Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.036 pengikut lainnya

[Kompilasi Video + Foto] Peran NGO dalam Konflik Suriah

Berikut ini video dan foto yang saya tampilkan dalam sebuah seminar mengenai Suriah, siapa tahu ada yang memerlukannya.

Dalam waktu singkat saya tentu tidak bisa menjelaskan semua hal ttg Suriah, jadi saya memfokuskan pada peran NGO.

Pertama, perkenalkan tokoh ini: Srdja Popovic yang berperan penting dalam aksi-aksi penggulingan rezim di dunia dengan cara melatih aktivis2 NGO, melalui NGO-nya yang bernama CANVAS. Simak video berikut ini.

Di Suriah, Mahdi Al Harati (yang berperan penting dalam penggulingan Qaddafi) datang ke Suriah dan membentuk Liwaa al Tauhid dengan simbol kepalan tangan khas OTPOR/CANVAS. Al Harati pernah kedapatan menyimpan uang sangat banyak yang dia dapat dari CIA.

fister

Dalam video berikut ini, tampak orang-orang yang sama berupaya menggalang demo-demo di Suriah, namun demo tidak tereskalasi sebagaimana di Mesir.

Dalam konflik Suriah banyak sekali berbagai video palsu (misalnya reportase yang direkayasa di studio). Video serangan gas sarin berikut ini salah satu contohnya.

(lebih…)

Prahara Aleppo (4)

al quds hospital

MSF DAN HOAX SOAL PENGEBOMAN RS AL QUDS

MSF (Médecins Sans Frontières atau Dokter Without Borders) oleh sebagian orang dikenal sebagai LSM yang baik karena menolong orang di berbagai wilayah konflik. Tapi kiprahnya di Suriah terlihat “aneh”, namun ini bukan kejutan bagi yang terbiasa melihat siapa di balik apa [1]

Berikut ini hal-hal mencurigakan di balik “dibom”-nya RS Al Quds yang bikin banyak orang Indonesia histeris dan berteriak “save Aleppo”. (Ya, Aleppo memang harus diselamatkan, tapi dari cengkeraman mujahidin dan NATO; sementara mereka yang histeris itu mengira Aleppo harus diselamatkan dari “kekejaman Assad dan Rusia”). Saya sarikan dari tulisan Rick Sterling, jurnalis independen asal AS yang terjun langsung ke Suriah (dan bahkan anaknya pun lahir di RS Al Dabeet di Aleppo yang pada 3 Mei 2016 dibom mujahidin).[2] Di catatan kaki, saya tambahkan berbagai info.

  1. RS Al Quds (RSQ) diklaim sebagai RS tempat beroperasinya MSF. Pada tanggal 27 April, konon RSQ dibom. Staf MSF Pablo Marco, saat diinterview oleh CNN dan PBS Newshour pada 28 April, mengatakan, “Ada 2 barrel bombs yang jatuh dekat RSQ, lalu bom ketiga jatuh di pintu depan RSQ”. Tetapi, press rilis MSF justru kontradiktif, “RSQ dihancurkan oleh minimalnya 1 serangan udara yang secara langsung menimpa bangunan dan membuatnya jadi puing2 (rubble).” Tapi foto yang ditunjukkan tidaklah berupa “puing-puing”. Versi berita mana yang benar?

(lebih…)

Mengapa Mereka Mendadak Heboh Soal Aleppo?

Di bawah ini saya copas status dr Joserizal yang menjelaskan mengapa kok mendadak para fans Erdogan di Indonesia (*presiden yang tertukar*) secara masif dan serempak menebar hashtag “save Aleppo” dan sibuk menggalang dana. Asal dijamin sampai ke warga sipil korban perang sih, kita dukung dong. Masalahnya, seperti kata Dubes Djoko, kan di tengah jalan bantuan itu sering diserobot pemberontak. Thanks to Allah, akhirnya kubu pro-mujahidin keceplosan ngaku bahwa senjata mrk dapat dari AS  dan bahwa dana yg mrk kumpulkan di Indonesia adalah utk mujahidin (lihat foto di bawah) Selain itu, kenapa sih pake menyebar foto-foto palsu dan memfitnah orang? Apa berbuat baik itu boleh saja didului dengan kejahatan?

