Kajian Timur Tengah

Beranda » Tata Pemerintahan Global

Category Archives: Tata Pemerintahan Global

Diskusi Dina Y. Sulaeman dengan Gus Najih, Habib Nuruzzaman, dan Eko Kuntadhi

https://www.youtube.com/watch?v=GJw3opEYdv0

Studi Hubungan Internasional itu mempelajari hampir semua hal: hubungan luar negeri, diplomasi, ekonomi, politik, keamanan, terorisme, radikalisme, budaya, lingkungan, identitas (termasuk agama), kesehatan, dan banyak lagi… bahkan bisa masuk ke isu pertanian.

Saat proses penelitian untuk disertasi, saya sampai nginap bareng-bareng ibu-ibu petani aktivis, nanya-nanya (wawancara ke mereka), pernah juga jauh-jauh naik ke pegunungan Kendeng ketemu dengan petani-petani di sana. Apa hubungan “pertanian” dengan “internasional”? Ya banyak. Terkadang bahkan nasib petani Indonesia itu ditentukan oleh pialang saham di New York atau sidang WTO di kota-kota elit dunia.

(lebih…)

Antara Biden dan Trump, Mana yang Lebih Baik untuk Timur Tengah?

Konflik antara Amerika Serikat dengan Timur Tengah telah berlangsung sejak lama dalam beberapa dekade terakhir. Permasalahannya adalah Amerika Serikat (AS) sering kali menerapkan kebijakan-kebijakan ektrem, terlebih pada masa kekuasaan Donald Trump yang membuat hubungan antara AS dan negara-negara Timur Tengah semakin memanas. Lalu, bagaimanakah dampak Pilpres AS 2020 terhadap negara-negara di Timur Tengah?

Silakan baca selengkapnya, wawancara saya dengan Ketik Unpad 🙂https://ketik.unpad.ac.id/…/antara-biden-dan-trump-mana…

Mengenang Qaddafi

Tanggal 20 Oktober 2011 adalah hari terbunuhnya pemimpin Libya, Moammar Qaddafi. Ada banyak versi berita tentang Qaddafi. Sangat banyak media yang mengisahkan hal-hal buruk tentangnya.

Namun, untuk cross-check, kita bisa merujuk data dari PBB. Tahun 2010, Libya adalah negara dengan Human Development Index (HDI) tertinggi di Afrika, dan di peringkat 57 dunia. Ini adalah posisi yang jauh lebih baik daripada Indonesia yang pada tahun yang sama, cuma di peringkat 112.

Dalam situs UNDP dicantumkan bahwa pengukuran HDI dimaksudkan untuk mengetahui kondisi kehidupan manusia, dengan berbasis tiga hal berikut ini: kehidupan yang sehat, panjang umur, dan kreatif; memiliki pengetahuan, serta memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk memiliki kehidupan yang layak.

(lebih…)

Argumen Para Pendukung “Jihad”

Dalam perang Suriah, saat dikasih info bahwa ADA KEPENTINGAN EKONOMI para imperialis global di balik proyek penggulingan Assad —>Jawab mereka:
PARA MUJAHIDIN BERJIHAD UNTUK MELAWAN REZIM SYIAH NUSAIRIYAH! UNTUK MENOLONG SAUDARA SUNNI YANG DIBANTAI SYIAH! KHILAFAH SUDAH DEKAT!!
Saat jelas-jelas Erdogan membantu “saudara”-nya di Azerbaijan, lalu dikasih tahu bahwa Muslim di Azerbaijan itu 85%-nya bermazhab SYIAH dan yang diperebutkan adalah kawasan Nagorno Karabakh yang dihuni warga Armenia-Kristen —> Jawab mereka :
Presiden Jokowi hari ini (23/9) berpidato dalam Sidang Umum PBB. Tulisan berikut ini “HI banget” dan mengungkap poin-poin penting dalam pidato Pak Jokowi, terutama komitmen Indonesia pada Palestina. Karena itu, saya rasa penting di-share ulang di sini supaya lebih banyak yang membaca. Proud of you, Mr. President!
DUNIA YANG KITA IMPIKAN (Khairi Fuady, Mahasiswa Pascasarjana HI Universitas Paramadina Jakarta) “Tidak ada artinya sebuah kemenangan dirayakan di tengah kehancuran.
Tidak ada artinya menjadi kekuatan ekonomi terbesar di tengah dunia yang tenggelam”.
Kalimat di atas adalah “the key point” dari keseluruhan kalam Presiden Jokowi, yang ia sampaikan secara virtual di depan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Rabu pagi, 23 September 2020.

AS Mau “Menolong” Tawanan ISIS?

