Kajian Timur Tengah

Beranda » Perempuan Berpolitik

Category Archives: Perempuan Berpolitik

Iklan

Prahara Suriah, Hoax, Media Sosial, Perpecahan Bangsa

Banyak orang resah melihat semakin meningkatnya radikalisme di Indonesia dan semakin kerasnya friksi antarumat akibat perbedaan posisi politik. Banyak yang luput memahami fenomena ini dari perspektif geopolitik global, khususnya yang terkait dengan Perang Suriah.

Inilah era Facebook, Twitter, dan WA, ketika perang tidak hanya terjadi di Damaskus, Homs, Idlib, atau Aleppo, melainkan merasuk hingga ke rumah dan mimbar-mimbar di Indonesia. Kemarahan terhadap orang-orang yang terlibat perang nun jauh di sana, ditumpahkan melalui narasi penuh kebencian di berbagai forum, disertai dengan berbagai foto dan video palsu, dengan tujuan merekrut petempur dan donasi.

(lebih…)

Iklan

BEDAH BUKU “PRAHARA SURIAH” & “SALJU DI ALEPPO”

BEDAH BUKU “PRAHARA SURIAH” & “SALJU DI ALEPPO” (karya Dina Y. Sulaeman) dan “MUSIM SEMI SURIAH” (karya Trias Kuncahyono)

HOAX…MEDIA SOSIAL…PERPECAHAN BANGSA

Narasumber :
1. Kombes Pol.R.Ahmad Nurwahid,S.E.,M.M., Kabagbanops Densus 88 AT POLRI
2. Prof Dr Henry Subiakto, Staf Ahli Menkominfo
3. M.Najih Arromadhoni, Sekjen Alumni Suriah
4. Trias Kuncahyono, Penulis Buku
5. Dr. Dina Y. Sulaeman, Penulis Buku
Moderator: Dr. Ahmad Najib Burhani

Lokasi : Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat
Tanggal : Jum’at, 18 Januari 2019
Waktu : 13.00 – 16.00 WIB

PENGUMUMAN

Kemungkinan besar, terkait dua postingan terakhir saya, ada pihak-pihak yang lapor ke FB sehingga akun personal saya dinonaktifkan oleh FB.

Bersama ini diumumkan:
1. Saya tidak membuat akun baru dengan nama Dina Sulaeman.

2. Apabila fanpage ini tumbang juga, tulisan saya selanjutnya bisa dibaca di blog: www. dinasulaeman.wordpress.com

Tetap berpikir merdeka 🙂

Sedang mempresentasikan paper berjudul “Intertwine between Technology and Diplomacy: Indonesian e-Diplomacy in Achieving Palestinian Independence” di The 7th International Conference on Business, International Relations, and Diplomacy (ICOBIRD), BINUS University (5-6 Sept 2018)

Salah satu rekomendasi paper ini, pemerintah perlu lebih aktif lagi menggunakan Twitter dalam berdiplomasi untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya.

Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara

Tulisan saya dimuat untuk pertama kalinya di sebuah koran terkemuka di Iran (koran Jame-Jam). Jadi karena senang, saya pamer di sini ya 🙂

Judulnya: Ahamiyyat-e Filistin Bara-ye Junub-e Syarq-e Asiya (Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara)

Ini Tentang Nurani…

Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.

Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).

Ini video cuplikan kompilasinya.

(lebih…)

Felicia-Amalia Langer in Memoriam

Tanggal 21 Juni lalu, seorang pembela Palestina meninggal dunia. Namanya Felicia Amalia Langer, ia seorang pengacara Yahudi. Ia adalah survivor [orang yang selamat dari] Holocaust. Ia pindah ke Israel pada 1950, setelah menikah dengan Mieciu Langer, juga seorang survivor Holocaust. Di Israel, ia kuliah di fakultas hukum, lalu tahun 1966 ia membuka kantor pengacara.

Selama 1966-1990, Felicia menjadi pengacara di Israel yang fokus membela orang-orang Palestina warga Israel yang menghadapi kasus perampasan lahan, penghancuran rumah, pengusiran, dan penyiksaan oleh tentara Israel. Felicia adalah pengacara Israel pertama yang melakukan pembelaan kepada mereka. Namun ia lebih sering kalah di pengadilan.

Tahun 1990, ia menutup kantor pengacaranya lalu pindah ke Jerman karena menurutnya ‘orang Palestina tidak mungkin lagi mengharapkan keadilan di Israel’. Felicia menulis sejumlah buku yang mengkritik pelanggaran HAM yang dilakukan Israel.

Berikut ini saya terjemahkan sebagian pidatonya, yang sangat menarik untuk disimak, antara lain karena menyebut-nyebut Albert Einstein; dan menjadi jawaban bagi orang yang suka berargumen: “orang Muslim aja banyak kok di Israel!”

(lebih…)

Paper dalam Konferensi Women and Islamic Awakening

Berikut ini paper saya dalam Konferensi Women and Islamic Awakening, aslinya berbahasa Inggris, dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh tim Global Future Institute. Naskah asli berbahasa Inggris bisa dibaca di sini.

Peran Politik Perempuan dalam Gerakan Kebangkitan Islam                (Perbandingan Indonesia dan Iran)
Oleh: Dina Y. Sulaeman, M.Si

Hari ini, kita, semua orang beragama, tentulah risau menyaksikan bagaimana dunia dipenuhi oleh imoralitas dan ketidakadilan. Dalam kehidupan sosial, kita melihat bagaimana pornografi, seks bebas, dan maraknya narkoba telah menjadi perpanjangan tangan-tangan setan untuk menghancurkan umat manusia. Dalam kehidupan ekonomi, sistem riba mendominasi perekonomian dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi dunia seperti IMF, Bank Dunia, atau Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mendikte laju pertumbuhan ekonomi di dunia Islam. Akibatnya, dunia Islam tenggelam dalam krisis ekonomi dan keuangan. Yang kaya semakin kaya, yang miskin makin miskin. Bahkan nyawa mereka tidak dihargai lagi. Perang berkobar di berbagai belahan dunia, sebagian besar korbannya adalah kaum Muslim. Kehidupan umat manusia sekarang berada di bawah kaki para industrialis perang, pedagang senjata, dan perusahaan minyak global.

Selama 150 tahun terakhir, para pemikir Muslim menyatakan bahwa untuk keluar dari situasi ini, umat Islam harus kembali ke identitas Islam. Mereka terus berusaha membangkitkan kesadaran umat agar mampu menghadapi tantangan ini. Gerakan kebangkitan Islam didefinisikan sebagai sebuah gerakan untuk menolak segala macam penindasan ekonomi, politik, budaya, dan militer yang dilakukan oleh musuh- musuh Islam.[1] Tujuan yang hendak dicapai melalui gerakan kebangkitan Islam adalah kembalinya martabat umat Islam dan kebebasan dari hegemoni politik, budaya, dan militer dari musuh. Tujuan ini hanya dapat dicapai jika dunia Muslim bergandengan tangan dan berjalan bersama dalam harmoni.[2]

(lebih…)