Kajian Timur Tengah

Beranda » Turki

Category Archives: Turki

Iklan

Trump, Saudi, dan Gerakan ‘Ganti Presiden’ di Indonesia

Trump baru-baru ini berpidato, “AS yang melindungi Saudi selama ini. Kalau saja tidak ada AS, hanya dua minggu, sudah tumbang itu kerajaan! Jadi saya bilang ke King Salman, ‘King! Anda harus bayar perlindungan ini!’”

Buat sebagian fesbuker pengamat Timteng, pidato Trump ini hanya membuka kedok. Selama ini kita juga tahu bahwa AS adalah ‘centeng’-nya Saudi. Tapi, fakta ini ditutupi oleh gaya diplomatis presiden-presiden AS sebelumnya. Sementara Trump, justru fakta ini dipakai untuk menyombongkan dirinya.

Yang perlu dicatat di sini: mengapa Saudi bisa runtuh hanya dua pekan kalau saja tidak ada AS? Mudah sekali jawabannya, rezim Bani Saud yang bercorak monarkhi ini memang didirikan atas bantuan Barat. Lebih dari itu, sejarah mencatat betapa pembentukan rezim ini diwarnai dengan proses penaklukan dan peperangan. Selama 3 tahun terakhir rezim ini pun dengan berdarah dingin membantai warga Yaman dan memblokade mereka sehingga menderita wabah kelaparan dan kolera yang parah.

Selama era Perang Dunia I, Inggris memberikan senjata dan uang kepada klan Saud (untuk membantu Inggris melawan Ottoman), lalu pada 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed. Saat itu, Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris.

(lebih…)

Iklan

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Selalu Ada Israel di Balik Bebagai Kekacauan

Akhir-akhir ini beruntun muncul peristiwa yang (menurut saya) berjalin-berkelindan:

1. Aksi demo bela Palestina, tapi anehnya, digagas oleh kelompok-kelompok yang selama 7 tahun terakhir justru berperan aktif dalam membawa narasi perang Suriah ke Indonesia. (Suriah adalah penyuplai logistik untuk pejuang Palestina dan pelayan bagi jutaan pengungsi Palestina).

Kelompok-kelompok ini bicara atas nama Islam, tapi aktivitasnya terkait Suriah malah sejalan dengan kepentingan Israel. Imbasnya pun dirasakan oleh bangsa Indonesia: radikalisme/esktrimisme semakin marak sejak konflik Suriah dibawa-bawa ke Indonesia oleh mereka demi menggalang dana dan merekrut petempur. [1]

2. Aksi terorisme beruntun di berbagai kota di Indonesia. Siapa pelakunya? Tak lain teroris yang berjejaring dengan kelompok-kelompok teror di Suriah.

(lebih…)

AKSI BELA PALESTINA, ATAU BELA TERORIS?

Saya sudah menulis ratusan, mungkin ribuan, artikel soal Suriah (saya menulis pertama kali tentang konflik Suriah Desember 2011, sekarang Mei 2018). Dan sering saya sampaikan: ada Israel di balik agenda penggulingan Assad.

Ini bukan teori konspirasi karena saya mengajukan bukti. Teori konspirasi itu kalau didasarkan khayalan, mencocok-cocokkan.

Antara lain buktinya adalah dokumen-dokumen CIA yang declassified (sudah boleh diakses publik) yang isinya rencana AS sejak tahun 1980-an untuk menggulingkan pemerintah Suriah demi Israel. Ada pula email Hillary Clinton yang dirilis Wikileaks (Maret 2016). Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… “ [1]

Bukti lainnya adalah perilaku Israel selama konflik Suriah. Bila benar Israel adalah negara demokratis dan antiteroris (demikian kata fans Israel, terutama ZSM Indonesia), mengapa mereka tidak membombardir Golan saja, dimana banyak teroris ISIS dan Al Nusra, bercokol? Mengapa yang dilakukan Israel justru membombardir tentara Suriah yang hampir mengalahkan teroris, lalu merawat para teroris yang terluka di rumah sakit Israel, bahkan dibesuk oleh Netanyahu? [2]

(lebih…)

Mengapa Mengidolakan Erdogan?

