Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina Pendudukan (a.k.a Israel)

Category Archives: Palestina Pendudukan (a.k.a Israel)

Iklan

Late post.
Tanggal 5 April yang lalu saya diwawancarai Kumparan dot com terkait proklamasi Trump atas kedaulatan Israel di Golan.

https://kumparan.com/@kumparannews/tujuan-trump-akui-golan-bantu-israel-atau-persiapan-hadapi-pemilu-1qpLMprs0RE

Iklan

Catatan Harian Warga AS: “Kelompok Teroris Adalah Sekutu Kita”

Artikel ini bagus sekali, menjelaskan ‘apa yang dipikirkan dan dilakukan elit AS’ di berbagai penjuru dunia, mulai dari Afghanistan tahun 1980-an, lalu Eropa Timur, lalu Afrika, Timur Tengah, bahkan Indonesia.

Ditulis oleh orang AS, Chris Kanthan (penulis buku “Deconstructing the Syrian War”). Sudah diterjemahkan ICMES ke Bahasa Indonesia.

Cara nulisnya juga menarik dan mudah dicerna. Wajib baca bila ingin memahami bagaimana peran yang dilakukan kelompok-kelompok “jihad” atas nama Islam untuk membantu elit AS menguasai sumber daya alam di berbagai penjuru dunia.

https://ic-mes.org/politics/catatan-harian-warga-as-kelompok-teroris-adalah-sekutu-kita/

Israel di Balik Kisruh Venezuela (2)

Kudeta (gagal) di Venezuela awal 2019 ini dipimpin oleh Presidan AS, Donald Trump dan kubu neokonservatif (neocon) AS. Kubu ini awalnya tidak menyukai Trump, namun kini mereka kembali mendominasi arah kebijakan luar negeri AS.

Apa itu kubu neocon? Ini adalah kelompok elit di pemerintahan AS yang punya tujuan ideologis menjaga keamanan Israel. Pakar HI, Robert Gilpin, pernah menulis artikel jurnal berjudul “War is Too Important to Be Left to Ideological Amateurs’ [Perang terlalu penting untuk diserahkan kepada amatir ideologis] blak-blakan menyatakan bahwa arsitek perang Irak adalah kelompok neocon yang bertujuan untuk melakukan “restrukturisasi radikal atas relasi geopolitik di kawasan dengan tujuan untuk menciptakan keamanan jangka panjang bagi Israel.”

Itu kan perang Irak, apa kaitannya dengan Venezuela? Nah, itulah mengapa dipakai istilah ‘ideologi’: ideologi neocon adalah ideologi perang demi Israel, namun sejalan dengan itu, ada uang besar yang bermain dalam industri perang. Kelompok neocon yang berlumuran darah di Irak, Libya, Yaman, dan Suriah, dan sejak 40 thn yll berupaya menumpahkan darah di Iran, adalah kelompok yang sama yang secara terbuka melakukan upaya kudeta di Venezuela.

(lebih…)

(Lagi-Lagi) Ada Israel di Balik Venezuela

Ada berita yang dirilis media Israel sekitar 2 hari yll (dan sudah diberitakan ulang oleh MSM, dan diterjemahkan oleh media-media di Indonesia): “presiden jadi-jadian” Venezuela, Juan Guaido menyatakan akan ‘menstabilkan kembali hubungan Venezuela-Israel’. Israel, yang mengaku negara paling demokratis di Timteng, sudah mengakui Guaido sebagai ‘presiden’ Venezuela, padahal Guaido mendeklarasikan diri sendiri sebagai presiden, tanpa melalui pemilu.

Sungguh ini pembuktian pernyataan saya dan banyak pengamat Timteng lainnya (yang bukan ‘jubir lokal AS&Israel, tentu saja) bahwa dalam banyak sekali konflik di muka bumi ini [termasuk di Indonesia], ada tangan-tangan Israel. Biasanya, pernyataan ini akan segera ditertawakan oleh para jubir lokal AS&Israel, disebut sebagai ‘teori konspirasi’. Padahal yang disebut teori konspirasi itu adalah ketika kita ‘mencocok-cocokan’ tanpa data. Kalau ada data yang valid tentu tidak bisa disebut ‘teori konspirasi’.

Tapi, lagi-lagi, biasanya, apapun data yang kita kasih akan direndahkan, ditolak, atau diabaikan oleh mereka ini, apalagi bila sumber infonya bukan MSM (mainstream media/media arus utama, contoh, CNN, New York Times, Fox, dll). Atau, kalau perlu, sekalian jatuhkan (hina) kredibilitas si penulis yang melawan mereka. Memang demikianlah SOP (standar operating procedur) mereka ini.

