Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized

Category Archives: Uncategorized

Iklan

AS Mengakui Tak Punya Bukti Soal Serangan Gas Kimia di Suriah

US-DEFENSE-MATTISTanggal 2 Feb lalu (sudah lama ya, saya terlewat), Menhan AS, Jim Mattis menyatakan bahwa AS tidak punya bukti untuk mengkonfirmasi laporan dari kelompok-kelompok relawan (aid groups) yang menyatakan bahwa pemerintah Suriah menggunakan gas sarin terhadap warganya sendiri. [1]

Pernyataan Menhan AS itu ditulis oleh New York Times di paragraf pertama. Tentu saja, di kalimat-kalimat selanjutnya penuh tuduhan-tuduhan lain. Dan beginilah cara kita menganalisis berita, cari kata-kata yang bernilai data, lalu komparasikan dengan data-data lainnya. Jadi, saya tidak pernah menganjurkan “abaikan media mainstream”; melainkan: baca dengan kritis, ambil data yang valid dari sana. Pernyataan Menhan AS ini contohnya.

Ok, catet, AS tidak punya bukti atas serangan gas sarin di Suriah. Dan kita tahu, Trump meluncurkan 59 Tomahawk ke Suriah dengan alasan Assad membunuh warganya dengan sarin.

Dari April 2017 hingga Februari 2018 (sekarang) adalah waktu yang cukup lama. Dulu, AS  butuh sekitar 8 tahun untuk mengakui bahwa Irak tidak punya senjata pembunuh massal; padahal alasan itu yang dipakai AS untuk menginvasi Irak dan memporak-porandakan Negeri 1001 Malam itu.

(lebih…)

Iklan

Kembali ke Palestina dan Yaman

kaka cafe

Diskusi di Kafe Kaka (Geostrategy Study Club) Bandung

Dalam sebuah diskusi publik di Bandung tentang Palestina (14/12), ada yang bertanya, “Apa kemungkinan akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada perang?”

Waktu itu, Trump baru saja mengumumkan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan kecaman dari masyarakat dunia sangat kuat, termasuk dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jawaban saya, kurang lebih, “Para pejuang Palestina di Gaza sudah menyatakan siap berperang; Iran dan Hizbullah sudah menyatakan siap sepenuhnya mendukung. Tapi apakah akan terjadi perang? Prediksi saya, TIDAK. Israel SANGAT TAKUT berperang all out seperti itu. Anda pernah lihat kan, di medsos sering tersebar foto-foto tentara Israel yang sedang menangis? Saya perkirakan akan ada upaya diplomatik tertentu, untuk menganulir masalah ini, entah apa, tapi yang jelas, perang tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

(lebih…)

Palestina: Selalu Ada Buah Busuk dalam Keranjang

Joko Widodo, Mahmoud AbbasKalau kita membahas perjuangan kemerdekaan Indonesia, apa yang Anda bayangkan? Heroisme para pejuang, kan? Terbayang gak, kalau di antara para pejuang kemerdekaan itu ada orang-orang yang brengsek? Ah, rasanya gak mungkin!

Tapi coba baca catatan peneliti sejarah, kang Hendi Jo dalam bukunya “Zaman Perang”. Di situ Anda akan temukan bahwa jalannya perang tidaklah hitam putih. Selalu ada tokoh antagonis di pihak terjajah, selalu ada tokoh protagonis di pihak penjajah. Anda bisa baca juga catatan-catatannya di Facebook. Misalnya, ini saya kutip:

(lebih…)

Aleppo Sebagai Pemicu Ekstrimisme

salju di aleppo cet-3

Buku “Salju di Aleppo” cetakan 3 segera terbit.

Semoga buku ini bisa semakin banyak tersebar dan semakin banyak yang membaca. Proses penyebaran radikalisme (tepatnya: ekstrimisme dalam beragama) sudah dimulai sejak lama. Namun, untuk ‘meledak’, butuh trigger, butuh pemicu, butuh isu yang membangkitkan amarah.

Sejak 2012, konflik Suriah-lah yang dijadikan trigger itu untuk membangkitkan sektarianisme dan ekstrimisme di Indonesia. Sejak itulah ujaran kebencian melanda publik dengan dahsyat, awalnya memang terkait isu Suriah, namun terjadi proses imitasi (karena sudah terbiasa), merembet ke berbagai isu. Bom, bunuh, bakar, gantung, penggal, metode yang biasa dipakai para ‘jihadis’ di Suriah, diimitasi di negeri ini, baik secara verbal maupun secara fisik (benar-benar terjadi).

