleh moderator acara langsung ditutup. Membuat saya benar-benar dongkol, di pesawat dalam perjalanan pulang saya gelisah sekali, bahkan sampai keesokan harinya. Baru lega setelah makan di warung ikan bakar khas Makasar (apa hubungannya coba, tapi demikianlah yang terjadi).

Mari dipikir, apa kepentingannya saya harus menyebut Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra dalam presentasi saya soal konflik Suriah kontemporer? Paling jauh yang bisa saya bahas terkait Suriah kontemporer adalah sejarah Perang Dunia I yang berakhir, antara lain, dengan jatuhnya Suriah dan Lebanon ke bawah mandat Perancis.

Lalu, masjid-masjid di Suriah yang usianya ribuan tahun adalah situs sejarah, maksud lo, apa musti dihancurkan dan dipugar menjadi masjid-masjid kinclong ala Saudi?

Capedeh…

Tapi kekesalan saya dulu itu, kini akhirnya terwakili oleh omelan panjang lebar Presiden Belarusia kepada reporter BBC ini. Seperti berkali-kali sudah saya tulis (di buku Salju di Aleppo juga dibahas), Inggris dan BBC merupakan aktor penting dalam proyek agenda penggulingan pemerintah Suriah. Selama konflik Suriah, BBC aktif melakukan framing, bahkan beberapa kali kedapatan melakukan manipulasi informasi, dalam kasus Suriah.

Dan Presiden Belarusia sangat paham itu, sehingga dia omelin tuh sang reporter BBC. Benar-benar epic.

London VS Tehran :)

tehran-londonDi tulisan saya sebelumnya, saya kutip tulisan jurnalis Inggris papan atas, Robert Fisk, yang menyatakan bahwa cara media Barat menyajikan berita tentang Aleppo menyalahi kaidah jurnalisme (ia pun mengakui bahwa media massa Barat telah membohongi publik selama bertahun-tahun).

Nah, ada seorang dosen jurnalistik yang pernah S3 di Inggris (tak tahu saya, lulus atau tdk) yang sepertinya tak paham kaidah jurnalisme yang benar sehingga tulisan-tulisannya tentang Suriah sangat berpihak pada Al Qaida* (alias “mujahidin”) dan kalau ada yang membantahnya, yang bisa dia katakan cuma syiah, syiah, syiah. Terakhir, dia “membantah” (secara terbuka, di FB) tulisan-tulisan saya bukan dengan meng-counter data yang saya berikan, tetapi etapi menyebut saya pembohong [hey, bukannya para simpatisan “mujahidin” yang kedapatan berkali-kali pakai foto hoax soal Suriah? Saya ada filenya pdf 123 hal, bisa diunduh [1] Kok jadi maling teriak maling nih 🙂 ] dan menyoroti background saya yang pernah S2 di Iran. It’s an argumentum ad hominem fallacy, you know? 🙂

Betapa lucunya. Karena saya pernah dapat beasiswa S2 dari pemerintah Iran di Fakultas Teologi di Tehran University, tulisan saya harus ditolak. Sementara, tulisan orang yang dapat beasiswa S2-S3 dari Inggris, belajar dari dosen-dosen “kafir”, harus diterima 😀

(kata “kafir” ini satire lho ya, kawan-kawan non-Muslim jangan tersinggung 🙂  )

[Sekedar info, saya cuma kuliah 1 semester belajar bahasa Persia dan 1 semester matrikulasi. Saya tidak lanjutkan karena, antara lain, saya tidak terlalu berminat di bidang ini. Tapi minimalnya saya jadi tahu kultur belajar di Tehran, antara lain mahasiswinya kritis2, tanya-jawab dengan dosen jadi seolah “berantem”. Gelar master dan doktor saya dapat dari HI Unpad.]