Kajian Timur Tengah

Beranda » ukraina

Category Archives: ukraina

Menyikapi Dunia yang Bergeser ke Multipolar

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1174818666796222

Wilayah Ukraina timur (yang mayoritas warganya etnis Rusia), yang sejak 2014 dibombardir oleh rezim Ukraina (etnis Ukraina), akhirnya menjadi bagian dari Rusia. Melalui referendum, mayoritas warga di 4 wilayah, Donetsk, Lugansk, Zaphorozhia, dan Kherson menyatakan memilih bergabung dengan Rusia.

Dalam seremoni peresmian bergabungnya 4 kawasan ini, Presiden Putin menyampaikan pidato yang menurut saya penting disimak secara lengkap oleh para penstudi HI dan pengamat/peminat kajian internasional. Bagi yang familiar dengan konsep multipolar, unipolar, hegemoni, dominasi, di dalam pidato ini ada pelajaran paling up to date tentang geopolitik dunia.

Saya hanya sanggup menerjemahkan sekitar 3 menitan. Sisanya bisa simak sendiri di sini: https://www.youtube.com/watch?v=ZP69jld8XAE

(lebih…)

Ngobrol soal AS di Rusia, Ukraina, Timteng, di podcast “Unpacking Indonesia” (host: Pak Zulfan Lindan)

https://www.youtube.com/channel/UCeicx7dwUaUsjxjYCGwBP-w

DIPLOMASI (dan kelakuan Kompas)

Barusan saya buka twitter, sedang trending “Putin”. Saat saya klik, banyak cuitan mengejek Pak Jokowi. Pasalnya, ada berita dari Kompas berjudul “Ukraina Bantah Zelensky Titip Pesan pada Putin.” Akibatnya, Presiden RI diejek dan ditertawakan oleh sebagian rakyatnya sendiri.

Saat diklik, judulnya beda lagi: “Pesan Tak Tertulis Zelensky untuk Putin melalui Jokowi

Isi berita Kompas mengutip TASS (media Rusia). Jadi, saya cek ke berita aslinya di TASS:

Judul: Zelensky’s message delivered by Indonesian president to Putin wasn’t in writing — Kremlin [Pesan Zelensky yang disampaikan oleh presiden Indonesia kepada Putin tidak tertulis — Kremlin]

Isi berita: Pesan dari Presiden Ukraina Vladimir Zelensky yang disampaikan Presiden Indonesia Joko Widodo kepada pemimpin Rusia Vladimir Putin tidak tertulis, kata Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan, Jumat.

(lebih…)

National Interest

Kepentingan nasional (national interest) biasanya selalu dijadikan patokan utama sebuah negara dalam bertindak. Meski, memang sering juga dipertanyakan, siapa sih yang menentukan ‘national interest’? Apa benar-benar rakyat, atau elit? Kalau rakyat, gimana cara rakyat menetapkan mana yang national interest atau bukan?

Contohnya, AS, saat ini sangat kerepotan menghadapi naiknya harga BBM gara-gara konflik Rusia vs Ukraina sendiri. Dan sebenarnya: gara-gara keputusan AS sendiri untuk mengembargo Rusia. Nah, elit AS menganggap ini national interest AS. Tapi apa rakyatnya setuju? Belum tentu.

Baru-baru ini, CNN mewawancarai Brian Deese, penasehat Joe Biden. Si reporter, “Apa yang Anda katakan kepada keluarga yang mengatakan, ‘Kami tidak mampu membayar $4,85 per galon selama berbulan-bulan, apalagi bertahun-tahun!’..?

(lebih…)

Para elit yang tidak kompeten.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3278202662402895

Biden dan Macron ngobrol pelan di KTT G7, tapi ada wartawan yang mendengarkan. Intinya, Macron mengatakan kepada Biden bahwa Arab Saudi dan UEA tidak memiliki kapasitas minyak yang cukup untuk menggantikan minyak Rusia:

Kata Macron, “Saya berbicara dengan MbZ (Mohammed bin Zayed). Dia memberitahuku dua hal. Bahwa dia sudah maksimal, pada kapasitas produksi maksimal. Inilah yang dia klaim. Dan kemudian dia mengatakan bahwa Saudi dapat meningkatkan produksi sebesar 150.000 barel per hari. Mungkin sedikit lebih, tetapi mereka tidak akan memiliki kapasitas tambahan sampai enam bulan dari sekarang.”

(lebih…)

Pak Jokowi berencana datang ke Kiev, menemui Zelensky.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/747500536403443

Kalau situasinya seperti ini (tonton video), dimana yang dihadapi bukan aktor rasional [bahkan mendukung milisi teror neo-Nazi – yg secara resmi digabungkan dalam militer negara], apa yang kira-kira bisa dilakukan Pak Jokowi agar Zelensky jadi aktor yang rasional?

