Kajian Timur Tengah

Beranda » Nuklir Iran (Halaman 2)

Category Archives: Nuklir Iran

Iran, Nuklir, Khomeini

Koran Kayhan edisi kemarin menurunkan headline berjudul “Tuhan, Pelindung Kami Telah Pergi” dan gambar orang-orang yang menangisi kematian Imam Khomeini. Ya, kemarin adalah hari wafatnya Imam Khomeini. Berikut posting ulang tulisan di blog saya yg satu lagi, tentang resolusi nuklir Iran-dukacita Asyura-dan Imam Khomeini.

Februari 04, IAEA menyetujui resolusi yang memerintahkan Iran menghentikan proyek nuklir sipilnya dan mengadukan kasus ini ke Dewan Keamanan PBB. Saat itu, tepat tanggal 1 Muharam, ketika kaum muslimin di berbagai negara saling mengucapkan “Selamat Tahun Baru Hijriyah”, justru orang-orang Iran mulai memasang bendera hitam di mana-mana. Satu Muharam merupakan hari awal duka cita. Selama sepuluh hari, majelis-majelis duka cita diselenggarakan di berbagai sudut jalan atau gang, di rumah-rumah yang menyediakan open-house, atau di masjid-masjid. Orang-orang berpakaian hitam-hitam. Pawai-pawai duka cita pun diarak setiap malam mengelilingi jalanan dan gang-gang. Taksi-taksi, bis, bahkan mall-mall pun memperdengarkan kaset rekaman azadari (ratapan duka cita).

(lebih…)

Bangsa yang Gila Demo

Catatan: Bbrp orang minta data ke saya ttg dukungan rakyat Iran terhadap nuklir. Sayang saya blm sempat studi soal ini, karena kesibukan ngepak barang–mau mudik nih. Memang ada sih polling yg menyatakan bahwa 80 persen warga Teheran dukung nuklir Iran. Tapi, yah itulah, sayangnya kalo polling-nya dilakukan orang Iran sendiri, kok malah dianggap tdk valid ya? Mengapa yg valid itu yg dilakukan Barat? Aneh. Parameter yg sejauh ini teraba secara visual ya kehadiran jutaan rakyat Iran dalam demo2, yg tema besarnya: dukung nuklir, anti AS-Israel. Mungkin tulisan di bawah bisa memberi sedikit gambaran. Dimuat di koran Jurnal Nasional.

————-

Bangsa yang Gila Demo

oleh: Dina Sulaeman

Orang-orang Iran memang gila demonstrasi. Di panas terik atau di dinginnya salju, mereka tak segan turun ke jalan. Tiap kali ada seruan demo (disiarkan melalui televisi dan radio) mereka dengan spontan datang memenuhinya. (lebih…)

Nuklir Untuk Rakyat

Oleh: Dina Y. Sulaeman

Isu nuklir Iran seolah tak ada habisnya. Ahmadinejad ber-“keras kepala”, Barat pun ngotot. Embargo sudah dilancarkan. Saling ancam pun sudah terjadi. Barat (baca: Amerika) mengancam akan menyerang Iran; Leader Iran, Ayatullah Khamenei pun bersuara keras, “Jika AS nekad menyerang Iran, semua kepentingan AS di seluruh dunia juga akan terancam.”

Bagaimana di dalam negeri Iran sendiri? (lebih…)

Embargo di Musim Semi

oleh: Dina Sulaeman

Di saat para anggota tetap dan tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB bersidang untuk menetapkan sanksi lanjutan bagi Iran, rakyat Iran sedang disibukkan oleh perayaan penyambutan tahun baru kalender Iran. Tanggal 21 Maret lalu bertepatan dengan awal musim semi, dan bertepatan dengan tanggal 1 awal tahun kalender Iran tahun 1386. Kalender ini dimulai sejak hijrahnya Nabi Muhammad, tapi karena didasarkan pada perputaran matahari, perpindahan tahunnya lebih lambat daripada tahun Hijriah. Kesibukan rakyat Iran menyambut tahun baru sudah dimulai sejak dua pekan sebelumnya, antara lain dengan membersihkan rumah, membeli baju baru dan mebel baru, serta persiapan mudik.

Ketika tanggal 24 Maret 2007 DK mengesahkan Resolusi 1747, rakyat Iran sedang (lebih…)

Resolusi Embargo Iran dan Self Delegitimation PBB

Oleh: Dina Y. Sulaeman

Dewan Keamanan (DK) PBB tanggal 23 Desember lalu akhirnya mengeluarkan resolusi embargo terhadap Iran, yang memerintahkan semua negara untuk menghentikan suplai material dan teknologi yang terkait dengan proyek nuklir Iran. Menanggapi embargo ini, Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad dengan nada santai, dalam pidatonya di depan para “veteran perang pencipta lapangan kerja” Teheran, (24/12), mengatakan, “Apakah kalian—Barat—selama ini memberi kami peralatan (untuk reaktor nuklir), sehingga kini kalian menghentikan suplai peralatan itu? (lebih…)