Kajian Timur Tengah

Beranda » Palestina (Laman 2)

Category Archives: Palestina

Ternyata, ISIS yang Menculik Tiga Remaja Israel Itu

three-boys

tiga warga Israel yang terbunuh (sumber: times of israel)

Riuhnya urusan pilpres di Indonesia membuat banyak pihak lupa pada nasib Palestina. Padahal, seperti berkali-kali saya tulis di blog ini, membela Palestina pada dasarnya membela ‘kita’.Israel ‘hidup’ hingga hari ini, mampu melanjutkan kejahatannya di Palestina, tak pernah bisa diajak bernegosiasi secara adil demi kehidupan damai di Palestina, berkat suplai uang dari seluruh dunia, melalui perusahaan-perusahaan transnasional (terutama minyak dan gas) yang dikuasai oleh orang-orang kaya Zionis. Demi meraup uang sebanyak-banyaknya, mereka berbuat makar di berbagai penjuru dunia lewat aktivitas ekonomi kotornya. Ini membuat Gilad Atzmon (penulis Yahudi yang gigih mengkritik Israel dan Zionisme) menyimpulkan, “Kita semua ini adalah bangsa Palestina dan kita memiliki satu musuh yang sama (yaitu Israel)”

Saya juga pernah menulis bahwa pola ‘jihad’ kelompok-kelompok radikal Islam ternyata bersesuaian dengan agenda Israel. Mereka justru   memorak-porandakan negara-negara yang memang ingin dipecah-pecah menjadi negara-negara kecil oleh Israel. Agenda Israel itu bisa dibaca dalam dokumen The Oded Yinon’s Plan.

Sejak Juni lalu, Israel meningkatkan serangannya terhadap Palestina. Alasan yang dipakai Israel: untuk mencari tiga warga Yahudi hilang di dekat Al-Khalil (Hebron) di bagian selatan Tepi Barat pada Kamis (12/6).  Israel menuduh HAMAS terlibat dalam penculikan tersebut sehingga militernya melancarkan operasi di Gaza dan Tepi Barat, dan menangkap lebih dari 600 orang Palestina, termasuk anggota parlemen, mantan tahanan dan pemimpin masyarakat. Mereka menggeledah setiap rumah bahkan hingga ke pemakaman dan saluran air. Padahal, baik Hamas maupun Fatah menolak mentah-mentah tuduhan ini.

Dan, siapakah ternyata penculik dan pembunuh ketiga warga Israel? Tak lain, organisasi teror ‘cabang’ ISIS. Lagi-lagi aksi mereka sesuai dengan pola sebelumnya di Suriah dan Irak: membuka jalan masuk bagi Israel. Di Suriah, kehadiran Front Al Nusra dan ISIS (keduanya ‘anak kandung Al Qaida, namun akhirnya berseteru satu sama lain), telah melemahkan pemerintahan Assad, satu-satunya negara Arab yang menolak berdamai dengan Israel (dan bahkan penjadi tuan rumah terbaik bagi para pengungsi Palestina, baca: Syria: Prahara di Negeri Pengungsi). Di Irak, perpecahan antar suku dan mazhab yang dipicu oleh ISIS, berpotensi memunculkan perpecahan dan terbentuknya negara-negara kecil  berlandaskan mazhab (persis seperti yang diagendakan oleh The Oded Yinon’s Plan). Tapi untungnya, bangsa Irak tidak terprovoklasi dan bahkan bersatu-pada melawan ISIS. Keuntungan bagi Israel: minyak Irak kini leluasa mengalir ke Israel (dulu Saddam menghentikan ekspor minyaknya ke Israel).

Berikut berita tentang siapa pelaku penculikan dan pembunuhan warga Israel itu, yang saya copas dari situs Liputan Islam:

Sebuah kelompok yang menamakan diri “Ansar al-Daulah al-Islamiyyah fi Bait al-Maqdis” menyatakan bertanggungjawab atas penculikan dan pembunuhan tiga pemuda Yahudi di al-Khalil. Mereka mengancam masih akan menyerang Israel. Tapi, naifnya, mereka juga mengancam akan menyerang para pemimpin Palestina.

