Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak

Category Archives: Irak

Amanah Pembukaan UUD 45

…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…

Tapi mengapa ibukota negeri ini diserahkan “pengarahan”-nya kepada Tony Blair, orang yang tangannya berlumuran darah perang Irak?

Siapa Blair?

(lebih…)

Absurditas Tatanan Dunia

(tulisan saya, dimuat di koran Pikiran Rakyat, 13/1)

Serangan udara militer AS terhadap dua tokoh penting dalam peperangan melawan ISIS di Timur Tengah, Jenderal Qassem Soleimani (komandan Pasukan Al Quds, Iran) dan Abu Mahdi Al Muhandisi (komandan pasukan Hashd Al Shaabi, Irak), telah memunculkan kegaduhan besar di dunia internasional. Apalagi kemudian Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Ain Al Assad Irak pada Rabu dini hari (8/1). Kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ke-3 muncul seiring dengan kekhawatiran akan naiknya harga minyak dunia yang pasti akan berimbas kepada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Presiden AS Donald Trump merespon serangan itu dengan pernyataan de-eskalasi (penurunan ketegangan), yaitu AS tidak akan berperang dengan Iran. Ada banyak analisis yang dikemukakan atas respon Trump, di antaranya, AS ditengarai mengkhawatirkan keamanan Israel yang akan terancam bila perang berlanjut. Analisis lainnya menyatakan bahwa pernyataan yang lunak itu muncul karena sekutu AS di kawasan dan di NATO ternyata tidak memberikan dukungan kepada AS untuk melanjutkan perang.

Sementara ini ketegangan terlihat semakin menurun karena fokus negara-negara yang terlibat terdistraksi oleh kasus kecelakaan pesawat Ukraine Airlines. Pesawat itu lepas landas dari Imam Khomeini International Airport, Teheran, lima jam setelah penembakan rudal ke Ain Al Assad. Angkatan Bersenjata Iran telah mengakui, dan menyatakan penyesalan mendalam, atas terjadinya human error yang menyebabkan pesawat itu tertembak oleh Sistem Pertahanan Udara (Air Defence System).

(lebih…)

Kedutaan dan Mata-Mata

Hari Sabtu (11/1) rupanya ada kejadian lagi di Iran. Duta Besar Inggris, Robert Macaire berada di lokasi demo di depan Universitas Amir Kabir, di pusat kota Teheran dan ditahan oleh aparat keamanan selama beberapa jam. Menurut PressTV, saat ditangkap, Macaire “mengorganisir dan memprovokasi orang-orang yang marah pada penanganan pemerintah atas akibat dari kecelakaan pesawat awal minggu ini.”

Aparat menangkap Macaire tanpa tahu bahwa ia Duta Besar, namun semata-mata karena kecurigaan melihat ada orang asing di lokasi demo. Setelah ketahuan bahwa Macaire adalah dubes, ia dibebaskan. Hari Minggu (12/1), ada demo balasan, kali ini di depan Kedubes Inggris. Salah satu poster yang terlihat: “Sarang Rubah Tua Harus Ditutup”. Rubah tua adalah julukan untuk Inggris, oleh orang Iran. [1]

Mengapa Inggris disebut “rubah tua”? Rubah [buat orang Iran] adalah simbol dari kelicikan. Seorang penyair Iran jadul, Seyyed Ahmad Adib Pishavari (1844-1930) menulis syair mengecam penjajahan dan perang-perang yang dikobarkan Inggris pada masa itu. Begini terjemahan syairnya:

Banyak rumah kuno// Diratakan setelah Anda masuk// Anda merebut tanah melalui permainan rubah Anda// Anda telah lolos ratusan perangkap, seperti rubah tua.

(lebih…)

Israel Berperan Penting dalam Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani

Ini berita yang ditayangkan Jerusalem Post [media Israel] 7 jam yang lalu (9:23 WIB, saat saya menulis ini).

Saya terjemahkan apa adanya, lalu kalimat di dalam […] adalah kritikan dari saya.

**
Intelejen Israel berperan penting dalam pembunuhan AS terhadap kepala Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Quds, Mayjen. Qasem Soleimani, NBC News melaporkan pada hari Minggu.

Soleimani menggunakan kekuatan dan pengaruh besar dan sangat penting sebagai arsitek yang menyebarkan dan mempertahankan pengaruh Iran di Libanon, Suriah, Irak, Yaman dan di tempat lain di kawasan ini melalui tindakan terorisme.

