Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionisme (Laman 2)

Category Archives: Zionisme

Iklan

(Lagi-Lagi) Ada Israel di Balik Venezuela

Ada berita yang dirilis media Israel sekitar 2 hari yll (dan sudah diberitakan ulang oleh MSM, dan diterjemahkan oleh media-media di Indonesia): “presiden jadi-jadian” Venezuela, Juan Guaido menyatakan akan ‘menstabilkan kembali hubungan Venezuela-Israel’. Israel, yang mengaku negara paling demokratis di Timteng, sudah mengakui Guaido sebagai ‘presiden’ Venezuela, padahal Guaido mendeklarasikan diri sendiri sebagai presiden, tanpa melalui pemilu.

Sungguh ini pembuktian pernyataan saya dan banyak pengamat Timteng lainnya (yang bukan ‘jubir lokal AS&Israel, tentu saja) bahwa dalam banyak sekali konflik di muka bumi ini [termasuk di Indonesia], ada tangan-tangan Israel. Biasanya, pernyataan ini akan segera ditertawakan oleh para jubir lokal AS&Israel, disebut sebagai ‘teori konspirasi’. Padahal yang disebut teori konspirasi itu adalah ketika kita ‘mencocok-cocokan’ tanpa data. Kalau ada data yang valid tentu tidak bisa disebut ‘teori konspirasi’.

Tapi, lagi-lagi, biasanya, apapun data yang kita kasih akan direndahkan, ditolak, atau diabaikan oleh mereka ini, apalagi bila sumber infonya bukan MSM (mainstream media/media arus utama, contoh, CNN, New York Times, Fox, dll). Atau, kalau perlu, sekalian jatuhkan (hina) kredibilitas si penulis yang melawan mereka. Memang demikianlah SOP (standar operating procedur) mereka ini.

[Lucunya, cara mereka ini persis sama seperti kaum radikalis pendukung ‘mujahidin’ Suriah (ISIS, Alqaida, dkk), tanya kenapa?]

(lebih…)

Iklan

Kesetiaan Indonesia Pada Palestina

Dalam KTT OKI 2017 di Turki, banyak yang tidak tahu, sebenarnya yang paling tegas dan blak-blakan bicara bukanlah Erdogan, melainkan Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Pernyataan yang “terkeras” Pak Jokowi adalah, “Negara anggota OKI yang memiliki hubungan dengan Israel agar mengambil langkah-langkah diplomatik, termasuk kemungkinan meninjau kembali hubungan dengan Israel sesuai dengan berbagai Resolusi OKI.”

Jangan harap Erdogan akan berani mengusulkan hal tersebut karena Kedubes Israel berdiri aman sentosa di Jalan Mahatma Gandhi no 85, Ankara, Turki; serta ada dua konsulat di Istanbul dan Izmir.

Presiden Jokowi juga menyatakan bahwa OKI harus secara tegas menolak pengakuan unilateral [bahwa Jerusalem adalah ibu kota Israel] yang dilakukan Trump.

Jokowi menyerukan, OKI harus konsisten memperjuangkan berdirinya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.

(lebih…)

Reportase Saya dari Iran, Soal Hezbollah

Pagi-pagi baca postingan di Fanpage Felix Irianto Winardi membuat saya teringat pada arsip tulisan lama saya. Romo Felix menulis apa saja kunci kemenangan Hez lawan Israel selama ini (https://www.facebook.com/felix.irianto.winardi/posts/368004823955639).

Tahun 2006, saya menulis ‘laporan pandangan mata’ dari Iran, karena saat Perang 34 Hari Hez vs Israel berlangsung, saya sedang berada di Iran, bekerja sebagai jurnalis di IRIB.

***

Menatap Wajah Hezbollah dari Iran (Dina Sulaeman, dimuat di Padang Ekspres, 3 Agustus 2006)

Sejak meletusnya perang di Lebanon, suasana perang amat terasa di Iran, terutama jika kita banyak menonton televisi. Betapa tidak, tiap sebentar diputar filler (film pendek) berisi adegan-adegan perang, dilatarbelakangi lagu-lagu heroik berbahasa Arab. Pidato Sayid Hasan Nasrallah, pemimpin Hezbollah Lebanon, yang berisi ancaman-ancaman terhadap Israel disiarkan live atau siaran tunda. Laporan-laporan reporter televisi Iran disampaikan secara live dari Lebanon, bahkan ada reporter yang melaporkan kondisi terakhir dengan diiringi suara bom beruntutan dan asap hitam di belakang punggungnya. Setiap hari, berita channel satu pukul sembilan malam akan dimulai dengan kalimat, “Perjuangan hari kesekian (ketiga.. ke sembilan..ke duapuluh)…” lalu mengabarkan kondisi terbaru di medan perang.

(lebih…)

Ini catatan saya atas sebagian hal yang dibahas dalam diskusi dengan Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

#VivaPalestine
#IndonesiaSolidarityWeekForPalestine

http://ic-mes.org/politics/bertemu-menlu-palestina-riyad-al-maliki/

Akhirnya, Israel Mengaku Bahwa Mereka Bantu Teroris Suriah

Bahwa AS dan Israel selama ini ada di balik para “pemberontak moderat” Suriah (sebutan media mainstream untuk para milisi teror afiliasi Al Qaida), kami (kubu antiperang) sih sudah lama tahu. Yang memahami geopolitik Timteng, pasti sejak pagi-pagi sudah paham big picture-nya, sehingga saya bahkan sudah menuliskan peran AS-Israel ini sejak 2011.

