Kajian Timur Tengah

Beranda » Keamanan Global

Category Archives: Keamanan Global

“Deconstructing Saudi Arabia’s Foreign Aid Motives to Yemen”

Pagi-pagi dapat kabar gembira, salah satu mantan mahasiswa saya (sudah lulus), menulis artikel jurnal (dari skripsinya) dan sudah dimuat. Tulisan ini mencantumkan juga nama saya (dan mantan dosen senior kami, Bapak Taufik), karena memang kami juga memberikan kontribusi dalam proses penelitian dan penulisannya.

Jurnal Global ini proses reviewnya “sadis”, reviewernya kritis dan detil, sehingga bolak-balik perlu direvisi. Untungnya mahasiswa saya ini pinter banget, masukan dari reviewer dan arahan dari saya dengan cepat dipahami lalu bisa ia tuliskan dengan sangat baik.

Artikel ini istimewa karena, sejauh ini, jarang saya temukan artikel akademik tentang Yaman, yang kritis dan berimbang. Biasanya tulisan-tulisan tentang Yaman hanya menulis ulang narasi mainstream tanpa kekritisan. Must read, deh.

(lebih…)
Iklan

Mencermati Narasi Agen AS (Liberalis) di Indonesia

Operasi Penggulingan Rezim di Iran (2)

Upaya AS menggulingkan rezim di Iran tidak dilakukan baru-baru ini saja, melainkan sejak awal berdirinya Republik Islam Iran tahun 1979 (melalui referendum, bukan keinginan sepihak dari elit).

Selain NED (sudah dibahas di 2 postingan sebelumnya), ada lembaga-lembaga lain yang berperan penting dalam operasi penggulingan rezim-rezim yang tidak dikehendaki AS. Antara lain, International Crisis Group (ICG) dan Brookings Institution. NED, ICG, dan BI berperan dalam mendorong perubahan rezim di berbagai negara, termasuk Libya, Suriah, dan Iran.

Sekedar info, mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, yang pernah ditugasi menjadi mediator perdamaian di Suriah, adalah trustee (penasehat) di ICG, bersama tokoh-tokoh Zionis, seperti George Soros, Zbigniew Brzezinski, dan Shimon Peres. Baik NED, ICG, Brookings, dan lain-lain, didanai oleh Big Oil (Conoco-Philips, Chevron, ExxonMobil), Coca Cola, Bank of America, Microsoft, Standard Chartered, Citigroup, Hilton, McDonald, GoldmanSach, dll.)

(lebih…)

Operasi Penggulingan Rezim di Iran (1)

Silakan simak dulu postingan saya sebelumnya, soal NED, CIA, dan operasi penggulingan rezim di berbagai negara. Di situ disebutkan, agar massa bisa bergerak dalam satu kesatuan, perlu persatuan di level alam bawah sadar. Di antara yang digunakan adalah simbol, nyanyian, pengalaman di masa lalu.

Di tiap negara target, tentu isu yang dipakai berbeda. Untuk Ukraina, dalam aksi penggulingan rezim tahun 2014, isunya adalah kebebasan (bersatu dengan Eropa Barat) dan Russophobia (yel-yel yang dipakai para demonstran adalah anti-Rusia, padahal 30% warga Ukraina sendiri beretnis Rusia).

Untuk Iran, dari dulu sampai sekarang, isu yang sering dipakai adalah hijab. Mereka ciptakan narasi, selembar kerudung yang dipakai perempuan Iran (dan juga di negara manapun, termasuk oleh saya) adalah representasi penindasan agama.

(lebih…)

NED, CIA, dan Operasi Penggulingan Rezim oleh AS

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1272404549999831

National Endowment for Democracy (NED) adalah organisasi yang yang kata pendirinya, Allan Weinstein, “melakukan hal-hal yang dulu dilakukan CIA secara rahasia.”

