Kajian Timur Tengah

Beranda » My Events

Category Archives: My Events

Iklan

Sports and IR (Olahraga dan Hubungan Internasional)

Hari ini saya berkesempatan bertemu dan selfie dengan Menpora Imam Nahrawi saat beliau memberikan kuliah umum di Unpad Training Center Bandung. Ini saya share foto hasil kamera hp saya jadi harap maklum kalau rada blur). Foto selfienya? Buat kolpri aja 🙂

Yang ingin saya share ini adalah isi sebagian kuliah pak Imam yang menurut saya menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh penstudi HI. Apalagi, saya tadi google, rupanya sudah ada yang menulis di jurnal bahwa olahraga dapat menjadi subjek atau alat dalam HI.

Olahraga dapat digunakan oleh negara atau blok geopolitik untuk menampilkan superioritas mereka atau karakteristik lain yang diinginkan. Kemenangan dalam olahraga dapat digunakan oleh negara untuk menunjukkan kekuatannya (Kobierecki, 2013).

(lebih…)

Iklan

Sesekali tidak membahas Timteng 🙂

Tadi saya berkesempatan mempresentasikan paper berjudul “Food Security or Food Sovereignty? Questioning the Paradigm of Indonesian Military Involvement in Agriculture” dalam International Conference on Security Studies bertema “Security for Sovereignty” yang diadakan Pusat Studi Keamanan Nasional dan Global Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Experts of Academic Excellence Research Centre.

Ini catatan saya atas sebagian hal yang dibahas dalam diskusi dengan Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

#VivaPalestine
#IndonesiaSolidarityWeekForPalestine

http://ic-mes.org/politics/bertemu-menlu-palestina-riyad-al-maliki/

Kalau tante yang di “sana” bangga popotoan sama Netanyahu, ibuk-ibuk yang ini bangga berfoto sama Menlu Palestina, Riyad Al Maliki. 🙂

Cerita lengkap menyusul ya…

Yang jelas, pekan ini adalah Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina (Indonesian Solidarity Week for Palestine).

Indonesia selalu bersama Palestina, selalu konsisten membantu perjuangan Palestina hingga menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

**
“Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia.” (kutipan pidato Presiden Joko Widodo, 11 Mei 2018)

Global Research

Tulisan saya tentang Irak dimuat di Global Research.

Untuk versi bahasa Indonesia, tunggu beberapa hari ini ya, insya Allah akan saya upload di web ICMES.

https://www.globalresearch.ca/washingtons-divide-an…/5653854

Laporan Acara Launching ‘Prahara Suriah’

Artikel ini dimuat di web IRIB Indonesia

 

Paramadina: Prahara Suriah, Prahara Indonesia

Oleh: Muhammad Ma’ruf

Dina Y. Sulaeman, perempuan berhati lembut, berpikir kritis dan gemar menulis. Pada tanggal 3/7,  di Aula Nurcholish Madjid, Paramadina, Jl. Gatot Subroto Kav 97, Mampang, Jakarta Selatan berbagi pikiran kritisnya lewat buku “PRAHARA SURIAH Membongkar Persekongkolan Multinasional, terbitan Pustaka Iman. Acara ini dalam rangka Launching dan Bedah Buku yang diselenggarkan Falsafah dan Agama (Program Riset Islam, Etika dan Masyarakat) bekerjasama dengan penerbit Iman.

Dengan metode content analysis, Dina menceritakan faktor konflik Suriah, mengambil dua sumber, versi pemerintah Assad dan Pemberontak. Dalam bukunya Dina mengurut beberapa peristiwa penting, tragedi Houla, Damaskus,  seruan jihad, Khilafah, dukungan Israel untuk jihad, potensi konflik di Indonesia.

 

(Foto: by Haerul Ali)

 

Buku ini oleh Dina, diakui sebagai ekpresi (Welas Asih/empati) sebagai manusia yang ingin menunjukkan keprihatinanya atas korban perang Suriah, terutama pada anak-anak dan perempuan. Ribuan rakyat  menjadi pengungsi akibat perang yang direkayasa. Di samping itu, konflik Suriah yang nun jauh disana telah masuk ke Indonesia. Perang tanpa senjatapun masuk di dunia maya; Facebook, Twitter, blog, berisi seruan jihad dan penggalangan dana di masjid-masjid. Tak kalah serunya dengan latah SBY juga sempat menyerukan Assad untuk turun.