“Aksi ini dilakukan dalam rangka membantu kekhalifahan Islam dan Abu Bakar al-Baghdadi,” ungkap kelompok tersebut dalam situs resminya, sebagaimana diberitakan kantor berita Palestina, Maan Senin (1/7/2014).

Ansar al-Daulah al-Islamiyyah juga menyatakan bertanggungjawab atas penembakan roket dari Jalur Gaza dan serangan terhadap sasaran-sasaran Israel dalam satu setengah bulan terakhir. Kelompok ekstrimis itu mengancam masih akan melancarkan operasi serangan terhadap sasaran-sasaran Israel di wilayah pendudukan.

Lebih lanjut, kelompok itu juga mengancam akan menyerang pemerintah dan para pemimpin Palestina di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

Kelompok ini diduga kuat terafiliasi dengan jaringan teroris al-Qaeda dan Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIS). Mereka juga mengecam Hamas dan menganggapnya sebagai gerakan ambisius.

Semula kelompok itu bernama “Ansar Bait al-Maqdis”, namun berganti nama setelah ada deklarasi kekhalifahan Abu Bakar al-Baghdadi Ahad (29/6/14) .

Sejak terjadi penemuan tiga mayat warga Yahudi korban penculikan tersebut pada Senin malam (30/6/14) tentara Israel mempersengit serangannya terhadap Palestina. Malam itu tentara Israel mendatangi dan meledakkan rumah dua warga Palestina di al-Khalil yang dituduh Israel sebagai pelaku penculikan. Rumah keduanya hancur bersama semua isi yang ada di dalamnya. Satu di antara dua rumah itu merupakan bangunan apartemen yang dihuni oleh 25 orang.

Tentara Israel juga mendatangi Jenin, Tepi Barat, dan membunuh seorang pemuda Palestina. Israel menuduh Hamas sebagai pelaku penculikan, namun Hamas membantahnya. (mm/liputanislam.com)

 

Tentu saja, media Israel tidak mengungkap ini. Times of Israel misalnya, menyebut Hizbullah-lah pelaku penculikan itu. Dan berita dari media Israel itulah yang disebarluaskan oleh media-media di Indonesia. Contohnya, ini:

sumber foto: LiputanIslam.com

sumber foto: LiputanIslam.com

Jangan lupa pula, bahwa ISIS  sudah memiliki cabang di Indonesia. 

 

Jokowi, Anis, dan Palestina

free-palestineKata beberapa pengamat politik yang secara selintas saya dengar di televisi atau saya baca di media online, Debat Capres hanya akan bermanfaat untuk swing voters (mereka yang belum menentukan pilihan), sementara bagi pemilih fanatik, apapun yang dikatakan Capres lawan, tidak akan memberi efek.

Sebagai seorang swing voter yang sejak 2001 mulai aktif menulis tentang perjuangan Palestina, terus-terang saja, saya respek pada pernyataan Jokowi dalam Debat Capres tadi malam (22/6/2014): akan membantu kemerdekaan Palestina dan akan mendukung masuknya Palestina sebagai negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Memang sangat mungkin, apa yang disampaikan Jokowi adalah ‘jualan’ atau hasil masukan timses-nya yang paham, bahwa di luar sana ada banyak swing voter yang pro-Palestina. Tapi, menurut saya, yang penting itu adalah keberanian Jokowi mengucapkannya. Sehingga, saya kelak bisa mengkritiknya bila dia tidak melakukan apa yang diucapkannya itu. Sama seperti saya bisa mengkritik Tifatul Sembiring menteri dari PKS, yang tak melakukan apa yang selama ini digembar-gemborkan PKS melalui demo-demo mereka. Surat terbuka saya untuk Tifatul bisa dibaca di sini: https://dinasulaeman.wordpress.com/2010/02/06/selamat-datang-israel-surat-untuk-pak-tifatul/

Dan pagi ini, saya  membaca sebuah berita di media online sungguh mengecewakan (tapi, tidak mengejutkan, karena itu artinya bersesuaian dengan mantan Presiden PKS, Tifatul), Presiden PKS Anis Matta menyebut misi Jokowi soal Palestina itu tidak penting. Saya membandingkan dengan beberapa media online lain, untuk mengecek akurasinya kalimat Anis ini, di media lain kata ‘penting’ memang tak diucapkan, tapi rupanya itu penambahan redaktur sesuai dengan konteks yang ditangkap. Selengkapnya kalimat Anis:

Bisnis.com:

“Tidak (terlalu penting), jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,”

Beritasatu.com:

“Tidak (penting),” kata Anis singkat saat ditanya wartawan usai debat capres di Hotel Holiday Inn, Jakarta, Minggu (22/6).

