Kajian Timur Tengah

Beranda » Uncategorized

Category Archives: Uncategorized

Yang membela Palestina bukan cuma kaum Muslim. Tapi ZSM di Indonesia selalu berusaha menggiring opini bahwa pembela Palestina di Indonesia = ka*run, pro-“jihadis”, dan sales donasi.

Bahkan ada orang Israel sendiri yang juga sadar kalau pemerintah mereka salah dan melakukan penjajahan ke bangsa Palestina. Misalnya, Miko Peled, Gilad Atzmon, dll.

Olahragawan juga banyak yang membela Palestina.

Di video ini, mantan pemain rugby Irlandia, Duncan Casey, mendukung seruan dari tim dan atlet Palestina untuk #BoycottPuma sampai perusahaan tsb mengakhiri dukungannya kepada apartheid Israel.

Puma mensponsori Asosiasi Sepak Bola Israel, yang mencakup tim-tim di permukiman ilegal Israel di tanah Palestina.

“Sebagaimana dulu para atlet melawan apartheid di Afrika Selatan, kita dapat menggunakan suara kita untuk mendukung rekan atlet Palestina kita dan meyakinkan Puma untuk mengakhiri hubungannya dengan Asosiasi Sepak Bola Israel.”

Data mengenai PUMA: https://bdsmovement.net/boycott-puma

https://www.youtube.com/watch?v=-Z9UtcwfRaQ

Dalam episode ke-4 ini saya akan menunjukkan cara memverifikasi data. Ketika di media atau medsos, beredar info-info hoax seputar “Assad membantai rakyatnya sendiri” dll, bagaimana cara memverifikasinya?

Di video ini ada satu caranya, yaitu mewawancarai pihak yang berbeda. Yang bilang bahwa “Assad membantai rakyatnya sendiri” biasanya sumber infonya dari milisi teror/kubu pro-pemberontak. Nah, kita perlu cek ke pihak lain yang lebih netral, misalnya, mahasiswa Indonesia di Suriah, KBRI, jurnalis independen, dll.

Selain itu, kita perlu mempelajari dokumen resmi, misal data Human Development Index, dll. Ini disebut “triangulasi data”

Kali ini, saya mewawancarai Lion Fikyanto, mahasiswa Indonesia di Suriah. Mohon maaf di sebagian video, suaranya agak bergema, ada kesalahan teknis. Kecilin aja volumenya ya. 🙂

Videonya cukup panjang, ini topik-topik utamanya:

02:20 awal mula Lion bisa kuliah di Suriah

11:11 kisah gugurnya Syekh Al Afyouni dan pemakaman beliau

14:57 salju di Suriah

16:37 aktivitas kaum muda Suriah, keragaman cara berpakaian mereka

20:36 wisata ke makam anaknya Nabi Adam (Habil)

23:20 Lion mengalami langsung serangan-serangan bom dari para teroris yang mengepung Damaskus

32:18 kisah pembebasan Ghouta

37:16 tentang umat Kristiani di Suriah

39:05 Ramadhan di Suriah

40:58 bagaimana kondisi di bawah sistem sosialis-demokratis (banyak subsidi negara)

43:27 murahnya biaya hidup mahasiswa, peluang beasiswa ke Suriah

https://www.youtube.com/watch?v=MnOJEpYF5Cw

Ini screenshot IG story seorang artis (Fauzi Baadila) yang marah ke saya gara-gara pernyataan saya di podcast master Deddy. Dia marah karena merasa mengantarkan langsung bantuan yang digalang dari rakyat Indonesia ke rakyat Suriah.

Saya sementara ini cuma mau bilang: kalau mau jadi relawan kemanusiaan tuh musti belajar geopolitik ya, biar paham siapa dan mengapa-nya. Jadi niat baik kita ga malah menambah bahan bakar konflik di negeri orang.

Lihat beliau ini (pernah) berada di Idlib. Yang paham konflik Suriah, pasti tahu bahwa Idlib adalah daerah yang diduduki milisi-milisi takfiri (maaf ini masih diperhalus, tepatnya sih teroris).

