Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina Pendudukan (a.k.a Israel)

Category Archives: Palestina Pendudukan (a.k.a Israel)

Tentang terorisme dan radikalisme di Indonesia

https://youtu.be/6Zq-3kzDcjI

Bisakah Kita Beri “Hukuman” Berat untuk Inggris?

Selamat pagi. Senin pagi, insyaAllah kita tetap penuh semangat menjalani pekan ini. Tetap yakin pada kekuatan tubuh, positive thinking, cukup tidur, dan makan sehat-bergizi.

Meski sudah berusaha menjaga mood agar stay happy, tapi sampai pagi ini saya masih sakit hati dengan penghinaan luar biasa yang dilakukan Inggris terhadap tim bulutangkis Indonesia. Terlalu banyak kejanggalannya. Kalau mereka sedemikian yakinnya bahwa pemain tanpa gejala (padahal hasil tesnya pun negatif) adalah berbahaya, seharusnya itu turnamen dibubarkan sekalian kan? Bukankah pemain bulutangkis Indonesia sudah berinteraksi dengan banyak orang dalam turnamen itu, sebelum akhirnya dipaksa mundur?

Bagaimana ya, cara “menghukum” Inggris?

Tadi malam saya membaca berita dari BBC. Menurut dokumen WHO, Inggris adalah salah satu di antara negara maju yang memblokir proposal untuk membantu negara-negara berkembang dalam meningkatkan kemampuan membuat vaksin.

Di berita itu disebutkan bahwa Inggris mengklaim sebagai “salah satu donatur terbesar dalam upaya internasional untuk memastikan bahwa lebih dari satu miliar dosis vaksin virus corona dikirim ke negara-negara berkembang tahun ini.”[1]

Artinya: “Kalian ga usah bikin sendiri, sini kami kasih sumbangan aja sedikit.Tapi sisanya beli sendiri ya!”

Salah satu riset soal c*v*d yang sangat banyak jadi rujukan adalah dari Inggris, yaitu dari lembaga penelitian bernama London Imperial College.

LIC mendapatkan dana puluhan juta USD dari Bill & Melinda Gates Foundation, dan ditugasi mengirimkan “analisis cepat atas penyakit menular” kepada WHO. Sebelumnya Ferguson juga pernah memberikan prediksi mengerikan soal berapa banyak yang akan mati akibat sapi gila, flu burung, dan flu babi. LIC dipimpin epidemiologis bernama Prof Neil Ferguson. Ferguson membuat “model” yang memprediksi bahwa kalau tidak dilakukan isolasi, lockdown, social distancing, dan penutupan sekolah/universitas, kemungkinan 500.000 orang di Inggris akan mati. Business Insider menjuluki Ferguson sebagai “Profesor Lockdown”. [2]

Pemodelan/prediksi dan “solusi” ala Ferguson ini diikuti oleh banyak negara di dunia, dirujuk oleh banyak saintis yang cuma bisa “membeo”. Dan kita sudah tahu bagaimana “bukti”-nya setelah setahun berlalu kan. Kita rakyat sudah banyak paham. Tidak perlu saya jelaskan detil. Soalnya, FB (dan para kaki tangan lokalnya) sangat galak kalau kita bicara di luar narasi “mereka”. Seminggu yll saya diblokir (tidak bisa posting) hanya gara-gara share video dua orang dokter yang mengajarkan cara membersihkan h*dung.

[Kalau tulisan ini juga diblokir, atau mungkin saja fanpage saya dihapus “mereka”, saya sudah bikin backup FP ya].

Jadi, menurut saya, cara terbaik “menghukum” Inggris adalah menolak membeli vaksin dari mereka, lalu Indonesia membuat vaksin sendiri. Mereka jelas akan rugi besar karena pasar Indonesia ini besar sekali.

