Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionisme

Category Archives: Zionisme

Israel Kembali Serang Damaskus

Terjemahan berita:
Ledakan terdengar di langit di atas Damaskus ketika sistem pertahanan udara Suriah menanggapi serangan yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.

Ibukota Suriah dan daerah sekitarnya sering mendapat serangan udara, dan menyebutnya sebagai serangan Israel. Tel Aviv jarang mengakui serangan militernya ke Suriah, tetapi serangan kali ini IDF dengan cepat mengkonfirmasi serangan itu.

Komando Umum Angkatan Darat Suriah pada Sabtu lalu memperingatkan bahwa setiap pelanggaran wilayah udara Suriah akan direspon secara militer dan setiap pesawat yang melakukan hal itu akan dianggap sebagai “target musuh.”

Namun, serangan terbaru datang dari luar wilayah udara
Suriah, yaitu dengan rudal yang datang dari arah Dataran Tinggi Golan.

Terakhir kali Tel Aviv menghujani Damaskus dengan rudal adalah 10 hari yang lalu. Serangan lain terjadi pada 6 Februari yang membahayakan nyawa 172 penumpang dan awak kapal Airbus A320 penerbangan Teheran-Damaskus.
[pesawat tempur Israel terbang berlindung di balik pesawat sipil sehingga nyaris saja pesawat sipil itu ditembak].

https://www.rt.com/…/481528-syria-defense-missiles-damascus/

Ikhwanul Muslimin dan Amnesia Soal Syiah

Histeria para pendukung Erdogan di video yang kemarin saya share link-nya sungguh membuat saya ‘takjub’. Luar biasa fanatisme dan pengkultusan mereka pada sosok Erdogan. Mereka ngamuk dan marah luar biasa karena di video itu ditunjukkan bukti-bukti digital hubungan ‘mesra’ Erdogan dan Israel. Padahal sumber video itu adalah Al Arabiya (milik Arab Saudi) dan Al Ain (milik Uni Emirat Arab). Sebagian besar, marahnya dengan memaki-maki “Syiah”. Lho, emangnya Al Arabiya dan Al Ain itu televisinya Iran? [1]. Televisi Mesir juga ikut mengungkap kerjasama Erdogan-Israel [2]. Tapi mereka juga ngamuk dengan memaki Syiah. Sejak kapan Mesir jadi Syiah?

Saya akan cerita secara singkat latar belakang dari fenomena ini.

Begini, para pemuja fanatik Erdogan ini umumnya orang-orang Ikhwanul Muslimin (IM). IM berjejaring secara transnasional, mereka ada di berbagai negara. Di sebagian negara, mereka sukses menyebarkan pengaruh dan membuat partai. Di Indonesia mereka berhasil membuat PKS. Tapi kini sesama PKS juga berantem, kabarnya bakal ada partai “PKS Perjuangan”.

Di Turki, ada “Partai Keadilan dan Pembangunan” (AKP) yang dipimpin Erdogan. Awalnya, AKP sering mengaku pro Barat dan pro ekonomi liberal (bertahun-tahun berusaha masuk ke dalam Uni Eropa); tapi di saat yang sama memberikan banyak dukungan kepada aktivitas IM. Sejak Erdogan mengadu peruntungannya dengan mendukung penggulingan Bashar Al Assad, warna IM di AKP semakin terkuak.

(lebih…)

Gelembung Sabun dari Utara

Pidato Assad beberapa hari yll, menyusul kemenangan atas front terakhir para teroris di kawasan seputar Aleppo (sebagian petempurnya berasal dari Uighur, menurut anggota parlemen Suriah asal Aleppo, Fares Shehabi), menggunakan kata “gelembung suara kosong dari utara”.

Yang paham bahasa Arab atau Inggris akan bisa menangkap bahwa Assad selama ini, setiap diwawancara televisi atau berpidato, selalu menggunakan bahasa yang halus dan tertata rapi, dengan suara yang rendah (tidak meledak-ledak).

