Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina

Category Archives: Palestina

Iklan

Tragedi Hari Tanah 2018

demo palestina 30 Maret 2018

Demo Aksi Tanah 30/3/18  bertepatan dengan hari Jumat Agung (sumber foto)

Setiap tanggal 30 Maret, warga Palestina memperingati Land Day (Hari Tanah). Sejarahnya, pada 30 Maret 1976 para petani Arab [yang terjebak jadi warga Israel pasca 1948] melakukan aksi protes damai (tanpa senjata) atas rencana perampasan tanah mereka di Galilea oleh Israel, seluas 2.000 hektar. Enam orang Arab tewas ditembak tentara dalam aksi itu.

Sejak itu, warga Palestina menggelar aksi demo pada Hari Tanah, sebagai bentuk protes dan kemarahan mereka atas perampasan tanah mereka yang sudah terjadi sejak 1948. Dalam demo tahun ini, para aktivis sudah menyatakan mereka tidak akan melakukan kekerasan. Namun tentara Israel (IDF) tetap menyiapkan ratusan sniper (penembak jitu) di berbagai lokasi. Dengan darah dingin, IDF menembaki demonstran. 16 orang gugur, 1.500 lainnya terluka.

Adakah seruan “Netanyahu Must Go” dari politisi Barat, media Barat, atau ZSM Indonesia?

Tentu tidak. Yang ada, mereka akan kembali menyalahkan orang Palestina dengan sederet logika cacat (falasi) dan tuduhan palsu.

Di fanpage ini, saya sudah menjawab falasi para pembela Israel itu dengan menggunakan ilmu logika (mantiq). Ini file yang sudah dikumpulkan jadi satu, silahkan di-donwload:
http://ic-mes.org/wp-content/uploads/2017/08/PALESTINA-ADALAH-KITA.pdf

 

Iklan

Kembali ke Palestina dan Yaman

kaka cafe

Diskusi di Kafe Kaka (Geostrategy Study Club) Bandung

Dalam sebuah diskusi publik di Bandung tentang Palestina (14/12), ada yang bertanya, “Apa kemungkinan akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada perang?”

Waktu itu, Trump baru saja mengumumkan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan kecaman dari masyarakat dunia sangat kuat, termasuk dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jawaban saya, kurang lebih, “Para pejuang Palestina di Gaza sudah menyatakan siap berperang; Iran dan Hizbullah sudah menyatakan siap sepenuhnya mendukung. Tapi apakah akan terjadi perang? Prediksi saya, TIDAK. Israel SANGAT TAKUT berperang all out seperti itu. Anda pernah lihat kan, di medsos sering tersebar foto-foto tentara Israel yang sedang menangis? Saya perkirakan akan ada upaya diplomatik tertentu, untuk menganulir masalah ini, entah apa, tapi yang jelas, perang tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

(lebih…)

Zionis Sawo Matang (ZSM)

Zionis Sawo Matang

ZSM adalah istilah zaman now untuk orang-orang Indonesia yang terang-terangan, maupun malu-malu, mendukung Israel. Tentu saja tidak semua ZSM benar-benar sawo matang, ada juga yang putih atau berkulit terang.

Ciri khas ZSM ini, yang saya dapati, selalu inkonsisten. Di satu sisi heboh sekali mengata-ngatai para takfiri pendukung ISIS (dan kelompok teror sejenis/seideologi, seperti Al Nusra, Al Qaida, FSA, Jaish Al Islam, Ahrar al Sham) sebagai ‘onta gurun’ atau ‘preman berdaster’. Dengan fasih mereka menyuarakan moderatisme, jangan fanatik-fanatik amat pada teks agama. Mereka suarakan ‘demokrasi’, ‘kemanusiaan’, bahkan fasih menyebut “Islam rahmatan lil alamin”.

(lebih…)

Palestina: Selalu Ada Buah Busuk dalam Keranjang

Joko Widodo, Mahmoud AbbasKalau kita membahas perjuangan kemerdekaan Indonesia, apa yang Anda bayangkan? Heroisme para pejuang, kan? Terbayang gak, kalau di antara para pejuang kemerdekaan itu ada orang-orang yang brengsek? Ah, rasanya gak mungkin!

Tapi coba baca catatan peneliti sejarah, kang Hendi Jo dalam bukunya “Zaman Perang”. Di situ Anda akan temukan bahwa jalannya perang tidaklah hitam putih. Selalu ada tokoh antagonis di pihak terjajah, selalu ada tokoh protagonis di pihak penjajah. Anda bisa baca juga catatan-catatannya di Facebook. Misalnya, ini saya kutip:

(lebih…)

Jawaban untuk Pembela Israel (File PDF)

palestine-oppressionMenyusul bentrokan, aksi kekerasan, dan tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga Palestina di kawasan Al Aqsha pada Juli 2017, Direktur ICMES, Dr. Dina Y. Sulaeman menulis serangkaian tulisan mengenai konflik Palestina-Israel di laman Fanpage-nya.

