Kajian Timur Tengah

Beranda » Tata Pemerintahan Global

Category Archives: Tata Pemerintahan Global

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Surat Terbuka Ibu Dr. Siti Fadillah Supari (16 Mei)

Mantan Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadillah Supari telah mengirimkan surat terbuka, bertanggal Sabtu (16/5/2020). Surat itu ditulis tangan oleh teman sekamar ibu Dr. Siti di Rutan Pondok Bambu karena beliau sudah tidak kuat menulis. Surat tersebut kemudian ditandatangani Siti, dan agar lebih jelas diketik ulang di luar penjara. Berikut ini isinya:

**********

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona . Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

(lebih…)

“Saatnya Dunia Berubah”

Ini sebenarnya judul buku ibu Dr. Siti Fadillah (beliau dokter dan Doktor). Saya pinjam untuk cerita sedikit soal perubahan dunia yang saya saksikan terkait Covid.

Video Plandemic, saking viralnya di seluruh dunia, sampai-sampai Big Tech mengerahkan seluruh daya upaya –dan dana besar tentunya– untuk menahan peredaran video ini. Sungguh kontraproduktif. Semakin kalian berupaya membungkam, semakin yakin orang bahwa video itu benar. Semakin militan mereka menyebar video itu melalui berbagai platform.

Padahal lebih baik dibiarkan saja dan didiskusikan, tapi bukan dengan cara membunuh karakter si narasumber. Membunuh karakter narasumber sama persis seperti kelakuan kaum Wahabi yang suka ngatain Syiah-Syiah-Syiah pada para penulis yang membongkar hoaks Suriah. Dan sebagian Wahabi memang ahli ber-taqiyah (pura-pura moderat dan pura-pura antihoaks). 😀

Lalu, Bill Gates yang demen banget berkoar-koar soal “lockdown 18 bulan sampai semua orang divaksin” juga mendapatkan perlawanan dari netizen. Medsos BG diserbu netizen dari berbagai negara, mereka marah dan mengata-ngatai. Dihapus-hapusin dong, tapi netizen tetap gigih copas ulang komennya.

(lebih…)

Video yang “Menyesatkan”

Seperti diduga, akhirnya video Plan***** dihapus FB. Semua yang menshare video itu dapat “surat cinta”. Di surat itu, disebutkan bahwa FB telah bekerja sama dengan Mafindo untuk melakukan “fact check” dan menyatakan isinya menyesatkan.

[Update: ternyata video masih bisa diputar, hanya ditutup, dan ada tulisan kecil di paling bawah “lihat video”]

Di surat itu ada ancaman, kalo sekali-kali lagi ngeshare info “menyesatkan” akun akan dihapus. Apa sih yang disebut “menyesatkan”? Kalau kata CEO Youtube, “Apapun yang tidak sejalan dengan kata WHO, akan dihapus.” (video Plan***** awalnya ada di Youtube dan dihapus).

Baiklah FB. As you wish. Saya toh cuma numpang nulis gratis di FB, suka-suka yang punyalah. Meski, saya bertanya-tanya juga nih… info-info hoaks soal Suriah kok tidak didebunk sama FB dan Mafindo ya? Padahal dampak hoaks Suriah dahsyat juga lho: intoleransi semakin merajalela di Indonesia, ada banyak orang yang gabung sama ISIS, ada “main bom” di Suriah, ada yang “main bom” di Indonesia.

(lebih…)

Menganalisis “Teori Konspirasi”

Asumsi yang dibangun oleh pengikut teori konspirasi adalah “ada sekelompok manusia (“elit global”) yang mendesain dunia ini. Mereka sedemikian berkuasanya sehingga apapun yang terjadi hari ini adalah hasil desain mereka.”

Sementara, asumsi yang dimiliki para penstudi Ekonomi Politik Global: tak ada aktivitas ekonomi yang terjadi di ruang kosong (pure economic), melainkan pasti ada frame politiknya. Politik dan ekonomi, keduanya saling berjalin-berkelindan.

Nah, saya coba kasih panduan cara membedakan mana “teori konspirasi”, mana “kajian Ekonomi-Politik Global”.

1. Apakah ada sekelompok orang yang ingin menguasai ekonomi dunia?

(lebih…)

Ini video yang sedang viral, https://web.facebook.com/cerdasgeopolitik/videos/170592417620001/?t=0

Kalau tidak setuju, tidak perlu nyolot. Mari biasakan menerima informasi dengan kepala dingin.

Buat saya pribadi, ini seperti perjalanan menyusun kepingan puzzle. Bahkan pemerintah negara-negara (baik negara maju atau berkembang), termasuk Indonesia, juga dalam proses mencari solusi terbaik. Karena ini fenomena baru. Wajar saja bila ada satu kebijakan dipakai, lalu data baru masuk, diubah lagi.

Yang penting adalah persatuan bangsa, kita bersama-sama mencari solusi terbaik, dengan pikiran terbuka, mau mendengar suara-suara antimainstream yang didukung sains, bukan hanya suara bising orang-orang yang jelas-jelas punya kepentingan.

 

Health Security (Keamanan Kesehatan)

Mungkin ada yang heran, mengapa bu Dina Sulaeman ikut-ikutan bahas Covid? Bukannya dia selama ini fokus di kajian Timur Tengah?