[Soleimani membantu Suriah&Irak melawan ISIS; membantu Hezbollah Lebanon melawan Israel; dan membantu Houthi melawan Saudi —> karena ISIS, Saudi, dan Israel berteman, tindakan Soleimani disebut “terorisme” oleh media Israel ini.]

Setelah terbang ke Irak dari Damaskus dengan Cham Wings Airbus A320, ia dan rombongan keamanannya tewas oleh empat serangan rudal AS yang menargetkan dua kendaraan mereka ketika mereka meninggalkan Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Abu Mahdi al-Muhandis, seorang pemimpin penting dari Pasukan Mobilisasi Populer [PMU/Hashd Al Shaabi] yang didukung Iran, juga tewas.

(lebih…)

APA YANG TERJADI SEBENARNYA?

Setelah menunggu beberapa jam, mengikuti perkembangan berita, akhirnya ketemu juga, sumber blundernya dimana. Seperti Anda tahu, saya, dan beberapa penulis anti-AS lainnya kemarin menulis, mengecam tuduhan yang terburu-buru yang dilakukan media Barat, bahwa penyebab jatuhnya pesawat Ukraina adalah rudal Iran. Point penting yang saya sampaikan adalah: kan belum ada penyelidikan? Black box pun belum diteliti. Mengapa sudah menuduh ketika belum selesai investigasi?

Terlebih lagi, sudah ada pernyataan resmi dari Jubir Kemenlu Iran, Abbas Mousavi, yang menolak tuduhan itu.

Lalu tiba-tiba pagi ini, Menlu Javad Zarif, juga Presiden Rouhani memberikan pernyataan resmi mengakui bahwa jatuhnya pesawat Ukraina itu akibat kesalahan Iran.

Pertanyaannya, kok bisa miskomunikasi begini mereka ya? Seharusnya Jubir Kemenlu sebelum bikin pernyataan (yang akhirnya jadi pegangan para pengamat, termasuk saya) memastikan dulu.

Dari informasi yang saya dapat, kemungkinan memang ada kekacauan koordinasi. Kemungkinan ada pihak yang bersalah yang masih berusaha mencari ‘solusi’.

(lebih…)

Sebelumnya, Parlemen Irak sudah merilis resolusi, meminta pemerintah agar menghentikan kehadiran tentara AS di Irak. Pelaksanaan resolusi itu ada di tangan pemerintah. Nah, PM Irak Adel Abdul-Mahdi sudah menghubungi Menlu AS untuk mengirim wakilnya untuk berbicara soal penarikan pasukan itu.

Kemarin (Jumat 10/1) pemerintah AS sudah merespon, intinya MENOLAK KELUAR dari Irak. Alasannya:

“Amerika adalah kekuatan untuk kebaikan di Timur Tengah. Kehadiran militer kami di Irak adalah untuk melanjutkan perang melawan ISIS dan kami berkomitmen untuk melindungi Amerika, Irak, dan mitra koalisi kami.”

Kalau benar AS hadir di Irak untuk melawan ISIS, lalu mengapa Jenderal Qassem Soleimani yang sangat berjasa dalam perang mengalahkan ISIS di Irak dan Suriah malah dibunuh?

Kalau benar AS mau melindungi Irak, mengapa AS melakukan kejahatan kepada rakyat Irak?

AS menyerbu Irak pada Maret 2003. Data bulan Oktober 2003 menyebutkan ada 15.000 warga Irak yang tewas. [1]

AS bercokol di Irak sejak 2003 dan melakukan sangat banyak kejahatan kemanusiaan. Tahun 2011, menarik sebagian besar tentaranya, tapi 2014 balik lagi dengan alasan melawan ISIS.

Data tahun 2013 yang dirilis oleh tim peneliti internasional yang bekerja sama dengan pemerintah Irak, total warga Irak yang tewas dalam periode 2003-2011 mencapai setengah juta orang, dan ini adalah perkiraan minimal [artinya, sangat mungkin jumlah sebenarnya jauh lebih banyak].

(lebih…)

Pendapat jurnalis independen Inggris, Vanessa Beeley, tentang kecelakaan Boeing 737 Ukraina di Iran.

Pertama, saya berdoa untuk keluarga korban tragedi yang mengerikan ini.

1. Laporan awal dari Reuters dll adalah kerusakan teknis.

2. Kisah ini beralih ketika media mainstream tampaknya mencium aroma darah dan cara untuk menyerang Iran, Rusia, dan Trump.

