Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria

Category Archives: Syria

AS mengaku melawan ISIS, datang ke Irak dan Suriah, katanya mau membantu melawan ISIS. Tapi bertahun-tahun bercokol di Irak dan Suriah (dengan senjata lengkap), ISIS ga kalah-kalah. Malah berkali-kali, saat tentara Suriah mau menggempur pusat kekuatan ISIS, pesawat tempur AS membombardir tentara Suriah, menewaskan para tentara itu. Alasan: salah tembak. Lalu, puncaknya, QS yang memimpin perjuangan warga sipil Irak dan Suriah yang sukarela bergabung dalam milisi perlawanan demi melindungi tanah air mereka dari ISIS, malah dibom oleh AS.

Telah terbit: “Message for Humanity – Selections of essays and writings by Andre Vltchek”. Buku ini berisi 15 esai dan tulisan karya Andre Vltchek yang dipilih oleh 11 teman, kolega, dan kawan Andre dari berbagai belahan dunia. Mereka menjelaskan mengapa esai / tulisan tersebut penting bagi kemanusiaan.

[Saya, Dina Y. Sulaeman, salah satu di antara yang mendapatkan kehormatan untuk berbagi dalam buku ini.]

Buku ini mencakup berbagai masalah di berbagai wilayah seperti Afghanistan, Suriah, China, Oseania.

Jurnalis senior terkemuka, John Pilger, menulis uraian singkat untuk buku ini. Dia menulis: “Andre Vltchek is humanity’s and journalism’s immeasurable loss. Andre honoured the description ‘maverick’ — he was a maverick without peer. Whenever a vital issue was pushed into the recesses of our memory, Andre would rescue it and remind us why we should never forget: why we should keep fighting for what was right. Perhaps above all, he understood the nature of imperialism and tore away its modern disguises with his powerfully moral, bracing prose. I salute him.”

Buku ini diterbitkan oleh Badak Merah Pte. Ltd. Buku (edisi kindle) bisa dibeli di: https://www.amazon.com/dp/B08RDXJ31S/

“Anda Tidak Perlu Jadi Yahudi untuk Menjadi Zionis”

Alhamdulillah, meskipun media Israel (dan digemakan oleh media lokal) berusaha menggiring opini publik Indonesia, “pemerintah Indonesia akan menormalisasi hubungan dengan Israel”, Kemenlu sudah menyatakan tidak akan membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan akan tetap konsisten membela Palestina.

Indonesia adalah negara demokratis dan suara masyarakat sangat berperan dalam pengambilan keputusan. Indonesia berbeda dengan UAE, Bahrain, Maroko; mereka adalah negara monarki. Apa kata pemimpinnya, itulah yang dilakukan. Rakyat ga bisa protes. Sementara, sudah bukan rahasia bahwa sejak Arab Spring, raja-raja Arab ketakutan akan digulingkan oleh rakyatnya. Mereka butuh perlindungan agar tetap di singgasananya dan yang menawarkan perlindungan adalah AS.

Sebaliknya, pemerintah Indonesia didukung rakyatnya dan tidak butuh perlindungan kekuatan asing.

(lebih…)

Perang di Suriah adalah perang antara pemerintah Suriah (yang dipilih melalui pemilu) melawan milisi-milisi bersenjata yang mengklaim diri “berjihad”. Milisi-milisi itu terdiri dari ratusan kelompok dan nama, dan sebagiannya sudah ditetapkan PBB sebagai teroris. Misalnya, ISIS dan Jabhah Al Nusra sudah ditetapkan sebagai teroris. Ada faksi lainnya, bernama Free Syrian Army (FSA), tidak dimasukkan dalam list teroris, tetapi aksi-aksi mereka di lapangan tidak ada bedanya dengan ISIS dan Al Nusra.

Bila kita melihat perjalanan konflik Suriah sejak awal, kita akan mendapati bahwa sebagian “ulama” berperan sangat besar dalam memobilisasi massa agar mau angkat senjata melawan pemerintah. Bila kita memperhatikan kalimat-kalimat ceramah mereka, sangat dipenuhi dengan ujaran kebencian (hate speech) terhadap pemerintah Suriah.

Apa pelajaran untuk Indonesia? Silakan simak selengkapnya di sangkhalifah.co

https://sangkhalifah.co/peran-ulama-dalam-perang-suriah…/

Mengenang Qaddafi

Tanggal 20 Oktober 2011 adalah hari terbunuhnya pemimpin Libya, Moammar Qaddafi. Ada banyak versi berita tentang Qaddafi. Sangat banyak media yang mengisahkan hal-hal buruk tentangnya.

Namun, untuk cross-check, kita bisa merujuk data dari PBB. Tahun 2010, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika, dan di peringkat 57 dunia. Ini adalah posisi yang jauh lebih baik daripada Indonesia yang pada tahun yang sama, cuma di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan bahwa pengukuran HDI dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

(lebih…)

Kabar duka dari Suriah

Pagi ini, saya membuka hp dan mendapati kabar duka. Mufti Agung Damaskus, Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni, gugur akibat bom mobil. T_T Semua pasti bisa menduga siapa yang memasang bom itu.

