Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Iran

Category Archives: Politik Iran

Iklan

Q&A Tentang Iran (3): Perempuan, Jilbab, dan Ekonomi

Iranian-women

Baca bagian pertama

Baca bagian kedua

Q:Apakah benar sistem pemerintahan Islam Iran (yang di antaranya menetapkan aturan jilbab) merupakan akar masalah ekonomi?

A: Sebelum menjawab, saya cerita dulu.

Pemberitaan media mainstream tentang aksi demo antipemerintah Iran Desember 2017-Januari 2018, berusaha mengangkat perempuan tak berhijab sebagai bukti bahwa “Iran ingin perubahan [tidak lagi pemerintahan Islam].”

Berbagai website memakai foto yang ini lagi-ini lagi  (mungkin karena tidak ada lagi yang lain):

iran women

Lalu, diviralkan pula (dan diberitakan luas) video seorang perempuan yang membuka jilbabnya di depan umum. Video itu pertama kali dipublish oleh web “My Stealthy Freedom”. Situs ini dimiliki oleh Masoumeh Masih Alinejad, seorang perempuan iran yang tinggal di New York. Menurutnya, kampanye membuka hijab adalah “silent protest against women’s subordination under sharia.”

(lebih…)

Iklan

Q&A Tentang Iran (2): Tentang Aset dan JCPOA

JCPOA

Baca Q&A bagian pertama.

Q:  Apa benar uang Iran yang dibekukan AS sudah dicairkan?

A:  Dalam studi HI, pernyataan-pernyataan kepala negara dan pejabat penting negara adalah data primer. Jadi, silahkan cek pernyataan-pernyataan Presiden Iran di media, apa ada pengakuan bahwa uang Iran yang dibekukan AS sudah dicairkan? Tidak ada. Ketika tidak ada, lalu seorang ‘pengamat’ mengutip media massa, dan media massa itu juga entah mengutip darimana, nilai validitasnya lebih rendah.

Salah satu di antara pernyataan pemerintah Iran adalah pernyataan Presiden Rouhani pada 1 Februari 2018. Ia mengatakan:

“No-one in Washington is allowed to make decisions for the great Iranian nation…”

“If you are being sincere [about your compassion for the Iranian nation], then how about returning the confiscated properties of the Iranian people?…”

[Jika Anda –Amerika- benar-benar tulus terhadap bangsa Iran, bagaimana bila Anda mengembalikan harta bangsa Iran yang Anda rampas?]

Q: Mengapa kekayaan Iran dibekukan AS?

A: Memang inilah modus AS merampok uang bangsa-bangsa di dunia dengan alasan ‘demokrasi’. Saat Presiden Qaddafi kerepotan menghadapi “jihadis” (yang kemudian dibantu oleh NATO), aset-aset Libya senilai 150 M USD yang disimpan di AS, Perancis, Inggris, Belgia, Netherland, Italia, Kanada, dibekukan. Benar-benar sebuah ‘kebetulan’ bahwa negara-negara ini bersama-sama bergabung dalam NATO. Setelah pemerintahan transisi Libya (pro AS) terbentuk, uang itu dicairkan tapi diberikan kepada Libya dalam bentuk hutang. Mengapa pemerintah transisi Libya mau? Simpel sekali, karena mereka bisa naik ke tampuk kekuasaan berkat ‘bantuan’ NATO.  (baca: Perampokan ala NATO)

Itu pula yang terjadi di Iran. Karena pemerintah baru Iran pasca tergulingnya Shah Pahlevi adalah pemerintahan yang anti-AS, semua aset Iran dibekukan. Pembekuan aset ini tidak hanya terkait uang yang berada di DALAM negeri AS, tapi juga di bank-bank lain di berbagai penjuru dunia.

Bank-bank dan perusahaan Iran tidak bisa mengambil uang yang mereka simpan di Eropa, bahkan termasuk uang penjualan minyak Iran. Misalnya, Shell mengaku menyimpan 2,3 miliar USD uang Iran, yang seharusnya dibayarkan atas pembelian minyak Iran.

