Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Global

Category Archives: Politik Global

Ada orang bernama Luthfie Assyaukani, salah satu founder Jaringan Islam Liberal (latar belakang pendidikannya Islamic Studies, bukan HI/Politik Internasional) menulis begini di FB-nya:

Bulan Sabit Syiah

Ancaman terbesar bagi stabilitas di Timur Tengah bukanlah Israel, tapi Bulan Sabit Syiah. Pernyataan ini saya dengar dari Prof. Ruhaini Dzuhayatin, tenaga ahli di Kantor Staf Presiden yang juga dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam sebuah diskusi tentang konflik Israel-Palestina baru-baru ini.

(lebih…)

PEMETAAN PENDUKUNG PALESTINA VS PENDUKUNG ISRAEL DI INDONESIA

(Ini pemetaan berdasarkan afiliasi agama ya)

PENDUKUNG PALESTINA:

1. Pendukung dari kalangan Muslim “radikalis” (mereka ini yang suka demo dengan bawa-bawa bendera hitam yang mereka klaim bendera “tauhid”). Mereka ini mengaku membela Palestina didasarkan agama dan sering pakai ayat untuk mendukung narasi mereka.

Tapi, mereka ini sebenarnya kaum gagal paham geopolitik Timteng. Mereka mengaku mendukung Palestina, tapi mendukung “jihad” di Suriah, padahal pemerintah Suriah adalah salah satu pendukung perjuangan bersenjata bangsa Palestina yang terjajah.

Kaum radikalis ini tidak sadar bahwa mereka sedang membantu Zionis. Kebencian kepada kaum Syiah [pemerintah Suriah dituduh Syiah] membuat mereka semakin teradikalisasi, lalu pro-terorisme (tapi mereka sebut “jihad”).

(lebih…)

MEMBELA PALESTINA BUKAN BERARTI GANTI BENDERA

Membela Palestina itu bukan berarti kita GANTI BENDERA ya! Aneh banget kalau ada yang menggeser opini seperti ini. Seolah kalau kita bela Palestina, bendera kita ganti jadi bendera Palestina.

Bendera orang Indonesia ya jelas tetap merah putih. Kebijakan luar negeri kita juga jelas, pro Palestina. Masak Presiden Jokowi dibilang ganti bendera?

Bu Menlu Retno pernah bilang, “Palestina Ada di Jantung Politik Luar Negeri Indonesia.” Pak Jokowi pernah bilang, “Palestina ada di setiap helaan nafas diplomasi Indonesia.”

Begitu sulitkah memahami bahwa bahwa pembelaan kepada Palestina adalah amanah dari Bapak Bangsa kita, Bung Karno; amanah UUD 45, “bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan..?”

Begitu mudahnya sebagian netizen termakan propaganda yang ingin menggeser opini kemana-mana, termasuk ke urusan bendera. Tujuan penggeseran opini ini (sadar atau tidak) adalah melemahkan pembelaan kepada Palestina, sekaligus menggoyang kebijakan luar negeri RI.

Kalau tidak sanggup mikir yang berat, tidakkah tersisa sedikit saja hati nurani?

(lebih…)

Ini jawaban dari orang Palestina sendiri kepada orang-orang yang menyalah-nyalahkan Hamas melulu.

Saya ini korban fans-nya Hamas di Indonesia (orang-orang IM di Indonesia), yang selama perang Suriah masif mengkafir-kafirkan saya. Merekalah yang setelah saya diwawancara Deddy Corbuzier masif bikin konten video/tulisan penuh fitnah ke saya karena saya mempersoalkan donasi yang mereka kumpulkan selama ini.

Tapi sebagai akademisi, saya selalu berusaha objektif dan logis dalam menganalisis. Kemarahan pribadi saya pada para anggota IM di Indonesia tidak menutupi logika saya.

Seperti saya bilang berkali-kali: dalam menganalisis hindari falasi (kesalahan berpikir) “non causa pro causa”, salah dalam mengindentifikasi sebab.

Baca juga tulisan saya soal “elit hamas yang bermewah-mewah” [mantra yang selalu diulang-ulang oleh para pembela Israel] di sini: https://www.facebook.com/…/a.234143183…/485905811835679/

NB: untuk fans Hamas di Indonesia (orang-orang IM di Indonesia), semua fitnah Anda ke saya selama bertahun-tahun ini sudah dicatat malaikat. Tidak ada yang luput dari balasan-Nya.