Berikut ini kompilasi tulisan tersebut, yang isinya adalah membongkar cacat logika (falasi) para pembela Israel, mengupas sejarah konflik, serta mengajukan solusi yang mungkin diambil, dengan berbasis data dan perspektif studi HI (bukan berdasarkan klaim teologis).

Silahkan unduh file-nya di sini: PALESTINA ADALAH KITA

Simak juga wawancara Dr. Dina Y. Sulaeman dengan Metro TV mengenai konflik ini.

Tentang Palestina (4b): Dimana Jalan Keluar?

women in black

Women in Black (baca ket. foto di bawah)

Setelah sebelumnya saya paparkan opsi yang ada (one state solution, dan two state solution), masyarakat sipil antiperang dan pembela rakyat tertindas bisa melakukan diseminasi ide. Artinya, setelah ‘ajek’ mikirnya, Anda bisa bersuara dengan tegas. Jangan ragu dan mudah digoyahkan oleh argumen-argumen para pembela Israel yang seolah intelek, padahal penuh falasi (jadi, pelajari juga baik-baik seri Falasi Logika Para Pembela Israel).

(2) Melakukan Aksi Boikot

Tentu saja, akan banyak yang nyinyir mendengar ide ini. Biasanya seperti kaset rusak mereka akan mengulang-ulang kalimat ini: “Lu aja fesbukan, itu kan buatan Yahudi?! Sana hidup sama onta aja!”  Nanti akan terjawab di akhir tulisan ini.

(lebih…)

Tentang Palestina (4a): Dimana Jalan Keluar?

israel-kids

seorang pria Israel dan putranya

Para pembela Israel suka komen menye-menye: “Israel ini negara kecil di tengah kepungan negara-negara Arab! Mereka setiap saat berada dalam ancaman orang-orang Arab rasis! Kenapa sih, orang-orang Arab itu ga mau bertetangga baik-baik saja dengan kaum Yahudi?”

 

Pertama, kalimat di atas melupakan bagaimana proses “tetangga baru” (Yahudi imigran) datang ke Palestina; melupakan fakta bahwa sebelum Yahudi Zionis Eropa berambisi membuat negara-rasis-khusus Yahudi, orang-orang Yahudi-Arab hidup berdampingan ribuan tahun dengan warga Kristen-Arab dan Muslim-Arab di Palestina; melupakan kejadian pembantaian dan pengusiran besar-besaran yang dilakukan milisi “jihad” Yahudi tahun 1947-1948 (periode antara Resolusi 181/1947 dengan deklarasi Israel Mei 1948), dst.

Kedua, kalimat di atas melupakan fakta bahwa rezim-rezim monarkhi Arab justru mesra dengan Israel. Malah raja/emir Arab itu pembela setia Israel. Mereka rela angkat senjata demi Israel (misalnya, Saudi, Qatar, Jordan, dkk memerangi Suriah, demi apa? Demi kerang ajaib? Demi Israel, Om!)

(lebih…)

Tentang Palestina (3): Mengapa Orang Indonesia Harus Membela Palestina?

demo pro palestina
Alasan 1: Nasionalisme Indonesia
Para pembela Israel berkulit sawo matang terus mengulang-ulang narasi bahwa “Yang teroris adalah orang Arab Palestina, yang jadi korban adalah Israel.” Persis seperti yang dikatakan Obama berulang-ulang selama ia menjadi Presiden AS, “Amerika berkomitmen pada keamanan Israel. Dan kita akan selalu mendukung hak Israel untuk membela dirinya di hadapan ancaman yang nyata. Selama bertahun-tahun Hamas telah meluncurkan ribuan roket kepada warga Israel yang tak berdosa.”
Saya sudah jelaskan tentang falasi non-causa pro-causa, nah kalimat Obama ini salah satu contohnya (baca lagi tulisan saya seri falasi para pembela Israel).
Sekarang saya ingin bertanya: para pembela Israel ini patuh pada Presiden AS atau Presiden Indonesia?
Pak Jokowi dalam pembukaan KTT LB OKI di Jakarta Maret 2016, mengatakan, ”Pada tahun 1962, Bapak Bangsa Indonesia, Presiden Pertama Republik Indonesia, Soekarno, Bung Karno, menegaskan: “… selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel’… Kami bangsa Indonesia konsisten dengan janji tersebut. Hari ini, Indonesia berdiri bersama dengan negara-negara OKI untuk meneruskan perjuangan yang belum selesai itu.”
Jadi, pemerintah kita sejak zaman Pak Sukarno sampai hari ini selalu berada di pihak Palestina. Sama sekali tidak ada ‘pertanyaan’, mana yang jadi ‘korban’ (upaya blaming the victim). Ini sesuatu yang sudah jadi fakta: Palestina itu dijajah oleh Israel, titik. Pembukaan UUD 45 memberi mandat kepada bangsa Indonesia untuk membela bangsa-bangsa terjajah.
Jadi para pembela Israel berkulit sawo matang itu memang patut dipertanyakan nasionalismenya: mengapa mereka patuh sama Presiden Presiden AS dan Israel? Mengapa narasi yang mereka sampaikan malah membeo perkataan Presiden AS dan Israel? Apa bedanya mereka dengan warga Turki kaburan di Indonesia yang lebih memuja Erdogan, atau warga Indonesia yang berbaiat pada ‘negara’ illegal nun jauh di sana (ISIS)?

