Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina

Category Archives: Palestina

Assalamualaikum, Iran!

Ucapan itu disampaikan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini. Lihat videonya.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3243434065708300/?t=0

Pada 20 Mei, Wall Street Journal memberitakan bahwa kapal tanker Iran yang membawa bensin (gasoline) telah melawati Terusan Suez dan melanjutkan perjalanan ke Venezuela. Diperkirakan besok (24 Mei) akan masuk ke perairan Venezuela. Selain kapal tersebut, ada 4 kapal tanker Iran lagi yang menyusul (mungkin lebih); jarak mereka tak jauh dari kapal pertama.

Iran dan Venezuela merupakan dua negara yang bersatu dalam kubu perlawanan terhadap negara-negara eks-kolonialis/imperialis yang masih ingin terus memaksakan dominasi dan hegemoni mereka di berbagai penjuru bumi.

Keduanya sama-sama diembargo oleh AS. Venezuela kini mengalami kesulitan bahan bakar dan Iran mau mengirimkannya, dengan menempuh segala resiko. AS sudah menempatkan armada tempurnya di perairan yang akan dilewati Iran.

(lebih…)

Al Quds Day 2020 (Jumat Terakhir Ramadan)

Sejak tahun 1980-an setiap hari Jumat di bulan Ramadan, orang-orang yang peduli Palestina di berbagai negara, baik di negara mayoritas Muslim, maupun di negara-negara Barat mengadakan aksi demo pro-Palestina.

Tentu, tujuan demo Al Quds sangat berbeda dengan demo-demo pro-Palestina yang diadakan kelompok tertentu di Indonesia, yang beberapa tahun terakhir amat bermuatan politis dan ambigu. Misalnya, aksi demo anti-Ahok, tapi bawa bendera Palestina (tidak nyambung) atau aksi demo yang dilakukan kelompok-kelompok pendukung “jihad” Suriah (pendukung terorisme FSA, Al Nusra/Al Qaida, Jaish Al Islam, ISIS, dll).

Aksi Al Quds adalah aksi yang genuine, tidak bermuatan politik partisan, dan memang semata-mata mendukung bangsa yang masih terjajah, Palestina.

Tentu saja, para pendukung Israel akan melakukan berbagai propaganda untuk menjelek-jelekkan aksi ini, misalnya, dengan menyebut ini “aksinya Iran” (orang Venezuela, atau Inggris, atau Irlandia, aja ikut demo Al Quds kok!). Atau, diframing, disamakan dengan aksi kaum pro-teroris Suriah. Atau, sering ada yang nyinyir: ngapain ngurusin orang Palestina, mendingan lo bantuin tetangga sendiri!

(lebih…)

International Conference on Holy Quds

Teman-teman, berikut ini info kongres internasional online, dalam 3 bahasa, Inggris, Arab, Farsi.
Acara 2 kali, malam ini jam 20.30 WIB.
Pembicaranya dari berbagai negara.
Saya juga jadi pembicara, besok malam (19 Mei 2020, 20:30 –> karena saya pembicara terakhir, kemungkinan jam 22:30)

Bisa diakses live di IG/FB. Link IG/FB dan daftar narasumber, ada di foto.

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, selain momen untuk mengintensifkan ibadah, juga merupakan momen untuk kembali menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Berikut ini ada tulisan bagus sekali dari pakar komunikasi, Bapak Syafiq Basri (saya copas dari Kompas.com 17 Mei 2020).

***

TENTANG RUMAH DAN JUMAT TERAKHIR RAMADHAN
Syafiq Basri Assegaff
(Pengamat masalah sosial Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta)

BILA Anda bosan di rumah gara-gara wabah Corona, mungkin itu saatnya Anda bercermin pada dua perkara ini. Pertama: bayangkan betapa bosan, sedih dan kacaunya kehidupan Anda jika harus hidup terusir di pengungsian, sedangkan kampung halaman hanya berjarak 130-an kilometer.