(lebih…)

Prahara Aleppo (3)

brookingsThe NGOs

Berbagai NGO (Non-Government Organization) atau LSM, bersama lembaga-lembaga “think tank” (pusat studi) memiliki rekam jejak dalam upaya penggulingan rezim di berbagai penjuru dunia. Di Mesir, misalnya, aksi-aksi demo penggulingan Mobarak dimotori oleh aktivis NGO yang dilatih oleh AS (melalui Freedom House dan National Endowment for Democracy/NED) agar mahir menggalang massal. FH dan NED (dan LSM bernama CANVAS) juga bermain di Suriah. Bedanya, bila di Mesir aksi demo bisa tereskalasi (jumlah pendemo sangat masif) sehingga Mobarak terguling dengan mudah, di Suriah modus ini gagal total. Yang muncul malah demo tandingan yang jauh lebih masif, menunjukkan dukungan kepada Assad.[1] Kejadian sama juga terlihat di Libya, aksi demo tidak pernah tereskalasi, bahkan yang terjadi demo luar biasa besar di Tripoli mendukung Qaddafi. [2]

Nah karena aksi demo “damai” tidak berhasil di Libya dan Suriah, masuklah para jihadis untuk melakukan tugas mereka. Kali ini tentu saja mereka tidak membawa isu demokrasi, melainkan khilafah (dan khusus di Suriah, mereka membawa isu Sunni-Syiah, yang terbukti sangat efektif dalam menggalang pasukan dan dana dari seluruh dunia). Terbukti, ketika khilafah terbentuk di Libya, tetap saja kapitalis Barat yang menguasai ekonomi; sang khalifah sibuk bertempur melawan rakyatnya, serta melebarkan sayap pertempuran ke Suriah.

(lebih…)

Prahara Aleppo (2)

The White Helmets

Aleppo adalah kota terbesar di Suriah. Sejak 2012, jihadis/teroris dari berbagai kubu menduduki Aleppo. Mereka sempat menguasai 70% kota, namun tentara Suriah (SAA) kemudian melancarkan operasi pembebasan Aleppo. Saat ini, tinggal wilayah utara Aleppo yang diduduki oleh jihadis/teroris.

Sejak 23 April 2016, jihadis/teroris di Aleppo secara masif menghujani wilayah Aleppo yang dikontrol SAA dengan mortar, rocket, dan Hell Cannon (sebelumnya, selama 2012-2016 mereka juga sering menyerang secara sporadis,  kali ini benar-benar masif). Korban terbesar adalah warga sipil, termasuk anak-anak. Awalnya media Barat bungkam (hanya media-media Suriah, PressTV, XinHua, RT, dan media-media alternatif  lainnya yang ‘berteriak’). Namun setelah SAA melakukan serangan balasan untuk membebaskan Aleppo dari jihadis/teroris, dengan serempak muncul pemberitaan masif dari media Barat/pro-jihadis: SAA dan Rusia membunuhi warga sipil Aleppo.

Salah satu korban serangan bom adalah RS Al Quds (di wilayah yang dikuasai jihadis/teroris dibom), 27 April 2016. Berita versi Barat/jihadis, pelakunya adalah SAA atau Rusia. Namun Rusia memiliki data bahwa pesawat yang terbang di udara Aleppo pada hari itu justru satu pesawat dari pihak koalisi anti ISIS (yang dimaksud: kubu AS&Turki).  AS dengan segala kecanggihan militernya tentu seharusnya juga punya data radar, tinggal diperlihatkan saja ke publik, kalau memang benar pengebomnya Suriah/Rusia. Modus sama telah terjadi pada 10 Februari 2016. Saat itu dua rumah sakit di Aleppo dibom dan jubir Pentagon langsung menyebut Rusia sebagai pelakunya, tanpa menyebut waktu dan koordinat lokasi serangan. Jubir Menhan Rusia membalas dengan mengungkap data rinci bahwa pada hari itu jam 10:55 GMT dua pesawat AS A-10 memasuki udara Suriah melalui Turki dan terbang langsung ke Aleppo dan mengebom 9 target di sana. Pada Oktober 2015, pesawat AS juga mengebom beberapa pusat pembangkit listrik di Aleppo.

(lebih…)

Prahara Aleppo (1)

Bernard Kouchner

French Foreign Minister Bernard Kouchner takes off a Jewish skull-cap, or Kippa, at the end of a visit to the Yad Vashem Holocaust Memorial in Jerusalem, Tuesday, Sept. 11, 2007. Kouchner is on an official visit to Israel and the Palestinian Territories. (AP Photo/Kevin Frayer)

Eskalasi konflik di Aleppo beberapa hari terakhir diwarnai propaganda anti-rezim Suriah yang sangat masif, baik oleh media Barat, maupun oleh media-media “jihad” di Indonesia. Dan inilah mengapa kita (orang Indonesia) harus peduli: karena para propagandis Wahabi/takfiri seperti biasa, mengangkat isu “Syiah membantai Sunni” (lalu menyamakan saudara-saudara Syiah dengan PKI, karena itu harus dihancurkan, lalu diakhiri dengan “silahkan kirim sumbangan dana ke no rekening berikut ini”). Perilaku para propagandis perang itu sangat membahayakan kita (mereka berupaya mengimpor konflik Timteng ke Indonesia), dan untuk itulah penting bagi kita untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

Tulisan ini akan dibagi dalam beberapa judul yang membahas aktor-aktor utama konflik. Berikut ini bagian pertama.

