Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina

Category Archives: Palestina

Boikot Zionis, Emang Bisa?

Baru-baru ini beredar lagi tuh, tulisan ZSM yang mengejek kaum Muslim. Intinya, “Kalian Muslim ini sedemikian lemah dan bodoh; kalian itu berutang budi sama Yahudi, semua penermuan ilmu dan teknologi di dunia ini buatan Yahudi, jangan sok-sokan boikot Yahudi, ga mungkin!!”

Sebelum saya bahas, saya tegaskan dulu: tulisan ini saya tujukan untuk masyarakat Indonesia (baik Muslim dan nonMuslim) yang minderan (tapi non-ZSM) dan setuju dengan kalimat paragraf pertama itu. ZSM silahkan minggir, you are not welcome here.

Pertama, kalau dapat broadcast ejekan semacam itu yang seolah-olah pakai data (ada obat ini itu, yang bikin Yahudi, ada sekian penerima Nobel, Yahudi, dst), jangan langsung terperangah. Sangat banyak info/data yang disembunyikan di situ. Penemu dan ilmuwan di kalangan Muslim itu banyak kok, sangat banyak. Kalau ga terima Nobel, tidak berarti mereka tidak hebat.

(lebih…)

Dr. Jose in Memoriam

Kabar duka wafatnya dr Joserizal Jurnalis membuat saya terkenang pada masa-masa berat saya delapan tahun yang lalu. Saat itu, status-status FB saya hanya dilike segelintir orang. Belum punya haters.

Sejak lama, saya meminati kajian Timur Tengah dan pembelaan pada Palestina. Jadi, sejak pertama kali saya mengamati konflik Suriah, saya langsung menemukan kaitannya dengan Palestina, Israel, dan AS. Tentu, berbeda dengan banyak orang yang suka teori konspirasi abal-abal, saya selalu menyajikan data sebagai basis argumen.

Anehnya, setelah saya menulis soal Suriah (yang menolak narasi ‘perang agama’ dan membongkar berbagai hoax), mereka yang selama ini seolah paling depan membela Palestina (orang-orang IM dan HTI, di antaranya), justru ngamuk-ngamuk. Mulailah saya diserang dengan berbagai tuduhan keji. Arrahmah dot com, media radikalis yang dibuat oleh klan Abu Jibril kemudian membuat list tokoh Syiah, dan nama saya ada di dalamnya. Kemudian terbukti, mereka itu ternyata kaum radikalis pendukung “jihad”, baik ISIS maupun Al Qaida dkk.

Sejak itu, para akhwat-ikhwan yang tadinya berteman baik dengan saya, rame-rame mengunfriend, menggunjing di FB, dan menyebar banyak fitnah. Saya menghibur diri: baiklah, mereka kan soleh-soleh, insyaAllah semua pahala ibadah mereka akan ditransfer ke saya kelak di akhirat, aamiin.

Menariknya, ada satu tokoh besar yang ternyata bersuara sama dengan saya: dr. Joserizal Jurnalis. Beliau menolak narasi yang dibangun teman-temannya sendiri (di front pembelaan Palestina) bahwa perang Suriah adalah perang Sunni-Syiah. Beliau fokus di perjuangan membela Palestina dan melihat jelas bahwa “jihad” di Suriah itu justru melemahkan kubu pro-Palestina.

Akibatnya, oleh teman-temannya sendiri, dr Jose dituduh Syiah. Karena beliau tokoh besar, saya bisa bayangkan tekanan yang diterimanya karena berani bersuara beda soal Suriah jauh lebih berat daripada saya yang remah rengginang ini.

Tahun 2013, saya kembali ‘bangkit’ dan berhasil menyelesaikan buku “Prahara Suriah”. Dr Jose berkenan memberi endorsement, begini isinya:

“Isu yang dikembangkan dalam konflik Suriah adalah perlawanan rakyat menghadapi pemerintahan yang zalim untuk menegakkan demokrasi seperti di Libya sebelumnya untuk menumbangkan Qaddafi. Buku ini menjawab pertanyaan, benarkah konflik Suriah adalah perlawanan rakyat menghadapi pemerintahan yang zalim untuk menegakkan demokrasi?”

