Kajian Timur Tengah

Beranda » Irak

Category Archives: Irak

Iklan

Demo di Irak dan Relasi Iran-Irak

Hari-hari ini Irak dilanda demonstrasi besar. Isu yang diangkat, tak jauh bedalah dengan isu-isu demo di berbagai negara berkembang, yaitu mengecam pemerintah yang dituduh korup, tidak menyediakan lapangan kerja, harga-harga mahal, dan bahkan: memprotes kerjasama Irak dengan China. Mirip ya dengan fenomena di sebuah negara di Asia Tenggara?

Pertanyaannya: mengapa harus bakar-bakaran? Mengapa melakukan perusakan fasilitas umum sehingga akhirnya bentrok dengan aparat? Kelihatan ya, “template” demo-nya? (Baca tulisan saya sebelumnya yang berjudul “template”).

Yang tidak banyak orang tahu: kedutaan besar AS di Baghdad adalah kedutaan yang terbesar yang dimiliki AS di seluruh dunia. Luasnya 42 hektar, dengan staf lebih dari 16.000 orang, termasuk 2000-an diplomat asli AS. Belum kalau dihitung “aktivis” dari berbagai negara asing (setahu saya, dulu juga ada tuh orang Indonesia), yang bebas keluar masuk Irak, blusukan kemana-mana. Yang tidak banyak orang tahu juga: massa diprovokasi melalui medsos, 79% cuitan seruan demo berasal dari Arab Saudi. Tentu media massa Barat tak ketinggalan memanaskan situasi.

(lebih…)

Iklan

Israel di Balik Kisruh Venezuela (2)

Kudeta (gagal) di Venezuela awal 2019 ini dipimpin oleh Presidan AS, Donald Trump dan kubu neokonservatif (neocon) AS. Kubu ini awalnya tidak menyukai Trump, namun kini mereka kembali mendominasi arah kebijakan luar negeri AS.

Apa itu kubu neocon? Ini adalah kelompok elit di pemerintahan AS yang punya tujuan ideologis menjaga keamanan Israel. Pakar HI, Robert Gilpin, pernah menulis artikel jurnal berjudul “War is Too Important to Be Left to Ideological Amateurs’ [Perang terlalu penting untuk diserahkan kepada amatir ideologis] blak-blakan menyatakan bahwa arsitek perang Irak adalah kelompok neocon yang bertujuan untuk melakukan “restrukturisasi radikal atas relasi geopolitik di kawasan dengan tujuan untuk menciptakan keamanan jangka panjang bagi Israel.”

Itu kan perang Irak, apa kaitannya dengan Venezuela? Nah, itulah mengapa dipakai istilah ‘ideologi’: ideologi neocon adalah ideologi perang demi Israel, namun sejalan dengan itu, ada uang besar yang bermain dalam industri perang. Kelompok neocon yang berlumuran darah di Irak, Libya, Yaman, dan Suriah, dan sejak 40 thn yll berupaya menumpahkan darah di Iran, adalah kelompok yang sama yang secara terbuka melakukan upaya kudeta di Venezuela.

(lebih…)

Venezuela dan Pelajaran Buat Indonesia

Rasanya geli sekali kalau membaca jubir lokal AS mengata-ngatai Chavez dan Maduro sebagai hipokrit: teriak-teriak anti-AS tetapi jualan minyak tetap ke AS; sambil menasehati netizen agar selalu berbaik sangka pada Elang Gundul.

Apakah bila suatu negara jual barang ke AS, artinya negara itu harus tunduk pada kemauan politik AS, tanpa syarat? Bahkan harus nurut saja ketika AS mendukung laki-laki-bodoh-entah-siapa-yang-tak-ikut pemilu sebagai presiden? Logika macam apa itu?

Venezuela jual minyak ke AS jelas karena ada kebutuhan dari pihak AS juga. Supply and demand. Ketika AS menolak membeli, dalam kondisi normal, Venezuela bisa cari pasar lain. Tapi situasi berbeda karena AS selalu memberi sanksi semaunya. [Hal serupa terjadi di Iran: AS melarang negara-negara lain –baik dengan bujukan atau ancaman—membeli minyak dan berinvestasi di Iran.]