Mengapa Kaum Moderat Harus Bersuara Mendukung Palestina?

Sebagian orang yang dilabeli “moderat” berusaha mencari-cari justifikasi, pembenaran, atas serangan tentara Israel ke warga Palestina yang sedang sholat tarawih. Seolah-oleh, Israel “berhak” melakukan kekerasan karena diprovokasi massa. Mengapa mereka tidak bertanya dulu: apa status Israel di sana? Mengapa polisi/militer Israel seolah berhak mengatur-atur, siapa dan kapan orang boleh sholat di sana? Apakah Israel “pemilik” Jerusalem?

Bila benar Anda moderat, dalam arti “modern”, cerdas, ga ngamukan, seharusnya, Anda mampu menganalisis dengan baik setiap konflik dengan menggunakan acuan hukum internasional. Seharusnya Anda merujuk pada hukum-hukum modern, bukan klaim “2500 tahun yang lalu.”

Anda semua bisa cek di dokumen-dokumen PBB tiga fakta penting berikut ini:

(lebih…)

Kata “apartheid” biasanya identik dengan Afrika Selatan. Kata ini memang berasal dari Afrika Selatan, yang bermakna pemisahan atau segregasi. Pada tahun 1948, Afrika Selatan secara resmi menerapkan sistem pemerintahan apartheid yang memisahkan kehidupan sosial, ekonomi, dan politik berdasarkan ras.

Kaum kulit putih memiliki status dan hak-hak yang jauh lebih besar dibandingkan kaum kulit hitam. Pada tahun 1994, rezim apartheid tumbang. Kini, di tahun 2021, tiba-tiba saja, Human Right Watch mengeluarkan laporan yang menyebut Israel sebagai pemerintahan apartheid.

Penyebutan Israel sebagai rezim apartheid sebenarnya sudah sering dilakukan oleh para pengamat, penulis, atau diplomat yang mendukung Palestina.

Konvensi Internasional 1973 tentang Penindasan dan Hukuman Kejahatan Apartheid dan Statuta Roma 1998 untuk Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mendefinisikan apartheid sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan yang terdiri dari tiga elemen utama: niat untuk mempertahankan dominasi satu kelompok ras atas yang lain; penindasan sistematis oleh kelompok dominan atas kelompok yang terpinggirkan; dan tindakan tidak manusiawi.

Yang dimaksud “tindakan tidak manusiawi” antara lain adalah penangkapan sewenang-wenang dan pemenjaraan ilegal, membagi populasi menurut garis ras dengan membuat lokasi terpisah untuk ras tertentu, pemindahan paksa, perampasan tanah, menolak hak untuk “pergi dan kembali ke negara mereka”, dan menolak hak kewarganegaraan atas ras tertentu.

Silakan dibaca lanjutannya di https://fixindonesia.com/…/wYZDaHCPMVVDBnCYKHn9t7…

Jawaban Untuk ZSM Penyembah Israel (2)

Jawaban bagian ke-2 saya gabung aja sekalian dalam podcast Serial Kajian Timur Tengah.

Buat yang ketinggalan berita.. jadi ceritanya gini, ada akun yayasan pendukung Zionis di Indonesia; mereka orang Indonesia asli tapi fanatik membabi-buta membela Israel, membuat video ngawur membantah pernyataan saya. Istilah untuk orang macam ini adalah ZSM (Zionis Sawo Matang).

Isinya propaganda dengan berbagai narasi yang menyesatkan. Misalnya, “Palestina itu udah merdeka kok, buktinya punya Presiden, ngapain dibela-bela mulu?” atau “Milisi Palestina, Hamas, itu kan teroris?! Berarti kalian bela teroris dong?”

Di Serial Kajian Timur Tengah #5 ini, saya berikan jawaban terhadap beberapa propaganda menyesatkan dari kelompok Zionis-Indonesia itu.

