Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria

Category Archives: Syria

Kisah Nur dan ISIS

Sejak 2011 sampai kini, saya sudah nulis soal Suriah, mungkin jumlahnya sudah mencapai ribuan (karena banyak juga yang saya tulis anonim, soalnya banyak yang alergi duluan baca nama saya ๐Ÿ™‚ ).

Sejak beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak aktivis medsos yang ikut aktif meluruskan info ttg Suriah di medsos, alhamdulillah…, luar biasa… Wartawan-wartawan media mainstream juga sudah ada (sedikit) yang turun tangan, meski dengan halus, mencoba melakukan perlawanan atas hegemoni informasi. Tapi semua itu tak cukup, masih sangat banyak yang tertipu. Semua yang ‘tercerahkan’ seharusnya ikut turun tangan, minimalnya sekedar share berita yang mengungkap siapa itu ISIS, Al Nusra, dan sejenisnya; atau bahwa ada AS dan Israel di balik semua ini. (contoh: “Israel Danai Pemberontak Suriah” http://internasional.republika.co.id/โ€ฆ/ortqnu335-israel-danโ€ฆ).

Ini kisah tentang ex-Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho. Ia tertipu dan berangkat ke Suriah bersama keluarganya. Kebetulan, AFP mewawancarai seorang perempuan, yang diduga anak pak Dwi, namanya Nur.

Menurut Nur, saat ini ayahnya dan saudara laki-lakinya dipenjara ISIS.

“Ada banyak (tentara ISIS) yang bercerai, kemudian menikah lagi untuk dua minggu atau dua bulan,” katanya.

“Banyak pria datang ke tempat saya dan berkata kepada ayah saya, โ€˜Saya menginginkan anak perempuan Andaโ€™,” katanya.

“Ke mana saja mereka selalu membicarakan wanita,” katanya getir

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

“Semua bohong … ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” kata Nur.

Nur saat ini berada di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.Bersama ribuan orang lainnya, Nur meninggalkan kota Raqqa yang kini tengah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

Ini video cuplikan rekaman Nur, terlihat sesekali ia bicara bahasa Indonesia.

Dengan sepenuh hati saya mendoakan di pagi bulan Ramadhan ini, agar Nur dan perempuan-perempuan Indonesia lainnya, bisa segera pulang dengan selamat lalu mereka menyebarkan kebenaran kepada publik. Wabil khusus saya doakan seorang gadis cantik yang awal-awal konflik Suriah sering ‘menyerang’ saya di FB, bahkan menginbox, dan dia bilang dia akan ke Suriah dalam waktu dekat. Saya waktu itu bilang ke dia, “Hati-hati Dik… jangan mau tertipu kayak gini.”

Entah dimana dia sekarang. Semoga dia baik-baik saja.

sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=n3aFQEiegRA
sumber berita: http://batam.tribunnews.com/โ€ฆ/mengerikan-putri-djoko-ceritaโ€ฆ

Beli Buku ‘Salju di Aleppo’

cover-salju-aleppo

Pemesanan: Hatim (SMS/WA: 0878-8299-8696)

“Ingatlah bahwa kalian lebih kuat daripada perang ini, dengan cara memiliki harapan dan imajinasi”

Kalimat ini saya cantumkan di cover depan buku “Salju di Aleppo”. Ini kalimat yang dituliskan Pierre Le Corf di kartu-kartu yang menyertai bingkisan Natal yang dibagikannya untuk anak-anak Aleppo, baik di pengungsian, rumah sakit, maupun sekolah. Anak-anak, apapun agamanya, mendapatkan hadiah ini. Bahkan yang membungkus dan menyiapkan hiasan pun ibu-ibu berjilbab. Inilah kehidupan warga Suriah yang asli, penuh toleransi pada sesama, apapun agama dan mazhabnya.