Lewat bukunya Dina membaca konflik Suriah hanyalah konflik rekayasa seperti halnya di Irak, Libya. Temanya demokrasi, penurunan rezim dengan militer dan ujungnya kepentingan minyak dan gas, serta pengamanan Israel. Hasilnya bisa dilihat, pemerintah Libya bukan menjadi khilafah, negara yang sebelumnya tidak punya utang kini berutang pada lembaga finasial Barat, pemerintahan yang baru menyerahkan kontrak minyak gas kepada perusahaan Barat dan Libya yang dulu negara Afrika paling kaya dan makmur  kini menjadi budak Barat.

(lebih…)

UNDANGAN Launching Buku ‘Prahara Suriah’

UNDANGAN launching dan bedah buku Prahara Suriah

Hari/Tanggal : Rabu, 3 Juli 2013
Tempat             : Aula Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina
Jl. Gatot Soebroto, Kav. 97
Mampang, Jakarta Selatan
Waktu : Pukul 14.00 – 17.00 WIB
Narasumber  :

1. Dina Y. Sulaeman (penulis)
2. Dr. Joserizal Jurnalis (relawan kemanusiaan di Gaza, Lebanon, Irak, dll)
3. Very Azis, M.Si (Dosen HI Univ. Paramadina)
4. Agus Nizami (pengelola web media-islam.or.id

1044393_10151985029903835_516239352_n

Perempuan Sebagai Pelopor Revolusi

Makalah berikut ini saya presentasikan dalam Seminar Nasional bertema “Indonesia, Perempuan dan Jati Diri Bangsa”. Menurut saya, cocok diupload di blog ini karena sudut pandang saya global: bagaimana kondisi perempuan secara global dan Indonesia ada di dalamnya. Nasib buruk perempuan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari situasi global umat manusia, khususnya kaum muslimin, sedunia. Visi global kaum perempuan sangat dibutuhkan dalam upaya menyelesaikan kondisi buruk kaum perempuan karena semua problem ini berjalin berkelindan.

Perempuan Sebagai Pelopor Revolusi

Dina Y. Sulaeman

Sekilas Statistik Kondisi Perempuan Di Dunia

  • Perempuan usia 15-44 tahun lebih beresiko mengalami pemerkosaan dan KDRT dibanding mengalami kanker, kecelakaan mobil, perang, atau malaria.

  • Di Australia, Kanada, dan Israel 40-70 %  dari jumlah perempuan yang tewas terbunuh adalah akibat pembunuhan oleh partner (suami/pacar) mereka.

  • Di AS, 1/3 dari jumlah perempuan yang tewas terbunuh adalah akibat pembunuhan oleh partner (suami/pacar) mereka.

  • Di Afrika Selatan, seorang perempuan dibunuh setiap 6 jam, oleh partner intim mereka.

  • Di India, 22 perempuan dibunuh setiap harinya terkait masalah mas kawin.

  • Di Guatemala, rata-rata dua perempuan dibunuh setiap harinya.

  • Jumlah perempuan yang mengalami kekerasan seksual yang dilakukan pria asing (non partner) setelah usia 15 tahun adalah kurang dari 1 % di Ethiopia dan Bangladesh, dan 10-12 % di Peru, Samoa, Tanzania.

  • Di Switzerland, 22,3% perempuan pernah mengalami kekerasan seksual yang dilakukan pria asing (non partner)  sepanjang hidup mereka.

  • Di Kanada,  54% perempuan usia 15-19 tahun mengalami kekerasan seksual saat pacaran.

  • 40 -50 % perempuan di Uni Eropa kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja mereka.

  • Di AS, 83 % perempuan usia 12 -16 tahun mengalami pelecehan seksual di sekolah.

  • Di negara-negara Asia-Pasifik,  30 -40 % perempuan pekerja mengalami kekerasan seksual di tempat kerja meliputi verbal dan fisik.

  • Di banyak masyarakat,  korban pemerkosaan, perempuan yang dicurigai pernah melakukan hubungan seks sebelum pernikahan, dan perempuan yang dituduh berzina, dibunuh oleh keluarga mereka karena dianggap merusak kehormatan keluarga. Pembunuhan yang diistilahkan “honour killing” ini setiap tahunnya (di seluruh dunia) dilakukan terhadap rata-rata 5000 perempuan.

