Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.071 pengikut lainnya

Refleksi Yaumul Quds, Persatuan Yahudi vs Persatuan Muslim

demo al quds bandung

Demo Hari Al Quds di Bandung 2011

Dina Y. Sulaeman*

AS dikuasai oleh kaum Yahudi, fakta ini sudah banyak diketahui dan diterima orang. Meski jumlah Yahudi hanya 5% dari total penduduk AS (sekitar 5 juta orang) tetapi mereka menguasai mayoritas bisnis dan finansial di AS. Bahkan The Fed yang berkuasa mencetak mata uang dollar (dan pemerintah AS harus membeli dollar kepada the Fed) sebenarnya adalah konsorsium bank-bank milik Yahudi.

Namun, bagaimana sejarahnya sampai Yahudi bisa berkuasa di AS, dan akhirnya menancapkan kekuasaan bisnis di seantero dunia?

Buku ‘The International Jew’ yang ditulis mendiang Henry Ford menceritakan sejarahnya. Berikut ini beberapa kutipan dari buku tersebut.
(lebih…)

Dunia Kita (3)

bilderberg1Repost FB

Tulisan ini [bagian terakhir, sudah ya, habis ini beneran saya off FB sampai lebaran] akan membahas mengenai anggota Imperium. Yang dimaksud Imperium adalah korporasi-korporasi raksasa dunia + politisi elit dunia yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dunia melalui kekuatan ekonomi-politik raksasa yang mereka miliki. Nah, mereka ini saling terkoneksi dan bertemu secara teratur setahun sekali di sebuah konferensi yang disebut Bilderberg.

Sebentar, sebelum muncul tuduhan ini bakal menjadi tulisan ala teori konspirasi, saya pastikan informasi yang saya tuliskan bersumber dari media-media sekuler (the Guardian, BBC, artikelnya Pepe Escobar, dll) yang semata-mata mengait-ngaitkan berbagai fakta dengan cara rasional. Btw, konspirasi itu sebenarnya sesuatu yang ‘wajar’. Konspirasi adalah kesepakatan di balik layar, dan hampir semua tahu, para politisi pasti melakukan sangat banyak konspirasi. Bahkan di olahraga pun kadang ada konspirasinya (misalnya mengatur skor). Yang salah adalah kalau ujug-ujug menuduh konspirasi tanpa argumen yang jelas, hanya mencocok-cocokkan.

Jurnalis Pepe Escobar, menulis, “Jadi apa yang dibicarakan 150 orang elit, 2/3-nya dari Eropa Barat, sisanya dari AS? Dapat diprediksi, yang dilakukan para menteri keuangan dan CEO dari mega-korporasi itu adalah ‘memelihara sistem dunia’ atau ‘turbo-financial capitalism’, dan perlunya mengubah beberapa hal kecil, sehingga sebenarnya tidak ada perubahan sama sekali [dalam sistem dunia].”

(lebih…)

Dunia Kita (2)

dunia kitaDi tulisan  “Dunia Kita (1), saya memberi link ke artikelnya Andre Vltchek (ia minta Rusia dan China untuk menyelamatkan Venezuela yang hampir tumbang dikuasai oleh Imperium). Jadi, secara global, ada negara-negara yang posisinya berlawanan dengan Imperium, yang terbesar dan terkuat adalah Rusia dan China. Di Timteng, Iran, Irak, Suriah, dan Hizbullah pun bersekutu dengan kedua kekuatan ini.

Pertanyaannya: Apa artinya kalau mau melawan Imperium, Indonesia juga harus bersekutu dengan China? Siapa yang jamin Indonesia akan jaya kalau kerjasama dengan China? Konon produk/proyek China di Indonesia banyak yang ga mutu [ini KONON ya, saya tidak mendalaminya]. Lalu, China juga mendatangkan pekerja dari China, padahal Indonesia surplus tenaga kerja (misal: kasus PLTU di Bali).

Cara melihatnya begini:

(1) Di tataran global, perlu diakui, memang Rusia dan China adalah dua negara yang punya kekuatan untuk melawan Imperium. Tak ada pilihan lain bagi negara-negara yang lebih kecil yang dalam keadaan terjepit, selain bekerja sama dengan keduanya. Misalnya, Iran dan Suriah; mereka melawan Imperium sendirian jelas sangat sulit. Sejauh ini Iran dan Suriah berkali-kali sudah ditolong oleh Rusia dan China lewat kekuasaan veto di PBB. Kalau dua negara besar itu tidak melakukan veto, NATO sudah dari kemarin-kemarin menyerbu Suriah (sebagaimana yang terjadi di Libya, hanya dalam hitungan hari, Qaddafi sudah tumbang diserbu NATO). Kalau Rusia tidak terjun langsung ke medan perang ‘menjaga’ Suriah, mungkin NATO (yang sebenarnya juga sudah menyerang Suriah, namun alasannya untuk membasmi ISIS) juga sudah merebut Damaskus.

