Kajian Timur Tengah

Beranda » kajian timur tengah

Category Archives: kajian timur tengah

“Akan sangat sulit untuk mencapai apa yang telah diraih [Suriah] sebelumnya jika perempuan tidak berpartisipasi aktif dari posisi mereka masing-masing, karena jumlah perempuan adalah setengah dari masyarakat kita. Perempuan adalah mereka yang membesarkan laki-laki dan perempuan; yang mempersiapkan laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam membangun negara. Perempuan memainkan peran penting dalam kemajuan dan pembangunan di berbagai bidang kerja. Dasar yang tepat untuk partisipasi perempuan harus dipersiapkan dengan baik sehingga mereka mampu berperan efektif dalam masyarakat dan pembangunan.”

President Bashar Al Assad (pidato dalam pelantikannya sebagai presiden, tahun 2000).

[sumber foto dan status: Vanessa Beeley].

Tambahan dari saya: Suriah itu negara sekuler, tapi para “ustad” dan media radikal secara masif menyebarluaskan narasi bahwa di sana kebebasan agama dikekang, kaum Sunni dibantai. Akibatnya, ratusan ribu “jihadis” dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke Suriah merasa sedang “berjihad”. Kalau tidak bisa ke Suriah? “Main” bom di negara masing-masing.

Reminder, besok ada acara diskusi tentang radikalisme di masa Covid, sekaligus membedah kedua buku ini.
Saya mau giveaway lagi: 2 set buku ini, diberikan untuk 2 orang peserta acara diskusi besok. Khusus alamat Indonesia, kalau tinggal di luar negeri, ya kasih aja alamat Indonesia-nya 🙂

Link info acara: https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/961320237627565/

Teman-teman, ada undangan diskusi via Zoom, tentang hal yang penting (tapi terabaikan akhir-akhir ini), sambil menggalang dana untuk mereka yang terdampak pandemi (termasuk untuk APD tenaga medis).

===

Bincang GEMA : Bahaya Radikalisme Apakah Sudah Berlalu?

Ketika publik disibukkan oleh pandemi Covid-19, banyak yang tidak menyadari bahwa kelompok radikal masih terus melakukan konsolidasi. Bahkan kelompok teroris juga terus merencanakan serangan teror dengan memanfaatkan situasi dimana konsentrasi aparat tersedot oleh penanganan pandemi. Selama bulan Mei dan Juni 2020, aparat telah melakukan beberapa penangkapan beberapa orang yang diduga merencanakan aksi teror.

(lebih…)

Analisis terbaru di ICMES. Ternyata ISIS memanfaatkan pandemi (dan terpecahnya perhatian aparat keamanan) untuk melanjutkan aksi terornya.

Ditulis oleh Ayu Rikza, mahasiswi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur.

Silakan baca selengkapnya di web ICMES.

Adaptasi-Adaptasi Strategi “Jihad” ISIS Selama Pandemi

Mahasiswa/dosen HI atau Ilmu Politik, ekonomi, sejarah, dan lain-lain yang punya analisis terkait Timteng, boleh kirim tulisan ke ICMES. Kalau punya artikel paper, bisa dikirim ke Jurnal ICMES (Sinta 4).

foto: kamp pengungsi ISIS, Baghouz, Suriah

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Teman-teman, ini ada artikel analisis bagus, ditulis oleh dosen HI Unsulbar, Mu’min Elmin.

Kutipan:
Dunia pun bertanya-tanya, ke mana Raksasa Sea Power itu? Bagaimana Iran bisa senekad itu?

Dunia telah berubah, termasuk aspek-aspek geopolitik juga berubah. Jika di era Perang Dingin polarisasi kekuasaan itu bersifat bipolar, maka hari ini kondisinya sangat multipolar. Bahkan kekuatan negara (national power) tidak lagi senada dengan ajaran Realisme Klasik yang hanya mengacu pada aspek-aspek materil (militeristik). Konstelasi geopolitik hari ini menunjukkan bahwa soft power memiliki peran besar dalam menyusun komposisi kekuatan suatu negara.

