Kajian Timur Tengah

Beranda » Yaman

Category Archives: Yaman

AS Adalah Negara Oligarki

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/535243811318739

Selama ini AS selalu mengklaim sebagai negara demokrasi. AS juga telah mendanai perang dan penggulingan rezim di puluhan negara dunia dengan alasan demokratisasi. Kudeta di Ukraina tahun 2014, yang disponsori AS, juga dilakukan dengan alasan demokrasi.

Tapi, jika demokrasi, mengapa AS terus-terusan mengeluarkan dana besar-besaran untuk perang di luar negeri, padahal di dalam negerinya sendiri masih banyak rakyat yang miskin? Apakah “suara rakyat” AS memang setuju dengan pembiayaan perang yang mengorbankan kesejahteraan mereka?

Data resmi dari Biro Sensus AS, “hanya” 11,4% dari populasi (yaitu 37 juta orang) di Amerika yang hidup pada atau di bawah garis kemiskinan, pada tahun 2020.

(lebih…)

Palestina yang Selalu Terabaikan

Penderitaan warga Palestina selama 75 tahun (sejak 1947) sering sekali terabaikan karena ada konflik/krisis lain yang mengalihkan perhatian publik. Sepuluh tahun perang Suriah, misalnya, atau Yaman, atau sekarang, Rusia versus AS (+Ukraina).

Padahal, saat dunia sibuk mengurus yang lain, tentara Israel terus melanjutkan kejahatan mereka di Tepi Barat dan Jerusalem timur, serta terus memblokade Gaza (dan sesekali membombardir Gaza). Rumah-rumah dihancurkan, penghuninya diusir, lalu di atasnya dibangun permukiman untuk orang Yahudi-Zionis yang didatangkan dari berbagai penjuru dunia (yang terbaru, ribuan didatangkan dari Ukraina).

Tapi selalu ada yang berusaha mengingatkan, bukan cuma kaum Muslim (sering dicitrakan: yang membela Palestina hanya Muslim), tapi orang-orang dari berbagai ras dan agama.

Salah satunya anggota Parlemen Irlandia ini, Richard Barret. Dia mempertanyakan, mengapa Irlandia [dan artinya, negara-negara Barat pada umumnya] hanya butuh lima hari untuk memutuskan memberikan sanksi ekonomi kepada Putin. Tapi, untuk Palestina yang sudah dijajah selama 70 tahun, Barat mengatakan “sanksi ekonomi pada Israel tdk akan menyelesaikan masalah”?

Apakah Barret pro-Putin? Tidak. Dia tetap mengecam Putin, begini kalimatnya:

(lebih…)

Berikut ini bagian terakhir pembahasan Yaman

Kajian Yaman 4a

Bagian 4 itu sebenarnya yang terakhir.. tapi krn kepanjangan, saya bagi 2. Ini 4a, membahas soal Iran.

Kumpulan cuitan (tweet) saya soal Yaman

(1) Hari Selasa, Lt Gen McKenzie, komandan US Central Command datang ke Abu Dhabi. Lalu hari ini, ada ledakan. Sejam yll Reuters menulis, ini bukan serangan misil tapi ledakan silinder gas. Apapun itu, reputasi UAE sebagai pusat bisnis yang aman di Timteng sudah..

(2) terganggu. Ekonomi UAE sangat bergantung pada rasa aman pelaku bisnis. Ada semacam pepatah yang tersebar terkait UAE: kalau rumahmu terbuat dari kaca, jangan melempari rumah orang lain. Maksudnya, tahu dirilah, balasan dari pihak yang dilempar akan menghancurkan rumahmu.

(3) Tidak penting apakah ledakan di UAE ini ledakan silinder gas, atau serangan drone. Efek ketakutan sama fatalnya untuk sebuah negara yang 80% penduduknya adalah warga asing yang datang untuk bekerja/berbisnis.

(lebih…)

Biden dan Kebijakan Luar Negeri AS di Timur Tengah

Oleh: Dina Yulianti (Dosen Prodi Hubungan Internasional Unpad)

FIXINDONESIA.COM – Presiden-presiden Amerika Serikat, minimalnya sejak dua puluh tahun terakhir, selalu melancarkan peperangan di Timur Tengah

Pada 7 Oktober 2001, George W. Bush mulai membombardir Afghanistan dengan alasan memburu Osama bin Laden yang disebut sebagai pelaku teror 911. 

