Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria

Category Archives: Syria

Iklan

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

(lebih…)

Iklan

Serangan Senjata Kimia di Douma

korban ghouta

Douma adalah wilayah kecil yang masih tersisa di Ghouta Timur yang dikuasai kelompok “mujahidin”, Jaish al Islam. (Tapi 2 hari yll mereka sudah menyerah dan DIANTAR ke Jarablus; catet ya, bis-bisnya disediakan pemerintah Suriah).

Para “mujahidin” di wilayah lain Ghouta sudah menyerah dan dievakuasi ke Idlib, tapi Jaish al Islam di Douma berkeras menolak. Syarat yang mereka minta antara lain, dievakuasi ke Jarablus (bukan Idlib) dan diizinkan membawa uang cash jutaan Dollar yang mereka simpan.

Dalam keadaan sangat terjepit, tiba-tiba saja, mereka mengirimkan video berisi jasad-jasad yang mereka sebut sebagai ‘korban serangan senjata kimia yang dilakukan tentara Suriah’. Video itu langsung viral dan diberitakan masif oleh media mainstream. Trump segera men-tweet memaki-maki Assad dan mengancam akan menyerang Suriah. Israel tak mau kalah, hanya sehari setelah kejadian, Israel membombardir pangkalan udara T-4 Suriah. Rupanya Israel memang baik hati, ingin menolong warga Suriah korban kekejaman Assad #eh?

1. Analisis Video

Video yang saya analisis adalah yang ditayangkan Aljazeera (AJ) [1] dengan berita pembanding dari The Independent (media Inggris terkemuka) [2], serta video yang sama yang disebar di medsos (karena video yang ditayangkan AJ sudah diblur). AJ menyatakan: video yang didapat melalui internet ini hanya SATU-SATUNYA BUKTI (dan reporter AJ tidak melakukan verifikasi ke lapangan).

(lebih…)

Ada Siapa di Idlib?

Idlib-April 2018-sumberACT

Foto di Idlib, diupload sebuah lembaga pengepul donasi di Indonesia, perhatikan ada milisi bersenjata; juga fotografer yang menggunakan boot dan celana khas petempur.

Setelah kampanye #SaveGhouta terpental karena terlalu banyak keanehan (antara lain, baca tulisan saya berjudul #CumaNanya dan Menjawab Pembela ACT), tiba-tiba muncul narasi baru: warga sipil Suriah di Ghouta melarikan diri dari rezim Assad, mereka terpaksa berjalan kaki menempuh ratusan kilometer untuk mendapatkan perlindungan di Idlib.

Kisah “berjalan kaki” pun terbantah. Semua media mainstream berterus-terang bahwa orang-orang dari E.Ghouta DIANTAR dengan fasilitas pemerintah Suriah ke Idlib dengan menggunakan bus-bus. Sebagian bus itu berwarna hijau, ini bus-bus ‘legendaris’, dulu waktu Aleppo dibebaskan dari tangan “mujahidin”, pemerintah juga menyediakan bus-bus berwarna hijau itu.

(lebih…)

Mencintai Negeri

Easter in Syria

Paskah di Suriah (2017), sumber

Suriah seperti buku terbuka yang perlu dipelajari bangsa Indonesia. Wilayah Suriah hanya 185.180 km², bandingkan dengan luas wilayah negeri kita, 1.905 juta km². Suriah hanya ‘sepotong’ daratan, yang ‘secuil’ darinya berbatasan dengan laut Mediterrania. Sementara, Indonesia adalah negeri kepulauan dengan 14.572 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer.

Ketika milisi-milisi teror berkedok agama angkat senjata di Suriah, tentara Suriah perlu enam tahun bertempur sampai akhirnya kini sebagian besar wilayah kembali aman. Namun perang belum selesai. Tiba-tiba saja ISIS yang sudah kalah dan terusir, bangkit lagi. Provinsi Afrin di perbatasan Turki, malah dicaplok oleh militer Turki bekerja sama dengan FSA (salah satu kelompok ‘jihad’, yang benderanya hijau-putih-hitam dengan bintang 3). Provinsi Idlib masih menjadi penampungan puluhan ribu milisi teror yang dievakuasi dari berbagai wilayah.

