Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak

Category Archives: Irak

AS mengaku melawan ISIS, datang ke Irak dan Suriah, katanya mau membantu melawan ISIS. Tapi bertahun-tahun bercokol di Irak dan Suriah (dengan senjata lengkap), ISIS ga kalah-kalah. Malah berkali-kali, saat tentara Suriah mau menggempur pusat kekuatan ISIS, pesawat tempur AS membombardir tentara Suriah, menewaskan para tentara itu. Alasan: salah tembak. Lalu, puncaknya, QS yang memimpin perjuangan warga sipil Irak dan Suriah yang sukarela bergabung dalam milisi perlawanan demi melindungi tanah air mereka dari ISIS, malah dibom oleh AS.

Tulisan terbaru di ic-mes.org “AS dan State-Terrorism (Mengenang Qassem Soleimani)”

Penulis: Mu’min Elmin (Dosen Hubungan Internasional Univ. Sulawesi Barat)
Ketika dunia sedang disibukkan oleh pandemi Covid-19, ISIS masih melanjutkan aksi-aksi terornya. Menurut data dari Terrorism Research and Analysis Consortium (TRAC), selama bulan Juli 2020, sisa-sisa ISIS di Irak telah mengklaim 100 serangan di negara tersebut. Pada tanggal 24 Agustus lalu, sebuah ledakan besar di pipa gas Suriah terjadi, yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik secara massal di sana. AS (yang saat ini bercokol di Suriah) menyatakan bahwa pelakunya adalah ISIS. Di Indonesia, selama masa pandemi, Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris.
Kejadian-kejadian ini mengingatkan penulis pada pahlawan yang berada di garis depan melawan ISIS, Jenderal Qassem Soleimani. Pada 3 Januari 2020, Soleimani dan rekannya, tokoh milisi Irak yang juga berada di garis depan dalam perang melawan ISIS, Abu Mahdi Al Muhandisi dan tujuh pengawal mereka gugur dibom oleh militer AS. Padahal kedatangan Jenderal Soleimani merupakan undangan resmi kenegaraan dari pemerintah Iraq untuk mengupayakan perdamaian di Irak. Dengan demikian kehadirannya di Irak merupakan representasi resmi negara (Iran) untuk misi diplomasi perdamaian, bukan untuk memulai perang.

“Catatan Lapangan”: Waspadai Pengulangan Skenario Suriah

Dear netizen. Berikut ini saya sampaikan sedikit catatan “lapangan” [yaitu lapangan medsos :)] soal perkembangan mencurigakan yang saya dapati akhir-akhir ini.
Saya flash back dulu ya, biar paham konteksnya. Begini, sejak Perang Suriah dimulai, ada satu faksi (di dalamnya ada banyak kelompok, antara lain HTI dan ormas-ormas IM) yang aktif sekali melakukan propaganda anti-Syiah. Tujuan utama adalah untuk mendukung “jihad” mereka di Suriah (baik rekrutmen petempur maupun penggalangan dana). Supaya orang mau merogoh kocek dalam-dalam, dibuatlah berbagai hoax soal kebejatan Syiah di Suriah.
Sejalan dengan itu, supaya narasi mereka semakin menggaung di Indonesia, mereka menyerang komunitas Syiah di Indonesia. Muncullah organisasi bernama ANNAS (Aliansi Anti Syi’ah). Orang-orang ANNAS ya itu lagi-itu lagi (sama dengan mereka yang mendukung “jihad” Suriah).

Mengenang Morales dan Salar de Uyuni

Baru saja saya melihat video Salar de Uyuni, https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/583143408994456/?t=0 indah sekali. Saya jadi teringat pada tulisan saya bulan November 2019, tak lama setelah Morales dikudeta oleh kelompok “ultra kanan”.

Ada kesamaan antara kudeta di Bolivia dan “proyek penggulingan rezim” di Suriah. Pertama, aksi bersenjata penggulingan Assad dimulai beberapa saat setelah Iran-Suriah sepakat (Juli 2011) membangun jalur pipa gas Iran-Irak-Suriah-Eropa (tentu saja direstui Rusia; dan China hampir pasti ikut dapat proyek). Morales juga dikudeta setelah menolak perusahaan Barat (tapi menerima Rusia-China) untuk penambangan lithium.

Dalam tulisan seorang doktor ilmu politik dari Kanada, CJ Atkins [1] disebutkan bahwa Lithium adalah bahan utama untuk baterai yang memicu revolusi mobil dan smartphone dunia. Analis pasar berspekulasi bahwa pada pertengahan 2020-an, lithium akan jadi barang mahal karena tingginya permintaan “emas abad ke-21” ini.

Diperkirakan, 25 -45% cadangan lithium yang ada bumi ini berada di padang garam “Salar de Uyuni” yang terletak di Andes, Bolivia.

(lebih…)

[UPDATE] Mengapa Hoaks Soal Suriah Masih Penting Dibahas?

—-
note no 2 di paling bawah, sudah diganti
—–

Di tulisan sebelumnya, Video yang “Menyesatkan”, saya membenturkan soal Suriah dan Covid. Saya mempertanyakan mengapa FB dan organisasi pemberantas hoaks (dan belakangan, Tempo ikut-ikutan) bersemangat sekali “fact check” video Dr Judy yang menurut mereka hoaks, tapi dulu soal Suriah adem ayem aje? Bahkan mereka mengirim surat “ancaman” (kalau share hoaks lagi, akun akan dihapus) pada semua yang share video itu, sekitar 4000-an orang yang share.