Lagipula, menurut dia, membantu kemerdekaan Palestina adalah tugas konstitusi.

“Bagi siapa yang memimpin pemerintahan. Jadi itu bukan suatu yang spesifik. Itu sudah ada dalam konstitusi kita,” kata Anis. 

Merdeka.com:

“Tidak, jadi itu bukan suatu yang spesifik. Hal itu sudah ada dalam konstitusi kita,” kata dia usai debat capres ketiga di hotel Holiday Inn Jakarta Utara, Minggu (22/6)

(lebih…)

Palestina di Penghujung 2013 dan Rasionalitas Hamas

Laporan akhir tahun Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebutkan bahwa Israel selama tahun 2013 telah melakukan kejahatan terhadap rakyat Palestina sebanyak 300 kali. Antara lain, menewaskan puluhan warga Palestina dan menciderai 3753 lainnya dalam berbagai serangan terhadap wilayah Palestina. Para pemukim Zionis sepanjang tahun ini juga merusak lebih dari 10 ribu pohon zaitun milik warga Palestina. Angka ini naik 25% bila dibandingkan dengan tahun 2012.

Selama tiga tahun terakhir, perhatian dunia kepada Palestina memang banyak teralihkan oleh pemberitaan soal ‘jihad’ Suriah. Bahkan perundingan damai Palestina-Israel pun sudah lama terhenti.  Meski bulan Juli tahun 2013 ini, proses perundingan diupayakan kembali, namun lagi-lagi, dunia tak terlalu hirau. Menteri Perang Israel pun dengan pongahnya berkata, “Jika Israel tidak aman, maka Gaza tidak akan pernah merasakan ketenangan” menyusul aksi bombardier jet-jet tempur Israel ke Bait Laia dan Khan Yunis baru-baru ini (IRIB 24/12/13).

Apa Kabar Hamas?

Perjuangan bersenjata melawan Israel sejak tahun 1980-an dilakukan oleh dua milisi utama, Hizbullah dan Hamas. Keduanya selain berjuang dengan senjata, juga terlibat dalam proses politik di negara masing-masing, Lebanon dan Palestina. Hamas dan Hizbullah mendapat dukungan besar dari Iran dan Suriah. Keempatnya membentuk satu-satunya front perlawanan terhadap Israel, sementara negara-negara Arab di kawasan justru berdamai dengan negara Zionis itu.

 

Mendiang Syekh Ahmad Yasin (Hamas) dan Ayatullah Khamenei

Mendiang Syekh Ahmad Yasin (Hamas) dan Ayatullah Khamenei

Mendiang Yaser Arafat dan Imam Khomeini

Mendiang Yaser Arafat dan Imam Khomeini

Khaled Mashal dan Ayatullah Khamenei

Khaled Mashal dan Ayatullah Khamenei

Namun sejak tahun 2011, Hamas membelot dari kubu ini. Seiring dengan pecahnya konflik Suriah, Khaled Mashal yang selama bertahun-tahun berkantor di Damaskus (karena inilah satu-satunya kota aman bagi dirinya yang terus-menerus diincar agen-agen Mossad), diam-diam pindah ke Qatar pada Januari 2012. Emir Qatar (yang juga salah satu donatur utama pemberontak Suriah) rupanya tiba-tiba berbaik hati, menawarkan perlindungan dan uang kepada Hamas. Segera setelah itu, pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, mengumumkan dukungannya terhadap pemberontak Suriah. Tak heran bila Assad menyindir perilaku orang-orang Hamas ini, “Sekelompok warga Palestina memperlakukan Suriah seperti layaknya hotel.”

(lebih…)

Mengapa Palestina?

“Imam ghoft in rezhim-e ishghalgar-e qods bayad az safheh-ye ruzgar mahv shavad.”