Jadi, karena triggernya di Suriah, publik perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan tidak tertipu oleh propaganda sebagian pihak yang terus menghembus-hembuskan kebencian di tengah publik, sekaligus menggalang dana yang menguntungkan segelintir pihak.

(Foto kanan: buku Salju di Aleppo bahkan sampai ke Alaska, AS, dengan proses titip-menitip. Saya benar-benar terharu lihat foto ini. Di dalam foto ini tersirat tekad untuk menggali pengetahuan dan ketulusan pertemanan -meski hanya berjumpa di dunia maya.)

Pemesanan: WA/SMS ke mas Hatim 0878 8299 8696

Kisah Nur dan ISIS

Sejak 2011 sampai kini, saya sudah nulis soal Suriah, mungkin jumlahnya sudah mencapai ribuan (karena banyak juga yang saya tulis anonim, soalnya banyak yang alergi duluan baca nama saya 🙂 ).

Sejak beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak aktivis medsos yang ikut aktif meluruskan info ttg Suriah di medsos, alhamdulillah…, luar biasa… Wartawan-wartawan media mainstream juga sudah ada (sedikit) yang turun tangan, meski dengan halus, mencoba melakukan perlawanan atas hegemoni informasi. Tapi semua itu tak cukup, masih sangat banyak yang tertipu. Semua yang ‘tercerahkan’ seharusnya ikut turun tangan, minimalnya sekedar share berita yang mengungkap siapa itu ISIS, Al Nusra, dan sejenisnya; atau bahwa ada AS dan Israel di balik semua ini. (contoh: “Israel Danai Pemberontak Suriah” http://internasional.republika.co.id/…/ortqnu335-israel-dan…).

Ini kisah tentang ex-Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho. Ia tertipu dan berangkat ke Suriah bersama keluarganya. Kebetulan, AFP mewawancarai seorang perempuan, yang diduga anak pak Dwi, namanya Nur.

Menurut Nur, saat ini ayahnya dan saudara laki-lakinya dipenjara ISIS.

“Ada banyak (tentara ISIS) yang bercerai, kemudian menikah lagi untuk dua minggu atau dua bulan,” katanya.

“Banyak pria datang ke tempat saya dan berkata kepada ayah saya, ‘Saya menginginkan anak perempuan Anda’,” katanya.

“Ke mana saja mereka selalu membicarakan wanita,” katanya getir

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

“Semua bohong … ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” kata Nur.

Nur saat ini berada di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.Bersama ribuan orang lainnya, Nur meninggalkan kota Raqqa yang kini tengah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

Ini video cuplikan rekaman Nur, terlihat sesekali ia bicara bahasa Indonesia.

Dengan sepenuh hati saya mendoakan di pagi bulan Ramadhan ini, agar Nur dan perempuan-perempuan Indonesia lainnya, bisa segera pulang dengan selamat lalu mereka menyebarkan kebenaran kepada publik. Wabil khusus saya doakan seorang gadis cantik yang awal-awal konflik Suriah sering ‘menyerang’ saya di FB, bahkan menginbox, dan dia bilang dia akan ke Suriah dalam waktu dekat. Saya waktu itu bilang ke dia, “Hati-hati Dik… jangan mau tertipu kayak gini.”

Entah dimana dia sekarang. Semoga dia baik-baik saja.

sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=n3aFQEiegRA
sumber berita: http://batam.tribunnews.com/…/mengerikan-putri-djoko-cerita…

Kisah-Kisah Nyata tentang Radikalisasi Anak Muda

Tentang penyebaran ideologi ISIS di Indonesia.

Dina Y. Sulaeman

selamatkan anak-anak kitaKisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik.

Ibu I, suatu hari mengecek sebuah grup WA di hape keponakannya. Grup tersebut adalah grup siswa-siswi sebuah SMP. Didapatinya, kata gantung dan penggal biasa diucapkan anggota grup. Foto penggalan kepala juga di-share (kemungkinan korban teroris di Suriah). Saat ia mengadukan hal ini kepada ibu si anak, ternyata ibunya biasa saja. Menurut si ibu, adalah baik bila anaknya sejak kecil sudah punya semangat ‘jihad’.

Lihat pos aslinya 687 kata lagi

Logika Timteng (6-tamat)

FALASI – 2

Jenis-Jenis Falasi (lanjutan)
(6) Argumentum ad Populum adalah beragumen dengan berdasarkan “banyak orang yang mengatakan hal itu.”

