Kajian Timur Tengah

Beranda » Keamanan Global

Category Archives: Keamanan Global

Corona di Palestina

Jurnalis Yumna Patel, yang tinggal di Palestina, kemarin (24/3) menulis update dari Betlehem, antara lain: jumlah kasus corona di Palestina mencapai 60 orang; 58 di Tepi Barat dan 2 di Gaza. 40 di antara mereka tinggal di Bethlehem, yang merupakan episentrum wabah corona di Palestina. 17 orang dinyatakan sudah sembuh.

Bethlehem adalah kota yang banyak dikunjungi turis atau peziarah, terletak di Yerusalem selatan. Dan karena itulah, baik aparat Palestina maupun Israel sama-sama menutup kota itu dari kunjungan turis. Koordinasi untuk mengisolasi kota ini oleh sebagian media digembar-gemborkan dengan judul “Palestina dan Israel BERSATU karena Corona”.

Menurut Patel, bisnis di Bethlemen ditutup, polisi membuat blokade di penjuru kota dan diberlakukan jam malam. Masjid-masjid dan gereja-gereja kosong. Suara azan masih terdengar, tapi dengan tambahan kalimat “sholat di rumah saja”. Setiap beberapa hari sekali, dilakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kawasan kota ini. Warga juga patuh mengikuti perintah untuk diam di rumah.

(lebih…)

Corona alias Covid 19 ini benar-benar menjadi ujian bagi manusia di berbagai level, mulai individu hingga negara, bahkan aliansi/komunitas negara. Siapa kawan sejati, dan siapa kawan yang hanya mau bersama di saat suka, semakin terlihat jelas.

Juga, fenomena ini semakin membongkar hipokritas (kemunafikan) Barat yang selama ini mengaku sebagai penjunjung HAM dan demokrasi. Dalam kondisi yang sangat sulit seperti sekarang, Iran dibiarkan kewalahan sendiri, embargo tidak dicabut, sehingga bahkan untuk mengimpor peralatan medis dan obat-obatan pun tidak bisa. Untungnya kemudian China datang membawa bantuan yang diangkut dalam 8 pesawat Mahan Air.

(lebih…)

Video: Turki Menggunakan Pengungsi Sebagai Senjata

Penggunaan pengungsi/migran sebagai senjata untuk menekan negara lain bukan hal baru. Anda bisa baca di artikel Kelly Greenhil, Weapons of Mass Migration: Forced Displacement as an Instrument of Coercion; Strategic Insights, v. 9, issue 1 (2010).

Di video ini terihat jelas bagaimana Turki menggunakan pengungsi untuk menekan Uni Eropa agar mau membantunya mempertahankan Idlib (supaya tidak diambil alih oleh Suriah; padahal Idlib adalah wilayah Suriah). Akibatnya, hari ini Yunani menghadapi krisis pelanggaran perbatasan yang terorganisasi, masif, dan ilegal yang dibacking oleh Turki.

Hal yang jadi catatan dari arus pengungsi dari Turki ke Yunani:
-Yunani sepertinya dipilih jadi “korban” karena negara inilah yang menolak NATO membantu Turki di Idlib.
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah laki-laki muda, kuat, dan sebagian terlihat eks milisi teror (lihat video)
-Kebanyakan pengungsi yang dilepas adalah non Suriah, melainkan: Afghanistan, 64%, Pakistan, 19%, Iraq, Iran, Morocco, Ethiopia, Bangladesh, Egypt: 5.4%, Τurki, 5%, Suriah, 4% dan Somalia, 2.6% (sumber data: https://bit.ly/2VYzawW)

Sumber video: akun jubir pemerintah Yunani, Stelios Petsas https://bit.ly/3aF3Y9Y

Milisi teror yang dihadapi oleh tentara Suriah memang bukan kaleng-kaleng. Mereka punya senjata lengkap, disuplai oleh negara-negara kaya raya (plus dari uang sumbangan rakyat berbagai negara, termasuk Indonesia).

Jadi aneh bila ini dibilang “perang saudara” atau
“rezim menindas rakyat”. Rakyat model apa yang punya persediaan senjata sekuat/lebih kuat dari negara?

Beberapa tahun pertama perang (2012- akhir 2016), tentara Suriah kelabakan, bahkan sekitar 70% wilayahnya dikuasai milisi teror ini. Karena itulah Suriah minta bantuan Iran, Rusia, dan Hizbullah. Sejak Desember 2016, posisi berbalik, satu persatu wilayah Suriah berhasil dibebaskan. Kini tersisa 1 provinsi yang berbatasan dg Turki, Idlib. Inilah front terakhir para teroris. Turki dan AS pun turun tangan membantu para teroris ini.

