Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak

Category Archives: Irak

[UPDATE] Mengapa Hoaks Soal Suriah Masih Penting Dibahas?

—-
note no 2 di paling bawah, sudah diganti
—–

Di tulisan sebelumnya, Video yang “Menyesatkan”, saya membenturkan soal Suriah dan Covid. Saya mempertanyakan mengapa FB dan organisasi pemberantas hoaks (dan belakangan, Tempo ikut-ikutan) bersemangat sekali “fact check” video Dr Judy yang menurut mereka hoaks, tapi dulu soal Suriah adem ayem aje? Bahkan mereka mengirim surat “ancaman” (kalau share hoaks lagi, akun akan dihapus) pada semua yang share video itu, sekitar 4000-an orang yang share.

Perang Suriah berlangsung 9 tahun, hingga kinipun milisi-milisi teror (disebut “mujahidin” oleh orang Ikhwanul Muslimin dan HTI) masih bercokol di Idlib. Inilah perang paling dahsyat di era modern, dimana negara-negara besar dan negara “Islam” bersatu-padu menggulingkan sebuah pemerintahan yang sebenarnya sangat moderat, sekuler, sosialis, dan sangat pro-Palestina.

Milisi “jihad” berdatangan dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Donasi Suriah dengan sangat mudah dikumpulkan, dalam beberapa hari saja belasan milyar yang bisa dikumpulkan oleh para penggalang donasi hanya dengan kampanye satu isu. Misal, “Save Aleppo”, “Save Ghouta”, atau “Madaya Menjerit”.

Mengapa sedemikian banyak orang mau bergabung dengan milisi “jihad” Suriah? Mengapa sedemikian mudah warga terprovokasi untuk menyumbang (totalnya, diprediksi) sampai ratusan milyar?

(lebih…)

Mesin Perang AS Terus Aktif Selama Pandemi Covid-19

Di tengah pandemik global akibat virus corona, miliaran manusia di seluruh dunia didera kecemasan; sebagian menderita sakit, sebagian mengalami kesulitan ekonomi yang berat. Tetapi mesin perang AS tak pernah berhenti.

Di video ini (5 menitan) dijelaskan apa yang dilakukan AS di Iran dan Venezuela pada bulan Maret 2020 ini. Iran sebagai negara yang paling parah terdampak Covid 19 di Timur Tengah sangat membutuhkan suplai obat-obatan dan peralatan medis, namun dihalangi oleh sanksi/embargo AS, dan bahkan AS menetapkan embargo baru. Sementara Venezuela yang sudah habis-habisan dihajar sanksi ekonomi, kini menghadapi ancaman serangan militer, karena AS sudah mengirimkan pasukannya ke lepas pantai Venezuela.

(lebih…)

Video: Turki Menggunakan Pengungsi Sebagai Senjata

Penggunaan pengungsi/migran sebagai senjata untuk menekan negara lain bukan hal baru. Anda bisa baca di artikel Kelly Greenhil, Weapons of Mass Migration: Forced Displacement as an Instrument of Coercion; Strategic Insights, v. 9, issue 1 (2010).

Di video ini terihat jelas bagaimana Turki menggunakan pengungsi untuk menekan Uni Eropa agar mau membantunya mempertahankan Idlib (supaya tidak diambil alih oleh Suriah; padahal Idlib adalah wilayah Suriah). Akibatnya, hari ini Yunani menghadapi krisis pelanggaran perbatasan yang terorganisasi, masif, dan ilegal yang dibacking oleh Turki.

Hal yang jadi catatan dari arus pengungsi dari Turki ke Yunani:
-Yunani sepertinya dipilih jadi “korban” karena negara inilah yang menolak NATO membantu Turki di Idlib.
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah laki-laki muda, kuat, dan sebagian terlihat eks milisi teror (lihat video)
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah non Suriah, melainkan: Afghanistan, 64%, Pakistan, 19%, Iraq, Iran, Morocco, Ethiopia, Bangladesh, Egypt: 5.4%, Τurki, 5%, Suriah, 4% dan Somalia, 2.6% (sumber data: https://bit.ly/2VYzawW)

Sumber video: akun jubir pemerintah Yunani, Stelios Petsas https://bit.ly/3aF3Y9Y

Israel Kembali Serang Damaskus

Terjemahan berita:
Ledakan terdengar di langit di atas Damaskus ketika sistem pertahanan udara Suriah menanggapi serangan yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Ibukota Suriah dan daerah sekitarnya sering mendapat serangan udara, dan menyebutnya sebagai serangan Israel. Tel Aviv jarang mengakui serangan militernya ke Suriah, tetapi serangan kali ini IDF dengan cepat mengkonfirmasi serangan itu.

