Kajian Timur Tengah

Beranda » Zionisme (Laman 2)

Category Archives: Zionisme

Deir Yassin

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/534173124769781

Tepat hari ini, 9 April, 74 tahun yang lalu, terjadi pembantaian massal di desa Deir Yassin. Pembantaian itu dilakukan oleh orang-orang Zionis dari Eropa yang bergabung dalam milisi teroris bernama Irgun dan Stern.

Pembantaian itu membuat warga Palestina ketakutan dan mereka melarikan diri. Kota, desa, dan rumah-rumah yang kosong ditinggalkan para penghuninya, diduduki oleh Israel, sampai hari ini. Pada masa itu, lebih dari 700.000 warga Palestina yang melarikan diri dan sampai sekarang tidak bisa kembali ke rumah-rumah mereka.

“Negara” ilegal pelaku kejahatan kemanusiaan, pelanggar HAM, pelanggar berbagai pasal Konvensi Jenewa, pelaku terorisme, dan pelaku apartheid ini tidak pernah mendapatkan embargo dan sanksi dari negara-negara Barat. Bahkan sekedar untuk menerbitkan resolusi berisi kecaman di Dewan Keamanan PBB pun akan diveto oleh AS.

#FreePalestine

Fenomena yang Luar Biasa

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/657642548810189

Video ini kompilasi 3 video yang saya dapatkan dari channel Telegram. Karena sumber-sumber informasi dari Rusia diblokir sana-sini, mereka pun bergerilya di Telegram. Di bagian awal adalah video dari channel Ramzan Kadyrov. Videonya tidak ada subtitle, saya tidak tahu artinya. Tapi ada pengantar dari Kadyrov di video tsb [di Telegram]. Isinya begini:

==Tentara kami berjuang di Mariupol. Di bawah peluru, prajurit Rusia [Chechnya] menyelamatkan penduduk sipil, sementara militer Ukraina tidak mempedulikan mereka. Misi berlangsung dalam kondisi yang sulit. Komando di daerah ini dipegang oleh saudaraku tersayang, Timur Ibriev.

Titik panas ini juga dikunjungi oleh jurnalis dari media Izvestia, yang merekam kejadian yang rumit dan berbahaya ini. Saat wawancara, sebuah peluru tank terbang ke gedung lima lantai di belakang Timur dan meledak. Sebuah kepingan mengenai salah satu pejuang, tetapi tersangkut di sabuk senjata.

(lebih…)

Palestina yang Selalu Terabaikan

Penderitaan warga Palestina selama 75 tahun (sejak 1947) sering sekali terabaikan karena ada konflik/krisis lain yang mengalihkan perhatian publik. Sepuluh tahun perang Suriah, misalnya, atau Yaman, atau sekarang, Rusia versus AS (+Ukraina).

Padahal, saat dunia sibuk mengurus yang lain, tentara Israel terus melanjutkan kejahatan mereka di Tepi Barat dan Jerusalem timur, serta terus memblokade Gaza (dan sesekali membombardir Gaza). Rumah-rumah dihancurkan, penghuninya diusir, lalu di atasnya dibangun permukiman untuk orang Yahudi-Zionis yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia (yang terbaru, ribuan didatangkan dari Ukraina).

Tapi selalu ada yang berusaha mengingatkan, bukan cuma kaum Muslim (sering dicitrakan: yang membela Palestina hanya Muslim), tapi orang-orang dari berbagai ras dan agama.

Salah satunya anggota Parlemen Irlandia ini, Richard Barret. Dia mempertanyakan, mengapa Irlandia [dan artinya, negara-negara Barat pada umumnya] hanya butuh lima hari untuk memutuskan memberikan sanksi ekonomi kepada Putin. Tapi, untuk Palestina yang sudah dijajah selama 70 tahun, Barat mengatakan “sanksi ekonomi pada Israel tdk akan menyelesaikan masalah”?

Apakah Barret pro-Putin? Tidak. Dia tetap mengecam Putin, begini kalimatnya:

(lebih…)

Logika?

Di kolom komen, banyak yang nanya “logika”: gimana logikanya ada neo-Nazi di Ukraina? Presidennya Yahudi!

Mereka pikir, saya ga tau kalau Zelensky Yahudi. Padahal sebelum mereka nyolot begitu, saya sudah menulis “Israel dan Ukraina.” Di situ saya jelaskan, Zelensky ini Yahudi-Zionis (pro-Israel). Saya ulangi lagi: tidak semua Yahudi pro-Zionis.

Soal keberadaan neo Nazi, sudah saya bahas di postingan sebelumnya, lengkap dengan link sumber.

Sekarang soal logika.

Logikanya adalah: wani piro (berani bayar berapa?)

(lebih…)
https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1334076003779894

Ternyata ada upaya secara resmi dari media-media Barat untuk mencegah penulis dan wartawan menggunakan kata “Palestina” kecuali dalam keadaan terbatas.

Hal ini tercantum di panduan gaya penulisan (style guide) resmi mereka. Di video ini ada 2 contohnya, saya kasih terjemahan.

Saya dapat infonya dari akun twitter jurnalis @DavideMastracci. Di threadnya ada contoh-contoh lainnya. Sebenarnya sejak lama sudah diketahui bahwa jaringan media global dimiliki orang-orang kaya Zionis atau pro-Zionis.

Info baru (saya baru tahu) soal style guide media ini bisa jadi bahan riset/skripsi/tesis nih.

