Kajian Timur Tengah

Beranda » Syria (Laman 2)

Category Archives: Syria

Agama Bukan Akar dari Perang

Perang Azerbaijan vs Armenia kembali membuktikan bahwa agama bukanlah akar dari perang. Azerbaijan adalah negara mayoritas Muslim, 85%-nya bermazhab Syiah. Armenia adalah negara dengan mayoritas Kristiani. Tapi, Turki memilih mendukung Azerbaijan dengan mengirimkan “jihadis” binaannya (yang semula perang di Suriah dan Libya, kini dikirim ke Azerbaijan).
Yang lebih “aneh lagi”, yang diperebutkan antara kedua kubu adalah wilayah Nagorno Karabakh, yang warganya mayoritas (nyaris 99 %) adalah etnis Armenia yang beragama Kristiani.
Di skrinsyut berita tahun 2019 ini disebutkan bahwa Armenia mengirim dokter untuk memberikan bantuan medis kepada warga Aleppo dan tim anti-ranjau untuk melucuti ranjau yang dipasang “jihadis” di kota itu. Baru-baru ini (Mei 2020), di masa Covid, Armenia juga mengirim tim medis dan lebih dari 2 ton fasilitas medis.
Buat yang belum tahu, mungkin akan heran, mengapa orang Kristen bantuin Syiah? Katanya.. Assad itu rezim Syiah? Mengapa bukan Azerbaijan yang bantuin Assad? Mengapa Iran yang bantuin Assad? Kan Azer-Iran itu sama-sama Syiah? Kok beda? Kok Azerbaijan mengizinkan AS buka pangkalan militer di wilayahnya?

Perang Baru Turki

Situasi kembali memanas di perbatasan Azerbaijan-Armenia.“Aneh”-nya, Turki ikut campur. Sekitar 12 jam sebelum saya menulis status ini, Erdogan menulis di akun Twitternya, “Armenia, yang telah melakukan serangan baru ke Azerbaijan, sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah ancaman terbesar bagi perdamaian dan ketenangan di kawasan itu. Bangsa Turki terus mendukung saudara-saudari Azerbaijan dengan segala cara, seperti yang selalu dilakukannya. “
Konflik antara Azerbaijan-Armenia adalah konflik antara negara mayoritas Muslim melawan negara mayoritas Kristiani yang memperebutkan sebuah wilayah bernama Nagorno-Karabakh (mayoritas penduduknya etnis Armenia). Tapi, seperti saya selalu bilang, dalam menganalisis konflik, agama tidak bisa dipandang sebagai akar utama, selalu berjalin berkelindan dengan faktor-faktor lainnya.
Nah, mari kita lihat apa kepentingan Turki dalam perang ini. Mengapa membantu Azerbaijan?

Tulisan terbaru di ic-mes.org “AS dan State-Terrorism (Mengenang Qassem Soleimani)”

Penulis: Mu’min Elmin (Dosen Hubungan Internasional Univ. Sulawesi Barat)
Ketika dunia sedang disibukkan oleh pandemi Covid-19, ISIS masih melanjutkan aksi-aksi terornya. Menurut data dari Terrorism Research and Analysis Consortium (TRAC), selama bulan Juli 2020, sisa-sisa ISIS di Irak telah mengklaim 100 serangan di negara tersebut. Pada tanggal 24 Agustus lalu, sebuah ledakan besar di pipa gas Suriah terjadi, yang menyebabkan terjadinya pemadaman listrik secara massal di sana. AS (yang saat ini bercokol di Suriah) menyatakan bahwa pelakunya adalah ISIS. Di Indonesia, selama masa pandemi, Densus 88 juga melakukan penangkapan terhadap sejumlah terduga teroris.
Kejadian-kejadian ini mengingatkan penulis pada pahlawan yang berada di garis depan melawan ISIS, Jenderal Qassem Soleimani. Pada 3 Januari 2020, Soleimani dan rekannya, tokoh milisi Irak yang juga berada di garis depan dalam perang melawan ISIS, Abu Mahdi Al Muhandisi dan tujuh pengawal mereka gugur dibom oleh militer AS. Padahal kedatangan Jenderal Soleimani merupakan undangan resmi kenegaraan dari pemerintah Iraq untuk mengupayakan perdamaian di Irak. Dengan demikian kehadirannya di Irak merupakan representasi resmi negara (Iran) untuk misi diplomasi perdamaian, bukan untuk memulai perang.

