Kajian Timur Tengah

Beranda » Posts tagged 'Syria'

Tag Archives: Syria

Ayo Galang Dana untuk Pengungsi Suriah!

syrian-refugee-campSituasi Suriah sungguh tragis. Pasukan jihad yang datang dari 86 negara di dunia beramai-ramai menyerang negeri itu, menimpakan kerusakan yang sangat parah dan mengakibatkan korban tewas atau luka yang sangat banyak.

Jumlah pengungsi pun melonjak tajam. Hingga saat ini badan PBB yang menangani masalah pengungsi UNHCR mencatat lebih dari 2,3 juta pengungsi dari Suriah tersebar ke negara-negara seperti Irak, Turki, Jordan dan Libanon. Lebih dari satu juta diantaranya mengungsi ke Iraq, Turki dan Jordan, sedangkan menurut catatan UNHCR jumlah pengungsi yang tercatat (registered refugees) di Libanon mencapai sekitar 800 ribu jiwa [1], dan sekitar 54 ribu jiwa dalam proses menunggu registrasi (catatan UNHCR per tanggal 26 Desember 2013). Pemerintah Libanon memperkirakan jumlah pengungsi di Libanon sesungguhnya mencapai 1 juta jiwa. Mereka kini hidup dalam tenda-tenda dan fasilitas yang sangat minim, di tengah musim salju yang dahsyat.

Apa yang bisa kita lakukan? Untuk menyumbang dana pun, selama ini (sebagian) kita  kebingungan, mana lembaga yang bisa dipercaya, yang benar-benar menyalurkannya untuk pengungsi (bukan untuk para teroris); yang membagikannya sama rata, tanpa peduli apa mazhabnya; karena biasanya para penggalang dana yang ada selama ini jelas sekali kebencian dan sektarianismenya, terlihat dari bahasa-bahasa kasar yang mereka pakai dalam menggalang dana (dan bahkan pakai foto-foto palsu).

Alhamdulillah kini ada lembaga non-sektarian yang berinisiatif menggalang dana khusus untuk pengungsi Suriah. Penanggung jawabnya menyatakan kepada saya bahwa bantuan akan diantar langsung (ybs pernah juga ke Gaza untuk mengantarkan bantuan rakyat Indonesia).

Silahkan klik Soekarno Care untuk info selengkapnya. Mari kita tunjukkan solidaritas kita kepada para pengungsi Suriah.

 

Baca juga: Ayo, Bantu Korban Banjir Indonesia

Disclaimer: bila di bawah tulisan ini ada iklan tidak nyaman dilihat, mohon maaf, ini ‘kerjaan’ WordPress-nya 😦

Syria di Republika

Dina Y. Sulaeman*

Pada 11 Februari lalu, kolom Resonansi  harian Republika menurunkan sebuah artikel yang menurut saya sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior, mantan Pemimpin Redaksi harian besar di Indonesia itu, sedemikian awamnya dalam memahami konflik Syria dan konstelasi politik global? Sang jurnalis yang bernama Ikhwanul Kiram Mashuri (IKM) itu menyandarkan analisisnya dari sebuah video yang  belum diverifikasi kebenarannya, lalu menyimpulkan bahwa “musuh umat Islam tidak hanya Zionis, melainkan juga rezim brutal seperti Assad.”

Bagaimana mungkin seorang jurnalis senior sampai tidak tahu bahwa perang Syria sangat diwarnai perang propaganda dan bahkan disebut-sebut sebagai “A Photoshoped Revolution” saking banyaknya rekayasa informasi foto yang diunggah melalui internet untuk memprovokasi opini publik. Berkali-kali pihak oposisi mengunggah foto berdarah-darah di internet dan menyebutnya sebagai ‘korban Assad’. Lalu, biasanya para blogger-lah (sayang sekali, mengapa bukan jurnalis?) yang berjasa  menemukan bukti bahwa foto-foto itu mengabadikan kejadian berdarah di tempat lain (umumnya di Gaza).  Bahkan kantor berita sekelas BBC ketahuan menggunakan foto korban perang Irak dan menyebutnya itu korban pembantaian tentara Assad.

Kaum oposisi Syria pun membuat sangat banyak rekaman video amatir lalu diunggah di  internet. Video dari pihak oposisi ini dengan sangat cepat disebarluaskan ke seluruh dunia, bahkan direlay dan disiarkan ulang oleh media massa mainstream. Video-video itu terbagi ke dalam beberapa jenis: pembantaian sadis yang disebut sebagai korban kebrutalan Assad, pembantaian sadis yang diiringi takbir (dilakukan oleh pasukan oposisi), dan video berisi propaganda relijius, yang sepertinya dibuat utk membangkitkan semangat jihad Islam. Video seperti ini biasanya memperlihatkan para pemberontak sedang menembakkan senjata dengan diiringi takbir, tayangan para pemberontak sedang sholat berjamaah, atau (konon) demo sejumlah massa yang menginginkan khilafah di Syria.