Ini threadnya: https://twitter.com/DavideMast…/status/1491604318851674119

Akun twitter saya: @dina_sulaeman

Prof Ilan Pappe dalam bukunya memaparkan bahwa mitos yang dipropagandakan oleh Israel bahwa Zionisme sama dengan Judaisme atau agama Yahudi, adalah salah. Bagaimana argumennya? Silakan simak di podacst part-3 ini.

Part ke-4 kita bahas Yaman dulu ya, karena sedang sangat panas akhir-akhir ini. InsyaAllah diupload dalam 2-3 hari mendatang.

Kajian Palestina Part-2

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/280919824059636

Dubes Israel Danny Danon pada tahun 2019 (dan sebelumnya 2016) mengacungkan Kitab Suci di Sidang PBB, untuk menjustifikasi “kepemilikan” bangsa Yahudi atas tanah Palestina.

Nah, untuk mengkritisi klaim Israel ini, saya sudah berbincang dengan Drs. Felix Irianto Winardi, Alumni Seminari Tinggi Kentungan (Fakultas Teologi Wedhabakti) Yogyakarta. Wakil Katolik di Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab. Bandung Barat sejak 2010.

Pak Felix aktif menulis tentang geopolitik, termasuk tentang Palestina, silakan disimak di Fanpage: https://web.facebook.com/felix.irianto.winardi

Btw, mohon maaf sound-nya kurang oke, ada kesalahan setting. Jadi silakan gunakan headphone atau earphone agar lebih jelas terdengar.

Silakan disimak video lengkapnya di Youtube

Part 2: https://youtu.be/0tn9R2AQr3w

Part 1: https://youtu.be/EL2UCYAd0JU

Tragedi Sheikh Jarrah Masih Belum Selesai

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1274611586384075

Mungkin masih ingat, Mei 2021, anak-anak muda Palestina di Jerusalem melakukan aksi-aksi demonstrasi menentang perampasan rumah-rumah di Sheikh Jarrah.

Gerakan demo itu sangat luas gaungnya, ke seluruh dunia, berkat media sosial. Bahkan anak-anak muda Israel yang juga ada yang bergabung dengan para pemuda Palestina ini karena mereka semakin sadar kejahatan rezim Zionis.

Aksi demo dihadapi dengan represif. Bahkan tentara juga meringsek ke dalam kompleks Masjidi Alqsa untuk mengejar para demonstran. Hal ini memunculkan kemarahan banyak umat Muslim di dunia (kecuali Muslim ZSM tentu saja yang malah menyalah-nyalahkan para pemuda Palestina).

(lebih…)

Indonesia Mau Belajar Pertanian ke Israel? (2)

Di bagian (1), ada komentator yang memuji-muji kemajuan teknologi pertanian Israel, bisa bikin subur gurun, katanya.

Foto yang saya upload ini adalah seorang warga Arab-Bedouin di gurun Negev, Israel, yang sedang dibekuk oleh tentara Israel. Ini kejadian kemarin (13/1), difoto oleh jurnalis Israel, Oren Ziv. Selain ditangkap, dibekuk, warga juga ditembaki gas air mata.

Penyebabnya, karena mereka melakukan aksi protes, menolak penanaman pohon di atas tanah mereka. Orang-orang Israel, bersama organisasi Dana Nasional Yahudi (Jewish National Fund), berencana menanam pohon di lahan seluas 1.250 acre di sepanjang aliran sungai Anim. Sebagian lahan yang akan ditanami pohon oleh JNF itu adalah tanah pertanian warga Arab Bedouin; karena itulah mereka protes.

Orang-orang Arab Bedouin hidup di sana sejak sebelum berdirinya Israel. Ketika tanah tempat mereka hidup tiba-tiba berubah status jadi Israel, otomatis mereka jadi warga Israel juga. Tapi, mereka mengalami diskriminasi; mereka dianggap penduduk ilegal. Selama ini sudah sering terjadi pengusiran dan penghancuran rumah-rumah warga Arab Bedouin oleh Israel. Inilah salah satu bukti bahwa Israel adalah negara apartheid: warga Arab (non-Yahudi-Zionis) mendapatkan perlakuan diskriminatif dan represif.

(lebih…)

Indonesia Mau Belajar Pertanian ke Israel? (1)

Tentu saja ini sangat absurd. Indonesia sudah sangat banyak ahli yang mampu memaksimalkan produksi tanaman pangan. Masalahnya tinggal di kebijakan dan implementasi. Disertasi saya membahas soal ini, jadi saya tidak asal klaim. Salah satu informan riset saya adalah Prof. Mubiar (alm) dari ITB. Beliau berhasil menciptakan sebuah metode penanaman padi yang berbasis kearifan lokal Sunda, dengan tingkat panen yang sangat tinggi dengan modal rendah (tanpa perlu bergantung pada benih pabrik, insektisida kimia, dan pupuk pabrik).

Ketika saya tanya beliau, “Mengapa metode ini tidak diimplementasikan secara besar-besaran di seluruh Indonesia?” Beliau menjawab, “Itu juga pertanyaan saya.” Metode beliau ini sudah sampai kok ke level elit, sudah pernah panen massal juga dihadiri Pak SBY.

Karena itulah, sangat absurd kalau pertanian digadang-gadang sebagai “pintu” untuk membuka hubungan diplomatik Indonesia-Israel. Berita Jerusalem Post (11 Jan 2022) yang saya tampilkan screenshotnya ini, berjudul “Bagaimana pertanian membuat menteri pertahanan Indonesia berbicara tentang normalisasi dengan Israel.”

Berikut ini saya terjemahkan sebagian isinya:

**

(lebih…)