Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionisme

Category Archives: Zionisme

Tentang Palestina (4b): Dimana Jalan Keluar?

women in black

Women in Black (baca ket. foto di bawah)

Setelah sebelumnya saya paparkan opsi yang ada (one state solution, dan two state solution), masyarakat sipil antiperang dan pembela rakyat tertindas bisa melakukan diseminasi ide. Artinya, setelah ‘ajek’ mikirnya, Anda bisa bersuara dengan tegas. Jangan ragu dan mudah digoyahkan oleh argumen-argumen para pembela Israel yang seolah intelek, padahal penuh falasi (jadi, pelajari juga baik-baik seri Falasi Logika Para Pembela Israel).

(2) Melakukan Aksi Boikot

Tentu saja, akan banyak yang nyinyir mendengar ide ini. Biasanya seperti kaset rusak mereka akan mengulang-ulang kalimat ini: “Lu aja fesbukan, itu kan buatan Yahudi?! Sana hidup sama onta aja!”  Nanti akan terjawab di akhir tulisan ini.

(lebih…)

Makelar Perang: Bernard Henry Levy

 

levy

BHL dan milisi bersenjata Libya

Dalam setiap perang, selalu ada ‘pembisik’ yang membisiki dan mendorong para elit/pengambil keputusan untuk mengobarkan perang. Beberapa tahun ini terakhir, para pembisik alias makelar perang ini mulai narsis, dan menunjukkan perannya secara terang-terangan. Di antaranya adalah seorang (mengaku) filsuf bernama Bernard Henry Levy (BHL).

Ia adalah pria keturunan Yahudi yang lahir di Aljazair pada tahun 1948 namun dibesarkan di Prancis. Penampilannya yang mahal membuatnya tampak lebih mirip selebritis, atau James Bond yang dengan gagah berani terjun ke daerah berbahaya. Dalam film dokumenter berjudul ‘The Oath of Tobruk’ yang disutradarai dan dibintanginya sendiri, BHL menampilkan dirinya sebagai sosok yang memainkan peran penting dalam me-lobby para pemimpin negara-negara Barat untuk menggulingkan Qaddafi.

(lebih…)

Perempuan Israel

Copas status FB

peledSeorang profesor perempuan Israel bernama Nurit Peled Elhanan aktif menyuarakan penghentian pendudukan Palestina sejak putrinya, Smadar, 13 tahun, tewas akibat bom bunuh diri di Jerusalem, September 1997. Alih-alih membenci orang Palestina, justru muncul kesadaran dalam diri Elhanan, bahwa berbagai kekerasan yang terjadi di Palestina-Israel bersumber dari pendudukan dan kebrutalan militer Zionis sendiri.

Pada 2007, dia pernah berpidato yang isinya menggetarkan, dan membuktikan bahwa semua manusia sudah dikaruniai fitrah yang sama oleh Tuhan, fitrah kemanusiaan dan kasih-sayang. Namun kemudian faktor-faktor eksternal (antara lain, pendidikan yang salah) menutupi fitrah dalam diri sebagian orang sehingga menjelma menjadi makhluk-makhluk yang kejam.

Berikut terjemahannya, saya salin dari buku saya, Ahmadinejad on Palestine.

(lebih…)

Argumen Ganjil Soal Suriah (2)

2. Perhatian dialog berikut ini, dialog semacam ini sering terjadi di media sosial.

Debat Soal Jihad Syria

A: Pejuang di Syria itu sedang berjihad untuk menumbangkan rezim Assad yang zalim dan kafir. Masak kamu gak setuju sama mereka? Kamu ini muslim apa bukan?

B: Ya deh, kalau memang benar Bashar Assad itu zalim, memang harus digulingkan. Tapi kok mujahidin meledakkan bom-bom di tempat publik? Apa itu bukan terorisme?

A: Tentara Assad itu kan kejam dan brutal banget! Ya harus dilawan dengan keras dong!

B: Kalau yang kejam tentara, kok bom diledakkan di universitas, di pom bensin, di wilayah penduduk dan dekat sekolahan, di masjid, bahkan di jalan yang dilalui konvoi pasukan perdamaian PBB? Ini terorisme kan?

A: Kalau mujahidin dibilang teroris, emangnya Assad bukan teroris gituh? Selama 40 tahun pejuang Sunni di Syria ditangkapi dan dibunuh, apa itu bukan teroris?

(lebih…)

Strategi Zionis = Takfiri?

