Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized

Category Archives: Uncategorized

Iklan

Bocah Yaman

Foto tragis bocah ini kemungkinan besar tidak akan menjadi headline di media massa internasional. Tidak akan disebarkan dengan penuh semangat oleh orang-orang yang mengaku “pejuang kemanusiaan” dan hobi pakai tagar Save Humanity (sambil memberi nomer rekening bila Anda ingin menyumbang).

Bocah ini sedang memeluk erat jasad ayahnya, yang tewas dalam pengeboman yang dilakukan oleh rezim Arab Saudi pada 24/4/2018. Ayah dan anak itu sedang berada di sebuah pesta pernikahan. Pernikahan, sama sekali bukan aksi teror yang patut dilawan dengan senjata. Pernikahan adalah ikatan suci dan kegembiraan di tengah nestapa sebuah negeri yang 3 tahun terakhir dibombardir dan diblokade Arab Saudi dengan bantuan AS dan senjata-senjata yang diimpor dari negeri-negeri Barat.

Tetapi, rezim kriminal perang itu mengebomnya, menewaskan 50-an orang, termasuk ayah si bocah. Dia memeluk jasad sang ayah erat-erat dan menolak dipisahkan oleh warga yang hendak menolongnya. Dia menyatakan bahwa sang ayah hanya tidur dan sebentar lagi bangun lalu membawanya pulang.

(lebih…)

Iklan

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

(lebih…)

Ghouta is Saved

ghouta bebas 23mar2018

warga Ghouta timur bergembira karena dibebaskan dari cengkeraman “mujahidin”

Jauh berkebalikan dengan narasi para pengumpul donasi “Save Ghouta”, kenyataannya justru Ghouta saat ini bebas. Ghouta is saved.

Meskipun mereka setiap hari terus menghujani Damaskus dengan mortir, pemerintah Suriah tetap menawarkan amnesti untuk warga asli Suriah yang mau meletakkan senjata, atau mereka memilih bergabung dengan milisi asing untuk dievakuasi ke Idlib (salah satu provinsi di Suriah yang berbatasan dengan Turki).

Menurut Fanpage Dimashq al An (Damascus Now) pada 24 Maret 2018, milisi Al Nushra dan Failaq Rahman yang berada di Jobar, Hazzeh, Erbin, dan Zamalka setuju untuk dipindahkan ke Idlib. Besok mereka mulai diangkut bis-bis berwarna hijau itu. Sejak kemarin mereka pun mulai membakar dokumen-dokumen dan meledakkan gudang persenjataan mereka di 4 wilayah tersebut.

Pertanyaannya, mengapa harus dimusnahkan?

(lebih…)

AS Mengakui Tak Punya Bukti Soal Serangan Gas Kimia di Suriah

US-DEFENSE-MATTISTanggal 2 Feb lalu (sudah lama ya, saya terlewat), Menhan AS, Jim Mattis menyatakan bahwa AS tidak punya bukti untuk mengkonfirmasi laporan dari kelompok-kelompok relawan (aid groups) yang menyatakan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas sarin terhadap warganya sendiri. [1]

Pernyataan Menhan AS itu ditulis oleh New York Times di paragraf pertama. Tentu saja, di kalimat-kalimat selanjutnya penuh tuduhan-tuduhan lain. Dan beginilah cara kita menganalisis berita, cari kata-kata yang bernilai data, lalu komparasikan dengan data-data lainnya. Jadi, saya tidak pernah menganjurkan “abaikan media mainstream”; melainkan: baca dengan kritis, ambil data yang valid dari sana. Pernyataan Menhan AS ini contohnya.

Ok, catet, AS tidak punya bukti atas serangan gas sarin di Suriah. Dan kita tahu, Trump meluncurkan 59 Tomahawk ke Suriah dengan alasan Assad membunuh warganya dengan sarin.

Dari April 2017 hingga Februari 2018 (sekarang) adalah waktu yang cukup lama. Dulu, AS  butuh sekitar 8 tahun untuk mengakui bahwa Irak tidak punya senjata pembunuh massal; padahal alasan itu yang dipakai AS untuk menginvasi Irak dan memporak-porandakan Negeri 1001 Malam itu.