(lebih…)

Q&A Tentang Iran (1)

Sebagai bantuan untuk para pemerhati Timteng dan para mahasiswa yang sedang menulis tesis/skripsi/disertasi tentang Iran, saya akan menjelaskan beberapa hal tentang Iran, dengan merujuk ke data yang valid (bukan disuplai kedutaan). 🙂  Btw, saya nulis ini dengan sukarela lho ya, bukan dibayar kedutaan. 🙂  Soalnya ada saja tuh yang mengontak saya, minta saran-saran dan info karena sedang nulis skripsi/tesis/disertasi tentang Iran.

1.Q (Question): Bagaimana sebenarnya posisi Wali Faqih/Rahbar/Leader dalam sistem pemerintahan Iran? Apakah bila Rahbar tidak bisa menjalankan tugasnya (baik itu dilengserkan, lengser sukarela, atau meninggal), posisinya otomatis digantikan presiden?

A (Answer):

Di UUD RII [Republik Islam Iran] Bab 8 Pasal 107, disebutkan bahwa setelah kematian Imam Khomeini yang dipilih rakyat sebagai Rahbar [1], Rahbar selanjutnya ditetapkan oleh Dewan Pakar (Majles-e Khubregan-e Rahbari) yang DIPILIH OLEH RAKYAT [2]. Dewan Pakar harus mencari orang-orang yang memenuhi seluruh syarat sebagai Rahbar [3]

Terakhir ada kalimat: Rahbar dar bara bare qawanin ba sayer-e afrad-e keshwar musawi ast. Artinya: Rahbar di hadapan hukum SETARA dengan individu warga negara lainnya.

107

Bab 8 Pasal 107 UUD RII

(lebih…)

Jawaban untuk Smith Alhadar

 

demo pro pemerintah (30 Des 2017)

Smith Alhadar, yang dikenal sebagai “Pengamat Timur Tengah” menulis dua artikel dalam rentang waktu berdekatan, di Kompas (4/1) dan Republika (8/1), tentang kisruh Iran akhir 2017-awal tahun ini. Dua tulisan ini sedemikian kacaunya, sehingga saya merasa perlu menanggapi. (Kenapa baru sekarang? Simply, sebelumnya saya tidak sempat). Saya menulis artikel utuh, di bawah. Tapi sebelumnya saya perlu memberikan beberapa catatan berikut ini:

Tujuan saya, tentu saja agar para pemerhati Timteng bisa mempelajari di mana letak kekacauan tulisan Smith sehingga bisa lebih kritis saat membaca analisis Timteng secara umum, bukan hanya tentang Iran.

Kesalahan fatal yang dilakukan Smith adalah penggunaan DATA YANG SALAH. Berikut ini di antaranya:

1.Data-data soal kemiskinan. Smith mengklaim ada  kondisi kemiskinan yang sangat parah di Iran (dengan menyebut angka-angka), tanpa menyebut sumber. Kredibilitas sumber data penting dalam sebuah penulisan. Data dari Bank Dunia jelas lebih kredibel daripada data copas dari tulisan orang di medsos, atau entah darimana.

Tidak pahamnya Smith atas kevalidan data berimbas pada alur argumen yang konyol, misalnya: “parabola dilarang, internet dikontrol, ada aturan berpakaian… AKIBATNYA program kerja pemerintah tidak maksimal.” (Kompas). Sejak kapan parabola dan cara berpakaian menjadi faktor kemajuan ekonomi?

(lebih…)

Kembali ke Palestina dan Yaman

kaka cafe

Diskusi di Kafe Kaka (Geostrategy Study Club) Bandung

Dalam sebuah diskusi publik di Bandung tentang Palestina (14/12), ada yang bertanya, “Apa kemungkinan akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada perang?”

