Kajian Timur Tengah

Beranda » Politik Luar Negeri

Category Archives: Politik Luar Negeri

Omongan Ihsanul Faruqi, orang-orang Golden Future, Misi Medis Suriah, Tengku Azhar, Fauzi Baadilla, dll… intinya cuma satu: sedang membela diri, menyatakan TIDAK mendukung terorisme.

Lalu siapa milisi bersenjata yang ada di Aleppo, Idlib, Ghouta, dll itu? Oh, itu sih “mujahidin” yang sedang memerangi rezim laknat, bla..bla..

Nah, dengan melihat video 5 menit ini, orang waras langsung bisa kok memutuskan siapa yang teroris, siapa yang sedang membela keutuhan negaranya.

Video bebas didownload dan disebar sendiri di berbagai platform.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/179214633926195

Podcast Master Deddy yang mengundang saya telah direspons oleh banyak dari mereka. Secara serempak, beramai-ramai membuat “bantahan atas pernyataan Dina Sulaeman”.

Umumnya isi bantahan itu (selain mencaci-maki, ada juga yang mendoakan kematian saya) menceritakan sangat banyak kebohongan.

Antara lain kebohongan mereka: Assad melarang umat Muslim belajar baca Quran, melarang puasa, membenci Sunni, dll.

Bantahan atas sebagian kebohongan “mereka” itu ada di video ini. (Sebagian, karena saking banyak kebohongan mereka, tentu tidak cukup dibahas di 1-2 video).

Saya harap banyak yang bersedia men-sharenya. Kita semua harus semakin berani bersuara melawan “mereka” itu.

Salut pada Lion Fikyanto yang berani bersuara, menceritakan pengalamannya selama 9 tahun tinggal di Suriah (sejak 2011 sampai sekarang). Lion adalah mahasiswa Sunni Indonesia di Suriah

.https://www.youtube.com/watch?v=Cg2rDEmTxsY

Sumber Ideologi Teror Bisa Muncul dari Banyak Hal

Saya miris membaca berbagai komen yang merendahkan Islam, ketika ada yang membahas terorisme di medsos. Bahkan postingan donasi untuk NTT saja ditunggangi untuk melancarkan hate speech pada umat Muslim.

Benar bahwa berbagai aksi teror di berbagai tempat, terutama sejak perang Suriah, dilakukan atas nama Islam. Di Suriah ada ratusan milisi teror yang mengaku Muslim, antara lain ISIS. Saya pun sudah menulis sangat banyak tulisan membongkar perilaku para teroris ini, juga 2 buku tentang Suriah.

Tapi yang sering (sengaja) dilupakan oleh mereka yang menghina-hina umat Islam, adalah: siapakah korban terbanyak terorisme itu dan siapa yang paling berdarah-darah dalam perang melawan teror di Irak dan Suriah? Jelas kaum Muslim sendiri. Rakyat Irak dan Suriah bahu-membahu bersama militer mereka dalam perang-perang melawan ISIS (dan kelompok teror lain).

(lebih…)

Kantor Syam Organizer Digeledah Densus

Menurut berita CNN Indonesia tadi pagi (5/4),Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri menggeledah kantor Syam Organizer yang berlokasi di RT 30 RW 08, Kumendaman, Mantrijeron, Kota Yogyakarta, DIY, Minggu (4/4).

Di berita tersebut tidak disebutkan alasan penggeledahan, jadi saya pun tidak tahu.

Yang saya tahu pasti, Syam Organizer ini sejak dulu memang mengepul donasi untuk Suriah dengan narasi: “pembantaian brutal yang dilakukan Rezim Nushairiyah Bashar Assad pada kalangan rakyatnya yang mayoritas Sunni.”

Saya tadi kepoin IG-nya, masih ada jejak digital pernah mengirim bantuan ke Ghouta timur. Padahal wilayah itu dulu dikuasai oleh Jabhah Fateh Al Syam (afiliasi Al Qaida).