Bila IKM menyodorkan video tentang Hamzah Al Khatib yang (konon) dibunuh oleh tentara Assad (IKM tidak memberi bukti apakah secara jurnalistik video itu sudah terverifikasi), bagaimana bila dia menonton salah satu video sangat brutal yang diunggah oleh kaum oposisi? Video itu sudah terverifikasi (The Guardian memverifikasinya kepada Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA) dan bisa diliat di you tube dengan kata kunci ‘syrian+rebel+execute+Aleppo [1]. Dalam video itu, sejumlah pria tak berbaju diseret keluar oleh sejumlah orang besenjata lalu dijejerkan ke dinding, dan kemudian ditembaki (bukan ditembak satu persatu, melainkan dibombardir peluru secara terus-menerus selama 43 detik). Setelah itu hening sekejap lalu diikuti teriakan takbir. Dipastikan, pelakunya bukan tentara Assad. Mustafa al-Sheikh, Ketua Dewan Tinggi Militer FSA, menyebut korban pembantaian adalah klan Al Berri, dan menyebutnya sebagai shabiha. Dalam logika Sheikh, mereka sah-sah saja membantai Berri dengan alasan: Berri adalah shabiha.

(lebih…)

Teori Konspirasi ala PKS

Dina Y. Sulaeman*

190398_lutfi-hasan-ishaqq-di-tahan-kpk_663_382Kata ‘konspirasi’ yang dipakai PKS untuk membela diri menjadi bahan olok-olok banyak pihak. Parahnya, olok-olok itu sedemikian meluas sehingga malah berpotensi munculnya antipati terhadap berbagai analisis politik internasional yang ingin menunjukkan bahwa Zionis adalah musuh bersama umat manusia (tidak hanya muslim). Padahal, analisis politik seperti ini tidak hanya ditulis muslim, tetapi juga oleh akademisi non muslim dari Barat, bahkan termasuk oleh professor HI dari AS.

Karena itu saya ingin meluruskan apa itu sebenarnya teori konspirasi. Kapan kita bisa menertawakan orang yang ujug-ujug berlindung di balik kata konspirasi, kapan kita memang harus menggunakan teori konspirasi untuk menjelaskan sesuatu hal yang masih remang-remang?

 

Saya mendapatkan definisi ini dari Direktur Eksekutif GFI, Hendrajit:
Teori konspirasi menjelaskan bahwa penyebab tertinggi dari satu atau serangkaian peristiwa (pada umumnya peristiwa politik, sosial, atau sejarah) adalah suatu rahasia, dan seringkali memperdaya, direncanakan diam-diam oleh sekelompok rahasia orang-orang atau organisasi yang sangat berkuasa atau berpengaruh. Banyak teori konspirasi yang mengklaim bahwa peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah telah didominasi oleh para konspirator belakang layar yang memanipulasi kejadian-kejadian politik. Teori ini ada di seputaran gerak dunia global dan merambah hampir ke semua ranah kehidupan manusia. Dari urusan politik sampai makanan.

Benarkah ada yang disebut konspirasi itu? Tentu saja ada dan kita mendapatinya dalam kehidupan sehari-hari.  Misalnya, main sabun dalam pertandingan sepakbola. Dua tim di balik layar bersepakat untuk mengatur skor pertandingan demi keuntungan mereka di babak pertandingan selanjutnya. Dalam situasi ini, sulit dibuktikan secara hukum positif (mereka tidak akan mengaku/mengiyakan), tetapi indikasinya sedemikian jelas sehingga publik bisa menilai mereka main sabun (dan FIFA pun bisa memberi sanksi). Inilah yang disebut konspirasi.

(lebih…)

Syria: Pencitraan Baru SBY?

Dina Y. Sulaeman*

Presiden SBY baru saja membuat sebuah pernyataan yang kontroversial. Seperti diberitakan Republika (7/1), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyarankan agar Presiden Suriah Bashar al-Assad mengundurkan diri dari jabatannya. Permintaan SBY ini disampaikan dalam pertemuan dengan ahli tafsir asal Suriah, Syekh Muhammad Ali Ash-Shobuni, di Istana Presiden Bogor.

Dari sisi etika diplomasi, pernyataan seperti ini keluar dari mulut seorang presiden, sungguh sebuah pernyataan yang sangat serius. Buat negara-negara Barat, yang sangat terbiasa mengabaikan etika diplomasi, hal ini memang biasa. Tapi, buat SBY yang selama ini selalu ‘hati-hati’ dalam memberikan pernyataan, ini jelas luar biasa. Bahkan terhadap Israel yang sudah terbukti brutal pun, SBY tidak pernah menuntut agar Rezim Zionis dibubarkan dan digantikan oleh rezim yang demokratis. Lalu mengapa terhadap Assad, SBY bertindak demikian?

Sebelumnya Menlu Marty Natalegawa, yang pastinya lebih paham diplomasi, sudah mengeluarkan pernyataan standar diplomatik, “Terkait dengan perlu tidaknya Assad mundur, Indonesia berpendapat, oposisi dan rezim perlu bertemu agar proses politik bisa berjalan terlebih dahulu.” (Kompas 5 /1/2013).

(lebih…)