The Medecins sans Frontieres (MSF)

Dalam beberapa hari ini ada video yang jadi viral, tentang seorang dokter anak terakhir (the last pediatrician) yang tewas akibat serangan udara yang dilakukan tentara Suriah (berita versi pro-jihadis/teroris). Dokter tersebut bekerja di MSF (Dokter Tanpa Batas, LSM yang bergerak memberi bantuan medis di berbagai wilayah konflik di dunia). MSF di Aleppo membuka rumah sakit justru di wilayah yang dikuasai pemberontak/jihadis Suriah. Pihak rezim Suriah telah menolak tuduhan bahwa mereka yang mengebom rumah sakit MSF. Tapi tulisan ini tidak sedang membahas siapa yang sebenarnya mengebom rumah sakit (dalam berbagai kasus pengeboman rumah sakit sebelumnya di Aleppo -di wilayah yang dikontrol tentara Suriah–, pelakunya justru pihak teroris/jihadis), melainkan tentang siapa MSF sebenarnya.

(lebih…)

Logika Boikot Zionis

boikotKTT Luar Biasa OKI 2016 telah mengeluarkan resolusi dan Deklarasi Jakarta yang menurut saya, cukup tegas dan ‘bertenaga’. Kita patut bangga, karena dalam proses perumusan resolusi dan deklarasi semacam ini dalam konferensi internasional, peran tuan rumah (dalam hal ini Kemlu RI) sangat signifikan. Tentu saja, kita musti wait n see untuk melihat bagaimana implementasinya.
Namun, ada satu poin dalam resolusi itu yang bisa dilakukan oleh kita, masyarakat sipil, yaitu boikot. Biasanya, seruan boikot akan ditanggapi sinis, “Lu aja fesbukan, itu kan buatan Yahudi?!”
Berikut ini penjelasan singkat soal boikot.
1. Perusahaan yang diboikot adalah perusahaan yang menyalurkan sebagian labanya untuk mendukung Israel. Israel bisa tegak sampai hari ini karena sebagian besar biaya operasional pemerintahannya disumbang (istilah mereka: ‘tzedakah’) perusahaan-perusahaan transnasional. [catatan: di resolusi/deklarasi OKI, disebut yang diboikot adalah ‘perusahaan yang ada di wilayah pendudukan; tapi gerakan boikot Zionis internasional sebenarnya jauh lebih luas]
2. Boikot adalah bentuk solidaritas. Ini masalah hati, Kang. #eaaa. Ketika kamu tahu bahwa sebuah perusahaan menyalurkan profitnya untuk mensupport rezim penjajah, hatimu menolak memakai produk itu dan memilih produk lain.
3. Tujuan boikot adalah memberikan tekanan kuat kepada Israel dan para pendukungnya, dengan harapan rezim Zionis bisa kepepet, bahkan tumbang, sehingga bisa dibentuk rezim baru yang demokratis dan mengembalikan hak-hak bangsa Palestina. Gerakan boikot internasional pernah berhasil menumbangkan Rezim Apartheid di Afrika Selatan, sehingga kita boleh optimis bahwa bila umat manusia pencinta keadilan dan perdamaian bersatu memboikot Israel (dan para pendukungnya), kita juga bisa menumbangkan Rezim Zionis.
Btw, dampaknya sudah pernah sedikit terlihat, misalnya pada tahun 2014, perusahaan2 Israel sudah kompak menekan Netanyahu bahwa “kestabilan ekonomi hanya bisa dicapai kalau Israel berdamai dengan Palestina” [http://mondoweiss.net/2014/01/business-confront-netanyahu/].
4. Boikot Israel bukan urusan umat Islam semata, tapi seluruh umat yang peduli pada kemanusiaan. Gereja Vatikan sudah menarik sahamnya dari Caterpillar, karena buldoser2 Caterpillar digunakan untuk menghancurkan rumah-rumah orang Palestina. Lembaga investasi terbesar di Belanda PGGM, tahun 2014 telah memutuskan tidak berinvestasi di Israel karena kejahatan Israel terhadap Palestina. Di Irlandia, supermarket-supermarket telah menolak memasukkan buah-buahan asal Israel.
5. Bagaimana bila kita tak punya alternatif? Misal, produk A sudah jelas pendukung Israel, tapi kita terpaksa menggunakannya. Jawaban saya: ibarat jawab soal ujian, kalau 10 soal bisa jawab 8 ya sudah lumayan, biarlah yang 2 salah karena terpaksa. Tapi, jujurlah pada diri sendiri, terpaksa, atau sekedar memenuhi selera? *aku tuh ga bisaaaa… kalau gak pake komestik produk A*
Demikian, semoga dipahami. Mari kita ingat, bahwa membela bangsa yang terjajah adalah mandat UUD 1945. Dan kalau mau sedikit berpikir lebih luas, sebenarnya, melawan Israel adalah membela kepentingan nasional kita sendiri (silahkan baca-baca secara mendalam, siapa sebenarnya yang ada di balik berbagai konflik di dunia ini, pasti ketemu: perusahaan-perusahaan trasnnasional, terutama migas, rekonstruksi, dan senjata. Lalu siapa pemiliknya? Cek saja sendiri).
—-
* web yang menurut saya credible memberi info ttg perusahaan2 yang pro Israel: http://inminds.com/   Merek2 yang diboikot: http://inminds.com/boycott-brands.html

