Kajian Timur Tengah

Beranda » PBB

Category Archives: PBB

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Bill Gates dan WHO

Penstudi HI tentu familiar dengan penjelasan bahwa aktor (pelaku) dalam hubungan internasional itu terbagi 2: state actor (negara) dan non-state actor (aktor nonnegara) yang meliputi perusahaan, NGO (LSM), organisasi internasional, dan individu.

Nah, Bill Gates ini masuk ke aktor individu. Dia bukan presiden, bukan politisi, tapi pengaruhnya sangat besar di dunia. Gates merupakan donatur terbesar kedua di WHO (donatur terbesar pertama adalah AS, yang ketiga adalah Inggris). Perhatikan bahwa di sini Gates berdiri “sejajar” dengan negara.

Simak ungkapan Bill Gates pada video ini : https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/846342665866995/?t=2

Menurut para pengkritik Gates, besarnya donasinya di WHO telah membuat prioritas Gates menjadi prioritas WHO. Misalnya, alih-alih fokus memperkuat sistem layanan kesehatan di negara-negara miskin, WHO lebih banyak mengeluarkan sumber daya untuk proyek yang disukai Gates, seperti “pengentasan polio”. [1]

Pengentasan polio akan sangat terkait dengan perusahaan produsen vaksin (ada keuntungan bisnis). Reuters (2017) memberitakan bahwa pemerintah India menghentikan sebagian keterlibatan Gates Foundation dalam program imunisasi di negara itu karena dikhawatirkan ‘donatur asing akan memengaruhi kebijakan kesehatan’. Gates Foundation diketahui mendukung GAVI, aliansi vaksin global yang berpartner dengan perusahaan farmasi besar. [2]

Gates bukan dokter, tapi sejak Covid 19 merebak, dia sering dimintai pendapat soal penanganan pandemi ini. Video ini salah satu wawancara yang dilakukannya dengan CBS (2 April 2020). Di video lengkapnya, dia seolah bicara soal AS saja (antara lain, AS harus melakukan lockdown, istilah Gates: “strong isolation measures on a countrywide basis”). [3]

(lebih…)

Untuk yang berminat membaca artikel-artikel kajian Timur Tengah, silakan download gratis di web ini.

https://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/issue/view/6

Judul:
1. Peranan Diplomat Indonesia dalam Memperjuangkan Palestina di PBB (Masa Presidency of the UNSC Mei 2019) oleh Teuku Rezasyah

2. Penggunaan Leksikon Allāh Sebagai Ekspresi Tuhan: Pengaruh Budaya Arab dalam Penerjemahan Bibel Ke Bahasa Arab oleh Yuangga Kurnia Yahya

3. Perbandingan Nitaqat dan Tawteen: Kebijakan Ketenagakerjaan di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab oleh Safira Novia Safitry dan Agus Haryanto

4. Perbedaan Pandangan Politik antara Al Azhar dan Ikhwan Al Muslimin dalam Merespon Kudeta Militer Tahun 2013 oleh Muhammad Anas dan Yon Machmudi

5. Security Dilemma dalam Ketegangan AS-Iran Pasca Serangan Kapal Tanker di Teluk Oman oleh Fenny Rizka Salsabila dan Dina Yulianti.

Untuk yang punya naskah, bisa kirim juga ke jurnal ini. Untuk edisi Juni 2020, naskah paling lambat disubmit tgl 20 April.

Iran dan Covid-19

Permintaan Iran kepada IMF untuk memberi pinjaman uang dalam rangka penanganan Covid-19 memunculkan banyak pertanyaan, intinya: apakah Iran akhirnya tunduk kepada Barat?

Selama ini, IMF dikenal sebagai perpanjangan tangan negara-negara kaya Barat untuk mengacak-acak perekonomian negara berkembang. Pasalnya , IMF (dan Bank Dunia) saat memberi pinjaman selalu memberi syarat: negara penerima pinjaman harus meliberalisasi ekonominya. Antara lain: harus menghemat fiskal, harus memprivatisasi BUMN, dan menderegulasi keuangan dan pasar tenaga kerja.

