Kajian Timur Tengah

Beranda » Keamanan Global

Category Archives: Keamanan Global

Pilpres Suriah dan Pelajaran untuk Faksi Ikhwanul Muslimin

https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1642653179251553

Bashar Al Assad menang pemilu untuk ke-2 kalinya pasca perubahan UUD Suriah. Kalau dihitung sejak masa ia pertama kali jadi presiden, ini adalah periode ke-4 kalinya.

Dulu, menurut UUD Suriah, seseorangbisa jadi presiden seumur hidup (ikut pilpres terus) Tapi, menyusul aksi-aksi demonstrasi di tahun 2011 – awal 2012 awal, Assad melakukan berbagai upaya reformasi, memenuhi tuntutan para demonstran, antara lain, perubahan UUD mengenai masa jabatan. Kini, seseorang hanya boleh jadi presiden 2x berturut-turut (seperti di Indonesia). Masa jabatannya 7 tahun.

Perubahan UUD itu disahkan melalui referendum nasional. Seharusnya, segera dilakukan pemilu. Tapi, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, bekerja sama dengan milisi-milisi Al Qaida (yang kemudian menjelma jadi ISIS) malah angkat senjata. Tuntutan yang awalnya adalah reformasi dalam sistem demokrasi, tiba-tiba berubah jadi “mendirikan khilafah di Suriah.”

Karena perang, pemilu yang didasarkan oleh UUD yang baru itu, terlaksana tahun 2014. Saat itu Assad menang.

(lebih…)

MEMBELA PALESTINA BUKAN BERARTI GANTI BENDERA

Membela Palestina itu bukan berarti kita GANTI BENDERA ya! Aneh banget kalau ada yang menggeser opini seperti ini. Seolah kalau kita bela Palestina, bendera kita ganti jadi bendera Palestina.

Bendera orang Indonesia ya jelas tetap merah putih. Kebijakan luar negeri kita juga jelas, pro Palestina. Masak Presiden Jokowi dibilang ganti bendera?

Bu Menlu Retno pernah bilang, “Palestina Ada di Jantung Politik Luar Negeri Indonesia.” Pak Jokowi pernah bilang, “Palestina ada di setiap helaan nafas diplomasi Indonesia.”

Begitu sulitkah memahami bahwa bahwa pembelaan kepada Palestina adalah amanah dari Bapak Bangsa kita, Bung Karno; amanah UUD 45, “bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan..?”

Begitu mudahnya sebagian netizen termakan propaganda yang ingin menggeser opini kemana-mana, termasuk ke urusan bendera. Tujuan penggeseran opini ini (sadar atau tidak) adalah melemahkan pembelaan kepada Palestina, sekaligus menggoyang kebijakan luar negeri RI.

Kalau tidak sanggup mikir yang berat, tidakkah tersisa sedikit saja hati nurani?

(lebih…)

Wawancara dengan Fix Indonesia

PBB Dinilai Mandul Sikapi Konflik Israel-Palestina https://fixindonesia.com/…/pbb…/ZA5xC5UDPjRunRdM8LGiuF

ZSM yang terus mencari-cari pembelaan untuk kejahatan Zionis, kalian presidennya Jokowi atau Netanyahu sih? [Netanyahu = PM Israel]

—————————-

Presiden Jokowi Kecam Aksi Pengusiran dan Kekerasan Israel Terhadap Warga Palestina

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras aksi pengusiran paksa sejumlah warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur oleh pasukan Israel.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al Aqsa tidak bisa dibiarkan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo melalui akun Twitter resminya @jokowi, Senin (10/5/2021).

Terkait hal tersebut, Jokowi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran yang kerap dilakukan Israel.

Presiden juga memastikan bahwa bangsa Indonesia akan terus berpihak kepada rakyat Palestina.

“Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terus dilakukan Israel. Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

https://www.tribunnews.com/…/presiden-jokowi-kecam-aksi….

Mengapa Kaum Moderat Harus Bersuara Mendukung Palestina?