(lebih…)

International Conference on Holy Quds

Teman-teman, berikut ini info kongres internasional online, dalam 3 bahasa, Inggris, Arab, Farsi.
Acara 2 kali, malam ini jam 20.30 WIB.
Pembicaranya dari berbagai negara.
Saya juga jadi pembicara, besok malam (19 Mei 2020, 20:30 –> karena saya pembicara terakhir, kemungkinan jam 22:30)

Bisa diakses live di IG/FB. Link IG/FB dan daftar narasumber, ada di foto.

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, selain momen untuk mengintensifkan ibadah, juga merupakan momen untuk kembali menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Berikut ini ada tulisan bagus sekali dari pakar komunikasi, Bapak Syafiq Basri (saya copas dari Kompas.com 17 Mei 2020).

***

TENTANG RUMAH DAN JUMAT TERAKHIR RAMADHAN
Syafiq Basri Assegaff
(Pengamat masalah sosial Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta)

BILA Anda bosan di rumah gara-gara wabah Corona, mungkin itu saatnya Anda bercermin pada dua perkara ini. Pertama: bayangkan betapa bosan, sedih dan kacaunya kehidupan Anda jika harus hidup terusir di pengungsian, sedangkan kampung halaman hanya berjarak 130-an kilometer.

Tetapi Anda tidak boleh pulang untuk berladang atau kembali beternak kambing, sementara anak-anak Anda juga tak bisa pergi ke sekolah yang dulu, atau balik mengaji di surau guna melantunkan Ratib Haddad, Maulid, membaca wirid, Barzanji atau pun melantunkan Doa Kumail.

Yang di atas itu di Indonesia, yang terjadi pada ratusan pengungsi asal Sampang, Madura – yang terusir sejak belasan tahun lalu dan mulai 2011 hingga kini terpaksa tinggal di Rumah Susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur.

(lebih…)

Teman-teman, ada webinar lagi nih, hari Selasa 19 Mei 10-11.30 WIB.

Kali ini akan membahas buku yang baru terbit, judulnya “Qassem Soleimani, Jalan Cinta Sang Penumpas ISIS”.

Saya ikut kasih endorsment di buku itu, saya tulis begini:

“Buku yang luar biasa. Dengan narasi bercerita yang seru, buku ini membantu kita memahami detil-detil sejarah di balik terbentuknya ISIS dan peta konflik di Timur Tengah, bagaimana peran Qassem Soleimani dalam melawan ISIS, dan apa itu filosofi perjuangan sejati. Saya sangat menikmati buku ini.”

**
Narasumber:
-Para penulis buku (Alfian Hamzah, Irman Abdurrahman, Musa Al Kadzim)
-Zuhairi Misrawi
-Dina Y. Sulaeman

Moderator: Hertasning Ichlas

Special performance: Sujiwo Tejo

Diskusinya via ZOOM, pendaftaran, cek di eflyer (foto).

“Mereka yang Mau Mendengar Semua Kata-Kata dan Memilih yang Terbaik”

[Pengumuman Giveaway]

Giveaway yang kemarin saya lakukan bermula dari heboh masalah video Plandemic. Video itu sangat viral (di seluruh dunia) dan kemudian terjadi pembungkaman besar-besaran, setiap kali diupload di Youtube, langsung dihapus.

Khusus di Indonesia, FB bekerja sama dengan sebuah organisasi pemberantas hoaks dan sebuah media, untuk memberangus video ini. Mereka gunakan kata “fact check”. Fakta apa yang dicek? Hanya latar belakang narasumber (Dr. Judy Mikovits). Tentu saja, yang dipilih sebagai bantahan adalah artikel-artikel yang menjelek-jelekkan Dr. Judy.

Padahal, ada fakta yang jauh lebih krusial diperhatikan di video itu: ada beberapa dokter yang juga tampil di video itu, yang mempertanyakan kejanggalan penanganan Covid-19. Fakta itu seperti sengaja dikaburkan oleh para “pemeriksa fakta”, mereka hanya fokus share link kontra Dr. Judy-nya.

Giveaway yang saya lakukan kemarin, tidak terduga, sambutannya sangat banyak. Buku itu tentang Suriah. Kaitannya dengan Covid adalah: keterbukaan informasi.

(lebih…)