Dan yang jelas, sanksi yang diberikan Trump adalah KECURANGAN: minyak Venezuela sudah/sedang masuk ke AS, tetapi uangnya tidak dibayarkan. Padahal uang itu sangat dibutuhkan Venezuela untuk membeli pangan dan obat-obatan.

(lebih…)

#10yearschallenge of Syria

Sedang musim bikin foto #10yearschallenge ya? Konflik Suriah dimulai 2011, sekarang 2019, belum 10 tahun, tapi semoga bisa selesai sepenuhnya tanpa menunggu 10 tahun.

Apa hasil perang ini?

Tentu saja, kehancuran sebagian besar wilayah Suriah (yang harus dibangun lagi dengan biaya yang amat sangat besar) dan penderitaan teramat pahit yang diderita warganya (yang entah kapan bisa disembuhkan).

Dalam perspektif geopolitik, inilah ‘hasil’ Perang Suriah. Saya terjemahkan dari sebagian tulisan Elijah Magnier, seorang analis Timteng senior.

***

Suriah kini menjadi pusat perhatian publik sedunia, terutama di Timur Tengah. Posisinya bahkan lebih kuat daripada 2011. Suriah kini memiliki rudal presisi canggih yang dapat menghantam setiap bangunan di Israel. Assad juga memiliki sistem pertahanan udara yang tidak akan pernah ia impikan sebelum 2011, karena pelanggaran udara yang dilakukan terus-menerus oleh Israel yang berarti mengganggu kepentingan Rusia. Hizbullah telah membangun pangkalan untuk rudal presisi jarak jauh dan menengah di pegunungan dan telah menciptakan ikatan yang amat kuat dengan Suriah; sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibangun jika saja perang Suriah tak terjadi. Iran juga telah membentuk persaudaraan strategis dengan Suriah berkat perannya dalam mengalahkan agenda perubahan rezim [yang dilancarkan Barat]. Dukungan NATO terhadap ISIS telah menciptakan ikatan kuat antara Suriah dan Irak; sesuatu yang tidak dapat diciptakan sebelumnya. Irak kini memiliki keleluasaan untuk mengebom lokasi ISIS di Suriah tanpa perlu izin dari otoritas Suriah (menyusul restu penuh dari Assad kepada Irak untuk bergabung dalam perang melawan ISIS). Tentara Irak bahkan bisa masuk ke Suriah kapan saja mereka memutuskan untuk menyerbu ISIS. Aliansi anti-Israel tidak pernah lebih kuat dari sekarang. Inilah hasil dari perang 2011-2018 yang dipaksakan [Barat] kepada Suriah.”

***

Orang-orang di foto ini adalah sebagian para tokoh dunia yang pernah meneriakkan “Assad harus pergi” tapi merekalah yang ‘pergi’ duluan [dalam arti tidak berkuasa lagi; atau ada juga yang meninggal]. Di Indonesia sejak 2012 juga ada beberapa tokoh yang meneriakkan kata-kata yang sama, yang saat ini sudah ‘pergi’ duluan. Tak perlulah disebut namanya.

***

Perang Suriah dimulai dan dipertahankan dengan menggunakan kebohongan, yang disebarkan dengan amat canggih dan tersistematis, sampai-sampai hampir semua orang di dunia ini percaya bahwa rezim Assad itu bajingan yang harus dilengserkan. Bagi mereka, sulit untuk menerima bahwa media-media terkemuka dunia bisa melakukan kebohongan. (Bahkan sebagian muslim mau mengorbankan nyawa untuk berperang di Suriah). Padahal, bila kita amati sejarah, Suriah bukan pertama kalinya. Dalam satu abad terakhir, sangat banyak kebohongan yang disebarkan AS untuk memicu perang, detilnya baca di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/09/06/sejarah-kebohongan-perang-as/

Islam dan Terorisme Menurut Karen Amstrong

Setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya selalu teringat pada Karen Amstrong, penulis asal Inggris, yang telah menulis banyak buku tentang tentang sejarah agama. Saya sangat terkesan berjumpa dengannya, mendengarkan bagaimana ia menceritakan tentang Nabi Muhammad dengan sangat indah.