“Catatan Lapangan”: Waspadai Pengulangan Skenario Suriah

Dear netizen. Berikut ini saya sampaikan sedikit catatan “lapangan” [yaitu lapangan medsos :)] soal perkembangan mencurigakan yang saya dapati akhir-akhir ini.
Saya flash back dulu ya, biar paham konteksnya. Begini, sejak Perang Suriah dimulai, ada satu faksi (di dalamnya ada banyak kelompok, antara lain HTI dan ormas-ormas IM) yang aktif sekali melakukan propaganda anti-Syiah. Tujuan utama adalah untuk mendukung “jihad” mereka di Suriah (baik rekrutmen petempur maupun penggalangan dana). Supaya orang mau merogoh kocek dalam-dalam, dibuatlah berbagai hoax soal kebejatan Syiah di Suriah.
Sejalan dengan itu, supaya narasi mereka semakin menggaung di Indonesia, mereka menyerang komunitas Syiah di Indonesia. Muncullah organisasi bernama ANNAS (Aliansi Anti Syi’ah). Orang-orang ANNAS ya itu lagi-itu lagi (sama dengan mereka yang mendukung “jihad” Suriah).

Tulisan saya dimuat di web “sangkhalifah.co”

Ini website yang aktif memberi pencerahan dan konter narasi terhadap ideologi khilafah ala HTI dkk.

Assalamualaikum… Selamat melewati malam Ahad.

Konflik Suriah sayangnya masih terus berlanjut karena aktor-aktor yang terlibat “proyek perang” masih belum mau menerima kekalahan. Kejahatan yang mereka lakukan, antara lain, pembajakan terhadap stasiun penyediaan air (semacam PDAM) di Hasakah sehingga warga sipil kesulitan air. Pemerintah Suriah sudah mengadukan aksi antikemanusiaan ini ke PBB. Lalu ada aksi-aksi pembakaran ladang gandum, sehingga warga terancam kelaparan. Siapa pelaku pembajakan air dan pembakaran ladang itu? Tentara Turki dan milisi-milisi “jihad” dukungan mereka.

Baru-baru ini, AS yang masih bercokol di Suriah (tanpa seizin pemerintah Suriah) kembali bikin ulah dengan mem-bully pesawat sipil Iran (penerbangan Teheran-Beirut). Tujuannya adalah supaya sistem pertahanan udara Suriah bereaksi dan menembak pesawat itu (dikira sebagai pesawat militer). Untungnya, kelihaian pilot Mahan Air membuat pesawat tersebut selamat. Di atas pesawat itu kabarnya ada tokoh-tokoh VVIP dari Poros Resistensi.

(lebih…)

Analisis Kebijakan Politik Luar Negeri Iran di Timur Tengah “Benarkah Iran Teroris?”

Sudah lama saya tidak update di fanpage ini ya.. Harap maklum, seperti biasa, akhir semester (dan menyambut semester baru) terlalu banyak urusan.

Tapi ini ada acara webinar seru lagi nih.. Silakan gabung bagi yang berminat mengkaji isu aktual soal Timteng. Kan akhir-akhir ini rame lagi tuh tuduhan bahwa “Iran adalah negara pendukung teroris”.. Nah, isu ini akan didiskusikan oleh para mahasiswa Indonesia di Timteng, dari Iran (Ismail Amin), Suriah (Lion Fikyanto), Saudi (Muhammad Ridho Sastrawijaya), dan Yaman (Muhammad Syauqi al-Muhdhar).

Narsumnya: saya (Dina Y. Sulaeman, dosen HI Unpad), Kiki Mikail (dosen Ilmu Politik UIN Palembang), dan pak Ali Muhtarom (dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten).