Alm. Syekh Al-Afyouni pernah datang ke Indonesia tahun 2016, bertemu dengan para ulama Indonesia, antara lain Habib Luthfi. Alm. dikenal sebagai ulama sufi dan moderat.

Saya copas sebagian wawancara alm. dengan Republika:

Republika: Syekh, banyak bertebaran fatwa wajib jihad di Suriah. Bagaimana menurut Anda?

Syekh: Saya yakin, fatwa semacam ini salah kaprah. Bertentangan dengan ruh Islam. Fatwa jihad di Suriah yang dikeluarkan sejumlah kalangan itu, tak sejalan dengan prinsip dan kaedah jihad yang diperintahkan agama.

Islam datang untuk mempertahankan kelangsungan hidup umat manusia, bukan malah sebaliknya, yaitu membunuh mereka.

Islam hadir untuk membawa umat manusia tinggal di Surga, dan bukan neraka. Tak pernah sekalipun Islam datang untuk membunuh.

Ajaran-ajaran Islam yang luhur memperlihatkan, bagaimana perempuan yang mengurung kucing divonis masuk neraka, sementara ini lebih mulia lagi, konteksnya adalah manusia.

Bagaimana dengan dampak puluhan, ratusan, hingga ribuan korban yang meninggal akibat fatwa itu? Entah anak-anak, perempuan, lansia, dan seterusnya. Islam menjaga keutuhan nyawa.

Jihad yang disyariatkan oleh Allah SWT melawan penguasa, itu hanya sebatas memastikan agar manusia bisa memeluk dan menjalankan agama dengan baik (Lihat QS al-Anfaal [8]: 39).

Lantas apakah kita akan menamakan perang yang membunuhi umat Islam sendiri itu sebagai jihad?

Mereka sama-sama bersyahadat. Ada ribuan masjid di sini, pesantren, dan madrasah. Bagaimana itu disebut jihad?

Jihad diperbolehkan bila kita umat Islam diperangi oleh musuh yang memerangi negara kita. Ini wajib hukumnya bentuk bela negara. (Lihat QS al-Hajj [22]: 39). Bagaimana bisa jihad memerangi sesama Mukmin dan Muslim dinamakan jihad?

Saya tanya anda satu pertanyaan penting. Jika kita yakin Zionis Israel telah merebut Masjid al-Aqsha dan Palestina, mengapa kita tidak alihkan jihad tersebut ke sana?

Mereka tak menembakkan satu peluru pun untuk kemerdekaan Palestina. Bagaimana mereka membolehkan jihad di Suriah, sementara mereka tidak mengeluarkan fatwa mendesaknya jihad membebaskan al-Aqsha?

Apakah agama itu ditentukan dengan standar manusia? Atau agama adalah syariat Allah yang wajib kita sikapi hati-hati?

Republika: Bisa Anda gambarkan kondisi Suriah sebelum konflik meletus?

Syekh: Mahasiswa Indonesia di Suriah bisa merasakan sendiri bagaimana kondisi di Suriah sebelum konflik. Contoh kecil, kita tak pernah ada kasus kriminal seperti pencurian atau pembunuhan, sekalinya ada, kita akan terkejut. Dulu, perempuan jalan sendirian dini hari, aman-aman saja.

Tak pernah pula terjadi perserteruan antarkabilah. Negara kami aman, penduduknya ramah. Sambutan mereka terhadap tamu sangat luarbiasa. Kami sambut dengan baik warga Irak pada 2003, rakyat Palestina sejak 1960-an, dan bagaimana kami perlakukan baik orang Lebanon pada 2006, atau warga Kuwait saat perang dengan Irak.

Mereka yang tinggal di Damaskus, akan merasa seolah ia penduduk asli. Dan tiba-tiba, Arab Spring memporak-porandakan semua.

Suriah, sejak awal, adalah satu dari sekian negara dengan stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan yang tinggi. Sistem sosialnya yang sangat teratur di antara segenap elemennya. Suriah merupakan potret negara percontohan yang sukses merekatkan unsur masyarakat yang berbeda, baik etnis, suku, mazhab, dan agama.

Dan, ketahuilah, alhamdulillah, sejak awal, Suriah termasuk negara paling aman di dunia. Suriah adalah negara yang tak ada fakir miskin, tak ada orang kelaparan. Orang bisa tinggal di suriah dengan biaya hidup termurah di dunia.

Warga menikmati kondisi itu. Pendidikan gratis dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi strata tiga (doktoral). Kesehatan gratis, baik untuk bedah atau selain bedah. Listrik semigratis. Warga bisa mendapatkan fasilitas-fasilitas dengan mudah dan gratis berkat subsidi negara. Tapi, yang terjadi sudah terjadi.

Selengkapnya silakan baca di https://republika.co.id/berita/odo5l9320/eksklusif-mufti-damaskus-serukan-setop-fatwa-jihad-suriah.

