Kajian Timur Tengah

Beranda » Yaman

Category Archives: Yaman

Tulisan terbaru di ICMES: “Black Lives Matters”, Demikian Pula dengan Nyawa Bangsa Yaman

Perhatian dunia saat ini tersedot oleh aksi demo besar-besaran di AS, memrotes tindakan polisi Minnesota yang membunuh seorang warga kulit hitam, George Floyd. Mereka bergerak antara lain dengan slogan “Black Lives Matters” (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga).

Bukankah demikian pula dengan nyawa orang Yaman? Sayangnya, dunia tidak banyak peduli. Media mainstream sangat minim meliput konflik di Yaman. Kini, setelah virus Corona merebak, tiba-tiba saja PBB yang selama ini terlihat pasif, bersama Arab Saudi, yang selama 5 tahun membombardir Yaman, merasa perlu untuk mengadakan konferensi penggalangan dana “penanggulangan Covid di Yaman”.

(lebih…)

Sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan, selain momen untuk mengintensifkan ibadah, juga merupakan momen untuk kembali menyuarakan dukungan untuk Palestina.

Berikut ini ada tulisan bagus sekali dari pakar komunikasi, Bapak Syafiq Basri (saya copas dari Kompas.com 17 Mei 2020).

***

TENTANG RUMAH DAN JUMAT TERAKHIR RAMADHAN
Syafiq Basri Assegaff
(Pengamat masalah sosial Pengamat masalah sosial keagamaan, pengajar di Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR, Jakarta)

BILA Anda bosan di rumah gara-gara wabah Corona, mungkin itu saatnya Anda bercermin pada dua perkara ini. Pertama: bayangkan betapa bosan, sedih dan kacaunya kehidupan Anda jika harus hidup terusir di pengungsian, sedangkan kampung halaman hanya berjarak 130-an kilometer.

Tetapi Anda tidak boleh pulang untuk berladang atau kembali beternak kambing, sementara anak-anak Anda juga tak bisa pergi ke sekolah yang dulu, atau balik mengaji di surau guna melantunkan Ratib Haddad, Maulid, membaca wirid, Barzanji atau pun melantunkan Doa Kumail.

Yang di atas itu di Indonesia, yang terjadi pada ratusan pengungsi asal Sampang, Madura – yang terusir sejak belasan tahun lalu dan mulai 2011 hingga kini terpaksa tinggal di Rumah Susun Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo, Jawa Timur.

(lebih…)

Nestapa Yaman

[Dapat SS Twitter ini dari fb Vanessa Beeley]

Di cuitan ini, pejabat PBB UN Relief berterimakasih atas donatur terbanyak untuk Yaman, yaitu: Saudi, Emirat, AS, dan Inggris

Baru kemarin saya nulis soal absurditas tatanan dunia. Nah, ini bukti lain dari keabsurdan itu. Betapa PBB sedemikian tak berdaya. Alih-alih memaksa 4 negara yang paling bertanggung jawab atas pembombardiran Yaman selama 5 tahun terakhir, malah berterima kasih hanya karena donasi secuil dari mereka.

Jelasnya begini: Saudi bersama Emirat, dibantu Inggris dan AS [diakui sendiri oleh Menlu Saudi] sejak 11 Mei 2015 membombardir Yaman (dari udara, dengan pesawat tempur). Semua dibom, rumah sakit, sekolah, bus siswa sekolah, hingga pesta pernikahan dan proses pemakaman.

Akibatnya, rakyat Yaman kini mengalami krisis kemanusiaan terburuk abad ini [diakui PBB], antara lain, 1 anak tewas setiap 10 menit (karena kelaparan dan penyakit).

(lebih…)

Presiden Turki Erdogan dijuluki oleh beberapa analis geopol (misalnya, Pepe Escobar) ‘Sultan Teflon’ karena dia licin sekali, anti lengket, bisa berpindah haluan dengan sangat enteng. Kalau pakai perspektif HI, Erdogan ini bisa disebut tipe realis tulen, apapun yang penting buat negaranya, itulah yang ia lakukan, bahkan bila harus membantai tetangga sendiri. Baru hari ini Erdogan tertawa-tawa bersama Assad dan istrinya, menyebut Assad ‘my brother’, esoknya dia sudah memberi dukungan pada milisi bersenjata untuk menggulingkan Assad.
 