Tetapi Anda tidak boleh pulang untuk berladang atau kembali beternak kambing, sementara anak-anak Anda juga tak bisa pergi ke sekolah yang dulu, atau balik mengaji di surau guna melantunkan Ratib Haddad, Maulid, membaca wirid, Barzanji atau pun melantunkan Doa Kumail.

Yang di atas itu di Indonesia, yang terjadi pada ratusan pengungsi asal Sampang, Madura – yang terusir sejak belasan tahun lalu dan mulai 2011 hingga kini terpaksa tinggal di Rumah Susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur.

(lebih…)

Menganalisis “Teori Konspirasi”

Asumsi yang dibangun oleh pengikut teori konspirasi adalah “ada sekelompok manusia (“elit global”) yang mendesain dunia ini. Mereka sedemikian berkuasanya sehingga apapun yang terjadi hari ini adalah hasil desain mereka.”

Sementara, asumsi yang dimiliki para penstudi Ekonomi Politik Global: tak ada aktivitas ekonomi yang terjadi di ruang kosong (pure economic), melainkan pasti ada frame politiknya. Politik dan ekonomi, keduanya saling berjalin-berkelindan.

Nah, saya coba kasih panduan cara membedakan mana “teori konspirasi”, mana “kajian Ekonomi-Politik Global”.

1. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi dunia?

(lebih…)

Live di IG (Sabtu sore, 16.00 WIB)

Tadi saya sudah nulis sedikit soal kondisi Palestina di masa Covid ini (https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/930369627389293)

Yang berminat diskusi lebih lanjut, mangga, besok sore sambil ngabuburit, silakan mengikuti siaran live di IG, yang bertema: Gaza, Dulu, Sekarang, dan Setelah Pandemi.

Supaya bisa dapat notifikasi, silakan follow dulu IG penyelenggaranya @ipiiran (Ikatan Pelajar/Mahasiswa Indonesia di Iran)

Silakan follow juga IG saya @dina.sulaeman
Tapi IG saya belum ada isinya, masih newbie. InsyaAllah kalau udah familiar dg IG saya posting-posting juga deh di sana.

Covid-19 di Palestina dan Israel

Sekarang, mari ‘jalan-jalan’ ke Palestina dan Israel. Apa kabarnya di sana?

Di Israel (berita 7 Mei), 16.381 orang di Israel dinyatakan positif virus korona; dua pertiga-nya sudah sembuh; 240 orang telah meninggal. Pemerintah pun mulai melonggarkan pembatasan, termasuk pembukaan kembali sebagian pusat perekonomian dan daycare (penitipan anak).

Bagaimana dengan Palestina?

Di Tepi Barat dan Yerusalem Timur, 527 orang dinyatakan positif; dua orang meninggal. Di Jalur Gaza, 20 orang didiagnosis Covid, 12 di antaranya sembuh.

Namun, apakah “pembatasan” dilonggarkan bagi warga Palestina? Ini adalah pertanyaan yang ironis. Mereka sejak 1948 telah “dibatasi”. Bahkan Gaza sejak 2007 sudah di-lockdown total oleh Israel sehingga pergerakan 2 juta warga Gaza terhambat; akibatnya kondisi ekonomi sangat memburuk. Bahkan nelayan mau mencari ikan di laut pun, dihalangi oleh tentara.

(lebih…)

Corona di Palestina

Jurnalis Yumna Patel, yang tinggal di Palestina, kemarin (24/3) menulis update dari Betlehem, antara lain: jumlah kasus corona di Palestina mencapai 60 orang; 58 di Tepi Barat dan 2 di Gaza. 40 di antara mereka tinggal di Bethlehem, yang merupakan episentrum wabah corona di Palestina. 17 orang dinyatakan sudah sembuh.

