Kajian Timur Tengah

Beranda » NATO

Category Archives: NATO

Jumping Conclusion

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/665771811553804

Info yang disebarluaskan: Mahsa Amini meninggal karena disiksa/dibunuh polisi.

Kesimpulan yang disebarluaskan: di Iran perempuan direpresi, artinya, Iran itu “kadrun”, dan karena itu, sistem pemerintahan Islam harus dibubarkan.

Ini adalah “jumping conclusion” atau pengambilan kesimpulan yang meloncati tahap-tahap verifikasi yang seharusnya dilakukan sebelum mengambil kesimpulan.

Ini persis narasi kelompok radikal:

Ferdy Sambo membunuh Brigadir J. Kata radikalis, “Tuh lihat! Polisilah pelaku teror yang sesungguhnya! Radikal-radikul itu narasi rezim belaka! Bubarkan rezim Jokowi!”

(lebih…)

Para elit yang tidak kompeten.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3278202662402895

Biden dan Macron ngobrol pelan di KTT G7, tapi ada wartawan yang mendengarkan. Intinya, Macron mengatakan kepada Biden bahwa Arab Saudi dan UEA tidak memiliki kapasitas minyak yang cukup untuk menggantikan minyak Rusia:

Kata Macron, “Saya berbicara dengan MbZ (Mohammed bin Zayed). Dia memberitahuku dua hal. Bahwa dia sudah maksimal, pada kapasitas produksi maksimal. Inilah yang dia klaim. Dan kemudian dia mengatakan bahwa Saudi dapat meningkatkan produksi sebesar 150.000 barel per hari. Mungkin sedikit lebih, tetapi mereka tidak akan memiliki kapasitas tambahan sampai enam bulan dari sekarang.”

(lebih…)

Diplomat AS Memang Suka Berdusta

Di video ini, dua pakar HI terkemuka dari AS, yaitu Prof Mearsheimer dan Stephen Walt, berdebat dengan mantan Dubes AS untuk Rusia, Michael McFaul, dan politisi Polandia, Radosław Sikorski.

Dalam konteks konflik Rusia vs Ukraina, Polandia ini sangat pro-AS, dan memang Polandia musuh bebuyutan Rusia (perseteruan di Eropa sejak zaman dulu).

Nah, Mearsheimer dan Walt ini adalah pemikir HI dari mazhab realis, intinya begini: Rusia merasa terancam oleh gerakan AS & NATO di perbatasannya; hal yang sama terjadi: AS juga merasa terancam ketika ada negara lawan yang bikin gerakan mencurigakan di “halaman belakangnya” (negara-negara Amerika Latin).

(Soal realisme ini, baca tulisan saya sebelumnya:https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797)

(lebih…)

Pembunuhan Demi Demokrasi

https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797

Madeleine Albright, mantan Menlu AS, meninggal kemarin (23/3). Ingatan tentang 500.000 anak-anak Irak yang tewas di “tangan”-nya pun kembali.

Bisa disimak di video, Albright (saat itu menjadi Dubes AS di PBB) ditanya wartawan, apakah setimpal, atau layak, mengorbankan nyawa 500.000 nyawa anak-anak itu? Ini bahkan lebih banyak daripada anak-anak yang tewas akibat bom Hiroshima.

Albright menjawab: ya setimpal, tujuannya kan supaya Saddam Hussein tidak lagi jadi ancaman.

Ancaman bagi apa? Ancaman bagi demokrasi liberal. Inilah ideologi dasar AS yang “dijual” ke berbagai penjuru dunia, dan kalau perlu, gulingkan rezim-rezim di seluruh dunia demi agar mereka menjadi rezim yang demokrasi-liberal.

(lebih…)

Pandangan Assad soal Konflik Rusia-Ukraina

Beberapa komentator yang sempat saya baca (tidak semuanya terbaca, tentu saja, saya harus bagi waktu dengan pekerjaan utama), ada yang sedemikian lugunya “Kok AS yang disalahin?! Udah jelas Rusia yang menyerang duluan?!” Ada juga orang yang sok tau, menulis status sinis, “Pokoknya semua salah Amerika!”

Nah, terus-terang saya tidak punya kesabaran untuk menjelaskan kepada mereka yang unyu-unyu ini. Padahal, mungkin saja mereka ini memang serius bertanya karena ga paham. Mungkin benar-benar unyu-unyu karena usia muda, atau usia udah tua tapi kemarin-kemarin tidak tertarik pada politik internasional.

Tapi saya memang paling kesel kalau ada yang nanya bab 1 padahal saya sudah lanjut bahas bab 8 atau 9. Jadi silakan nanya aja ke orang lain. Atau simak pidato Mr. Bashar Assad ini. Eh, tapi nanti ada lagi follower orang-orang yang sok tau soal Timur Tengah, dan nanya lagi, “Assad kan diktator? Masa didengerin kata-katanya?”

(lebih…)

Saya diwawancarai oleh jurnalis SCMP ini, pertanyaan ke saya: mengapa kok sebagian netizen Indonesia sepertinya membela Rusia? Saya jawab panjang, tapi sangat wajar jika tidak semuanya dimuat.

Tapi intinya sih, pandangan saya soal respons netizen: orang Indonesia sudah banyak yang melek geopolitik dan tahu bahwa di balik konflik ini aktor utamanya adalah AS. Orang Indonesia sudah banyak yang tahu juga bahwa berbagai konflik di Timteng juga disebabkan oleh AS, misalnya, penggulingan Qaddafi kan dilakukan NATO yang dipimpin AS, “jihadis” di Suriah, kan dibiayai dan dipersenjatai AS, dst.