Selama bertahun-tahun (sejak 2012) ia membuka perbatasan Turki-Suriah untuk lalu-lalang pasukan teror termasuk ISIS untuk keluar-masuk Suriah, serta membeli minyak yang dicolong dari kilang-kilang Suriah, namun kini (17 September 2019) ia menceramahi para pemimpin negara Muslim soal ukhuwah. Padahal dulu Maret 2015, dia menyatakan mendukung intervensi Saudi di Yaman dan bahkan siap bantu logistik. Benar-benar sultan anti lengket.
 
Anda bisa tonton di video ini, pernyataan terbaru Erdogan soal Yaman. Patut diakui, apa yang dikatakan Erdogan kali ini benar adanya. Kata dia, “Kita harus melihat bagaimana konflik ini dimulai, siapa yang menyebabkannya? Mereka telah menghancurkan Yaman.” Siapa? Tak lain, Arab Saudi. Saat Yaman mengalami konflik internal, Saudi ikut campur dengan membombardir warga sipil serta infrastruktur sipil. Sebelum menjatuhkan bom pertama kalinya (Maret 2015), Menlu Saudi saat itu, Adel Al Juber ke Washington dan bertemu Obama, minta restu.

Israel di Balik Kisruh Venezuela (2)

Kudeta (gagal) di Venezuela awal 2019 ini dipimpin oleh Presidan AS, Donald Trump dan kubu neokonservatif (neocon) AS. Kubu ini awalnya tidak menyukai Trump, namun kini mereka kembali mendominasi arah kebijakan luar negeri AS.

Apa itu kubu neocon? Ini adalah kelompok elit di pemerintahan AS yang punya tujuan ideologis menjaga keamanan Israel. Pakar HI, Robert Gilpin, pernah menulis artikel jurnal berjudul “War is Too Important to Be Left to Ideological Amateurs’ [Perang terlalu penting untuk diserahkan kepada amatir ideologis] blak-blakan menyatakan bahwa arsitek perang Irak adalah kelompok neocon yang bertujuan untuk melakukan “restrukturisasi radikal atas relasi geopolitik di kawasan dengan tujuan untuk menciptakan keamanan jangka panjang bagi Israel.”

Itu kan perang Irak, apa kaitannya dengan Venezuela? Nah, itulah mengapa dipakai istilah ‘ideologi’: ideologi neocon adalah ideologi perang demi Israel, namun sejalan dengan itu, ada uang besar yang bermain dalam industri perang. Kelompok neocon yang berlumuran darah di Irak, Libya, Yaman, dan Suriah, dan sejak 40 thn yll berupaya menumpahkan darah di Iran, adalah kelompok yang sama yang secara terbuka melakukan upaya kudeta di Venezuela.

(lebih…)

China dan Timur Tengah

Masih saja beberapa orang nanyain pendapat saya tentang Uyghur, cuma mohon maaf banget, masih belum sempat menuliskannya.

Sementara, ini saya share artikel saya yang baru saja tayang, berjudul “Strategi Soft Power dalam Ekspansi Ekonomi China Di Timur Tengah: Studi Kasus Kerjasama China-Iran” [dimuat di Jurnal Mandala, UPN Veteran Jakarta]

**
Intinya adalah: China sangat bersemangat menjalin hubungan baik dengan negara-negara Timteng dan Sejak 2010, China telah menggantikan AS sebagai partner perdagangan terkuat di kawasan.

Di saat yang sama, semua tahu, China mengalami ‘pembunuhan karakter’ (dicitrakan sebagai ‘ancaman’), sehingga China berupaya kuat untuk menunjukkan kepada negara-negara Timur Tengah bahwa dirinya bukanlah ancaman. Uniknya, China mampu menjalin hubungan baik dengan semua pihak, bahkan termasuk dengan negara-negara Timteng yang satu sama lain saling berseteru.

Misalnya, ketika di saat yang sama China seolah menjadi ‘pelindung’ bagi Iran di tengah embargo yang dilancarkan AS (China merupakan partner dagang terbesar Iran, yaitu sekitar 22,3% dari nilai total perdagangan Iran), China merupakan partner yang serius bagi Arab Saudi yang merupakan rival Iran di kawasan.

(lebih…)

Apakah Dubes Saudi Perlu Diusir?

