Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria

Category Archives: Syria

Iklan

Suriah dan Orang-Orang Prancis

Kerusuhan di Prancis yang sudah berlangsung sekitar 3 pekan memunculkan deja vu bagi orang-orang yang intens mengamati Perang Suriah; bisa terlihat di berbagai komentar netizen [umumnya yang dari Barat/Timteng] di Twitter.

Rana Harbi, selebtwit cantik dari Lebanon menulis, “Bayangkan bila beberapa negara memutuskan mengirimkan senjata senilai miliaran [dollar] kepada para demonstran di Prancis, memaksakan berbagai sanksi [terhadap pemerintah Perancis], dan membantu semua kelompok antipemerintah; termasuk kelompok-kelompok dengan ideologi ekstrim; lalu membuat koalisi untuk mengebom Prancis. Keterlaluan? Nah, itulah yang sedang terjadi di Suriah sejak 2011!”

Seseorang entah siapa, membuat akun bernama ‘Benoite Abedoux’ [plesetan dari selebtiwit cilik asal Suriah, Bana Al Abed]. Isi tweet-nya bikin saya tertawa miris; mirip sekali dengan apa yang selama ini dicuit oleh Bana yang mengaku berada di Aleppo timur.

(lebih…)

Iklan

Seandainya ini foto dari Teheran (atau Damaskus)…

Kalau kejadian ini (aksi protes, dihadapi dengan gas air mata) terjadi di Teheran, seorang so called “pengamat Timur Tengah senior” , akan segera menulis di koran terkemuka: inilah kegagalan rezim Mullah!

Dia pernah menulis, “Ideologi kubu konservatif dapat dikenali dari kebijakan luar negeri yang resisten terhadap Barat dan pandangan budaya Iran lebih kaya ketimbang bangsa lain. Akibatnya, parabola dilarang, internet dikontrol, ada pengawas kode berpakaian. AKIBATNYA program kerja pemerintahan kubu moderat tidak maksimal.”

Jadi logika dia: karena parabola dilarang, internet dikontrol, perempuan musti pake hijab —> EKONOMI susah!

Penulis perempuan [feminist] pun banyak yang demen menimpakan masalah di Iran pada urusan hijab. Seolah-olah gara-gara pake hijablah ekonomi sebuah negara ruwet.

(lebih…)

Apakah Dubes Saudi Perlu Diusir?

Kasus cuitan Dubes Saudi untuk Indonesia, Osamah Al Shuaibi, kebetulan saya ikuti sejak awal, sebelum viral. Dia mencuit hari Minggu, sekitar jam 14, lalu diomel-omeli oleh beberapa pengguna twitter yang paham bahasa Arab. Sekitar jam 21 malam, saya cek lagi, cuitannya sudah dihapus. Tentu saja, sudah ada yang ambil screenshot-nya. Besoknya, mulai ramai yang berkomentar berdasarkan SS tersebut.

Berikut ini komentar saya:

1. Dubes Osama mungkin saja kepleset nge-tweet (menyebut Banser sebagai ‘organisasi sesat’) lalu segera dihapus setelah sadar konsekuensinya. Tapi kalaupun kepleset, itu menunjukkan bahwa sang Dubes (dan rezim Saud) memang memandang negatif pada Banser&NU.

Mengapa? Kalau dilihat dari sejarahnya, NU dulu didirikan dengan tujuan melawan Wahabisme Saudi. Selama ini pun, ormas yang paling depan melawan ormas-ormas Wahabi adalah NU.

Mengapa Wahabi harus dilawan? Contoh kasusnya: perang di Suriah selama 7 tahun adalah karena para penganut ideologi Wahabi akut rame-rame angkat senjata. Mereka disponsori dana dan senjata oleh Saudi, Qatar, AS, Inggris, dll.

(lebih…)

Islam dan Terorisme Menurut Karen Amstrong

Setiap perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, saya selalu teringat pada Karen Amstrong, penulis asal Inggris, yang telah menulis banyak buku tentang tentang sejarah agama. Saya sangat terkesan berjumpa dengannya, mendengarkan bagaimana ia menceritakan tentang Nabi Muhammad dengan sangat indah.

Dalam kuliah umum (dan promo bukunya, “Compassion”) di Univ. Paramadina Jakarta (2013), antara lain Karen bercerita, kisah favoritnya adalah kisah perjanjian Hudaibiyah. Saat itu, Rasulullah mengajak umatnya di Madinah untuk berhaji ke Makkah, tanpa membawa senjata. Bagaimana mungkin perjalanan menuju markas musuh dilakukan tanpa membawa senjata untuk membela diri? Tapi itulah yang dilakukan oleh Rasulullah yang memang selalu membawa pesan cinta dalam setiap langkahnya.

Lalu, ketika orang-orang Makkah menghalangi masuknya rombongan haji ke Makkah, dilakukanlah negosiasi dan ditandatanganilah Perjanjian Hudaibiyah. Perjanjian ini sangat luar biasa dari sisi compassion dan menunjukkan betapa Nabi Muhammad adalah sosok yang sangat welas asih dan telah melepaskan egonya secara total. Beliau sendiri yang mencoret kata ‘Rasulullah’ dalam naskah perjanjian itu, karena negosiator dari Makkah menolak adanya kata itu.

(lebih…)

Umat Muslim di Israel Dilarang Naik Haji oleh Arab Saudi

Setelah jamaah haji Suriah dan Qatar terkena pelarangan berhaji; setelah warga Yaman pernah dilarang naik haji; setelah jamaah haji Iran juga pernah gagal berhaji (dipersulit prosedurnya, sehingga pada detik-detik terakhir tidak memungkinkan lagi mengurus visa); kini giliran orang-orang Palestina yang jadi korban.

