Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.462 pengikut lainnya

Iklan

McCain

Ada satu hal yang sering dilupakan banyak public figure, baik itu politisi maupun ustadz: kalian tidak mungkin bisa menguasai semua hal. Jadi, bicaralah yang kalian ketahui dengan pasti, atau diam, daripada menumpahkan darah banyak orang (yang mungkin tak kalian sadari).

Ada seorang politisi muda-cantik Indonesia yang memuji-muji McCain (politisi AS) demi menyindir lawan politiknya. Pertama, tak nyambung (mengapa harus memuji orang AS demi menyindir sesama politisi di Indonesia?).

Dia menulis, “Berduka atas wafatnya John McCain. Amerika beruntung memiliki negarawan seperti dirinya. Meski berkompetisi secara politik, McCain tak mau menjatuhkan lawannya dengan cara memecah-belah bangsa. Baginya persatuan bangsa jauh lebih penting dibanding kepentingan politik jangka pendek.”

Karena lawan politik si politisi ini adalah kubu 212, sudah jelas yang dia maksud sebagai pelaku ‘memecah-belah bangsa’ adalah kubu 212.

Kedua, sorry to say, ini malah menunjukkan kebodohannya soal geopolitik Timur Tengah. Si politisi dan partainya mencitrakan diri sebagai partai anak muda-pluralis-antiradikal. Tapi dia tak tahu bahwa McCain sejatinya adalah ‘ustadz besar’ bagi kubu 212.

Sebagai bukti, perhatikan siapa ustadz-ustadz yang paling heboh di di kubu 212, dan perhatikan apa kiprah mereka terkait Suriah.

(lebih…)

Iklan

Falasi “Ganti Presiden-Ganti Sistem” (Renungan 17 Agustus)

Kemarin ada teman curhat:

“Mbak, di grup WA, saya kasih klarifikasi soal Suriah, eh langsung dikomen: Oh kamu pasti Jokower! Kamu sadis ya, pro Assad?! Kamu Syiah ya!”

Saya prihatin. Perang Suriah sudah berlalu 8 tahun, dan tentara Suriah hampir menang. Media-media mainstream sudah mulai jujur mengenai suplai senjata dari Barat kepada para teroris; para anggota parlemen negara-negara Barat sudah mengecam pemerintah mereka atas fakta ini; jurnalis-jurnalis independen sudah bebas berkunjung ke wilayah-wilayah yang semula dikuasai “jihadis” dan mendapatkan cerita dari tangan pertama bagaimana ngerinya hidup di bawah cengkeraman para “jihadis”.

Tapi di Indonesia, orang-orang itu masih tetap pada “keyakinan”-nya. Mereka tetap pada posisi awal: memframing siapa saja yang berbeda dengan mereka soal Suriah sebagai lawan politik. Artinya apa? Seperti saya sering bilang: analisis terhadap politik dalam negeri kita tidak bisa dilepaskan dari analisis geopolitik Timteng.

Cara pikir mereka adalah hasil indoktrinasi bertahun-tahun. Mereka dididik oleh ustadz/ah dari kelompok-kelompok yang berideologi sama dengan para “jihadis” Suriah. Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Anshoru ini-itu, Mujahidin ini-itu, Jamaah ini-itu, ISIS, dan lain-lain, semuanya punya basis ideologi yang sama: takfirisme (menganggap yang tidak sekelompok dengan mereka adalah kafir dan boleh dibunuh).

(lebih…)

Ada Jejak Bom AS dalam Serangan Horor Bus Sekolah Yaman

Di antara hal penting yang tak banyak diperhatikan publik dalam konflik Yaman adalah: SIAPA PEMASOK SENJATA UNTUK SAUDI?

Mengapa hal penting ini tak banyak diperhatikan? Karena hampir semua media memframing bahwa ini adalah perang antarmazhab: invasi Saudi ke Yaman adalah upaya Saudi-Wahhabi menangkal kekuatan Houthi-Syiah [biasanya ditambah frasa: yang didukung Iran].

Usai serangan horor terbaru Saudi (9/8), yaitu pengeboman terhadap bus sekolah yang menewaskan 51 orang (mayoritas anak sekolah) dan melukai lebih dari 70 orang lainnya, ditemukan potongan bom buatan AS berjenis Mark 82 buatan kontraktor pertahanan Raytheon.

Sisa bom MK-82 yang punya bobot 500 pound itu ditemukan wartawan lokal dan warga Yaman di dekat jasad-jasad korban yang hangus.

(lebih…)

“Peran Liga Arab Pada Konflik di Timur Tengah Dalam Perspektif Ekonomi-Politik Internasional”

Pengeboman yang dilakukan Saudi terhadap bus sekolah yang menewaskan 51 anak-anak (Kamis, 9/8) tidak mendapatkan perhatian luas. Jauh berbeda dengan konflik Suriah, misalnya dalam klaim serangan senjata kimia di Ghouta. Hanya berbekal video yang disediakan White Helmets, belum dilakukan investigasi apapun, kecaman dan tuduhan sudah menyebar dengan sangat masif di seluruh dunia, disebarkan oleh media mainstream dan media Islam-takfiri. AS-Inggris-Perancis bahkan langsung mengirim rudal ke Suriah dan menghancurkan berbagai infrastruktur sipil.

Sebaliknya, atas kejahatan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio AS-Inggris-Perancis hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Dewan Keamanan PBB (dimana ke-3 negara itu jadi pemegang hak veto) hanya mengatakan “great concern” (sangat prihatin) dan “called for a credible and transparent investigation” (menyerukan investigasi yang kredibel dan transparan).

