Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak

Category Archives: Irak

Perjalanan ke Tehran (3)

Pertanyaan terbesar saat datang ke Tehran (saya juga pergi ke beberapa kota lainnya) adalah: seberapa aman Iran? Bukankah di sana kabarnya ada demo besar-besaran antipemerintah?

Selain ke Tehran, saya juga pergi beberapa kota yang lain. Yang saya saksikan, situasi aman-aman saja. Perempuan lalu-lalang seperti biasa (terakhir saya ke Iran tahun 2017). Cuma bedanya, kali ini, ada perempuan-perempuan tidak berjilbab yang lalu-lalang. Dulu, tidak ada yang demikian. Kalau dulu, banyak yang pakai jilbab jambul (pakai pashmina/kerudung, tapi rambutnya tetap terlihat sebagian), tapi tidak ada yang benar-benar buka jilbab.

Tapi, secara umum, di jalanan, di tempat-tempat publik, di pasar, bahkan di hotel (yang cenderung lebih privat; apalagi di hotel elit), jumlah perempuan yang tidak berjilbab dibanding yang tetap berjilbab (meski jilbab jambul), ya jauh lebih banyak yang berjilbab.

Artinya, meski sudah bebas (dalam arti, penegakan aturan berjilbab tidak ketat lagi.. tapi dulu pun emang ga ketat, yang jilbab jambul sangat banyak di jalanan dan tempat-tempat publik), kebanyakan kaum perempuan di sana ya tetap memilih pakai jilbab.

(lebih…)
Iklan

Qassem

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/449258627422677

Di postingan saya sebelumnya, terlihat kondisi Aleppo saat ini. Siapa sebenarnya yang melawan ISIS dan milisi teror afiliasi Al Qaida dan Ikhwanul Muslimin di Aleppo, dan kota-kota lain di Suriah (dan Irak)?

Apakah AS, yang mengaku mengirim pasukan ke Irak dan Suriah demi melawan ISIS?

Tidak, yang melawan ISIS (dan teroris lain) di Irak dan Suriah adalah rakyat Irak dan Suriah sendiri. Mereka (dari berbagai agama, dan mazhab) bahu-membahu berjuang bersama tentara nasional mereka, demi membela tanah air mereka.

Tapi, siapa yang mempimpin operasi/serangan dari milisi-milisi sukarelawan rakyat yang ingin membela negeri itu? Jawabannya ada di video ini. Dan orang tersebut, justru dibunuh oleh AS, yang mengaku melawan ISIS dan mengobarkan “perang melawan terorisme”.

Yang mengaku antiterorisme/antiradikalisme, tapi tidak/belum paham kaitannya dengan konflik Suriah, silakan membaca buku saya, gratis download, Prahara Suriah dan Salju di Aleppo https://ic-mes.org/category/e-book/

Kebohongan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/675797677210974

Media massa korporasi (jaringan media mainstream) terbukti menyebarkan kebohongan soal Irak (ingat kasus “Nayirah” di Perang Teluk I, lalu kisah “senjata pembunuh massal” di Perang Teluk II) dan soal Suriah (baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo)

Juga, soal c*vid. Baru-baru ini, dalam sebuah dengar pendapat soal C*vid di Parlemen Uni Eropa, anggota parlemen Belanda Rob Roos, menanyai seorang eksekutif senior Pfizer, Janine Small.

“Apakah vaksin Pfizer Covid diuji dulu, apa benar bisa menghentikan penularan virus, sebelum vaksin itu dilepas/dijual ke pasar? Jika tidak, tolong katakan dengan jelas. Jika ya, apakah Anda bersedia berbagi data dengan kami? Saya benar-benar menginginkan jawaban langsung, ya atau tidak,” kata Bob Roos.

Janine Small, pejabat di Pfizer, menjawab:

(lebih…)

China Daily tentang perkembangan terbaru Saudi-Iran(mengutip pendapat saya)

Pada KTT yang dipimpin Dewan Kerjasama Teluk baru-baru ini di Jeddah, Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal Bin Farhan mengatakan kepada wartawan bahwa pembicaraan antara negaranya dan Iran telah positif, dan bahwa tangan Saudi diperluas ke Iran untuk mencapai hubungan normal.