3. Maka dimulailah gelombang baru perang psikologis melawan Iran dan Rusia menyusul pembunuhan Trump terhadap Jenderal Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes di Irak, yang melanggar hukum.

4. Penekanan [pemberitaan] tiba-tiba diarahkan pada potensi rudal nyasar menghantam pesawat yang baru saja lepas landas.

5. Saya memiliki informasi tentang otoritas yang baik, bahwa Iran secara bertanggung jawab meminta Boeing mengirim seorang ahli untuk menyelidiki kecelakaan itu. Ini menunjukkan bahwa Iran tidak memiliki sesuatu untuk disembunyikan dan dengan jujur mencoba memastikan penyebab kecelakaan itu. Iran juga mengundang semua negara yang warganya tewas secara tragis dalam kecelakaan itu, untuk berpartisipasi dalam penyelidikan.
https://www.rt.com/news/477872-iran-plane-psychological-warfare/

(lebih…)

RIP

Orang-orang pro AS dan ZSM ramai-ramai melakukan propaganda dengan cara share link soal kecelakaan pesawat Ukraina. Persis seiring selangkah dengan politisi negara-negara AS dan sekutunya yang sudah mulai melakukan ‘perlawanan’ lewat propaganda media soal kejadian ini. Intinya, Iran dituduh menembak pesawat sipil itu (atau salah tembak).

Padahal black box-nya saja belum diteliti pihak yang berwenang. Tapi mereka sudah kasih kesimpulan dini. Video disebarkan, padahal tidak bisa dideteksi hanya lewat video gelap begitu, apalagi sumbernya juga tidak jelas. Dan ini bukan hal ‘aneh’, selama ini AS melancarkan perang selalu dengan berbasis kebohongan, perang Irak contoh nyatanya. [1]

Karena bolak-balik dikomenin dan ditanyai, walhasil, saya statusin sajalah. Karena belum ada hasil penyelidikan, hanya ada tuduhan (dan kontra tuduhan), jadi saya menulis hal yang pasti (berbasis logika) saja.

(lebih…)

Ratusan Tentara AS Dilarikan ke Rumah Sakit Israel?

Barusan saya baca obrolan teman-teman fb, konon ada “satpam pangkalan militer AS” kasih laporan live di tivi, bilang bahwa tentara AS baik-baik aja kok, masih jogging, bla..bla.. Pokoknya, why so serious laaah.. itu sih serangan main-main…

Eh, setelah itu, muncullah statusnya Pepe Escobar. Pepe adalah jurnalis geopolitik di Asia Times. Anda bisa ikuti facebooknya, sangat aktif update tentang berbagai isu geopolitik, termasuk konflik Iran-AS.

Ceritanya, kemarin itu Pepe menulis status, bahwa ada ratusan tentara AS yang terluka dan dilarikan ke RS di Israel. Sumbernya akun twitter jurnalis Haaretz (media Israel). Tapi akun twitter tersebut segera lenyap dan si jurnalis membuat pernyataan bahwa itu bukan akun asli.

Nah, di status terbarunya, Pepe menulis ini (saya terjemahkan):

UPDATE SANGAT PENTING: TENTARA AS DI IRAK DIDUGA TERLUKA

(lebih…)

Perang Dimulai?

Kemarin (7 Jan), parlemen Iran menetapkan bahwa tentara AS adalah teroris. Dua hari sebelumnya (5/1) Parlemen Irak merilis resolusi, meminta tentara AS angkat kaki dari Irak. Kemarin, Menlu Javad Zarif, ditolak visanya oleh AS, sehingga dia tidak bisa datang ke Sidang Dewan Keamanan PBB dimana ia dijadwalkan untuk pidato. Artinya, upaya diplomasi Iran sudah dihalangi oleh AS dan PBB pun tidak bisa berbuat apa-apa, meski hanya sebatas menjamin hak kedatangan perwakilan sebuah negara anggotanya.

Tadi malam (Rabu dini hari, 6/1), pukul 01:20 waktu Irak, [kabarnya ini waktu yang sama dengan penembakan roket yang menyebabkan Jend Qassem Soleimani dan rombongan gugur] Iran meluncurkan puluhan rudal.

Targetnya adalah pangkalan militer AS “Ain Al Assad” di provinsi Anbar, barat Irak. Pangkalan ini pertama kali digunakan oleh pasukan AS setelah menginvasi Irak tahun 2003 dan menggulingkan Saddam.

(lebih…)