Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.430 pengikut lainnya

Jawaban untuk Smith Alhadar

 

demo pro pemerintah (30 Des 2017)

Smith Alhadar, yang dikenal sebagai “Pengamat Timur Tengah” menulis dua artikel dalam rentang waktu berdekatan, di Kompas (4/1) dan Republika (8/1), tentang kisruh Iran akhir 2017-awal tahun ini. Dua tulisan ini sedemikian kacaunya, sehingga saya merasa perlu menanggapi. (Kenapa baru sekarang? Simply, sebelumnya saya tidak sempat). Saya menulis artikel utuh, di bawah. Tapi sebelumnya saya perlu memberikan beberapa catatan berikut ini:

Tujuan saya, tentu saja agar para pemerhati Timteng bisa mempelajari di mana letak kekacauan tulisan Smith sehingga bisa lebih kritis saat membaca analisis Timteng secara umum, bukan hanya tentang Iran.

Kesalahan fatal yang dilakukan Smith adalah penggunaan DATA YANG SALAH. Berikut ini di antaranya:

1.Data-data soal kemiskinan. Smith mengklaim ada  kondisi kemiskinan yang sangat parah di Iran (dengan menyebut angka-angka), tanpa menyebut sumber. Kredibilitas sumber data penting dalam sebuah penulisan. Data dari Bank Dunia jelas lebih kredibel daripada data copas dari tulisan orang di medsos, atau entah darimana.

Tidak pahamnya Smith atas kevalidan data berimbas pada alur argumen yang konyol, misalnya: “parabola dilarang, internet dikontrol, ada aturan berpakaian… AKIBATNYA program kerja pemerintah tidak maksimal.” (Kompas). Sejak kapan parabola dan cara berpakaian menjadi faktor kemajuan ekonomi?

(lebih…)

Iklan

Kembali ke Palestina dan Yaman

kaka cafe

Diskusi di Kafe Kaka (Geostrategy Study Club) Bandung

Dalam sebuah diskusi publik di Bandung tentang Palestina (14/12), ada yang bertanya, “Apa kemungkinan akan terjadi selanjutnya? Apakah akan ada perang?”

Waktu itu, Trump baru saja mengumumkan pengakuan AS atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel dan kecaman dari masyarakat dunia sangat kuat, termasuk dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Jawaban saya, kurang lebih, “Para pejuang Palestina di Gaza sudah menyatakan siap berperang; Iran dan Hizbullah sudah menyatakan siap sepenuhnya mendukung. Tapi apakah akan terjadi perang? Prediksi saya, TIDAK. Israel SANGAT TAKUT berperang all out seperti itu. Anda pernah lihat kan, di medsos sering tersebar foto-foto tentara Israel yang sedang menangis? Saya perkirakan akan ada upaya diplomatik tertentu, untuk menganulir masalah ini, entah apa, tapi yang jelas, perang tidak akan terjadi dalam waktu dekat.”

(lebih…)

Seberapa Serius Krisis Ekonomi di Iran?

demo iran 3 jan

Copas dari Fanpage Dina Sulaeman

Setelah mengamati komen-komen di status saya sebelumnya, saya putuskan untuk nulis lagi. Jadi gini.. kan sebagian komentator pada sok tau ekonomi Iran tuh dan menuduh saya jumping conclusion ketika mengaitkan kerusahan di Iran akhir-akhir ini dengan AS. Tanggapan seperti itu wajar sih. Zaman now memang banyak expert (ahli) Iran dadakan dengan hanya berdasarkan info dari medsos. Sementara yang sudah sepuluh tahun lebih consern di kajian Timteng, bisa bahasa Arab dan Persia, dan udah nulis ribuan artikel dan beberapa buku, dianggap ga paham apa-apa. 🙂

Ok, begini. Narasi media Barat (dan para komentator) adalah: kerusuhan di Iran akhir-akhir ini karena rakyat Iran ga puas terhadap kondisi ekonomi, dan buruknya kondisi ekonomi adalah gara-gara bobroknya pemerintah (dalam arti ‘eksekutif’ dan ‘sistem’). Intinya, rakyat sudah muak dan pingin pergantian rezim. Jadi, kata mereka, ini GA ADA KAITANNYA SAMA AMERIKA!

(lebih…)

Ada Apa dengan Iran?

iran demo2 (3)

Demo 9 Dey

(Copas dari Fanpage) Selamat tahun baru, teman-teman. Sebenarnya, tahun baru ini ingin istirahat dulu, tidak banyak menulis di medsos karena sedang banyak kerjaan di ‘dunia nyata’.

Tapi melihat ZSM hore-hore mengomentari demo di Iran, saya merasa perlu nulis juga deh. Apalagi banyak yang bertanya-tanya juga, apa yang sebenarnya terjadi? Yang saya tulis ini, infonya dari media-media Iran. Kenapa kok bukan BBC atau CNN? Lha kalau itu kan Anda sudah baca? Biasanya orang membaca tulisan saya karena ingin mendapatkan versi anti-mainstream kan? 🙂

Langsung saja. Begini, setiap tanggal 30 Desember (dalam kalender Iran, ‘9 Dey’) warga Iran di berbagai kota berdemo untuk mengenang peristiwa 30 Desember 2009. Istilahnya, “Demo 9 Dey”.

Pada tanggal itu, pemerintah Iran resmi menyatakan bahwa upaya kudeta yang dilakukan kelompok Mir Mousavi sejak Juni 2009 sudah gagal total. Mir Mousavi adalah kandidat presiden, lawan dari Ahmadinejad. Gaya kampanyenya mirip-mirip kelompok tertentu di Indonesia, “Kalau saya sampai kalah, artinya ada kecurangan!”

Eh, ternyata dia benar-benar kalah. Dengan segera, ia menuduh ada kecurangan. Pemerintah AS pun –anehnya (atau “pantas saja”) langsung bersuara seragam dengan Mousavi, “Kami tidak mengakui hasil pilpres Iran!” Pengakuan atau penolakan AS jelas tidak berefek apapun. Ahmadinejad tetap jadi Presiden Iran untuk periode kedua.

(lebih…)

Unlearn ISIS

Unlearn artinya, kurang lebih, melepaskan diri dari apa yang sudah dipelajari selama ini. Manusia lahir dengan kebahagiaan, penuh prasangka baik. Namun lambat laun dia belajar untuk bersedih dan mencurigai orang lain. Seseorang tidak terlahir untuk membenci orang yang berbeda dari diri dan kelompoknya, apalagi membunuhnya. Dia belajar (learn) untuk itu.

Lama-lama, manusia pun ‘ahli’ dalam hal itu. Dia ahli dalam bersedih dan galau, sehingga lupa cara untuk bahagia. Ada pula yang sedemikian ahlinya dalam membenci sehingga ia menganggap benar pembunuhan kepada orang yang tak seideologi dengannya. Lalu, bagaimana caranya untuk melepaskan hal-hal yang sudah dikuasai? Caranya adalah dengan unlearn.

Ketika ISIS sudah terusir dari Suriah tahun 2017, beberapa LSM berupaya melatih masyarakat di kawasan Raqqa dan Deir el Zour yang selama 3 tahun dikuasai ISIS untuk unlearn ideologi yang sudah ditanamkan oleh ISIS kepada mereka selama tiga tahun terakhir.

(lebih…)

Yahudi Amerika-lah yang Mendorong AS untuk Berperang Lawan Iran

Obama-AIPAC

Presiden Barack Obama dan Presiden AIPAC Lee Rosenberg di Konvensi AIPAC di Washington (Mei 2011)

Ada yang bilang: AS itu terlibat di Timteng karena memandang Iran sebagai ancaman keselamatan mereka, karena Iran negara ‘evil’, punya nuklir, dst. Jadi, bukan karena menginginkan minyak. Saya pun teringat pada tulisan dari Philip Giraldi ini.

Philip adalah mantan pejabat CIA yang bertugas lebih dari 20 tahun di Eropa dan Timur Tengah di bidang terorisme. Selama 14 tahun, dia menjadi pakar terkemuka di “The American Conservative” (TAC). Tapi setelah menulis artikel yang satu ini (dimuat di unz.com), dia langsung dipecat pihak TAC via telpon.

Saya terjemahkan sebagian ya, soalnya panjang. Tapi segini saja sudah kelihatan kok, ini orang AS sendiri yang nulis, yang menjelaskan bahwa mitos “ancaman Iran” itu dihembus-hembuskan oleh Yahudi Amerika dan merekalah yang selalu mendorong AS untuk berperang melawan Iran.

(lebih…)

Issam Zehreddin, Singa Pribumi Suriah

issam

 Jend. Zehreddin sedang memeluk keluarga tentara yang gugur melawan ISIS di Deir Ezzour.

Bagi orang Suriah, pribumi adalah seluruh warga negara Suriah. Ada beberapa di antara mereka yang kemudian angkat senjata melawan pemerintah yang sah. Yang pertama kali angkat senjata adalah anasir Ikhwanul Muslimin yang dibacking Turki, Qatar, AS, dll. IM memang punya track record sebelumnya melakukan aksi kudeta dengan bantuan senjata dari AS. Kelompok Hizbut Tahrir Suriah juga mengklaim angkat senjata, mereka berbaiat kepada kelompok-kelompok teror seperti Jabhah al Nusra yang tak lain, Al Qaida versi Suriah.

