Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.458 pengikut lainnya

Iklan

“Peran Liga Arab Pada Konflik di Timur Tengah Dalam Perspektif Ekonomi-Politik Internasional”

Pengeboman yang dilakukan Saudi terhadap bus sekolah yang menewaskan 51 anak-anak (Kamis, 9/8) tidak mendapatkan perhatian luas. Jauh berbeda dengan konflik Suriah, misalnya dalam klaim serangan senjata kimia di Ghouta. Hanya berbekal video yang disediakan White Helmets, belum dilakukan investigasi apapun, kecaman dan tuduhan sudah menyebar dengan sangat masif di seluruh dunia, disebarkan oleh media mainstream dan media Islam-takfiri. AS-Inggris-Perancis bahkan langsung mengirim rudal ke Suriah dan menghancurkan berbagai infrastruktur sipil.

Sebaliknya, atas kejahatan terang-terangan Saudi sejak 2015 di Yaman, trio AS-Inggris-Perancis hanya mengeluarkan pernyataan basa-basi. Dewan Keamanan PBB (dimana ke-3 negara itu jadi pemegang hak veto) hanya mengatakan “great concern” (sangat prihatin) dan “called for a credible and transparent investigation” (menyerukan investigasi yang kredibel dan transparan).

Bagaimana dengan Liga Arab? Tentu saja bungkam, jauh berkebalikan dengan kasus Suriah, Liga Arab bahkan memecat Suriah sebagai anggota.

(lebih…)

Iklan

Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara

Tulisan saya dimuat untuk pertama kalinya di sebuah koran terkemuka di Iran (koran Jame-Jam). Jadi karena senang, saya pamer di sini ya 🙂

Judulnya: Ahamiyyat-e Filistin Bara-ye Junub-e Syarq-e Asiya (Pentingnya Palestina Bagi Asia Tenggara)

Antara Lombok dan Mekah

Di foto jadul ini tampak seorang pria asal Bahrain bernama Ali al-Awadhi, sedang melakukan tawaf (ritual mengelilingi Ka’bah), ketika banjir melanda kota Mekah tahun 1941 (77 tahun yang lalu).

Saat itu, air menggenangi kawasan sekeliling Ka’bah dengan kedalaman air lebih dari dari 1,5 m.

Foto-foto lain bisa dilihat di http://kaltim.tribunnews.com/2018/06/18/pria-ini-melakukan-tawaf-dengan-cara-berenang-saat-kabah-dilanda-banjir-77-tahun-silam.

Pertanyaannya: siapa yang berani menyatakan bahwa kebanjiran di Mekah ini adalah AZAB ALLAH akibat penguasa Mekah berkoalisasi dengan..bla..bla..?

Lalu mengapa kini, orang-orang yang mengaku paling Islam sedunia itu seenaknya berkata, tanpa melakukan penelitian ilmiah apapun, “Gempa di Lombok adalah AZAB ALLAH akibat pemimpin NTB berkoalisi dengan ..bla..bla..?”

Sudahlah, daripada berkoar-koar yang un-educated seperti ini, lebih baik menyeru agar masyarakat menggalang bantuan untuk masyarakat terdampak gempa, menyuplai makanan dan air bersih ke sana, serta membangun kembali rumah-rumah mereka yang runtuh.

Tentu saja, hati-hati dalam memberi donasi, cek n ricek. Kalau saya sih ogah ngasih donasi kepada lembaga-lembaga amal yang terbukti bohong bertahun-tahun (bahkan sampai hari ini) soal Suriah. Kata pepatah, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya; jadi harap maklum.

#PrayforLombok

Pengepul donasi Suriah pantang mundur, karena yang mau dibodohi tetap banyak…

Tadi pagi saya dapat info, ada lembaga yang mengumpulkan dana untuk Suriah, kali ini dengan “menjual penderitaan warga Daraa” yang konon lari dari kekejaman Assad. Yang lucu, orang Indonesia di video itu berkata, “Saat ini mereka mengungsi di Golan, wilayah yang dikuasai Israel, sebab ini tempat yang aman”. https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1607377879367740&id=616022258503312

Hahaha, yang aman buat mereka adalah wilayah Israel rupanya. 😀

Ada beberapa video terkait direbutnya kembali kota Daraa dari tangan teroris oleh pemerintah Suriah.