Apalagi, ada masalah efek samping juga kan? Tolong diteliti dulu secara benar, bukan sekedar diteliti halal-haramnya. Italia, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugis, Slovenia, Latvia, sudah menstop penggunaan produksi pabrik satu itu (dan jelas pertimbangan mereka bukan “halal-haram”).[3]

Apa Indonesia bisa bikin vaksin? Bisa dong. Yang bilang ga bisa dan menghalang-halangi upaya itu, perlu dipertanyakan dan dilacak, link-nya kemana?

Saya mendukung Pak Jokowi untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Dan kalau produknya belum ada, mari kita buat. Ada sekian banyak saintis di bidang medis/farmasi di Indonesia, masa ga bisa? Dana riset juga udah jor-joran digelontorkan negara. Wahai saintis yang punya jabatan, buktikan kalau kalian benar-benar pintar, bukan cuma pintar kasih saran impor ke produsen ini atau onoh.

——

[1] https://www.bbc.com/indonesia/dunia-56466853

[2]https://www.businessinsider.com/neil-ferguson-transformed…

[3] berita 16 Maret 2021: https://www.ndtv.com/…/coronavirus-italy-france-other…

Perempuan Palestina

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/255137039423169

Tanggal 8 Maret 2021 adalah Hari Perempuan Internasional

Sehari untuk merayakan kekuatan wanita Palestina tidak akan pernah cukup. Suara mereka selalu lebih keras dari suara penindas mereka. Mereka berdiri tegak, tanpa senjata, menghadapi tentara yang dijuluki “salah satu militer terkuat di dunia.”

Selamat Hari Perempuan, untuk para perempuan tangguh.

sumber video dan caption: @eye.on.palestine

“Anda Tidak Perlu Jadi Yahudi untuk Menjadi Zionis”

Alhamdulillah, meskipun media Israel (dan digemakan oleh media lokal) berusaha menggiring opini publik Indonesia, “pemerintah Indonesia akan menormalisasi hubungan dengan Israel”, Kemenlu sudah menyatakan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan akan tetap konsisten membela Palestina.

Indonesia adalah negara demokratis dan suara masyarakat sangat berperan dalam pengambilan keputusan. Indonesia berbeda dengan UAE, Bahrain, Maroko; mereka adalah negara monarki. Apa kata pemimpinnya, itulah yang dilakukan. Rakyat ga bisa protes. Sementara, sudah bukan rahasia bahwa sejak Arab Spring, raja-raja Arab ketakutan akan digulingkan oleh rakyatnya. Mereka butuh perlindungan agar tetap di singgasananya dan yang menawarkan perlindungan adalah AS.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia didukung rakyatnya dan tidak butuh perlindungan kekuatan asing.

(lebih…)

Mengapa Israel Membunuh Saintis Iran?

Seorang saintis top Iran, Dr. Mohsen Fakhrizadeh, gugur akibat serangan teror (Jumat, 27/11/2020). Dr. Mohsen mengepalai Organisasi Riset dan Inovasi Pertahanan Iran. Selain mengurusi proyek nuklir Iran, dia juga terlibat dalam pembuatan test-kit Covid dan vaksin Covid, yang kini sedang di tahap ujicoba pada manusia.

Pemerintah Iran dengan segera menyebut Israel sebagai pelaku pembunuhan ini. Mereka yang mengikuti dengan intens konflik Iran-Israel akan tahu, bahwa ini bukanlah tuduhan kosong.

Alasannya, pertama, karena yang paling berkepentingan dengan tewasnya saintis Iran adalah Israel. Dalam berbagai forum, mulai dari sekelas Sidang Umum PBB, hingga wawancara biasa, para petinggi Israel sangat sering menyebut nuklir Iran sebagai ancaman bagi dunia.

(lebih…)

Yang berminat, silakan gabung, daftar ke bit.ly/KajianTematikTimteng

Penyelenggaranya Hima HI Unpad

Jumat 13 Nov, mulai 13.45 WIB, di Zoom.