(lebih…)

Akhirnya..bikin podcast juga. Sebenarnya niatnya sudah lama, tapi tertunda. Kebetulan karena banyak yang protes atas pernyataan saya di Podcast Deddy Corbuzier, saya mulai sajalah bikin podcast. Antara lain isinya menjawab protes “mereka”. Tapi, tentu saja tujuan besarnya adalah menjelaskan Timur Tengah dengan panduan/basis keilmuan Hubungan Internasional, bukan didasari afiliasi ini-itu. https://www.youtube.com/watch?v=do9tqGjFgZ8

Lanjutan Tanggapan untuk Pengepul Donasi Suriah

Kemarin saya menjawab omongannya Fauzi Baadilla dan “emak histeris” ya. Sekarang saya jawab omongannya Misi Medis Suriah (MMS) dan Ihsanul Faruqi yang bekerja di Golden Future Foundation (GF).

MMS mengatakan, “kami tidak mendukung teroris, karena yang disebut teroris itu ISIS dan Al Qaeda.”

Sayangnya, jejak digital membuktikan hal sebaliknya. Salah satu jejak digital aktivis MMS (dan orang GF) itu ada di berita CNN yang saya screen shot ini.

Poin-poinnya:-Relawan MMS, Fathi Nasrullah Attamimi, sempat terkepung ISIS saat hendak menyalurkan bantuan berupa tujuh buah mobil ambulans yang dibeli dari NGO Inggris di Turki.

-Baku tembak terjadi antara ISIS dengan para “kelompok pejuang” [perhatikan CNN menggunakan istilah “pejuang”]

(lebih…)

Tips Mendeteksi Argumen yang Lemah/Bohong

Orang ini niatnya mau menjawab kritikan terhadap para pengepul donasi yang “masuk Suriah secara ilegal”. Karena, kan dipertanyakan, kok ga kerja sama dengan KBRI Damaskus, kok ga kerja sama dengan PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia) Suriah? KBRI dan PPI siap kok membantu.

Pertanyaan ini pernah ditanyakan oleh seorang wartawan. Jawabannya “Gimana mau minta izin ke pemerintah Suriah, kan mereka yang membantai rakyatnya sendiri”? [1]

Nah kan, ketahuan ya, mereka berpihak ke mana, dan menyebarkan narasi apa.

Kembali ke foto ini.Si orang yang upload foto ini berniat pamer: “Kami ini masuk secara legal ke Suriah, ini buktinya kami sudah izin Turki.”

Masuk ke Suriah, izinnya ke Turki?Kok bisa terjadi? Saya yakin, follower di FP ini sudah paham, tulalitnya dimana.

Anyway, ini bisa jadi tips juga nih:kalau mau mendeteksi, apakah seseorang argumennya lemah atau sedang mempertahankan kebohongan: perhatikan, dia pakai kata “syiah” (menyerang/mencaci orang lain yang berbeda pendapat dengannya sebagai “syiah”) atau tidak?

😃

–[1] https://www.indopress.id/…/kabut-bantuan-selamatkan-ghouta

Antara Aleppo dan Idlib

Kejadian di Aleppo dulu, sebenarnya mirip dengan kondisi Idlib sekarang. Dulu, Aleppo timur dikuasai teroris selama 4 tahun. Desember 2016, tentara Suriah, dibantu pasukan sukarelawan (rakyat sipil yang angkat senjata demi membela tanah air), dibantu oleh Rusia dan Iran, memulai operasi untuk mengambil alih kembali Aleppo.

Media mainstream + media radikal + pengepul donasi serempak menggemakan “Save Aleppo.” Padahal, kenyataannya rakyat Aleppo justru bahagia karena lepas dari teroris.

(lebih…)

Tentang terorisme dan radikalisme di Indonesia

https://youtu.be/6Zq-3kzDcjI

Ancaman dari Facebook

Beberapa hari yll, postingan saya bulan Januari, berupa foto Jend. QS dan info webinar tentang beliau, dihapus FB disertai ancaman pemblokiran page.

Hari ini muncul ancaman lagi, dengan menyebut kesalahan yang sama disertai tuduhan “Anda telah melanggar standar komunitas kami terus-menerus”.

Terus-menerus? Lha saya baru sekali itu posting foto Jend QS.

(lebih…)