[kalau dishare, pengantar dari saya tidak terbawa, perlu dicopas dulu]

https://web.facebook.com/theSyriainsider/videos/138045994227094/?t=0

Siapa tahu ada yang butuh tulisan ilmiah, bukan sekedar analisis ringan di medsos. Ditulis thn 2016, tapi masih relevan untuk mengetahui aspek ideologi pemimpin dalam mengindentifikasi national interest dalam kebijakan luar negeri Turki.

Di tulisan ini, bab kajian teori dan daftar pustaka sengaja tidak ditampilkan karena tadinya, paper ini akan dikembangkan lagi untuk keperluan publikasi (jurnal). Tapi meski sudah 3 thn berlalu, paper yang rencanakan itu belum beres juga. Soalnya, perubahan sikap beliau ini sangat cepat. Jadi ribet. Nunggu konflik selesai ajalah, baru dianalisis.

*Kesimpulan*

(lebih…)

AS secara terang-terangan membantu para teroris di Idlib.

Foto ini adalah Duta Besar AS untuk PBB, Kelly Craft, bersalaman (ada video dan foto lain juga), berpose bersama anggota White Helmets. Saya sudah sering menulis, siapa WH ini, yang tak lain anggota milisi teroris yang berganti baju supaya tampil seolah ‘relawan kemanusiaan’.

Craft menjanjikan bantuan untuk para pengungsi Idlib. Craft datang bersama pejabat AS lainnya, Perwakilan Khusus AS untuk Suriah, James Jeffrey.

Jeffrey mengatakan, “Kami siap untuk menyediakan – seperti dikatakan Presiden – amunisi.. Turki adalah sekutu NATO. Kami punya program penjualan alat militer yang sangat-sangat besar; sebagian besar dari peralatan militer Turki menggunakan perlengkapan [produk] AS. Kami akan memastikan bahwa perlengkapan itu siap [disuplai]. Sebagai rekan NATO, kami berbagi informasi intelijen…dan kami akan memastikan bahwa Turki memiliki apa yang mereka butuhkan di sini [Suriah].” [1]

(lebih…)

Banyak yang nanya di komen, juga di inbox, ada apa di India. Saya bukan ahli India (dan kasus yang ada saat ini di India tidak terkait dengan Timteng).

Jadi, Anda yang nanya kemarin, nonton ini saja. Video berasal dari Deutsche Welle (DW, media Jerman), tapi yang ini ada terjemahan Indonesianya. Singkat dan jelas.

*ZSM ga usah nyolot soal judul video (apa hubungannya dg Israel?) Tentu suka-suka yang bikin video terjemahan ya, dan itu bukan saya. Tapi saya bantu kasih penjelasan: ada kemiripan situasi, Israel kan juga sdg mengupayakan agar Israel hanya untuk orang Yahudi. Sedang di India, ada upaya (dari sebagian politisi rasis) untuk membentuk “India hanya untuk Hindu”. Padahal, India adalah negara yang menyatakan sebagai demokratis dan sekuler. UU yang diskriminatif atas dasar agama tentu bertentangan dengan demokrasi dan sekularisme.

Muda, cantik, cerdas, pemberani. Salut banget sama Carla Ortiz.
Dia datang ke Aleppo, meliput langsung detik-detik pembebasan Aleppo timur 2016

Antara lain yang dia saksikan: sebelum pembebasan Aleppo tentara Suriah membuat koridor kemanusiaan dimana warga sipil dipersilahkan keluar sebelum perang terjadi

Lalu dia datang ke bekas markas White Helmets, dan ia temukan bendera yang kata orang HTI “bendera tauhid” di sana. Anehnya, Netflix bikin film yang memuji-muji WH dan dapat piala Oscar.

https://web.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/337048067070454/?t=0

Teroris dari Malaysia di Idlib.
Mereka mengaku “berjihad”.
Media Barat menyebut mereka “pemberontak moderat”.
Saat ini tentara Suriah sedang berperang, mengusir milisi-milisi teror ini dari tanah Suriah. Militer Turki pun turun tangan membantu mereka agar tetap bercokol di Suriah.

https://web.facebook.com/The.Dragon.SY2/videos/1672972979511902/?t=0

Tom Duggan ini jurnalis asal Inggris yang stay di Damaskus dan aktif memberitakan konflik Suriah (yang membantah narasi media mainstream). Dia mengabarkan, ada bom mobil lagi yang meladak di pinggiran Damaskus (kemarin), minimalnya ada 1 korban tewas.

Saya sempat mengontak seorang rekan yang tinggal di sana, dia cerita, sejak awal Feb ini ada 6x ledakan bom mobil di Damaskus. Kemungkinan pelakunya para teroris yang mengaku bertobat dan dapat amnesti dari pemerintah. Makanya bisa berkeliaran di Damaskus. Seiring kekalahan “teman-teman sepengajian” mereka di Idlib, mereka ngamuk lagi rupanya dan main bom lagi 😦