“Imam (Khomeini) mengatakan, rezim penjajah Al Quds harus lenyap dari lembaran waktu”.

(Ahmadinejad, 2005)

Israel marah besar dan media massa dunia yang dikendalikan Zionis menyebarluaskan kalimat Ahmadinejad di atas dengan terjemahan “Ahmadinejad: Israel Harus Dilenyapkan Dari Peta Dunia”.

Sebenarnya, yang selama ini disampaikan Ahmadinejad hanyalah pertanyaan-pertanyaan mendasar: mengapa Holocaust tidak boleh diteliti? Mengapa sejarawan yang berusaha merevisi catatan sejarah tentang holocaust dimasukkan ke penjara? Bila NAZI yang bersalah atas holocaust, mengapa kompensasinya, bangsa Yahudi diberikan ‘hak’ untuk mendirikan negara khusus Yahudi di Palestina? Mengapa Palestina yang dipilih?

Dalam salah satu pidatonya, Ahmadinejad mengemukakan jawaban dari pertanyaan ini:

Pertanyaannya adalah, mengapa? Mengapa masalah Palestina sedemikian pentingnya? Mengapa sekelompok manusia dengan segala kemampuannya, dengan mengorbankan harga diri dan kehormatannya, mau melindungi rezim illegal ini?

Hadirin yang terhormat, saya ingin menyampaikan kepada Anda akar sejarah masalah Palestina. Kawasan Palestina adalah kawasan yang sangat penting, kawasan yang strategis  dari sisi politik, budaya, ekonomi; kawasan yang memiliki keistimewaan yang tiada duanya. Menguasai Palestina artinya menguasai semua jalur utama  politik dan ekonomi dunia. Penguasaan atas Palestina berarti menguasai seluruh kawasan (Timur Tengah) dan kawasan Islami. Menguasai Palestina berarti menguasai brigde-head[1] di jantung dunia untuk menguasai semua bangsa. Dan tentu saja, penguasaan Palestina adalah cita-cita historis sebagian kekuatan-kekuatan Barat.

Saya tidak ingin membahas sejarah sampai jauh ke belakang. Anda mengetahui bahwa kekuatan Barat mengirim pasukan ke Palestina, selama beberapa periode mereka telah menduduki Palestina. Lalu pasukan Islam berhasil merebut kembali tanah Palestina. Cita-cita historis sebagian kekuatan Barat adalah (kembali) menguasai Palestina. Pada abad yang lalu, kelalaian kaum muslimin, kebobrokan sebagian pemimpin (Arab), dan rakus kekuasaan sebagian kabilah dan kelompok, keegoisan sebagian manusia, dan perpecahan yang meluas di dunia Islam telah dimanfaatkan oleh kekuatan-kekuatan opresor dunia untuk mempersiapkan penguasaan Palestina.

Mereka telah mempersiapkan pendirian Israel jauh sebelumnya; sejak awal abad ke-19. Mereka telah datang ke Palestina untuk merintis (persiapan itu) dari dalam dengan (cara) membeli tanah dan pelan-pelan menyingkirkan tokoh-tokoh Palestina asli yang berpengaruh dan beriman. Namun kejadian utamanya terjadi setelah PD II. Setelah PD II dengan dua dalih[2] mereka menancamkan tombaknya dan dengan mengusir jutaan orang Palestina asli, mereka mendirikan sebuah rezim yang brutal di sana.

[Dikutip dari buku Ahmadinejad on Palestine karya Dina Y. Sulaeman]

Konflik Internal dan Masa Depan Palestina

Dina Y. Sulaeman*

Hiruk-pikuk konflik di Suriah telah membuat banyak orang lupa pada kondisi Palestina. Bagaimana situasi mereka kini? Harian Al-Quds pekan lalu memberitakan bahwa aksi kekejaman Israel terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur semakin meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir. Sementara Al Ayyam menurunkan berita tentang peta desain pembangunan kuil Yahudi di atas reruntuhan Masjid Al Aqsa.