Dan, “Irak memiliki peran penting dan mendasar dalam mendorong negosiasi ke depan dengan cara yang membuat kami dapat melanjutkan pembicaraan ini,” menteri luar negeri Saudi seperti dikutip oleh Rudaw, sebuah kelompok media di Wilayah Kurdistan Irak.

Dina Yulianti Sulaeman, direktur Indonesia Center for Middle East Studies, mengatakan kepada China Daily bahwa para pemimpin Saudi kali ini “bersikap lebih rasional” karena mereka menyadari bahwa kekuatan hegemonik Amerika Serikat tidak lagi berfungsi sebaik “sebelumnya”.

Selengkapnya:

https://www.chinadailyhk.com/article/282110?fbclid=IwAR3R3ZJmsBP3thj-qF2E0YbOwGUhIWKDvatKXQ6W-CBQyvNXg1iTCbPNjKw#Saudi-Iran-pragmatic-talks-seen-good-for-region

Upaya Penggulingan Rezim di Venezuela, Suriah, dan Iran

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1812391585926100

Sebenarnya, sudah banyak yang tahu bahwa AS melakukan operasi penggulingan rezim di berbagai penjuru bumi. Sudah sangat banyak buku, report, paper, dan artikel membahas hal ini. Indonesia pun pernah mengalaminya (era Presiden Sukarno).

Tapi, baru-baru ini, kudeta yang didalangi AS kembali ramai dibahas publik. Pasalnya, 13 Juli yll, seorang mantan pejabat tinggi AS mengakui di wawancara live dengan CNN bahwa AS memang mendalangi kudeta di banyak negara.

Namanya John Robert Bolton (lahir 20 November 1948). Dia pernah jadi orang penting di berbagai era kepresidenan AS. Tahun 1985-1989, ia menjabat sebagai Asisten Jaksa Agung Amerika Serikat era Presiden Reagan. Dia menjadi Duta Besar AS untuk PBB 2005-2006 (era Bush). Sebelumnya, tahun 2001-2005, ia menjadi Wakil Menteri Luar Negeri untuk Pengendalian Senjata dan Urusan Keamanan Internasional. Bolton adalah salah satu arsitek Perang Irak. Ingat, invasi Presiden Bush ke Irak yang akhirnya menggulingkan Saddam Hussein diluncurkan tahun 2003.

(lebih…)

George W. Bush “Mengakui” Kejahatannya

Mantan Presiden AS, George W Bush, dalam sebuah pidatonya mengatakan, “Rusia telah melakukan invasi yang sepenuhnya tidak dapat dibenarkan dan brutal ke IRAK.”

Yang dia maksud tentu saja Ukraina. Bush salah bicara, lalu ia pun mengoreksi, “Maksud saya.. Ukraina..” Tapi kemudian, ia seolah bercanda, “Irak juga…”

Lalu, hadirin di ruangan itu tertawa.

Benar-benar orang-orang yang tidak punya hati nurani.

(lebih…)

Pembunuhan Demi Demokrasi

https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797

Madeleine Albright, mantan Menlu AS, meninggal kemarin (23/3). Ingatan tentang 500.000 anak-anak Irak yang tewas di “tangan”-nya pun kembali.

Bisa disimak di video, Albright (saat itu menjadi Dubes AS di PBB) ditanya wartawan, apakah setimpal, atau layak, mengorbankan nyawa 500.000 nyawa anak-anak itu? Ini bahkan lebih banyak daripada anak-anak yang tewas akibat bom Hiroshima.

Albright menjawab: ya setimpal, tujuannya kan supaya Saddam Hussein tidak lagi jadi ancaman.

Ancaman bagi apa? Ancaman bagi demokrasi liberal. Inilah ideologi dasar AS yang “dijual” ke berbagai penjuru dunia, dan kalau perlu, gulingkan rezim-rezim di seluruh dunia demi agar mereka menjadi rezim yang demokrasi-liberal.

(lebih…)

Dubes Ukraina, Apa Anda Paham Etika Diplomasi?