**

Untuk Anda yang ingin lebih memahami konflik Suriah, bisa download ebook Prahara Suriah (gratis). Buku itu terbit tahun 2013. Awalnya saya sempat tak sanggup menyelesaikan penulisannya, karena dahsyatnya bully-an yang saya terima (yang berimbas pada kehidupan nyata, bukan cuma di dunia maya) akibat menulis soal Suriah sejak 2011. Tapi, tiba-tiba ada kabar duka, Syekh Buthy (ulama besar Suriah, aswaja) gugur syahid karena bom bunuh diri teroris pro-khilafah pada 21 Maret 2013).

Kedukaan itu justru memotivasi saya untuk segera menyelasaikan buku itu, menolak kalah dari para peneror pro-khilafah itu. Karena, sejak awal saya sudah memprediksi bahwa konflik dan cara-cara teror mereka di Suriah pasti akan dibawa ke Indonesia. Dan sayangnya, prediksi saya benar 😦 https://dinasulaeman.wordpress.com/2019/01/01/pdf-prahara-suriah/

**Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu anhu wakrim nuzulahu… Alfaatihah ma’ash shalawaat**

Cara Cerdas dalam Menganalisis Konflik

ZSM (netizen pro Israel) kan umumnya juga pro Papua merdeka. Bendera Bintang David juga banyak berkibar di Papua. Untuk menarik hati publik, ada yang nekad bawa-bawa Palestina.

ZSM: “Papua itu nasibnya sama kayak Palestina. Sama-sama dalam kondisi terjajah.”

Jawab: “Oh, berarti di matamu, Indonesia sama kejamnya dengan Israel ya? Berarti kamu ngaku juga ya, kalau Israel itu penjajah??”

(lebih…)

Argumen Para Pendukung “Jihad”

Dalam perang Suriah, saat dikasih info bahwa ADA KEPENTINGAN EKONOMI para imperialis global di balik proyek penggulingan Assad —>Jawab mereka:
PARA MUJAHIDIN BERJIHAD UNTUK MELAWAN REZIM SYIAH NUSAIRIYAH! UNTUK MENOLONG SAUDARA SUNNI YANG DIBANTAI SYIAH! KHILAFAH SUDAH DEKAT!!
Saat jelas-jelas Erdogan membantu “saudara”-nya di Azerbaijan, lalu dikasih tahu bahwa Muslim di Azerbaijan itu 85%-nya bermazhab SYIAH dan yang diperebutkan adalah kawasan Nagorno Karabakh yang dihuni warga Armenia-Kristen —> Jawab mereka :

Agama Bukan Akar dari Perang

Perang Azerbaijan vs Armenia kembali membuktikan bahwa agama bukanlah akar dari perang. Azerbaijan adalah negara mayoritas Muslim, 85%-nya bermazhab Syiah. Armenia adalah negara dengan mayoritas Kristiani. Tapi, Turki memilih mendukung Azerbaijan dengan mengirimkan “jihadis” binaannya (yang semula perang di Suriah dan Libya, kini dikirim ke Azerbaijan).
Yang lebih “aneh lagi”, yang diperebutkan antara kedua kubu adalah wilayah Nagorno Karabakh, yang warganya mayoritas (nyaris 99 %) adalah etnis Armenia yang beragama Kristiani.
Di skrinsyut berita tahun 2019 ini disebutkan bahwa Armenia mengirim dokter untuk memberikan bantuan medis kepada warga Aleppo dan tim anti-ranjau untuk melucuti ranjau yang dipasang “jihadis” di kota itu. Baru-baru ini (Mei 2020), di masa Covid, Armenia juga mengirim tim medis dan lebih dari 2 ton fasilitas medis.
Buat yang belum tahu, mungkin akan heran, mengapa orang Kristen bantuin Syiah? Katanya.. Assad itu rezim Syiah? Mengapa bukan Azerbaijan yang bantuin Assad? Mengapa Iran yang bantuin Assad? Kan Azer-Iran itu sama-sama Syiah? Kok beda? Kok Azerbaijan mengizinkan AS buka pangkalan militer di wilayahnya?

Perang Baru Turki

Situasi kembali memanas di perbatasan Azerbaijan-Armenia.“Aneh”-nya, Turki ikut campur. Sekitar 12 jam sebelum saya menulis status ini, Erdogan menulis di akun Twitternya, “Armenia, yang telah melakukan serangan baru ke Azerbaijan, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan ketenangan di kawasan itu. Bangsa Turki terus mendukung saudara-saudari Azerbaijan dengan segala cara, seperti yang selalu dilakukannya. “
Konflik antara Azerbaijan-Armenia adalah konflik antara negara mayoritas Muslim melawan negara mayoritas Kristiani yang memperebutkan sebuah wilayah bernama Nagorno-Karabakh (mayoritas penduduknya etnis Armenia). Tapi, seperti saya selalu bilang, dalam menganalisis konflik, agama tidak bisa dipandang sebagai akar utama, selalu berjalin berkelindan dengan faktor-faktor lainnya.
Nah, mari kita lihat apa kepentingan Turki dalam perang ini. Mengapa membantu Azerbaijan?