Resolusi PBB nomor 181 tahun 1947 yang membagi dua wilayah Palestina telah menimbulkan konflik berkepanjangan, yang hingga hari ini belum bisa diselesaikan. Karena ada pihak yang terusir (warga asli Palestina) dan ada pihak yang merasa harus terus mempertahankan wilayah jajahan (Israel), Palestina seolah tak pernah sepi dari berbagai aksi kekerasan. Pada tahun 1967, terjadi Perang Enam Hari antara Israel dan negara-negara Arab pembela Palestina, yang justru berakhir dengan penguasaan seluruh wilayah Palestina oleh Israel (wilayah yang semula dibagi dua oleh PBB, setelah 1967 seluruhnya diduduki Israel).

Sejak itu pula, muncul perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina yang dilakukan secara gerilya dan senjata seadanya; dan dihadapi dengan berbagai operasi militer oleh Israel. Berbagai upaya mediasi antara Israel dan Palestina telah diupayakan oleh komunitas internasional, termasuk dirilisnya ratusan Resolusi PBB terkait konflik Israel-Palestina. Namun berbagai upaya mediasi itu terus menemui jalan buntu, meski sempat tercapai beberapa kemajuan minor, seperti Perjanjian Oslo 1993 yang berisi pembentukan semacam ‘pemerintahan sementara’ di Palestina, yang disebut “Otoritas Palestina” dan pengembalian 2 % wilayah jajahan Israel (yaitu Jalur Gaza dan Tepi Barat) kepada Otoritas Palestina.

Setelah Otoritas Palestina terbentuk, justru muncul konflik internal di dalam tubuh Palestina sendiri, yaitu antara kelompok Fatah yang mendominasi Otoritas Palestina dengan kelompok-kelompok jihad (yang didominasi oleh Hamas).

(lebih…)

Ayo, Sumbang RS Indonesia di Gaza

MER-C Luncurkan Gerakan Rp 50 ribu/orang untuk Alkes RSI

Jakarta – Setelah gerakan Rp 20 ribu perorang untuk pembangunan fisik RS Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, kini MER-C meluncurkan gerakan Rp 50 ribu per orang untuk pengadaan alat kesehatan dan interior RSI. Selain gerakan untuk perorangan, MER-C juga meluncurkan Proposal Alat Kesehatan Ruangan RSI yang ditujukan bagi perusahaan dan instansi dalam negeri yang ingin berpartisipasi. Semua ini adalah bagian dari komitmen MER-C untuk menyelesaikan amanah pembangunan RSI sebagai bukti cinta rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina.

“Respon rakyat Indonesia pada program Rp 20 ribu per orang untuk RSI sangat besar. Dukungan dan donasi datang dari berbagai kalangan masyarakat dari Sabang sampai Merauke. Dengan donasi tersebut, pembangunan fisik RSI bisa terus berlangsung hingga saat ini,” papar dr. Joserizal Jurnalis, SpOT, Presidium MER-C.

Progress RSI sendiri sudah dalam tahap 2 berupa pekerjaan arsitektur dan ME (mechanical electrical). Pekerjaan tahap ini dilakukan oleh 33 relawan Indonesia yang seluruhnya unpaid volunteers. Pembangunan RSI direncanakan selesai pada akhir tahun 2013.

Ikhtiar selanjutnya adalah pengadaan alat kesehatan dan interior rumah sakit. Berdasarkan perhitungan Tim Relawan Alkes RSI, dana yang dibutuhkan untuk melengkapi RSI sebagai sebuah RS Traumatologi dan Rehabilitasi mencapai Rp 65 Milyar.

Untuk itu, MER-C meluncurkan kembali gerakan rakyat untuk RSI, kali ini sebesar Rp 50 ribu per orang.

“MER-C menutup bantuan asing untuk program RSI karena kami ingin RSI sebagai simbol persaudaraan Indonesia dan Palestina benar-benar murni dari rakyat Indonesia. Kami juga yakin kita rakyat Indonesia mampu mewujudkan amanah ini,” tegas dr. Sarbini, Ketua Presidium MER-C.