(lebih…)

Dunia Kita

konflik timtengRepost Status FB

Umat Islam Indonesia yang baperan selalu merasa mereka adalah korban dari ‘kekuatan besar di luar sana’ yang anti-Islam. Padahal, di saat yang sama, kalau mau objektif melihat, justru orang-orang berjubah dan berpenampilan saleh-lah yang membawa agenda ‘kekuatan besar di luar sana’ untuk mengacaukan negeri ini. Lihat saja medsos kita penuh oleh perdebatan soal halal-haram, kafir-muslim, sementara hal-hal fundamental jadi terabaikan. Misalnya saja, perdebatan orang soal Ahok, karena diseret ke isu kafir-muslim, sentimen yang muncul menjadi tidak akurat lagi. Kasus-kasus reklamasi (kaitannya dengan lingkungan dan nasib nelayan, tidak hanya di Jakarta, tapi di seluruh Indonesia) yang sebenarnya berakar dari kerakusan para pemilik kapital, sulit terbahas dengan objektif, karena selalu ada unsur sentimen/kepentingan.

Dan sejatinya, seluruh konflik di dunia ini memang muncul akibat kerakusan para pemilik kapital global. Mereka ini sering diistilahkan sebagai ‘imperium’, atau sering juga langsung disebut “Amerika” [sebagai negara representasi imperium, negara yang paling depan menjalankan proyek-proyek Imperium] atau “Barat”. Saya akan pakai istilah Imperium.

(lebih…)

Kisah Mereka yang Buta Geopolitik

geopoliticsRepost status FB

Dalam sebuah forum yang bikin saya geregetan itu, si pembicara ‘lawan’ saya (orang ANNAS, doktor lho, ckckck) mengatakan begini, “Kalau benar Iran melawan Israel, mengapa tidak ada satu peluru pun dikirim Iran ke Israel?

Pertanyaan yang buta geopolitik ini sebenarnya dapat dengan mudah dijawab, namun moderator langsung menutup acara tanpa memberikan kesempatan kepada saya untuk menanggapi.

Orang itu mungkin pura-pura lupa bahwa Iran selama ini mengirimkan bantuan senjata dan dana ke Hamas dan para pejuang Palestina. Selain itu, bila negara-negara Arab, terutama yang berbatasan darat dengan Palestina, tidak mau mengirim senjata ke Palestina, apalagi berperang langsung melawan Israel, tentu sangat konyol bila Iran harus mengirim pasukan ke Palestina yang jauhnya 1500 km dari Teheran. Belum sampai ke Palestina, pesawat Iran tentu sudah ditembak jatuh oleh negara-negara Arab sekutu Israel. Atau, oleh tentara AS yang bercokol di pangkalan militernya di Saudi, Qatar, Bahrain, UAE, Turki, dan Mesir.

Belum lagi masalah dana. Saudi yang kaya raya aja sekarang kocar-kacir ekonominya gegara menyerang Yaman dan mendanai mujahidin asing menyerang Suriah (IMF memprediksi, dalam 5 thn ke depan Saudi akan kehabisan uang). Trus, Iran yang GDP-nya bahkan lebih rendah dari Indonesia, dan bujet militernya hanya 7 M USD pertahun (doktrin militernya pun defensif), elu suruh perang head to head melawan Israel yang bujet militernya 15 M USD pertahun dan didukung semua negara Arab (kecuali Suriah-Lebanon) + AS-Prancis-Inggris. Memangnya perang itu kalkulasinya pake dengkul ya, bukan pake otak?!

Mungkin benar kata orang bijak, kebodohan memang tak ada batasnya.

–dialog berikut ini aslinya saya dapat dari WA lalu saya adaptasi:

ANDA SEHAT?