***
Saya tahu, mulai Pilpres 2014, lanjut pilkada DKI dan Pilpres 2019, dr Jose berdiri bersama orang-orang yang (sebagiannya) di masa Perang Suriah selalu menggemakan isu “perang Sunni-Syiah”. Saya tak mau berkomentar soal ini, biarlah, itu keputusan beliau.

Tapi pendapatnya tentang Suriah tidak berubah. Karena itu, buat saya, keteguhan dan kejujuran dr. Jose tentang Palestina akan selalu abadi. Perang Suriah menjadi batu ujian besar, siapa yang benar-benar pro-Palestina, dan siapa yang hanya menggunakan isu ini untuk kepentingan kelompok (atau untuk mengeruk dana umat belaka).

Berikut ini saya copas wawancara sebuah media online (Liputan Islam) dengan beliau, yang menjawab pertanyaan penting: mengapa rakyat Indonesia harus membantu Palestina? Bukankah kondisi Indonesia masih banyak problem (banyak orang-orang memerlukan bantuan), apalagi pada konteks kekinian?

***
Dr. Jose: Dalam hidup bertetangga di dunia, kita tidak bisa menyatakan bahwa kita yang paling menderita; maksud saya dalam ber-internasionalisasi di dunia. Palestina jika dilihat dari segi humanitarian act memang harus dibantu; the most neglected dan the most vulnerable, terutama di Gaza. Secara kebangsaan, kita memikul amanat pembukaan konstitusi, yaitu, “kemerdekaan adalah hak segala bangsa”. Pembukaan UUD 1945 mengindikasikan semangat anti-penjajahan. Pada masa ini, Palestina adalah satu-satunya bangsa yang masih dijajah (pada abad 21 ini).

Indonesia merupakan negara pelopor Gerakan Asia-Afrika, salah satu semangatnya adalah memberantas penjajahan. Nah, negara yang belum merdeka setelah Gerakan Asia-Afrika terbentuk adalah Gaza, Palestina.

Sebagai Muslim, kita memiliki amanah yang lebih, selain amanah konstitusi, yaitu amanah Masjid al-Aqsha. Masjid tersebut harus berada di tangan kaum Muslimin. Kita seharusnya bisa masuk Masjid al-Aqsha secara bebas, tanpa dihalang-halangi, dan check point. Tidak seperti sekarang ini, Muslim harus melalui check point yang luar biasa; pada intinya kita tidak bebas.

Sementara, bagi masyarakat dunia, perjuangan ini diperlukan untuk melawan penjajahan dan semangat pembebasan Yerussalem. Yerussalem merupakan kota tiga agama, yaitu Islam, Nasrani, dan Yahudi; tidak buat Zionis, ini harus digarisbawahi. Berbeda antara Zionis dan Yahudi. Seperti diagram Venn, Zionis adalah bagian kecil (irisan) dari Yahudi. Kita menggarisbawahi Zionis karena orang-orang Yahudi yang memiliki pemahaman politik Zionis itu sangat chauvinistic, tidak bisa menerima nilai-nilai peradaban manusia.

Itu bisa terlihat dari statement Ariel Sharon yang sangat kasar, “Jika saya bertemu orang Arab, maka akan saya bakar.” Intinya ingin membunuh orang Arab. Bayangkan bila seorang pemimpin negara berprinsip seperti itu! Itu kan sangat berbahaya karena mengorbankan semangat kebencian kepada tetangga-nya dan semangat eksklusivisme yang luar biasa. Bagaimana ia bisa hidup berdampingan dengan negara lain? Dia menganggap boleh menyerang orang lain, walaupun masih potensial menjadi musuh. Ia juga membolehkan membunuh orang lain (musuhnya).