Kalau yang menolak informasi ini adalah para fans Al Qaida di Indonesia, biasalah. Yang tidak biasa kalau ada orang-orang yang sok toleran dan sok antiterorisme, tapi berkeras menolak analisis bahwa AS dan Israel ada di belakang para teroris ini. Bahkan ada lho, sosok yang digadang-gadang ‘pengamat Timteng yang meliput langsung di lapangan’ dalam debat di medsos seolah meminta kuitansi (untuk membuktikan klaim bahwa suplai dana dan senjata untuk para teroris ini adalah AS, Israel; selain negara-negara Teluk tentunya).

Jadi, informasi ini buat mereka ya: orang-orang sok toleran dan sok moderat tapi selalu pro AS dan Israel itu. Nih, koran dari negara pujaan kalian sendiri yang nulis, masih denial?

(lebih…)

Sedang mempresentasikan paper berjudul “Intertwine between Technology and Diplomacy: Indonesian e-Diplomacy in Achieving Palestinian Independence” di The 7th International Conference on Business, International Relations, and Diplomacy (ICOBIRD), BINUS University (5-6 Sept 2018)

Salah satu rekomendasi paper ini, pemerintah perlu lebih aktif lagi menggunakan Twitter dalam berdiplomasi untuk membantu Palestina mencapai kemerdekaannya.

Miko Peled Membongkar Tiga Mitos Israel

Hingga hari ini, kejahatan Israel masih terus berlanjut, terutama perampasan tanah dan penghancuran rumah-rumah milik warga Palestina di Tepi Barat dan Jerusalem. Sementara itu wilayah Gaza telah diblokade sejak 2007 hingga sekarang (sehingga kesulitan mendapatkan akses pangan, obat-obatan, air, bahan bakar, dan perekonomian pun lumpuh).

Ketika warga Gaza sejak 22 pekan terakhir bangkit berdemonstrasi untuk menentang penjajahan Israel dan menuntut hak kembali ke rumah-tanah mereka yang dirampas Isral (Great March of Return), tentara Israel membalasnya dengan serangan brutal senjata tajam dan gas air mata, sehingga menewaskan ratusan orang dan melukai ribuan lainnya.

Untuk mereka yang ingin menelaah lebih dalam mengenai Palestina, silahkan membaca terjemahan pidato Miko Peled ini. Miko adalah seorang Yahudi, warga Israel, dan anak seorang jenderal Israel.

(lebih…)

Tentang Nuklir Iran dan Israel …

AS dan Israel berupaya menekan negara-negara dunia agar mengembargo Iran, dengan alasan Iran memiliki senjata nuklir. Dalam video ini, terlihat betapa PM Malaysia, Mahathir Mohammad dengan lugas menolak tekanan AS terhadap Malaysia dan mengemukakan alasan logis, mengapa program nuklir Iran sama sekali tidak berbahaya.

Di video ini, Mahathir menyatakan bahwa Iran cuma punya dua hulu ledak nuklir, sementara negara-negara lain punya hulu ledak nuklir jauh lebih banyak (jadi, siapa yang lebih bahaya?).

Meskipun saya lebih percaya bahwa Iran TIDAK PUNYA senjata nuklir satu pun (karena IAEA pun tak pernah bisa membuktikannya dan menyatakan bahwa Iran selalu mematuhi aturan IAEA), namun pernyataan Mahathir [bahwa Malaysia tidak akan mematuhi AS agar mengembargo Iran] sungguh logis dan seharusnya diikuti pemimpin negara-negara lainnya.

Di video ini, juga ada wawancara Mehdi Hasan dengan Danny Ayalon, mantan Wakil Menlu Israel, yang ngeles setengah mati saat ditanya tentang berapa senjata nuklir Israel. Mehdi sangat ahli bersilat lidah, sehingga Danny akhirnya terpojok dan berkata “so what” [iya, Israel punya sekian ratus hulu ledak nuklir, so what? lo mau apa?].

Isu nuklir Iran sebenarnya menunjukkan hipokritas negara-negara adidaya + Israel dalam hubungan internasional.

Silahkan simak pembahasan mendalam mengenai nuklir Iran dalam artikel “Perjanjian Nuklir Iran dan Kepentingan AS-Israel di Timur Tengah” karya
Kiki Mikail (dosen Politik Islam di UIN Raden Fatah Palembang).

(lebih…)

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Kala Jurnalis Jepang Membela Palestina…

…akankah dia dituduh sebagai “Syiah” dan “membela Palestina demi kepentingan pribadi” atau “pembela teroris”? [ini adalah tuduhan yang biasa dilemparkan oleh para fans Israel asal Indonesia]

Tidak. Yang saya dapati saat dulu berkunjung ke Jepang, mereka itu santun-santun. Rasanya tidak mungkin menuduh sembarangan, apalagi mengatai “gukguk” kepada lawan debatnya [seperti kelakuan ZSM di sini].

Tapi jurnalis Jepang ini tetap mendapat kritikan, yaitu “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang melampaui peran sebagai jurnalis?”

Dia menjawab, “Identitas sebenarnya dari seorang jurnalis adalah menjadi seorang manusia.”

Untuk memahami penjajahan yang dialami Palestina, seseorang memang harus jadi manusia sejati. Hanya manusia sejati yang mampu menemukan inti/hakikat.

Manusia sejati bisa berpikir jernih, tidak terdistraksi oleh fakta parsial (yang sering disodorkan fans Israel) :

(lebih…)