Erdogan naik daun dan dipuja (sebagian) kaum muslimin dunia sejak tahun 2009. Tapi, sejak Pakde Jokowi jadi presiden, entah mengapa, pemuja Erdogan di Indonesia semakin histeris. Banyak sekali mitos yang mereka buat tentang Erdogan. Padahal periode 2009-2013 mereka tidak sehisteris itu.

Kekaguman sebagian orang pada Erdogan bermula dari kejadian di sebuah konferensi internasional di Davos, Swiss, Januari 2009. Saat itu, Erdogan blak-blakan mengkritik Israel dengan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Simon Peres membunuh anak-anak dan wanita-wanita tak berdosa di Gaza. Setelah berbicara demikian, Erdogan melakukan aksi walk out dari konferensi tersebut.

Karena umat muslim umumnya sangat bersimpati pada Palestina, bisa dimaklumi bila peristiwa itu dalam sekejap menaikkan pamor Erdogan. Tahun 2010, sikap keras Erdogan terhadap Israel berlanjut dengan aksi pengiriman bantuan ke Gaza. Bantuan itu dibawa para aktivis pembela Palestina dengan menggunakan kapal milik Turki, yang bernama Mavi Marmara. Dengan gagah berani, kapal berserta para penumpangnya melabrak blokade laut tentara Israel.

(lebih…)

Mengapa Mereka Mendadak Heboh Soal Aleppo?

Di bawah ini saya copas status dr Joserizal yang menjelaskan mengapa kok mendadak para fans Erdogan di Indonesia (*presiden yang tertukar*) secara masif dan serempak menebar hashtag “save Aleppo” dan sibuk menggalang dana. Asal dijamin sampai ke warga sipil korban perang sih, kita dukung dong. Masalahnya, seperti kata Dubes Djoko, kan di tengah jalan bantuan itu sering diserobot pemberontak. Thanks to Allah, akhirnya kubu pro-mujahidin keceplosan ngaku bahwa senjata mrk dapat dari AS  dan bahwa dana yg mrk kumpulkan di Indonesia adalah utk mujahidin (lihat foto di bawah) Selain itu, kenapa sih pake menyebar foto-foto palsu dan memfitnah orang? Apa berbuat baik itu boleh saja didului dengan kejahatan?

(lebih…)

Merenungi Perang Salib

Dina Y. Sulaeman

I have given Jerusalem my whole life. First, I thought we were fighting for God. Then I realized we were fighting for wealth and land. I was ashamed
(Tiberias, Kingdom of Heaven)

Ada tulisan singkat tentang sejarah Perang Salib di sebuah web yang bagi saya menarik karena cara penulisannya yang singkat tapi ‘hidup’. Tanpa perlu berpikir keras dan waktu panjang, pembaca bisa menangkap situasi seputar Perang Salib. Namun ada bagian-bagian yang membuat saya memikirkannya lebih jauh.

(1)    Penekanan ke-Sunni-an atau Ke-Syiah-an Para Aktor Perang

[Setelah jatuhnya Jerusalem ke tangan Tentara Salib] Khalifah di Baghdad tidak mau repot-repot mengajak kaum muslimin untuk membela tempat-tempat suci mereka. Para Emir dari Dinasti Seljuk di seluruh dunia Muslim pun terlalu sibuk bertempur satu sama lain. Dan imperium Syiah Fatimiyah di Mesir bersekutu dengan Tentara Salib untuk merugikan Dinasti Seljuk yang Sunni. … Selama era itu, Mesir berada di bawah kendali dari Syiah Fatimiyah. Mereka bekerja sama dengan Tentara Salib untuk merugikan seluruh umat Islam.

Benarkah? Katakanlah benar bahwa Dinasti Fatimiah memang kejam, despotik, dll (sebagaimana juga Dinasti Seljuk, dan dinasti-dinasti Arab yang memang selalu  bertempur satu sama lain), lalu mengapa ditekankan masalah ‘Syiah’-nya?

(lebih…)

Erdogan Kena Batunya ?