A: Iran itu sekutu Zionis!
B: Apakah Anda temukan kedubes/konsulat Israel di Iran?
A: Tidak
B: Apakah ada konsulat Saudi di Israel?
A: Sudah ada rencana dan tandatangan MoU untuk itu.
B: Apakah ada pangkalan militer Amerika di Iran?
A: Tidak
B: Apakah ada pangkalan militer AS di Saudi?
A: Ada
B: Arab Saudi dibantu Israel dan Amerika menyerang Yaman. Sementara Iran membantu tentara Yaman membela tanah airnya. Arab-AS menyuplai senjata dan dana pada mujahidin untuk menghancurkan Suriah, sedang rumah sakit Israel merawat para mujahidin yang terluka biar bisa perang lagi. Sementara, Iran membantu tentara Suriah mempertahankan tanah airnya. Jadi, siapa yang bekerjasama dengan Zionis?”
A: Iran
B: ANDA SEHAT???

Kalau mau baca lebih jauh kalkulasi perang Iran-Israel: https://dinasulaeman.wordpress.com/2012/11/21/mengapa-iran-tak-serang-israel/

Para Frater [plus paper]

sotoro

Milisi Kristen Suriah, lihat benderanya merah-putih-hitam dengan 2 bintang; itu tandanya mereka pro-pemerintah. Bendera pemberontak=bendera Suriah era mandat Perancis: hijau-putih-hitam dengan 3 bintang.

Copas status FB
Para Frater

Pekan yll saya berkesempatan bicara tentang Timteng/Suriah di depan para frater (calon pastur). Di ruangan itu ada patung Yesus besar banget, di tiang salib. Terus-terang saya grogi. Dan kata si Akang, saya memang terlihat grogi. Tapi kata Kirana, “Mama keren.” Ya sudahlah terserah saja, toh sudah berlalu 😀

Yang saya jelaskan sebenarnya kurang-lebih sama dengan apa yang selama ini saya tulis maupun saya sampaikan di berbagai forum (hanya beda-beda titik tekan saja). Kali ini, presentasi saya awali dengan menampilkan foto-foto gereja yang hancur dibom, biarawati yang disandera oleh Al Nusra (tapi kemudian dibebaskan dalam skema pertukaran sandera dengan pemerintah), dan milisi Kristiani Suriah.

Saya katakan, perang Suriah mencapai titik balik dimana rakyat sipil akhirnya ikut angkat senjata untuk membela tanah air mereka dari gempuran pasukan asing (yang menyebut diri ‘mujahidin’ itu). Orang-orang Kurdi, Sunni, Syiah, Kristen, Druze, bangkit membentuk milisi bersenjata yang membela hal-hal penting bagi mereka. Orang Kurdi (Sunni) dan Kristen/Katolik mempertahankan tanah dan warga mereka dari kejahatan para perompak asing; orang Syiah kebanyakan turun tangan membela makam-makam Ahlul Bait Nabi (misalnya, makam Sayidah Zainab, cucu Rasulullah) agar tidak dihancurkan oleh bom kaum ‘mujahidin’, dll.

Salah satu milisi Kristiani adalah MSF (Mawtbo Fulhoyo Suryoyo, bahasa Assyria; dalam bahasa Inggris disebut ‘Syriac Military Council’). Di web al-monitor disebutkan bahwa milisi Kristiani berhasil mempertahankan wilayah Hasakah sehingga tidak jadi diduduki oleh ISIS. (http://www.al-monitor.com/pulse/originals/2015/10/syria-christians-militias-liberation-battle.html)
(lebih…)

[Kompilasi Video + Foto] Peran NGO dalam Konflik Suriah

Berikut ini video dan foto yang saya tampilkan dalam sebuah seminar mengenai Suriah, siapa tahu ada yang memerlukannya.

Dalam waktu singkat saya tentu tidak bisa menjelaskan semua hal ttg Suriah, jadi saya memfokuskan pada peran NGO.

Pertama, perkenalkan tokoh ini: Srdja Popovic yang berperan penting dalam aksi-aksi penggulingan rezim di dunia dengan cara melatih aktivis2 NGO, melalui NGO-nya yang bernama CANVAS. Simak video berikut ini.

Di Suriah, Mahdi Al Harati (yang berperan penting dalam penggulingan Qaddafi) datang ke Suriah dan membentuk Liwaa al Tauhid dengan simbol kepalan tangan khas OTPOR/CANVAS. Al Harati pernah kedapatan menyimpan uang sangat banyak yang dia dapat dari CIA.

fister

Dalam video berikut ini, tampak orang-orang yang sama berupaya menggalang demo-demo di Suriah, namun demo tidak tereskalasi sebagaimana di Mesir.

Dalam konflik Suriah banyak sekali berbagai video palsu (misalnya reportase yang direkayasa di studio). Video serangan gas sarin berikut ini salah satu contohnya.