Contoh, penyerangan reaktor nuklir Iran, pembunuhan lawan-lawan Zionis di luar negeri (seperti orang-orang Palestina di negara Teluk). Ini kan berbahaya; mereka menyerang negara orang lain, menyerang kapal orang lain, seperti USS Liberty. Jadi, prinsip-prinsip yang dianut Zionis, seperti we are the chosen people, we have the promise land, we have right to perform pre-emptive strike, we have right to go back home sangat berbahaya.

Liputan Islam: Banyak orang yang menyatakan, “Sesama Palestina saja gontok-gontokan, seperti Hamas dengan Fatah dan lainnya. Apa urgensi kita membantu mereka?” Bagaimana menurut pandangan Bapak?

Dr. Jose: Tidak, menurut saya tidak seperti itu. Mereka gontok-gontokan kerena manipulasi. Tapi, yang kita lihat di luar konteks itu, bahwa mereka dijajah dan tanah mereka diambil. Nah, kita yang memberikan penyadaran kepada mereka. Hai, tanah kamu diambil, kamu berhak merdeka! Kita ingatkan juga, kalian jangan gontok-gontokan lagi! Jadi, kita care dengan persoalan Palestina bukan karena orang-orang Palestina itu mulia, tapi karena mereka terjajah. Jadi, kita melihat dari aspek kemanusiaannya. Mereka gontok-gontokan karena dimanipulasi oleh orang lain, jadi kita harus menyadarkan mereka.

****
Innalillaahi wa inna ilaihi roojiun. Semoga almarhum dr Jose husnul khatimah dan segala jasanya untuk Palestina dibalas Allah dengan berlipat ganda.

Wawancara selengkapnya: https://liputanislam.com/wawancara/joserizal-jurnalis-amanah-al-aqsha/

PDF buku Prahara Suriah: https://dinasulaeman.wordpress.com/2019/01/01/pdf-prahara-suriah/

Foto: Rumah Sakit Indonesia di Gaza, pembangunannya dipimpin oleh dr Jose.

Uighur di Kayseri

Sebuah “iklan” berbayar (sponsored) lembaga pengepul donasi untuk Uighur melintas di beranda. Berbeda dari sebelumnya, kini lembaga itu menyebutkan dengan jelas, bahwa bantuan selimut dan pangan akan diberikan kepada pengungsi Uighur di Kayseri, TURKI.

Nah, gitu dong, terus-terang saja, bahwa bantuan itu akan diantar ke Turki. Saya baru dengar nama Kayseri, dan dengan sedikit google ketemulah foto ini. [1] Foto ini adalah kompleks apartemen yang disediakan pemerintah Turki untuk menampung para pengungsi Uighur, lokasinya di Kayseri, sekitar 11 jam naik bis dari Istanbul.

Dari foto ini ada beberapa hal yang bisa kita cermati:

(lebih…)

Alasan Trump Membunuh Qassem Soleimani

ZSM Juga Bergermbira Atas Kematian Qassem Soleimani

Sebuah fanpage pro-Israel, ditulis oleh orang Indonesia-fanatik-Israel, yang “lebih Israel daripada Israel”, menunjukkan kegembiraannya atas kematian Qassem Soleimani. Dan persis kaum Wahabi, ZSM [istilah untuk orang Indonesia pro-Israel] ini menyeret urusan kematian Jend. Soleimani ke urusan Sunni-Syiah.

Padahal si dedengkot ZSM ini nonMuslim (maaf tidak bermaksud SARA, sekedar menunjukkan kontradiksinya). Dia ini persis seperti jubir militer Israel (saya pernah share videonya), yang menasehati Hamas supaya jangan beraliansi dengan Iran, sambil mengutip pernyataan ulama Wahabi bahwa “Iran itu Syiah dan Syiah itu sesat”.

Tapi ZSM ini justru membuka alasan penting (yang di tulisan saya kemarin tidak sempat dibahas karena sudah terlalu panjang), mengapa Soleimani dibunuh, yaitu karena ISRAEL.