Ketika Natal 2016 tiba, pohon Natal besar penuh lampu dipasang dan yang merayakannya tak hanya umat Kristiani, tetapi semuanya. Mereka tak hanya merayakan Natal, tapi juga bebasnya Aleppo timur setelah hampir 5 tahun dikuasai milisi bersenjata. Terusirnya milisi bersenjata juga membawa arti penting bagi warga Aleppo barat karena selama ini milisi bersenjata yang bercokol di Aleppo timur hampir setiap hari mengirim mortar, bom bunuh diri, dan sniper. Rumah sakit tak pernah sepi dari korban yang berdatangan akibat serangan mereka yang mengaku “mujahidin” ini. Namun yang diberitakan media selalu saja “korban” di Aleppo timur (dalam video-video rekayasa produksi White Helmets). Fenomena itu diceritakan oleh Le Corf, pria Perancis yang selama setahun tinggal di Aleppo barat, sebagiannya saya kutip di buku, juga beberapa fotonya (atas seizin Le Corf tentu saja).

Manipulasi informasi soal Aleppo (dan Suriah secara umum) sedemikian masif sehingga ketika rakyat Aleppo bersuka cita atas bebasnya Aleppo timur, yang diterima orang Indonesia adalah “ada genosida di Aleppo” dan para pengepul dana dengan sigap menggalang uang warga yang histeris. Di buku saya ungkap berbagai data mengenai manipulasi informasi itu.

Di video ini, anak-anak Suriah menyanyikan kesedihan, sekaligus harapan mereka. Membuat air mata menetes saat menontonnya. Saya sudah kasih terjemahan Indonesia. Bila ingin ikut menyanyi, teksnya ada di bawah. Namun jangan heran antara teks dan yang terdengar ada perbedaan (karena si penyanyi menggunakan logat khas Suriah). Penyanyinya bernama Ansam, yang buta sejak lahir. Video ini diproduksi Unicef, lembaga yang menurut pengamatan saya, selama ini baik dan netral dalam penyaluran bantuan untuk anak-anak Suriah.

