Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria

Category Archives: Syria

Iklan

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Iklan

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Ketika Teroris Dievakuasi Tentara Israel (IDF)

Sejak awal perang Suriah, foto dan video hoax sudah sangat banyak disebarkan, bahkan oleh media-media mainstream. Bila foto dan video yang digunakan adalah foto dan video lama yang didaur ulang (misal, BBC menggunakan foto mayat di Irak yang disebut sebagai korban senjata kimia Assad) umumnya mudah terbongkar. Namun ada juga foto dan video hoax yang “sengaja dibuat”. Untuk membongkarnya, perlu pengetahuan medis, misalnya cara pertolongan pertama pada korban senjata kimia, atau reaksi/ekpresi korban senjata kimia yang asli, sehingga bisa mendeteksi keanehan akting orang-orang dalam sebuah video. Misalnya yang dilakukan oleh Robert Stuart saat membongkar hoax video BBC.

Salah satu produsen utama video propaganda anti-pemerintah Suriah adalah White Helmets (didirikan oleh eks-tentara Inggris dan didanai puluhan juta dollar oleh AS dan Inggris). WH adalah lembaga “relawan” yang sangat terkenal , dipuji-puji, sering menjadi sumber pemberitaan media Barat, dan bahkan dinominasikan meraih Nobel. Video-video “penyelamatan” yang diproduksi WH sangat tipikal (skenario mirip), bahkan ada anak yang sama muncul di beberapa video yang berbeda. Bocah di Kursi Oranye adalah salah satu video karya WH yang paling terkenal. Cara membongkar hoaxnya adalah dengan mengamati seksama videonya: ambulans yang canggih dan mulus (padahal konon sedang di zona perang yang selalu dibombardir Rusia), si anak disuruh duduk begitu sana bermenit-menit, bukannya langsung ditangani dokter, melacak jejak digital orang yang muncul di dalam film itu (Mahmoud Raslan), dst.

(lebih…)

Selalu Ada Israel di Balik Bebagai Kekacauan

Akhir-akhir ini beruntun muncul peristiwa yang (menurut saya) berjalin-berkelindan:

1. Aksi demo bela Palestina, tapi anehnya, digagas oleh kelompok-kelompok yang selama 7 tahun terakhir justru berperan aktif dalam membawa narasi perang Suriah ke Indonesia. (Suriah adalah penyuplai logistik untuk pejuang Palestina dan pelayan bagi jutaan pengungsi Palestina).

Kelompok-kelompok ini bicara atas nama Islam, tapi aktivitasnya terkait Suriah malah sejalan dengan kepentingan Israel. Imbasnya pun dirasakan oleh bangsa Indonesia: radikalisme/esktrimisme semakin marak sejak konflik Suriah dibawa-bawa ke Indonesia oleh mereka demi menggalang dana dan merekrut petempur. [1]

2. Aksi terorisme beruntun di berbagai kota di Indonesia. Siapa pelakunya? Tak lain teroris yang berjejaring dengan kelompok-kelompok teror di Suriah.

(lebih…)

AKSI BELA PALESTINA, ATAU BELA TERORIS?

Saya sudah menulis ratusan, mungkin ribuan, artikel soal Suriah (saya menulis pertama kali tentang konflik Suriah Desember 2011, sekarang Mei 2018). Dan sering saya sampaikan: ada Israel di balik agenda penggulingan Assad.

Ini bukan teori konspirasi karena saya mengajukan bukti. Teori konspirasi itu kalau didasarkan khayalan, mencocok-cocokkan.

Antara lain buktinya adalah dokumen-dokumen CIA yang declassified (sudah boleh diakses publik) yang isinya rencana AS sejak tahun 1980-an untuk menggulingkan pemerintah Suriah demi Israel. Ada pula email Hillary Clinton yang dirilis Wikileaks (Maret 2016). Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… “ [1]

Bukti lainnya adalah perilaku Israel selama konflik Suriah. Bila benar Israel adalah negara demokratis dan antiteroris (demikian kata fans Israel, terutama ZSM Indonesia), mengapa mereka tidak membombardir Golan saja, dimana banyak teroris ISIS dan Al Nusra, bercokol? Mengapa yang dilakukan Israel justru membombardir tentara Suriah yang hampir mengalahkan teroris, lalu merawat para teroris yang terluka di rumah sakit Israel, bahkan dibesuk oleh Netanyahu? [2]

(lebih…)

Roger Waters dan Kesadaran Sebagai Manusia

Musisi terkenal asal Inggris, Roger Waters (Pink Floyd), baru-baru ini membuat kejutan dengan bicara blak-blakan soal White Helmets (WH).

Beberapa hari sebelum manggung di Barcelona, Waters dikontak oleh seorang wartawan Perancis yang bekerja untuk WH. Lelaki bernama Paskal itu meminta diberi waktu untuk tampil dalam konser Waters untuk bicara soal anak-anak Suriah.