Palestina: One State Solution

Opsi solusi konflik Palestina cukup beragam. Kelompok radikal biasanya menginginkan perang habis-habisan (Israel menghabisi Palestina, atau Palestina menghabisi orang Yahudi). PBB mendukung two-state solution (dua negara berdiri berdampingan). Ide ini banyak bolongnya, di tulisan ini sudah saya bahas sedikit. Ada juga opsi one state solution (antara lain, ini diusulkan Iran), yaitu adalah ide untuk mendirikan sebuah negara bersama Palestina-Israel, dengan dihuni oleh semua ras dan agama yang semuanya memiliki hak suara. Bila ide ini diterima, konsekuensinya, Rezim Zionis dibubarkan, begitu pula Otoritas Palestina; semua batas wilayah Palestina-Israel dihapus dan dilebur ke dalam satu negara; para pengungsi diizinkan kembali ke tanah/rumah mereka masing-masing; serta dilakukan referendum untuk menentukan bentuk pemerintahan dan menetapkan pejabat pemerintahan itu.

Ide ini dilandaskan pada pemikiran berikut:
1. Bila Rezim Zionis terus berdiri, perang tidak akan pernah berhenti karena cita-cita Zionis adalah mendirikan negara khusus Yahudi dan untuk itu, mereka akan terus mengusir orang-orang Palestina demi memperluas wilayahnya.
2. Bila Palestina ingin mendirikan negara khusus Palestina dan mengusir keluar orang-orang Yahudi, perang juga akan terus berlanjut. Namun dalam perang ini, Palestina berada dalam posisi yang lebih lemah: wilayahnya lebih kecil dan terpisah, dikepung oleh wilayah Israel, serta kekurangan logistik karena blokade Israel. Akibatnya, lagi-lagi, penindasan akan terus berlangsung di Palestina.

Pertanyaannya, mungkinkah kedua pihak mau menerima ide ini?

(lebih…)

Dimanakah Ribuan Al Nimr Itu, Alwi?

al nimrOleh: Dina Y. Sulaeman*

Tulisan ini adalah tanggapan atas tulisan “Ada Banyak Al Nimr di Iran” yang ditulis Alwi Alatas (AA) di http://www.hidayatullah.com. Di judul AA menyebut “banyak”, tetapi di dalam artikel, dia menyebut “ribuan”. Saya akan memulai tulisan ini dengan mengutip pidato Ayatullah Khamenei yang dikritisi AA di akhir tulisannya, karena inilah poin terpenting dalam tulisan AA maupun tulisan ini.

The Almighty God shall not ignore the innocents’ blood and the unjustly spilled blood will backfire on the politicians and the executives of this regime very quickly. The Muslim world and the entire world must feel responsible towards this issue,” kata Ayatullah Khamenei, dikutip AA dari situs berbahasa Inggris.

AA berkomentar, ““Tuan Khamena’i, apakah Anda tidak merasa bertanggung jawab atas tumpahnya ribuan ‘darah tak berdosa’ di Iran, di bawah pemerintahan Anda sendiri? Darah-darah itu pada satu hari nanti akan memercik juga ke wajah Anda, di dunia ini, di dalam lembaran-lembaran Sejarah.”