Ini lanjutan dari status kemarin ya. Saya bilang soal “tujuan jangka menengah” dari upaya adu domba di Indonesia akhir-akhir ini adalah “menjauhkan Indonesia dari China dan Iran” (sebenarnya, satu lagi, lupa disebut: Rusia). Argumen dari pernyataan saya ini adalah perkembangan geopolitik global akhir-akhir ini.
Antara lain, sejak awal tahun 2020, AS itu sudah koar-koar bahwa China dan komunisme adalah ancaman dunia. Narasi ini diulang-ulang dalam banyak kesempatan. Antara lain, bulan Juni lalu, Menlu AS, Mike Pompeo menyatakan akan meningkatkan kehadiran pasukannya di Laut China Selatan untuk menghadang bahaya komunisme. Bahkan, secara khusus Pompeo menyebut INDONESIA sebagai salah satu negara Asia Tenggara yang menghadapi ancaman komunisme. Bulan Juli, Pompeo bilang, “Kami melihat Chinese Communist Party (CCP) sebagaimana adanya, yaitu sebagai ancaman utama zaman ini.”
Kebijakan politik luar negeri AS memang sangat dominatif dan hegemonik. AS akan segera mengantisipasi setiap kali ada, sedikit saja, kecenderungan sebuah negara untuk netral atau berbaik-baik dengan China, Rusia, dan Iran.

(lebih…)

Perlukah Dialog Antaragama untuk Isu Palestina-Israel?

Tanggal 22 Juli kemarin, ada dialog antaragama “Abrahamic Faiths Roundtable Discussion” yang diselenggarakan secara virtual oleh Leimena Institute. Saya tidak antipati pada dialog antaragama; saya toh juga tidak tahu, dialog macam apa yang ada di forum yang dihadiri cendekiawan Muslim-Kristiani-Yahudi tersebut.

Tapi, di website Kemenag yang memberitakan acara tersebut tertulis kalimat ini, “Salah satu hal yang saat ini masih terus menjadi perhatian dunia adalah konflik Palestina-Israel yang melibatkan umat dari tiga agama Ibrahim, yaitu: Islam, Judaisme, dan Kristen. Menteri Agama Fachrul Razi menuturkan, untuk mewujudkan perdamaian dan kemaslahatan manusia, serta mengatasi konflik tersebut, maka diperlukan ruang-ruang dialog.”[1]

Saya ingin berkata kepada para pihak yang hobi sekali mengusung “dialog antaragama” demi mencari solusi konflik Palestina-Israel: konflik Palestina-Israel itu tidak bisa diselesaikan dengan “dialog antaragama” ketika akar masalahnya masih terus diabaikan.

(lebih…)

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Surat Terbuka Ibu Dr. Siti Fadillah Supari (16 Mei)

Mantan Menteri Kesehatan Dr. Siti Fadillah Supari telah mengirimkan surat terbuka, bertanggal Sabtu (16/5/2020). Surat itu ditulis tangan oleh teman sekamar ibu Dr. Siti di Rutan Pondok Bambu karena beliau sudah tidak kuat menulis. Surat tersebut kemudian ditandatangani Siti, dan agar lebih jelas diketik ulang di luar penjara. Berikut ini isinya:

**********

Bangkitlah Indonesia Sekarang Juga, Jangan Tunggu Vaksin

Oleh: Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP(K)

Pak Jokowi telah menetapkan agar melonggarkan PSBB, dengan maksud agar bangsa ini secara bertahap mampu mengembalikan kegiatan sosial dan membangun perekonomian Indonesia pulih kembali.

Seperti yang kita saksikan, seluruh dunia terpuruk. Meski negara adidaya seperti Amerika pun menderita , bahkan kasusnya terbanyak di dunia dan kematiannya pun sangat banyak. Pergerakan ekonomi dan perdagangan terhenti.

Di Eropa pun demikian juga korbannya juga cukup banyak. Apalagi khusus di negara Italia sangat parah boleh dikatakan terbanyak bila dibandingkan dengan jumlah penduduk .

Saat ini mereka semua mulai menggeliat sadar mereka harus bangun dari ketakutan dan kekawatiran. Mereka harus bangun dari keterpurukan ini utk memulai kehidupannya lagi .
Namun Bill Gates mengatakan bahwa yang mampu menghentikan wabah covid hanyalah vaksin corona . Dimana dia sangat yakin vaksin unggulan nya akan siap 18 bulan kedepan. Bill Gates juga menekankan kalau pun wabah corona ini berhenti , belum tentu kalian bisa kembali seperti dulu lagi (??) Mungkin dia mengacu ketika flu Spanyol 1918 selesai. Terjadi perubahan peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya.

(lebih…)