Komando Umum Angkatan Darat Suriah pada Sabtu lalu memperingatkan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara Suriah akan direspon secara militer dan setiap pesawat yang melakukan hal itu akan dianggap sebagai “target musuh.”

Namun, serangan terbaru datang dari luar wilayah udara
Suriah, yaitu dengan rudal yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan.

Terakhir kali Tel Aviv menghujani Damaskus dengan rudal adalah 10 hari yang lalu. Serangan lain terjadi pada 6 Februari yang membahayakan nyawa 172 penumpang dan awak kapal Airbus A320 penerbangan Teheran-Damaskus.
[pesawat tempur Israel terbang berlindung di balik pesawat sipil sehingga nyaris saja pesawat sipil itu ditembak].

https://www.rt.com/…/481528-syria-defense-missiles-damascus/

Sementara tentara Suriah (SAA) berperang di Idlib melawan Turki dan milisi teroris, pesawat-pesawat tempur Israel membantu para teroris (dan Turki) dengan cara membombardir Damaskus.

Ini adalah Brigadir Jenderal Sharaf Nameer Ali Darwish yang terbunuh dalam serangan Israel terhadap bandara internasional Damaskus dan sekitarnya. Di sepanjang perang Suriah, dia sangat berjasa menerbangkan pesawat dalam keadaan yang sangat sulit, membawa logistik untuk warga yang terkepung teroris, antara lain di Qamishli dan Deir Ezzor.

Innalillaahi wa inna ilaihi roojiuun.

[Tom Duggan adalah jurnalis asal Inggris yang beberapa tahun terakhir menetap di Suriah dan aktif melawan narasi media Barat soal Suriah. Selama serangan Israel beberapa hari terakhir ini, dia berada di Damaskus.]

 

Amanah Pembukaan UUD 45

…untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia …dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial…

Tapi mengapa ibukota negeri ini diserahkan “pengarahan”-nya kepada Tony Blair, orang yang tangannya berlumuran darah perang Irak?

Siapa Blair?

(lebih…)

Absurditas Tatanan Dunia

(tulisan saya, dimuat di koran Pikiran Rakyat, 13/1)

Serangan udara militer AS terhadap dua tokoh penting dalam peperangan melawan ISIS di Timur Tengah, Jenderal Qassem Soleimani (komandan Pasukan Al Quds, Iran) dan Abu Mahdi Al Muhandisi (komandan pasukan Hashd Al Shaabi, Irak), telah memunculkan kegaduhan besar di dunia internasional. Apalagi kemudian Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Ain Al Assad Irak pada Rabu dini hari (8/1). Kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ke-3 muncul seiring dengan kekhawatiran akan naiknya harga minyak dunia yang pasti akan berimbas kepada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Presiden AS Donald Trump merespon serangan itu dengan pernyataan de-eskalasi (penurunan ketegangan), yaitu AS tidak akan berperang dengan Iran. Ada banyak analisis yang dikemukakan atas respon Trump, di antaranya, AS ditengarai mengkhawatirkan keamanan Israel yang akan terancam bila perang berlanjut. Analisis lainnya menyatakan bahwa pernyataan yang lunak itu muncul karena sekutu AS di kawasan dan di NATO ternyata tidak memberikan dukungan kepada AS untuk melanjutkan perang.

Sementara ini ketegangan terlihat semakin menurun karena fokus negara-negara yang terlibat terdistraksi oleh kasus kecelakaan pesawat Ukraine Airlines. Pesawat itu lepas landas dari Imam Khomeini International Airport, Teheran, lima jam setelah penembakan rudal ke Ain Al Assad. Angkatan Bersenjata Iran telah mengakui, dan menyatakan penyesalan mendalam, atas terjadinya human error yang menyebabkan pesawat itu tertembak oleh Sistem Pertahanan Udara (Air Defence System).