Antara Biden dan Trump, Mana yang Lebih Baik untuk Timur Tengah?

Konflik antara Amerika Serikat dengan Timur Tengah telah berlangsung sejak lama dalam beberapa dekade terakhir. Permasalahannya adalah Amerika Serikat (AS) sering kali menerapkan kebijakan-kebijakan ektrem, terlebih pada masa kekuasaan Donald Trump yang membuat hubungan antara AS dan negara-negara Timur Tengah semakin memanas. Lalu, bagaimanakah dampak Pilpres AS 2020 terhadap negara-negara di Timur Tengah?

Silakan baca selengkapnya, wawancara saya dengan Ketik Unpad 🙂https://ketik.unpad.ac.id/…/antara-biden-dan-trump-mana…

Dari Jabar ke Palestina, Suriah, Balik ke Indonesia

Barusan saya menonton film dokumenter, ada sebuah desa di Jawa Barat yang kaya sumber air bersih, kini kesulitan air. Ada ratusan perusahaan menyedot air di kabupaten dimana desa tsb berada. Perusahaan terbanyak yang menyedot air di sana adalah perusahaan air mineral terkenal. Produknya dijual ke berbagai penjuru Indonesia dan per tahun meraih keuntungan triliunan rupiah. Sementara, warga sekitar harus mandi dan mencuci di air yang keruh.[1]

Dan kalau dicek, siapa pemilik saham perusahaan air minum tersebut, ternyata sebuah perusahaan milik asing, yang masuk daftar boikot Zionis.[2] Jadi begini, di dunia ini ada gerakan boikot produk-produk perusahaan yang berinvestasi di Israel atau terbukti mengirimkan dana untuk Israel. Kok bisa tahu? Karena di Barat transparansi informasi cukup bagus, jadi bisa dilacak. Jadi, ini bukan gerakan asal boikot atau asal-benci-Yahudi. Yang diboikot adalah perusahaan yang memberi keuntungan kepada Israel.

Mengapa harus diboikot? Karena dengan cara ini, diharapkan ekonomi Israel goyah, lalu rezim Zionis bisa dipaksa menghentikan kejahatannya terhadap warga Palestina. Apakah efektif? Ya, lumayan, ada beberapa perusahaan Israel yang terjepit, akhirnya menekan pemerintahnya agar menghentikan kejahatannya. Tapi baru sebatas itu karena rezim Zionis tak peduli. Namun teknik boikot ini dulu pernah berhasil menggulingkan rezim apartheid di Afrika Selatan.

(lebih…)

Salah Kaprah Soal Boikot

Membaca berbagai aksi boikot yang berupa perusakan (dan tentu saja langsung jadi bahan ejekan rame-rame), saya jadi merasa perlu nulis, apa sih esensi boikot itu?

Saya jelaskan dulu posisi saya: saya tidak memboikot produk Prancis, tapi selama bertahun-tahun BERUSAHA (sebisa saya) menghindari membeli produk-produk yang terbukti memberikan sebagian profitnya kepada Israel; atau jelas-jelas bikin pabriknya di atas tanah pendudukan Palestina (Occupied Palestine). Kalau kebetulan ada produk Prancis yang juga dukung Zionis, nah produk ini juga saya hindari.

Ada 7 poin penting soal boikot ini.

(lebih…)

Mengenang Qaddafi

Tanggal 20 Oktober 2011 adalah hari terbunuhnya pemimpin Libya, Moammar Qaddafi. Ada banyak versi berita tentang Qaddafi. Sangat banyak media yang mengisahkan hal-hal buruk tentangnya.

Namun, untuk cross-check, kita bisa merujuk data dari PBB. Tahun 2010, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika, dan di peringkat 57 dunia. Ini adalah posisi yang jauh lebih baik daripada Indonesia yang pada tahun yang sama, cuma di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan bahwa pengukuran HDI dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

(lebih…)