Jadi sebenarnya… saya itu penstudi/akademisi Hubungan Internasional dan di HI itu, kajiannya luaaaas… banget. Apa saja bisa dikaji oleh orang HI. Tapi tiap orang tentu punya passion-nya sendiri, ada yang fokus di kajian Asia Tenggara, Eropa; ada yang fokus di lingkungan (environmentalism); ada yang fokus di kajian keamanan (security), dll.

Nah, kajian security (keamanan) ini, terbagi dua, keamanan tradisional (perang, militer), dan keamanan nontradisional, yaitu membahas tentang keamanan manusia. Kebetulan, saya juga mengajar di mata kuliah ini.

(lebih…)

Menjawab Dua Pertanyaan (3)

Sekarang saya akan menjawab pertanyaan kedua: bila benar ada yang disebut illuminati atau freemasonry, mengapa Iran tidak pernah menyebutnya? Bukankah Iran selama ini selalu mengklaim melawan kezaliman global?

Baik, saya akan menjawab ini karena terkait juga dengan para komentator di FP ini. Begini, saat saya nulis tentang Bill Gates, ada banyak komentator yang menulis: NWO (New World Order), illuminati, atau freemasonry. Ada juga yang menyebut istilah Dajjal. Teman-teman Kristiani, ada yang komen dengan menyebut “kaum anti-Kristus” dan mengutip Alkitab.

Begini, soal NWO, “penyembah setan”, kelompok “anti-Kristus”, “Dajjal” itu ada orang-orang yang khusus mengkajinya. Mereka punya dalil tersendiri, misalnya analisis simbol-simbol atau teks agama (misalnya hadis atau Alkitab).

Buat saya, bebas saja bila ada yang suka membahas masalah itu dan saya tidak merendahkan. Yang penting, pesan saya, jangan gegabah mencocok-cocokkan; misalnya setiap simbol segitiga disebut simbol illuminati. Atau dicampurkan dengan analisis sektarian yang ngawur (misalnya, “kaum Syiah adalah pengikut Dajjal dan temanan sama Israel”). Logika kritis tetap dipakai ya.

Mari kita simak video di bawah ini

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/224927751942701/?t=0

Sekarang pertanyaannya : apakah benar ada kekuatan beasr yang mengendalikan dunia ini?

(lebih…)

Bukti Imunitas Digital

Masih tentang Bill Gates (sambungan status saya sebelumnya). Baru saja saya membaca tulisan terbaru Pepe Escobar. Judulnya ” Who Profits from the Pandemic?” [Siapa yang Dapat Untung dari Pandemik?]

Ada paragraf yang menarik pada video di bawah ini:
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2294550904182745/?t=0

Pada menit 34:15 Gates mengatakan: “Akhirnya yang harus kita miliki adalah sertifikat siapa yang pulih, siapa yang sudah divaksinasi … Karena Anda tidak ingin orang-orang bergerak di seluruh dunia, di mana ada beberapa negara yang tidak terkendali, sayangnya. Anda tidak ingin sepenuhnya menghalangi kemampuan orang untuk pergi ke sana, kembali, dan bergerak. ”

Kemudian muncul kalimat terakhir yang dihapus dari video resmi TED. Hal ini dicatat oleh Rosemary Frei, master di bidang biologi molekuler dan jurnalis investigasi independen asal Kanada. Gates mengatakan: “Jadi pada akhirnya akan ada “bukti kekebalan digital” yang akan membantu memfasilitasi pembukaan kembali secara secara global.”

(lebih…)

Bill Gates dan WHO

Penstudi HI tentu familiar dengan penjelasan bahwa aktor (pelaku) dalam hubungan internasional itu terbagi 2: state actor (negara) dan non-state actor (aktor nonnegara) yang meliputi perusahaan, NGO (LSM), organisasi internasional, dan individu.

Nah, Bill Gates ini masuk ke aktor individu. Dia bukan presiden, bukan politisi, tapi pengaruhnya sangat besar di dunia. Gates merupakan donatur terbesar kedua di WHO (donatur terbesar pertama adalah AS, yang ketiga adalah Inggris). Perhatikan bahwa di sini Gates berdiri “sejajar” dengan negara.

Simak ungkapan Bill Gates pada video ini : https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/846342665866995/?t=2

Menurut para pengkritik Gates, besarnya donasinya di WHO telah membuat prioritas Gates menjadi prioritas WHO. Misalnya, alih-alih fokus memperkuat sistem layanan kesehatan di negara-negara miskin, WHO lebih banyak mengeluarkan sumber daya untuk proyek yang disukai Gates, seperti “pengentasan polio”. [1]

Pengentasan polio akan sangat terkait dengan perusahaan produsen vaksin (ada keuntungan bisnis). Reuters (2017) memberitakan bahwa pemerintah India menghentikan sebagian keterlibatan Gates Foundation dalam program imunisasi di negara itu karena dikhawatirkan ‘donatur asing akan memengaruhi kebijakan kesehatan’. Gates Foundation diketahui mendukung GAVI, aliansi vaksin global yang berpartner dengan perusahaan farmasi besar. [2]

Gates bukan dokter, tapi sejak Covid 19 merebak, dia sering dimintai pendapat soal penanganan pandemi ini. Video ini salah satu wawancara yang dilakukannya dengan CBS (2 April 2020). Di video lengkapnya, dia seolah bicara soal AS saja (antara lain, AS harus melakukan lockdown, istilah Gates: “strong isolation measures on a countrywide basis”). [3]

(lebih…)