Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina

Category Archives: Palestina

Iklan

Tentang China dan Uyghur (1) : Metodologi

Kasus Uyghur sebenarnya pengulangan dari konflik-konflik lain yang disikapi emosional oleh orang Indonesia. Jadi, ini adalah tulisan ‘metodologis’, tentang bagaimana cara kita menyikapi konflik yang terjadi nuh jauh di luar sana.

Mengapa ini penting? Karena melelahkan sekali, juga tidak mungkin, bila kita harus mengecek satu-satu setiap isu yang disebar; perlu langkah metodologis yang kita kuasai sehingga dengan cepat mampu menangkap ‘bau’ hoax.

Tahap pertama: FAKTA

Fakta artinya: benarkah terjadi? Ketika disebut “orang Muslim dibunuh pemerintah China” atau “orang Sunni dibunuh orang Syiah”, perlu dicek (1) benarkah terjadi? (2) kalau benar, dalam kondisi apa, atas alasan apa?

(lebih…)

Iklan

Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

Dalam KTT OKI 2017 di Turki, banyak yang tidak tahu, sebenarnya yang paling tegas dan blak-blakan bicara bukanlah Erdogan, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pernyataan yang “terkeras” Pak Jokowi adalah, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Jangan harap Erdogan akan berani mengusulkan hal tersebut karena Kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no 85, Ankara, Turki; serta ada dua konsulat di Istanbul dan Izmir.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral [bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel] yang dilakukan Trump.

Jokowi menyerukan, OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

(lebih…)

Reportase Saya dari Iran, Soal Hezbollah

Pagi-pagi baca postingan di Fanpage Felix Irianto Winardi membuat saya teringat pada arsip tulisan lama saya. Romo Felix menulis apa saja kunci kemenangan Hez lawan Israel selama ini (https://www.facebook.com/felix.irianto.winardi/posts/368004823955639).

Tahun 2006, saya menulis ‘laporan pandangan mata’ dari Iran, karena saat Perang 34 Hari Hez vs Israel berlangsung, saya sedang berada di Iran, bekerja sebagai jurnalis di IRIB.

***

Menatap Wajah Hezbollah dari Iran (Dina Sulaeman, dimuat di Padang Ekspres, 3 Agustus 2006)

Sejak meletusnya perang di Lebanon, suasana perang amat terasa di Iran, terutama jika kita banyak menonton televisi. Betapa tidak, tiap sebentar diputar filler (film pendek) berisi adegan-adegan perang, dilatarbelakangi lagu-lagu heroik berbahasa Arab. Pidato Sayid Hasan Nasrallah, pemimpin Hezbollah Lebanon, yang berisi ancaman-ancaman terhadap Israel disiarkan live atau siaran tunda. Laporan-laporan reporter televisi Iran disampaikan secara live dari Lebanon, bahkan ada reporter yang melaporkan kondisi terakhir dengan diiringi suara bom beruntutan dan asap hitam di belakang punggungnya. Setiap hari, berita channel satu pukul sembilan malam akan dimulai dengan kalimat, “Perjuangan hari kesekian (ketiga.. ke sembilan..ke duapuluh)…” lalu mengabarkan kondisi terbaru di medan perang.

(lebih…)

Apakah Dubes Saudi Perlu Diusir?

Kasus cuitan Dubes Saudi untuk Indonesia, Osamah Al Shuaibi, kebetulan saya ikuti sejak awal, sebelum viral. Dia mencuit hari Minggu, sekitar jam 14, lalu diomel-omeli oleh beberapa pengguna twitter yang paham bahasa Arab. Sekitar jam 21 malam, saya cek lagi, cuitannya sudah dihapus. Tentu saja, sudah ada yang ambil screenshot-nya. Besoknya, mulai ramai yang berkomentar berdasarkan SS tersebut.

Berikut ini komentar saya:

1. Dubes Osama mungkin saja kepleset nge-tweet (menyebut Banser sebagai ‘organisasi sesat’) lalu segera dihapus setelah sadar konsekuensinya. Tapi kalaupun kepleset, itu menunjukkan bahwa sang Dubes (dan rezim Saud) memang memandang negatif pada Banser&NU.

Mengapa? Kalau dilihat dari sejarahnya, NU dulu didirikan dengan tujuan melawan Wahabisme Saudi. Selama ini pun, ormas yang paling depan melawan ormas-ormas Wahabi adalah NU.

Mengapa Wahabi harus dilawan? Contoh kasusnya: perang di Suriah selama 7 tahun adalah karena para penganut ideologi Wahabi akut rame-rame angkat senjata. Mereka disponsori dana dan senjata oleh Saudi, Qatar, AS, Inggris, dll.