(lebih…)

FALASI ZSM

Para ZSM akhir-akhir ini memviralkan tulisan seseorang yang berjudul “Yerusalem Menurut Pandangan Seorang Ilmuwan Islam dari Indonesia”. Nama orang yang konon ilmuwan ini adalah Arifin Yahya, saya tak kenal.

Saya menulis tanggapan atas permintaan seorang saudara saya. Tanggapan singkat saja.

Begini, ada banyak versi sejarah, mengapa ketika ada 1 versi saja yang dikemukakan, itupun via WA, entah bagaimana validitasnya, langsung diterima mentah-mentah? Bukankah ada versi lain (dan ini diterima luas di kalangan Muslim, Kristiani, dan Yahudi) bahwa Israel adalah gelar untuk Nabi Ya’kub (bermakna “hamba Allah”). Bukankah salah satu anak Nabi Yakub (yang juga terlibat dalam “penenggelaman” Nabi Yusuf ke sumur) namanya Yahuda, yang kemudian, nama agama Yahudi dinisbahkan kepada Yahuda?

(lebih…)

Uighur

[update: ada yg aneh, fotonya tiba-tiba hilang sendiri]

Di antara sedemikian derasnya informasi soal Uighur, memang bagi sebagian orang sulit untuk percaya pada informasi bantahan “kaum Muslim di Uighur baik-baik saja”. Informasi yang tersebar terlihat sangat meyakinkan. Saya tidak punya info apapun yang bisa membantah berbagai foto dan video yang tersebar, karena saya tidak melakukan riset soal ini.

Kondisinya berbeda dengan kasus Suriah, dimana hoax sangat mudah terbongkar: tidak ada satu pun foto berdarah-darah yang diklaim sebagai “korban pembantaian Assad” terbukti benar. Hanya dengan cara mudah: masukkan foto itu ke google image, akan segera ditemukan bahwa foto itu adalah korban kejahatan Israel di Gaza, korban kejahatan tentara AS di Irak, korban tabrakan di Turki, korban gempa bumi di Azerbaijan, atau foto kursi kuno di museum [diklaim sebagai kursi listrik dimana orang Sunni dibunuh Assad], dll.

Kondisinya beda dengan kasus Suriah, dulu itu para netizen antiperang dari berbagai negara gotong-royong memverifikasi foto dan video tersebut. Apa saja hoax yang disebar White Helmets, segera muncul tanggapannya disertai bukti/argumen tak terbantahkan untuk menunjukkan bahwa itu foto/video hoax. Tapi yang sudah banyak dibongkar pun, sebagian orang tetap saja tak mau terima.

(lebih…)

Kejahatan Israel yang Diabaikan Para Seleb Medsos dan ZSM

Sejak awal pekan ini (9/12/19), ada aksi protes yang dilakukan warga Tepi Barat, memrotes rencana pembangunan permukiman Israel di Hebron. Berita ini lewat begitu saja karena orang tak lagi terlalu peduli.

Menurut Resolusi PBB no 181 thn 1947, wilayah Palestina dibagi dua: separuh untuk dibuat negara Israel, separuh lagi untuk negara Palestina. Tepi Barat dan Gaza (dua wilayah yang terpisah satu sama lain) adalah “jatah” untuk warga Arab-Palestina.

Nah, faktanya, di Tepi Barat ini pun warga Palestina tidak bisa hidup aman. Karena, tentara Israel masih berkuasa di sana dan hampir setiap hari terjadi perampasan tanah dan rumah. Di atas tanah rampasan itu, dibangun permukiman-permukiman khusus Yahudi (yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia, terutama AS). Mahkamah Internasional sejak 20015 menetapkan bahwa pembangunan permukiman ini ilegal.

Makanya PBB, pemerintah, dan media sering pakai istilah ‘occupied Palestine’atau ‘kawasan pendudukan Palestina’. Maksudnya, ini kawasan yang disepakati oleh komunitas internasional sebagai kawasan Palestina, tapi fakta di lapangan, tentara Israel dan ratusan ribu pemukim ilegal menduduki kawasan itu.