Kalau lo “kafir” dan bukan “temen”, lo bisa dipenggal men. Nama-nama milisi yang mengontrol Idlib, antara lain: -Hayat Tahrir al-Sham -National Liberation Front -Hurras al-Din -Turkistan Islamic Party (ini sebagian besarnya orang China- Uighur)

Turki juga mengirim ribuan tentaranya untuk menduduki Idlib. Jadi, Turki bekerja sama dengan milisi teroris ini, sama-sama menguasai Idlib.

Nah, kalau ada pihak yang bebas masuk ke Idlib… artinya apa? Silakan berpikir.

Baca buku saya Prahara Suriah dan Salju di Aleppo, bila mau belajar.

Kenangan: Obrolan di Persian Kabab

Hari Sabtu kemarin adalah awal musim semi di Iran dan dirayakan sebagai hari tahun baru (Nowruz). Menurut film pendek yang ditayangkan BBC, Nowruz bukan cuma dirayakan di Iran, tapi juga di Tajikistan, Rusia, India, Turki, Irak; dan totalnya ada 300 juta orang sedunia yang merayakan awal musim semi ini. [1]

Beberapa teman dari Iran mengirimkan WA ucapan selamat Nowruz ke saya, tentu sebagai bagian dari tradisi mereka saja. Soalnya, di Indonesia kan tidak ada musim semi.

Lalu masuk WA dari seorang teman, orang Indonesia, yang menikah dengan pria Iran. Namanya Shinta. Dia juga mengucapkan selamat tahun baru.

Saya jadi teringat pertemuan saya pertama kali dengan Shinta, bulan Januari 2021. Shinta dan suaminya membuka kedai kebab Persia (bisa cek di GoFood: Persian Kabab) di Lotte Mart, Bintaro. Karena kebetulan saya ada urusan di Bintaro, sekalian kopdar deh.

Shinta adalah pembaca tulisan-tulisan saya di FB, lalu kami bertegur sapa via FB dan berlanjut di WA. Jadi, Shinta dari jauh “menyaksikan” perjalanan saya selama ini, ups and down hidup saya “gara-gara” menulis soal Suriah.

Sebaliknya, saya tidak tahu apa-apa tentang Shinta, sampai pertemuan kami itu. Rupanya, di saat saya (dan netizen lainnya) sibuk “perang” di dunia maya bertahun-tahun melawan narasi media mainstream + narasi pro-radikalis/teroris Suriah, Shinta mengalami “pertempuran” yang riil [tahun 2014-2016; ISIS berdiri 2013].

Di kedai kebabnya, dia menghadapi hinaan orang-orang. Mall itu ramai oleh pengunjung, dan ada saja orang yang mampir sekedar untuk melemparkan hinaan. Iran, kafir! Syiah sesat!

Untungnya, suami Shinta waktu itu belum bisa bahasa Indonesia, jadi dia tidak menangkap kekasaran orang-orang Indonesia yang termakan hoax soal Suriah itu.

[hoax -nya: “Syiah membantai Sunni di Suriah”… Karena mazhab mayoritas di Iran adalah Syiah dan Iran membantu pemerintah Suriah dalam melawan ISIS dan milisi teror lainnya, Shinta yang berjualan makanan Iran jadi sasaran kebencian para pendukung teroris itu.]

Saya terharu mendengar kisah Shinta. Rasanya, “penderitaan” saya dulu ga ada apa-apanya. Setidaknya, radikalis/pro-teroris Suriah itu tidak bicara kasar secara langsung di depan saya. Mereka “cuma” main ancam atau menghina di medsos, mengghibah, main boikot (kalau saya diundang jadi pembicara, mereka berupaya membubarkan; saya dulu punya TK, mereka hasut ortu-ortu agar keluar dari TK saya, dll).

Anyway, Shinta terus bertahan, dan lambat-laun, seiring dengan keoknya ISIS (dan kelompok teroris lainnya ) di Suriah (mulai akhir tahun 2016), hate speech yang dialaminya juga semakin berkurang. Bisnisnya juga semakin maju. Kehidupan pernikahannya juga semakin membahagiakan karena status suaminya akhirnya disetujui untuk menjadi Permanent Residence (KITAP). Dengan ekspresi ceria, Shinta bercerita bahwa berbeda dari era pemerintahan yang dulu, kini urusan birokrasi terkait pernikahan campur jauh lebih mudah.