Perang Suriah berlangsung 9 tahun, hingga kinipun milisi-milisi teror (disebut “mujahidin” oleh orang Ikhwanul Muslimin dan HTI) masih bercokol di Idlib. Inilah perang paling dahsyat di era modern, dimana negara-negara besar dan negara “Islam” bersatu-padu menggulingkan sebuah pemerintahan yang sebenarnya sangat moderat, sekuler, sosialis, dan sangat pro-Palestina.

Milisi “jihad” berdatangan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Donasi Suriah dengan sangat mudah dikumpulkan, dalam beberapa hari saja belasan milyar yang bisa dikumpulkan oleh para penggalang donasi hanya dengan kampanye satu isu. Misal, “Save Aleppo”, “Save Ghouta”, atau “Madaya Menjerit”.

Mengapa sedemikian banyak orang mau bergabung dengan milisi “jihad” Suriah? Mengapa sedemikian mudah warga terprovokasi untuk menyumbang (totalnya, diprediksi) sampai ratusan milyar?

(lebih…)

Mesin Perang AS Terus Aktif Selama Pandemi Covid-19

Di tengah pandemik global akibat virus corona, miliaran manusia di seluruh dunia didera kecemasan; sebagian menderita sakit, sebagian mengalami kesulitan ekonomi yang berat. Tetapi mesin perang AS tak pernah berhenti.

Di video ini (5 menitan) dijelaskan apa yang dilakukan AS di Iran dan Venezuela pada bulan Maret 2020 ini. Iran sebagai negara yang paling parah terdampak Covid 19 di Timur Tengah sangat membutuhkan suplai obat-obatan dan peralatan medis, namun dihalangi oleh sanksi/embargo AS, dan bahkan AS menetapkan embargo baru. Sementara Venezuela yang sudah habis-habisan dihajar sanksi ekonomi, kini menghadapi ancaman serangan militer, karena AS sudah mengirimkan pasukannya ke lepas pantai Venezuela.

(lebih…)

Video: Turki Menggunakan Pengungsi Sebagai Senjata

Penggunaan pengungsi/migran sebagai senjata untuk menekan negara lain bukan hal baru. Anda bisa baca di artikel Kelly Greenhil, Weapons of Mass Migration: Forced Displacement as an Instrument of Coercion; Strategic Insights, v. 9, issue 1 (2010).

Di video ini terihat jelas bagaimana Turki menggunakan pengungsi untuk menekan Uni Eropa agar mau membantunya mempertahankan Idlib (supaya tidak diambil alih oleh Suriah; padahal Idlib adalah wilayah Suriah). Akibatnya, hari ini Yunani menghadapi krisis pelanggaran perbatasan yang terorganisasi, masif, dan ilegal yang dibacking oleh Turki.

Hal yang jadi catatan dari arus pengungsi dari Turki ke Yunani:
-Yunani sepertinya dipilih jadi “korban” karena negara inilah yang menolak NATO membantu Turki di Idlib.
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah laki-laki muda, kuat, dan sebagian terlihat eks milisi teror (lihat video)
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah non Suriah, melainkan: Afghanistan, 64%, Pakistan, 19%, Iraq, Iran, Morocco, Ethiopia, Bangladesh, Egypt: 5.4%, Τurki, 5%, Suriah, 4% dan Somalia, 2.6% (sumber data: https://bit.ly/2VYzawW)

Sumber video: akun jubir pemerintah Yunani, Stelios Petsas https://bit.ly/3aF3Y9Y

Israel Kembali Serang Damaskus

Terjemahan berita:
Ledakan terdengar di langit di atas Damaskus ketika sistem pertahanan udara Suriah menanggapi serangan yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Ibukota Suriah dan daerah sekitarnya sering mendapat serangan udara, dan menyebutnya sebagai serangan Israel. Tel Aviv jarang mengakui serangan militernya ke Suriah, tetapi serangan kali ini IDF dengan cepat mengkonfirmasi serangan itu.

Komando Umum Angkatan Darat Suriah pada Sabtu lalu memperingatkan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara Suriah akan direspon secara militer dan setiap pesawat yang melakukan hal itu akan dianggap sebagai “target musuh.”

Namun, serangan terbaru datang dari luar wilayah udara
Suriah, yaitu dengan rudal yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan.

Terakhir kali Tel Aviv menghujani Damaskus dengan rudal adalah 10 hari yang lalu. Serangan lain terjadi pada 6 Februari yang membahayakan nyawa 172 penumpang dan awak kapal Airbus A320 penerbangan Teheran-Damaskus.
[pesawat tempur Israel terbang berlindung di balik pesawat sipil sehingga nyaris saja pesawat sipil itu ditembak].

https://www.rt.com/…/481528-syria-defense-missiles-damascus/

Sementara tentara Suriah (SAA) berperang di Idlib melawan Turki dan milisi teroris, pesawat-pesawat tempur Israel membantu para teroris (dan Turki) dengan cara membombardir Damaskus.

Ini adalah Brigadir Jenderal Sharaf Nameer Ali Darwish yang terbunuh dalam serangan Israel terhadap bandara internasional Damaskus dan sekitarnya. Di sepanjang perang Suriah, dia sangat berjasa menerbangkan pesawat dalam keadaan yang sangat sulit, membawa logistik untuk warga yang terkepung teroris, antara lain di Qamishli dan Deir Ezzor.

Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun.

[Tom Duggan adalah jurnalis asal Inggris yang beberapa tahun terakhir menetap di Suriah dan aktif melawan narasi media Barat soal Suriah. Selama serangan Israel beberapa hari terakhir ini, dia berada di Damaskus.]

 

Amanah Pembukaan UUD 45

…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…

Tapi mengapa ibukota negeri ini diserahkan “pengarahan”-nya kepada Tony Blair, orang yang tangannya berlumuran darah perang Irak?

Siapa Blair?

(lebih…)