Waktu itu, Trump baru saja mengumumkan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan kecaman dari masyarakat dunia sangat kuat, termasuk dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jawaban saya, kurang lebih, “Para pejuang Palestina di Gaza sudah menyatakan siap berperang; Iran dan Hizbullah sudah menyatakan siap sepenuhnya mendukung. Tapi apakah akan terjadi perang? Prediksi saya, TIDAK. Israel SANGAT TAKUT berperang all out seperti itu. Anda pernah lihat kan, di medsos sering tersebar foto-foto tentara Israel yang sedang menangis? Saya perkirakan akan ada upaya diplomatik tertentu, untuk menganulir masalah ini, entah apa, tapi yang jelas, perang tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

(lebih…)

Seberapa Serius Krisis Ekonomi di Iran?

demo iran 3 jan

Copas dari Fanpage Dina Sulaeman

Setelah mengamati komen-komen di status saya sebelumnya, saya putuskan untuk nulis lagi. Jadi gini.. kan sebagian komentator pada sok tau ekonomi Iran tuh dan menuduh saya jumping conclusion ketika mengaitkan kerusahan di Iran akhir-akhir ini dengan AS. Tanggapan seperti itu wajar sih. Zaman now memang banyak expert (ahli) Iran dadakan dengan hanya berdasarkan info dari medsos. Sementara yang sudah sepuluh tahun lebih consern di kajian Timteng, bisa bahasa Arab dan Persia, dan udah nulis ribuan artikel dan beberapa buku, dianggap ga paham apa-apa. 🙂

Ok, begini. Narasi media Barat (dan para komentator) adalah: kerusuhan di Iran akhir-akhir ini karena rakyat Iran ga puas terhadap kondisi ekonomi, dan buruknya kondisi ekonomi adalah gara-gara bobroknya pemerintah (dalam arti ‘eksekutif’ dan ‘sistem’). Intinya, rakyat sudah muak dan pingin pergantian rezim. Jadi, kata mereka, ini GA ADA KAITANNYA SAMA AMERIKA!

(lebih…)

Ada Apa dengan Iran?

iran demo2 (3)

Demo 9 Dey

(Copas dari Fanpage) Selamat tahun baru, teman-teman. Sebenarnya, tahun baru ini ingin istirahat dulu, tidak banyak menulis di medsos karena sedang banyak kerjaan di ‘dunia nyata’.

Tapi melihat ZSM hore-hore mengomentari demo di Iran, saya merasa perlu nulis juga deh. Apalagi banyak yang bertanya-tanya juga, apa yang sebenarnya terjadi? Yang saya tulis ini, infonya dari media-media Iran. Kenapa kok bukan BBC atau CNN? Lha kalau itu kan Anda sudah baca? Biasanya orang membaca tulisan saya karena ingin mendapatkan versi anti-mainstream kan? 🙂

Langsung saja. Begini, setiap tanggal 30 Desember (dalam kalender Iran, ‘9 Dey’) warga Iran di berbagai kota berdemo untuk mengenang peristiwa 30 Desember 2009. Istilahnya, “Demo 9 Dey”.

Pada tanggal itu, pemerintah Iran resmi menyatakan bahwa upaya kudeta yang dilakukan kelompok Mir Mousavi sejak Juni 2009 sudah gagal total. Mir Mousavi adalah kandidat presiden, lawan dari Ahmadinejad. Gaya kampanyenya mirip-mirip kelompok tertentu di Indonesia, “Kalau saya sampai kalah, artinya ada kecurangan!”

Eh, ternyata dia benar-benar kalah. Dengan segera, ia menuduh ada kecurangan. Pemerintah AS pun –anehnya (atau “pantas saja”) langsung bersuara seragam dengan Mousavi, “Kami tidak mengakui hasil pilpres Iran!” Pengakuan atau penolakan AS jelas tidak berefek apapun. Ahmadinejad tetap jadi Presiden Iran untuk periode kedua.

(lebih…)

Kisah Bocah di Kursi Oranye

aleppoCopas Status FB

Baca timeline pagi-pagi, banyak yang share foto bocah Suriah yang disebut sebagai korban bom. Berita ini disebarluaskan media Barat (dan diberitakan ulang berbagai media Indonesia).

