Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.456 pengikut lainnya

Iklan

Perdebatan dalam RUU Terorisme

Saya mencoba menelaah, apa sih yang diperdebatkan dalam pembahasan RUU Antiterorisme yang berlarut-larut ini. Berikut ini beberapa ‘penemuan’ saya, plus sedikit komentar dari saya.

1. Definisi

Yang ada dalam draft: “Terorisme adalah segala perbuatan yang dengan sengaja menggunakan kekerasan atau ancaman kekerasan yang menimbulkan atau dengan maksud menimbulkan suasana teror atau rasa takut secara meluas menimbulkan korban yang bersifat massal dan atau mengakibatkan kerusakan atau kehancuran terhadap objek-objek vital yang strategis, lingkungan hidup, fasilitas publik atau fasilitas internasional.”

Menurut beberapa fraksi kontra: definisi yang diajukan oleh pemerintah itu tidak memuat rumusan tentang motif atau tujuan terorisme, sehingga sulit untuk membedakan antara terorisme sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) dari kejahatan biasa.

Oleh karena itu, mereka mengusulkan rumusan tambahan “… dengan tujuan politik dan ideologi yang dapat menimbulkan gangguan terhadap keamanan negara.”

Menurut mereka: rumusan tambahan tersebut diperlukan dalam rangka meminimalisasi potensi kesewenangan penegak hukum.

Di lain pihak, pemerintah dan beberapa fraksi memandang tak perlu ada unsur motif politik dan ideologi dalam definisi terorisme, karena akan mempersempit ruang gerak Polri dalam mencegah dan menangani terorisme. Selain itu, akan menyulitkan pembuktian di muka hukum. Kalau si pelaku teroris mengaku tidak memiliki motif ideologi dan politik, ia bisa saja lepas dari hukuman. Apalagi, dalam Pasal 6 dan 7 RUU Terorisme, telah disebutkan dengan jelas unsur-unsur yang melingkupi tindakan pidana terorisme.

(lebih…)

Iklan

AKSI BELA PALESTINA, ATAU BELA TERORIS?

Saya sudah menulis ratusan, mungkin ribuan, artikel soal Suriah (saya menulis pertama kali tentang konflik Suriah Desember 2011, sekarang Mei 2018). Dan sering saya sampaikan: ada Israel di balik agenda penggulingan Assad.

Ini bukan teori konspirasi karena saya mengajukan bukti. Teori konspirasi itu kalau didasarkan khayalan, mencocok-cocokkan.

Antara lain buktinya adalah dokumen-dokumen CIA yang declassified (sudah boleh diakses publik) yang isinya rencana AS sejak tahun 1980-an untuk menggulingkan pemerintah Suriah demi Israel. Ada pula email Hillary Clinton yang dirilis Wikileaks (Maret 2016). Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… “ [1]

Bukti lainnya adalah perilaku Israel selama konflik Suriah. Bila benar Israel adalah negara demokratis dan antiteroris (demikian kata fans Israel, terutama ZSM Indonesia), mengapa mereka tidak membombardir Golan saja, dimana banyak teroris ISIS dan Al Nusra, bercokol? Mengapa yang dilakukan Israel justru membombardir tentara Suriah yang hampir mengalahkan teroris, lalu merawat para teroris yang terluka di rumah sakit Israel, bahkan dibesuk oleh Netanyahu? [2]

(lebih…)

Terorisme dan Sakitnya Masyarakat

Terus-terang, saya prihatin sekali membaca komen-komen netizen atas kejadian teror di Mako Brimob. Sebagian orang mengatakan semua ini drama dan mengolok-olok tak berperasaan. Yang seperti ini bukan netizen awam saja, tapi juga tokoh terkenal. Mereka menyusun teori-teori konspirasi hanya berdasarkan khayalan (tanpa data).

Tanpa simpati, bahwa korbannya ada, sesama warga Indonesia. Ada polisi yang sudah gugur, akibat digorok, dibacok, dan ditembak. Jasadnya bisa dilacak ke keluarga mereka, ke acara pemakaman mereka, televisi melaporkan secara live. Ada polisi yang masih hidup dalam keadaan babak belur.

Mereka yang intens mengamati konflik Suriah, tidak merasa “aneh” melihat perilaku biadab itu, memang begitulah perilaku para teroris (tapi mengaku “mujahidin”) di sana.

Sebagian yang lain, justru menyatakan dukungan kepada aksi teror itu. Beberapa akun menyebut para teroris sebagai “ikhwan” dan polisi sebagai “setan”. Tanpa ada rasa kasihan pada polisi yang mereka siksa dan bantai; padahal para polisi itu, sesama warga Indonesia (dan mayoritasnya pun Muslim).

(lebih…)

Indonesia Tidak Diajak dalam Koalisi Militer Saudi?