[Lucunya, cara mereka ini persis sama seperti kaum radikalis pendukung ‘mujahidin’ Suriah (ISIS, Alqaida, dkk), tanya kenapa?]

(lebih…)

#10yearschallenge of Syria

Sedang musim bikin foto #10yearschallenge ya? Konflik Suriah dimulai 2011, sekarang 2019, belum 10 tahun, tapi semoga bisa selesai sepenuhnya tanpa menunggu 10 tahun.

Apa hasil perang ini?

Tentu saja, kehancuran sebagian besar wilayah Suriah (yang harus dibangun lagi dengan biaya yang amat sangat besar) dan penderitaan teramat pahit yang diderita warganya (yang entah kapan bisa disembuhkan).

Dalam perspektif geopolitik, inilah ‘hasil’ Perang Suriah. Saya terjemahkan dari sebagian tulisan Elijah Magnier, seorang analis Timteng senior.

***

Suriah kini menjadi pusat perhatian publik sedunia, terutama di Timur Tengah. Posisinya bahkan lebih kuat daripada 2011. Suriah kini memiliki rudal presisi canggih yang dapat menghantam setiap bangunan di Israel. Assad juga memiliki sistem pertahanan udara yang tidak akan pernah ia impikan sebelum 2011, karena pelanggaran udara yang dilakukan terus-menerus oleh Israel yang berarti mengganggu kepentingan Rusia. Hizbullah telah membangun pangkalan untuk rudal presisi jarak jauh dan menengah di pegunungan dan telah menciptakan ikatan yang amat kuat dengan Suriah; sesuatu yang tidak akan pernah bisa dibangun jika saja perang Suriah tak terjadi. Iran juga telah membentuk persaudaraan strategis dengan Suriah berkat perannya dalam mengalahkan agenda perubahan rezim [yang dilancarkan Barat]. Dukungan NATO terhadap ISIS telah menciptakan ikatan kuat antara Suriah dan Irak; sesuatu yang tidak dapat diciptakan sebelumnya. Irak kini memiliki keleluasaan untuk mengebom lokasi ISIS di Suriah tanpa perlu izin dari otoritas Suriah (menyusul restu penuh dari Assad kepada Irak untuk bergabung dalam perang melawan ISIS). Tentara Irak bahkan bisa masuk ke Suriah kapan saja mereka memutuskan untuk menyerbu ISIS. Aliansi anti-Israel tidak pernah lebih kuat dari sekarang. Inilah hasil dari perang 2011-2018 yang dipaksakan [Barat] kepada Suriah.”

***

Orang-orang di foto ini adalah sebagian para tokoh dunia yang pernah meneriakkan “Assad harus pergi” tapi merekalah yang ‘pergi’ duluan [dalam arti tidak berkuasa lagi; atau ada juga yang meninggal]. Di Indonesia sejak 2012 juga ada beberapa tokoh yang meneriakkan kata-kata yang sama, yang saat ini sudah ‘pergi’ duluan. Tak perlulah disebut namanya.

***

Perang Suriah dimulai dan dipertahankan dengan menggunakan kebohongan, yang disebarkan dengan amat canggih dan tersistematis, sampai-sampai hampir semua orang di dunia ini percaya bahwa rezim Assad itu bajingan yang harus dilengserkan. Bagi mereka, sulit untuk menerima bahwa media-media terkemuka dunia bisa melakukan kebohongan. (Bahkan sebagian muslim mau mengorbankan nyawa untuk berperang di Suriah). Padahal, bila kita amati sejarah, Suriah bukan pertama kalinya. Dalam satu abad terakhir, sangat banyak kebohongan yang disebarkan AS untuk memicu perang, detilnya baca di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/2013/09/06/sejarah-kebohongan-perang-as/

Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

Dalam KTT OKI 2017 di Turki, banyak yang tidak tahu, sebenarnya yang paling tegas dan blak-blakan bicara bukanlah Erdogan, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pernyataan yang “terkeras” Pak Jokowi adalah, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Jangan harap Erdogan akan berani mengusulkan hal tersebut karena Kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no 85, Ankara, Turki; serta ada dua konsulat di Istanbul dan Izmir.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral [bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel] yang dilakukan Trump.

Jokowi menyerukan, OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

(lebih…)

Reportase Saya dari Iran, Soal Hezbollah

Pagi-pagi baca postingan di Fanpage Felix Irianto Winardi membuat saya teringat pada arsip tulisan lama saya. Romo Felix menulis apa saja kunci kemenangan Hez lawan Israel selama ini (https://www.facebook.com/felix.irianto.winardi/posts/368004823955639).