Apa itu? Antara lain, NED menginfiltrasi media, gerakan masyarakat sipil, dan politisi, di negara target, dengan memberikan dana bantuan, pelatihan, dll. Infiltrasi dengan berkedok “demokrasi” dan “kebebasan” itu dilakukan bertahun-tahun, seolah-olah baik dan sedang membantu rakyat di negara tsb.

Tapi, kemudian ketika diperlukan (ketika pemerintahan di negara target menolak tunduk pada kehendak AS), gerakan yang sudah dipersiapkan sejak lama oleh NED pun diluncurkan dengan kedok “revolusi”. Biasanya, mereka menggunakan simbol warna, sehingga disebut “revolusi berwarna”.

Silakan simak penjelasannya di video ini, saya bela-belain menghabiskan waktu berjam-jam untuk menerjemahkannya, khusus buat follower fp ini.

—-

Btw, di Indonesia adakah jaringan NED? Ya ada dong, masa enggak. Silakan simak tulisan saya:

Kebohongan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/675797677210974

Media massa korporasi (jaringan media mainstream) terbukti menyebarkan kebohongan soal Irak (ingat kasus “Nayirah” di Perang Teluk I, lalu kisah “senjata pembunuh massal” di Perang Teluk II) dan soal Suriah (baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo)

Juga, soal c*vid. Baru-baru ini, dalam sebuah dengar pendapat soal C*vid di Parlemen Uni Eropa, anggota parlemen Belanda Rob Roos, menanyai seorang eksekutif senior Pfizer, Janine Small.

“Apakah vaksin Pfizer Covid diuji dulu, apa benar bisa menghentikan penularan virus, sebelum vaksin itu dilepas/dijual ke pasar? Jika tidak, tolong katakan dengan jelas. Jika ya, apakah Anda bersedia berbagi data dengan kami? Saya benar-benar menginginkan jawaban langsung, ya atau tidak,” kata Bob Roos.

Janine Small, pejabat di Pfizer, menjawab:

(lebih…)

Ini kejadian di Inggris lho yaa… yang dikritik juga lembaga pengawas obat-obatan Inggris (MHRA).

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/499678615011912

Orang Indonesia tidak perlu baper. Para f*ckceker lokal juga ga usah kezel lalu kasih rekomendasi blokir. Kalian juga biasa kutip-kutip orang bule sebagai dalil saat menstempeli hoax info soal cvd kan? Lha ini kan orang bule sedang mempertanyakan lembaga BPOM dan dokter-dokter mereka sendiri?

[Teks terjemahan berasal dari auto-translation di Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=dIVZ5ssWB-o ]

Jilbab

Gara-gara urusan hijab di Iran, netizen di Indonesia banyak yang ikut nyinyir. Orang yang memberi informasi pembanding (termasuk saya), disebut “buzzer Iran”. Lha kalian yang nyinyir, buzzer apa? Buzzer Islam Liberal buatan Barat? Atau buzzer Amerika? Bukankah AS sangat berkepentingan dengan tergulingnya rezim di Iran?

Atau buzzer Israel? FYI: Israel dengan tidak tahu malu menyatakan mendukung “penegakan HAM di Iran”, padahal kaum perempuan Palestina setiap hari dilanggar HAM-nya, anak-anak, ayah, dan saudaranya dibunuhi oleh serdadu Zionis. Kalian pernah menyinyiri Israel? Atau malah warga Palestina yang kalian nyinyiri, kalian sebut sebagai Arab atau “kadrun”?

(lebih…)

Di FB sy memang belum sempat nulis soal kasus ini, tapi di Twitter sudah beberapa kali mencuit.

Saya akan diskusikan di podcast live sore ini, Seroja TV.

Ngobrol soal AS di Rusia, Ukraina, Timteng, di podcast “Unpacking Indonesia” (host: Pak Zulfan Lindan)

https://www.youtube.com/channel/UCeicx7dwUaUsjxjYCGwBP-w