Kajian Timur Tengah

Beranda » Turki

Category Archives: Turki

Iklan

Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

Dalam KTT OKI 2017 di Turki, banyak yang tidak tahu, sebenarnya yang paling tegas dan blak-blakan bicara bukanlah Erdogan, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pernyataan yang “terkeras” Pak Jokowi adalah, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Jangan harap Erdogan akan berani mengusulkan hal tersebut karena Kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no 85, Ankara, Turki; serta ada dua konsulat di Istanbul dan Izmir.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral [bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel] yang dilakukan Trump.

Jokowi menyerukan, OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

(lebih…)

Iklan

Suriah dan Orang-Orang Prancis

Kerusuhan di Prancis yang sudah berlangsung sekitar 3 pekan memunculkan deja vu bagi orang-orang yang intens mengamati Perang Suriah; bisa terlihat di berbagai komentar netizen [umumnya yang dari Barat/Timteng] di Twitter.

Rana Harbi, selebtwit cantik dari Lebanon menulis, “Bayangkan bila beberapa negara memutuskan mengirimkan senjata senilai miliaran [dollar] kepada para demonstran di Prancis, memaksakan berbagai sanksi [terhadap pemerintah Perancis], dan membantu semua kelompok antipemerintah; termasuk kelompok-kelompok dengan ideologi ekstrim; lalu membuat koalisi untuk mengebom Prancis. Keterlaluan? Nah, itulah yang sedang terjadi di Suriah sejak 2011!”

Seseorang entah siapa, membuat akun bernama ‘Benoite Abedoux’ [plesetan dari selebtiwit cilik asal Suriah, Bana Al Abed]. Isi tweet-nya bikin saya tertawa miris; mirip sekali dengan apa yang selama ini dicuit oleh Bana yang mengaku berada di Aleppo timur.

(lebih…)

Wawancara dengan Andre Vltchek tentang Timteng

Jurnalis Andre Vltchek dalam beberapa waktu terakhir telah mengunjungi beberapa negara Timur Tengah. ICMES mewawancarainya untuk mengetahui lebih jauh, kondisi terkini dan dinamika yang terjadi pada bangsa-bangsa Timur Tengah saat ini.

***

…ada proses perubahan besar di kawasan dan ada harapan besar; dan kini bangsa Arab melihat bahwa ada solusi yang mungkin diraih, bahwa Arab bukan lagi menjadi pihak yang dikalahkan, bahwa mereka bisa memperjuangkan kepentingan mereka. Ini adalah momentum yang penting saat ini. Dan para pemimpin negara-negara Arab yang umumnya dididik oleh Barat kini gemetar ketakutan karena selama berdekade-dekade mereka sudah menjual kepentingan bangsa kepada Barat; dan masa ini sedang mendekati akhir…

***

Selengkapnya:
http://ic-mes.org/politics/wawancara-dengan-andre-vltchek-tentang-kondisi-terkini-bangsa-bangsa-timteng/

Teroris Mau Bangun Mall?

@KevorkAlmassian seorang jurnalis independen yang aktif melawan narasi Barat (dan negara Teluk dan para simpatisan “jihadis”) tadi memposting foto ini di Twitternya dengan caption: The leader of “Islam’s Army”, Abou Houmam Bouedani is building a mall in #Turkey with a budget of 100$ million.

[Komandan Jaish al Islam, Abou Houmam alias Issam al-Buwaydani sedang membangun sebuah mall di Turki dengan bujet 100 juta USD]

Saya coba googling dan menemukan berita dari Reuters pada Sept 2018 yang mewawancarai langsung al-Buwaydani –> https://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-rebels/far-from-home-a-syrian-rebel-group-starts-over-idUSKCN1M71CO

(lebih…)

Di Balik Bendera ‘Tauhid’

Sejak awal perang Suriah (2012), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) amat gencar mempropagandakan berita tentang ‘kekejaman rezim Assad’ yang penuh nuansa kebencian pada penganut mazhab Syiah (dengan berbekal foto-foto hoax). Dengan penuh semangat, di medsos, web, maupun pengajian, mereka umumkan: khilafah sebentar lagi berdiri di Suriah.

Padahal, di media internasional, nama Hizbut Tahrir tak banyak disebut. Kita di Indonesia tahu bahwa anggota Hizbut Tahrir ikut bertempur di Suriah karena cerita-cerita orang HTI sendiri.

