Kajian Timur Tengah

Beranda » Tata Pemerintahan Global

Category Archives: Tata Pemerintahan Global

Kedaulatan Pangan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2147304338776269

[Jangan gagal fokus ya: yang dibahas ini aspek kedaulatan pangannya, bukan perangnya].

Embargo di berbagai lini terhadap Rusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat (dan negara-negara non-Barat pengekornya, misalnya, Jepang) ternyata tidak berhasil membuat Rusia takluk. Justru yang sekarang teriak-teriak soal “food security” malah Barat. Lha kalian yang mengembargo, malah sekarang kalian yang bingung sendiri.

Apa tidak terpikir oleh kalian (Barat) bahwa selama 8 tahun pasca kudeta 2014, kalian sudah mempersiapkan Ukraina untuk berperang melawan Rusia (dengan menyuplai senjata dan melatih tentara), tentu sudah pasti Rusia juga melakukan persiapan penuh, di berbagai lini.

Pertanian, pastilah salah satu fokus utama Rusia, karena yang paling penting dipersiapkan sebuah negara yang bersiap-siap mau perang adalah PANGAN. Ini jangan dimaknai sebagai dukungan atas perang ya. Tapi sejak dulu Bung Karno pun sudah bilang, bahwa PANGAN adalah hidup matinya sebuah bangsa. Percuma punya militer kuat, senjata banyak, tapi kalau pangan kurang, ya keok juga.

Persisnya seperti ini kata Bung Karno:

(lebih…)

Soros dan Virus

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/998932677293343

Menyambung tulisan saya sebelumnya soal “konspirasi.” Mereka yang aktif mengamati politik global, tentu kenal nama George Soros. Menyebut namanya sering diidentikkan dengan “teori konspirasi” (sama seperti kalau kita sebut nama Bill Gates). Padahal, sangat mungkin untuk membahas Soros dengan data dan pengambilan konklusi yang logis.

Dalam krisis moneter Asia 1998, yang akhirnya membuat Suharto lengser, dan Indonesia beralih menjadi negara yang lebih demokratis (dan di saat yang sama, lebih neoliberal, lebih membuka pintu lebar-lebar bagi investor asing), Soros berperan penting.

Dalam berbagai revolusi berwarna di Eropa timur, juga penggulingan rezim-rezim di Timur Tengah, kita bisa menemukan data valid mengenai peran NGO-NGO “demokrasi” yang didirikan Soros. Untuk Rusia, NGO/yayasannya Soros (Open Society) sudah lama berupaya menumbangkan Putin dengan cara klasik “gerakan demokratisasi.” Tahun 2015, akhirnya Rusia melarang semua aktivitas yayasan Soros dengan alasan “mengancam keamanan negara.” Lalu, Soros pun terang-terangan, berkali-kali, mengatakan Putin harus ditumbangkan.

(lebih…)

Pelaku Utama Kejahatan di Muka Bumi

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman

Ini sama sekali bukan teori konspirasi, buktinya sudah sangat banyak. Artikel jurnal, buku, makalah, laporan riset, sangat banyak mengungkap bahwa AS telah melakukan kejahatan kemanusiaan di berbagai penjuru dunia, baik secara langsung ataupun melalui proxy (kaki-tangan)-nya.

Intisari dari video ini (bahwa AS adalah pelaku utama kejahatan di muka bumi sambil menuduh pihak lain sebagai pelanggar HAM) sudah sering disampaikan pemimpin Iran, Suriah, ataupun pimpinan Hez.

Menarik disimak, narasi yang sama disampaikan oleh jubir Kemenlu China, Zhao Lijian (wakil direktur Departemen Informasi Kementerian Luar Negeri Tiongkok), dengan mengenang kejahatan kemanusiaan yang dilakukan AS di beberapa negara Asia.

(untuk WNI yang tinggal di AS tidak perlu sensi, yang dibahas ini kan elit/pemerintah, bukan rakyat.)

Apa Putin Jadi Datang ke Indonesia untuk G20?

Tidak tahu, kan masih lama (15 November), apapun bisa terjadi. Jawaban terbaru dari Kemenlu kemarin (Kamis, 21 April) dalam press briefing mingguan yang digelar secara daring:

1. Yang diberitakan Kompas:

“Kalau KTT masih lama. Ini pembahasannya masih dinamis. Kembali lagi, bukan pada saatnya saya menjawab pertanyaan itu,” ujar Duta Besar Dian Triansyah Djani. [1]

2. Yang diberitakan CNN Indonesia:

“Sebagai presidensi, tentunya, dan sesuai dengan presidensi-presidensi sebelumnya adalah untuk mengundang semua anggota G20,” kata Staf Khusus Menteri Luar Negeri untuk Program Prioritas, Dian Triansyah Djani [2]

Jadi, ya kita tunggu saja, bagaimana cerita akhirnya.

(lebih…)

Indonesia Mau Belajar Pertanian ke Israel? (1)

Tentu saja ini sangat absurd. Indonesia sudah sangat banyak ahli yang mampu memaksimalkan produksi tanaman pangan. Masalahnya tinggal di kebijakan dan implementasi. Disertasi saya membahas soal ini, jadi saya tidak asal klaim. Salah satu informan riset saya adalah Prof. Mubiar (alm) dari ITB. Beliau berhasil menciptakan sebuah metode penanaman padi yang berbasis kearifan lokal Sunda, dengan tingkat panen yang sangat tinggi dengan modal rendah (tanpa perlu bergantung pada benih pabrik, insektisida kimia, dan pupuk pabrik).