Dalam postingan saya soal Yaman (mengecam Saudi, tentu saja), ada yang komen membela Saudi dan menyebut “koalisi militer Saudi, Indonesia tidak diajak”.

Kebetulan, beberapa hari sebelumnya, saya dikirimi broadcast di grup-grup WA isinya tentang “aliansi militer Islam Sunni” yang dibentuk Arab Saudi. Kalimatnya pembukanya begini: Innalillahi… kita ditinggalkan oleh saudara-saudara Negara Muslim Dunia.” Menurut broadcast itu: Indonesia (dan Iran) tidak diajak oleh Saudi dalam aliansi militer tersebut karena Indonesia lebih dekat dengan komunis (China) dan Syiah (Iran).

Duh, padahal ini cerita lama dan sudah ada klarifikasinya. Entah mengapa digoreng ulang via grup-grup WA. Sebagai tanggapan, saya copas beberapa berita di koran.

Di Republika tanggal 15/12/2015 ditulis:
[Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir mengatakan, bergabung dengan koalisi militer internasional tidak sejalan dengan Undang-Undang. “Ini sejak awal tidak sejalan dengan Undang-Undang,” kata Juru bicara yang akrab disapa Tata ini.

(lebih…)

Mengapa Mengidolakan Erdogan?

Erdogan naik daun dan dipuja (sebagian) kaum muslimin dunia sejak tahun 2009. Tapi, sejak Pakde Jokowi jadi presiden, entah mengapa, pemuja Erdogan di Indonesia semakin histeris. Banyak sekali mitos yang mereka buat tentang Erdogan. Padahal periode 2009-2013 mereka tidak sehisteris itu.

Kekaguman sebagian orang pada Erdogan bermula dari kejadian di sebuah konferensi internasional di Davos, Swiss, Januari 2009. Saat itu, Erdogan blak-blakan mengkritik Israel dengan mengatakan bahwa Perdana Menteri Israel Simon Peres membunuh anak-anak dan wanita-wanita tak berdosa di Gaza. Setelah berbicara demikian, Erdogan melakukan aksi walk out dari konferensi tersebut.

Karena umat muslim umumnya sangat bersimpati pada Palestina, bisa dimaklumi bila peristiwa itu dalam sekejap menaikkan pamor Erdogan. Tahun 2010, sikap keras Erdogan terhadap Israel berlanjut dengan aksi pengiriman bantuan ke Gaza. Bantuan itu dibawa para aktivis pembela Palestina dengan menggunakan kapal milik Turki, yang bernama Mavi Marmara. Dengan gagah berani, kapal berserta para penumpangnya melabrak blokade laut tentara Israel.

(lebih…)

“Umat Islam” Jahat Kepada Yahudi?

Ada sebuah tulisan yang membuat saya mikir dan prihatin. Judulnya “Persekongkolan Nazi-Islamis”. Pasalnya, banyak sekali ia gunakan frasa “Umat Islam”. Digambarkan dalam artikel itu betapa “umat Islam” ini jahat sekali, beraliansi dengan Hitler melakukan perang di mana-mana atas nama Islam; yang jadi korbannya adalah Yahudi dan Kristen.

Saya menulis ini untuk berbagi cara berpikir kritis kepada follower fanpage ini.

Saat kita berargumen, biasakan memakai kata dengan definisi yang benar. Kesalahan definisi akan menyeret kita pada kesalahan berargumen. Ini kaidah dasar dalam ilmu logika (saya sudah tulis seri ‘kuliah logika’, di FP ini).

Saat saya menyebut Islamis, atau “jihadis” (kata jihad dengan tanda kutip) artinya saya sedang merujuk pada satu kelompok tertentu. Islamis adalah istilah yang akhir-akhir ini dipakai publik (terutama di Barat) untuk menyebut sebagian kalangan Islam yang beraliran ekstrim dan gemar mengusung “jihad” ala Al Qaida/ISIS / al Nusra/ Jaysh al Islam/FSA. Ikhwanul muslimin dan Hizbut Tahrir, juga diistilahkan Islamis.

Jadi Islamis tidak sama dengan UMAT ISLAM. Fundamentalis Islam tidak sama dengan UMAT ISLAM. Umat Islam adalah sebuah rumah sangat besar dengan banyak kelompok/bagian di dalamnya.

(lebih…)

Bocah Yaman

Foto tragis bocah ini kemungkinan besar tidak akan menjadi headline di media massa internasional. Tidak akan disebarkan dengan penuh semangat oleh orang-orang yang mengaku “pejuang kemanusiaan” dan hobi pakai tagar Save Humanity (sambil memberi nomer rekening bila Anda ingin menyumbang).

Bocah ini sedang memeluk erat jasad ayahnya, yang tewas dalam pengeboman yang dilakukan oleh rezim Arab Saudi pada 24/4/2018. Ayah dan anak itu sedang berada di sebuah pesta pernikahan. Pernikahan, sama sekali bukan aksi teror yang patut dilawan dengan senjata. Pernikahan adalah ikatan suci dan kegembiraan di tengah nestapa sebuah negeri yang 3 tahun terakhir dibombardir dan diblokade Arab Saudi dengan bantuan AS dan senjata-senjata yang diimpor dari negeri-negeri Barat.