Sebagian orang yang dilabeli “moderat” berusaha mencari-cari justifikasi, pembenaran, atas serangan tentara Israel ke warga Palestina yang sedang sholat tarawih. Seolah-oleh, Israel “berhak” melakukan kekerasan karena diprovokasi massa. Mengapa mereka tidak bertanya dulu: apa status Israel di sana? Mengapa polisi/militer Israel seolah berhak mengatur-atur, siapa dan kapan orang boleh sholat di sana? Apakah Israel “pemilik” Jerusalem?

Bila benar Anda moderat, dalam arti “modern”, cerdas, ga ngamukan, seharusnya, Anda mampu menganalisis dengan baik setiap konflik dengan menggunakan acuan hukum internasional. Seharusnya Anda merujuk pada hukum-hukum modern, bukan klaim “2500 tahun yang lalu.”

Anda semua bisa cek di dokumen-dokumen PBB tiga fakta penting berikut ini:

(lebih…)

Ketika ZSM Sewot Saat Video Kebrutalan Tentara Israel Diupload

Sekarang ini era medsos dan smartphone. Semua kejadian di Palestina (baik itu Jerusalem, Gaza, maupun Tepi Barat), sangat mudah kita akses, kalau mau. Orang-orang di sana langsung merekam apapun kejadian yang mereka alami, lalu upload di medsos. Al Aqsa sudah memanas beberapa pekan terakhir ini. Tentara Israel di Jerusalem timur menggila, menyerang orang-orang Palestina di sana. Bisa Anda ikuti update hariannya di beberapa fanpage Palestina, misalnya Eye On Palestine atau Quds News Network.

Orang-orang yang mengikuti setiap hari, tidak “kaget” lagi lihat video-video kebrutalan tentara Israel. Saya memang belum pernah posting videonya di fanpage. Soalnya, waktu saya terbatas, banyak yang harus ditulis. Tidak semua hal sempat saya tulis.

(lebih…)

Kata “apartheid” biasanya identik dengan Afrika Selatan. Kata ini memang berasal dari Afrika Selatan, yang bermakna pemisahan atau segregasi. Pada tahun 1948, Afrika Selatan secara resmi menerapkan sistem pemerintahan apartheid yang memisahkan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik berdasarkan ras.

Kaum kulit putih memiliki status dan hak-hak yang jauh lebih besar dibandingkan kaum kulit hitam. Pada tahun 1994, rezim apartheid tumbang. Kini, di tahun 2021, tiba-tiba saja, Human Right Watch mengeluarkan laporan yang menyebut Israel sebagai pemerintahan apartheid.

Penyebutan Israel sebagai rezim apartheid sebenarnya sudah sering dilakukan oleh para pengamat, penulis, atau diplomat yang mendukung Palestina.

Konvensi Internasional 1973 tentang Penindasan dan Hukuman Kejahatan Apartheid dan Statuta Roma 1998 untuk Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mendefinisikan apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang terdiri dari tiga elemen utama: niat untuk mempertahankan dominasi satu kelompok ras atas yang lain; penindasan sistematis oleh kelompok dominan atas kelompok yang terpinggirkan; dan tindakan tidak manusiawi.

Yang dimaksud “tindakan tidak manusiawi” antara lain adalah penangkapan sewenang-wenang dan pemenjaraan ilegal, membagi populasi menurut garis ras dengan membuat lokasi terpisah untuk ras tertentu, pemindahan paksa, perampasan tanah, menolak hak untuk “pergi dan kembali ke negara mereka”, dan menolak hak kewarganegaraan atas ras tertentu.

Silakan dibaca lanjutannya di https://fixindonesia.com/…/wYZDaHCPMVVDBnCYKHn9t7…

Jawaban Untuk ZSM Penyembah Israel (2)

Jawaban bagian ke-2 saya gabung aja sekalian dalam podcast Serial Kajian Timur Tengah.

