Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Global

Category Archives: Politik Global

“Deconstructing Saudi Arabia’s Foreign Aid Motives to Yemen”

Pagi-pagi dapat kabar gembira, salah satu mantan mahasiswa saya (sudah lulus), menulis artikel jurnal (dari skripsinya) dan sudah dimuat. Tulisan ini mencantumkan juga nama saya (dan mantan dosen senior kami, Bapak Taufik), karena memang kami juga memberikan kontribusi dalam proses penelitian dan penulisannya.

Jurnal Global ini proses reviewnya “sadis”, reviewernya kritis dan detil, sehingga bolak-balik perlu direvisi. Untungnya mahasiswa saya ini pinter banget, masukan dari reviewer dan arahan dari saya dengan cepat dipahami lalu bisa ia tuliskan dengan sangat baik.

Artikel ini istimewa karena, sejauh ini, jarang saya temukan artikel akademik tentang Yaman, yang kritis dan berimbang. Biasanya tulisan-tulisan tentang Yaman hanya menulis ulang narasi mainstream tanpa kekritisan. Must read, deh.

(lebih…)
Iklan

Cerita dari Beirut (5)

“Khiam Detention Center”

Salah satu situs yang saya kunjungi di Lebanon adalah Penjara Khiam. Penjara ini, dulu dikenal sangat mengerikan karena orang-orang yang dipenjara di sana disiksa dengan cara-cara yang sangat brutal.

Awalnya, kompleks bangunan Khiam ini berfungsi sebagai barak militer, dibangun oleh Prancis tahun 1933 (saat itu Prancis berstatus sebagai penguasa “mandat” atas Lebanon). Lokasinya di atas bukit di kawasan Lebanon selatan. Jadi, perjalanan menuju ke Khiam dari Beirut kita naik ke arah perbukitan, di kanan jalan terlihat lautan Mediterrania yang birunya indah banget (beda dengan laut lain yang saya lihat sebelumnya). Di kiri jalan, terlihat bukit-bukit dengan perumahan di atasnya (jadi rumah/gedung apartemen di sana seperti vila, ada di perbukitan.

Dari lokasi penjara Khiam yang ada di atas bukit, kita bisa melihat ke bawah: dataran tinggi Golan dan jalur Galilee yang kini diduduki Israel. Tahun 1943, setelah Lebanon merdeka dan Prancis angkat kaki, barak Khiam dikuasai militer Lebanon. Tahun 1982, Israel menginvasi dan menduduki Lebanon selatan. Tahun 1985, Khiam dikuasai Zionis dan milisi Lebanon (South Lebanese Army-SLA) yang bekerja sama dengan Zionis. Barak ini kemudian difungsikan sebagai penjara dan pusat penyiksaan terhadap para pejuang Lebanon yang melawan pendudukan Israel.

(lebih…)

Piala Dunia Qatar 2022 dan Pergeseran Geopolitik

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/693322602155180

Ini adalah copy dari utas (thread) saya di Twitter. Kalau mau baca langsung di Twitter (biar bisa lihat bbrp video yg saya taruh di sana), ini linknya: https://twitter.com/dina_sulaeman/status/1597603408466178049

***

1/ Saya bukan penggemar bola, tapi karena atmosfer geopolitik di PD 2022 ini sangat kental, saya ikuti berita2nya. Lihat foto ini, seorang dg m’bawa bendera LGBTQ+ & berkaos dg tlsn “Save Ukraina” dan “Hormati Perempuan Iran”…

2/ia masuk ke lapangan saat pertandingan Portugal vs Uruguay. Wasit segera m’ambil bendera dan membuangnya, dan pria itu ditangkap oleh polisi Qatar. Qatar dikecam Israel (dan negara2 Barat) krn anti-LGBT+

3/LGBTQ+, perempuan Iran (yg anti hijab), dan Ukraina, apa benang merahnya? Benang merahnya adalah LIBERALISME. Sbgmn ditulis oleh Prof Mearsheimer (akademisi HI dari AS), AS dan Barat punya ilusi untuk menyebarluaskan nilai2 liberalisme ke seluruh dunia. Strateginya adalah dg…

(lebih…)

Cerita dari Beirut (3)

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1768699256824776

Dengan diantar Hendri, mahasiswa S2 Indonesia di Beirut, saya sempat datang ke kamp Pengungsi Palestina Sabra-Shatila. Kamp ini saat ini tidak hanya dihuni oleh pengungsi Palestina, tetapi juga Suriah. Rekamannya silakan lihat di video. Di dalam kamp rupanya ada sekolah (madrasah) informal untuk anak-anak pengungsi ini, yang didirikan oleh Muhammadiyah.