(lebih…)

Prahara Aleppo (4)

al quds hospital

MSF DAN HOAX SOAL PENGEBOMAN RS AL QUDS

MSF (Médecins Sans Frontières atau Dokter Without Borders) oleh sebagian orang dikenal sebagai LSM yang baik karena menolong orang di berbagai wilayah konflik. Tapi kiprahnya di Suriah terlihat “aneh”, namun ini bukan kejutan bagi yang terbiasa melihat siapa di balik apa [1]

Berikut ini hal-hal mencurigakan di balik “dibom”-nya RS Al Quds yang bikin banyak orang Indonesia histeris dan berteriak “save Aleppo”. (Ya, Aleppo memang harus diselamatkan, tapi dari cengkeraman mujahidin dan NATO; sementara mereka yang histeris itu mengira Aleppo harus diselamatkan dari “kekejaman Assad dan Rusia”). Saya sarikan dari tulisan Rick Sterling, jurnalis independen asal AS yang terjun langsung ke Suriah (dan bahkan anaknya pun lahir di RS Al Dabeet di Aleppo yang pada 3 Mei 2016 dibom mujahidin).[2] Di catatan kaki, saya tambahkan berbagai info.

  1. RS Al Quds (RSQ) diklaim sebagai RS tempat beroperasinya MSF. Pada tanggal 27 April, konon RSQ dibom. Staf MSF Pablo Marco, saat diinterview oleh CNN dan PBS Newshour pada 28 April, mengatakan, “Ada 2 barrel bombs yang jatuh dekat RSQ, lalu bom ketiga jatuh di pintu depan RSQ”. Tetapi, press rilis MSF justru kontradiktif, “RSQ dihancurkan oleh minimalnya 1 serangan udara yang secara langsung menimpa bangunan dan membuatnya jadi puing2 (rubble).” Tapi foto yang ditunjukkan tidaklah berupa “puing-puing”. Versi berita mana yang benar?

(lebih…)

Mengapa Mereka Mendadak Heboh Soal Aleppo?

Di bawah ini saya copas status dr Joserizal yang menjelaskan mengapa kok mendadak para fans Erdogan di Indonesia (*presiden yang tertukar*) secara masif dan serempak menebar hashtag “save Aleppo” dan sibuk menggalang dana. Asal dijamin sampai ke warga sipil korban perang sih, kita dukung dong. Masalahnya, seperti kata Dubes Djoko, kan di tengah jalan bantuan itu sering diserobot pemberontak. Thanks to Allah, akhirnya kubu pro-mujahidin keceplosan ngaku bahwa senjata mrk dapat dari AS  dan bahwa dana yg mrk kumpulkan di Indonesia adalah utk mujahidin (lihat foto di bawah) Selain itu, kenapa sih pake menyebar foto-foto palsu dan memfitnah orang? Apa berbuat baik itu boleh saja didului dengan kejahatan?

(lebih…)

Prahara Aleppo (3)

brookingsThe NGOs

Berbagai NGO (Non-Government Organization) atau LSM, bersama lembaga-lembaga “think tank” (pusat studi) memiliki rekam jejak dalam upaya penggulingan rezim di berbagai penjuru dunia. Di Mesir, misalnya, aksi-aksi demo penggulingan Mobarak dimotori oleh aktivis NGO yang dilatih oleh AS (melalui Freedom House dan National Endowment for Democracy/NED) agar mahir menggalang massal. FH dan NED (dan LSM bernama CANVAS) juga bermain di Suriah. Bedanya, bila di Mesir aksi demo bisa tereskalasi (jumlah pendemo sangat masif) sehingga Mobarak terguling dengan mudah, di Suriah modus ini gagal total. Yang muncul malah demo tandingan yang jauh lebih masif, menunjukkan dukungan kepada Assad.[1] Kejadian sama juga terlihat di Libya, aksi demo tidak pernah tereskalasi, bahkan yang terjadi demo luar biasa besar di Tripoli mendukung Qaddafi. [2]

Nah karena aksi demo “damai” tidak berhasil di Libya dan Suriah, masuklah para jihadis untuk melakukan tugas mereka. Kali ini tentu saja mereka tidak membawa isu demokrasi, melainkan khilafah (dan khusus di Suriah, mereka membawa isu Sunni-Syiah, yang terbukti sangat efektif dalam menggalang pasukan dan dana dari seluruh dunia). Terbukti, ketika khilafah terbentuk di Libya, tetap saja kapitalis Barat yang menguasai ekonomi; sang khalifah sibuk bertempur melawan rakyatnya, serta melebarkan sayap pertempuran ke Suriah.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"
Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 6.071 pengikut lainnya