Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.368 pengikut lainnya

Palestina di Tengah Keabsurdan Dunia Islam

palestineHari ini, Jumat terakhir di bulan Ramadhan adalah Hari Al Quds Internasional. Sebaiknya, kita ikut demo menyatakan solidaritas pada Palestina. Demonstrasi mungkin saat ini tak mampu mengubah apa-apa. Namun penting dilakukan dalam rangka merawat ingatan bahwa masih tersisa satu bangsa di muka bumi yang masih terjajah hingga saat ini, ketika dunia semakin tak peduli, teralihkan fokusnya gara-gara “demam jihad Suriah”.

Kalau tidak bisa demo, minimalnya, kita ramaikan medsos dengan share berita tentang Palestina, kita kembalikan fokus publik agar mau kembali membelanya. Perjuangan membela Palestina bukan cuma urusan kaum Muslimin, tapi semua orang yang peduli pada kemanusiaan, karena di Palestina juga ada banyak yang beragama Kristen, Yahudi, dan ada banyak ‘aliran’, termasuk Partai Komunis.

Ini tulisan saya terbaru, tentang Palestina, dimuat di Geotimes:

Palestina di Tengah Keabsurdan Dunia Islam [Hari Al Quds Internasional]

Silahkan klik:
https://geotimes.co.id/palestina-di-tengah-keabsurdan-duni…/

Kisah Nur dan ISIS

Sejak 2011 sampai kini, saya sudah nulis soal Suriah, mungkin jumlahnya sudah mencapai ribuan (karena banyak juga yang saya tulis anonim, soalnya banyak yang alergi duluan baca nama saya 🙂 ).

Sejak beberapa tahun belakangan ini, sudah banyak aktivis medsos yang ikut aktif meluruskan info ttg Suriah di medsos, alhamdulillah…, luar biasa… Wartawan-wartawan media mainstream juga sudah ada (sedikit) yang turun tangan, meski dengan halus, mencoba melakukan perlawanan atas hegemoni informasi. Tapi semua itu tak cukup, masih sangat banyak yang tertipu. Semua yang ‘tercerahkan’ seharusnya ikut turun tangan, minimalnya sekedar share berita yang mengungkap siapa itu ISIS, Al Nusra, dan sejenisnya; atau bahwa ada AS dan Israel di balik semua ini. (contoh: “Israel Danai Pemberontak Suriah” http://internasional.republika.co.id/…/ortqnu335-israel-dan…).

Ini kisah tentang ex-Direktur PTSP BP Batam Ir Dwi Djoko Wiwoho. Ia tertipu dan berangkat ke Suriah bersama keluarganya. Kebetulan, AFP mewawancarai seorang perempuan, yang diduga anak pak Dwi, namanya Nur.

Menurut Nur, saat ini ayahnya dan saudara laki-lakinya dipenjara ISIS.

“Ada banyak (tentara ISIS) yang bercerai, kemudian menikah lagi untuk dua minggu atau dua bulan,” katanya.

“Banyak pria datang ke tempat saya dan berkata kepada ayah saya, ‘Saya menginginkan anak perempuan Anda’,” katanya.

“Ke mana saja mereka selalu membicarakan wanita,” katanya getir

Nur mengaku tertarik pindah ke Suriah setelah melihat foto dan video tentang Negara Islam atau Daulah Islamiyah yang diunggah ISIS ke internet.

“Semua bohong … ketika kami memasuki wilayah ISIS, masuk ke negara mereka, yang kami lihat sangat berbeda dengan apa yang mereka katakan di internet,” kata Nur.

Nur saat ini berada di kamp pengungsi Ain Issa, sekitar 50 kilometer di utara Raqqa.Bersama ribuan orang lainnya, Nur meninggalkan kota Raqqa yang kini tengah digempur Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung militer Amerika Serikat.

Ini video cuplikan rekaman Nur, terlihat sesekali ia bicara bahasa Indonesia.

Dengan sepenuh hati saya mendoakan di pagi bulan Ramadhan ini, agar Nur dan perempuan-perempuan Indonesia lainnya, bisa segera pulang dengan selamat lalu mereka menyebarkan kebenaran kepada publik. Wabil khusus saya doakan seorang gadis cantik yang awal-awal konflik Suriah sering ‘menyerang’ saya di FB, bahkan menginbox, dan dia bilang dia akan ke Suriah dalam waktu dekat. Saya waktu itu bilang ke dia, “Hati-hati Dik… jangan mau tertipu kayak gini.”

Entah dimana dia sekarang. Semoga dia baik-baik saja.

sumber video: https://www.youtube.com/watch?v=n3aFQEiegRA
sumber berita: http://batam.tribunnews.com/…/mengerikan-putri-djoko-cerita…

MBS

salman trumpMuda, impulsif, ambisius. Itulah sosok Pangeran Muhammad bin Salman (MBS). Kemarin ia diangkat jadi Putra Mahkota Arab Saudi (waliyul ‘ahd).

Setelah ayahnya, Salman bin Abdulaziz diangkat menjadi raja, MBS diberi banyak jabatan penting, antara lain Menteri Pertahanan, Ketua Dewan Ekonomi dan Pembangunan, komisaris Aramco, dan bahkan diangkat sebagai ‘Wakil Putra Mahkota’ (yang menjadi Putra Mahkota saat itu adalah sepupunya, Muhammad bin Nayef).

Sebagai Ketua Dewan Ekonomi, MBS berambisi mengangkat kembali perekonomian Saudi yang terpuruk akibat anjloknya harga minyak (dan keanjlokan ini juga kesalahan Saudi sendiri yang meningkatkan produksi agar harga minyak turun sedikit, sehingga mengalahkan para pesaingnya; namun turunnya malah kebablasan, sampai saat ini). MBS melakukan upaya diversifikasi ekonomi agar tak lagi bergantung pada minyak. Inilah yang melatarbelakangi tur Asia King Salman (yang akhirnya memberikan investasi 65 Miliar USD ke China tapi cuma invest 8 Miliar USD ke Indonesia yang merupakan negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia).

Beli Buku ‘Salju di Aleppo’

cover-salju-aleppo

Pemesanan: Hatim (SMS/WA: 0878-8299-8696)

“Ingatlah bahwa kalian lebih kuat daripada perang ini, dengan cara memiliki harapan dan imajinasi”

Kalimat ini saya cantumkan di cover depan buku “Salju di Aleppo”. Ini kalimat yang dituliskan Pierre Le Corf di kartu-kartu yang menyertai bingkisan Natal yang dibagikannya untuk anak-anak Aleppo, baik di pengungsian, rumah sakit, maupun sekolah. Anak-anak, apapun agamanya, mendapatkan hadiah ini. Bahkan yang membungkus dan menyiapkan hiasan pun ibu-ibu berjilbab. Inilah kehidupan warga Suriah yang asli, penuh toleransi pada sesama, apapun agama dan mazhabnya.

Ketika Natal 2016 tiba, pohon Natal besar penuh lampu dipasang dan yang merayakannya tak hanya umat Kristiani, tetapi semuanya. Mereka tak hanya merayakan Natal, tapi juga bebasnya Aleppo timur setelah hampir 5 tahun dikuasai milisi bersenjata. Terusirnya milisi bersenjata juga membawa arti penting bagi warga Aleppo barat karena selama ini milisi bersenjata yang bercokol di Aleppo timur hampir setiap hari mengirim mortar, bom bunuh diri, dan sniper. Rumah sakit tak pernah sepi dari korban yang berdatangan akibat serangan mereka yang mengaku “mujahidin” ini. Namun yang diberitakan media selalu saja “korban” di Aleppo timur (dalam video-video rekayasa produksi White Helmets). Fenomena itu diceritakan oleh Le Corf, pria Perancis yang selama setahun tinggal di Aleppo barat, sebagiannya saya kutip di buku, juga beberapa fotonya (atas seizin Le Corf tentu saja).

Manipulasi informasi soal Aleppo (dan Suriah secara umum) sedemikian masif sehingga ketika rakyat Aleppo bersuka cita atas bebasnya Aleppo timur, yang diterima orang Indonesia adalah “ada genosida di Aleppo” dan para pengepul dana dengan sigap menggalang uang warga yang histeris. Di buku saya ungkap berbagai data mengenai manipulasi informasi itu.

Di video ini, anak-anak Suriah menyanyikan kesedihan, sekaligus harapan mereka. Membuat air mata menetes saat menontonnya. Saya sudah kasih terjemahan Indonesia. Bila ingin ikut menyanyi, teksnya ada di bawah. Namun jangan heran antara teks dan yang terdengar ada perbedaan (karena si penyanyi menggunakan logat khas Suriah). Penyanyinya bernama Ansam, yang buta sejak lahir. Video ini diproduksi Unicef, lembaga yang menurut pengamatan saya, selama ini baik dan netral dalam penyaluran bantuan untuk anak-anak Suriah.

“من قلـب الدمـار والنـار جـرح كبيـر
بالصوت العالي بدي قول بس الصوت صغير
يمكن نحنا ولاد زغار بس صرختنا من القلب
بـدنــا نـمحي كـل الـخـوف ونـكـون الـتـغـيـير
بأعـلى صوت بدي قــول
بالاغـنية كل شي معقول
حــدا يـسـمـع حـدا يـشوف
طـفـولـتـنـا بـدنــا يـاهــــا…
بالـصـوت الـواحـد أمـلنــا أكـتـر
رح منصير أقوى وطفولتنا تكبر
بالهاغـنـيـة لـعــم نـكـتـبـهــــــــا
بـوجـع وخوف ودموع الـعـين
رجـعـــت دقــــــات الـقـــلـــــب
عالحيـاة… عالحيـاة … عالحياة
رح ترجع الوجوه تضوي هالعتم الطويل
والاحلام اللي بـنـينـاها كـلا رح بـتصــير
بأعـلى صوت بدي قــول
بالاغـنية كل شي معقول
حــدا يـسـمـع حـدا يـشوف
طـفـولـتـنـا بـدنــا يـاهــــا
بالـصـوت الـواحـد أمـلنــا أكـتـر
رح منصير أقوى وطفولتنا تكبر
بالهاغـنـيـة لـعــم نـكـتـبـهــــــــا
بـوجـع وخوف ودموع الـعـين
رجـعـــت دقــــــات الـقـــلـــــب
والـضحكـات عـم تـنـبع مـن كـل مكان
والـدقـات بالـقـلب عـم ترجع من جديد…”

 

 

 

Buku Salju di Aleppo bisa didapat dengan memesan langsung, via Hatim (SMS/WA: 0878-8299-8696)

Wawancara Epic Presiden Belarusia & BBC

Dalam sebuah seminar, seperti biasa saya bicara soal Suriah, saya kasih tahu berbagai manipulasi informasi yang terjadi. Pembicara pembanding rupanya pro-“mujahidin”. Dia bantah sana-sini, ya saya bantah balik, tho. Saya siap dengan berbagai data, jadi ya tinggal ditunjukkan saja (kalau mau tau koleksi data saya, bisa baca buku Salju di Aleppo, lengkap saya kasih link-link sumbernya).

Eh.. di akhir acara, orang ini (yang bergelar doktor), bilang begini, “Coba lihat, sejak awal sampai akhir Bu Dina sama sekali tidak menyebut nama Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra! Saya juga pernah ke Suriah! Di sana itu masjidnya kumuh dan kusam, bukti bahwa Assad tidak menghormati masjid! (dst, bergaya Ustadz, diakhiri : pokoknya kebenaran sudah saya sampaikan..bla..bla..)

Saya benar-benar gemes dan sudah siap menyerang balik. Eeeeh.. oleh moderator acara langsung ditutup. Membuat saya benar-benar dongkol, di pesawat dalam perjalanan pulang saya gelisah sekali, bahkan sampai keesokan harinya. Baru lega setelah makan di warung ikan bakar khas Makasar (apa hubungannya coba, tapi demikianlah yang terjadi).

Mari dipikir, apa kepentingannya saya harus menyebut Ummul Mukminin Aisyah dan Umar bin Khattab ra dalam presentasi saya soal konflik Suriah kontemporer? Paling jauh yang bisa saya bahas terkait Suriah kontemporer adalah sejarah Perang Dunia I yang berakhir, antara lain, dengan jatuhnya Suriah dan Lebanon ke bawah mandat Perancis.

Lalu, masjid-masjid di Suriah yang usianya ribuan tahun adalah situs sejarah, maksud lo, apa musti dihancurkan dan dipugar menjadi masjid-masjid kinclong ala Saudi?

Capedeh…

Tapi kekesalan saya dulu itu, kini akhirnya terwakili oleh omelan panjang lebar Presiden Belarusia kepada reporter BBC ini. Seperti berkali-kali sudah saya tulis (di buku Salju di Aleppo juga dibahas), Inggris dan BBC merupakan aktor penting dalam proyek agenda penggulingan pemerintah Suriah. Selama konflik Suriah, BBC aktif melakukan framing, bahkan beberapa kali kedapatan melakukan manipulasi informasi, dalam kasus Suriah.