Meskipun saya menyatakan ketidaksetujuan kepada Kemenlu karena memilih mendukung resolusi anti-Rusia dalam Sidang Umum PBB (saya bilang: abstain lebih tepat) saya tetap akan membela pemerintah kalau ada negara lain bersikap tidak sopan pada pemerintah. Karena pemerintah adalah “orang tua” dari bangsa ini. Kita berhak mengkritik ortu, tapi dengan alasan yang benar dan cara yang sopan. Tapi kalau ortu kita dihina orang lain, pastilah kita bela. Ya kan?

Jadi begini ceritanya, ternyata, Dubes Ukraina di Jakarta mengirim surat terbuka kepada Presiden Jokowi. Surat itu, menurut saya, telah melanggar ETIKA DIPLOMASI. Kalau pun mau menulis surat, kirim saja lewat jalur diplomatik, bukan surat terbuka.

Selain itu, dalam surat ini terlihat sekali nada “white supremacist”-nya, yaitu nada “merasa lebih tinggi” daripada kulit berwarna, merasa berhak mengajari seorang presiden di sebuah negara sebesar Indonesia.

Berikut ini saya komentari beberapa bagian.

(lebih…)

Ukraina adalah Suriah yang Lain (2)

Bagian ini sebenarnya adalah copas dari tulisan saya tahun 2014 yang judulnya “L’Ukraine est une autre Syrie” (Ukraina adalah Suriah yang Lain). Memahami peristiwa 2014 penting untuk mengikuti apa yang terjadi hari ini.

Kerusuhan di Ukraina (2014) terlihat jelas menggunakan template atau cetakan yang sama dengan Suriah. L’Ukraine est une autre Syrie. Ukraina adalah Suriah yang lain.

Kehadiran tokoh Zionis-Prancis, Bernard-Henri Levy, di depan lautan manusia yang memenuhi Maidan –singkatan dari Maidan Nezalezhnosti atau Lapangan Kemerdekaan—di Kiev, menjadi simbol utama kesamaan template itu. Levy adalah seorang makelar perang. Dia dulu memprovokasi masyarakat Barat untuk ‘membantu’ rakyat Suriah menggulingkan Assad (sebelumnya, juga hadir di Libya, di depan para demonstran anti-Qaddafi).

Kini di Kiev, dia berpidato berapi-api, menyeru rakyat Ukraina, “Les gens de Maidan, vous avez un rêve qui vous unit. Votre rêve est l’Europe!” (wahai orang-orang Maidan, kalian punya mimpi yang mempersatukan kalian. Mimpi kalian adalah Eropa!)

(lebih…)

Kumpulan tweet pagi gini: Biden salah ngomong

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/317998080284417

(1) Biden, presiden super power dunia, kesulitan mengingat, negara mana yang sudah/sedang dikacaukannya: “And there is no way we were ever going to unite Ukraine…I mean excuse me Iraq…Afghanistan.”

(2) Yang dia maksud adalah “tidak ada jalan bagi AS untuk mempersatukan Afghanistan.” “Kecelakaan” bicara ini sebenarnya menunjukkan beberapa hal: a) telah terlalu banyak negara yang dicampuri urusannya oleh AS, sampai si presiden di lupa, nama negara yang dimaksudnya.

(3) b) AS, negara “kampiun demokrasi”, yang menebar perang di sana-sini, menebar dana di sana-sana utk NGO, dg alasan “menegakkan demokrasi”, ternyata tidak mampu memilih presiden yang sehat di antara 330 jt rakyatnya.

(4) ini menunjukkan bahwa demokrasi di AS adalah demokrasi yang lumpuh, yang bermain adalah kekuatan uang raksasa, yang digelontorkan perusahaan senjata, minyak, dll. Dengan uang mereka bisa mengatur siapa yang terpilih sbg presiden.

(5) Kalaupun yang menang partai sebelah, kondisi tak jauh berbeda. Baik Republik maupun Demokrat keduanya sama saja, para presidennya tetap gila perang, demi mencari profit bagi perusahaan senjata dan migas.

(6) 5 perusahaan senjata terbesar mengeluarkan dana utk lobby politik thn 2020: Lockheed Martin, Boeing, Northrop Grumman, Raytheon Technologies, dan General Dynamics, total $60 juta. Menurut data dari OpenSecrets, Biden saat kampanye pilpres menerima jutaan usd dari mrk.

Follow twitter saya: @dina_sulaeman