“Aktor rasional” adalah terminologi dalam studi HI (bukan aktor bintang film). Yang dimaksud ‘aktor’ adalah negara/tokoh negara. Aktor rasional adalah negara/tokoh yg bertindak rasional, antara lain, tentu saja, mengedepankan kepentingan rakyatnya, bukannya malah menghancurkannya.

Aktor rasional mampu menimbang baik-baik semua langkahnya dalam konstelasi sistem internasional. Misalnya, ketika menyadari dirinya adalah pelanduk kecil di tengah perseteruan dua gajah, maka pilihan-pilihan rasional apa yang harus diambil?

(lebih…)

Kedaulatan Pangan

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/2147304338776269

[Jangan gagal fokus ya: yang dibahas ini aspek kedaulatan pangannya, bukan perangnya].

Embargo di berbagai lini terhadap Rusia yang dilakukan oleh negara-negara Barat (dan negara-negara non-Barat pengekornya, misalnya, Jepang) ternyata tidak berhasil membuat Rusia takluk. Justru yang sekarang teriak-teriak soal “food security” malah Barat. Lha kalian yang mengembargo, malah sekarang kalian yang bingung sendiri.

Apa tidak terpikir oleh kalian (Barat) bahwa selama 8 tahun pasca kudeta 2014, kalian sudah mempersiapkan Ukraina untuk berperang melawan Rusia (dengan menyuplai senjata dan melatih tentara), tentu sudah pasti Rusia juga melakukan persiapan penuh, di berbagai lini.

Pertanian, pastilah salah satu fokus utama Rusia, karena yang paling penting dipersiapkan sebuah negara yang bersiap-siap mau perang adalah PANGAN. Ini jangan dimaknai sebagai dukungan atas perang ya. Tapi sejak dulu Bung Karno pun sudah bilang, bahwa PANGAN adalah hidup matinya sebuah bangsa. Percuma punya militer kuat, senjata banyak, tapi kalau pangan kurang, ya keok juga.

Persisnya seperti ini kata Bung Karno:

(lebih…)

Beda antara “Teori Konspirasi” dan “Konspirasi”

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/407861997880195

Jika dilihat dari sejarahnya, istilah teori konspirasi dulu dimunculkan oleh media-media AS (saat heboh terbunuhnya JFK) untuk membungkam pertanyaan kritis mengenai “siapa dalang dari semua ini?”

Hingga kini, seolah mempertanyakan “siapa dalangnya?” dari sebuah fenomena, dianggap “teori konspirasi.” Bahkan, sekedar mempertanyakan peran Bill Gates dalam pandemi, ada saja yang mengejek “ah elo pake teori konspirasi!”

Memang, sering terjadi, orang mencocok-cocokkan berbagai fakta dan membuat “teori.” Kalau yang model ini, ya cocok disebut “teori konspirasi,” karena masih sebatas teori, dan terpeleset pada sikap mencocok-cocokkan. Fakta-fakta parsialnya mungkin benar, tapi digabung-gabung semaunya sehingga membentuk kisah yang halu.

(lebih…)

Diplomat AS Memang Suka Berdusta

Di video ini, dua pakar HI terkemuka dari AS, yaitu Prof Mearsheimer dan Stephen Walt, berdebat dengan mantan Dubes AS untuk Rusia, Michael McFaul, dan politisi Polandia, Radosław Sikorski.

Dalam konteks konflik Rusia vs Ukraina, Polandia ini sangat pro-AS, dan memang Polandia musuh bebuyutan Rusia (perseteruan di Eropa sejak zaman dulu).

Nah, Mearsheimer dan Walt ini adalah pemikir HI dari mazhab realis, intinya begini: Rusia merasa terancam oleh gerakan AS & NATO di perbatasannya; hal yang sama terjadi: AS juga merasa terancam ketika ada negara lawan yang bikin gerakan mencurigakan di “halaman belakangnya” (negara-negara Amerika Latin).

(Soal realisme ini, baca tulisan saya sebelumnya:https://www.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/289616323275797)

(lebih…)

SEJARAH

Kemarin tanggal 9 Mei di Rusia diperingati “Hari Kemenangan.” Untuk mereka yang tidak terlalu consern pada kajian Eropa (seperti saya; saya kan fokusnya di Timur Tengah) mungkin belum tahu, apa sebenarnya perayaan ini. Konflik Ukraina membuat saya banyak membaca (dan nonton film dokumenter) soal Eropa dan Rusia, dan banyak hal baru yang saya temukan, antara lain ternyata masalah Nazi ini sangat krusial dan sangat ideologis buat Rusia. Bisa lihat di video yang saya share ini.

Dan ternyata, ada kaitannya juga dengan Indonesia. Ini saya copas sebagian tulisan bang Joaquim Rohi ini (mahasiswa S2 ilmu politik di Rusia):

Apa kaitannya dengan Indonesia?

(lebih…)