Sekedar memberikan berita pembanding, silahkan baca analisis di sini

Beberapa poin yang saya ambil dari artikel tsb:
1. Di artikel ini ada analisis foto dan video, serta pembandingan dengan foto seorang anak yang ‘asli’ korban bom tapi tidak diberitakan luas.
2. Jurnalis yang disebut mengambil foto si bocah (Omran Daqneesh) bernama “Mahmoud Raslan”, tapi jika di-google, tidak ada rekam jejak karyanya yang lain.
3. Beberapa keanehan: si bocah terlihat dibawa ke dalam ambulan yang baru (in a brand new, very well equipped ambulance). Ada sekitar 15 pria berdiri di tempat itu dan tidak melakukan apapun (perhatikan: mrk katanya berada di lokasi yang “baru saja dibom”, tidak takut ada bom susulan?). Minimalnya ada 2 laki-laki disamping si videografer yang mengambil foto/video.
4. Di video diperlihatkan bahwa relawan yang menolong adalah White Helmets yang baru-baru ini mengajukan diri untuk menjadi pemenang Nobel Perdamaian 2016 (baca tulisan saya sebelumnya ttg siapa funding WH dan bahwa personel WH tak lain dari “jihadis” Al Qaida/Al Nusra yang berganti baju).

(lebih…)

Kisah Mereka yang Buta Geopolitik

geopoliticsRepost status FB

Dalam sebuah forum yang bikin saya geregetan itu, si pembicara ‘lawan’ saya (orang ANNAS, doktor lho, ckckck) mengatakan begini, “Kalau benar Iran melawan Israel, mengapa tidak ada satu peluru pun dikirim Iran ke Israel?

Pertanyaan yang buta geopolitik ini sebenarnya dapat dengan mudah dijawab, namun moderator langsung menutup acara tanpa memberikan kesempatan kepada saya untuk menanggapi.

Orang itu mungkin pura-pura lupa bahwa Iran selama ini mengirimkan bantuan senjata dan dana ke Hamas dan para pejuang Palestina. Selain itu, bila negara-negara Arab, terutama yang berbatasan darat dengan Palestina, tidak mau mengirim senjata ke Palestina, apalagi berperang langsung melawan Israel, tentu sangat konyol bila Iran harus mengirim pasukan ke Palestina yang jauhnya 1500 km dari Teheran. Belum sampai ke Palestina, pesawat Iran tentu sudah ditembak jatuh oleh negara-negara Arab sekutu Israel. Atau, oleh tentara AS yang bercokol di pangkalan militernya di Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, Turki, dan Mesir.

Belum lagi masalah dana. Saudi yang kaya raya aja sekarang kocar-kacir ekonominya gegara menyerang Yaman dan mendanai mujahidin asing menyerang Suriah (IMF memprediksi, dalam 5 thn ke depan Saudi akan kehabisan uang). Trus, Iran yang GDP-nya bahkan lebih rendah dari Indonesia, dan bujet militernya hanya 7 M USD pertahun (doktrin militernya pun defensif), elu suruh perang head to head melawan Israel yang bujet militernya 15 M USD pertahun dan didukung semua negara Arab (kecuali Suriah-Lebanon) + AS-Prancis-Inggris. Memangnya perang itu kalkulasinya pake dengkul ya, bukan pake otak?!

Mungkin benar kata orang bijak, kebodohan memang tak ada batasnya.

–dialog berikut ini aslinya saya dapat dari WA lalu saya adaptasi:

ANDA SEHAT?

A: Iran itu sekutu Zionis!
B: Apakah Anda temukan kedubes/konsulat Israel di Iran?
A: Tidak
B: Apakah ada konsulat Saudi di Israel?
A: Sudah ada rencana dan tandatangan MoU untuk itu.
B: Apakah ada pangkalan militer Amerika di Iran?
A: Tidak
B: Apakah ada pangkalan militer AS di Saudi?
A: Ada
B: Arab Saudi dibantu Israel dan Amerika menyerang Yaman. Sementara Iran membantu tentara Yaman membela tanah airnya. Arab-AS menyuplai senjata dan dana pada mujahidin untuk menghancurkan Suriah, sedang rumah sakit Israel merawat para mujahidin yang terluka biar bisa perang lagi. Sementara, Iran membantu tentara Suriah mempertahankan tanah airnya. Jadi, siapa yang bekerjasama dengan Zionis?”
A: Iran
B: ANDA SEHAT???