Kasus cuitan Dubes Saudi untuk Indonesia, Osamah Al Shuaibi, kebetulan saya ikuti sejak awal, sebelum viral. Dia mencuit hari Minggu, sekitar jam 14, lalu diomel-omeli oleh beberapa pengguna twitter yang paham bahasa Arab. Sekitar jam 21 malam, saya cek lagi, cuitannya sudah dihapus. Tentu saja, sudah ada yang ambil screenshot-nya. Besoknya, mulai ramai yang berkomentar berdasarkan SS tersebut.

Berikut ini komentar saya:

1. Dubes Osama mungkin saja kepleset nge-tweet (menyebut Banser sebagai ‘organisasi sesat’) lalu segera dihapus setelah sadar konsekuensinya. Tapi kalaupun kepleset, itu menunjukkan bahwa sang Dubes (dan rezim Saud) memang memandang negatif pada Banser&NU.

Mengapa? Kalau dilihat dari sejarahnya, NU dulu didirikan dengan tujuan melawan Wahabisme Saudi. Selama ini pun, ormas yang paling depan melawan ormas-ormas Wahabi adalah NU.

Mengapa Wahabi harus dilawan? Contoh kasusnya: perang di Suriah selama 7 tahun adalah karena para penganut ideologi Wahabi akut rame-rame angkat senjata. Mereka disponsori dana dan senjata oleh Saudi, Qatar, AS, Inggris, dll.

(lebih…)

Umat Muslim di Israel Dilarang Naik Haji oleh Arab Saudi

Setelah jamaah haji Suriah dan Qatar terkena pelarangan berhaji; setelah warga Yaman pernah dilarang naik haji; setelah jamaah haji Iran juga pernah gagal berhaji (dipersulit prosedurnya, sehingga pada detik-detik terakhir tidak memungkinkan lagi mengurus visa); kini giliran orang-orang Palestina yang jadi korban.

Yang jadi korban adalah orang Muslim yang menjadi warga Israel, dan orang Palestina yang menjadi pengungsi di beberapa negara tetangga, misalnya Yordania.

Mengapa ada umat Muslim/orang Palestina yang jadi warga Israel? Tahun 1947, Dewan Keamanan PBB semena-mena membagi dua negeri Palestina, lebih dari separuhnya diserahkan ke entitas Zionis untuk dijadikan negara Israel. Sebagian besar penduduk asli di kawasan yang jadi “jatah” Israel diusir (ada juga yang dibunuh massal), sebagian kecil masih bertahan dan jadi warga kelas rendahan di Israel.

(lebih…)

Tulisan yang tadi, dimuat ulang di sini (dengan diedit sedikit oleh redakturnya) :

https://islamindonesia.id/analisis/analisis-kematian-khashoggi-dan-implikasi-geopolitiknya-oleh-dina-y-sulaeman.htm

Kematian Khashoggi dan Implikasi Geopolitiknya

Banyak yang menulis dengan penuh puji-pujian padanya: jurnalis yang adil, progresif, pengkritik Rezim Saud. Banyak pula yang heran, mengapa dunia sedemikian heboh atas tewasnya satu orang Khashoggi di tangan rezim Saud, tapi tak terlalu peduli pada nasib 30 juta warga Yaman yang setiap hari dibombardir serta diblokade sehingga tidak mendapat akses makanan dan obat-obatan, oleh rezim yang sama?

Saya akan cerita sedikit saja. Begini, to the point: Khashoggi adalah pengikut Ikhwanul Muslimin dan pendukung “mujahidin” (tepatnya, “teroris”, karena cara-cara teror barbar mereka sudah masuk kategori terorisme) di Suriah. Kita tahu, saya sudah sering tulis, sebagian “mujahidin” Suriah, terutama yang mendapat sumbangan dana dari Turki dan Qatar (dan lembaga-lembaga donasi dari Indonesia) memang berideologi Ikhwanul Muslimin.

Dalam tulisannya di Washington Post 3 Juli 2018, Khashoggi mengatakan, “Ini waktunya buat AS untuk masuk [ke Suriah] dan menegakkan otoritas tradisionalnya di kawasan. …AS adalah satu-satunya ‘broker’ [makelar] yang jujur dalam upaya internasional untuk menciptakan perdamaian dan keadilan untuk rakyat Suriah. Template [pola] yang cocok untuk Suriah adalah apa yang saat ini DILAKUKAN TURKI di Afrin… Wilayah yang dikontrol Assad diperintah dengan penuh ketakutan dan kehilangan harapan.” [1]

(lebih…)