Di awal konflik, Hamas yang yang bertahun-tahun diberi perlindungan (diberi kantor di Damaskus, disuplai logistik) justru berkhianat. Sebelum perang, ada lebih dari setengah juta pengungsi Palestina di Suriah (data UNRWA), mereka dilayani sama seperti warga asli. Hamas mendukung penggulingan Assad dan bergabung dengan milisi teror. Alasannya, karena Hamas lebih memilih bergabung dengan sesama Ikhwanul Muslimin, daripada bergabung dengan poros resistensi anti-Israel. Ironis, padahal Palestina sedang dijajah Israel. [Tapi sekarang Hamas sudah ‘tobat’ dan kembali gabung ke poros resistensi.]

(lebih…)

PM Mahathir dan Menhan Sabu

Pagi ini saya membaca sebuah berita menarik. PM Mahathir ternyata pernah bilang sama Trump, “Lo mundur aja deh, supaya negeri lo selamet.”

Pernyataan itu diberikan Mahathir sebagai respon atas “Deal of The Century” yang sebenarnya tak lain dari “pengesahan atas penjajahan yang lebih luas di Palestina oleh Israel”.

Dalam pertemuan Liga Arab yang khusus membahas kasus ini, PM Mahathir bilang, “Kesepakatan ini hanya akan mendatangkan lebih banyak konflik di kawasan dan akan memunculkan kebencian/konflik di tengah miliaran manusia di seluruh dunia.” [1]

Kalimat PM Mahathir ini ‘dalam’ banget. Apa hubungan penjajahan Israel dengan konflik di seluruh dunia? Saya sudah pernah bahas dalam tulisan berjudul “Palestina adalah Kita”. [2]

Tapi sebenarnya ada penjelasan lain soal ini, yang disampaikan Menteri Pertahanan Malaysia, Haji Mohamad bin Sabu. Saat itu beliau bicara dalam forum diskusi “Harapan Baru Dunia Islam: Meneguhkan Hubungan Indonesia – Malaysia” di Aula Gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

(lebih…)

Palestina adalah Kita

Frasa ‘Palestina adalah Kita’ saya ambil dari tulisan Gilad Atzmon, seorang penulis Yahudi yang lahir dan besar di Israel. Di masa dewasanya, ia menyadari kejahatan Israel terhadap bangsa Palestina dan memilih pergi keluar, tinggal di Inggris, lalu aktif menulis mengkritik Israel dan membela Palestina. Dia bahkan menyebut diri sebagai orang Palestina. “Saya seorang Palestina yang berbahasa Ibrani,” kata Gilad kepada saya, saat kami berjumpa di Bandung tahun 2017.

Yang ingin saya ceritakan di sini adalah penjelasan Gilad mengenai politik identitas yang digunakan oleh elit Yahudi-Zionis untuk kepentingan mereka. Kata Gilad, orang Yahudi dibentuk untuk lebih ‘merasa sebagai Yahudi’, dibanding ‘merasa sebagai yang lain’. Jadi, mereka akan lebih membela ke-Yahudi-an dibanding negara tempat mereka tinggal. Ini yang ngomong orang Yahudi sendiri ya, bukan saya. [1]

(lebih…)

Troll Israel

Di berita tahun 2013 ini disebutkan: Kantor Perdana Menteri Israel memiliki rencana jangka panjang untuk memanfaatkan pelajar dan pendukung Israel lainnya di SELURUH DUNIA dalam upaya membela Israel di media sosial.

Program ini juga melibatkan pemberian beasiswa untuk mahasiswa lokal yang akan menyebarkan pesan tentang Israel di media interaktif, serta pengkoordinasian upaya media sosial dengan organisasi Yahudi, kelompok Facebook dan dengan kelompok mahasiswa pro-Israel di seluruh dunia.

**

(lebih…)

Di video ini terlihat, pada KTT 2008 di Paris, di antara semua pemimpin negara-negara Arab yang hadir, HANYA Presiden Assad yang dengan tegas menghindari bersalaman dengan PM Israel Ehud Olmert.

Pemimpin negara-negara Arab yang menggenggam tangan rezim penjajah itulah yang hari ini menjual Palestina.