Be a part of History…
Dukungan bagi program ini dapat disalurkan melalui:
BCA, 686.0153678
BSM, 700.1352.061
a.n Medical Emergency Rescue Committee

RS Gaza

Mengenang Al Nakba

Nakba Day, atau Al Yaum Al Nakba, atau Hari Malapetaka adalah hari peringatan didirikannya Israel dari sudut pandang bangsa Palestina. Proklamasi pendirian Israel tanggal 14 Mei 1948 bagi orang-orang Zionis merupakan perwujudan dari ‘cita-cita bersejarah kaum Yahudi’. Namun bagi bangsa Palestina, hari itu adalah hari malapetaka, yang menjadi tonggak dari pengusiran ratusan ribu orang Palestina. Pengusiran itu terus berlanjut hingga hari ini, 65 tahun kemudian. Kini diperkirakan lima juta orang Palestina hidup terusir, tersebar ke berbagai wilayah; atau jadi pengungsi namun masih di wilayah Palestina. Banyak di antara mereka masih memegang kunci dan sertifikat rumah-rumah mereka yang kini sudah dihancurkan, atau ditempati orang Israel.

536271_220531904715801_1283003541_n

Kronologi Al Nakba

Kronologi tragedi Al Nakba sangatlah panjang dan luas dimensinya, namun dalam buku ini penulis membatasi penulisan kronologi  pada gelombang kedatangan imigran Yahudi Zionis, pengusiran bangsa Palestina dari tanah air mereka, serta upaya bangsa Palestina sendiri sejak awal dalam memperjuangkan kemerdekaan. (Bahkan, menariknya, upaya awal perjuangan bangsa Palestina adalah melalui jalur politik; hal ini membuktikan bahwa bangsa Palestina pada saat itu relatif sudah maju dari sisi politik. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa ada penduduk  asli di kawasan itu dan mereka menolak bila tanah mereka direbut begitu saja oleh orang-orang Zionis. Artinya, klaim Zionis bahwa Palestina adalah ‘tanah tak bertuan yang diperuntukkan bagi bangsa tak bertanah’ adalah salah.)

(lebih…)

Apa Kabar Gaza?

Apa Kabar Gaza?

Dina Y. Sulaeman*

Hiruk-pikuk aksi ‘jihad’ di Syria, serbuan Prancis dan sekutunya ke Mali untuk ‘menumpas terorisme’, atau eskalasi konflik politik di Kairo, seolah mengalihkan perhatian publik terhadap nasib warga Gaza. Apa kabar mereka sekarang?  Ternyata, nasib mereka masih belum berubah. Mereka masih berada dalam penjara virtual raksasa yang diciptakan Israel. Mereka dihalangi keluar melewati laut atau daratan yang berbatasan dengan Israel.  Satu-satunya jalan adalah dengan menggali ratusan terowongan yang menghubungkan Gaza dengan Mesir. Terowongan-terowongan itu adalah lifeline rakyat Gaza, jalur yang memberikan mereka kehidupan. Terowongan-terowongan itulah yang memberi mereka akses keluar-masuk yang sangat dibutuhkan untuk membeli barang-barang kebutuhan hidup, termasuk makanan dan obat-obatan, serta menjual barang produksi mereka agar mereka bisa mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan perut, serta untuk membawa para penderita sakit ke rumah sakit di Mesir.

Kemenangan Mursi dalam pilpres Mesir membawa harapan baru bagi rakyat Gaza. Mursi dikenal sebagai presiden saleh yang hafal Quran dan berasal dari gerakan Ikhwanul Muslimin, mana mungkin tega membiarkan saudara seimannya terpenjara di Gaza?  Namun harapan tinggal harapan. Pada bulan Juli 2012, rezim Mursi sempat membuka gerbang Rafah. Namun sejak Agustus 2012, gara-gara ada 16 tentara Mesir yang dibunuh teroris, Mesir kembali menutupnya.

Israel mengklaim bahwa setelah membunuh tentara Mesir, para teroris itu membajak dua kendaraan militer Israel lalu melarikan diri memasuki wilayah Israel. Mereka pun kemudian  ditembak oleh tentara Israel. Pernyataan ini tentu saja terasa aneh. Bila benar demikian, sudah dipastikan teroris itu bukan pejuang Palestina, lalu mengapa perbatasan Rafah yang ditutup? Apa untungnya bagi orang Palestina membunuh tentara Mesir?