“ู…ู† ู‚ู„ู€ุจ ุงู„ุฏู…ู€ุงุฑ ูˆุงู„ู†ู€ุงุฑ ุฌู€ุฑุญ ูƒุจูŠู€ุฑ
ุจุงู„ุตูˆุช ุงู„ุนุงู„ูŠ ุจุฏูŠ ู‚ูˆู„ ุจุณ ุงู„ุตูˆุช ุตุบูŠุฑ
ูŠู…ูƒู† ู†ุญู†ุง ูˆู„ุงุฏ ุฒุบุงุฑ ุจุณ ุตุฑุฎุชู†ุง ู…ู† ุงู„ู‚ู„ุจ
ุจู€ุฏู†ู€ู€ุง ู†ู€ู…ุญูŠ ูƒู€ู„ ุงู„ู€ุฎู€ูˆู ูˆู†ู€ูƒู€ูˆู† ุงู„ู€ุชู€ุบู€ูŠู€ูŠุฑ
ุจุฃุนู€ู„ู‰ ุตูˆุช ุจุฏูŠ ู‚ู€ู€ูˆู„
ุจุงู„ุงุบู€ู†ูŠุฉ ูƒู„ ุดูŠ ู…ุนู‚ูˆู„
ุญู€ู€ุฏุง ูŠู€ุณู€ู…ู€ุน ุญู€ุฏุง ูŠู€ุดูˆู
ุทู€ูู€ูˆู„ู€ุชู€ู†ู€ุง ุจู€ุฏู†ู€ู€ุง ูŠู€ุงู‡ู€ู€ู€ู€ุง…
ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุช ุงู„ู€ูˆุงุญู€ุฏ ุฃู…ู€ู„ู†ู€ู€ุง ุฃูƒู€ุชู€ุฑ
ุฑุญ ู…ู†ุตูŠุฑ ุฃู‚ูˆู‰ ูˆุทููˆู„ุชู†ุง ุชูƒุจุฑ
ุจุงู„ู‡ุงุบู€ู†ู€ูŠู€ุฉ ู„ู€ุนู€ู€ู… ู†ู€ูƒู€ุชู€ุจู€ู‡ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุง
ุจู€ูˆุฌู€ุน ูˆุฎูˆู ูˆุฏู…ูˆุน ุงู„ู€ุนู€ูŠู†
ุฑุฌู€ุนู€ู€ู€ุช ุฏู‚ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุงุช ุงู„ู€ู‚ู€ู€ู€ู„ู€ู€ู€ู€ู€ุจ
ุนุงู„ุญูŠู€ุงุฉ… ุนุงู„ุญูŠู€ุงุฉ … ุนุงู„ุญูŠุงุฉ
ุฑุญ ุชุฑุฌุน ุงู„ูˆุฌูˆู‡ ุชุถูˆูŠ ู‡ุงู„ุนุชู… ุงู„ุทูˆูŠู„
ูˆุงู„ุงุญู„ุงู… ุงู„ู„ูŠ ุจู€ู†ู€ูŠู†ู€ุงู‡ุง ูƒู€ู„ุง ุฑุญ ุจู€ุชุตู€ู€ูŠุฑ
ุจุฃุนู€ู„ู‰ ุตูˆุช ุจุฏูŠ ู‚ู€ู€ูˆู„
ุจุงู„ุงุบู€ู†ูŠุฉ ูƒู„ ุดูŠ ู…ุนู‚ูˆู„
ุญู€ู€ุฏุง ูŠู€ุณู€ู…ู€ุน ุญู€ุฏุง ูŠู€ุดูˆู
ุทู€ูู€ูˆู„ู€ุชู€ู†ู€ุง ุจู€ุฏู†ู€ู€ุง ูŠู€ุงู‡ู€ู€ู€ู€ุง
ุจุงู„ู€ุตู€ูˆุช ุงู„ู€ูˆุงุญู€ุฏ ุฃู…ู€ู„ู†ู€ู€ุง ุฃูƒู€ุชู€ุฑ
ุฑุญ ู…ู†ุตูŠุฑ ุฃู‚ูˆู‰ ูˆุทููˆู„ุชู†ุง ุชูƒุจุฑ
ุจุงู„ู‡ุงุบู€ู†ู€ูŠู€ุฉ ู„ู€ุนู€ู€ู… ู†ู€ูƒู€ุชู€ุจู€ู‡ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุง
ุจู€ูˆุฌู€ุน ูˆุฎูˆู ูˆุฏู…ูˆุน ุงู„ู€ุนู€ูŠู†
ุฑุฌู€ุนู€ู€ู€ุช ุฏู‚ู€ู€ู€ู€ู€ู€ุงุช ุงู„ู€ู‚ู€ู€ู€ู„ู€ู€ู€ู€ู€ุจ
ูˆุงู„ู€ุถุญูƒู€ุงุช ุนู€ู… ุชู€ู†ู€ุจุน ู…ู€ู† ูƒู€ู„ ู…ูƒุงู†
ูˆุงู„ู€ุฏู‚ู€ุงุช ุจุงู„ู€ู‚ู€ู„ุจ ุนู€ู… ุชุฑุฌุน ู…ู† ุฌุฏูŠุฏ…”

 

 

 

Buku Salju di Aleppo bisa didapat dengan memesan langsung, via Hatim (SMS/WA: 0878-8299-8696)

Wawancara Epic Presiden Belarusia & BBC

Dalam sebuah seminar, seperti biasa saya bicara soal Suriah, saya kasih tahu berbagai manipulasi informasi yang terjadi. Pembicara pembanding rupanya pro-“mujahidin”. Dia bantah sana-sini, ya saya bantah balik, tho. Saya siap dengan berbagai data, jadi ya tinggal ditunjukkan saja (kalau mau tau koleksi data saya, bisa baca buku Salju di Aleppo, lengkap saya kasih link-link sumbernya).

Eh.. di akhir acara, orang ini (yang bergelar doktor), bilang begini, โ€œCoba lihat, sejak awal sampai akhir Bu Dina sama sekali tidak menyebut nama Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra! Saya juga pernah ke Suriah! Di sana itu masjidnya kumuh dan kusam, bukti bahwa Assad tidak menghormati masjid! (dst, bergaya Ustadz, diakhiri : pokoknya kebenaran sudah saya sampaikan..bla..bla..)

Saya benar-benar gemes dan sudah siap menyerang balik. Eeeeh.. oleh moderator acara langsung ditutup. Membuat saya benar-benar dongkol, di pesawat dalam perjalanan pulang saya gelisah sekali, bahkan sampai keesokan harinya. Baru lega setelah makan di warung ikan bakar khas Makasar (apa hubungannya coba, tapi demikianlah yang terjadi).