Oleh : Dina Y. Sulaeman*

Menyusul terjadinya aksi demo di berbagai kota di Turki yang dihadapi dengan represif oleh polisi Turki, Menteri Penerangan Suriah Omran Al-Zoabi menyerukan Erdogan agar turun dari jabatannya. Al-Zoabi juga menyatakan, “Erdogan mengendalikan negaranya dengan cara-cara teror, menghancurkan peradaban dan prestasi rakyat Turki.”

Pernyataan Al Zoabi ini bisa dianggap sebagai sindiran telak untuk Erdogan. Masih tak luput dari ingatan para pemerhati konflik Suriah, bulan November 2011, Erdogan menyeru kepada Assad, “Untuk kesejahteraan rakyatmu sendiri dan kawasan, tanggalkan saja kursi itu.”

(lebih…)

Erdogan dan Netanyahu Berdamai?

Dina Y. Sulaeman

Perd-net-maherdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meminta maaf kepada Turki atas serangan tentara Israel terhadap kapal Mavi Marmara di laut Gaza. Permintaan maaf itu disampaikan Netanyahu pada hari Jumat 22 Maret. Laporan dari berbagai media awalnya menyebutkan bahwa permintaan maaf itu diterima Erdogan. AP menulis bahwa kantor Erdogan menyatakan, “perdana menteri kami menerima permintaan maaf itu atas nama rakyat Turki.”

Berbagai media menyebutkan pula bahwa, permintaan maaf ini disampaikan Netanyahu melalui percakapan telepon yang dilakukan dari Bandara Ben Gurion, saat mengantar Obama yang akan terbang meninggalkan Israel setelah berkunjung tiga hari. Dan saat itu pun, Obama pun sempat berbicara dengan Erdogan.

Erdogan butuh dua hari untuk memberikan pernyataan terbuka atas berita itu. Pada hari Ahad, (24/3), Erdogan menyatakan tidak akan buru-buru memperbaiki hubungan antara kedua negara. “Kami telah mengatakan,  ‘permintaan maaf harus dilakukan, kompensasi harus dibayar, dan blokade terhadap Palestina harus dicabut. Tidak akan ada normalisasi tanpa hal ini.’,” kata Erdogan.

Permintaan maaf Israel ini mengejutkan dari sisi: sejak kapan Israel memiliki budaya minta maaf? Selama lebih dari 60 tahun Israel telah membantai warga Palestina dan mengusir mereka dari rumah-rumah dan ladang-ladang pertanian mereka. Mengapa tak pernah meminta maaf? Mengapa baru sekarang Israel meminta maaf, itupun hanya kepada Turki, dan mengapa dilakukan bersama Obama?

(lebih…)

Miskalkulasi AS dan Turki

Dina Y. Sulaeman

Menlu AS, John Kerry awal bulan ini mengunjungi Turki untuk membicarakan masalah Syria. Namun, seperti diduga, tak ada yang bisa dilakukan. Semua sudah terlanjur, jalan keluar konflik masih terlihat gelap.

Presiden Obama selama ini menggandeng Turki untuk mencapai tujuannya di Syria, yaitu menggulingkan Assad dari tampuk kekuasaan. Di hadapan public, AS berusaha mengesankan bahwa yang diinginkannya adalah solusi yang menjamin kehidupan damai bagi semua umat beragama dan seluruh etnis di Syria. Namun, AS justru menggandeng pihak-pihak yang tidak memiliki interes dalam hal pluralisme. Turki adalah salah satu di antaranya. Turki justru memperburuk situasi sektarian (perseteruan antarmazhab) di Syria, alih-alih berkontribusi memberikan solusi yang damai dan pluralistik.

Obama selama ini telah menginvestasikan modal politik yang cukup besar di Turki dan membina hubungan erat dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Para pejabat Amerika dan Turki telah mengadakan pertemuan rutin perencanaan operasional sejak musim panas 2012, untuk mencari jalan mempercepat kejatuhan Assad. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan surat kabar Turki, ‘Milliyet’, Obama mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Turki atas ‘kepemimpinan yang mereka berikan dalam upaya untuk mengakhiri kekerasan di Suriah dan memulai proses transisi politik.’

(lebih…)