Menurut Thomas Gangale, dampak dari kebijakan liberalisasi ekonomi ini justru negatif, antara lain dikuranginya pelayanan pemerintah dan subsidi makanan telah memberi pukulan kepada masyarakat kelas menengah ke bawah. BUMN yang dijual untuk membayar utang kepada IMF justru dibeli oleh perusahaan swasta yang kemudian menghentikan pelayanan bersubsidi dan menaikkan harga-harga untuk mencari keuntungan sebanyak mungkin. Kebijakan moneter seperti penaikan suku bunga dengan tujuan untuk menarik investor asing justru menghancurkan perusahaan domestik sehingga pengangguran meningkat. [1]

(lebih…)

[Vlog] Nyanyian Jiwa Anak Suriah

Perdebatan soal pemulangan ISIS (meski pemerintah sudah memutuskan, tidak ada pemulangan) masih terus bergulir. Ada yang mempertanyakan kepada saya, bagaimana dengan anak-anak mereka? Kan kasian, kan mereka itu korban?

Ini pertanyaan yang sangat tidak mudah dijawab (pemerintah yang didukung staf ahli bejibun dengan gaji tinggi aja bingung kok).

Tapi mungkin yang bisa saya sampaikan: mulai sekarang pemerintah perlu menyusun metode/program deradikalisasi yang jelas dan matang. Targetnya bukan cuma anak-anak ISIS (kalau anak-anak ini dipulangkan), tapi semua anak di Indonesia ini. Karena, survei PPIM UIN Jakarta (2017) menemukan bahwa lebih dari 50% pelajar dan mahasiswa Indonesia punya opini radikal.

(lebih…)

[Vlog] Narasi Palestina

Ini semacam visualisasi dari status saya sebelumnya yang judulnya “Deal of the Century” [1].

Bagaimana awalnya Resolusi PBB 181 semena-mena membagi dua wilayah Palestina, setengahnya diberikan ke Yahudi untuk didirikan negara Israel dan penghuninya diimpor dari berbagai negara; sampai hari ini, dimana jutaan warga Palestina harus hidup berdesakan di kamp-kamp pengungsian.

Btw, ini vlog pertama saya dan ternyata ga mudah bisa bikin vlog kayak gini.. butuh waktu lama.

Harap maklum kalau masih kaku ngomongnya yah.. ini voice over-nya juga udah diulang belasan kali


[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/2020/01/29/deal-of-the-century/

Absurditas Tatanan Dunia

(tulisan saya, dimuat di koran Pikiran Rakyat, 13/1)

Serangan udara militer AS terhadap dua tokoh penting dalam peperangan melawan ISIS di Timur Tengah, Jenderal Qassem Soleimani (komandan Pasukan Al Quds, Iran) dan Abu Mahdi Al Muhandisi (komandan pasukan Hashd Al Shaabi, Irak), telah memunculkan kegaduhan besar di dunia internasional. Apalagi kemudian Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan rudal ke pangkalan militer AS di Ain Al Assad Irak pada Rabu dini hari (8/1). Kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia ke-3 muncul seiring dengan kekhawatiran akan naiknya harga minyak dunia yang pasti akan berimbas kepada perekonomian dunia, termasuk Indonesia.

Presiden AS Donald Trump merespon serangan itu dengan pernyataan de-eskalasi (penurunan ketegangan), yaitu AS tidak akan berperang dengan Iran. Ada banyak analisis yang dikemukakan atas respon Trump, di antaranya, AS ditengarai mengkhawatirkan keamanan Israel yang akan terancam bila perang berlanjut. Analisis lainnya menyatakan bahwa pernyataan yang lunak itu muncul karena sekutu AS di kawasan dan di NATO ternyata tidak memberikan dukungan kepada AS untuk melanjutkan perang.