Yang jadi korban adalah orang Muslim yang menjadi warga Israel, dan orang Palestina yang menjadi pengungsi di beberapa negara tetangga, misalnya Yordania.

Mengapa ada umat Muslim/orang Palestina yang jadi warga Israel? Tahun 1947, Dewan Keamanan PBB semena-mena membagi dua negeri Palestina, lebih dari separuhnya diserahkan ke entitas Zionis untuk dijadikan negara Israel. Sebagian besar penduduk asli di kawasan yang jadi “jatah” Israel diusir (ada juga yang dibunuh massal), sebagian kecil masih bertahan dan jadi warga kelas rendahan di Israel.

(lebih…)

Bendera Itu (Lagi)

Cuma mau ikut komen soal kejadian terbaru yang menghebohkan itu. Pakai logika sederhana aja: kalau itu bendera umat Islam secara umum, tentu ga akan ada masalah ya? Siapapun bebas mengibarkannya, apalagi di negara-negara mayoritas Muslim.

Tapi ketika ada kejadian: ada orang (siapapun itu) yang memasangnya di dinding rumah, di sebuah negara Islam, lalu datang aparat untuk menangkap si penghuni rumah akibat keberadaan bendera itu, ARTINYA: itu bendera ormas/kelompok tertentu yang tidak direstui pemerintah setempat.

Gitu aja kok ruwet mikirnya, ya?

Untuk yang suka baca paper, ini ada paper yang meneliti seluk-beluk kiprah Hizb Tahrir. Di dalamnya ada paragraf menarik tentang seseorang bernama Omar Bakri Muhammad. Ini saya terjemahin ya. Kata-kata di dalam […] adalah tambahan dari saya.

(lebih…)

Panggilan “JIhad”, Kali Ini ke Poso

Beberapa hari yang lalu, akun Syria News memposting foto orang ini, diberi caption (ini terjemahannya): “Abu Walid Indonesian (Mohamed Karim Fayez). Saat ini dia adalah Emir ISIS di Indonesia timur. Note: Tangannya berlumuran darah warga Suriah dan Irak.”

Baru saja saya menemukan poster ini, sumber dari akun Twitter TRACterrorism.org. Poster ini berbahasa Inggris, “Join us in Poso region” (bergabunglah dengan kami di Poso). Lalu ada kutipan ayat Quran tanpa terjemahan. Artinya: seruan ini adalah untuk orang-orang di luar sana yang berbahasa Inggris dan Arab.

Bila sebelumnya orang-orang radikal dari berbagai negara diseru untuk “berjihad” ke Suriah dan Irak, kini mereka diseru untuk datang ke Poso.

Orang biasa seperti kita, tidak bisa berbuat apa-apa. Ini tugas pemerintah, TNI, Polri. Semoga saja mereka bisa melindungi kita warga sipil Indonesia dan NKRI. Untuk deradikalisasi (menyembuhkan orang-orang yang sudah terlanjur teradikalisasi) juga perlu ilmu khusus.

(lebih…)

Teroris Mau Bangun Mall?

@KevorkAlmassian seorang jurnalis independen yang aktif melawan narasi Barat (dan negara Teluk dan para simpatisan “jihadis”) tadi memposting foto ini di Twitternya dengan caption: The leader of “Islam’s Army”, Abou Houmam Bouedani is building a mall in #Turkey with a budget of 100$ million.

[Komandan Jaish al Islam, Abou Houmam alias Issam al-Buwaydani sedang membangun sebuah mall di Turki dengan bujet 100 juta USD]

Saya coba googling dan menemukan berita dari Reuters pada Sept 2018 yang mewawancarai langsung al-Buwaydani –> https://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-rebels/far-from-home-a-syrian-rebel-group-starts-over-idUSKCN1M71CO

(lebih…)

Di Balik Bendera ‘Tauhid’

Sejak awal perang Suriah (2012), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) amat gencar mempropagandakan berita tentang ‘kekejaman rezim Assad’ yang penuh nuansa kebencian pada penganut mazhab Syiah (dengan berbekal foto-foto hoax). Dengan penuh semangat, di medsos, web, maupun pengajian, mereka umumkan: khilafah sebentar lagi berdiri di Suriah.

Padahal, di media internasional, nama Hizbut Tahrir tak banyak disebut. Kita di Indonesia tahu bahwa anggota Hizbut Tahrir ikut bertempur di Suriah karena cerita-cerita orang HTI sendiri.

Tokoh HT asal Suriah yang tinggal di Libya pernah curhat karenanya. “Baba mengkritik media Arab dan Barat yang mengabaikan keberadaan Hizbut Tahrir dan menutup perannya. Baba mengatakan kepada Al-Akhbar, Hizbut Tahrir telah ada di Suriah sejak lama dan telah menjadi target pelarangan rezim Baath,” demikian ditulis dalam berita yang dirilis situs HTI.[1]

(lebih…)

Perkembangan info terbaru:
Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi sudah mati, beberapa jenderal sudah ditangkap, dan akan dibentuk tim penyelidikan terhadap General Intelligence Agency (GIA) Saudi. Siapa yang memimpin tim ini? Tak lain, King Salman.

Trump berkomentar, “Mereka [Bani Saud] merupakan sekutu utama [AS] di Timteng. Kita membutuhkan mereka untuk menjadi pengimbang Iran. Jadi ini bukan solusi yang mudah…”

Intinya:
1. Sementara ini, MBS ‘selamat’ dari badai.

2. Bagi AS dkk, yang diktator dan harus digulingkan cuma/ tetap 2 : pemerintahan Damaskus dan Tehran.

Tulisan saya tentang Khashoggi beberapa hari yll dimuat ulang di sini: