Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.599 pengikut lainnya

[PDF] Mengenal Omicron dan 4 Strategi Menghentikan Pandemi

Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, mengkritik keputusan negara-negara yang memblokir Afrika Selatan (travel ban) gara-gara ditemukannya varian baru yang disebut Omicron. WHO juga menulis di akun Twitter resminya: “Afsel (dan Botswana) itu seharusnya diterimakasihi karena berhasil mendeteksi, men-sequencing dan melaporkan varian ini, bukannya malah dihukum.”

Ramaphosa telah meminta negara-negara yang memasukkan nama Afsel (dan “negara-negara lain yang merupakan saudara Afsel”) dalam list travel ban mereka untuk segera membatalkan larangan perjalanan itu. Menurutnya, travel ban ini “tidak dapat dibenarkan secara ilmiah.” [“the prohibition of travel is not informed by science.”] dan akan menghancurkan ekonomi dan kehidupan warga Afrika.

Indonesia juga heboh memberitakan varian Omicron ini. Judul berita Kompas, antara lain:

-3 Hal yang Membuat RI Terancam COVID-19 Gelombang III, Salah Satunya Omicron

-Ada Varian Baru Omicron, Akankah Gelombang 3 Pandemi Terjadi Akhir Tahun Ini?

-6 Fakta Virus Corona Omicron, Varian Baru yang Dapat Picu Gelombang Ketiga Covid-19

CNBC Indonesia, media online paling menyebalkan buat saya, karena hobi sekali menulis judul dengan menggunakan kata “seram/menyeramkan, ancaman, kiamat, mengerikan, gawat” menulis judul: Omicron Mengerikan, Hampir Mustahil IHSG ke 7.000 Tahun Ini.

Sebenarnya apa itu varian Omicron? Mari belajar langsung dari ahlinya, virolog Drh. Moh. Indro Cahyono. Berikut ini dua PDF presentasi Pak Indro:

Video lengkap penjelasan ada di Webinar MIPI Sesi 10. Video ini adalah potongan (17 menit) dari video lengkapnya.

Menolak Lupa: Rekam Jejak FAO dalam Perang Suriah

FAO (Farid Okbah) ditangkap Densus 88. Lalu, ada tokoh yang menyebut bahwa radikalisme diangkat untuk “mengalihkan isu PCR”.

Kalau kata saya sih, bisnis PCR tetap harus lanjut diusut (termasuk diusut juga: secara sains, apa perlu razia swab massal dilakukan kepada orang-orang sehat; kepada anak-anak sekolah?). Tapi, radikalisme dan terorisme memang ADA, ga usah ditutupi pakai ngeles sana-sini.

Perang Suriah selama 10 tahun telah merekam isi pikiran FAO dkk dengan jelas. Melalui halaman facebooknya, maupun ceramahnya, FAO gencar menyebarkan postingan yang menggiring opini masyarakat bahwa perang saudara yang terjadi di Suriah adalah perang antara Sunni vs Syiah. Ketika para “ulama” terkenal menyuarakan hal seperti ini, tidaklah mengherankan banyak masyarakat Indonesia yang mengira saudaranya sesama Aswaja sedang dibantai dan untuk itu mereka rela merogoh kocek untuk menyumbang.

Di antara jejak digital FAO terkait Suriah:

(lebih…)

[PDF] Belajar tentang Covid-19

Drh. Moh Indro Cahyono adalah seorang virolog (peneliti virus) yang memiliki pengalaman puluhan tahun. Penjelasan Drh. Indro adalah penjelasan dari seseorang yang memang meneliti langsung virusnya (mengisolasi virus covid-19, diteliti langsung di lab), bukan sekedar menyampaikan ulang apa yang diteliti orang lain. Penjelasannya tentang Covid menjadi penting dipelajari oleh semua pihak, apapun latar belakang keilmuannya, karena virus ini memengaruhi kehidupan semua orang. Tanpa pemahaman yang benar, minimalnya di dasar-dasar logikanya, bangsa ini akan terus dipermainkan oleh narasi yang simpang siur, yang menguntungkan segelintir orang.

Soal Covid adalah isu internasional, penetapannya sebagai pandemi juga ditetapkan oleh WHO. Ini bukan sekedar isu lokal. Informasi yang disebarluaskan di Indonesia pun kebanyakan bersumber dari luar. Misalnya, di file PDF Anda bisa lihat gambar berikut ini (tapi di PDF ada tambahan penjelasan dari Pak Indro).

Perhatikan, di mana keanehannya? Gambar itu berasal dari Financial Times, media yang berbasis di Inggris. Dari grafik, terlihat di garis warna merah, justru varian AY.4.2 menyebar lebih lambat, tapi diberi tulisan: AY.4.2. menyebar 12-15% lebih cepat dari varian Delta.

Ingat, ada pejabat di Indonesia bilang, “AY.4.2. lebih ganas 15% dari Delta” dan karena itu, kemungkinan aturan PCR diberlakukan lagi. Aturan karantina (yang sebelumnya diubah jadi 3 hari, menjelang kepulangan Presiden dari acara G20) mungkin akan diberlakukan lagi 7 hari. “Gelombang ketiga akan datang Desember,” kata media, tapi kemudian diundur jadi Maret.

Siapakah sebenarnya yang mengatakan AY.4.2. lebih ganas? Apakah benar, memang lebih ganas, atau tidak? Apakah dengan memberlakukan tes swab/PCR, AY.4.2 dan perubahan jumlah hari karantina, penyebaran virus bisa dihalangi? Lalu, varian itu apa sih? Apa varian itu memang lebih ganas dari aslinya? Kalau varian terus-menerus muncul, apa artinya status pandemi di negeri ini tidak akan berakhir? Nah itulah yang seharusnya dipelajari semua orang, dari sumber yang tepat tentu saja.

File PDF di atas (klik saja link download) adalah slide presentasi drh Indro dalam acara peringatan Hari Kesehatan Nasional yang diselenggarakan DKR (Dewan Kesehatan Rakyat) Depok. DKR didirikan oleh Ibu Dr. dr. Siti Fadilah Supari pada saat beliau menjadi Menkes. Video rekaman saat Drh. Indro menerangkan isi pdf ini dapat disimak di sini. Anda juga bisa menyimak channel youtube Pakdhe Indro Channel Asli untuk mempelajari seluk-beluk Covid. Di luar sana ada banyak yang menjelaskan virus ini, tapi yang benar-benar meneliti virusnya sejak awal masuk ke Indonesia, dan mau menjelaskan terbuka ke publik (meski akhirnya mengalami banyak “intimidasi”) ya cuma drh. Indro ini.

“Model Kerja Sama Pemerintah/Militer AS dengan Pebisnis: dari Timteng sampai Indonesia”

Kekuatan resistensi (perlawanan) telah menyerang pangkalan militer AS di Al-Tanaf (Suriah) (25/11). Pangkalan militer ini ilegal karena tidak diizinkan oleh pemerintah Suriah. Ini adalah kali pertama kali al Tanaf diserang secara langsung. Jubir Pentagon mengatakan, drone yang dipakai adalah buatan Iran tapi tidak diluncurkan dari Iran. Jubir Pentagon juga menyebut AS berhak “membela diri” tapi belum merencanakan pembalasan. (Bagaimana mungkin AS, yang secara ilegal menduduki Suriah, bicara soal “membela diri”?)

Serangan di Al Tanaf Itu terjadi hanya beberapa hari setelah pesawat tempur Israel, terbang dari arah pangkalan Amerika itu, mengebom Suriah, menyebabkan 1 tentara Suriah tewas dan melukai 3 lainnya. Kemudian, ada serangan teroris di Damaskus, yaitu bom yang ditempelkan ke bis militer (20/11). Korban tewas 14 personel militer Suriah. Tidak ada milisi teror yang mengaku sebagai pelaku, dan karena ini bukan bom bunuh diri ala “jihadis”, kemungkinan besar agen Israel pelakunya.

(lebih…)

Iran Melawan Embargo AS (2)

Kejadiannya tanggal 24 Oktober. AS diam-diam saja. Tidak ada pernyataan apapun. Sampai akhirnya, tanggal 4 November, Iran merilis video operasi angkatan laut (AL) IRGC (Garda Revolusi Iran) dalam menyita kapal tanker di Laut Oman. Kapal tanker yang membawa minyak Iran itu merapat di pelabuhan Bandar Abbas pada 25 Oktober.

[Kapal tanker itu bernama “SOTHYS.” Menurut pelacakan media, kapal tanker itu tercatat berbendera Vietnam. Sangat biasa sebuah negara membawa minyak dengan menyewa kapal tanker berbendera negara lain, jadi ga usah bingung]

(lebih…)

Iran Melawan Embargo AS

AS telah mengembargo Iran selama puluhan tahun, termasuk menghalangi Iran untuk menjual minyaknya. Iran melakukan perlawanan dengan tetap menjualnya, tentu saja ke negara yang berani membeli. Negara-negara yang berada di bawah tekanan AS tidak berani membeli, karena akan kena sanksi oleh AS. Korea Selatan misalnya, pernah menjadi pembeli minyak Iran, tapi setelah terancam sanksi AS, akhirnya berhenti membeli di tahun 2018, dan bahkan tidak membayar uang minyak tsb selama 3 tahun (sampai sekarang). Alasan mereka, karena transfer uang ke Iran terhalang aturan embargo AS. Korsel punya utang 7,8 M USD ke Iran.

Upaya AS menjegal penjualan minyak Iran juga melalui penghadangan langsung kapal tanker yang membawa minyak Iran. di perairan internasional. Pernah ada kapal tanker yang membawa minyak Iran juga (ke Venezuela), lalu dicuri oleh AS. Hal ini bisa terjadi karena awak kapal tanker tsb (bukan orang Iran), bekerja sama dengan AS.

(lebih…)

Pengusiran dan Penghancuran Rumah Orang Palestina Terus Dilakukan oleh Israel

Kemarin, Rabu, 3 November 2021, sekitar pukul 06.30 pagi waktu setempat, aparat Israel membuldoser sebuah rumah di Jabal al-Mukkaber, di kawasan Yerusalem Timur. Rumah itu dihuni oleh tiga keluarga inti dari keluarga besar yang sama, total penghunia sembilan orang, termasuk tiga anak di bawah umur. [lihat video]

Ini “hanya” satu dari sangat banyak pengusiran yang terus dilakukan oleh para pemukim-penjajah (settler-colonialist) Zionis, hingga hari ini. Mereka mengklaim punya hak atas Yerusalem dengan dilandasi kisah ribuan tahun yll dan mengabaikan hukum internasional.

(lebih…)

Lebanon (2)

Penjelasan dari Richard Medhurst (jurnalis independen, ayahnya Inggris, ibunya orang Suriah) menjelaskan tentang Lebanon.

Poin penting: kejadian di Beirut 14 Agustus lalu harus diletakkan dalam konteks yang lebih luas di kawasan Timteng, yaitu kubu resistensi vs kubu imperialis.

Bahasan lengkap (25 menit) silakan simak di channel YT Richard Medhurst), di video ini saya terjemahin 4 menitan aja.

https://www.youtube.com/watch?v=OFBhhLCxlDE

Lebanon (1)

Di Lebanon, semua aktor politik terpaksa disebutkan afiliasi agama/mazhabnya. Karena, struktur politik mereka memang sangat sektarian (istilahnya: konfesionalisme). Jabatan politik dibagi-bagi atas dasar agama dan mazhab. Jadi, ketika saya membahas Lebanon dan menyebut agama/mazhab, ini memang “terpaksa.” Harap diperhatikan, ini kejadian di Lebanon, ketika agama/mazhab mereka disebut-sebut, orang Indonesia tidak usah baper ya.

Hari Kamis 14 Agustus, para pendukung Hizbullah (Muslim Syiah), Partai Amal (Muslim Syiah), dan Partai Marada (Kristen) melakukan aksi demo damai (tidak bersenjata) di depan gedung “Istana Keadilan” (Palace of Justice), menuntut agar hakim yang sedang menyelidiki kasus meledaknya gudang amonium nitrat di Beirut (Agt 2020) bersikap adil.

(lebih…)

Masjidil Haram Sudah “Bebas”

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/1278843179223629

Sejak tadi pagi saya mendapati video-video dan info-info bahwa mulai hari ini (17 Okt 2021), Arab Saudi meniadakan berbagai aturan “social distancing”, termasuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Di video itu terlihat, stiker pembatas antar-jamaah (supaya shaf tidak rapat) sudah disingkirkan, sehingga shaf sholat bisa rapat lagi sebagai seharusnya.

Video ini saya rekam sendiri dari televisi (siaran live langsung dari Mekah), tgl 17 Okt sekitar pukul 15.20 WIB. Bisa lihat di video ada penanda waktu, jam 11.23 waktu Mekah (jadi belum masuk waktu sholat, tengah hari, pastinya panas banget). Nanti saat waktu sholat zuhur di sana, akan saya rekam lagi, saya taruh di kolom komen ya (ga janji lho, kalau ingat aja).

Berikut ini saya copas-terjemah dari Al Arabiya (media Saudi):

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"