[Saya tidak bisa buka artikelnya karena harus berlangganan. Catatan saya atas judulnya “mengapa sebagian orang Indonesia mendukung invasi ke Rusia” –> saya pikir yang didukung sebagian netizen Indonesia bukan invasinya; tapi yang disuarakan netizen adalah sikap anti-AS-nya karena paham bahwa di balik semua ini ada tangan AS].

https://www.scmp.com/…/chinese-internet-or-us-foreign…

Mohon maaf postingan sebelumnya saya ralat. Seharusnya yang benar: BEKAS Dubes RI untuk Ukraina, BUKAN DUBES yang saat ini.

====

Sikap “Setuju” Indonesia Atas Resolusi PBB Soal Rusia

Tanggal 2 Maret yll, saya diwawancarai live oleh Tribun. Yang membuat saya terkejut, pewawancara bilang: bekas Dubes Indonesia di Ukraina menyebut bahwa “keberadaan neo-Nazi di Ukraina adalah hoax.” Lalu dia minta konfirmasi dari saya. Tentu saja jelaskan bahwa itu bukan hoax.

Alhamdulillah, saya cukup bangga, karena pendapat saya selama ini (yang saya tulis beberapa kali di FP ini, juga saya sampaikan dalam wawancara dengan Tribun) ternyata terkonfirmasi oleh pernyataan Prof. Hikmahanto Juwana (Guru Besar Hukum Internasional) terbaru.

Beliau menyesalkan sikap “setuju” yang diambil Indonesia atas resolusi Majelis Umum PBB 2 Maret 2022 soal Rusia. Beliau bilang, “…secara tak langsung, Indonesia menentukan tindakan invasi Rusia sebagai salah. Padahal dua negara yang berseteru pasti memiliki justifikasi berdasarkan Piagam PBB dan hukum internasional. Satu hal yang pasti Rusia tidak akan menyatakan dirinya melakukan perang agresi atau serangan terhadap integritas wilayah negara lain.”[1]

(lebih…)

Kasus Ukraina-Rusia dari Perspektif Balance of Power

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797

Konflik ini, kalau dibahas serius, secara akademis, tentu tidak cukup ditulis di status-status FB. Bahkan sejak dari judul saja sudah bikin males “Kasus Ukraina-Rusia dari Perspektif Balance of Power” karena ala skripsi banget (buat sebagian orang).

Tapi saya akan coba jelaskan sedikit saja, secara teoretis gimana sih menganalisis konflik ini? Saya antara lain belajar dari Prof Mearsheimer ini (video ini hanya beberapa menit dari kuliah umum beliau tahun 2015, link versi full di bawah).

Yang perlu dicatat: ketika seorang dosen menganalisis konflik A versus B, TIDAK BERARTI dia mendukung si A atau si B. Analisis itu bisa dipakai untuk apa saja, tergantung pengguna.

Prof Mearsheimer ini, dia menjelaskan dengan tujuan agar para pengambil kebijakan luar negeri AS bisa mengambil kebijakan yang tepat. Bahkan posisi dia adalah: Kalau AS mau tetap berkuasa/dominan di dunia.. seharusnya.. [jadi, dia mengkritik pemerintahnya sendiri bukan dengan tujuan membela Putin, tapi mengajarkan strategi yang tepat untuk menundukkan Rusia.]

(lebih…)

Antara Afghanistan, Libya, Suriah, dan Palestina

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/430823678307054

[Poin penting: homebase Al Qaida adalah Afghanistan dan Al Qaida (berdiri 1998) menggunakan Afghanistan untuk mendirikan kamp-kamp pelatihan mereka atas seizin rezim Taliban yang berkuasa di pada era 1996-2001.]

Gerakan Al Qaida ada di berbagai penjuru dunia, termasuk di Suriah, Libya, bahkan Indonesia. Nama yang dipakai beda-beda di tiap negara.

Di Libya, Al Qaida bernama Libyan Islamic Fighting Group (LIFG). Pendirinya bernama Abdelhakim Belhaj. Al Qaida Libya mengadakan aksi-aksi demo anti-Qaddafi dan melakukan berbagai serangan bersenjata, yang tentu saja dilawan tentara pemerintah. Tapi yang muncul: tuduhan bahwa Qaddafi melakukan pembunuhan massal.

Upaya penggulingan Qaddafi ini didukung AS. Dewan Keamanan PBB mengizinkan NATO untuk “mengambil langkah yang diperlukan.” Dan NATO pun membombardir Libya. Alasannya: untuk menyelamatkan bangsa Libya dari kediktatoran Qaddafi.

(lebih…)

Absurd

(1)

Kata teman saya, banyak fans Erdogan yang happy banget atas kemenangan Taliban. Saya juga lihat di twitter, akun yang berafiliasi dengan partai you know whatlah itu, yang di saat yang sama, kita juga tahu mereka ini pingin “pinjam” Erdogan buat jadi presiden di Indonesia, juga aktif men-debunk propaganda palsu soal Taliban.

Memang betul sih, banyak info hoax beredar, misalnya, video pembantaian ISIS atau Al Nusra, dibilang Taliban. Menurut laporan PBB, Taliban memang melakukan berbagai aksi kekerasan (di antaranya, pembantaian massal di Mazhar-i Sharif 1998), tapi pakai foto palsu ya tetap salah.

Nah, kepada fans Taliban-yang-juga-fans-Erdogan ini [karena, mungkin aja ada fans Taliban yang bukan fans Erdogan], saya mau kasih info sedikit, tentara Turki tuh hadir di Afghanistan lho, menjadi bagian dari pasukan NATO. Dan NATO ini posisinya adalah MEMBANTU Amerika melawan Taliban dan Al Qaida.

(lebih…)