Kajian Timur Tengah

Beranda » Perempuan Berpolitik

Category Archives: Perempuan Berpolitik

Iklan

Ada cerita menggelikan…

Alkisah ada Paijo, doktor jurusan saluran air lulusan Kutub Selatan, selama ini kadang nulis status soal Palestina-Israel. Dia tipe sok netral dan sok toleran, dan suka menuduh orang yang pro Palestina adalah radikalis yang mendasarkan diri pada klaim-klaim Al Quran (sialnya, emang banyak radikalis yang suka bawa-bawa bendera Palestina kalo demo).

Si Paijo ini temenan baik dengan seorang perempuan cantik pro Israel, sebut saja namanya Mawar. Paijo suka membela Mawar dengan alasan “toleransi”.

Fakta yang diabaikan oleh Paijo (maklum kan dia sibuk bikin saluran air, jadi tentu tidak maksimal membaca-baca soal Timteng), kubu pro-Palestina itu banyak, bukan cuma yang pro-Hamas. Ada Muslim moderat, ada Muslim sekuler, ada komunis, ada Katolik (orang-orang Venezuela, dan Paus Francis, misalnya), dan bahkan ada orang Yahudi-Israel sendiri (saya pernah cerita soal Gilad Atzmon dan Miko Peled, 2 penulis Israel yang sangat aktif membela Palestina dan mengecam rezim Zionis).

(lebih…)

Iklan

Di Universitas Pertahanan (Sentul)

Presentasi paper “Towards a New Concept of Counterterrorism in Indonesia: a Gender-Sensitive Approach”.

Perempuan yang tergabung dalam organisasi teroris itu sebenarnya pelaku saja, atau sekaligus juga korban? Korban doktrin radikal, korban sistem patriarki puritan versi Wahabi.
Tapi kalau dianggap korban, kok seolah perempuan itu tak berdaya banget, tak bisa membebaskan diri dari penjajahan pemikiran?

*silahkan saja kalau mau komen dan diskusi tapi mohon maaf sedang tidak bisa diskusi, masih banyak PR 🙂

** nanti kalau paper saya sudah dipublish, akan dishare di sini.

Wawancara dengan Geotimes [Geolive]

 

Prahara Suriah, Hoax, Media Sosial, Perpecahan Bangsa

Banyak orang resah melihat semakin meningkatnya radikalisme di Indonesia dan semakin kerasnya friksi antarumat akibat perbedaan posisi politik. Banyak yang luput memahami fenomena ini dari perspektif geopolitik global, khususnya yang terkait dengan Perang Suriah.

Inilah era Facebook, Twitter, dan WA, ketika perang tidak hanya terjadi di Damaskus, Homs, Idlib, atau Aleppo, melainkan merasuk hingga ke rumah dan mimbar-mimbar di Indonesia. Kemarahan terhadap orang-orang yang terlibat perang nun jauh di sana, ditumpahkan melalui narasi penuh kebencian di berbagai forum, disertai dengan berbagai foto dan video palsu, dengan tujuan merekrut petempur dan donasi.

(lebih…)

BEDAH BUKU “PRAHARA SURIAH” & “SALJU DI ALEPPO”

BEDAH BUKU “PRAHARA SURIAH” & “SALJU DI ALEPPO” (karya Dina Y. Sulaeman) dan “MUSIM SEMI SURIAH” (karya Trias Kuncahyono)

HOAX…MEDIA SOSIAL…PERPECAHAN BANGSA

Narasumber :
1. Kombes Pol.R.Ahmad Nurwahid,S.E.,M.M., Kabagbanops Densus 88 AT POLRI
2. Prof Dr Henry Subiakto, Staf Ahli Menkominfo
3. M.Najih Arromadhoni, Sekjen Alumni Suriah
4. Trias Kuncahyono, Penulis Buku
5. Dr. Dina Y. Sulaeman, Penulis Buku
Moderator: Dr. Ahmad Najib Burhani

Lokasi : Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat
Tanggal : Jum’at, 18 Januari 2019
Waktu : 13.00 – 16.00 WIB

PENGUMUMAN

Kemungkinan besar, terkait dua postingan terakhir saya, ada pihak-pihak yang lapor ke FB sehingga akun personal saya dinonaktifkan oleh FB.

Bersama ini diumumkan:
1. Saya tidak membuat akun baru dengan nama Dina Sulaeman.

2. Apabila fanpage ini tumbang juga, tulisan saya selanjutnya bisa dibaca di blog: www. dinasulaeman.wordpress.com

Tetap berpikir merdeka 🙂

Sedang mempresentasikan paper berjudul “Intertwine between Technology and Diplomacy: Indonesian e-Diplomacy in Achieving Palestinian Independence” di The 7th International Conference on Business, International Relations, and Diplomacy (ICOBIRD), BINUS University (5-6 Sept 2018)

Salah satu rekomendasi paper ini, pemerintah perlu lebih aktif lagi menggunakan Twitter dalam berdiplomasi untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya.

Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara

Tulisan saya dimuat untuk pertama kalinya di sebuah koran terkemuka di Iran (koran Jame-Jam). Jadi karena senang, saya pamer di sini ya 🙂

Judulnya: Ahamiyyat-e Filistin Bara-ye Junub-e Syarq-e Asiya (Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara)

Ini Tentang Nurani…

Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.

Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).

Ini video cuplikan kompilasinya.

(lebih…)

Felicia-Amalia Langer in Memoriam

Tanggal 21 Juni lalu, seorang pembela Palestina meninggal dunia. Namanya Felicia Amalia Langer, ia seorang pengacara Yahudi. Ia adalah survivor [orang yang selamat dari] Holocaust. Ia pindah ke Israel pada 1950, setelah menikah dengan Mieciu Langer, juga seorang survivor Holocaust. Di Israel, ia kuliah di fakultas hukum, lalu tahun 1966 ia membuka kantor pengacara.

Selama 1966-1990, Felicia menjadi pengacara di Israel yang fokus membela orang-orang Palestina warga Israel yang menghadapi kasus perampasan lahan, penghancuran rumah, pengusiran, dan penyiksaan oleh tentara Israel. Felicia adalah pengacara Israel pertama yang melakukan pembelaan kepada mereka. Namun ia lebih sering kalah di pengadilan.

Tahun 1990, ia menutup kantor pengacaranya lalu pindah ke Jerman karena menurutnya ‘orang Palestina tidak mungkin lagi mengharapkan keadilan di Israel’. Felicia menulis sejumlah buku yang mengkritik pelanggaran HAM yang dilakukan Israel.

Berikut ini saya terjemahkan sebagian pidatonya, yang sangat menarik untuk disimak, antara lain karena menyebut-nyebut Albert Einstein; dan menjadi jawaban bagi orang yang suka berargumen: “orang Muslim aja banyak kok di Israel!”

(lebih…)