Kajian Timur Tengah

Beranda » My Events

Category Archives: My Events

Pakar : Wahabisme Sumber Doktrin Perpecahan Umat

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakar “Wahabisme, Sumber Doktrin Perpecahan Umat”, Dina Yulianti Sulaeman dalam wawancaranya dengan Tehran Times, sebuah media berbahasa Inggris paling terkemuka di Iran mengatakan bahwa Wahabisme “tidak mendorong pemikiran rasionalis”. “Doktrin yang dikemukakan Wahabisme adalah purifikasi dan takfirisme. Doktrin-doktrin seperti itu akan menimbulkan perpecahan dan konflik di antara dunia Muslim,” kata Dina.

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini berpendapat bahwa peradaban Islam membutuhkan rasionalitas dan persatuan. “Jadi, bagaimana mungkin ajaran seperti itu menjadi pemimpin dunia Islam?”, dia bertanya.

Berikut ini teks wawancaranya:

T: Apa evaluasi Anda tentang beberapa ketegangan sektarian di Asia Barat/Timur Tengah yang disponsori oleh Barat untuk menabur benih perselisihan antara Syiah dan Sunni?

(lebih…)

Kemerdekaan yang Tidak Bisa Dicapai dengan Cuitan Keprihatinan

Empat puluh empat tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1977, Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 29 November sebagai Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina. Ketetapan yang dikukuhkan oleh Resolusi PBB No. 32/40 B ini mengawali peringatan di tahun-tahun berikutnya. Peringatan yang terus memunculkan pertanyaan: kapankah bangsa Palestina akan merdeka?

Dalam peringatan tahun ini, seperti biasa, PBB mengadakan sidang di Markas PBB New York. Sebagian pembicara hadir secara langsung, sebagian lagi menyampaikan pendapatnya melalui rekaman video, mengingat situasi pandemi yang membatasi mobilitas. Selain perwakilan negara-negara, aktivis sipil juga diminta menyampaikan pandangannya. Salah satunya adalah seorang pemuda Palestina yang baru-baru ini dinobatkan sebagai satu dari 100 orang paling berpengaruh di dunia versi majalah TIME, Mohammed El Kurd.

Salah satu kalimat El Kurd yang sangat menohok adalah bahwa kejahatan perang yang dilakukan Israel “tidak akan bisa dihentikan hanya dengan pernyataan kecaman” atau “cuitan keprihatinan” (tweets of concerns).

Lalu, apakah kita, masyarakat sipil yang mendukung Palestina, sia-sia saja bersuara di medsos? Jawabannya, simak dalam tulisan berikut ini. https://fixindonesia.com/…/kemer…/WxAAHrvBjX94TLvhJFDQPR

Kata Pengantar untuk Buku tentang Sang Penumpas ISIS

Beberapa bulan yang lalu, buku ini terbit. Ini buku terjemahan, dan saya diminta menuliskan kata pengantar. Saya terlewat untuk mengabarkannya di FP ini. Karena kemarin artikel saya yang mereview posisi hukum internasional terhadap pembunuhan yang dilakukan oleh AS terhadap Jend Qassem Soleimani dimuat di jurnal [1], saya jadi teringat lagi pada buku ini. Selain, itu, kemarin juga ada yang nanya soal IRGC yang dikatain “teroris” oleh AS (sehingga, salah satu atlet Iran yang menang Olimpiade, yang berprofesi sebagai perawat di RS yang dikelola IRGC, dikatain teroris).

Berikut ini ringkasan kata pengantar saya untuk buku tsb. (selengkapnya bisa baca di bukunya).

***

Seiring dengan maraknya aksi terorisme yang dilakukan oleh ISIS, Al Qaida (dan afiliasinya, seperti Al Nusra, Jaysh al Islam, dll di Suriah), kata-kata “jihad” dan “syahid” jadi memiliki konotasi negatif.

Sebagian pihak Muslim membela diri, menyebut “teroris tidak mengenal agama.” Bila kita mau jujur, ini adalah pernyataan yang tidak ditunjang oleh bukti. Bila teroris tidak mengenal agama, bukankah sangat banyak bukti video para teroris bawa-bawa ayat Quran atau hadis?

(lebih…)

Wawancara dengan Fix Indonesia

PBB Dinilai Mandul Sikapi Konflik Israel-Palestina https://fixindonesia.com/…/pbb…/ZA5xC5UDPjRunRdM8LGiuF

Kata “apartheid” biasanya identik dengan Afrika Selatan. Kata ini memang berasal dari Afrika Selatan, yang bermakna pemisahan atau segregasi. Pada tahun 1948, Afrika Selatan secara resmi menerapkan sistem pemerintahan apartheid yang memisahkan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik berdasarkan ras.

Kaum kulit putih memiliki status dan hak-hak yang jauh lebih besar dibandingkan kaum kulit hitam. Pada tahun 1994, rezim apartheid tumbang. Kini, di tahun 2021, tiba-tiba saja, Human Right Watch mengeluarkan laporan yang menyebut Israel sebagai pemerintahan apartheid.

Penyebutan Israel sebagai rezim apartheid sebenarnya sudah sering dilakukan oleh para pengamat, penulis, atau diplomat yang mendukung Palestina.