Bayangkan bila kondisi yang sama terjadi di Indonesia?

(lebih…)

#CumaNanya

syria-turki-ghouta

Kali ini kita mempelajari konflik Suriah dengan menggunakan peta ya.

Lihat peta. Ghouta itu jaraknya sekitar 450an kilometer dari Reyhanli. Reyhanli itu ada di wilayah Turki (bukan Suriah). Provinsi di Suriah yang terdekat dari Reyhanli adalah Idlib.

Idlib itu adalah tempat evakuasi para milisi (kelompok-kelompok “jihad” yang sudah menyerah kalah di berbagai wilayah, termasuk Aleppo dan Ghouta timur; mereka tidak dibantai oleh tentara Suriah, melainkan diantarkan dengan bis-bis berwarna hijau ke Idlib)

Lembaga pengepul donasi A** menyatakan di Fanpage-nya (tanggal 26 Maret 2018):
“A** menjadi perwakilan dari Bangsa Indonesia, memboyong total 5.000 paket pangan dari Kota Mersin menuju Kota Reyhanli….Salurkan bantuan terbaik Anda untuk Ghouta, Suriah dengan klik link …/selamatkanghouta”

Pertanyaannya:
(lebih…)

Syekh Buthy dan Geopolitik

syekh buthyAlmarhum Syekh Buthy, ulama besar Dunia Islam yang berasal dari Suriah, pernah berkata, “Adakah orang yang berakal, yang meruntuhkan rumahnya sendiri demi berdamai dengan musuhnya? Adakah orang yang berakal, yang mengorbankan saudaranya sendiri demi keamanan musuhnya?”

Apa yang dimaksud beliau? Siapa yang dimaksud musuh Suriah? Tak lain, AS dan Israel.

Upaya AS (sekutu utama Israel) untuk melakukan perubahan rezim di Suriah sudah berlangsung sejak lama (bahkan sebelum Suriah dipimpin Assad). Pada April 1957, misalnya, agen CIA bernama Rocky Stone datang ke Damaskus dengan 3 juta dollar untuk misi menggulingkan rezim sekuler yang terpilih di masa al-Quwatli. Dengan dana itu, Stone mempersenjatai militan Islam dan menyuap perwira militer dan politisi Suriah. Hal ini diungkap dalam buku Safe for Democracy: The Secret Wars of the CIA karya John Prados.

(lebih…)

Kisah Umat Kristiani di Suriah

Syrian-Christians
Di bawah ini saya tampilkan video liputan CNN ke Saidnaya, Suriah (2013). Mayoritas warga di sana adalah umat Kristiani. Selain orang Syiah, umat Kristiani juga dikafir-kafirkan dan dibunuh oleh kelompok yang menyebut diri sebagai “mujahidin”.
 

Tapi warga Sunni juga jadi korban para “mujahidin” kok, malah mayoritas korban adalah Sunni. Gimana ngitungnya? Ya pake logika aja: 87% rakyat Suriah adalah Muslim, 74%-nya Sunni. Artinya, saat “mujahidin” kirim bom atau meledakkan diri di pusat-pusat keramaian, tentu saja secara umum yang lebih banyak tewas adalah warga Sunni. Emangnya bom punya mata untuk memilih korbannya?

Eh, tapi buat mereka, kaum Sunni yang ga mau gabung sama mereka juga halal darahnya kok. Ini berdasarkan fatwa Syekh Yusuf Qardhawi: siapa saja yang bekerja sama dengan pemerintah, baik itu militer, ulama, maupun warga sipil, wajib diperangi/dibunuh, lihat videonya di sini [1]. Hanya beberapa hari setelah ia berfatwa demikian, ada teroris yang membunuh Syekh Buthy.

 

(lebih…)

Ghouta is Saved

ghouta bebas 23mar2018

warga Ghouta timur bergembira karena dibebaskan dari cengkeraman “mujahidin”

Jauh berkebalikan dengan narasi para pengumpul donasi “Save Ghouta”, kenyataannya justru Ghouta saat ini bebas. Ghouta is saved.