Sambil mengobrol, Shinta dengan cekatan menyiapkan berbagai jenis kebab yang dipesan pembeli (umumnya via GoFood). Dulu dia ada pegawai, tapi sekarang, gara-gara c*v*d, penjualan menurun drastis sehingga Shinta sendirian mengurus kedainya. Sang suami mempersiapkan bahan-bahan masakan di rumah. Namun itulah hidup, selalu ada naik dan turun. Tugas kita adalah menjalaninya dengan sabar.

Saya menyantap kebab buatan Shinta dengan lahap, enak banget. Shinta juga menyiapkan minuman hangat, terbuat dari saffron. Hm.. rasa lezatnya masih terbayang sampai sekarang.

Sebelum pulang, Shinta mendesak saya untuk datang lagi sekeluarga, dan menginap di Bintaro. Shinta janji akan memasakkan masakan Iran khusus buat saya sekeluarga. Benar-benar tawaran yang menggiurkan.

Sejujurnya, saya terharu sekali, tapi saya tahan-tahan. Saya teringat ceritanya tentang kesulitannya di masa lalu, dan kesulitan saya sendiri. Tapi, Allah selalu memberi ganti dengan kebahagiaan. Memang demikian janji-Nya kan, setiap kesulitan selalu datang bersama kemudahan.

Saya ingin memeluknya, tapi terhalang protolol c*v*d.

Di tahun baru ini, saya mengucapkan doa ini buat Shinta:

روزهای سلامتی، شادی، پیروزی، مهر و دوستی و عشق را برای شما آرزومندم ..عید نوروزتان مبارک باد.

(Artinya, tanyakan saja pada google translate ya)

[1] https://www.youtube.com/watch?v=on9KQ5UTq4U&t=24s

Hasil belajar dari video Dr. dr. Siti Fadilah Supari ini:

(1) Virus kopid sewaktu-waktu bisa melekat di saluran mukosa (hidung/ nasofaring, orofaring). Kalau cuma melekat (terpapar), tidak sampai masuk ke saluran pernafasan yang dalam, kita tidak sakit. Tapi kalau virusnya menembus masuk ke reseptor, itu namanya “terinfeksi”, dan sangat mungkin menyebabkan sakit.

Logikanya, kita bisa mencegah si virus yang masih “menempel” ini supaya tidak masuk ke saluran pernafasan dalam, dengan mencuci hidung (kita juga disuruh cuci tangan pake sabun kan, supaya virus yang nempel di tangan mati).

Cairan pencucinya apa? Gak mungkin sabun dikucurin ke hidung kan? Ini ditemukan setelah drh Indro melakukan berbagai percobaan, yaitu: NaCl 0.9% atau kita bikin sendiri dari air mineral (tidak mengandung iodium) yang dicampur dengan garam non-yodium (1 liter air + 1 sendok garam krosok). [Cara cuci hidung, tonton di sini: https://www.youtube.com/watch?v=7ibDsqOfKpg]

Ketika kita dites, sangat mungkin hasilnya positif jika ada virus di tempat yang dilakukan swab (misal, hidung). Karena, alat tes hanya mendeteksi keberadaan virus, bukan sakit/tidak sakit. Makanya ada banyak kasus, tidak merasa sakit, tidak ada gejala, tapi kok hasil tesnya positif?

Kalau kita sudah melakukan cuci hidung, insyaAllah kalau dites tidak positif (karena virus yang nempel di hidung sudah dibersihkan; ibaratnya kita sudah cuci tangan). Tapi, kalau ditesnya dalam keadaan sudah terinfeksi, tentu saja akan tetap positif hasilnya.[

Pelajari juga cara membaca hasil tes PCR, pelajari makna angka-angkanya. Apalagi kalau dikasih hasil tes tanpa angka, pasien berhak minta penjelasan. Pelajari di youtube drh Indro: https://www.youtube.com/watch?v=t_CSA5vgzBY]

(2) Soal masker. Apa resiko pakai masker terus-menerus?

