Kajian Timur Tengah

Beranda » My Daily Life

Category Archives: My Daily Life

Karena sepertinya dah banyak yang lupa soal konflik Suriah, dan mengapa konflik ini penting untuk terus diingat, dan para pendukung “jihad” Suriah penting untuk terus diingat, saya share ulang podcast saya yang bahas soal Suriah dg mahasiswa Indonesia di Suriah, Lion Fikyanto.

#menolaklupa bukan mengungkit-ungkit aib lama, tapi, yang perlu dicamkan: KESALAHAN PARA USTAD PRO-JIHAD SURIAH adalah mrk sudah memprovokasi banyak orang utk “jihad” ke Suriah (atau minimalnya, berdonasi yg kemudian terbukti disalurkannya ke wilayah yg dikuasai teroris, di Idlib).

Akibatnya, sebuah negeri yg tadinya aman dan damai, kini rakyatnya menderita akibat terorisme. Mereka yang terprovokasi dan teradikalisasi akibat narasi yg salah soal Suriah, tapi tidak bisa pergi ke Suriah, malah melakukan keonaran/teror di Indonesia.

Selama para ustad (dan lembaga-lembaga pengepul donasi yang menebar hoax soal Suriah) itu belum mengklarifikasi, belum meralat ucapannya soal Suriah, selama itu pula mereka tidak bisa dimaafkan dan dilupakan kesalahan fatal mereka. Karena, darah orang-orang (termasuk ulama) Suriah yang sudah tertumpah, penderitaan anak-anak Suriah yang hidup mengungsi, siapa yang menebus? Demikian juga, darah orang-orang Indonesia yang jadi korban, siapa yang menebus?

Subscriber 5000

Pagi ini baru sadar bahwa subscriber channel Youtube saya sudah mencapai 5000. YT ini dibuat setelah saya muncul di podcast Deddy Corbuzier.

Respon atas apa yang saya sampaikan di podcast tsb sangat “rame” (banyak sekali yang marah-marah). Ada ibu-ibu histeris yang bikin status ngamuk, pas dilacak, eh rupanya beliau punya lembaga pengepul donasi, yang antara lain mengirim donasi ke Suriah (ke Idlib, tentu saja). Bahkan, akhirnya, postingan di IG Deddy yang isinya cuplikan podcast tsb akhirnya ditake down oleh IG (karena sangat banyak yang report).

Lalu ada artis yang bikin konten, menyerang saya (atas apa yang saya sampaikan di podcast DC), saat saya lacak, rupanya dia pernah ke Idlib untuk kirim donasi. Yang paham konflik Suriah, pasti paham di Idlib ada siapa. Kalau belum paham, bisa tonton video pertama saya, menanggapi Fauzi Baadilla: https://www.youtube.com/watch?v=do9tqGjFgZ8&t=3s

Channel saya:

https://www.youtube.com/c/DinaYuliantiSulaeman

SETTLER COLONIALISM

Di podcast ini saya dan mas Airlangga Pribadi (dosen di Prodi Ilmu Politik Unair Surabaya) membahas mengenai sebuah konsep yang penting dipahami para pemerhati isu Palestina, yaitu “settler colonialism.” Dengan menggunakan konsep ini, kita bisa menganalisis soal Palestina-Israel secara lebih tajam, dan tidak mudah diombang-ambingkan narasi para buzzer pro-Israel.

Ukraina, Suriah, Palestina

Awalnya, beneran ini, saya tidak merasa perlu menulis soal Rusia-Ukraina karena itu kan wilayah Eropa, sedang saya fokus di Timur Tengah. Lalu, saya baca, zsm-zsm pada nyinyir, “Para pembela Palestina kok ga belain Ukraina, munafik.” Heeeh.. apa-apaan ini, kok disambung-sambungin sama Palestina?? Ada proyek apa lagi nih para zsm?

Walhasil, semakin saya dalami, malah semakin banyak ketemu kaitannya. Akhirnya, saya nulis cukup banyak tuh, selama sebulan terakhir. Saya bahkan bikin podcast soal Rusia-Ukraina sampai 4 kali:

(lebih…)

Ukraina: Antara Bucha dan Donbass

https://youtu.be/ROpnk6iWBp8

Berikut ini lanjutan diskusi dengan mas Albert Muhammad. Di podcast ini kami melanjutkan diskusi mengenai pembantaian massal di Bucha (dimana Rusia dituduh sebagai pelakunya), lanjut dengan pembantaian massal di Donbass yang telah berlangsung 8 tahun (14.000 warga etnis Rusia yang menjadi korban) dan kaitannya ideologi neo-Nazi.

Dengan demikian, sudah ada 3 podcast diskusi dengan mas Albert

1. Rusia dan Islam https://www.youtube.com/watch?v=ab7Gstd-S94

2. Revolusi Berwarna dan Rasisme https://www.youtube.com/watch?v=ulJdKZyO_VA&t=3s

3. Ukraina: antara Bucha dan Donbass https://youtu.be/ROpnk6iWBp8

Setelah ini saya akan kembali membahas Palestina lagi, yang sudah tertunda sekian lama (disela oleh kajian soal Yaman, dan sekarang, Ukraina).