Meskipun mereka setiap hari terus menghujani Damaskus dengan mortir, pemerintah Suriah tetap menawarkan amnesti untuk warga asli Suriah yang mau meletakkan senjata, atau mereka memilih bergabung dengan milisi asing untuk dievakuasi ke Idlib (salah satu provinsi di Suriah yang berbatasan dengan Turki).

Menurut Fanpage Dimashq al An (Damascus Now) pada 24 Maret 2018, milisi Al Nushra dan Failaq Rahman yang berada di Jobar, Hazzeh, Erbin, dan Zamalka setuju untuk dipindahkan ke Idlib. Besok mereka mulai diangkut bis-bis berwarna hijau itu. Sejak kemarin mereka pun mulai membakar dokumen-dokumen dan meledakkan gudang persenjataan mereka di 4 wilayah tersebut.

Pertanyaannya, mengapa harus dimusnahkan?

(lebih…)

HTI, Indonesia, Libya, dan Suriah

HTI

Foto atas: demo HTI di Jakarta/Foto bawah: teroris di Suriah kibarkan beberapa bendera, Ahrar Al Sham, FSA, dan Al Nusra

 

HTI selalu mengklaim diri sebagai semata-mata organisasi dakwah Islam dan atas alasan itu, UU Ormas (kini UU) secara salah kaprah disebut anti Islam. Padahal yang disasar UU Ormas adalah ormas yang ideologinya membahayakan NKRI (anti Pancasila, pro kekerasan, dll). Tokoh ex-HTI pun mengajukan gugatan ke PTUN minta pencabutan pembubaran ormas mereka.

Untuk argumen teologis, para pakar sudah dihadirkan pihak pemerintah dalam persidangan. Tentu saja, para pakar ini dibully di medsos oleh para pembela HTI, bahkan dengan cara&tuduhan yang sangat kasar.

Untuk argumen politik, saya bisa menjelaskan dimana bahayanya HTI, dengan cara menyimak rekam jejak mereka dalam isu Timteng.

(lebih…)

Menjawab Para Pembela ACT

ghouta2

Tentara Suriah mengevakuasi warga E.Ghouta yang sudah lebih 5 thn disandera teroris. Sumber foto

Postingan saya di Fanpage berjudul “Kemana Uangnya Mengalir?” (saya copas di sini), mendapatkan respon cukup luas. Para pembela ACT dan pembela “mujahidin” beramai-ramai menuliskan komentar. Sebagian dihapus karena sangat kasar. Tapi ada juga yang dengan santun menyampaikan argumen bantahan. Anda bisa baca diskusinya di sini.

Dari semua sanggahan yang diberikan itu, tak ada satupun yang menyentuh persoalan sesungguhnya. Istilah anak jaman now: ngeles.

Berikut ini tanggapan umum saya :

Dalam wawancara Indopress.id dengan ACT ada poin penting yang saya garisbawahi: ACT TIDAK MINTA IZIN KEPADA PEMERINTAH SURIAH DAN MENUDUH PEMERINTAH MENGEBOM WARGANYA SENDIRI. Di situ juga ada wawancara dg NGO yg lain, yaitu Dr Joserizal yang mengatakan: LSM kemanusiaan tidak boleh memihak.

Dari berbagai jejak digital, mulai bendera, partner yang dipakai, yaitu IHH Turki (dengan segala rekam jejaknya, termasuk pernah ditangkap polisi Turki kedapatan bawa senjata), narasi yang selama ini dipakai oleh ACT (yaitu menuduh pemerintah Suriah yg mengebom warga sipil, padahal kejadiannya sebaliknya; para teroris di E. Ghoutalah yg selalu mengebom warga sipil Damaskus –ini diverifikasi juga oleh ulama Suriah, Dr. Sawwaf yang diwawancara Kompas TV), serta klarifikasi dengan mahasiswa Indonesia di Suriah, pembaca dapat (dan berhak) menganalisis, kepada siapa ACT berpihak.

(lebih…)