(3) dll.

Tonton sendiri videonya. https://www.youtube.com/watch?v=x5mXrkmh0eA

Pandemi dan Kapitalisme-Data

oleh: Raul Diego

Apa yang disebut Great Reset tidak lebih dari sekadar kampanye untuk mengubah umat manusia menjadi kumpulan data, yang dapat digunakan oleh hedge fund dan perusahaan transnasional terkuat di dunia untuk menciptakan lebih banyak keuntungan bagi diri mereka sendiri dan klien mereka.

Membangun Kembali Kapitalisme (reinvent capitalism)

Menurut Kamus Bahasa Inggris Cambridge, ekonomi adalah “sistem perdagangan dan industri dimana kekayaan suatu negara dibuat dan digunakan.” Selama beberapa abad terakhir, sistem ini didominasi oleh paradigma kapitalisme, di mana pemilik modal (kapital) swasta-lah yang mengontrol perdagangan barang dan jasa; bukan negara.

Perdagangan budak dan ekonomi perkebunan pada awal periode kolonial di Amerika adalah di antara manifestasi awal dari paradigma kapitalisme ini. Ketika itu, kaum kaya Eropa yang semula menguasai sumber-sumber alam dan ekonomi feodal digantikan oleh  gagasan John Locke tentang  kepemilikan pribadi.  Gagasan yang dilandasi dogma quasi-relijius ini kemudian menguasai teori ekonomi Barat selama tiga ratus tahun berikutnya.

Saat ini, paradigma kapitalisme telah kehabisan pembenaran moral yang selama ini diandalkan para pendukungnya.  Kebenaran telah semakin muncul, keserakahan kaum kapitalis semakin terungkap seiring dengan semakin besarnya jurang antara kekayaan dan kemiskinan. Segelintir orang menguasai kekayaan yang amat-sangat besar sementara puluhan juta orang tenggelam dalam kemiskinan dan perang memperebutkan sumber daya terus melanda di seluruh penjuru dunia.

(lebih…)

Terbit: Jurnal ICMES Vo. 4 No. 2

Artikel yang dipublikasikan dalam edisi ini:

1. Perbedaan Persepsi Turki dan North Atlantic Treaty Organization terhadap Ancaman Terorisme: Permasalahan Kurdi (Alvin Christopher Simbolon)

(lebih…)

Berikut ini beberapa artikel terbaru di web ICMES (Indonesia Center for Middle East Studies):

Industri Medis Iran di Tengah Embargo Ekonomihttps://ic-mes.org/…/industri-medis-iran-di-tengah…/

Biden dan Masa Depan Yamanhttps://ic-mes.org/politics/biden-dan-masa-depan-yaman/

Mengenali Orang-Orang Dekat Biden: Para Pendukung Peranghttps://ic-mes.org/…/mengenali-orang-orang-dekat-biden…/

Selamat Harlah NU ke-95

https://www.youtube.com/watch?v=GUFnwUygcco

Video: lagu Ya Lal Wathon, dinyanyikan oleh 28 siswa/i SMPK BPK PENABUR (Bandar Lampung, Bandung, Bogor).

Beberapa waktu yang lalu, Menkopolhukam kita, Prof. Mahfud MD, bicara soal FPI di podcastnya Deddy Corbuzier. Poin penting yang beliau sampaikan adalah bahwa ada dua jenis hukum yang harus ditegakkan oleh negara, yaitu hukum pidana dan hukum administratif. Nah, pembubaran sebuah ormas adalah wilayah hukum administratif, yang tidak perlu didahului dengan pengadilan. Jika objek hukum tidak puas, silakan gugat ke pengadilan. Di pengadilan, bisa saja “negara” kalah saat dituntut oleh warganya.

Pendapat Prof Mahfud dikritik oleh Dr. Refly Harun…. Siapa yang menang di antara adu argumen ini? Baca sendiri di web yah 🙂

https://sangkhalifah.co/prof-mahfud-md-versus-refly…/