Tentang Palestina (2): Holocaust

auschwitz kamar gas

turis yang sedang berkunjung ke kamp Auschwitz

[Baca dulu Tentang Palestina (1) dan Serial Falasi Para Pembela Israel]

Holocaust secara etimologis berasal dari bahasa Yunani, holo berarti keseluruhan (whole) dan kaustos berarti terbakar/dibakar (burnt). Holocaust didefinisikan sebagai kerusakan besar yang terutama ditimbulkan oleh pembakaran, yang mengakibatkan tewasnya manusia dalam jumlah besar (klaim pihak Zionis: ada 6 juta Yahudi tewas akibat Holocaust). Holocaust menjadi dalih utama atas klaim NEGARA KHUSUS YAHUDI HARUS DIBENTUK.

Di dunia Barat, ada kelompok sejarawan yang disebut “revisionis” (sejarawan yang melakukan penelitian dan rekonstruksi ulang sejarah PD II), antara lain Frederick Toben, Garaudy, Faurisson. Dalam proses penelitian mereka, kasus Holocaust pun terbahas. Saya akan kutip sedikit saja, penjelasan lebih banyak bisa baca di soft-file buku saya (link ada di footnote).

Frederick Toben

Toben menyatakan bahwa sepanjang sejarah, teknologi tidak saja menyediakan alat, tetapi juga memberikan keterbatasan. Keterbatasan teknologi adalah absolut, karena itu jika kesimpulan sejarah diambil berdasarkan aspek teknologi, hasilnya absolut juga. Sebagai contoh, sangat mudah untuk membuktikan apakah sebuah diary yang ditulis dengan tinta, yang diklaim berasal dari zaman perang (tahun 1940-1945), asli atau tidak. Bila analisis terhadap tinta menunjukkan bahwa jenis tinta itu baru dipasarkan tahun 1950, kita bisa menyimpulkan bahwa diary itu palsu.

(lebih…)

Untuk Para Bigot Pembela Israel

demo anti israelAda kalimat bagus dari seorang Ph.D bidang ilmu politik, Airlangga Pribadi: “Kalau fundamentalisme adalah faham yang berusaha membumikan pembacaan literal atas teks suci sebagai proyek politik dengan mengabaikan pandangan orang lain yang tidak mengimani teks suci tersebut; maka adakah yang lebih fundamentalis dari Zionisme? Adakah beda Zionisme dan paham ISIS dari corak fundamentalisme? Tidak ada!”

Ini ya, saya jelaskan dengan kalimat yang lebih sederhana: para bigot pro Zionis (dan orang Zionis-nya tentu saja) sebenarnya sama saja dengan para bigot pro-ISIS (dan anggota ISIS).

Mengapa? Karena mereka sama-sama keras kepala berpegang pada kitab/data/cerita/mitos versi mereka. Tak mau sedikit pun berendah hati mencoba membaca hasil penelitian orang lain. Buku-buku atau artikel yang ditulis dengan kerja keras, menghabiskan waktu lama untuk mengecek berbagai data, dengan seenaknya dicaci-maki dan dilawan dengan copas-copas propaganda murahan.

Berikut ini ada beberapa data saya kasih. Tentu saya tidak berharap para bigot pro Israel itu akan mau membacanya, seperti juga yang saya alami selama 5 tahun menulis tentang jihad palsu di Suriah.

Tapi saya yakin, ini berguna untuk mereka yang “sedang mencari”, atau memang butuh data.

1. Wawancara saya dengan Gilad Atzmon, seorang Yahudi (bahkan mantan tentara Israel) yang tercerahkan dan akhirnya berdiri di pihak Palestina. http://ic-mes.org/politics/interview-with-gilad-atzmon/
Gilad menulis buku yang amat filosofis (tetapi relatif mudah dicerna) mengenai apa itu Yahudi, Judaisme, agamakah, atau kesukuan/ras? Dia mendeteksi akar persoalan di Palestina dari hal2 fundamental. Sangat bermanfaat untuk dibaca.

(lebih…)