Sementara ini ketegangan terlihat semakin menurun karena fokus negara-negara yang terlibat terdistraksi oleh kasus kecelakaan pesawat Ukraine Airlines. Pesawat itu lepas landas dari Imam Khomeini International Airport, Teheran, lima jam setelah penembakan rudal ke Ain Al Assad. Angkatan Bersenjata Iran telah mengakui, dan menyatakan penyesalan mendalam, atas terjadinya human error yang menyebabkan pesawat itu tertembak oleh Sistem Pertahanan Udara (Air Defence System).

(lebih…)

Perang Dimulai?

Kemarin (7 Jan), parlemen Iran menetapkan bahwa tentara AS adalah teroris. Dua hari sebelumnya (5/1) Parlemen Irak merilis resolusi, meminta tentara AS angkat kaki dari Irak. Kemarin, Menlu Javad Zarif, ditolak visanya oleh AS, sehingga dia tidak bisa datang ke Sidang Dewan Keamanan PBB dimana ia dijadwalkan untuk pidato. Artinya, upaya diplomasi Iran sudah dihalangi oleh AS dan PBB pun tidak bisa berbuat apa-apa, meski hanya sebatas menjamin hak kedatangan perwakilan sebuah negara anggotanya.

Tadi malam (Rabu dini hari, 6/1), pukul 01:20 waktu Irak, [kabarnya ini waktu yang sama dengan penembakan roket yang menyebabkan Jend Qassem Soleimani dan rombongan gugur] Iran meluncurkan puluhan rudal.

Targetnya adalah pangkalan militer AS “Ain Al Assad” di provinsi Anbar, barat Irak. Pangkalan ini pertama kali digunakan oleh pasukan AS setelah menginvasi Irak tahun 2003 dan menggulingkan Saddam.

(lebih…)

FALASI ZSM

Para ZSM akhir-akhir ini memviralkan tulisan seseorang yang berjudul “Yerusalem Menurut Pandangan Seorang Ilmuwan Islam dari Indonesia”. Nama orang yang konon ilmuwan ini adalah Arifin Yahya, saya tak kenal.

Saya menulis tanggapan atas permintaan seorang saudara saya. Tanggapan singkat saja.

Begini, ada banyak versi sejarah, mengapa ketika ada 1 versi saja yang dikemukakan, itupun via WA, entah bagaimana validitasnya, langsung diterima mentah-mentah? Bukankah ada versi lain (dan ini diterima luas di kalangan Muslim, Kristiani, dan Yahudi) bahwa Israel adalah gelar untuk Nabi Ya’kub (bermakna “hamba Allah”). Bukankah salah satu anak Nabi Yakub (yang juga terlibat dalam “penenggelaman” Nabi Yusuf ke sumur) namanya Yahuda, yang kemudian, nama agama Yahudi dinisbahkan kepada Yahuda?

(lebih…)

Kejahatan Israel yang Diabaikan Para Seleb Medsos dan ZSM

Sejak awal pekan ini (9/12/19), ada aksi protes yang dilakukan warga Tepi Barat, memrotes rencana pembangunan permukiman Israel di Hebron. Berita ini lewat begitu saja karena orang tak lagi terlalu peduli.

Menurut Resolusi PBB no 181 thn 1947, wilayah Palestina dibagi dua: separuh untuk dibuat negara Israel, separuh lagi untuk negara Palestina. Tepi Barat dan Gaza (dua wilayah yang terpisah satu sama lain) adalah “jatah” untuk warga Arab-Palestina.

Nah, faktanya, di Tepi Barat ini pun warga Palestina tidak bisa hidup aman. Karena, tentara Israel masih berkuasa di sana dan hampir setiap hari terjadi perampasan tanah dan rumah. Di atas tanah rampasan itu, dibangun permukiman-permukiman khusus Yahudi (yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia, terutama AS). Mahkamah Internasional sejak 20015 menetapkan bahwa pembangunan permukiman ini ilegal.

Makanya PBB, pemerintah, dan media sering pakai istilah ‘occupied Palestine’atau ‘kawasan pendudukan Palestina’. Maksudnya, ini kawasan yang disepakati oleh komunitas internasional sebagai kawasan Palestina, tapi fakta di lapangan, tentara Israel dan ratusan ribu pemukim ilegal menduduki kawasan itu.

(lebih…)