(lebih…)

Kedutaan dan Mata-Mata

Hari Sabtu (11/1) rupanya ada kejadian lagi di Iran. Duta Besar Inggris, Robert Macaire berada di lokasi demo di depan Universitas Amir Kabir, di pusat kota Teheran dan ditahan oleh aparat keamanan selama beberapa jam. Menurut PressTV, saat ditangkap, Macaire “mengorganisir dan memprovokasi orang-orang yang marah pada penanganan pemerintah atas akibat dari kecelakaan pesawat awal minggu ini.”

Aparat menangkap Macaire tanpa tahu bahwa ia Duta Besar, namun semata-mata karena kecurigaan melihat ada orang asing di lokasi demo. Setelah ketahuan bahwa Macaire adalah dubes, ia dibebaskan. Hari Minggu (12/1), ada demo balasan, kali ini di depan Kedubes Inggris. Salah satu poster yang terlihat: “Sarang Rubah Tua Harus Ditutup”. Rubah tua adalah julukan untuk Inggris, oleh orang Iran. [1]

Mengapa Inggris disebut “rubah tua”? Rubah [buat orang Iran] adalah simbol dari kelicikan. Seorang penyair Iran jadul, Seyyed Ahmad Adib Pishavari (1844-1930) menulis syair mengecam penjajahan dan perang-perang yang dikobarkan Inggris pada masa itu. Begini terjemahan syairnya:

Banyak rumah kuno// Diratakan setelah Anda masuk// Anda merebut tanah melalui permainan rubah Anda// Anda telah lolos ratusan perangkap, seperti rubah tua.

(lebih…)

Israel Berperan Penting dalam Pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani

Ini berita yang ditayangkan Jerusalem Post [media Israel] 7 jam yang lalu (9:23 WIB, saat saya menulis ini).

Saya terjemahkan apa adanya, lalu kalimat di dalam […] adalah kritikan dari saya.

**
Intelejen Israel berperan penting dalam pembunuhan AS terhadap kepala Pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Quds, Mayjen. Qasem Soleimani, NBC News melaporkan pada hari Minggu.

Soleimani menggunakan kekuatan dan pengaruh besar dan sangat penting sebagai arsitek yang menyebarkan dan mempertahankan pengaruh Iran di Libanon, Suriah, Irak, Yaman dan di tempat lain di kawasan ini melalui tindakan terorisme.

[Soleimani membantu Suriah&Irak melawan ISIS; membantu Hezbollah Lebanon melawan Israel; dan membantu Houthi melawan Saudi —> karena ISIS, Saudi, dan Israel berteman, tindakan Soleimani disebut “terorisme” oleh media Israel ini.]

Setelah terbang ke Irak dari Damaskus dengan Cham Wings Airbus A320, ia dan rombongan keamanannya tewas oleh empat serangan rudal AS yang menargetkan dua kendaraan mereka ketika mereka meninggalkan Bandara Internasional Baghdad pada 3 Januari. Abu Mahdi al-Muhandis, seorang pemimpin penting dari Pasukan Mobilisasi Populer [PMU/Hashd Al Shaabi] yang didukung Iran, juga tewas.

(lebih…)

APA YANG TERJADI SEBENARNYA?

Setelah menunggu beberapa jam, mengikuti perkembangan berita, akhirnya ketemu juga, sumber blundernya dimana. Seperti Anda tahu, saya, dan beberapa penulis anti-AS lainnya kemarin menulis, mengecam tuduhan yang terburu-buru yang dilakukan media Barat, bahwa penyebab jatuhnya pesawat Ukraina adalah rudal Iran. Point penting yang saya sampaikan adalah: kan belum ada penyelidikan? Black box pun belum diteliti. Mengapa sudah menuduh ketika belum selesai investigasi?

Terlebih lagi, sudah ada pernyataan resmi dari Jubir Kemenlu Iran, Abbas Mousavi, yang menolak tuduhan itu.

Lalu tiba-tiba pagi ini, Menlu Javad Zarif, juga Presiden Rouhani memberikan pernyataan resmi mengakui bahwa jatuhnya pesawat Ukraina itu akibat kesalahan Iran.

Pertanyaannya, kok bisa miskomunikasi begini mereka ya? Seharusnya Jubir Kemenlu sebelum bikin pernyataan (yang akhirnya jadi pegangan para pengamat, termasuk saya) memastikan dulu.

Dari informasi yang saya dapat, kemungkinan memang ada kekacauan koordinasi. Kemungkinan ada pihak yang bersalah yang masih berusaha mencari ‘solusi’.

(lebih…)