Jack Bernstein adalah seorang Yahudi yang mengkritik Zionisme. Dia mengungkap taktik Zionist dalam membungkam orang-orang yang mengkritik mereka. Setelah 30 tahun berlalu, kata-katanya masih terbukti kebenarannya. Jack dibunuh tak lama setelah menulis kata-kata berikut ini di dalam bukunya ‘The Life of an American Jew in Racist Marxist Israel’ :

“Saya sangat menyadari taktikmu, saudara Zionis-ku, yang kaupakai untuk membungkam siapa saja yang berupaya untuk mengungkap tindakan subversifmu. Jika orang itu non-Yahudi, maka kau berteriak ‘Kamu ini anti-Semit!”, yang tidak lebih dari upaya menutup-nutupi aksimu. Tapi, jika yang mengungkapkan kejahatanmu adalah orang Yahudi, maka kau ubah taktikmu. Pertama, kau mengabaikannya, berharap informasi yang diungkapkan itu tidak tersebar luas. Jika informasi itu semakin tersebar, kamu mencemooh informasi itu dan orang yang memberi informasi itu. Jika tidak berhasil juga, langkahmu selanjutnya adalah membunuh karakternya. Jika si penulis atau si pembicara itu tidak terlibat dalam skandal apapun, maka kau membuat skandal palsu untuk melawan orang-orang itu. Jika tidak berhasil juga, maka kau pun melakukan serangan fisik. Tapi, kau TIDAK PERNAH mencoba untuk membuktikan bahwa informasi itu bohong.”

jack

Tidakkah taktik Zionis ini mirip dengan takfiri? Saat ada sesama muslim yang mencoba mengungkapkan kebohongan yang mereka lakukan dan mengingatkan publik tentang bahaya sikap takfiri, dengan segera mereka berteriak-teriak, “Syiah… Syiah..!” Mereka tidak mampu memberikan argumen bantahan selain hanya berteriak “Jangan percaya orang ini, orang ini Syiah!”
Kalau masih belum mempan juga, mereka pun mengancam untuk melakukan serangan fisik…

Sumber: https://www.facebook.com/BeritaHarianSuriah

Sumber foto: https://www.facebook.com/UniteAgainstZionism

(lebih…)

Palestina dan Dr Jose

Sebelum ‘ribut-ribut’ soal Suriah, saya hanya ‘kenal nama’ saja dengan Dr. Joserizal. Beliau relawan MER-C yang aktif memberikan pertolongan kemanusiaan di berbagai wilayah konflik dan bencana, terutama Palestina. Ketika saya mulai sering disudutkan gara-gara bersuara melawan mainstream soal Suriah, saya mendapatkan tulisan beliau ‘Mengapa Harus Suriah‘ dan saya posting ulang di blog ini. Lalu, ketika saya selesai menulis buku Prahara Suriah, saya mengontak beliau via FB dan meminta endorsment dari beliau, alhamdulillah bersedia.

Lalu tiba-tiba, sebuah situs penebar kebencian menyebut Dr Joserizal Syiah, hanya gara-gara pendapat beliau soal Suriah. Saya spontan nulis status di FB membela beliau. Bukan apa-apa, saya sangat sadar bahwa fitnah terhadap Dr Jose sangat melemahkan upaya penggalangan bantuan untuk rakyat Palestina. Waktu itu, sudah ada yang bikin blog fitnahan terhadap saya. Foto saya, suami, dan anak-anak secara illegal ditaruh di blog itu dan dijelek-jelekkan. Tapi, saya pikir, saya toh ibu RT biasa. Kalau karakter saya dibunuh sedemikian rupa, sebenarnya ga banyak ‘rugi’. Emangnya siapa gue, gitu loh? Tapi, kalau Dr Jose yang merupakan tokoh penting perjuangan kita melawan Israel (lewat misi kemanusiaan), efeknya akan sangat besar.

Beberapa waktu yll, di FB, seorang wartawan (Hendi Jo) menulis status (karena dishare utk publik, saya pikir tidak salah bila saya copas di sini):

Beberapa hari lalu saya bertemu dengan dr.Joserizal Jurnalis di RS. Siaga, Pasar Minggu, niat ingin wawancara tapi jadi ngobrol-ngobrol santai ngalor ngidul. Saat saya tanya tentang tuduhan ia sudah menjadi Syiah sekarang, ia hanya tertawa saja.”Ya tuduhan itu membuat saya banyak kehilangan kawan, tapi ga apa-apa. Toh, saya yakin mereka tau siapa saya bahkan sejak dulu. Saya hanya ingin berdiri di tengah sekaligus memberitahukan bahwa apa yang saat ini kita tengah hadapi adalah murni soal politik bukan soal agama. Saya tak akan mati untuk mazhab atau organisasi. Kalau MER-C pun ternyata ke depannya tidak benar, bubarkan saja. Kan gampang?”