Dan Presiden Belarusia sangat paham itu, sehingga dia omelin tuh sang reporter BBC. Benar-benar epic.

Buat Imperium, Demokrasi Itu Cuma Jualan

Sejatinya, akar konflik di dunia ini memang muncul akibat kerakusan para pemilik kapital global. Mereka ini sering diistilahkan sebagai ‘imperium’, atau sering juga langsung disebut “Amerika” [sebagai negara representasi imperium, negara yang paling depan menjalankan proyek-proyek Imperium] atau “Barat”. Saya akan pakai istilah Imperium.

Imperium ingin terus mengeruk kekayaan dari berbagai penjuru dunia, tanpa pernah puas. Yang jadi korban bukan cuma negara-negara muslim. Jadi, kaum muslim ga usah baper-lah lalu membabi-buta mengaku jadi korban kaum kafir. Di belahan dunia lain, Amerika Selatan, misalnya, itu orang-orang ‘kafir’ juga jadi korban Imperium. Pemimpin-pemimpin pro-kesejahteraan rakyat di Argentina dan Brazil ditumbangkan, digantikan oleh orang-orang pro-Imperium. Venezuela saat ini sedang menghadapi agenda penggulingan rezim.

Kaum muslim Sunni juga usah baper, mengira sedang dizalimi kaum Syiah (di Suriah). Yang terjadi sebenarnya adalah Imperium sedang mengadu domba kaum muslim dengan memanfaatkan isu Sunni-Syiah (dari mana kita tahu? cek siapa yang mendanai dan menyuplai senjata kepada milisi “mujahidin” di Suriah; cek data bahwa penjualan senjata dari Eropa dan AS ke Timur Tengah meningkat tajam selama era Arab Spring).

Proses penghancuran rezim-rezim di berbagai negara demi kepentingan Imperium sudah dibahas oleh William Blum dalam bukunya “Demokrasi, Ekspor AS Paling Mematikan” (bisa beli di toko buku online).

Demokrasi hanyalah barang jualan buat Imperium. Kalau menguntungkan, mereka akan jual demokrasi itu, kalau perlu dengan mengorbankan darah jutaan warga sipil. Tapi kalau tidak menguntungkan, demokrasi disimpan di saku. Di satu sisi mereka berlagak menjadi ‘kampiun demokrasi’ (dan memaksa terjadinya perubahan rezim yang dituduhnya diktator), tapi di saat yang sama bersahabat erat dengan negara-negara penindas demokrasi, seperti Arab Saudi.

Di video ini, pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri AS, Stuart Jones (yang juga mantan Dubes AS untuk Irak dan Jordan), kelabakan saat ditanya wartawan:

“Saat Anda di Saudi, Menlu AS mengkritik pemilu di Iran dan rekam jejak Iran dalam demokrasi. Dia mengatakan itu dengan didampingi pejabat Saudi. Bagaimana Anda menilai komitmen Saudi pada demokrasi, dan apakah pemerintah (Trump) percaya bahwa demokrasi adalah cara untuk mencegah ekstrimisme?”

Dia terdiam cukup lama (dan disebut-sebut ‘diam paling lama’ dalam sejarah wawancara pejabat AS), matanya menerawang kosong, sampai akhirnya bisa menjawab gugup, eee..uh.. Dan jawabannya tentu saja tidak nyambung.

 

Kisah-Kisah Nyata tentang Radikalisasi Anak Muda

Tentang penyebaran ideologi ISIS di Indonesia.

Dina Y. Sulaeman

selamatkan anak-anak kitaKisah-kisah berikut ini nyata, saya kumpulkan dari teman-teman yang nyata. Semoga kita, terutama para orang tua, bisa mengambil hikmah dan menjaga anak-anak kita baik-baik.

Ibu I, suatu hari mengecek sebuah grup WA di hape keponakannya. Grup tersebut adalah grup siswa-siswi sebuah SMP. Didapatinya, kata gantung dan penggal biasa diucapkan anggota grup. Foto penggalan kepala juga di-share (kemungkinan korban teroris di Suriah). Saat ia mengadukan hal ini kepada ibu si anak, ternyata ibunya biasa saja. Menurut si ibu, adalah baik bila anaknya sejak kecil sudah punya semangat ‘jihad’.