Sementara itu, Suriah harus membayar mahal [diperangi habis-habisan oleh proxy Arab-Israel] atas pilihannya melawan Israel.

Suriah yang dipimpin oleh Presiden Assad adalah tulang punggung utama perlawanan Palestina dan Lebanon terhadap Israel.

Para pengkhianat Damaskus tidak akan membela Yerusalem [Palestina].

https://web.facebook.com/hadi.nasrallah.77/videos/10158229743539905/?t=101

[Vlog] Narasi Palestina

Ini semacam visualisasi dari status saya sebelumnya yang judulnya “Deal of the Century” [1].

Bagaimana awalnya Resolusi PBB 181 semena-mena membagi dua wilayah Palestina, setengahnya diberikan ke Yahudi untuk didirikan negara Israel dan penghuninya diimpor dari berbagai negara; sampai hari ini, dimana jutaan warga Palestina harus hidup berdesakan di kamp-kamp pengungsian.

Btw, ini vlog pertama saya dan ternyata ga mudah bisa bikin vlog kayak gini.. butuh waktu lama.

Harap maklum kalau masih kaku ngomongnya yah.. ini voice over-nya juga udah diulang belasan kali


[1] https://dinasulaeman.wordpress.com/2020/01/29/deal-of-the-century/

Tepi Barat

Tepi Barat oleh PBB (tahun 1947) didesain untuk menjadi wilayah bagi negara Palestina. Kini, “pemerintahan” Palestina sudah terbentuk (disebut Otoritas Palestina) di Tepi Barat, tapi secara de facto, mereka tidak punya kekuasaan apa-apa atas wilayah dan warganya.

Tahun 2006, setelah dilakukan proses pemilu yang sangat demokratis [ada pengawas internasional], Hamas menang. Tapi Israel meresponnya dengan memblokade Gaza. Hingga hari ini, warga Gaza “dipenjara”, arus keluar masuk orang dan barang sangat terbatas; secara berkala Israel membombardir Gaza, menghancurkan infrastruktur dan membantai puluhan ribu orang.

Sementara itu, di Tepi Barat, hampir setiap hari selalu terjadi perampasan rumah-rumah warga Palestina, lalu di atasnya dibangun permukiman khusus Yahudi. Yang menghuni adalah Yahudi dari berbagai penjuru dunia. Dalam “Deal of the Century” Trump, permukiman illegal itu dilegalisasi dan Palestina diminta untuk “mengikhlaskan” saja.

Mengapa kaum Yahudi dari berbagai penjuru dunia itu mau datang ke Israel? Karena didoktrinkan kepada mereka: Israel adalah tanah yang dijanjikan Tuhan untuk mereka.

(lebih…)

Deal of The Century

Singkat saja. Trump kemarin merilis “rencana perdamaian” Palestina-Israel yang disebutnya “kesepakatan abad ini”. Rencana ini tidak masuk akal dan tidak akan bisa berjalan karena:

1. Dalam resolusi konflik, mediator seharusnya pihak yang netral. Tapi dari cuitan Trump ini, jelas sekali dia ada di pihak Israel. Dia menulis, “Saya akan selalu berdiri bersama Israel dan orang-orang Yahudi. Saya sangat mendukung keselamatan dan keamanan mereka dan hak mereka untuk hidup di tanah air bersejarah mereka. Saatnya damai!”

2. Palestina-Israel sesungguhnya bukanlah KONFLIK. Kita menyebut “konflik” jika terjadi antara dua pihak yang kurang-lebih setara kekuatannya. Sementara itu, yang terjadi di Palestina adalah PENJAJAHAN atau pendudukan atas tanah Palestina, oleh orang Israel. Karena itu, yang dibutuhkan bukan mediator tapi penegakan hukum internasional; penegakan keadilan. Selain itu, dalam kondisi terjajah, sebuah bangsa berhak untuk angkat senjata melawan penjajahnya.

Hanya AS, Israel, dan ZSM yang bilang pejuang Palestina adalah teroris.

(lebih…)