Tahun 2006, saya menulis ‘laporan pandangan mata’ dari Iran, karena saat Perang 34 Hari Hez vs Israel berlangsung, saya sedang berada di Iran, bekerja sebagai jurnalis di IRIB.

***

Menatap Wajah Hezbollah dari Iran (Dina Sulaeman, dimuat di Padang Ekspres, 3 Agustus 2006)

Sejak meletusnya perang di Lebanon, suasana perang amat terasa di Iran, terutama jika kita banyak menonton televisi. Betapa tidak, tiap sebentar diputar filler (film pendek) berisi adegan-adegan perang, dilatarbelakangi lagu-lagu heroik berbahasa Arab. Pidato Sayid Hasan Nasrallah, pemimpin Hezbollah Lebanon, yang berisi ancaman-ancaman terhadap Israel disiarkan live atau siaran tunda. Laporan-laporan reporter televisi Iran disampaikan secara live dari Lebanon, bahkan ada reporter yang melaporkan kondisi terakhir dengan diiringi suara bom beruntutan dan asap hitam di belakang punggungnya. Setiap hari, berita channel satu pukul sembilan malam akan dimulai dengan kalimat, “Perjuangan hari kesekian (ketiga.. ke sembilan..ke duapuluh)…” lalu mengabarkan kondisi terbaru di medan perang.

(lebih…)

Kata Netanyahu: JCPOA Punya Satu Keuntungan Positif.. yaitu…

 

“…dengan memberdayakan Iran [membuat Iran lebih kuat, karena embargo dicabut, dll] Israel dan banyak negara Arab menjadi lebih dekat, jauh lebih dekat dari sebelumnya…dalam “keintiman dan persahabatan” yang belum pernah saya saksikan sebelumnya…”

Lha kok pas kata “intimacy and friendship” langsung dikasih backsound lagu cinta gitu ya.. “you are the answer to all my dreams…you are my sun..my moon…”

Umat Muslim di Israel Dilarang Naik Haji oleh Arab Saudi

Setelah jamaah haji Suriah dan Qatar terkena pelarangan berhaji; setelah warga Yaman pernah dilarang naik haji; setelah jamaah haji Iran juga pernah gagal berhaji (dipersulit prosedurnya, sehingga pada detik-detik terakhir tidak memungkinkan lagi mengurus visa); kini giliran orang-orang Palestina yang jadi korban.

Yang jadi korban adalah orang Muslim yang menjadi warga Israel, dan orang Palestina yang menjadi pengungsi di beberapa negara tetangga, misalnya Yordania.

Mengapa ada umat Muslim/orang Palestina yang jadi warga Israel? Tahun 1947, Dewan Keamanan PBB semena-mena membagi dua negeri Palestina, lebih dari separuhnya diserahkan ke entitas Zionis untuk dijadikan negara Israel. Sebagian besar penduduk asli di kawasan yang jadi “jatah” Israel diusir (ada juga yang dibunuh massal), sebagian kecil masih bertahan dan jadi warga kelas rendahan di Israel.

(lebih…)

Kematian Khashoggi dan Implikasi Geopolitiknya

Banyak yang menulis dengan penuh puji-pujian padanya: jurnalis yang adil, progresif, pengkritik Rezim Saud. Banyak pula yang heran, mengapa dunia sedemikian heboh atas tewasnya satu orang Khashoggi di tangan rezim Saud, tapi tak terlalu peduli pada nasib 30 juta warga Yaman yang setiap hari dibombardir serta diblokade sehingga tidak mendapat akses makanan dan obat-obatan, oleh rezim yang sama?

Saya akan cerita sedikit saja. Begini, to the point: Khashoggi adalah pengikut Ikhwanul Muslimin dan pendukung “mujahidin” (tepatnya, “teroris”, karena cara-cara teror barbar mereka sudah masuk kategori terorisme) di Suriah. Kita tahu, saya sudah sering tulis, sebagian “mujahidin” Suriah, terutama yang mendapat sumbangan dana dari Turki dan Qatar (dan lembaga-lembaga donasi dari Indonesia) memang berideologi Ikhwanul Muslimin.

Dalam tulisannya di Washington Post 3 Juli 2018, Khashoggi mengatakan, “Ini waktunya buat AS untuk masuk [ke Suriah] dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. …AS adalah satu-satunya ‘broker’ [makelar] yang jujur dalam upaya internasional untuk menciptakan perdamaian dan keadilan untuk rakyat Suriah. Template [pola] yang cocok untuk Suriah adalah apa yang saat ini DILAKUKAN TURKI di Afrin… Wilayah yang dikontrol Assad diperintah dengan penuh ketakutan dan kehilangan harapan.” [1]

(lebih…)