Versi Chechnya: “Ukraina adalah Suriah yang Lain”

Tulisan dengan judul ini pernah saya buat tahun 2014. Saya sejak 2014 pun sudah melihat kesamaan polanya: ini sama-sama agenda penggulingan rezim yang didalangi Barat.

Beberapa waktu yll, ada webinar dimana saya jadi narsum tunggal, saya membutuhkan waktu 1 jam untuk menjelaskan frasa “Ukraina adalah Suriah yang Lain” ini. Saya runut lagi mulai dari teori HI dalam menganalisis konflik, lalu apa kebijakan luar negeri AS, sampai akhirnya kepada kesamaan pola agenda penggulingan rezim AS di Ukraina dan Suriah.

Rekaman webinar saya itu ada di sini:

(lebih…)
https://youtu.be/ulJdKZyO_VA

Dalam podcast sebelumnya bersama mas Albert Muhammad (alumni St. Petersburg University, Rusia), kami menjanjikan ada lanjutan. [“Rusia dan Islam” https://www.youtube.com/watch?v=ab7Gstd-S94]

Berikut ini adalah diskusi lanjutan kami, diawali dengan membahas mengenai sejarah, revolusi berwarna, dan diskriminasi/kejahatan kemanusiaan yang dilakukan kelompok neo-Nazi di Ukraina.

Obrolannya panjang, jadi dibagi dua saja. Di podcast yang akan datang, kami membahas mengenai kasus “pembantaian di Bucha.” https://youtu.be/ulJdKZyO_VA

Barangkali ada yang berminat membaca (tulisan saya dkk).

“Islam Nusantara dan Upaya Menciptakan Perdamaian Berbasis Agama (Religious Peacemaking): Gagasan Nahdlatul Ulama dalam Menciptakan Perdamaian di Afghanistan”

ABSTRAK: Krisis sosial politik di Afghanistan menunjukkan konsekuensi yang mengejutkan, terutama setelah kembalinya Taliban merebut negara itu setelah digulingkan oleh Amerika Serikat (AS) pada tahun 2001. Masyarakat internasional telah mengupayakan negosiasi damai selama sepuluh tahun terakhir. Padahal, Indonesia telah memainkan peran penting dalam mendamaikan faksi-faksi di Afghanistan dengan melibatkan ormas-ormas keagamaan, dalam hal ini Nahdlatul Ulama (NU). Narasi agama tidak bisa dikesampingkan dalam resolusi konflik karena Taliban menggunakan justifikasi agama dalam tindakan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap narasi keagamaan yang digunakan NU untuk menenangkan faksi-faksi yang berseberangan, termasuk Taliban. Metode penelitian kualitatif yang digunakan adalah wawancara dengan informan kunci dan didukung oleh berbagai sumber. Penelitian ini menemukan bahwa Nahdlatul Ulama telah memberikan kontribusi perdamaian dengan pendekatan keagamaan, yaitu hermeneutika perdamaian dan empathy detachment. Dalam implementasinya, NU menggunakan narasi keagamaan Islam Nusantara. Selain itu, NU juga berhasil menciptakan kapasitas, pembangunan institusi, dan kesepakatan di antara faksi-faksi yang bertikai.

(Info: artikel ini berbahasa Inggris, yang saya tulis di atas, terjemahan judul dan abstraknya)

https://journal.walisongo.ac.id/…/wal…/article/view/8945

Biolab AS di Ukraina

Yang sedang banyak dibicarakan terkait konflik AS+Ukraina versus Rusia adalah keberadaan biolab di Ukraina yang didanai AS. AS selama ini memang mendanai biolab di berbagai negara, termasuk Indonesia (NAMRU-2), tapi tahun 2009 resmi ditutup oleh Menkes saat itu, Dr. Siti Fadilah Supari (tapi sampai 2010 masih tetap beroperasi). Nah apa sebenarnya lab ini masih ada (dengan nama lain), seharusnya perlu diselidiki oleh wartawan (kalau berani). Yang jelas, tahun 2018, Antaranews memberitakan bahwa tahun 2012 ada nota kesepakatan baru antara AS dengan pemerintah SBY mengenai keberlanjutan proyek NAMRU di Indonesia (link berita di komen).

Baru-baru ini, Kompas TV memberitakan (saya copas isinya, link berita di komen):

(lebih…)

Ngobrolin Rusia Bareng Orang Rusia (Feat: Dmitriy Kustov)

Dalam podcast ini saya menanyakan berbagai hal soal Rusia ke Dmitriy Kustov ini, misalnya, mengapa dia masuk Islam, mengapa umat Islam di Rusia itu banyak banget, pelajaran agama di sekolah ada atau enggak, Hizbut Tahrir dilarangkah di Rusia, Putin itu beneran diktator atau enggak, apa motivasi Putin sebenarnya dalam operasi militernya ke Ukraina, dll.