Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.471 pengikut lainnya

Iklan

Perkembangan info terbaru:
Arab Saudi mengakui bahwa Khashoggi sudah mati, beberapa jenderal sudah ditangkap, dan akan dibentuk tim penyelidikan terhadap General Intelligence Agency (GIA) Saudi. Siapa yang memimpin tim ini? Tak lain, King Salman.

Trump berkomentar, “Mereka [Bani Saud] merupakan sekutu utama [AS] di Timteng. Kita membutuhkan mereka untuk menjadi pengimbang Iran. Jadi ini bukan solusi yang mudah…”

Intinya:
1. Sementara ini, MBS ‘selamat’ dari badai.

2. Bagi AS dkk, yang diktator dan harus digulingkan cuma/ tetap 2 : pemerintahan Damaskus dan Tehran.

Tulisan saya tentang Khashoggi beberapa hari yll dimuat ulang di sini:

Iklan

Tulisan yang tadi, dimuat ulang di sini (dengan diedit sedikit oleh redakturnya) :

https://islamindonesia.id/analisis/analisis-kematian-khashoggi-dan-implikasi-geopolitiknya-oleh-dina-y-sulaeman.htm

Kematian Khashoggi dan Implikasi Geopolitiknya

Banyak yang menulis dengan penuh puji-pujian padanya: jurnalis yang adil, progresif, pengkritik Rezim Saud. Banyak pula yang heran, mengapa dunia sedemikian heboh atas tewasnya satu orang Khashoggi di tangan rezim Saud, tapi tak terlalu peduli pada nasib 30 juta warga Yaman yang setiap hari dibombardir serta diblokade sehingga tidak mendapat akses makanan dan obat-obatan, oleh rezim yang sama?

Saya akan cerita sedikit saja. Begini, to the point: Khashoggi adalah pengikut Ikhwanul Muslimin dan pendukung “mujahidin” (tepatnya, “teroris”, karena cara-cara teror barbar mereka sudah masuk kategori terorisme) di Suriah. Kita tahu, saya sudah sering tulis, sebagian “mujahidin” Suriah, terutama yang mendapat sumbangan dana dari Turki dan Qatar (dan lembaga-lembaga donasi dari Indonesia) memang berideologi Ikhwanul Muslimin.

Dalam tulisannya di Washington Post 3 Juli 2018, Khashoggi mengatakan, “Ini waktunya buat AS untuk masuk [ke Suriah] dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. …AS adalah satu-satunya ‘broker’ [makelar] yang jujur dalam upaya internasional untuk menciptakan perdamaian dan keadilan untuk rakyat Suriah. Template [pola] yang cocok untuk Suriah adalah apa yang saat ini DILAKUKAN TURKI di Afrin… Wilayah yang dikontrol Assad diperintah dengan penuh ketakutan dan kehilangan harapan.” [1]

(lebih…)

Sesekali tidak membahas Timteng 🙂

Tadi saya berkesempatan mempresentasikan paper berjudul “Food Security or Food Sovereignty? Questioning the Paradigm of Indonesian Military Involvement in Agriculture” dalam International Conference on Security Studies bertema “Security for Sovereignty” yang diadakan Pusat Studi Keamanan Nasional dan Global Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Experts of Academic Excellence Research Centre.

Ini catatan saya atas sebagian hal yang dibahas dalam diskusi dengan Menlu Palestina, Riyad al-Maliki.

#VivaPalestine
#IndonesiaSolidarityWeekForPalestine

http://ic-mes.org/politics/bertemu-menlu-palestina-riyad-al-maliki/

Kalau tante yang di “sana” bangga popotoan sama Netanyahu, ibuk-ibuk yang ini bangga berfoto sama Menlu Palestina, Riyad Al Maliki. 🙂

Cerita lengkap menyusul ya…

Yang jelas, pekan ini adalah Pekan Solidaritas Indonesia untuk Palestina (Indonesian Solidarity Week for Palestine).

Indonesia selalu bersama Palestina, selalu konsisten membantu perjuangan Palestina hingga menjadi negara yang merdeka dan berdaulat.

**
“Kita bersama rakyat Indonesia akan terus berjuang bersama rakyat Palestina. Palestina akan selalu ada dalam setiap helaan napas diplomasi Indonesia.” (kutipan pidato Presiden Joko Widodo, 11 Mei 2018)

Trump, Saudi, dan Gerakan ‘Ganti Presiden’ di Indonesia

Trump baru-baru ini berpidato, “AS yang melindungi Saudi selama ini. Kalau saja tidak ada AS, hanya dua minggu, sudah tumbang itu kerajaan! Jadi saya bilang ke King Salman, ‘King! Anda harus bayar perlindungan ini!’”

Buat sebagian fesbuker pengamat Timteng, pidato Trump ini hanya membuka kedok. Selama ini kita juga tahu bahwa AS adalah ‘centeng’-nya Saudi. Tapi, fakta ini ditutupi oleh gaya diplomatis presiden-presiden AS sebelumnya. Sementara Trump, justru fakta ini dipakai untuk menyombongkan dirinya.