  • Diperkirakan 2,5 juta orang diselundupkan setiap tahunnya, untuk dipekerjakan di sebagai pelacuran dan budak. 80% dari angka itu adalah perempuan dan anak-anak.[1]

  • Selama periode 2005 hingga 2010 terjadi peningkatan perceraian hingga 70 persen di Indonesia.[2] 93,7 persen remaja Indonesia (SMP-SMA) pernah melakukan hubungan seks dan 21,2 % remaja putri pernah melakukan aborsi.[3] Kaum perempuan paling banyak mengalami kekerasan dan penganiayaan oleh orang-orang terdekatnya serta tindak perkosaan di lingkungan komunitasnya sendiri[4]

Kesimpulan umum yang bisa diambil: kondisi perempuan di dunia, baik di Barat maupun di Timur masih sangat memprihatinkan.  Jargon liberalisme versus penindasan agama tidak bisa lagi dijadikan justifikasi untuk menilai kondisi perempuan. Dengan kata lain, kondisi buruk perempuan di negara-negara muslim tidak bisa dianggap sebagai akibat dari ‘penindasan agama’ karena terbukti, di negara-negara Barat yang menganut paham ‘kebebasan perempuan’ pun kondisinya juga sangat memprihatinkan.

Karena itu, dalam makalah ini, penulis tidak akan membahas isu liberalisme. Sudah terlalu banyak bukti yang menunjukkan kegagalan konsep liberalisme dalam memuliakan perempuan.  Liberalisme bukan lagi alternatif yang layak dipilih oleh kaum muslimah. Namun,  bila berpaling kepada ajaran Islam pun, masih banyak keraguan yang muncul saat melihat realitas buruknya kondisi kaum perempuan di negara-negara muslim.

Di manakah letak persoalannya dan di mana jalan keluar?

(lebih…)

Talkshow “Bandung Spirit for Palestine”

Melewatkan akhir tahun di Museum Konperensi Asia Afrika yuk..? Ada beragam acara:
1. Pameran foto bertajuk “Palestina dalam Bingkai” (berlangsung hingga tanggal 31 Januari 2013)

2.Talkshow “Bandung Spirit for Palestine” (talkshow dimulai sekitar pukul 14.45; sebelumnya ada pemutaran film dan pagelaran musik, dll)

Pembicara: Direktur Timur Tengah Kemlu, Budhiyana K (Pemred Pikiran Rakyat), Mas Hendrajit (Direktur Global Future Institute), Dina Y. Sulaeman (penulis dan pengamat Timteng), dan Desmod Andrian (Museum KAA). Moderator Teuku Syah Reza (Dosen FISIP Unpad)

3. Night At The Museum (museum tour dan menikmati penampilan musik dan seni dari Adew Habtsa dan rekan, Caturpillar, Arumba Vaganza, Kerontjonger Indonesia, Club Nahnu Arabiyun SMKAA, Cafe Concordia).

ACARA TERBUKA UNTUK UMUM DAN GRATIS.
Dimulai jam 13.00 sampai 00.59
156442_573696359311037_1569635006_n

Terjemahan Lengkap Pidato Ayatullah Khamenei di depan peserta Konferensi Internasional ‘Women and Islamic Awakening’ (11 Juli 2012)

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pertama, kami mengucapkan selamat datang kepada Anda semua, saudari-saudari kami yang mulia, anak-anak [perempuan] saya yang saya kasihi, dan para tokoh perempuan dari berbagai penjuru negara muslim. Di sini adalah rumah Anda semua, milik Anda, dan saya berharap Allah SWT memberikan berkah-Nya kepada konferensi ini dan kepada umat Islam. Konferensi ini menurut saya sangatlah penting. Pertemuan tokoh muslimah dari Timur dan Barat dunia Islam memiliki nilai yang sangat penting bagi kebangkitan Islam. Nilai penting konferensi ini antara lain, kesempatan bagi para tokoh perempuan dari berbagai negara untuk saling mengenal dan saling bertemu.

Dan pertemuan ini sungguh penting. Sejak seratus tahun yang lalu, Barat dengan kekuatan uang, senjata, maupun diplomasinya berusaha untuk memaksakan budaya dan gaya hidupnya ke tengah masyarakat muslim, termasuk ke tengah-tengah kehidupan kaum muslimah. Selama 100 tahun mereka berupaya agar muslimah merasa asing dengan jati dirinya sendiri. Semua alat mereka pakai untuk melancarkan upaya ini, mulai dai uang, propaganda, senjata, tipuan materialisme, juga pemanfaatan hawa nafsu alami manusia. Semua ini mereka gunakan untuk menjauhkan kaum perempuan dari jati diri keislaman mereka. Hari ini, jika Anda kaum muslimah berjuang untuk mengembalikan kaum Anda kepada jatidiri mereka, maka itulah bakti terbesar Anda kepada umat Islam, kepada kebangkitan Islam, serta kepada kemuliaan dan kejayaan Islam.

(lebih…)