Tetapi, rezim kriminal perang itu mengebomnya, menewaskan 50-an orang, termasuk ayah si bocah. Dia memeluk jasad sang ayah erat-erat dan menolak dipisahkan oleh warga yang hendak menolongnya. Dia menyatakan bahwa sang ayah hanya tidur dan sebentar lagi bangun lalu membawanya pulang.

(lebih…)

Roger Waters dan Kesadaran Sebagai Manusia

Musisi terkenal asal Inggris, Roger Waters (Pink Floyd), baru-baru ini membuat kejutan dengan bicara blak-blakan soal White Helmets (WH).

Beberapa hari sebelum manggung di Barcelona, Waters dikontak oleh seorang wartawan Perancis yang bekerja untuk WH. Lelaki bernama Paskal itu meminta diberi waktu untuk tampil dalam konser Waters untuk bicara soal anak-anak Suriah.

Waters merespon Paskal dengan menyatakan (di depan penontonnya) bahwa WH adalah “organisasi abal-abal yang muncul untuk menciptakan propaganda bagi ‘jihadist’ dan teroris. … Jika kita mendengar propaganda Paskal, WH, dan lainnya, kita akan terdorong untuk mendukung pemerintah kita mengebom rakyat Suriah. Ini akan menjadi kesalahan besar bagi kita sebagai manusia.”

(lebih…)

Mereka yang Berlumuran Darah Suriah

Tucker-Assad

Serangan senjata kimia di Douma telah dijadikan alasan oleh para elit global untuk melemparkan ancaman perang besar. Dunia menanti, apa yang akan terjadi beberapa jam/hari ke depan. Berbagai spekulasi dan dugaan diajukan. Dubes AS untuk AS, Nikki Haley, sudah menyatakan AS akan bertindak “melindungi rakyat Suriah” dengan atau tanpa izin PBB.

Hailey, yang di depan lembaga lobby Zionis terbesar AS, AIPAC, pernah berkata akan “menendang” siapa saja yang menghalangi kepentingan Israel di PBB, akan melindungi rakyat Suriah, #eh?

Narasi bahwa ‘Assad pelaku penggunaan senjata kimia di Ghouta’ disampaikan masif oleh elit global dan disebarluaskan oleh media mainstream global dan lokal. Anehnya, pilihan yang diberikan elit global adalah perang. Mengapa mereka tidak melakukan penyelidikan dulu dengan kepala dingin?

Tentu saja karena tujuan utama mereka memang perang, dan yang dibutuhkan hanya alasan (pre-text), bukan penyelidikan.

Yang membuat saya miris adalah perilaku para cheerleader perang ini di Indonesia.

Perlu diketahui, orang Indonesia yang mendukung perang Suriah (penggulingan terhadap rezim Assad) secara garis besar terbagi 3 kubu:

(lebih…)

Serangan Senjata Kimia di Douma

korban ghouta

Douma adalah wilayah kecil yang masih tersisa di Ghouta Timur yang dikuasai kelompok “mujahidin”, Jaish al Islam. (Tapi 2 hari yll mereka sudah menyerah dan DIANTAR ke Jarablus; catet ya, bis-bisnya disediakan pemerintah Suriah).

Para “mujahidin” di wilayah lain Ghouta sudah menyerah dan dievakuasi ke Idlib, tapi Jaish al Islam di Douma berkeras menolak. Syarat yang mereka minta antara lain, dievakuasi ke Jarablus (bukan Idlib) dan diizinkan membawa uang cash jutaan Dollar yang mereka simpan.

Dalam keadaan sangat terjepit, tiba-tiba saja, mereka mengirimkan video berisi jasad-jasad yang mereka sebut sebagai ‘korban serangan senjata kimia yang dilakukan tentara Suriah’. Video itu langsung viral dan diberitakan masif oleh media mainstream. Trump segera men-tweet memaki-maki Assad dan mengancam akan menyerang Suriah. Israel tak mau kalah, hanya sehari setelah kejadian, Israel membombardir pangkalan udara T-4 Suriah. Rupanya Israel memang baik hati, ingin menolong warga Suriah korban kekejaman Assad #eh?

1. Analisis Video

Video yang saya analisis adalah yang ditayangkan Aljazeera (AJ) [1] dengan berita pembanding dari The Independent (media Inggris terkemuka) [2], serta video yang sama yang disebar di medsos (karena video yang ditayangkan AJ sudah diblur). AJ menyatakan: video yang didapat melalui internet ini hanya SATU-SATUNYA BUKTI (dan reporter AJ tidak melakukan verifikasi ke lapangan).

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"