Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Iran

Category Archives: Politik Iran

Kisah Seorang Lelaki Penumpas ISIS

Lelaki ini tidak bisa disebut namanya karena algoritma Facebook hari-hari terakhir ini sepertinya disetel untuk memblokir akun-akun yang menyebut namanya.

Mengapa mereka sedemikian takut pada lelaki ini, sehingga segala upaya dilakukan agar namanya hilang dari ingatan publik? Nanti saya ceritakan.

Dini hari, hari ini, tanggal 3 Januari, 2 tahun yang lalu, lelaki ini dan sahabatnya, serta para pengawal mereka, dibunuh oleh militer AS. Presiden Trump secara terbuka mengakui bahwa dia menginstruksikan pembunuhan itu. Sedemikian besarkah pengaruh si lelaki ini di Timur Tengah sehingga pembunuhan atasnya dilakukan secara “resmi” oleh AS? Apa yang sudah dilakukannya?

(lebih…)

Pakar : Wahabisme Sumber Doktrin Perpecahan Umat

Jakarta, ARRAHMAHNEWS.COM – Pakar “Wahabisme, Sumber Doktrin Perpecahan Umat”, Dina Yulianti Sulaeman dalam wawancaranya dengan Tehran Times, sebuah media berbahasa Inggris paling terkemuka di Iran mengatakan bahwa Wahabisme “tidak mendorong pemikiran rasionalis”. “Doktrin yang dikemukakan Wahabisme adalah purifikasi dan takfirisme. Doktrin-doktrin seperti itu akan menimbulkan perpecahan dan konflik di antara dunia Muslim,” kata Dina.

Dosen Program Studi Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran ini berpendapat bahwa peradaban Islam membutuhkan rasionalitas dan persatuan. “Jadi, bagaimana mungkin ajaran seperti itu menjadi pemimpin dunia Islam?”, dia bertanya.

Berikut ini teks wawancaranya:

T: Apa evaluasi Anda tentang beberapa ketegangan sektarian di Asia Barat/Timur Tengah yang disponsori oleh Barat untuk menabur benih perselisihan antara Syiah dan Sunni?

(lebih…)

Persahabatan Iran dan Venezuela

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/922840101689915

Kedua negara ini sama-sama disanksi habis-habisan oleh AS. Yang satu negara Muslim, yang satu negara mayoritas Kristiani. Persamaan di antara keduanya ada dua: keduanya menolak tunduk pada kemauan AS dan sama-sama mendukung penuh perjuangan Palestina. Keduanya juga bekerja sama dalam mengatasi kesulitan ekonomi akibat embargo AS.

Pada 12 Juni 2020, Alex Saab, seorang pengusaha Venezuela yang berstatus diplomat, telah diculik, lalu dipenjara oleh AS, diadili dengan tuduhan pencucian uang dan korupsi.

Saab ditangkap di Cape Verde, sebuah negara kecil di samudera Atlantik, ketika pesawatnya mengisi bahan bakar (Saab baru kembali dari Iran, menuju Venezuela).

(lebih…)

“Model Kerja Sama Pemerintah/Militer AS dengan Pebisnis: dari Timteng sampai Indonesia”

Kekuatan resistensi (perlawanan) telah menyerang pangkalan militer AS di Al-Tanaf (Suriah) (25/11). Pangkalan militer ini ilegal karena tidak diizinkan oleh pemerintah Suriah. Ini adalah kali pertama kali al Tanaf diserang secara langsung. Jubir Pentagon mengatakan, drone yang dipakai adalah buatan Iran tapi tidak diluncurkan dari Iran. Jubir Pentagon juga menyebut AS berhak “membela diri” tapi belum merencanakan pembalasan. (Bagaimana mungkin AS, yang secara ilegal menduduki Suriah, bicara soal “membela diri”?)

Serangan di Al Tanaf Itu terjadi hanya beberapa hari setelah pesawat tempur Israel, terbang dari arah pangkalan Amerika itu, mengebom Suriah, menyebabkan 1 tentara Suriah tewas dan melukai 3 lainnya. Kemudian, ada serangan teroris di Damaskus, yaitu bom yang ditempelkan ke bis militer (20/11). Korban tewas 14 personel militer Suriah. Tidak ada milisi teror yang mengaku sebagai pelaku, dan karena ini bukan bom bunuh diri ala “jihadis”, kemungkinan besar agen Israel pelakunya.

(lebih…)

Iran Melawan Embargo AS (2)

Kejadiannya tanggal 24 Oktober. AS diam-diam saja. Tidak ada pernyataan apapun. Sampai akhirnya, tanggal 4 November, Iran merilis video operasi angkatan laut (AL) IRGC (Garda Revolusi Iran) dalam menyita kapal tanker di Laut Oman. Kapal tanker yang membawa minyak Iran itu merapat di pelabuhan Bandar Abbas pada 25 Oktober.