Mengenai kisah Sabra Shatila, saya copas terjemahan saya atas tulisan Dr. Ang Swee Chai.

****

Tiga puluh lima tahun yang lalu, ketika Israel menyerbu Beirut Barat, milisi Kristen Lebanon memasuki kamp pengungsi Palestina Sabra dan Shatila di Beirut Barat. Selama tiga hari, pasukan Israel menyegel kamp dan mengizinkan mereka membantai beberapa ribu pengungsi. Saya saat itu adalah seorang ortopedik muda yang mengundurkan diri dari Rumah Sakit St. Thomas di London untuk bergabung dengan tim medis Christian Aid, membantu mereka yang terluka selama invasi Israel ke Lebanon beberapa bulan sebelumnya.

Beirut dikepung. Air, makanan, listrik dan obat-obatan diblokir. Invasi tersebut menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka, dan membuat sekitar 100.000 orang kehilangan tempat tinggal. Saya diperbantukan ke Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina untuk memimpin departemen ortopedi di Rumah Sakit Gaza di kamp Sabra dan Shatila di Beirut Barat.

Saya bertemu para pengungsi Palestina di rumah mereka yang dibom dan mempelajari bagaimana mereka bisa menjadi pengungsi di salah satu dari 12 kamp Palestina di Lebanon itu. Sebelumnya, saya tidak tahu bahwa orang Palestina itu ada. Mereka mengingat bagaimana mereka diusir dari rumah mereka di Palestina pada tahun 1948, seringkali dengan todongan senjata. Mereka melarikan diri dengan harta apa pun yang bisa mereka bawa dan akhirnya menjadi pengungsi di negara-negara tetangga, seperti Lebanon, Yordania, dan Suriah.

(lebih…)

Mencermati Narasi Agen AS (Liberalis) di Indonesia

BELAJAR YUK

Karena kasus gagal ginjal akut ini masalah internasional dan saya berharap para follower fp ini (dan keluarganya) selalu sehat wal afiat, saya share info berikut ini.

Di video-video ini ada penjelasan sangat mendalam yang akan membantu kita memahami apa yang sebenarnya terjadi, videonya panjang, tapi sangat penting untuk keselamatan kita, jadi mari luangkan waktu menyimak dengan seksama.

Gagal Ginjal Akut?

Obat Bentuk Cair Ada Cemaran Ethylene glycol /Diethylene glycol? https://www.youtube.com/watch?v=iQpfPt64IEU

Ada tuduhan bahwa mengkritisi isu ini adalah “kadrun” atau “antipemerintah”. Nah, salah besar ya. Justru ini adalah bentuk dukungan dan bantuan pada pemerintah. Pemerintah ambil kebijakan kan berdasarkan hasil penelitian, karena itu yang dipertanyakan justru: mengapa pihak-pihak yang seharusnya meneliti tidak melaksanakan tugas dengan semestinya? Pembahasannya ada di sini: https://www.youtube.com/watch?v=A4KBndBKiIA

Kondisi saat ini sering dipakai oleh pihak-pihak yang “apapun masalahnya, tumbangkan rezim solusinya.” Mereka tidak mau belajar seksama, dan mencari solusinya; yang penting salahkan saja pemerintah (karena tujuan mereka memang bukan solusi, tapi menumbangkan rezim).

Intinya, info-info yang saya share linknya ini khusus untuk yang mau belajar dan mencermati dengan seksama. Yang ga mau belajar, harap ga usah komen-komen sok tau apalagi “tumbangkan rezim”, salah kaprah itu.

Beberapa catatan singkat isi video:

-Gagal Ginjal Akut: Penyebab dan Solusinya

https://pekokers.wordpress.com/…/gagal-ginjal-akut…/

-Beberapa Catatan Soal Penyakit Gagal Ginjal Akut

https://pekokers.wordpress.com/…/beberapa-catatan-soal…/

-Cara Mengatasi Virus Adenovirus

https://pekokers.wordpress.com/…/cara-mengatasi-virus…/

[monggo segera dicopas saja link-linknya, biasanya kalau nekad posting soal ini, saya langsung “dihukum” oleh FB]

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1385638405301363

Ini bukti-bukti (jejak digital) atas apa yang saya tulis di postingan sebelumnya [HAMAS Kembali Ke Damaskus, Apa Kabar Akhi-Ukhti IM?].