Apapun jawabannya, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak sudah memberi pernyataan, “Serangan itu menandakan Pemerintah Mesir perlu mengambil tindakan untuk menegakkan keamanan dan mencegah teror di Sinai.”  Dan, Mursi pun menurut: gerbang  Rafah kembali ditutup. Meskipun beberapa kali ada berita Mursi membuka gerbang, namun secara umum, gerbang Rafah dinyatakan tertutup. Dan rakyat Gaza kembali menggantungkan harapan kepada terowongan galian mereka.

(lebih…)

Sejarah Dominasi Dollar dan Kaitannya Dengan Proyek Pendirian Israel

Inilah yang saya sampaikan dalam Talkshow Bandung Spirit for Palestine tanggal 31 Des 2012.

mkaa

 

 

 

 

 

I. Sejarah Dominasi Dollar di AS dan Dunia

Awalnya, semua negara di dunia menggunakan emas dan perak ketika bertransaksi satu sama lain. Bahkan AS pun dalam UUD-nya mencantumkan bahwa negara menggunakan koin emas dan perak sebagai alat pembayaran. Pada tahun 1800-an hingga 1900-an, orang-orang AS menggunakan uang koin emas dan perak.

Lalu pada 1862, Presiden Lincoln perlu uang untuk membiayai perang saudara (pertanyaan klasik yang hingga kini bisa terus dipertanyakan: siapakah pemicu perang? siapakah yang meraup uang dari perang?). Parlemen AS mengizinkan Lincoln untuk meminjam uang dari bank negara (saat itu masih benar-benar bank milik pemerintah AS) sebesar 150 juta dollar (dalam bentuk koin emas/perak). Seharusnya, pemerintahan Lincoln mengembalikan uang itu dengan uang lagi, namun karena tidak mampu, diperkenalkanlah uang kertas yang berisi ‘janji’ untuk membayar kelak di lain waktu. Ketika itulah pemerintah AS memperkenalkan uang kertas dalam bentuk ‘sertifikat emas/perak’. Para pemilik uang menyimpan uangnya di bank pemerintah, pemerintah akan memberikan sertifikat bukti simpanan itu. Sertifikat itu kemudian bisa dijadikan alat tukar. Si A bisa membeli barang kepada si B dengan menggunakan sertifikat ini, lalu ketika si B butuh uang, dia bisa menyerahkan sertifikat ke bank dan menukarnya dengan koin emas/perak sesuai yang tertera di sertifikat.

Uang kertas ini secara bertahap diperkenalkan ke masyarakat dan dicetak terus-menerus untuk membiayai pengeluaran negara. Awalnya, saat itu ada cadangan emas di bank yang menjadi penjamin uang kertas itu, namun kelak, lama kelamaan, emas cadangan pun habis, sehingga pada akhirnya, uang kertas hanya uang kertas, bukan lagi ‘bukti’ penyimpanan cadangan emas di bank.

[Pertanyaan: mengapa uang kertas yang dijadikan jalan keluar? Jawabnya:

(lebih…)

Talkshow “Bandung Spirit for Palestine”

Melewatkan akhir tahun di Museum Konperensi Asia Afrika yuk..? Ada beragam acara:
1. Pameran foto bertajuk “Palestina dalam Bingkai” (berlangsung hingga tanggal 31 Januari 2013)

2.Talkshow “Bandung Spirit for Palestine” (talkshow dimulai sekitar pukul 14.45; sebelumnya ada pemutaran film dan pagelaran musik, dll)

Pembicara: Direktur Timur Tengah Kemlu, Budhiyana K (Pemred Pikiran Rakyat), Mas Hendrajit (Direktur Global Future Institute), Dina Y. Sulaeman (penulis dan pengamat Timteng), dan Desmod Andrian (Museum KAA). Moderator Teuku Syah Reza (Dosen FISIP Unpad)

3. Night At The Museum (museum tour dan menikmati penampilan musik dan seni dari Adew Habtsa dan rekan, Caturpillar, Arumba Vaganza, Kerontjonger Indonesia, Club Nahnu Arabiyun SMKAA, Cafe Concordia).

ACARA TERBUKA UNTUK UMUM DAN GRATIS.
Dimulai jam 13.00 sampai 00.59
156442_573696359311037_1569635006_n