Bagaimana dengan Liga Arab? Tentu saja bungkam, jauh berkebalikan dengan kasus Suriah, Liga Arab bahkan memecat Suriah sebagai anggota.

(lebih…)

Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara

Tulisan saya dimuat untuk pertama kalinya di sebuah koran terkemuka di Iran (koran Jame-Jam). Jadi karena senang, saya pamer di sini ya 🙂

Judulnya: Ahamiyyat-e Filistin Bara-ye Junub-e Syarq-e Asiya (Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara)

Antara Lombok dan Mekah

Di foto jadul ini tampak seorang pria asal Bahrain bernama Ali al-Awadhi, sedang melakukan tawaf (ritual mengelilingi Ka’bah), ketika banjir melanda kota Mekah tahun 1941 (77 tahun yang lalu).

Saat itu, air menggenangi kawasan sekeliling Ka’bah dengan kedalaman air lebih dari dari 1,5 m.

Foto-foto lain bisa dilihat di http://kaltim.tribunnews.com/2018/06/18/pria-ini-melakukan-tawaf-dengan-cara-berenang-saat-kabah-dilanda-banjir-77-tahun-silam.

Pertanyaannya: siapa yang berani menyatakan bahwa kebanjiran di Mekah ini adalah AZAB ALLAH akibat penguasa Mekah berkoalisasi dengan..bla..bla..?

Lalu mengapa kini, orang-orang yang mengaku paling Islam sedunia itu seenaknya berkata, tanpa melakukan penelitian ilmiah apapun, “Gempa di Lombok adalah AZAB ALLAH akibat pemimpin NTB berkoalisi dengan ..bla..bla..?”

Sudahlah, daripada berkoar-koar yang un-educated seperti ini, lebih baik menyeru agar masyarakat menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak gempa, menyuplai makanan dan air bersih ke sana, serta membangun kembali rumah-rumah mereka yang runtuh.

Tentu saja, hati-hati dalam memberi donasi, cek n ricek. Kalau saya sih ogah ngasih donasi kepada lembaga-lembaga amal yang terbukti bohong bertahun-tahun (bahkan sampai hari ini) soal Suriah. Kata pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya; jadi harap maklum.

#PrayforLombok

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Kala Jurnalis Jepang Membela Palestina…

…akankah dia dituduh sebagai “Syiah” dan “membela Palestina demi kepentingan pribadi” atau “pembela teroris”? [ini adalah tuduhan yang biasa dilemparkan oleh para fans Israel asal Indonesia]

Tidak. Yang saya dapati saat dulu berkunjung ke Jepang, mereka itu santun-santun. Rasanya tidak mungkin menuduh sembarangan, apalagi mengatai “gukguk” kepada lawan debatnya [seperti kelakuan ZSM di sini].

Tapi jurnalis Jepang ini tetap mendapat kritikan, yaitu “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang melampaui peran sebagai jurnalis?”

Dia menjawab, “Identitas sebenarnya dari seorang jurnalis adalah menjadi seorang manusia.”

Untuk memahami penjajahan yang dialami Palestina, seseorang memang harus jadi manusia sejati. Hanya manusia sejati yang mampu menemukan inti/hakikat.

Manusia sejati bisa berpikir jernih, tidak terdistraksi oleh fakta parsial (yang sering disodorkan fans Israel) :

(lebih…)

Ini Tentang Nurani…

Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.

Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).

Ini video cuplikan kompilasinya.

(lebih…)

Tentang Dollar

Pagi ini saya baca beberapa media online, ada yang menarik: Menko Ekonomi, Darmin Nasution, menjelaskan awal mula mata uang dolar AS (USD) dijadikan sebagai mata uang global. Intinya sih, karena USD kini sudah menjadi mata uang global, semua butuh, AS bisa semaunya cetak uang.

“Tapi AS bisa mencetak uang banyak-banyak tidak inflasi. Kenapa? Karena orang lain perlu dolar AS bukan cuma negaranya. Sehingga pada waktu dia menjalankan kebijakan menyelamatkan ekonomi dari krisis tahun 2007, 2008. Itu bank sentralnya membeli segala macam kredit macet yang enggak karu-karuan dan 2 hingga 3 tahun kemudian krisis sembuh,” kata Pak Darmin. [https://www.liputan6.com/bisnis/read/3599213/cerita-menko-darmin-soal-sejarah-dolar-as-jadi-mata-uang-global. Yang di sini agak lebih panjang beritanya: https://kuwera.id/data-berita/data-berita/kemenko-perekonomian/menteri-darmin-nasution-ungkap-sejarah-dolar-menguasai-dunia ]

———–

Nah, saya lengkapi ya, copas dari tulisan saya tahun 2010 (8 tahun yang lalu).

Begini: pertanyaan kritisnya: siapa sih yang cetak USD? Pemerintah AS? Nope. Yang cetak adalah The Fed (Federal Reserve).

Ironisnya, ternyata The Fed bukan bank milik pemerintah AS. Bank itu murni bank swasta, bahkan dimiliki bukan oleh orang AS, melainkan klan konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild dan rekan-rekannya (antara lain: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.)

Awalnya pada 1837-1862 AS punya bank pemerintah yang mencetak uang (sertifikat emas/perak). Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/perak. Lalu, pada tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The Fed.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"