Contoh:
A: “Qaddafi itu pemimpin zalim! Memang layak ditumbangkan oleh mujahidin!”
B: Apa buktinya? Kalau dia zalim kok bisa Libya jadi negara dengan kualitas pembangunan manusianya terbaik se-Afrika? Kok bisa semua digratiskan, kesehatan, pendidikan, dll.
A: Semua ustadz dan ustadzah kita bilang demikian kok!
.
A: Kisah “bocah di kursi oranye itu” di Aleppo itu kemungkinan besar “staged” (dibuat/direkayasa), karena beberapa kejanggalan berikut ini.. [penjelasan].
B: Anda ngawur! Semua media besar, New York Times, BBC, CNN, sudah memberitakan kasus ini!
.

(lebih…)

Cara Menganalisis Berita dalam Kasus Senjata Kimia di Idlib

idlib9

Foto di Idlib yang dimuat NYT, bukankah seharusnya yang berpakaian lengkap mirip seperti yg dikenakan pasien, adalah tim medis?

Berkali-kali mahasiswa menanyakan kepada saya, bagaimana cara kita menelaah berita dari media mainstream. Berikut ini contohnya. Kasus yang akan kita pelajari adalah berita dari New York Times (NYT), ditulis tanggal 4 April 2017, di hari yang sama dengan kejadian serangan senjata kimia tersebut. Penulisnya Anne Barnard dan Michael R. Gordon yang melaporkan dari Beirut (Lebanon). [1]
1.    Sebuah berita (news) yang valid adalah ketika wartawan telah melakukan cross-check di lapangan. Robert Fisk, jurnalis senior asal Inggris, pernah menulis bahwa melaporkan berita dengan hanya bersumber dari satu pihak, tanpa ada wartawan yang mengkonfirmasi dengan matanya sendiri atas hal-hal yang mereka laporkan, adalah salah. [2]
Berita NYT ditulis dari Beirut, dan wartawannya (Bannard dan Gordon) tidak datang langsung ke lapangan. NYT menyebut narasumbernya: ‘saksi’, dokter, dan tenaga medis (Paragraf. 3) Foto dan video yang digunakan sebagai data disuplai oleh aktivis yang diunggah di internet (P.  9). Tanpa evaluasi yang seksama atas info-info tersebut,  NYT sejak di paragraf 1 sudah memberikan kesimpulan bahwa pelakunya adalah pemerintah Suriah.

(lebih…)

Medsos Adalah Fana, Kebencian Abadi?

isis1Kalimat yang saya pakai jadi judul itu saya ambil dari status seseorang yang nge-tag saya. Saya baca dini hari ketika suasana sepi, sehingga membuat saya mikir lama. Saya teringat cerita yang disampaikan seorang dosen Sejarah Peradaban Islam. Dulu, orang menerima kabar dari mulut ke mulut. Dulu banyak orang-orang Syam (Suriah saat ini) yang membenci Sayyidina Ali bin Abi Thalib karena mengiranya sebagai sosok yang meninggalkan sholat. Sampai suatu hari, Ali ditikam/dibunuh orang (yang agamanya Islam juga) di saat beliau sedang sholat Subuh. Kabar itu akhirnya sampai ke Syam dan orang-orang pun kaget, lho ternyata Ali itu sholat, tho?

Dulu, sebelum Revolusi Islam Iran 1979, buku-buku yang ditulis tentang “kesesatan Syiah” sangat sedikit dan dulu tidak ada perseteruan politik antara Sunni-Syiah. Yang ada, oposisi versus penguasa. Makanya ada istilah “rafidhah” (penolak) yang disematkan kepada kelompok oposisi. Pokoknya, kalau melawan penguasa, pastilah kamu Rafidhah, apapun mazhabnya. Dan rupanya, karena sebagian kaum Syiah di zaman dulu menjadi oposisi penguasa, akhirnya Rafidhah diidentikkan dengan Syiah dan kebencian disebarluaskan kepada Syiah. So, akarnya politik, ketakutan pada oposisi, keinginan untuk mempertahankan kekuasaan. Penguasanya boleh mati, tapi kebencian terus menurun kepada generasi berikutnya.

