Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionis Israel

Category Archives: Zionis Israel

Iklan

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Iklan

Kala Jurnalis Jepang Membela Palestina…

…akankah dia dituduh sebagai “Syiah” dan “membela Palestina demi kepentingan pribadi” atau “pembela teroris”? [ini adalah tuduhan yang biasa dilemparkan oleh para fans Israel asal Indonesia]

Tidak. Yang saya dapati saat dulu berkunjung ke Jepang, mereka itu santun-santun. Rasanya tidak mungkin menuduh sembarangan, apalagi mengatai “gukguk” kepada lawan debatnya [seperti kelakuan ZSM di sini].

Tapi jurnalis Jepang ini tetap mendapat kritikan, yaitu “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang melampaui peran sebagai jurnalis?”

Dia menjawab, “Identitas sebenarnya dari seorang jurnalis adalah menjadi seorang manusia.”

Untuk memahami penjajahan yang dialami Palestina, seseorang memang harus jadi manusia sejati. Hanya manusia sejati yang mampu menemukan inti/hakikat.

Manusia sejati bisa berpikir jernih, tidak terdistraksi oleh fakta parsial (yang sering disodorkan fans Israel) :

(lebih…)

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Anak-Anak Palestina

Awal musim panas di Beit Sira, sebuah desa sekitar 15 kilometer dari Ramallah, Tepi Barat. Mahmoud Rafat Badran (15) siang itu baru saja bersenang-senang di kolam renang bersama beberapa sepupunya. Mereka pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba saja, di Rute 443, seorang tentara Israel (IDF) menghujani mobil mereka dengan peluru. Mahmoud tewas dan beberapa saudaranya terluka parah. IDF kemudian merilis statemen bahwa terjadi salah tembak dan akan menyelidiki kasus ini.

Mahmoud hanya satu dari sekitar 2 juta anak-anak Palestina di Tepi Barat yang setiap hari mengalami berbagai ancaman. Menurut The Palestinian Medical Relief Society (PMRS), anak-anak di Tepi Barat sangat dibatasi mobilitasnya. Anak-anak itu harus melewati posko pemeriksaan militer yang sangat mengancam keselamatan mereka di banyak tempat saat bepergian antardesa dan antarkota.

(lebih…)

Hamas dan Buah Busuk dalam Keranjang

Pembela Israel (sebagiannya tidak mau mengaku dan berlindung di balik kata ‘netral’ atau ‘moderat’) sering menggunakan Hamas sebagai dalil bagi kesalahan Palestina.

Saat aksi demo “March of Return” (menuntut hak kembali ke tanah dan rumah yang dirampas Israel) dihadapi dengan gas air mata dan peluru mematikan (bahkan jurnalis dan paramedis pun ditembaki) oleh Israel, mereka berdalih: itu gara-gara Hamas! Yang demo itu Hamas, mereka teroris! Mereka itu dapat duit jutaan Dollar tapi berbuat kejahatan kepada orang Palestina! Kalau tidak ada Hamas, Israel tidak mungkin menyerang!”

Pengacara HAM Palestina, Noura Erekat ketika diwawancarai media AS, CBC News, berkata, “Jika kita terus melihat Hamas sebagai sumber masalah, artinya kita men-dehumanisasi [menganggap bukan manusia] bangsa Palestina yang sudah melakukan demo melawan Israel selama 70 tahun, sejak belum didirikannya Hamas.”[1]

Supaya orang Indonesia lebih mudah membayangkan situasinya: apa yang Anda bayangkan soal pejuang kemerdekaan kita dulu? Heroisme para pejuang, kan? Terbayang gak, kalau di antara para pejuang kemerdekaan itu ada orang-orang yang brengsek? Ah, rasanya gak mungkin!

(lebih…)

Semakin Pudarnya Kekuatan Hasbara

Hari Ahad yang lalu (15 Juli), delapan pemuda Yahudi-Amerika yang mengikuti program Birthright [tur gratis ke Israel], membelot dari rombongan. Seseorang dari mereka menyampaikan alasan, “…Ini adalah kesempatan yang nyata, dan jarang, buat kita untuk mendengar dan mempelajari, dan untuk berpihak melawan penjajahan yang tiada henti dan [berjuang] untuk kemerdekaan dan kesetaraan.”

Mereka kemudian, dengan didampingi aktivis Israel pro-Palestina, mengunjungi rumah keluarga Sumreen di Jerusalem timur, yang sejak awal 90-an sudah berkali-kali mengalami upaya pengusiran dari aparat dengan alasan bahwa tanah dan rumah mereka sudah dikuasai oleh the Jewish National Fund dan Ir David Foundation.

Mereka juga berkunjung ke Hebron. Di sana, para pemukim Yahudi melontarkan kata-kata kasar kepada mereka. Seorang anak Yahudi bahkan melempari mereka dengan cat. Tentara Israel yang ada di sekitar kejadian itu diam saja, menyaksikan para pemuda Yahudi-AS dan para aktivis perdamaian Israel itu diintimidasi oleh orang-orang Yahudi pro-Zionis [lihat: ada 2 jenis Yahudi dalam kalimat ini].

Hanya dua pekan sebelumnya, lima pemuda Yahudi-AS yang juga peserta Birthright membelot dan mendatangi wilayah Palestina untuk melihat sendiri bagaimana kehidupan warga Palestina di bawah penjajahan Israel. Saat akan turun dari bis, mereka ditakut-takuti oleh anggota rombongan yang lain, antara lain, “Nanti kalian dibunuh orang Arab! Nanti kalian diperkosa!”

(lebih…)

Kesamaan Antara ZSM dengan ISIS/Al Qaida

Sebuah video disebar luas oleh ZSM (dan fans Israel di berbagai negara) untuk menutupi kejahatan Israel di Gaza (tentara Israel membunuhi para demonstran yang menuntut hak kembali ke rumah-rumah mereka yang dirampas Israel).