Waters merespon Paskal dengan menyatakan (di depan penontonnya) bahwa WH adalah “organisasi abal-abal yang muncul untuk menciptakan propaganda bagi ‘jihadist’ dan teroris. … Jika kita mendengar propaganda Paskal, WH, dan lainnya, kita akan terdorong untuk mendukung pemerintah kita mengebom rakyat Suriah. Ini akan menjadi kesalahan besar bagi kita sebagai manusia.”

(lebih…)

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

(lebih…)

Serangan Senjata Kimia di Douma

korban ghouta

Douma adalah wilayah kecil yang masih tersisa di Ghouta Timur yang dikuasai kelompok “mujahidin”, Jaish al Islam. (Tapi 2 hari yll mereka sudah menyerah dan DIANTAR ke Jarablus; catet ya, bis-bisnya disediakan pemerintah Suriah).

Para “mujahidin” di wilayah lain Ghouta sudah menyerah dan dievakuasi ke Idlib, tapi Jaish al Islam di Douma berkeras menolak. Syarat yang mereka minta antara lain, dievakuasi ke Jarablus (bukan Idlib) dan diizinkan membawa uang cash jutaan Dollar yang mereka simpan.

Dalam keadaan sangat terjepit, tiba-tiba saja, mereka mengirimkan video berisi jasad-jasad yang mereka sebut sebagai ‘korban serangan senjata kimia yang dilakukan tentara Suriah’. Video itu langsung viral dan diberitakan masif oleh media mainstream. Trump segera men-tweet memaki-maki Assad dan mengancam akan menyerang Suriah. Israel tak mau kalah, hanya sehari setelah kejadian, Israel membombardir pangkalan udara T-4 Suriah. Rupanya Israel memang baik hati, ingin menolong warga Suriah korban kekejaman Assad #eh?

1. Analisis Video

Video yang saya analisis adalah yang ditayangkan Aljazeera (AJ) [1] dengan berita pembanding dari The Independent (media Inggris terkemuka) [2], serta video yang sama yang disebar di medsos (karena video yang ditayangkan AJ sudah diblur). AJ menyatakan: video yang didapat melalui internet ini hanya SATU-SATUNYA BUKTI (dan reporter AJ tidak melakukan verifikasi ke lapangan).

(lebih…)

Ada Siapa di Idlib?

Idlib-April 2018-sumberACT

Foto di Idlib, diupload sebuah lembaga pengepul donasi di Indonesia, perhatikan ada milisi bersenjata; juga fotografer yang menggunakan boot dan celana khas petempur.

Setelah kampanye #SaveGhouta terpental karena terlalu banyak keanehan (antara lain, baca tulisan saya berjudul #CumaNanya dan Menjawab Pembela ACT), tiba-tiba muncul narasi baru: warga sipil Suriah di Ghouta melarikan diri dari rezim Assad, mereka terpaksa berjalan kaki menempuh ratusan kilometer untuk mendapatkan perlindungan di Idlib.

Kisah “berjalan kaki” pun terbantah. Semua media mainstream berterus-terang bahwa orang-orang dari E.Ghouta DIANTAR dengan fasilitas pemerintah Suriah ke Idlib dengan menggunakan bus-bus. Sebagian bus itu berwarna hijau, ini bus-bus ‘legendaris’, dulu waktu Aleppo dibebaskan dari tangan “mujahidin”, pemerintah juga menyediakan bus-bus berwarna hijau itu.

(lebih…)

Mencintai Negeri

Easter in Syria

Paskah di Suriah (2017), sumber

Suriah seperti buku terbuka yang perlu dipelajari bangsa Indonesia. Wilayah Suriah hanya 185.180 km², bandingkan dengan luas wilayah negeri kita, 1.905 juta km². Suriah hanya ‘sepotong’ daratan, yang ‘secuil’ darinya berbatasan dengan laut Mediterrania. Sementara, Indonesia adalah negeri kepulauan dengan 14.572 pulau, terbentang dari Sabang sampai Merauke, dengan panjang garis pantai 99.000 kilometer.

Ketika milisi-milisi teror berkedok agama angkat senjata di Suriah, tentara Suriah perlu enam tahun bertempur sampai akhirnya kini sebagian besar wilayah kembali aman. Namun perang belum selesai. Tiba-tiba saja ISIS yang sudah kalah dan terusir, bangkit lagi. Provinsi Afrin di perbatasan Turki, malah dicaplok oleh militer Turki bekerja sama dengan FSA (salah satu kelompok ‘jihad’, yang benderanya hijau-putih-hitam dengan bintang 3). Provinsi Idlib masih menjadi penampungan puluhan ribu milisi teror yang dievakuasi dari berbagai wilayah.

Bayangkan bila kondisi yang sama terjadi di Indonesia?

(lebih…)