(lebih…)

Kembali ke Palestina dan Yaman

kaka cafe

Diskusi di Kafe Kaka (Geostrategy Study Club) Bandung

Dalam sebuah diskusi publik di Bandung tentang Palestina (14/12), ada yang bertanya, “Apa kemungkinan akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada perang?”

Waktu itu, Trump baru saja mengumumkan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan kecaman dari masyarakat dunia sangat kuat, termasuk dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jawaban saya, kurang lebih, “Para pejuang Palestina di Gaza sudah menyatakan siap berperang; Iran dan Hizbullah sudah menyatakan siap sepenuhnya mendukung. Tapi apakah akan terjadi perang? Prediksi saya, TIDAK. Israel SANGAT TAKUT berperang all out seperti itu. Anda pernah lihat kan, di medsos sering tersebar foto-foto tentara Israel yang sedang menangis? Saya perkirakan akan ada upaya diplomatik tertentu, untuk menganulir masalah ini, entah apa, tapi yang jelas, perang tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

(lebih…)

Palestina: Selalu Ada Buah Busuk dalam Keranjang

Joko Widodo, Mahmoud AbbasKalau kita membahas perjuangan kemerdekaan Indonesia, apa yang Anda bayangkan? Heroisme para pejuang, kan? Terbayang gak, kalau di antara para pejuang kemerdekaan itu ada orang-orang yang brengsek? Ah, rasanya gak mungkin!

Tapi coba baca catatan peneliti sejarah, kang Hendi Jo dalam bukunya “Zaman Perang”. Di situ Anda akan temukan bahwa jalannya perang tidaklah hitam putih. Selalu ada tokoh antagonis di pihak terjajah, selalu ada tokoh protagonis di pihak penjajah. Anda bisa baca juga catatan-catatannya di Facebook. Misalnya, ini saya kutip:

(lebih…)

Aleppo Sebagai Pemicu Ekstrimisme

salju di aleppo cet-3

Buku “Salju di Aleppo” cetakan 3 segera terbit.

Semoga buku ini bisa semakin banyak tersebar dan semakin banyak yang membaca. Proses penyebaran radikalisme (tepatnya: ekstrimisme dalam beragama) sudah dimulai sejak lama. Namun, untuk ‘meledak’, butuh trigger, butuh pemicu, butuh isu yang membangkitkan amarah.

Sejak 2012, konflik Suriah-lah yang dijadikan trigger itu untuk membangkitkan sektarianisme dan ekstrimisme di Indonesia. Sejak itulah ujaran kebencian melanda publik dengan dahsyat, awalnya memang terkait isu Suriah, namun terjadi proses imitasi (karena sudah terbiasa), merembet ke berbagai isu. Bom, bunuh, bakar, gantung, penggal, metode yang biasa dipakai para ‘jihadis’ di Suriah, diimitasi di negeri ini, baik secara verbal maupun secara fisik (benar-benar terjadi).

Jadi, karena triggernya di Suriah, publik perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan tidak tertipu oleh propaganda sebagian pihak yang terus menghembus-hembuskan kebencian di tengah publik, sekaligus menggalang dana yang menguntungkan segelintir pihak.

(Foto kanan: buku Salju di Aleppo bahkan sampai ke Alaska, AS, dengan proses titip-menitip. Saya benar-benar terharu lihat foto ini. Di dalam foto ini tersirat tekad untuk menggali pengetahuan dan ketulusan pertemanan -meski hanya berjumpa di dunia maya.)

Pemesanan: WA/SMS ke mas Hatim 0878 8299 8696

Kisah Nur dan ISIS

Sejak 2011 sampai kini, saya sudah nulis soal Suriah, mungkin jumlahnya sudah mencapai ribuan (karena banyak juga yang saya tulis anonim, soalnya banyak yang alergi duluan baca nama saya 🙂 ).