Dalam video itu terlihat mayat-mayat bergerak. Kata ZSM: “Inilah akting orang-orang Palestina, ngaku-ngaku korban tentara Israel, padahal cuma pura-pura mati.”

Dan.. tak butuh waktu lama, ketahuan itu HOAX.

Video ini aslinya tahun 2013, aksi demo mahasiswa Al Azhar yang protes di dalam kampus. (https://www.youtube.com/watch?v=bJhYaF-xxOo)

Dan video yang sama sudah pernah diviralkan oleh fans Israel tahun 2014 (ketika itu Israel membantai 2200 orang Palestina dan melukai ribuan lainnya), dengan narasi sama: orang Palestina pura-pura mati.

Saya sudah tulis berkali-kali, kesamaan antara fans Israel dan fans ISIS/Al Qaida adalah: sama-sama suka menjustifikasi kejahatan kemanusiaan dengan (1) hoax (2) ayat Kitab Suci dengan tafsiran semau mereka.

Para “jihadis” berangkat ke Suriah berbekal info-info hoax mengenai “saudara-saudara Sunni dibantai Syiah”.

Para ZSM menjustifikasi kejahatan Israel dengan menyebar hoax: yang dibunuh tentara Israel itu TERORIS! Bahkan Ibu Menlu RI yang mengecam kekerasan tentara Israel pun dikatain mendukung teroris oleh seleb ZSM.

Bila pejuang yang berusaha memerdekakan tanah air mereka sebut teroris, bagaimana dengan para pahlawan kita dulu yang berjuang melawan Belanda? Oh, mereka dulu juga dihina sebagai teroris/ekstrimis, termasuk oleh orang-orang Indonesia yang jadi anteknya Belanda.

(lebih…)

Tragedi Hari Tanah 2018

demo palestina 30 Maret 2018

Demo Aksi Tanah 30/3/18  bertepatan dengan hari Jumat Agung (sumber foto)

Setiap tanggal 30 Maret, warga Palestina memperingati Land Day (Hari Tanah). Sejarahnya, pada 30 Maret 1976 para petani Arab [yang terjebak jadi warga Israel pasca 1948] melakukan aksi protes damai (tanpa senjata) atas rencana perampasan tanah mereka di Galilea oleh Israel, seluas 2.000 hektar. Enam orang Arab tewas ditembak tentara dalam aksi itu.

Sejak itu, warga Palestina menggelar aksi demo pada Hari Tanah, sebagai bentuk protes dan kemarahan mereka atas perampasan tanah mereka yang sudah terjadi sejak 1948. Dalam demo tahun ini, para aktivis sudah menyatakan mereka tidak akan melakukan kekerasan. Namun tentara Israel (IDF) tetap menyiapkan ratusan sniper (penembak jitu) di berbagai lokasi. Dengan darah dingin, IDF menembaki demonstran. 16 orang gugur, 1.500 lainnya terluka.

Adakah seruan “Netanyahu Must Go” dari politisi Barat, media Barat, atau ZSM Indonesia?

Tentu tidak. Yang ada, mereka akan kembali menyalahkan orang Palestina dengan sederet logika cacat (falasi) dan tuduhan palsu.

Di fanpage ini, saya sudah menjawab falasi para pembela Israel itu dengan menggunakan ilmu logika (mantiq). Ini file yang sudah dikumpulkan jadi satu, silahkan di-donwload:
http://ic-mes.org/wp-content/uploads/2017/08/PALESTINA-ADALAH-KITA.pdf

 

Yahudi Amerika-lah yang Mendorong AS untuk Berperang Lawan Iran

Obama-AIPAC

Presiden Barack Obama dan Presiden AIPAC Lee Rosenberg di Konvensi AIPAC di Washington (Mei 2011)

Ada yang bilang: AS itu terlibat di Timteng karena memandang Iran sebagai ancaman keselamatan mereka, karena Iran negara ‘evil’, punya nuklir, dst. Jadi, bukan karena menginginkan minyak. Saya pun teringat pada tulisan dari Philip Giraldi ini.

Philip adalah mantan pejabat CIA yang bertugas lebih dari 20 tahun di Eropa dan Timur Tengah di bidang terorisme. Selama 14 tahun, dia menjadi pakar terkemuka di “The American Conservative” (TAC). Tapi setelah menulis artikel yang satu ini (dimuat di unz.com), dia langsung dipecat pihak TAC via telpon.

Saya terjemahkan sebagian ya, soalnya panjang. Tapi segini saja sudah kelihatan kok, ini orang AS sendiri yang nulis, yang menjelaskan bahwa mitos “ancaman Iran” itu dihembus-hembuskan oleh Yahudi Amerika dan merekalah yang selalu mendorong AS untuk berperang melawan Iran.

(lebih…)

Jawaban untuk Pembela Israel (File PDF)

palestine-oppressionMenyusul bentrokan, aksi kekerasan, dan tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap warga Palestina di kawasan Al Aqsha pada Juli 2017, Direktur ICMES, Dr. Dina Y. Sulaeman menulis serangkaian tulisan mengenai konflik Palestina-Israel di laman Fanpage-nya.

Berikut ini kompilasi tulisan tersebut, yang isinya adalah membongkar cacat logika (falasi) para pembela Israel, mengupas sejarah konflik, serta mengajukan solusi yang mungkin diambil, dengan berbasis data dan perspektif studi HI (bukan berdasarkan klaim teologis).

Silahkan unduh file-nya di sini: PALESTINA ADALAH KITA

Simak juga wawancara Dr. Dina Y. Sulaeman dengan Metro TV mengenai konflik ini.