Subhanallah, sikap dan kalimatnya yang sedemikian tawakal dan positive thinking, memberi semangat ke saya yang sempat down gara-gara berbagai intimidasi ke saya. Iya ya.. emang saya rugi apa sih difitnah dan dijelek2in sedemikian parah oleh banyak orang begitu? Karir? Gw kaga punya karir pun.. *logat Upin Ipin* Uang..? Lha, emang itu media online, FB-er dan blogger yang menjelek-jelekkan saya itu selama ini ngasih duit gitu, ke saya? Bahkan yang remove-remove saya di FB itu aslinya juga tidak saya kenal. Yang memberi rizki itu Allah kok. Keselamatan? Saya sangat yakin, Allah akan melindungi saya sekeluarga. Laa hawlaa wa laa quwwata illaa billaah…

Dan, baru saja saya menonton video paparan Dr Jose soal konflik Timteng. Bagus sekali cara beliau memaparkan. Ini pertama kali saya menyaksikan beliau bicara.

(lebih…)

Kekuatan Blogger

Baru saja saya membaca tulisan seorang blogger yang sepertinya baru belajar ngeblog. Dia menuliskan rasa bangganya karena jumlah kunjungannya meningkat drastis. Yang membuat miris, sesuai yang diakuinya sendiri dengan penuh bangga, traffic blognya naik berkat tulisannya yang “menganalisis” seorang blogger lainnya, yaitu Dina Y. Sulaeman. Ckckckck… Luar biasa, dia menghabiskan waktu dan energi untuk memikirkan keimanan saya, mengira-ngira (atau dalam versi dia : ‘menganalisis’) apakah saya ini Syiah atau bukan, lalu menuliskannya. Dan dia bangga bisa menarik pengunjung dengan cara memfitnah orang lain.  Masya Allah, laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah.

Ada blog lain lagi, yang anonim, tapi akhirnya saya tahu, penulisnya seorang dosen Unand bergelar Lc (artinya ngerti agama dong ya). Kalau ini sih bukan “menganalisis” lagi, tapi sudah menyerukan serangan fisik ke saya, karena tulisan saya (yang dituduhnya Syiah sesat) konon sudah “membuat fitnah soal senjata kimia di Suriah”. Sekali lagi, masya Allah… laa hawlaa walaa quwwata illaa billaah. (Eh, saya dapat info juga, ternyata si dosen blogger ini aktif mengumpulkan dana masyarakat untuk mujahidin Suriah. Begitu saya dapat info ini, langsung deh saya bilang ‘Ooooo..panteeeessss… ” You know what I mean?). Dan suer, saya sama sekali tidak mencari-cari atau mikirin blog ancaman ini dengan seksama, tapi info-info berdatangan begitu saja dari teman-teman saya (bahkan saya sampai tahu alamat rumah si dosen pengancam ini, insya Allah akan saya serahkan kepada polisi bila terjadi apa-apa atas diri saya).

Saya tidak akan membuat tulisan bantahan atas tulisan mereka. Toh semua isi pikiran saya sudah saya tuangkan di blog ini. Silahkan saja dibaca dan dibandingkan argumen-argumennya. Dan, yang jadi korban seperti saya ini juga bukan cuma saya. Ada teman blogger saya yang juga mengalami intimidasi serupa (bahkan lebih parah lagi), hanya gara-gara beliau selalu memberikan pengimbangan informasi. Yang disuarakan teman blogger saya ini sama dengan saya: konflik sektarian (adu domba sesama muslim) adalah strategi yang dimainkan Zionis Israel untuk melemahkan kaum muslimin. Buktinya jelas kan: perhatian terhadap Palestina sekarang sangat jauh berkurang. Semua energi dan fokus kaum muslimin berusaha dialihkan untuk membantu penggulingan Assad. Bahkan relawan yang aktif membantu perjuangan Palestina, Dr Joserizal dari MER-C pun dituduh Syiah hanya gara-gara menyuarakan hal serupa.

Saya hanya ingin menyoroti, bahwa ternyata nulis di blog itu memiliki kekuatan. Makanya seorang ibu rumah tangga kayak saya, yang ga punya karir apapun selain karir sebagai pengurus rumah tangga, ternyata membuat sebagian pihak takut dan melancarkan berbagai intimidasi.

(lebih…)

Teori Konspirasi ala PKS

Dina Y. Sulaeman*

190398_lutfi-hasan-ishaqq-di-tahan-kpk_663_382Kata ‘konspirasi’ yang dipakai PKS untuk membela diri menjadi bahan olok-olok banyak pihak. Parahnya, olok-olok itu sedemikian meluas sehingga malah berpotensi munculnya antipati terhadap berbagai analisis politik internasional yang ingin menunjukkan bahwa Zionis adalah musuh bersama umat manusia (tidak hanya muslim). Padahal, analisis politik seperti ini tidak hanya ditulis muslim, tetapi juga oleh akademisi non muslim dari Barat, bahkan termasuk oleh professor HI dari AS.