AA tidak mengutip lanjutan perkataan Khamenei, “این عالمِ مظلوم نه مردم را به حرکت مسلحانه تشویق می‌کرد و نه به صورت پنهانی اقدام به توطئه کرده بود، بلکه تنها کار او، انتقاد علنی و امر به معروف و نهی از منکرِ برخاسته از تعصب و غیرت دینی بود.” (Ulama mazlum ini [Syekh Nimr] tidak memprovokasi rakyat untuk melakukan gerakan bersenjata, dan tidak pula secara sembunyi-sembunyi melakukan konspirasi; satu-satunya yang dilakukannya adalah mengkritik secara terang-terangan, serta amar ma’ruf nahi munkar yang didasari kecintaan pada agama).[1]

Di sinilah POIN PENTING-nya: Iran tidak mengkritik model hukuman mati, tetapi ALASAN Syekh Nimr dihukum mati. Iran menerapkan hukuman mati, seperti juga di Arab Saudi, Indonesia, atau AS (ada 58 negara di dunia yang menerapkan hukuman mati).

Kemudian, AA mengambil rujukan utamanya dari Iran Human Rights. Dalam situsnya, IHR menyatakan Iran Human Rights condemns the death penalty for any crime (IHR mengutuk hukuman mati untuk SEMUA KEJAHATAN). [2] Artinya, dalam pandangan IHR, kejahatan terorisme, upaya kudeta, pembunuhan, bandar narkoba, atau apapun, tidak boleh dihukum mati. Dan karena AA mengakui IHR sebagai sumber valid, seharusnya dia tak perlu menulis “Terlepas dari tepat tidaknya eksekusi yang dilakukan pemerintah Saudi,…”. AA seharusnya tak perlu malu-malu mengakui bahwa dia sepakat dengan IHR: Arab Saudi salah karena menghukum mati Syekh Nimr.

Manipulasi Informasi

Dalam tulisan singkat ini, saya tidak membahas tepat/tidaknya hukuman mati. Saya sekadar ingin membuktikan benar atau salahnya klaim AA bahwa di Iran, “ada ribuan Al Nimr di Iran” dan “kaum Sunni dihukum mati karena memiliki hubungan dengan kelompok Salafi.”

(lebih…)

Daud Melawan Goliath

republika1Fariba, tetangga saya di Teheran (2003-2007) mudah sekali sedih dan stress. Pasalnya, suaminya selalu berada dalam bahaya. Suaminya anggota Garda Revolusi Iran, dan sewaktu-waktu “menghilang” untuk misi anti-terorisme. Fariba selalu ketakutan, suatu saat giliran suaminya yang syahid dibunuh teroris. Dan benar saja, tahun 2009, saat saya sudah di Indonesia, suaminya dan beberapa rekannya syahid dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukan teroris di Zahedan (perbatasan Pakistan).

Sejak Republik Islam Iran dibentuk dan AS ditendang keluar Iran (padahal sebelumnya AS sedemikian berkuasa di Iran, baik ekonomi maupun politik), aksi-aksi teror tak habis-habisnya menyerang Iran. Sejak 1979-2014, korban terorisme di Iran (bom bunuh diri/ledakan bom) mencapai 17.180 orang, menjadikan Iran sebagai negara dengan korban terorisme terbesar di dunia. Sebagian yang menjadi korban tewas itu adalah para pejabat tinggi negara seperti Presiden Rajai, PM Bahonar, Ketua MA Beheshti, dan Panglima Militer Shirazi. Ayatollah Khamenei sendiri tangan kanannya kisut dan tak bisa digerakkan akibat terkena serpihan bom saat sedang berceramah di Masjid Abu Dzar, Teheran (1981). Beberapa tahun terakhir, yang menjadi korban teror adalah ilmuwan-ilmuwan nuklir Iran.

Jurnalis investigatif terkemuka, Seymour Hersh (2008) pernah menulis laporannya tentang kucuran dana AS untuk membiayai kelompok-kelompok teror (antara lain, Jundullah, the Mujahideen-e-Khalq/MEKdan kelompok separatis Kurdithe Party for a Free Life in Kurdistan/PJAK). Tim Shipman dari the Telegraph sebelumnya (2007) juga sudah merilis informasi bahwa Bush meluncurkan “operasi hitam” untuk menggulingkan rezim. Pada tahun itu pula, pemerintah Iran mengumumkan telah menangkap 10 anggota Jundullah membawa uang cash USD500.000 bersama “peta daerah sensitif” dan “peralatan mata-mata modern”.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 6.036 pengikut lainnya