Bethlehem adalah kota yang banyak dikunjungi turis atau peziarah, terletak di Yerusalem selatan. Dan karena itulah, baik aparat Palestina maupun Israel sama-sama menutup kota itu dari kunjungan turis. Koordinasi untuk mengisolasi kota ini oleh sebagian media digembar-gemborkan dengan judul “Palestina dan Israel BERSATU karena Corona”.

Menurut Patel, bisnis di Bethlemen ditutup, polisi membuat blokade di penjuru kota dan diberlakukan jam malam. Masjid-masjid dan gereja-gereja kosong. Suara azan masih terdengar, tapi dengan tambahan kalimat “sholat di rumah saja”. Setiap beberapa hari sekali, dilakukan penyemprotan desinfektan di seluruh kawasan kota ini. Warga juga patuh mengikuti perintah untuk diam di rumah.

(lebih…)

Ikhwanul Muslimin dan Amnesia Soal Syiah

Histeria para pendukung Erdogan di video yang kemarin saya share link-nya sungguh membuat saya ‘takjub’. Luar biasa fanatisme dan pengkultusan mereka pada sosok Erdogan. Mereka ngamuk dan marah luar biasa karena di video itu ditunjukkan bukti-bukti digital hubungan ‘mesra’ Erdogan dan Israel. Padahal sumber video itu adalah Al Arabiya (milik Arab Saudi) dan Al Ain (milik Uni Emirat Arab). Sebagian besar, marahnya dengan memaki-maki “Syiah”. Lho, emangnya Al Arabiya dan Al Ain itu televisinya Iran? [1]. Televisi Mesir juga ikut mengungkap kerjasama Erdogan-Israel [2]. Tapi mereka juga ngamuk dengan memaki Syiah. Sejak kapan Mesir jadi Syiah?

Saya akan cerita secara singkat latar belakang dari fenomena ini.

Begini, para pemuja fanatik Erdogan ini umumnya orang-orang Ikhwanul Muslimin (IM). IM berjejaring secara transnasional, mereka ada di berbagai negara. Di sebagian negara, mereka sukses menyebarkan pengaruh dan membuat partai. Di Indonesia mereka berhasil membuat PKS. Tapi kini sesama PKS juga berantem, kabarnya bakal ada partai “PKS Perjuangan”.

Di Turki, ada “Partai Keadilan dan Pembangunan” (AKP) yang dipimpin Erdogan. Awalnya, AKP sering mengaku pro Barat dan pro ekonomi liberal (bertahun-tahun berusaha masuk ke dalam Uni Eropa); tapi di saat yang sama memberikan banyak dukungan kepada aktivitas IM. Sejak Erdogan mengadu peruntungannya dengan mendukung penggulingan Bashar Al Assad, warna IM di AKP semakin terkuak.

(lebih…)

Gelembung Sabun dari Utara

Pidato Assad beberapa hari yll, menyusul kemenangan atas front terakhir para teroris di kawasan seputar Aleppo (sebagian petempurnya berasal dari Uighur, menurut anggota parlemen Suriah asal Aleppo, Fares Shehabi), menggunakan kata “gelembung suara kosong dari utara”.

Yang paham bahasa Arab atau Inggris akan bisa menangkap bahwa Assad selama ini, setiap diwawancara televisi atau berpidato, selalu menggunakan bahasa yang halus dan tertata rapi, dengan suara yang rendah (tidak meledak-ledak).

Di awal konflik, Hamas yang yang bertahun-tahun diberi perlindungan (diberi kantor di Damaskus, disuplai logistik) justru berkhianat. Sebelum perang, ada lebih dari setengah juta pengungsi Palestina di Suriah (data UNRWA), mereka dilayani sama seperti warga asli. Hamas mendukung penggulingan Assad dan bergabung dengan milisi teror. Alasannya, karena Hamas lebih memilih bergabung dengan sesama Ikhwanul Muslimin, daripada bergabung dengan poros resistensi anti-Israel. Ironis, padahal Palestina sedang dijajah Israel. [Tapi sekarang Hamas sudah ‘tobat’ dan kembali gabung ke poros resistensi.]

(lebih…)