(lebih…)

Pengumuman: Saya Punya Fanpage

fanpageSudah sejak beberapa tahun yang lalu, teman-teman Facebook mendorong saya untuk membuat Fanpage. Alasannya, sudah beberapa kali saya diblokir Facebook karena di-report kelompok tertentu. Tapi saya selalu enggan.

Alasan pertama, karena merasa tidak ada waktu mengurusnya. Kedua, karena komentator di FP sulit dikontrol. Semua orang bisa dengan mudah me-like lalu menyemburkan amarahnya. Saya sudah membaca di banyak tempat, betapa kasarnya kata-kata sebagian haters yang tidak suka tulisan saya. Alih-alih counter-argument, mereka malah mencaci-maki. Dan masalahnya, saya ini ibuk-ibuk biasa yang baper dan sensi. Saya sudah nyaman di akun Facebook saya, memegang kendali sepenuhnya. Yang berani ngomong kasar, unfriend saja. Yang hobi nyindir ala ibuk-ibuk arisan (yang melakukan ini bahkan termasuk bapak-bapak) juga unfriend saja. Suami-istri saja bisa cerai kalau tidak nyaman, apalagi sekedar teman facebook. Saya tidak sanggup membalas kekasaran dengan kekasaran, tapi juga tak terima kalau dimaki-maki. Buat apa repot-repot, bila bisa hidup nyaman dengan meng-klik tombol unfriend?

Tapi setelah diblokir 30 hari dengan all-in, tidak bisa posting status, komen, inbox, bahkan, sial, me-like komentar orang pun tidak bisa, saya merasa memang kini sudah waktunya. Banyak sekali yang ingin saya sampaikan dan share di FB di hari-hari penuh prahara ini (gara-gara konflik Suriah), tak bisa saya lakukan.

Dan inilah Fanpage saya, resmi, satu-satunya. Seperti akun saya, juga cuma satu, tidak ada kloningan. Kalau ada akun lain muncul pakai nama saya, jelas bukan saya. Twitter pun saya tak punya, sehingga ada bila ada akun twitter dengan nama saya, sudah pasti bukan saya.

Semua postingan di Fanpage ini adalah tulisan saya, yang saya buat dengan tujuan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di Timur Tengah. Perspektif yang saya pakai bukan agama, melainkan geopolitik dan ekonomi politik. Konflik Suriah membuktikan bahwa apa yang terjadi di Timur Tengah sangat berpengaruh pada situasi politik dan sosial-budaya Indonesia.

Betapa friksi antar anak bangsa sejak 2012 semakin keras, dan berimbas pada cara pandang kita terhadap politik domestik. Sebagai penstudi Hubungan Internasional, saya sudah dibekali berbagai teori sebagai alat untuk menganalisis. Jadi adalah tanggung jawab saya untuk menyampaikan analisis yang berbasis teori (meski seringkali tidak saya tampakkan dalam tulisan, agar lebih ringan dan enak dibaca) dan cara-cara pengambilan kesimpulan yang kredibel, bukan asumsi, apalagi kebencian. Tujuan saya adalah: demi INDONESIA DAMAI. Bagaimana kehidupan anak-anak kita di sama depan adalah tanggung jawab kita semua. Apakah mereka akan hidup damai sehingga mampu membangun negeri ini dengan sepenuh pikiran dan tenaga; ataukah mereka kan seperti kita hari ini, menghabiskan waktu untuk bertengkar sesama anak bangsa?

Perlu saya sampaikan dua hal:
1. Aturan komentar di Fanpage ini: tidak boleh mengumbar kebencian, menggunakan SARA, apalagi mencaci-maki. Setiap komentar yang bertentangan dengan aturan ini akan diblokir.
2. Saya dibantu oleh 3 admin yang akan membantu saya ‘berpatroli’ mengamati komentar yang masuk. Bila diperlukan, mereka kan menginformasikan kepada saya untuk menjawab. Dan bila ada yang melanggar aturan (1), merekalah yang akan memblokir. Mungkin sesekali mereka juga yang akan membantu menjawab komen-komen. Jadi jangan heran kalau terkadang gaya bahasa di kolom komen agak berbeda dengan saya. Tapi untuk status, dijamin semua tulisan asli saya.

Tulisan pengantar ini ditayangkan juga di blog ini untuk verifikasi bahwa Fanpage ini memang milik saya.

Demikian sekilas info. Terimakasih banyak atas begitu banyaknya dukungan yang diberikan untuk saya selama beberapa hari terakhir ini (dan tentu saja, selama 5 tahun terakhir ini).

Tabik,

Dina