Karena itu saya ingin meluruskan apa itu sebenarnya teori konspirasi. Kapan kita bisa menertawakan orang yang ujug-ujug berlindung di balik kata konspirasi, kapan kita memang harus menggunakan teori konspirasi untuk menjelaskan sesuatu hal yang masih remang-remang?

 

Saya mendapatkan definisi ini dari Direktur Eksekutif GFI, Hendrajit:
Teori konspirasi menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia. Dari urusan politik sampai makanan.

Benarkah ada yang disebut konspirasi itu? Tentu saja ada dan kita mendapatinya dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya, main sabun dalam pertandingan sepakbola. Dua tim di balik layar bersepakat untuk mengatur skor pertandingan demi keuntungan mereka di babak pertandingan selanjutnya. Dalam situasi ini, sulit dibuktikan secara hukum positif (mereka tidak akan mengaku/mengiyakan), tetapi indikasinya sedemikian jelas sehingga publik bisa menilai mereka main sabun (dan FIFA pun bisa memberi sanksi). Inilah yang disebut konspirasi.

(lebih…)

PKS Akhirnya Mendapat Pelajaran

190398_lutfi-hasan-ishaqq-di-tahan-kpk_663_382

PKS, AKHIRNYA DAPAT PELAJARAN

Oleh:  Cahyono Adi

Sudah nonton film “2012” yang pernah menghebohan dunia itu?

Dalam satu adegan diperlihatkan beberapa orang Arab yang bersiap-siap masuk ke dalam “Perahu Nuh” yang telah dipersiapkan untuk menyelamatkan segolongan kecil manusia dari kepunahan akibat kiamat yang terjadi pada tahun 2012. Narasi dalam film menyebutkan bahwa orang-orang Arab itu adalah “manusia-manusia bodoh” yang termasuk golongan yang diselamatkan hanya karena kekayaan mereka yang dibutuhkan.

Itulah “cara pandang” para zionis terhadap orang-orang yang mengidentifikasikan diri dengan agama Islam, yaitu selalu dianggap rendah meski tergabung dalam satu koalisi. Lihatlah bagaimana zionis mempermalukan pemimpin Palestina Yasser Arafat bahkan akhirnya membunuhnya dengan racun, meski yang berangkutan telah mencoba kooperatif dengan Israel. Atau lihatlah bagaimana pemimpin-pemimpin negara Islam dicampakkan begitu saja, meski sebelumnya mereka adalah sekutu setia Amerika, termasuk Saddam Hussein atau Husni Mubarak.

Maka ketika PKS memutuskan untuk menjadi bagian dari koalisi pemerintahan SBY-Budiono tahun 2009 lalu, saat itu juga saya sudah memperkirakan bahwa PKS bakal dipermalukan oleh SBY-Budiono.

PKS sebenarnya telah dipermalukan SBY ketika SBY mengurangi jatah menteri asal partai ini dari 4 menjadi 3 karena berbeda sikap dengan SBY dalam kasus Skandal Century dan Skandal Pajak. Di sisi lain SBY sama sekali tidak “menyentuh” anggota koalisi lain yang berbeda sikap dengan SBY dalam kedua kasus tersebut, yaitu Golkar.

(lebih…)

Syria: Pencitraan Baru SBY?

Dina Y. Sulaeman*

Presiden SBY baru saja membuat sebuah pernyataan yang kontroversial. Seperti diberitakan Republika (7/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar Presiden Suriah Bashar al-Assad mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan SBY ini disampaikan dalam pertemuan dengan ahli tafsir asal Suriah, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni, di Istana Presiden Bogor.

Dari sisi etika diplomasi, pernyataan seperti ini keluar dari mulut seorang presiden, sungguh sebuah pernyataan yang sangat serius. Buat negara-negara Barat, yang sangat terbiasa mengabaikan etika diplomasi, hal ini memang biasa. Tapi, buat SBY yang selama ini selalu ‘hati-hati’ dalam memberikan pernyataan, ini jelas luar biasa. Bahkan terhadap Israel yang sudah terbukti brutal pun, SBY tidak pernah menuntut agar Rezim Zionis dibubarkan dan digantikan oleh rezim yang demokratis. Lalu mengapa terhadap Assad, SBY bertindak demikian?

Sebelumnya Menlu Marty Natalegawa, yang pastinya lebih paham diplomasi, sudah mengeluarkan pernyataan standar diplomatik, “Terkait dengan perlu tidaknya Assad mundur, Indonesia berpendapat, oposisi dan rezim perlu bertemu agar proses politik bisa berjalan terlebih dahulu.” (Kompas 5 /1/2013).

(lebih…)