Tokoh HT asal Suriah yang tinggal di Libya pernah curhat karenanya. “Baba mengkritik media Arab dan Barat yang mengabaikan keberadaan Hizbut Tahrir dan menutup perannya. Baba mengatakan kepada Al-Akhbar, Hizbut Tahrir telah ada di Suriah sejak lama dan telah menjadi target pelarangan rezim Baath,” demikian ditulis dalam berita yang dirilis situs HTI.[1]

(lebih…)

Tulisan yang tadi, dimuat ulang di sini (dengan diedit sedikit oleh redakturnya) :

https://islamindonesia.id/analisis/analisis-kematian-khashoggi-dan-implikasi-geopolitiknya-oleh-dina-y-sulaeman.htm

Kematian Khashoggi dan Implikasi Geopolitiknya

Banyak yang menulis dengan penuh puji-pujian padanya: jurnalis yang adil, progresif, pengkritik Rezim Saud. Banyak pula yang heran, mengapa dunia sedemikian heboh atas tewasnya satu orang Khashoggi di tangan rezim Saud, tapi tak terlalu peduli pada nasib 30 juta warga Yaman yang setiap hari dibombardir serta diblokade sehingga tidak mendapat akses makanan dan obat-obatan, oleh rezim yang sama?

Saya akan cerita sedikit saja. Begini, to the point: Khashoggi adalah pengikut Ikhwanul Muslimin dan pendukung “mujahidin” (tepatnya, “teroris”, karena cara-cara teror barbar mereka sudah masuk kategori terorisme) di Suriah. Kita tahu, saya sudah sering tulis, sebagian “mujahidin” Suriah, terutama yang mendapat sumbangan dana dari Turki dan Qatar (dan lembaga-lembaga donasi dari Indonesia) memang berideologi Ikhwanul Muslimin.

Dalam tulisannya di Washington Post 3 Juli 2018, Khashoggi mengatakan, “Ini waktunya buat AS untuk masuk [ke Suriah] dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. …AS adalah satu-satunya ‘broker’ [makelar] yang jujur dalam upaya internasional untuk menciptakan perdamaian dan keadilan untuk rakyat Suriah. Template [pola] yang cocok untuk Suriah adalah apa yang saat ini DILAKUKAN TURKI di Afrin… Wilayah yang dikontrol Assad diperintah dengan penuh ketakutan dan kehilangan harapan.” [1]

(lebih…)

Trump, Saudi, dan Gerakan ‘Ganti Presiden’ di Indonesia

Trump baru-baru ini berpidato, “AS yang melindungi Saudi selama ini. Kalau saja tidak ada AS, hanya dua minggu, sudah tumbang itu kerajaan! Jadi saya bilang ke King Salman, ‘King! Anda harus bayar perlindungan ini!’”

Buat sebagian fesbuker pengamat Timteng, pidato Trump ini hanya membuka kedok. Selama ini kita juga tahu bahwa AS adalah ‘centeng’-nya Saudi. Tapi, fakta ini ditutupi oleh gaya diplomatis presiden-presiden AS sebelumnya. Sementara Trump, justru fakta ini dipakai untuk menyombongkan dirinya.

Yang perlu dicatat di sini: mengapa Saudi bisa runtuh hanya dua pekan kalau saja tidak ada AS? Mudah sekali jawabannya, rezim Bani Saud yang bercorak monarkhi ini memang didirikan atas bantuan Barat. Lebih dari itu, sejarah mencatat betapa pembentukan rezim ini diwarnai dengan proses penaklukan dan peperangan. Selama 3 tahun terakhir rezim ini pun dengan berdarah dingin membantai warga Yaman dan memblokade mereka sehingga menderita wabah kelaparan dan kolera yang parah.

Selama era Perang Dunia I, Inggris memberikan senjata dan uang kepada klan Saud (untuk membantu Inggris melawan Ottoman), lalu pada 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed. Saat itu, Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris.

(lebih…)

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Selalu Ada Israel di Balik Bebagai Kekacauan

Akhir-akhir ini beruntun muncul peristiwa yang (menurut saya) berjalin-berkelindan:

1. Aksi demo bela Palestina, tapi anehnya, digagas oleh kelompok-kelompok yang selama 7 tahun terakhir justru berperan aktif dalam membawa narasi perang Suriah ke Indonesia. (Suriah adalah penyuplai logistik untuk pejuang Palestina dan pelayan bagi jutaan pengungsi Palestina).

Kelompok-kelompok ini bicara atas nama Islam, tapi aktivitasnya terkait Suriah malah sejalan dengan kepentingan Israel. Imbasnya pun dirasakan oleh bangsa Indonesia: radikalisme/esktrimisme semakin marak sejak konflik Suriah dibawa-bawa ke Indonesia oleh mereka demi menggalang dana dan merekrut petempur. [1]

2. Aksi terorisme beruntun di berbagai kota di Indonesia. Siapa pelakunya? Tak lain teroris yang berjejaring dengan kelompok-kelompok teror di Suriah.

(lebih…)