Cara ikut: klik aja channel Youtube PPI Dunia (https://www.youtube.com/channel/UCAeyYG_Q75jC2BqmWy4aZ8Q) pada hari SABTU 18 JULI 15.30 WIB.

“Akan sangat sulit untuk mencapai apa yang telah diraih [Suriah] sebelumnya jika perempuan tidak berpartisipasi aktif dari posisi mereka masing-masing, karena jumlah perempuan adalah setengah dari masyarakat kita. Perempuan adalah mereka yang membesarkan laki-laki dan perempuan; yang mempersiapkan laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam membangun negara. Perempuan memainkan peran penting dalam kemajuan dan pembangunan di berbagai bidang kerja. Dasar yang tepat untuk partisipasi perempuan harus dipersiapkan dengan baik sehingga mereka mampu berperan efektif dalam masyarakat dan pembangunan.”

President Bashar Al Assad (pidato dalam pelantikannya sebagai presiden, tahun 2000).

[sumber foto dan status: Vanessa Beeley].

Tambahan dari saya: Suriah itu negara sekuler, tapi para “ustad” dan media radikal secara masif menyebarluaskan narasi bahwa di sana kebebasan agama dikekang, kaum Sunni dibantai. Akibatnya, ratusan ribu “jihadis” dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke Suriah merasa sedang “berjihad”. Kalau tidak bisa ke Suriah? “Main” bom di negara masing-masing.

Mengenang Morales dan Salar de Uyuni

Baru saja saya melihat video Salar de Uyuni, https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/583143408994456/?t=0 indah sekali. Saya jadi teringat pada tulisan saya bulan November 2019, tak lama setelah Morales dikudeta oleh kelompok “ultra kanan”.

Ada kesamaan antara kudeta di Bolivia dan “proyek penggulingan rezim” di Suriah. Pertama, aksi bersenjata penggulingan Assad dimulai beberapa saat setelah Iran-Suriah sepakat (Juli 2011) membangun jalur pipa gas Iran-Irak-Suriah-Eropa (tentu saja direstui Rusia; dan China hampir pasti ikut dapat proyek). Morales juga dikudeta setelah menolak perusahaan Barat (tapi menerima Rusia-China) untuk penambangan lithium.

Dalam tulisan seorang doktor ilmu politik dari Kanada, CJ Atkins [1] disebutkan bahwa Lithium adalah bahan utama untuk baterai yang memicu revolusi mobil dan smartphone dunia. Analis pasar berspekulasi bahwa pada pertengahan 2020-an, lithium akan jadi barang mahal karena tingginya permintaan “emas abad ke-21” ini.

Diperkirakan, 25 -45% cadangan lithium yang ada bumi ini berada di padang garam “Salar de Uyuni” yang terletak di Andes, Bolivia.

(lebih…)

“Mereka yang Mau Mendengar Semua Kata-Kata dan Memilih yang Terbaik”

[Pengumuman Giveaway]

Giveaway yang kemarin saya lakukan bermula dari heboh masalah video Plandemic. Video itu sangat viral (di seluruh dunia) dan kemudian terjadi pembungkaman besar-besaran, setiap kali diupload di Youtube, langsung dihapus.

Khusus di Indonesia, FB bekerja sama dengan sebuah organisasi pemberantas hoaks dan sebuah media, untuk memberangus video ini. Mereka gunakan kata “fact check”. Fakta apa yang dicek? Hanya latar belakang narasumber (Dr. Judy Mikovits). Tentu saja, yang dipilih sebagai bantahan adalah artikel-artikel yang menjelek-jelekkan Dr. Judy.

Padahal, ada fakta yang jauh lebih krusial diperhatikan di video itu: ada beberapa dokter yang juga tampil di video itu, yang mempertanyakan kejanggalan penanganan Covid-19. Fakta itu seperti sengaja dikaburkan oleh para “pemeriksa fakta”, mereka hanya fokus share link kontra Dr. Judy-nya.

Giveaway yang saya lakukan kemarin, tidak terduga, sambutannya sangat banyak. Buku itu tentang Suriah. Kaitannya dengan Covid adalah: keterbukaan informasi.

(lebih…)