Konvensi Internasional 1973 tentang Penindasan dan Hukuman Kejahatan Apartheid dan Statuta Roma 1998 untuk Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mendefinisikan apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang terdiri dari tiga elemen utama: niat untuk mempertahankan dominasi satu kelompok ras atas yang lain; penindasan sistematis oleh kelompok dominan atas kelompok yang terpinggirkan; dan tindakan tidak manusiawi.

Yang dimaksud “tindakan tidak manusiawi” antara lain adalah penangkapan sewenang-wenang dan pemenjaraan ilegal, membagi populasi menurut garis ras dengan membuat lokasi terpisah untuk ras tertentu, pemindahan paksa, perampasan tanah, menolak hak untuk “pergi dan kembali ke negara mereka”, dan menolak hak kewarganegaraan atas ras tertentu.

Silakan dibaca lanjutannya di https://fixindonesia.com/…/wYZDaHCPMVVDBnCYKHn9t7…

Jawaban Untuk ZSM Penyembah Israel (2)

Jawaban bagian ke-2 saya gabung aja sekalian dalam podcast Serial Kajian Timur Tengah.

Buat yang ketinggalan berita.. jadi ceritanya gini, ada akun yayasan pendukung Zionis di Indonesia; mereka orang Indonesia asli tapi fanatik membabi-buta membela Israel, membuat video ngawur membantah pernyataan saya. Istilah untuk orang macam ini adalah ZSM (Zionis Sawo Matang).

Isinya propaganda dengan berbagai narasi yang menyesatkan. Misalnya, “Palestina itu udah merdeka kok, buktinya punya Presiden, ngapain dibela-bela mulu?” atau “Milisi Palestina, Hamas, itu kan teroris?! Berarti kalian bela teroris dong?”

Di Serial Kajian Timur Tengah #5 ini, saya berikan jawaban terhadap beberapa propaganda menyesatkan dari kelompok Zionis-Indonesia itu.

Podcast ini dibuat dalam rangka Al Quds International Day yang diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramaadhan. Video saya upload tanggal 7 Mei 2021 / 25 Ramadhan 1442 H, hari Jumat.

https://www.youtube.com/watch?v=Dc3isxgPX4w

Dalam episode ke-4 ini saya akan menunjukkan cara memverifikasi data. Ketika di media atau medsos, beredar info-info hoax seputar “Assad membantai rakyatnya sendiri” dll, bagaimana cara memverifikasinya?

Di video ini ada satu caranya, yaitu mewawancarai pihak yang berbeda. Yang bilang bahwa “Assad membantai rakyatnya sendiri” biasanya sumber infonya dari milisi teror/kubu pro-pemberontak. Nah, kita perlu cek ke pihak lain yang lebih netral, misalnya, mahasiswa Indonesia di Suriah, KBRI, jurnalis independen, dll.

Selain itu, kita perlu mempelajari dokumen resmi, misal data Human Development Index, dll. Ini disebut “triangulasi data”

Kali ini, saya mewawancarai Lion Fikyanto, mahasiswa Indonesia di Suriah. Mohon maaf di sebagian video, suaranya agak bergema, ada kesalahan teknis. Kecilin aja volumenya ya. 🙂

Videonya cukup panjang, ini topik-topik utamanya:

02:20 awal mula Lion bisa kuliah di Suriah

11:11 kisah gugurnya Syekh Al Afyouni dan pemakaman beliau

14:57 salju di Suriah

16:37 aktivitas kaum muda Suriah, keragaman cara berpakaian mereka

20:36 wisata ke makam anaknya Nabi Adam (Habil)

23:20 Lion mengalami langsung serangan-serangan bom dari para teroris yang mengepung Damaskus

32:18 kisah pembebasan Ghouta

37:16 tentang umat Kristiani di Suriah

39:05 Ramadhan di Suriah

40:58 bagaimana kondisi di bawah sistem sosialis-demokratis (banyak subsidi negara)

43:27 murahnya biaya hidup mahasiswa, peluang beasiswa ke Suriah

https://www.youtube.com/watch?v=MnOJEpYF5Cw

Tulisan terbaru sayaBiden dan Kebijakan Luar Negeri AS di Timteng.

https://fixindonesia.com/…/cb3c830a-d715-4a10-b9c2…

Bongkar Fakta #1

Simak IG live dengan mahasiswa Indonesia di Suriah.Logika aja ya, yang kuliah di Suriah selama ini tuh mayoritasnya Ahlussunnah, mereka belajar dengan dosen-dosen/ulama cendekiawan yang Ahlussunnah.

Artinya, kalau ada yang bilang bahwa “orang Sunni di Suriah dibantai oleh rezim Syiah”, kemungkinannya dua: sengaja bohong (demi mengepul donasi, misalnya) atau salah info (dengar kata orang, diterima begitu saja).

Yuk kita simak apa kesaksian Lion Fikyanto (mahasiswa Ahlussunnah) yang saat ini sedang kuliah di Suriah.

Tentang terorisme dan radikalisme di Indonesia

https://youtu.be/6Zq-3kzDcjI