Kajian Timur Tengah

Beranda » PBB

Category Archives: PBB

Benarkah Dulu Yordania Menjajah Palestina?

Kali ini saya akan membahas soal aneksasi Yordania ke Tepi Barat pada tahun 1949-1967.

Peristiwa aneksasi ini sering dipakai para ZSM untuk membela Israel. Sebenarnya, membantahnya bisa pakai kaidah logika. Ada kesalahan logika yang diistilahkan “whataboutism”(atau istilah dalam ilmu mantiq “tabrir”). Misalnya, seseorang ditangkap polisi karena maling. Si maling membela diri, “Si Jalu juga maling, kok ga ditangkap?” Jadi, dia membela kesalahannya dengan menunjuk kesalahan yang sama, yang dilakukan orang lain.

Inilah yang dilakukan para ZSM: menunjukkan bahwa Yordania dulu menganeksasi Tepi Barat, jadi sah-sah saja dong kalo sekarang Israel juga menduduki Tepi Barat. “Kenapa dulu Yordania tidak disebut penjajah dan sekarang Israel disebut penjajah?” kata mereka ini.

Baiklah, bisa saja kita sebut Yordania DULU menjajah, biar mereka puas. Kalau betul Yordania dulu menjajah, ya itu salah. Kesalahan Yordania tidak membuat Israel jadi benar kan?

(lebih…)

Apa Benar Hamas Menggunakan “Tameng Manusia” Seperti Kata Israel (dan Para ZSM)?

Dalam sebuah webinar (21 Mei), Prof Makarim Wibisono, mantan Duta Besar Indonesia untuk PBB dan Pelapor Khusus PBB mengenai situasi HAM di wilayah Palestina, menyampaikan banyak informasi menarik.

Pemaparan beliau penting untuk disimak (terutama bagi mahasiswa HI, untuk tahu bagaimana cara kerja diplomat).

Antara lain, info yang membuat saya berkata “wow” (dalam hati) saat pertama kali menyimak:

Prof Makarim menceritakan bahwa sebagai Pelapor Khusus PBB mengenai situasi HAM di Palestina, beliau tidak diberi izin oleh Israel untuk masuk ke Palestina. Tapi suatu saat, ada Dubes Israel untuk PBB menemui beliau. Si Dubes Israel ini memberi iming-iming, “Anda ini kan Pelapor Khusus PBB pertama yang bukan Kaukasia [biasanya jabatan ini dipegang orang kulit putih]… kami akan memberi Anda izin masuk ke Palestina, dan Anda akan jadi orang pertama yang kami izinkan masuk… Tapi, ada syaratnya….”

Apa syaratnya?

(lebih…)

MEMBELA PALESTINA BUKAN BERARTI GANTI BENDERA

Membela Palestina itu bukan berarti kita GANTI BENDERA ya! Aneh banget kalau ada yang menggeser opini seperti ini. Seolah kalau kita bela Palestina, bendera kita ganti jadi bendera Palestina.

Bendera orang Indonesia ya jelas tetap merah putih. Kebijakan luar negeri kita juga jelas, pro Palestina. Masak Presiden Jokowi dibilang ganti bendera?

Bu Menlu Retno pernah bilang, “Palestina Ada di Jantung Politik Luar Negeri Indonesia.” Pak Jokowi pernah bilang, “Palestina ada di setiap helaan nafas diplomasi Indonesia.”

Begitu sulitkah memahami bahwa bahwa pembelaan kepada Palestina adalah amanah dari Bapak Bangsa kita, Bung Karno; amanah UUD 45, “bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan..?”

Begitu mudahnya sebagian netizen termakan propaganda yang ingin menggeser opini kemana-mana, termasuk ke urusan bendera. Tujuan penggeseran opini ini (sadar atau tidak) adalah melemahkan pembelaan kepada Palestina, sekaligus menggoyang kebijakan luar negeri RI.

Kalau tidak sanggup mikir yang berat, tidakkah tersisa sedikit saja hati nurani?

(lebih…)

Wawancara dengan Fix Indonesia

PBB Dinilai Mandul Sikapi Konflik Israel-Palestina https://fixindonesia.com/…/pbb…/ZA5xC5UDPjRunRdM8LGiuF

ZSM yang terus mencari-cari pembelaan untuk kejahatan Zionis, kalian presidennya Jokowi atau Netanyahu sih? [Netanyahu = PM Israel]

—————————-

Presiden Jokowi Kecam Aksi Pengusiran dan Kekerasan Israel Terhadap Warga Palestina

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengecam keras aksi pengusiran paksa sejumlah warga Palestina dari Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur oleh pasukan Israel.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan tindakan kekerasan yang dilakukan polisi Israel terhadap warga sipil Palestina di Masjid Al Aqsa tidak bisa dibiarkan.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo melalui akun Twitter resminya @jokowi, Senin (10/5/2021).

Terkait hal tersebut, Jokowi mendesak Dewan Keamanan PBB untuk segera mengambil tindakan atas pelanggaran yang kerap dilakukan Israel.

Presiden juga memastikan bahwa bangsa Indonesia akan terus berpihak kepada rakyat Palestina.