Mari dipikir, apa kepentingannya saya harus menyebut Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra dalam presentasi saya soal konflik Suriah kontemporer? Paling jauh yang bisa saya bahas terkait Suriah kontemporer adalah sejarah Perang Dunia I yang berakhir, antara lain, dengan jatuhnya Suriah dan Lebanon ke bawah mandat Perancis.

Lalu, masjid-masjid di Suriah yang usianya ribuan tahun adalah situs sejarah, maksud lo, apa musti dihancurkan dan dipugar menjadi masjid-masjid kinclong ala Saudi?

Capedeh…

Tapi kekesalan saya dulu itu, kini akhirnya terwakili oleh omelan panjang lebar Presiden Belarusia kepada reporter BBC ini. Seperti berkali-kali sudah saya tulis (di buku Salju di Aleppo juga dibahas), Inggris dan BBC merupakan aktor penting dalam proyek agenda penggulingan pemerintah Suriah. Selama konflik Suriah, BBC aktif melakukan framing, bahkan beberapa kali kedapatan melakukan manipulasi informasi, dalam kasus Suriah.

Dan Presiden Belarusia sangat paham itu, sehingga dia omelin tuh sang reporter BBC. Benar-benar epic.

Para Pemakan Bangkai

Pada Juni 2013, Presiden Obama akhirnya menandatangani persetujuannya untuk mengirim senjata kepada โ€˜pemberontakโ€™ Suriah (atau โ€™mujahidinโ€™, atau teroris, silahkan pilih istilah yang mau dipakai).[1] Sebenarnya Obama sangat ragu-ragu dalam hal ini, namun tekanan dari para pengkritik, sejumlah penasehat, bahkan mantan Presiden AS, Bill Clinton, akhirnya membuat Obama sepakat. Pengumuman keputusan ini disampaikan oleh penasehat keamanan nasionalnya, Benjamin J. Rhodes, sementara di saat yang sama Obama hadir dalam acara โ€˜gay prideโ€™ (kebanggaan kaum homo) di Gedung Putih.
ย 
Tapi, hei, mengirim senjata jelas butuh uang. Darimana? Sumbernya adalah negara yang sama yang selama ini menjadi penyumbang CIA dalam berbagai aksinya: Arab Saudi. CIA dan Saudi telah membentuk misi pelatihan โ€˜pemberontakโ€™ dengan sandi โ€˜Timber Sycamoreโ€™. Dalam pelaksanaan misi ini, Saudi Arabia bertugas menyediakan senjata dan uang, sementara CIA melatih โ€˜pemberontakโ€™ menggunakan AK-47 dan misil anti tank. Sebelumnya pun, Saudi dan Qatar telah menyalurkan senjata ke Suriah selama lebih dari setahun, lewat Turki. Di antaranya, FN-6 misil buatan China.
ย 
Di pihak Saudi, pimpinan proyeknya adalah Pangeran Bandar bin Sultan, yang saat itu menjadi ketua badan intel Saudi. Dialah yang memerintahkan agar badan intel Saudi membeli ribuan AK-47s jutaan amunisi dari Eropa Timur untuk diberikan kepada pemberontak Suriah. CIA membantu mengkoordinir pembelian ini, antara lain dalam kontrak pembelian senjata besar-besaran dari Kroasia tahun 2012. Hingga musim panas tahun 2012, suplai senjata dan uang mengalir ke milisi-milisi pemberontak, melalui Turki.

Review Buku “Salju di Aleppo”

Media

Oleh: Nurani Soyomukti*

Saya sudah baca buku ini (“Membongkar Kuasa Media”, Ziauddin Sardar) kira-kira hampir sepuluh tahun lalu. Lalu buku ini, bersama ratusan buku lainnya, berdiri di rak buku saya. Saya baru menjamahnya kembali beberapa malam lalu, lalu saya kumpulkan dalam satu ruang rak bersama buku-buku sejenis, buku-buku tentang kajian komunikasi dan media.