(lebih…)

Umat Muslim di Israel Dilarang Naik Haji oleh Arab Saudi

Setelah jamaah haji Suriah dan Qatar terkena pelarangan berhaji; setelah warga Yaman pernah dilarang naik haji; setelah jamaah haji Iran juga pernah gagal berhaji (dipersulit prosedurnya, sehingga pada detik-detik terakhir tidak memungkinkan lagi mengurus visa); kini giliran orang-orang Palestina yang jadi korban.

Yang jadi korban adalah orang Muslim yang menjadi warga Israel, dan orang Palestina yang menjadi pengungsi di beberapa negara tetangga, misalnya Yordania.

Mengapa ada umat Muslim/orang Palestina yang jadi warga Israel? Tahun 1947, Dewan Keamanan PBB semena-mena membagi dua negeri Palestina, lebih dari separuhnya diserahkan ke entitas Zionis untuk dijadikan negara Israel. Sebagian besar penduduk asli di kawasan yang jadi “jatah” Israel diusir (ada juga yang dibunuh massal), sebagian kecil masih bertahan dan jadi warga kelas rendahan di Israel.

(lebih…)

Ini catatan saya atas sebagian hal yang dibahas dalam diskusi dengan Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

#VivaPalestine
#IndonesiaSolidarityWeekForPalestine

http://ic-mes.org/politics/bertemu-menlu-palestina-riyad-al-maliki/

Kalau tante yang di “sana” bangga popotoan sama Netanyahu, ibuk-ibuk yang ini bangga berfoto sama Menlu Palestina, Riyad Al Maliki. 🙂

Cerita lengkap menyusul ya…

Yang jelas, pekan ini adalah Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina (Indonesian Solidarity Week for Palestine).

Indonesia selalu bersama Palestina, selalu konsisten membantu perjuangan Palestina hingga menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

**
“Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia.” (kutipan pidato Presiden Joko Widodo, 11 Mei 2018)

Mengapa Irlandia Aktif Membela Palestina?

Dalam video 1 menit 54 detik ini, Anda akan lihat bagaimana orang-orang bule Irlandia, anggota Parleman, membela Palestina dan menyepakati UU yang melarang masuknya produk-produk dari kawasan pendudukan Palestina (kawasan Palestina yang dirampas dan djadikan permukiman illegal oleh orang-orang Israel).

“Lho, orang Irlandia kan bukan Muslim?” Mungkin, orang-orang yang selalu saja memandang konflik Palestina-Israel adalah konflik agama akan bertanya demikian.

Simak penjelasannya di artikel karya dosen HI UI Rostamaji Korniawan berikut ini. Dimuat di Jurnal ICMES (jurnal kajian Timteng). Dan sekali lagi, tenang, meski ini artikel jurnal, tetap enak dibaca n ga bikin mumet. 🙂 Kita perlu membiasakan diri baca-baca tulisan panjang biar pemahaman kita bisa lebih utuh.

http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/article/…/4/6

simak video selengkapnya di https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2163982557163667/

Sedang mempresentasikan paper berjudul “Intertwine between Technology and Diplomacy: Indonesian e-Diplomacy in Achieving Palestinian Independence” di The 7th International Conference on Business, International Relations, and Diplomacy (ICOBIRD), BINUS University (5-6 Sept 2018)

Salah satu rekomendasi paper ini, pemerintah perlu lebih aktif lagi menggunakan Twitter dalam berdiplomasi untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya.

Miko Peled Membongkar Tiga Mitos Israel

Hingga hari ini, kejahatan Israel masih terus berlanjut, terutama perampasan tanah dan penghancuran rumah-rumah milik warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem. Sementara itu wilayah Gaza telah diblokade sejak 2007 hingga sekarang (sehingga kesulitan mendapatkan akses pangan, obat-obatan, air, bahan bakar, dan perekonomian pun lumpuh).

Ketika warga Gaza sejak 22 pekan terakhir bangkit berdemonstrasi untuk menentang penjajahan Israel dan menuntut hak kembali ke rumah-tanah mereka yang dirampas Isral (Great March of Return), tentara Israel membalasnya dengan serangan brutal senjata tajam dan gas air mata, sehingga menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

Untuk mereka yang ingin menelaah lebih dalam mengenai Palestina, silahkan membaca terjemahan pidato Miko Peled ini. Miko adalah seorang Yahudi, warga Israel, dan anak seorang jenderal Israel.

(lebih…)