Dalam kuliah umum (dan promo bukunya, “Compassion”) di Univ. Paramadina Jakarta (2013), antara lain Karen bercerita, kisah favoritnya adalah kisah perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, Rasulullah mengajak umatnya di Madinah untuk berhaji ke Makkah, tanpa membawa senjata. Bagaimana mungkin perjalanan menuju markas musuh dilakukan tanpa membawa senjata untuk membela diri? Tapi itulah yang dilakukan oleh Rasulullah yang memang selalu membawa pesan cinta dalam setiap langkahnya.

Lalu, ketika orang-orang Makkah menghalangi masuknya rombongan haji ke Makkah, dilakukanlah negosiasi dan ditandatanganilah Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini sangat luar biasa dari sisi compassion dan menunjukkan betapa Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat welas asih dan telah melepaskan egonya secara total. Beliau sendiri yang mencoret kata ‘Rasulullah’ dalam naskah perjanjian itu, karena negosiator dari Makkah menolak adanya kata itu.

(lebih…)

Global Research

Tulisan saya tentang Irak dimuat di Global Research.

Untuk versi bahasa Indonesia, tunggu beberapa hari ini ya, insya Allah akan saya upload di web ICMES.

https://www.globalresearch.ca/washingtons-divide-an…/5653854

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Perangi ISIS, Rusia Kerahkan Kekuatan Spektakuler

Oleh : Pepe Escobar

bom-kaleng-300x300Teroris transnasional Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) harusnya sekarang belajar. Mereka telah memilih lawan yang salah.

Apalagi, setelah majalah propaganda ISIS, Dabiq, mempublikasikan sebuah foto yang menunjukkan ‘rakitan bom’ yang kabarnya digunakan untuk meledakkan pesawat penumpang Rusia beberapa waktu yang lalu. Menurut Dabiq, sebuah kaleng Schweppes Gold diisi dengan bom rakitan, lalu diletakkan di salah satu kursi penumpang. Mereka juga mempublikasikan foto paspor salah satu korban – warga Rusia – yang diambil oleh kelompok teroris.

Sebelumnya, Direktur Federal Security Service Aleksandr Bortnikov mengatakan kepada Presiden Putin tentang jatuhnya Metrojet pada 31 Oktober di Mesir, “Kami meyakini bahwa hal ini merupakan ulah teroris.”

Khalifah mungkin saja bisa melarikan diri menuju gurun-gurun di Suriah dan sekitarnya, tapi mereka tidak akan bisa bersembunyi. Sebagaimana yang disampaikan oleh Rusia,”Kami akan mencari mereka di setiap tempat, dimanapun mereka berada. Kami akan menemukan mereka di suatu lokasi di planet ini dan kami akan menghukum mereka. Ancaman ini tidak main-main, uang sebesar 50 juta dollar ditawarkan oleh FSB untuk siapapun yang bisa memberikan informasi terkait tragedi jatuhnya pesawat Rusia di Sinai tersebut.

Putin juga menyampaikan pesan dengan cara lain. Pesawat temput Rusia melakukan serangan yang masif dan impresif ke 140 target bahkan lebih, yang diluncurkan melalui 34 rudal jelajah yang mutakhir. Rusia juga menggunakan pesawat pengebom supersonik sayap rendah Tu-160, Tu-22, dan Tu-95Mc. Inilah kali pertama Rusia menggunakan kekuatan peledak strategis jarak jauh setelah perang pada tahun 1980-an di Afghanistan. Dan sebentar lagi, Rusia juga akan menempatkan 25 peledak strategis di Suriah, ditambah dengan 8 buah pesawat temput Su-34 ‘Fullback’, dan empat Su-27 ‘Flanker’.