Buku ini ditulis lebih lama sebelum diterbitkan oleh Resist Book, Yogya, dengan edisi terjemahan (bahasa Indonesia). Tentu waktu itu belum ada Media Sosial, jadi dalam buku ini tidak dibahas soal saluran komunikasi atau media komunikasi yang belakangan ini berkembang seperti facebook, dll. Waktu itu media memang hanya bisa dimiliki oleh pemodal besar baik swasta ataupun negara. Jadi memang membongkar kuasa media dengan serta merta akan bicara pada kekuasaan besar, terutama monopoli media dan konglomerasi media.

buku salju di aleppo

sumber foto kiri: FB Nurani Soyomukti; foto kanan: FB Banin Muhsin

Sekarang peran medsos amat luar biasa. ‘Opinion maker’ tidak perlu media cetak atau elektronik. Seorang pesohor bukan lagi harus pengamat politik, tokoh pemerintahan, tokoh masyarakat, atau artis yang sering ditampilkan di media.

Selebritis tak lagi dibesarkan di media cetak atau elektronik. Sekarang ada istilah “Seleb Medsos”–istilah ini sering terngiang dan saya ucapkan setelah hadir di acara diskusi yang dihadiri mbak Dina Sulaeman di IAIN Tulungagung beberapa minggu yang lalu.

(lebih…)

ISIS Dibentuk AS, Lalu Umat Islam Ngapain?

Serangan rudal AS ke Suriah tanggal 7 April lalu memberikan “angin segar” buat ISIS yang semula posisinya sudah terdesak. Pasalnya, yang diserbu AS adalah pangkalan militer yang selama ini dijadikan basis tentara Suriah dalam melawan ISIS. Lalu, serbuan-serbuan AS selanjutnya (dan sebelumnya) yang konon dalam rangka menggempur ISIS selalu saja salah sasaran, yang tewas malah rakyat sipil di Suriah dan Irak. Sudah banyak pengamat menuliskan analisis, dengan berbagai data, bahwa ada AS di balik ISIS. Di video di bawah ini juga ada pengakuan dari Hillary Clinton bahwa AS-lah yang mendanai Al Qaeda, “kakek” yang akhirnya melahirkan ISIS.

Sejarah memang sudah mencatat bahwa AS adalah penjahat perang nomer wahid. Namun, ada satu hal yang penting dicatat terkait ISIS: organisasi teror ini tidak lahir dari ruang hampa. ISIS tidak muncul tiba-tiba saja. Ada sejarah panjang ideologis yang harus diperhatikan dalam mencermati fenomena ISIS.

(lebih…)

Anak-Anak Itu Tewas, Tapi Oleh Siapa?

syria-child-refugees5

anak-anak Suriah di kamp pengungsi

Seperti dulu saat saya nulis tentang “bocah di kursi oranye“, para pendukung “mujahidin” (terutama ibuk-ibuk) ngamuk-ngamuk atas tulisan saya terkait kasus senjata kimia di Idlib. Antara lain mereka menyebut saya tidak punya perasaan, masa liat foto anak-anak setragis itu saya tak tersentuh? Lho, justru saya nulis terus ttg Suriah karena prihatin dengan kondisi anak-anak di sana. Tapi buat mereka, indikasi “prihatin” atas Suriah adalah mendukung “mujahidin”.

Padahal yang saya lakukan adalah memberikan informasi pembanding. Coba lihat tulisan-tulisan saya, bahkan memasang foto mereka pun saya tidak tega, selalu saya gunakan foto yang tidak memunculkan kengerian. Status ini pun tidak saya pasang foto jasad anak-anak itu.

Untuk bocah-bocah yang tewas di Idlib (yang foto dan videonya disebarkan oleh pihak “oposisi” alias “jihadis”, bukan oleh jurnalis langsung), faktanya memang mereka tewas.

PERTANYAANNYA: tewas karena apa, oleh siapa?