Pada 2003, Bush melanjutkan petualangan perangnya di Irak, sampai-sampai anggaran negara defisit dan Amerika Serikat hingga kini memiliki hutang yang sangat besar. 

Jumlah dari semua hutang yang belum dibayar oleh pemerintah federal Amerika Serikat pada 1 Maret 2021 melampaui angka 28 triliun dolar. 

Barack Obama kemudian naik ke tampuk kekuasaan setelah melakukan kampanye pemilu yang dipenuhi narasi antiperang dan mengecam kebijakan perang Republikan. Tapi janji tinggal janji. 

Meski Obama menarik sebagian besar serdadunya dari Irak dan Afghanistan, perang udara terus diperluas, terutama menggunakan drone. Obama juga menambah pasukan operasi khusus di seluruh dunia. 

Pada tahun 2016, operator khusus AS dapat ditemukan di 138 negara, bertambah 130 persen dibanding pada masa Bush. 

(lebih…)

Ada orang bernama Luthfie Assyaukani, salah satu founder Jaringan Islam Liberal (latar belakang pendidikannya Islamic Studies, bukan HI/Politik Internasional) menulis begini di FB-nya:

Bulan Sabit Syiah

Ancaman terbesar bagi stabilitas di Timur Tengah bukanlah Israel, tapi Bulan Sabit Syiah. Pernyataan ini saya dengar dari Prof. Ruhaini Dzuhayatin, tenaga ahli di Kantor Staf Presiden yang juga dosen di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dalam sebuah diskusi tentang konflik Israel-Palestina baru-baru ini.

(lebih…)

Tulisan terbaru sayaBiden dan Kebijakan Luar Negeri AS di Timteng.

https://fixindonesia.com/…/cb3c830a-d715-4a10-b9c2…

Analisis Kebijakan Politik Luar Negeri Iran di Timur Tengah “Benarkah Iran Teroris?”

Sudah lama saya tidak update di fanpage ini ya.. Harap maklum, seperti biasa, akhir semester (dan menyambut semester baru) terlalu banyak urusan.

Tapi ini ada acara webinar seru lagi nih.. Silakan gabung bagi yang berminat mengkaji isu aktual soal Timteng. Kan akhir-akhir ini rame lagi tuh tuduhan bahwa “Iran adalah negara pendukung teroris”.. Nah, isu ini akan didiskusikan oleh para mahasiswa Indonesia di Timteng, dari Iran (Ismail Amin), Suriah (Lion Fikyanto), Saudi (Muhammad Ridho Sastrawijaya), dan Yaman (Muhammad Syauqi al-Muhdhar).

Narsumnya: saya (Dina Y. Sulaeman, dosen HI Unpad), Kiki Mikail (dosen Ilmu Politik UIN Palembang), dan pak Ali Muhtarom (dosen UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten).

Cara ikut: klik aja channel Youtube PPI Dunia (https://www.youtube.com/channel/UCAeyYG_Q75jC2BqmWy4aZ8Q) pada hari SABTU 18 JULI 15.30 WIB.

Tulisan terbaru di ICMES: “Black Lives Matters”, Demikian Pula dengan Nyawa Bangsa Yaman

Perhatian dunia saat ini tersedot oleh aksi demo besar-besaran di AS, memrotes tindakan polisi Minnesota yang membunuh seorang warga kulit hitam, George Floyd. Mereka bergerak antara lain dengan slogan “Black Lives Matters” (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga).

Bukankah demikian pula dengan nyawa orang Yaman? Sayangnya, dunia tidak banyak peduli. Media mainstream sangat minim meliput konflik di Yaman. Kini, setelah virus Corona merebak, tiba-tiba saja PBB yang selama ini terlihat pasif, bersama Arab Saudi, yang selama 5 tahun membombardir Yaman, merasa perlu untuk mengadakan konferensi penggalangan dana “penanggulangan Covid di Yaman”.

(lebih…)