Alasan yang mereka kemukakan: pemerintah Suriah adalah rezim Syiah yang kejam kepada kaum Sunni. Dengan alasan itu, mereka mengundang kaum Sunni dari seluruh dunia untuk berperang (atau menyumbang dana “jihad”). Terbentuklah kelompok-kelompok “jihad” yang jumlahnya ratusan, dengan milisi yang datang dari berbagai penjuru dunia. Di tengah-tengah mereka, muncul kelompok yang paling ganas, ISIS.

ISIS kemudian buka cabang di berbagai negara; sehingga banyak orang lupa pada aktor utama, Ikhwanul Muslimin jauh lebih dulu buka cabang dan bahkan mendominasi di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh media Barat, jihadis IM (dalam berbagai nama milisi) disebut sebagai “moderate rebels”, jadi tidak dikategorikan teroris, meski aksi-aksinya tak jauh beda dari ISIS.

Ratusan kelompok teror di Suriah, sulit disebut sebagai “pribumi” karena mereka dibiayai negara-negara asing; dan sebagian pasukannya pun berasal dari negara-negara asing (termasuk Indonesia). Karena itu “perjuangan” mereka di Suriah tidak bisa disebut revolusi karena unsur asingnya terlalu besar.

(lebih…)

Mereka yang Menulis dalam Sunyi

vanessa

Clara Connolly dkk saat mengganggu acara Media on Trial

Selama 6 tahun terakhir, banyak orang Indonesia ‘menyerang’ saya akibat tulisan-tulisan saya soal Suriah. Padahal sebenarnya bukan cuma saya yang menulis dalam narasi anti-mainstream soal Suriah (berlawanan dengan narasi media mainstream), ada banyak, tapi awalnya, kebanyakan dalam bahasa Inggris. Akhir-akhir ini sudah sangat banyak facebooker dan netizen yang bersuara sama dengan saya, alhamdulillah. Saya tak perlu lagi sering menulis karena sudah banyak yang lain.

Tapi dulu, di awal-awal, ini adalah pekerjaan yang ‘sunyi’. Ada beberapa facebooker yang bekerja diam-diam di balik layar, membuat beberapa fanpage, ‘berperang’ melawan fanpage-fanpage pro-‘mujahidin’ (dan seperti biasa, FP pro-teroris ini menyebarkan berita hoax sambil menyerukan penggalangan dana). [1]

(lebih…)

All About Kurdi

BHL Kurdi-2

Barzani (Kurdi) dan BHL, makelar perang Zionis

Referendum Kurdi Irak (menginginkan kemerdekaan penuh dari Irak, membentuk negara khusus Kurdi) telah membuat pembahasan tentang Kurdi semakin intens di media. Yang banyak dikemukakan oleh media Barat (dan diulang-ulang oleh sebagian netizen adalah: mereka adalah suku yang tertindas dan ingin meraih kemerdekaan.

Pertanyaannya: mengapa Israel yang sangat gigih mendukung kemerdekaan Kurdi, mengapa Barat menjadikan milisi Kurdi sebagai pion baru dalam mendestabilisasi Timteng? Sudah banyak diketahui, milisi ISIS di Suriah kini berganti baju, bergabung dengan SDF (milisi Suriah yang dibentuk AS, mayoritas anggotanya orang Kurdi) atau Peshmerga (tentara Kurdi di Irak).

(lebih…)

Libya, Suriah, dan Klaim Dakwah/Antikekerasan HTI

HTI

Republika (24/10) menurunkan berita dengan judul bombastis:  “Aksi Tolak Perppu Ormas Jadi Lautan Bendera Tauhid”. Ngawurnya ada dua, pertama apakah sih definisi bendera tauhid sebenarnya (apa kalau tidak pakai bendera itu artinya tidak bertauhid?) Apakah bendera HTI itu bendera tauhid? Ini silahkan didiskusikan dengan ahli agama, setahu saya sih tidak demikian. Kedua, judul itu jelas ingin membangun opini: Perppu Ormas (sekarang sudah jadi UU) adalah anti Islam. Menariknya, wartawan Republika itu juga menyebutkan bahwa tidak ada satupun bendera merah putih yang terlihat.

HTI selalu mengklaim diri sebagai semata-mata organisasi dakwah Islam dan atas alasan itu, Perppu Ormas (kini UU) secara salah kaprah disebut anti Islam. Padahal yang disasar ormas-ormas yang ideologinya membahayakan NKRI (anti Pancasila, pro kekerasan, dll).

Jawaban untuk Klaim HTI

(1) HTI Organisasi Dakwah?

Klaim bahwa HTI adalah organisasi dakwah bertentangan dengan pernyataan yang dimuat di situs-situs HT di berbagai negara, termasuk Indonesia, yang secara jelas menyatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah partai politik yang memiliki tujuan untuk mendirikan kekhalifahan Islam.

Saat diwawancarai oleh Aiman dari Kompas TV (12/6), Ismail Yusanto mengelak menjawab, bagaimana proses terbentuknya kekhilafahan serta siapa dan dari negara mana asal sang khalifah.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"