Buat yang ketinggalan berita.. jadi ceritanya gini, ada akun yayasan pendukung Zionis di Indonesia; mereka orang Indonesia asli tapi fanatik membabi-buta membela Israel, membuat video ngawur membantah pernyataan saya. Istilah untuk orang macam ini adalah ZSM (Zionis Sawo Matang).

Isinya propaganda dengan berbagai narasi yang menyesatkan. Misalnya, “Palestina itu udah merdeka kok, buktinya punya Presiden, ngapain dibela-bela mulu?” atau “Milisi Palestina, Hamas, itu kan teroris?! Berarti kalian bela teroris dong?”

Di Serial Kajian Timur Tengah #5 ini, saya berikan jawaban terhadap beberapa propaganda menyesatkan dari kelompok Zionis-Indonesia itu.

Podcast ini dibuat dalam rangka Al Quds International Day yang diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramaadhan. Video saya upload tanggal 7 Mei 2021 / 25 Ramadhan 1442 H, hari Jumat.

https://www.youtube.com/watch?v=Dc3isxgPX4w

Jawaban Untuk ZSM Penyembah Israel (1)

Ada akun pendukung Zionis di Indonesia; dia orang Indonesia asli tapi fanatik membabi-buta membela Israel, membuat video ngawur membantah pernyataan saya. Istilah untuk orang macam ini adalah ZSM (Zionis Sawo Matang).

Saya akan jawab satu-satu ya. Pertama, si ZSM koplak ini bilang, “Siapa bilang Palestina belum merdeka, kan Palestina punya Presiden?”

Argumen seperti ini adalah cara ZSM mengelabui orang-orang awam Indonesia dengan tujuan agar semakin banyak orang Indonesia yang pro-Israel, kalau perlu, buka hubungan diplomatik dengan Israel.

Jawaban saya begini :

(1) Status Palestina adalah “non-member observer state” di PBB (negara-pengamat-non-anggota). ARTINYA: status Palestina BEDA dengan negara “normal”. DI PBB, Palestina tidak punya hak suara.

(lebih…)

Dalam episode ke-4 ini saya akan menunjukkan cara memverifikasi data. Ketika di media atau medsos, beredar info-info hoax seputar “Assad membantai rakyatnya sendiri” dll, bagaimana cara memverifikasinya?

Di video ini ada satu caranya, yaitu mewawancarai pihak yang berbeda. Yang bilang bahwa “Assad membantai rakyatnya sendiri” biasanya sumber infonya dari milisi teror/kubu pro-pemberontak. Nah, kita perlu cek ke pihak lain yang lebih netral, misalnya, mahasiswa Indonesia di Suriah, KBRI, jurnalis independen, dll.

Selain itu, kita perlu mempelajari dokumen resmi, misal data Human Development Index, dll. Ini disebut “triangulasi data”

Kali ini, saya mewawancarai Lion Fikyanto, mahasiswa Indonesia di Suriah. Mohon maaf di sebagian video, suaranya agak bergema, ada kesalahan teknis. Kecilin aja volumenya ya. 🙂

Videonya cukup panjang, ini topik-topik utamanya:

02:20 awal mula Lion bisa kuliah di Suriah

11:11 kisah gugurnya Syekh Al Afyouni dan pemakaman beliau

14:57 salju di Suriah

16:37 aktivitas kaum muda Suriah, keragaman cara berpakaian mereka

20:36 wisata ke makam anaknya Nabi Adam (Habil)

23:20 Lion mengalami langsung serangan-serangan bom dari para teroris yang mengepung Damaskus

32:18 kisah pembebasan Ghouta

37:16 tentang umat Kristiani di Suriah

39:05 Ramadhan di Suriah

40:58 bagaimana kondisi di bawah sistem sosialis-demokratis (banyak subsidi negara)

43:27 murahnya biaya hidup mahasiswa, peluang beasiswa ke Suriah

https://www.youtube.com/watch?v=MnOJEpYF5Cw