Antara lain:

Menit 5:56: fatwa Syekh Yusuf Al Qaradhawi (alm) tentang wajibnya membunuh semua orang yang bekerja sama dengan dengan pemerintah Suriah, baik itu, sipil, maupun ulama.

[Beberapa hari kemudian, Syekh Buthy, ulama besar Suriah, gugur syahid saat sedang berceramah di masjid, akibat bom bunuh diri]

Menit 6:13 : jawaban Mufti Suriah Syekh Hassoun atas fatwa Al Qaradhawi, dan seruan beliau kepada Khaled Mash’al yang sudah berkhianat pada Suriah.

Operasi Penggulingan Rezim di Iran (2)

Upaya AS menggulingkan rezim di Iran tidak dilakukan baru-baru ini saja, melainkan sejak awal berdirinya Republik Islam Iran tahun 1979 (melalui referendum, bukan keinginan sepihak dari elit).

Selain NED (sudah dibahas di 2 postingan sebelumnya), ada lembaga-lembaga lain yang berperan penting dalam operasi penggulingan rezim-rezim yang tidak dikehendaki AS. Antara lain, International Crisis Group (ICG) dan Brookings Institution. NED, ICG, dan BI berperan dalam mendorong perubahan rezim di berbagai negara, termasuk Libya, Suriah, dan Iran.

Sekedar info, mantan Sekjen PBB, Kofi Annan, yang pernah ditugasi menjadi mediator perdamaian di Suriah, adalah trustee (penasehat) di ICG, bersama tokoh-tokoh Zionis, seperti George Soros, Zbigniew Brzezinski, dan Shimon Peres. Baik NED, ICG, Brookings, dan lain-lain, didanai oleh Big Oil (Conoco-Philips, Chevron, ExxonMobil), Coca Cola, Bank of America, Microsoft, Standard Chartered, Citigroup, Hilton, McDonald, GoldmanSach, dll.)

(lebih…)

NED, CIA, dan Operasi Penggulingan Rezim oleh AS

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1272404549999831

National Endowment for Democracy (NED) adalah organisasi yang yang kata pendirinya, Allan Weinstein, “melakukan hal-hal yang dulu dilakukan CIA secara rahasia.”

Apa itu? Antara lain, NED menginfiltrasi media, gerakan masyarakat sipil, dan politisi, di negara target, dengan memberikan dana bantuan, pelatihan, dll. Infiltrasi dengan berkedok “demokrasi” dan “kebebasan” itu dilakukan bertahun-tahun, seolah-olah baik dan sedang membantu rakyat di negara tsb.

Tapi, kemudian ketika diperlukan (ketika pemerintahan di negara target menolak tunduk pada kehendak AS), gerakan yang sudah dipersiapkan sejak lama oleh NED pun diluncurkan dengan kedok “revolusi”. Biasanya, mereka menggunakan simbol warna, sehingga disebut “revolusi berwarna”.

Silakan simak penjelasannya di video ini, saya bela-belain menghabiskan waktu berjam-jam untuk menerjemahkannya, khusus buat follower fp ini.

—-

Btw, di Indonesia adakah jaringan NED? Ya ada dong, masa enggak. Silakan simak tulisan saya:

Kebohongan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/675797677210974

Media massa korporasi (jaringan media mainstream) terbukti menyebarkan kebohongan soal Irak (ingat kasus “Nayirah” di Perang Teluk I, lalu kisah “senjata pembunuh massal” di Perang Teluk II) dan soal Suriah (baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo)

Juga, soal c*vid. Baru-baru ini, dalam sebuah dengar pendapat soal C*vid di Parlemen Uni Eropa, anggota parlemen Belanda Rob Roos, menanyai seorang eksekutif senior Pfizer, Janine Small.

“Apakah vaksin Pfizer Covid diuji dulu, apa benar bisa menghentikan penularan virus, sebelum vaksin itu dilepas/dijual ke pasar? Jika tidak, tolong katakan dengan jelas. Jika ya, apakah Anda bersedia berbagi data dengan kami? Saya benar-benar menginginkan jawaban langsung, ya atau tidak,” kata Bob Roos.

Janine Small, pejabat di Pfizer, menjawab:

(lebih…)