“Indonesia mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil tindakan terhadap pelanggaran yang terus dilakukan Israel. Indonesia akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina,” katanya.

https://www.tribunnews.com/…/presiden-jokowi-kecam-aksi….

Mengapa Kaum Moderat Harus Bersuara Mendukung Palestina?

Sebagian orang yang dilabeli “moderat” berusaha mencari-cari justifikasi, pembenaran, atas serangan tentara Israel ke warga Palestina yang sedang sholat tarawih. Seolah-oleh, Israel “berhak” melakukan kekerasan karena diprovokasi massa. Mengapa mereka tidak bertanya dulu: apa status Israel di sana? Mengapa polisi/militer Israel seolah berhak mengatur-atur, siapa dan kapan orang boleh sholat di sana? Apakah Israel “pemilik” Jerusalem?

Bila benar Anda moderat, dalam arti “modern”, cerdas, ga ngamukan, seharusnya, Anda mampu menganalisis dengan baik setiap konflik dengan menggunakan acuan hukum internasional. Seharusnya Anda merujuk pada hukum-hukum modern, bukan klaim “2500 tahun yang lalu.”

Anda semua bisa cek di dokumen-dokumen PBB tiga fakta penting berikut ini:

(lebih…)

Sumber Ideologi Teror Bisa Muncul dari Banyak Hal

Saya miris membaca berbagai komen yang merendahkan Islam, ketika ada yang membahas terorisme di medsos. Bahkan postingan donasi untuk NTT saja ditunggangi untuk melancarkan hate speech pada umat Muslim.

Benar bahwa berbagai aksi teror di berbagai tempat, terutama sejak perang Suriah, dilakukan atas nama Islam. Di Suriah ada ratusan milisi teror yang mengaku Muslim, antara lain ISIS. Saya pun sudah menulis sangat banyak tulisan membongkar perilaku para teroris ini, juga 2 buku tentang Suriah.

Tapi yang sering (sengaja) dilupakan oleh mereka yang menghina-hina umat Islam, adalah: siapakah korban terbanyak terorisme itu dan siapa yang paling berdarah-darah dalam perang melawan teror di Irak dan Suriah? Jelas kaum Muslim sendiri. Rakyat Irak dan Suriah bahu-membahu bersama militer mereka dalam perang-perang melawan ISIS (dan kelompok teror lain).

(lebih…)

Master Deddy dan Histeria Para Pengepul

Master Deddy Corbuzier itu orang sangat cerdas dan berkarakter kuat, makanya bisa sampai di posisinya hari ini. Beliau sama sekali bukan youtuber alay. Bintang tamu yang beliau pilih pastilah sudah diteliti dulu rekam jejaknya.

Jadi lucu banget kalau para pengepul dan fansnya histeris banget di kolom komen, menyebut “salah undang narsum”. Bahkan sekarang video diskusi saya dan Master Deddy di IG sudah dihapus (oleh pihak IG, tentu karena banyak yang report). Gaes, kalian itu benar-benar meremehkan profesionalitas Master Deddy dan timnya.

Bahkan ada emak-emak histeris yang menulis surat untuk Master Deddy, membantah saya dengan cara sangat rendah dan murahan. Sama sekali tidak ada argumen intelektual. Dan saat dicek rekam jejak emak-emak histeris ini, ternyata dia punya lembaga pengepul donasi. Oalaa.. pantesan histeris.

(lebih…)

Perang di Suriah adalah perang antara pemerintah Suriah (yang dipilih melalui pemilu) melawan milisi-milisi bersenjata yang mengklaim diri “berjihad”. Milisi-milisi itu terdiri dari ratusan kelompok dan nama, dan sebagiannya sudah ditetapkan PBB sebagai teroris. Misalnya, ISIS dan Jabhah Al Nusra sudah ditetapkan sebagai teroris. Ada faksi lainnya, bernama Free Syrian Army (FSA), tidak dimasukkan dalam list teroris, tetapi aksi-aksi mereka di lapangan tidak ada bedanya dengan ISIS dan Al Nusra.

Bila kita melihat perjalanan konflik Suriah sejak awal, kita akan mendapati bahwa sebagian “ulama” berperan sangat besar dalam memobilisasi massa agar mau angkat senjata melawan pemerintah. Bila kita memperhatikan kalimat-kalimat ceramah mereka, sangat dipenuhi dengan ujaran kebencian (hate speech) terhadap pemerintah Suriah.

Apa pelajaran untuk Indonesia? Silakan simak selengkapnya di sangkhalifah.co

https://sangkhalifah.co/peran-ulama-dalam-perang-suriah…/

Cara Cerdas dalam Menganalisis Konflik

ZSM (netizen pro Israel) kan umumnya juga pro Papua merdeka. Bendera Bintang David juga banyak berkibar di Papua. Untuk menarik hati publik, ada yang nekad bawa-bawa Palestina.

ZSM: “Papua itu nasibnya sama kayak Palestina. Sama-sama dalam kondisi terjajah.”

Jawab: “Oh, berarti di matamu, Indonesia sama kejamnya dengan Israel ya? Berarti kamu ngaku juga ya, kalau Israel itu penjajah??”

(lebih…)