Selanjutnya bisa dibaca di situs ICMES

Bagaimana Cara AS Mendirikan Al Qaida/ISIS?

Ini copas status saya di FB tgl 18 Nov (yang dg segera di-report oleh takfiri, sehingga status tsb dihapus FB dan saya diblokir, tidak bisa posting di FB selama beberapa hari). Saya tambahi beberapa info baru.

====

Mungkin ada yang bertanya-tanya, gimana cara AS mendirikan Al Qaeda, ISIS, dll.? Sedemikian begonyakah orang Muslim sampai nggak nyadar kalo dikerjain? Tentu saja, caranya enggak blak-blakan dong. Sangat tersistematis (emangnya AS itu bego, apa?). AS tidak langsung hadir di lapangan, tetapi pakai tangan “ustadz-ustadz” dan aliran dananya pun kadang lewat negara-negara kroninya (seperti diakui oleh Hillary Clinton, CIA bekerja sama dengan Pakistan dan Arab Saudi). Makanya ada status FB orang Indonesia yang saat ini sedang jihad di Suriah, dia bilang, “Senjata mujahidin itu memang dari Amerika; malah bagus kan, canggih! [halooo…???] tapi bukan gratisan, melainkan sumbangan dari Arab Saudi dll.”

Poin penting pertama: berpikirlah kritis, jangan membeo melulu dan berkata “kata ustadz ana..” melulu.

Poin kedua: yang perlu kita -terutama ibuk-ibuk- catet adalah metode indoktrinasi paham kebencian dan teror kepada anak-anak melalui buku. Kalau ditemukan buku-buku semacam itu, segeralah perbaiki pemahaman anak; ingatkan bahwa Islam adalah agama yang welas asih.

Foto di bawah ini adalah salah satu halaman di buku sekolah dasar anak-anak Afghan (zaman Soviet).

afgh-textbook-jihad

(lebih…)

ISIS dan Sejarah Panjang Ideologi Kebencian

John McCain dan para pemberontak Suriah

John McCain dan para pemberontak Suriah

ulisan berikut ini pernah dimuat di Harian Pikiran Rakyat, 26 Agustus 2014; yang dimuat ada sedikit editan, ini versi asli. Pesannya satu: ISIS memang dibentuk oleh tangan makar AS (dan kini AS pula yang berlagak seperti pahlawan, ingin menggempur ISIS). Tapi siapa yang benar-benar berlumuran darah kaum muslim di Irak dan Suriah secara langsung? Siapa yang bergabung dengan ISIS? Siapa yang melakukan berbagai aksi brutal yang mengerikan itu? Orang-orang Islam, bukan? Mengapa mereka melakukannya? Dalam tulisan ini saya memberikan jawabannya.

ISIS dan Sejarah Panjang Ideologi Kebencian

Dina Y. Sulaeman

Kesadisan dan kebrutalan kelompok teror ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) membuat dunia terperangah. Menyusul maraknya Deklarasi Baiat kepada ISIS yang dilakukan oleh berbagai ormas di Indonesia, serta munculnya video seruan jihad dari anggota ISIS asal Indonesia yang kini berada di Suriah/Irak, Pemerintah Indonesia pun akhirnya mengambil langkah tegas.

“Pemerintah tidak mengizinkan paham ISIS berkembang di Indonesia. Setiap upaya pengembangbiakan paham ISIS harus dicegah, Indonesia tidak boleh jadi tempat persemaian,” Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko polhukam) Djoko Suyanto (4/8/2014).

Dan, berbagai ormas dan partai Islam pun segera mengeluarkan pernyataan kecaman terhadap ISIS di Indonesia. Tentu saja ini adalah langkah positif. Namun, ada satu hal yang terlupakan: ISIS tidak lahir dari ruang hampa. ISIS tidak muncul tiba-tiba saja. Ada sejarah panjang ideologis yang harus diperhatikan dalam mencermati fenomena ISIS di Indonesia.

(lebih…)