(lebih…)

Bourne Ultimatum

Tadi pagi saya terbangun dengan pikiran yang lelah. Saya mimpi dikejar-kejar, mau dibunuh, entah oleh siapa. Mungkin ini gara-gara film yang saya tonton sebelum tidur, Bourne Ultimatum. Film ini amat-sangat seru (mungkin karena itu terbawa mimpi). Bercerita tentang agen CIA bernama Jason Bourne yang pernah mengikuti program yang memodifikasi perilaku [diberi nama program Treadstone, kemudian dilanjutkan dengan nama Blackbriar].

Program itu membuatnya menjadi pembunuh yang sangat ahli, tapi ia lupa siapa saja yang ia bunuh; bahkan lupa siapa dirinya sebenarnya. Proyek Treadstone/Blackbriar bertujuan menciptakan agen-agen CIA yang siap diperintah membunuh “demi melindungi rakyat AS”. Namun, Bourne selalu merasa gelisah, ia ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Upayanya ini mengancam kerahasiaan program Blackbriar sehingga ia dikejar-kejar oleh agen CIA lain, untuk dibunuh.

Karena penasaran, saya coba google. Ternyata, CIA memang pernah membuat program modifikasi perilaku, namanya “MKUltra”, dimulai tahun 1953. Awalnya program ini tentu saja rahasia karena prosedurnya ilegal, namun terungkap ke publik pada tahun 1970-an sehingga dihentikan pemerintah AS pada 1977. Tahun 2001, dokumen-dokumen rahasia MKUltra dibuka untuk publik (karena aturan di AS memang demikian).

(lebih…)

GAZA

Berikut ini ada 2 tulisan terbaru di web ic-mes.org

Pertama, tulisan seorang jurnalis Palestina bernama Majed Abusalama, tentang kehidupan warga di Gaza.

Antara lain ia menulis, seolah menjawab narasi para ZSM dan para hasbara selama ini, “Namun, komunitas internasional terus bertindak seolah-olah rakyat Gaza yang harus disalahkan atas penderitaan mereka sendiri. Seolah-olah 365 kilometer persegi tanah yang berusaha dipertahankan oleh warga Gaza adalah negara yang sebenarnya, dengan tentara, angkatan laut, kubah besi, pesawat tempur, tempat berlindung, teknologi militer terbaru yang didanai oleh AS dan negara-negara Eropa. Seolah-olah dua juta orang yang diperas di jalur Gaza ini sedang berperang dengan perlengkapan yang setara dengan Israel, dan mereka bukanlah pengungsi miskin yang sedang dijajah, dilanggar, dan dirampas haknya selama puluhan tahun.”

(lebih…)

Revolusi Berkedok Agama

Di status sebelumnya (Lithium di Bolivia), saya tuliskan kesamaan pola agenda “penggulingan rezim” antara Bolivia dan Suriah, yaitu perebutan sumber daya alam. Nah, di video ini terlihat kesamaan kedua: Elang Gundul [AS] menggunakan kelompok agama radikal/fundamentalis sebagai proxy. Apa itu proxy? Istilah lainnya “kaki tangan”. Mereka dibiayai, dilatih, didukung melalui propaganda media, dll, oleh AS, untuk menggulingkan rezim-rezim yang tidak sejalan dengan kepentingan AS. Tapi pelakunya tetap saja orang lokal.

Biasanya kalau saya bilang: “di belakang ISIS/Al Qaida ada AS” yang ngamuk ada 2: pembela AS dan pendukung ISIS.

Pembela AS biasanya akan mengolok-olok “kamu pakai teori konspirasi!”. Di kolom komen saya taruh video anggota parlemen AS yang berpidato di depan parlemen AS, mengecam pemerintahnya yang selama bertahun-tahun mendanai ISIS dan Al Qaida. Kalian mau lebih Amerika dari anggota parlemen Amerika?

(lebih…)