Yang perlu dicatat di sini: mengapa Saudi bisa runtuh hanya dua pekan kalau saja tidak ada AS? Mudah sekali jawabannya, rezim Bani Saud yang bercorak monarkhi ini memang didirikan atas bantuan Barat. Lebih dari itu, sejarah mencatat betapa pembentukan rezim ini diwarnai dengan proses penaklukan dan peperangan. Selama 3 tahun terakhir rezim ini pun dengan berdarah dingin membantai warga Yaman dan memblokade mereka sehingga menderita wabah kelaparan dan kolera yang parah.

Selama era Perang Dunia I, Inggris memberikan senjata dan uang kepada klan Saud (untuk membantu Inggris melawan Ottoman), lalu pada 1915 Inggris mengakui klan Saud sebagai pemimpin di provinsi Nejed. Saat itu, Bani Saud menerima £5,000 per bulan dari Inggris.

(lebih…)

Hoax Demi Kekuasaan

Denny Siregar baru-baru ini menulis soal Nayirah, gadis 15 tahun yang mengaku sebagai perawat di Kuwait. Dengan sangat meyakinkan, ia menangis menceritakan betapa bayi-bayi dikeluarkan dari inkubator, lalu dibuang ke lantai. Presiden AS saat itu, Bush sr. mengutip ‘kesaksian’ Nayirah berkali-kali dalam pidatonya, sampai akhirnya Kongres menyetujui dimulainya Perang Teluk I.

Sekitar setahun kemudian, ketika semua sudah terlanjur, ketika ratusan ribu nyawa melayang akibat bom AS, baru ketahuan siapa sebenarnya Nayirah. Ia ternyata putri Dubes Kuwait untuk AS. Skenario kesaksiannya dirancang oleh sebuah perusahaan Public Relation besar dan mahal, Hill & Knowlton. [1]

Akting Nayirah bukan satu-satunya kebohongan yang dipakai para kapitalis perang selama ini. Perang Suriah juga menampilkan banyak aktor/aktris yang berbohong.

Saya sudah berkali-kali menulis soal hoax White Helmets. Ada pula aktris cilik, Bana Al Abed. Dia disebut Tempo sebagai ‘Anne Frank dari Suriah’. Saya pun menulis surat kritik kepada redaktur Tempo, ini saya copas sebagian:

(lebih…)

Netanyahu Kena Prank?

PM Israel, Netanyahu, dalam pidatonya di depan Sidang Umum PBB (seperti biasa) menyerang Iran dan menuduhnya membuat senjata nuklir (sungguh tak tahu malu, bukankah Israel yang memiliki ratusan hulu ledak nuklir dan menolak bergabung dengan IAEA?).

Dia mengatakan, berkat dicabutnya sanksi ekonomi terhadap Iran, “Mereka menghasilkan $15 Miliar USD dan menggunakannya untuk pemerintahan yang agresif, untuk menaklukkan Timur Tengah, membunuh siapa saja yang tidak setuju dengannya, dan berkampanye untuk menghancukan Israel.”

[perhatikan, narasi Netanyahu soal ‘kejahatan Iran’ persis ustadz-ustadz dari ormas-ormas radikal di Indonesia, tentu saja para ustadz itu selalu mengaku anti-Israel]

Netanyahu menunjukkan foto yang diklaimnya sebagai gudang rahasia senjata nuklir Iran. Tertulis di foto itu : Maher Alley, Turquzabad.

(lebih…)

Call for Paper Jurnal ICMES Vol. 2 No. 2 (terbit Desember 2018)

Jurnal ICMES diterbitkan oleh lembaga penelitian independen Indonesia Center for Middle East Studies (ICMES). Jurnal ICMES telah terindeks di GARUDA, ISDJ, dan Google Scholar dan artikel yang dipublikasikan dalam jurnal ini melewati prosedur peer-review.

Jurnal ICMES mengundang para peneliti dan penulis untuk berkontribusi dalam kajian Timur Tengah dengan mengirimkan artikel analisis dalam berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, militer, energi, budaya, dan sejarah.

• Artikel merupakan karya ilmiah orisinil yang belum pernah dipublikasikan.
• Artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, 6.000 – 7000 kata.
• Artikel meliputi: judul, nama lengkap penulis, instansi penulis, e-mail, abstrak, kata-kata kunci, pendahuluan, landasan teori/metodologi, pembahasan, penutup/kesimpulan, dan daftar pustaka.
• Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris sebanyak 150-200 kata.
• Kata-kata kunci ditulis dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, maksimal 5 kata.
• Kata atau istilah yang belum diubah menjadi kata Indonesia diketik dengan huruf italic/cetak miring.

Batas waktu pengiriman: 25 Oktober 2018

Informasi lebih lanjut: http://ic-mes.org/jurnal/index.php/jurnalICMES/about/submissions

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"