Lihat pos aslinya 687 kata lagi

Para Pemakan Bangkai

Pada Juni 2013, Presiden Obama akhirnya menandatangani persetujuannya untuk mengirim senjata kepada ‘pemberontak’ Suriah (atau ’mujahidin’, atau teroris, silahkan pilih istilah yang mau dipakai).[1] Sebenarnya Obama sangat ragu-ragu dalam hal ini, namun tekanan dari para pengkritik, sejumlah penasehat, bahkan mantan Presiden AS, Bill Clinton, akhirnya membuat Obama sepakat. Pengumuman keputusan ini disampaikan oleh penasehat keamanan nasionalnya, Benjamin J. Rhodes, sementara di saat yang sama Obama hadir dalam acara ‘gay pride’ (kebanggaan kaum homo) di Gedung Putih.
 
Tapi, hei, mengirim senjata jelas butuh uang. Darimana? Sumbernya adalah negara yang sama yang selama ini menjadi penyumbang CIA dalam berbagai aksinya: Arab Saudi. CIA dan Saudi telah membentuk misi pelatihan ‘pemberontak’ dengan sandi ‘Timber Sycamore’. Dalam pelaksanaan misi ini, Saudi Arabia bertugas menyediakan senjata dan uang, sementara CIA melatih ‘pemberontak’ menggunakan AK-47 dan misil anti tank. Sebelumnya pun, Saudi dan Qatar telah menyalurkan senjata ke Suriah selama lebih dari setahun, lewat Turki. Di antaranya, FN-6 misil buatan China.
 
Di pihak Saudi, pimpinan proyeknya adalah Pangeran Bandar bin Sultan, yang saat itu menjadi ketua badan intel Saudi. Dialah yang memerintahkan agar badan intel Saudi membeli ribuan AK-47s jutaan amunisi dari Eropa Timur untuk diberikan kepada pemberontak Suriah. CIA membantu mengkoordinir pembelian ini, antara lain dalam kontrak pembelian senjata besar-besaran dari Kroasia tahun 2012. Hingga musim panas tahun 2012, suplai senjata dan uang mengalir ke milisi-milisi pemberontak, melalui Turki.

Terorisme dan Cara Mencegahnya

A Syrian refugee child cries at the Al Zaatri refugee camp in the Jordanian city of Mafraq, near the border with SyriaDefinisi Terorisme
Hingga kini tidak ada kesepakatan global mengenai definisi terorisme. Berbagai lembaga, organisasi, dan cendekiawan memberikan definisi mereka masing-masing atas terorisme. Menurut Crenshaw (2007:68) meskipun PBB telah mengeluarkan berbagai konvensi anti terorisme, namun negara-negara anggota PBB hingga kini tidak bersepakat atas definisi terorisme karena dua alasan. Pertama, negara-negara anggota PBB masih belum bersepakat apakah negara dikategorikan teroris bila angkatan bersenjata mereka melakukan serangan kepada warga sipil. Kedua, terkait dengan justifikasi moral terhadap aksi kekerasan; apakah gerakan perlawanan melawan pendudukan asing (misalnya di Palestina, Irak, atau Afghanistan) dikategorikan teroris.
Menurut KBBI, terorisme berarti: penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dalam usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik).

Logika Timteng (6-tamat)

FALASI – 2

Jenis-Jenis Falasi (lanjutan)
(6) Argumentum ad Populum adalah beragumen dengan berdasarkan “banyak orang yang mengatakan hal itu.”

Contoh:
A: “Qaddafi itu pemimpin zalim! Memang layak ditumbangkan oleh mujahidin!”
B: Apa buktinya? Kalau dia zalim kok bisa Libya jadi negara dengan kualitas pembangunan manusianya terbaik se-Afrika? Kok bisa semua digratiskan, kesehatan, pendidikan, dll.
A: Semua ustadz dan ustadzah kita bilang demikian kok!
.
A: Kisah “bocah di kursi oranye itu” di Aleppo itu kemungkinan besar “staged” (dibuat/direkayasa), karena beberapa kejanggalan berikut ini.. [penjelasan].
B: Anda ngawur! Semua media besar, New York Times, BBC, CNN, sudah memberitakan kasus ini!
.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"