Kalau mau baca lebih jauh kalkulasi perang Iran-Israel: https://dinasulaeman.wordpress.com/2012/11/21/mengapa-iran-tak-serang-israel/

Dimanakah Ribuan Al Nimr Itu, Alwi?

al nimrOleh: Dina Y. Sulaeman*

Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan “Ada Banyak Al Nimr di Iran” yang ditulis Alwi Alatas (AA) di http://www.hidayatullah.com. Di judul AA menyebut “banyak”, tetapi di dalam artikel, dia menyebut “ribuan”. Saya akan memulai tulisan ini dengan mengutip pidato Ayatullah Khamenei yang dikritisi AA di akhir tulisannya, karena inilah poin terpenting dalam tulisan AA maupun tulisan ini.

The Almighty God shall not ignore the innocents’ blood and the unjustly spilled blood will backfire on the politicians and the executives of this regime very quickly. The Muslim world and the entire world must feel responsible towards this issue,” kata Ayatullah Khamenei, dikutip AA dari situs berbahasa Inggris.

AA berkomentar, ““Tuan Khamena’i, apakah Anda tidak merasa bertanggung jawab atas tumpahnya ribuan ‘darah tak berdosa’ di Iran, di bawah pemerintahan Anda sendiri? Darah-darah itu pada satu hari nanti akan memercik juga ke wajah Anda, di dunia ini, di dalam lembaran-lembaran Sejarah.”

AA tidak mengutip lanjutan perkataan Khamenei, “این عالمِ مظلوم نه مردم را به حرکت مسلحانه تشویق می‌کرد و نه به صورت پنهانی اقدام به توطئه کرده بود، بلکه تنها کار او، انتقاد علنی و امر به معروف و نهی از منکرِ برخاسته از تعصب و غیرت دینی بود.” (Ulama mazlum ini [Syekh Nimr] tidak memprovokasi rakyat untuk melakukan gerakan bersenjata, dan tidak pula secara sembunyi-sembunyi melakukan konspirasi; satu-satunya yang dilakukannya adalah mengkritik secara terang-terangan, serta amar ma’ruf nahi munkar yang didasari kecintaan pada agama).[1]

Di sinilah POIN PENTING-nya: Iran tidak mengkritik model hukuman mati, tetapi ALASAN Syekh Nimr dihukum mati. Iran menerapkan hukuman mati, seperti juga di Arab Saudi, Indonesia, atau AS (ada 58 negara di dunia yang menerapkan hukuman mati).

Kemudian, AA mengambil rujukan utamanya dari Iran Human Rights. Dalam situsnya, IHR menyatakan Iran Human Rights condemns the death penalty for any crime (IHR mengutuk hukuman mati untuk SEMUA KEJAHATAN). [2] Artinya, dalam pandangan IHR, kejahatan terorisme, upaya kudeta, pembunuhan, bandar narkoba, atau apapun, tidak boleh dihukum mati. Dan karena AA mengakui IHR sebagai sumber valid, seharusnya dia tak perlu menulis “Terlepas dari tepat tidaknya eksekusi yang dilakukan pemerintah Saudi,…”. AA seharusnya tak perlu malu-malu mengakui bahwa dia sepakat dengan IHR: Arab Saudi salah karena menghukum mati Syekh Nimr.

Manipulasi Informasi

Dalam tulisan singkat ini, saya tidak membahas tepat/tidaknya hukuman mati. Saya sekadar ingin membuktikan benar atau salahnya klaim AA bahwa di Iran, “ada ribuan Al Nimr di Iran” dan “kaum Sunni dihukum mati karena memiliki hubungan dengan kelompok Salafi.”

(lebih…)