[Kapal tanker itu bernama “SOTHYS.” Menurut pelacakan media, kapal tanker itu tercatat berbendera Vietnam. Sangat biasa sebuah negara membawa minyak dengan menyewa kapal tanker berbendera negara lain, jadi ga usah bingung]

(lebih…)

Iran Melawan Embargo AS

AS telah mengembargo Iran selama puluhan tahun, termasuk menghalangi Iran untuk menjual minyaknya. Iran melakukan perlawanan dengan tetap menjualnya, tentu saja ke negara yang berani membeli. Negara-negara yang berada di bawah tekanan AS tidak berani membeli, karena akan kena sanksi oleh AS. Korea Selatan misalnya, pernah menjadi pembeli minyak Iran, tapi setelah terancam sanksi AS, akhirnya berhenti membeli di tahun 2018, dan bahkan tidak membayar uang minyak tsb selama 3 tahun (sampai sekarang). Alasan mereka, karena transfer uang ke Iran terhalang aturan embargo AS. Korsel punya utang 7,8 M USD ke Iran.

Upaya AS menjegal penjualan minyak Iran juga melalui penghadangan langsung kapal tanker yang membawa minyak Iran. di perairan internasional. Pernah ada kapal tanker yang membawa minyak Iran juga (ke Venezuela), lalu dicuri oleh AS. Hal ini bisa terjadi karena awak kapal tanker tsb (bukan orang Iran), bekerja sama dengan AS.

(lebih…)

Logika Ngawur Fans Taliban Indonesia & Fans ISIS Indonesia

Beberapa hari yang lalu, saya buka Twitter. Eh, ternyata yang sedang trending saat itu tagar ISIS. Saya klik dan “takjub” melihat percakapan orang-orang itu. Di foto ini ada 2 di antaranya. Mengapa saya blur namanya? Soalnya saya ga sudi mempromosikan akun-akun ngaco.

Jadi ceritanya, ada berita “Taliban Menghancurkan Markas ISIS di Kabul.” Nah para fans Taliban di Indonesia langsung happy karena rupanya mereka ingin sekali membuktikan bahwa “Taliban bukan teroris, Taliban beda dengan ISIS.”

Mengapa mereka sedemikian ingin membuktikan bahwa Taliban bukan teroris dan beda dari ISIS? Rupanya (kalau dibaca percakapan mereka itu), ini terkait dengan kasus KPK. Mereka sakit hati pada para buzzer yang menyebut NB dkk sebagai Taliban. Jadi, ini masih lanjutan era Perang Suriah: para fans Taliban ini membawa-bawa konflik Timteng ke Indonesia.

[Disclaimer: saya peneliti & akademisi, saya BUKAN buzzer dan saya BUKAN pendukung Taliban, apalagi ISIS.]

(lebih…)

Minyak Iran Tiba di Lebanon

Lebanon saat ini dalam kondisi krisis. Pemerintahan tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik; krisis internal, sistem politik yang buruk (sistem konfesionalisme, posisi dibagi-bagi berdasarkan agama dan mazhab), embargo dan campur tangan AS (dan sekutunya) membuat Lebanon menghadapi krisis ekonomi dan politik yang parah.

Salah satu kesulitan terbesar saat ini adalah krisis BBM. Antrian panjang terjadi untuk membeli BBM. Kondisi ini merembet pada naik drastisnya harga bahan pokok, dan terhalangnya berbagai layanan publik (misal, rumah sakit tidak ada listrik).

(lebih…)

Beda Antara Islamic Emirate of Afghanistan (IEA) dan Islamic Republic of Iran (IRI)

IEA memang masih belum jelas bentuknya, semua masih ‘sementara’, jadi kita memang masih wait and see. Sementara itu IRI sudah terlihat bentuk dan hasilnya (bisa diukur dengan parameter yang diakui internasional, misalnya Human Development Index dan berbagai data statistik).

Tapi, dalam beberapa webinar yang saya ikuti, Iran kadang disebut-sebut, dibandingkan dengan IEA. Yang parah, ada orang-orang yang menyamakan IRI dengan IEA.

Misalnya, ada orang yang mengkhawatirkan pemerintahan ala Taliban dengan kata-kata “nanti kayak Iran…dulu perempuan Iran setelah revolusi Iran juga mengalami penindasan; padahal perempuan Iran berjasa dalam revolusi.”

Dari awalnya aja sudah salah: kan di Afghanistan tidak ada revolusi? Karena tidak ada revolusi, jelas perempuannya tidak ikut revolusi. Fakta bahwa perempuan Iran berjasa dalam revolusi saja sudah menunjukkan jauhnya perbedaan struktur sosial (dan kekuatan posisi perempuan) di Iran dan di Afghanistan. Ketika informasi dasar saja sudah salah, logika penyamaannya pun ya jelas salah.

Berikut ini komentar saya soal perbandingan dua pemerintahan ini:

(lebih…)

Artikel jurnal yang saya tulis (bersama dua kolega) menjadi most popular paper.

Isinya: kajian hukum internasional terhadap pembunuhan atas Jend Qassem Soleimani (dia datang ke Irak dengan pesawat sipil, dengan status sebagai undangan pemerintah Irak, dibunuh oleh militer AS yang menduduki Irak dengan alasan melawan ISIS; padahal Jend Soleimani berperan sangat penting membantu pemerintah Irak melawan ISIS).

Yang berminat membaca, bisa download free di sini: https://scholarhub.ui.ac.id/ijil/vol18/iss4/6/

(written in English)