Sejak beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak aktivis medsos yang ikut aktif meluruskan info ttg Suriah di medsos, alhamdulillah…, luar biasa… Wartawan-wartawan media mainstream juga sudah ada (sedikit) yang turun tangan, meski dengan halus, mencoba melakukan perlawanan atas hegemoni informasi. Tapi semua itu tak cukup, masih sangat banyak yang tertipu. Semua yang ‘tercerahkan’ seharusnya ikut turun tangan, minimalnya sekedar share berita yang mengungkap siapa itu ISIS, Al Nusra, dan sejenisnya; atau bahwa ada AS dan Israel di balik semua ini. (contoh: “Israel Danai Pemberontak Suriah” http://internasional.republika.co.id/…/ortqnu335-israel-dan…).

Ini kisah tentang ex-Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho. Ia tertipu dan berangkat ke Suriah bersama keluarganya. Kebetulan, AFP mewawancarai seorang perempuan, yang diduga anak pak Dwi, namanya Nur.

Menurut Nur, saat ini ayahnya dan saudara laki-lakinya dipenjara ISIS.

“Ada banyak (tentara ISIS) yang bercerai, kemudian menikah lagi untuk dua minggu atau dua bulan,” katanya.

“Banyak pria datang ke tempat saya dan berkata kepada ayah saya, ‘Saya menginginkan anak perempuan Anda’,” katanya.

“Ke mana saja mereka selalu membicarakan wanita,” katanya getir

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

“Semua bohong … ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” kata Nur.

Nur saat ini berada di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.Bersama ribuan orang lainnya, Nur meninggalkan kota Raqqa yang kini tengah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

Ini video cuplikan rekaman Nur, terlihat sesekali ia bicara bahasa Indonesia.

Dengan sepenuh hati saya mendoakan di pagi bulan Ramadhan ini, agar Nur dan perempuan-perempuan Indonesia lainnya, bisa segera pulang dengan selamat lalu mereka menyebarkan kebenaran kepada publik. Wabil khusus saya doakan seorang gadis cantik yang awal-awal konflik Suriah sering ‘menyerang’ saya di FB, bahkan menginbox, dan dia bilang dia akan ke Suriah dalam waktu dekat. Saya waktu itu bilang ke dia, “Hati-hati Dik… jangan mau tertipu kayak gini.”

Entah dimana dia sekarang. Semoga dia baik-baik saja.

sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=n3aFQEiegRA
sumber berita: http://batam.tribunnews.com/…/mengerikan-putri-djoko-cerita…

Kisah-Kisah Nyata tentang Radikalisasi Anak Muda

Tentang penyebaran ideologi ISIS di Indonesia.

Dina Y. Sulaeman

selamatkan anak-anak kitaKisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik.

Ibu I, suatu hari mengecek sebuah grup WA di hape keponakannya. Grup tersebut adalah grup siswa-siswi sebuah SMP. Didapatinya, kata gantung dan penggal biasa diucapkan anggota grup. Foto penggalan kepala juga di-share (kemungkinan korban teroris di Suriah). Saat ia mengadukan hal ini kepada ibu si anak, ternyata ibunya biasa saja. Menurut si ibu, adalah baik bila anaknya sejak kecil sudah punya semangat ‘jihad’.

Lihat pos aslinya 687 kata lagi

Logika Timteng (6-tamat)

FALASI – 2

Jenis-Jenis Falasi (lanjutan)
(6) Argumentum ad Populum adalah beragumen dengan berdasarkan “banyak orang yang mengatakan hal itu.”

Contoh:
A: “Qaddafi itu pemimpin zalim! Memang layak ditumbangkan oleh mujahidin!”
B: Apa buktinya? Kalau dia zalim kok bisa Libya jadi negara dengan kualitas pembangunan manusianya terbaik se-Afrika? Kok bisa semua digratiskan, kesehatan, pendidikan, dll.
A: Semua ustadz dan ustadzah kita bilang demikian kok!
.
A: Kisah “bocah di kursi oranye itu” di Aleppo itu kemungkinan besar “staged” (dibuat/direkayasa), karena beberapa kejanggalan berikut ini.. [penjelasan].
B: Anda ngawur! Semua media besar, New York Times, BBC, CNN, sudah memberitakan kasus ini!
.

(lebih…)