Podcast ini dibuat dalam rangka Al Quds International Day yang diperingati setiap hari Jumat terakhir di bulan Ramaadhan. Video saya upload tanggal 7 Mei 2021 / 25 Ramadhan 1442 H, hari Jumat.

https://www.youtube.com/watch?v=Dc3isxgPX4w

Untuk Pembela Munarman

Munarman dibela oleh beberapa orang dengan alasan:-kan ga melakukan aksi terorisme?-itu kan kejadian tahun 2015, kenapa baru sekarang ditangkap?

Beberapa fakta yang diabaikan orang-orang itu:1. Foto/video baiat ISIS di Makassar tahun 2015 (yang ada Munarman-nya), tentu tidak bisa dilepaskan dari rentetan kejadian-kejadian sebelumnya. Aksi baiat terhadap ISIS di Indonesia mulai ramai dilakukan pada tahun 2014. Bahkan, Maret 2014 ada aksi baiat pada ISIS di Bundaran HI. Gila aja, baiat pada “negara” di luar sana, dilakukan di ibu kota negara, tapi pemerintah tidak melakukan apapun. [1]

Maret 2014, siapa presidennya?Presidennya saat itu adalah SBY. (Jokowi dilantik Oktober 2014).

Jangan lupa, pada 2013 SBY pernah menyarankan agar Assad mundur saja. Ini disampaikan SBY saat bertemu “ulama” Suriah yang pro-jihadis, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni.

Ash-Shobuni meninggal Maret 2021, dan media-media Indonesia serempak memuji-mujinya, termasuk Republika, menulis “Syekh Ali Al-Shabuni Wafat, Sosok Alim Penentang Assad.”

(lebih…)

Dalam episode ke-4 ini saya akan menunjukkan cara memverifikasi data. Ketika di media atau medsos, beredar info-info hoax seputar “Assad membantai rakyatnya sendiri” dll, bagaimana cara memverifikasinya?

Di video ini ada satu caranya, yaitu mewawancarai pihak yang berbeda. Yang bilang bahwa “Assad membantai rakyatnya sendiri” biasanya sumber infonya dari milisi teror/kubu pro-pemberontak. Nah, kita perlu cek ke pihak lain yang lebih netral, misalnya, mahasiswa Indonesia di Suriah, KBRI, jurnalis independen, dll.

Selain itu, kita perlu mempelajari dokumen resmi, misal data Human Development Index, dll. Ini disebut “triangulasi data”

Kali ini, saya mewawancarai Lion Fikyanto, mahasiswa Indonesia di Suriah. Mohon maaf di sebagian video, suaranya agak bergema, ada kesalahan teknis. Kecilin aja volumenya ya. 🙂

Videonya cukup panjang, ini topik-topik utamanya:

02:20 awal mula Lion bisa kuliah di Suriah

11:11 kisah gugurnya Syekh Al Afyouni dan pemakaman beliau

14:57 salju di Suriah

16:37 aktivitas kaum muda Suriah, keragaman cara berpakaian mereka

20:36 wisata ke makam anaknya Nabi Adam (Habil)

23:20 Lion mengalami langsung serangan-serangan bom dari para teroris yang mengepung Damaskus

32:18 kisah pembebasan Ghouta

37:16 tentang umat Kristiani di Suriah

39:05 Ramadhan di Suriah

40:58 bagaimana kondisi di bawah sistem sosialis-demokratis (banyak subsidi negara)

43:27 murahnya biaya hidup mahasiswa, peluang beasiswa ke Suriah

https://www.youtube.com/watch?v=MnOJEpYF5Cw

Perang Rudal Suriah-Israel

Setelah ISIS dan kelompok-kelompok teroris lain di Suriah berhasil dikalahkan (tapi milisi teroris masih bercokol di Provinsi Idlib, dilindungi oleh militer Turki), Israel memulai serangan-serangan bom ke Damaskus.

Sebelumnya, sudah ada ratusan serangan bom ke Suriah oleh Israel. Sebagian besar berhasil dihalangi oleh sistem anti-misil Suriah. tapi ada juga yang lolos, Bulan Januari 2021 misalnya, serangan bom Israel menewaskan 57 orang.

Tapi, serangan bom kemarin menjadi heboh karena Suriah mampu “membalas.” Ini saya copas-terjemah tulisan menarik Tom Duggan, jurnalis Inggris yang tinggal di Suriah:

**

(lebih…)