Gerak Cepat Para Pengumpul Dana

Segera setelah berita mengenai serangan senjata kimia di Idlib merebak (baca status saya sebelumnya yang mendeteksi berbagai kejanggalan atas berita ini), ormas-ormas pengumpul dana pun bergerak cepat. Salah satunya Aksi Cepat Tanggap (ACT) ini. Perhatikan skrinsyut kiri: mereka menyebut serangan senjata kimia di Idlib dg menggunakan klorin. Padahal dokter yang mengaku menangani pasien di Idlib menyebut gas sarin (dr. Shajul Islam, skrinsyut kanan).

ACT

Dalam situsnya, Direktur ACT, Ahyudin, memuji-muji Turki, Erdogan, dan IHH (Insan Hak ve Hurriyetleri ve Insani Yardim Vakfi/ Yayasan untuk Hak Azasi Manusia, Kebebasan dan Bantuan Kemanusiaan), sebuah LSM terbesar di Turki.

Menurut Ahyudin, โ€œSemua yang diperlihatkan IHH, selaras dengan visi ACT. Tidak keliru kalau jika ACT merapat ke IHH dan menyerap inspirasi darinya.โ€ ACT menyerahkan bantuan warga Indonesia untuk Suriah melalui IHH. [1]

Lembaga lain yang juga menyalurkan bantuan ke IHH adalah Indonesian Humanitarian Relief yang dipimpin Ustadz Bakhtiar Nasir. Sebuah video yang diunggah oleh channel Euronews pada Desember 2016 memperlihatkan ada kardus-kardus bertuliskan Indonesia Humanitarian Relief yang ditemukan di markas milisi bersenjata (Jaish al Islam) di distrik al-Kalasa, Aleppo timur. (simak videonya di sini)

(lebih…)

Serangan Senjata Kimia di Idlib

white helmetsIdlib adalah tempat berkumpulnya milisi bersenjata alias “jihadis” dari berbagai faksi (sehingga di antara mereka pun saling bantai). Pada operasi pembebasan Aleppo Desember 2016, berbagai faksi milisi “jihadis” itu dievakuasi ke Idlib untuk berkumpul dengan sesama mereka di sana. Kemarin konon warga Idlib diserang dengan menggunakan gas sarin. Tentu saja, yang dituduh pelakunya adalah tentara Assad dan Rusia,

Secara sekilas ada beberapa kejanggalan (yang memang sudah biasa ditemukan dalam berbagai kasus yang melibatkan White Helmets lainnya selama ini), antara lain:

(lebih…)

HTI: Gagal Paham Suriah (2)

al-zara1

pembantaian di Al Zara oleh Ahrar al Sham, foto dan video, klik link.

Baca bagian 1

Setelah Al Nusra resmi masuk daftar organisasi teroris internasional, situs HTI memberikan โ€˜endorsmentโ€™ pada kelompok Ahrar al Sham, yang sebenarnya juga masih โ€˜bersepupuโ€™ dengan Al Qaida. Ahrar al Sham punya bendera sendiri, tapi terkadang juga mengibarkan bendera khas HT.

Aksi-aksi Ahrar al Sham sangat jauh dari pengetahuan kita tentang bagaimana dulu Rasulullah berperang. Salah satu bukti yang jelas, karena ada videonya dan mereka sendiri yang mengunggahnya, pada Mei 2016 Ahrar al Sham melakukan aksi brutal pembantaian massal di desa al-Zara. Dengan bangga mereka berpose di atas mayat perempuan dan anak-anak.ย  Rusia sudah lama menuntut Dewan Keamanan PBB agar kelompok ini dimasukkan juga ke daftar teroris internasional namun selalu diveto AS dengan alasan โ€˜akan menyulitkan upaya negosiasiโ€™.

Saya sering menulis: jangan dipusingkan dengan nama ratusan kelompok โ€˜jihadโ€™ di Suriah. Yang perlu dilihat adalah basis ideologi dan cara-cara tempur mereka, semuanya sama. Basis ideologi mereka semua sama yaitu takfirisme (gampang mengkafirkan pihak lain yang tak sepaham serta menghalalkan darahnya).ย  Itulah sebabnya mereka pun akhirnya saling membunuh satu sama lain, seperti yang terjadi di Idlib atau di Hama akhir-akhir ini. Bahkan sesama โ€˜mujahidinโ€™ pun bisa berubah status jadi kafir.

(lebih…)