Ketika saya tanya beliau, “Mengapa metode ini tidak diimplementasikan secara besar-besaran di seluruh Indonesia?” Beliau menjawab, “Itu juga pertanyaan saya.” Metode beliau ini sudah sampai kok ke level elit, sudah pernah panen massal juga dihadiri Pak SBY.

Karena itulah, sangat absurd kalau pertanian digadang-gadang sebagai “pintu” untuk membuka hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Berita Jerusalem Post (11 Jan 2022) yang saya tampilkan screenshotnya ini, berjudul “Bagaimana pertanian membuat menteri pertahanan Indonesia berbicara tentang normalisasi dengan Israel.”

Berikut ini saya terjemahkan sebagian isinya:

**

(lebih…)

“Normalisasi” Itu Seharusnya Kayak Gini

Istilah “normalisasi” dengan Israel, sebenarnya agak aneh. Indonesia didorong pihak-pihak tertentu untuk “menormalisasi” hubungan dengan Israel. Indonesia kan tidak pernah menjalin hubungan diplomatik sebelumnya dengan Israel dengan alasan “penjajahan Israel pada Palestina.” Jadi apanya yang dinormalkan? Menormalkan [=menganggap normal] penjajahan?

Ada fenomena yang lebih tepat disebut “normalisasi”, misalnya kembalinya hubungan baik antara Suriah dan Yordania. Selama perang Suriah, Yordania sudah berkhianat kepada tetangganya itu, dengan menyuplai senjata kepada para “demonstran” di Daraa dan membiarkan perbatasannya ditempati “pasukan-pasukan asing yang tidak berbahasa Arab” (demikian dilaporkan sejumlah media, di tahun 2011, di awal-awal konflik Suriah).

(lebih…)

Persahabatan Iran dan Venezuela

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/922840101689915

Kedua negara ini sama-sama disanksi habis-habisan oleh AS. Yang satu negara Muslim, yang satu negara mayoritas Kristiani. Persamaan di antara keduanya ada dua: keduanya menolak tunduk pada kemauan AS dan sama-sama mendukung penuh perjuangan Palestina. Keduanya juga bekerja sama dalam mengatasi kesulitan ekonomi akibat embargo AS.

Pada 12 Juni 2020, Alex Saab, seorang pengusaha Venezuela yang berstatus diplomat, telah diculik, lalu dipenjara oleh AS, diadili dengan tuduhan pencucian uang dan korupsi.

Saab ditangkap di Cape Verde, sebuah negara kecil di samudera Atlantik, ketika pesawatnya mengisi bahan bakar (Saab baru kembali dari Iran, menuju Venezuela).

(lebih…)

Pengusiran dan Penghancuran Rumah Orang Palestina Terus Dilakukan oleh Israel

Kemarin, Rabu, 3 November 2021, sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat, aparat Israel membuldoser sebuah rumah di Jabal al-Mukkaber, di kawasan Yerusalem Timur. Rumah itu dihuni oleh tiga keluarga inti dari keluarga besar yang sama, total penghunia sembilan orang, termasuk tiga anak di bawah umur. [lihat video]

Ini “hanya” satu dari sangat banyak pengusiran yang terus dilakukan oleh para pemukim-penjajah (settler-colonialist) Zionis, hingga hari ini. Mereka mengklaim punya hak atas Yerusalem dengan dilandasi kisah ribuan tahun yll dan mengabaikan hukum internasional.

(lebih…)

“Jika minyak dan pengaruh adalah imbalan yang dikejar dalam Perang Irak dan pascaperang, maka Chinalah –bukan Amerika—yang memenangkannya, tanpa pernah melepaskan satu tembakan pun.” (Jamil Anderlini)

Tulisan terbaru di ic-mes.org “Bagaimana China Berjaya di Timur Tengah Tanpa Tembakan Peluru” (terjemahan tulisan Ramzy Baroud). “

https://ic-mes.org/…/bagaimana-china-berjaya-di-timur…/

Posisi Indonesia dalam Perseteruan Nuklir AS-Iran

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)Dina

Oleh:

Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)

Menteri Luar Negeri Iran, Javad Zarif, baru-baru ini berkunjung ke Indonesia dan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi serta Presiden Joko Widodo.

Press release dari Kementerian Luar Negeri Iran antara lain mengapresiasasi posisi Jakarta di Dewan Keamanan PBB yang mendukung dan mempertahankan JCPOA.

JCPOA (Joint Comprehensive Plan Action) adalah perjanjian nuklir yang ditandantangani oleh P5+1, atau negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB plus Uni Eropa (diwakili oleh Jerman) pada 14 Juli 2015.

Perjanjian yang merupakan hasil upaya diplomasi panjang sekitar dua belas tahun ini dikacaukan oleh aksi mantan Presiden Donald Trump yang secara sepihak menarik diri dari JCPOA pada Mei 2018.

(lebih…)