(lebih…)

Kala Jurnalis Jepang Membela Palestina…

…akankah dia dituduh sebagai “Syiah” dan “membela Palestina demi kepentingan pribadi” atau “pembela teroris”? [ini adalah tuduhan yang biasa dilemparkan oleh para fans Israel asal Indonesia]

Tidak. Yang saya dapati saat dulu berkunjung ke Jepang, mereka itu santun-santun. Rasanya tidak mungkin menuduh sembarangan, apalagi mengatai “gukguk” kepada lawan debatnya [seperti kelakuan ZSM di sini].

Tapi jurnalis Jepang ini tetap mendapat kritikan, yaitu “Mengapa kamu melakukan hal-hal yang melampaui peran sebagai jurnalis?”

Dia menjawab, “Identitas sebenarnya dari seorang jurnalis adalah menjadi seorang manusia.”

Untuk memahami penjajahan yang dialami Palestina, seseorang memang harus jadi manusia sejati. Hanya manusia sejati yang mampu menemukan inti/hakikat.

Manusia sejati bisa berpikir jernih, tidak terdistraksi oleh fakta parsial (yang sering disodorkan fans Israel) :

(lebih…)

Ini Tentang Nurani…

Tanggal 2 Juni yll, di Bandung diselenggarakan acara Pentas Seni dan Diskusi: Solidaritas untuk Palestina. Sejumlah seniman hadir dalam acara ini, Acil Bimbo, pelukis Rahmat Jabaril (sepanjang acara ia melukis bertema Palestina), penyair senior Iman Soleh, dan penyanyi Bandung, Adew Habtsa, serta ada pertunjukan musik dan wayang golek oleh anak-anak muda Bandung.

Saya juga diundang untuk menjelaskan mengenai kaitan antara Palestina dan imperialisme global, mengaitkan antara kesamaan nasib antara bangsa Indonesia dan Palestina (sama-sama melawan imperialisme global).

Ini video cuplikan kompilasinya.

(lebih…)

Tentang Dollar

Pagi ini saya baca beberapa media online, ada yang menarik: Menko Ekonomi, Darmin Nasution, menjelaskan awal mula mata uang dolar AS (USD) dijadikan sebagai mata uang global. Intinya sih, karena USD kini sudah menjadi mata uang global, semua butuh, AS bisa semaunya cetak uang.

“Tapi AS bisa mencetak uang banyak-banyak tidak inflasi. Kenapa? Karena orang lain perlu dolar AS bukan cuma negaranya. Sehingga pada waktu dia menjalankan kebijakan menyelamatkan ekonomi dari krisis tahun 2007, 2008. Itu bank sentralnya membeli segala macam kredit macet yang enggak karu-karuan dan 2 hingga 3 tahun kemudian krisis sembuh,” kata Pak Darmin. [https://www.liputan6.com/bisnis/read/3599213/cerita-menko-darmin-soal-sejarah-dolar-as-jadi-mata-uang-global. Yang di sini agak lebih panjang beritanya: https://kuwera.id/data-berita/data-berita/kemenko-perekonomian/menteri-darmin-nasution-ungkap-sejarah-dolar-menguasai-dunia ]

———–

Nah, saya lengkapi ya, copas dari tulisan saya tahun 2010 (8 tahun yang lalu).

Begini: pertanyaan kritisnya: siapa sih yang cetak USD? Pemerintah AS? Nope. Yang cetak adalah The Fed (Federal Reserve).

Ironisnya, ternyata The Fed bukan bank milik pemerintah AS. Bank itu murni bank swasta, bahkan dimiliki bukan oleh orang AS, melainkan klan konglomerat Yahudi-Zionis, bernama Rothschild dan rekan-rekannya (antara lain: Rothschild Bank of London, Rothschild Bank of Berlin, Warburg Bank of Hamburg, Warburg Bank of Amsterdam, Israel Moses Seif Bank of Italy, Lazard Brothers of Paris, Citibank, Goldman & Sach of New York, Lehman & Brothers of New York, Chase Manhattan Bank of New York, dan Kuhn & Loeb Bank of New York.)

Awalnya pada 1837-1862 AS punya bank pemerintah yang mencetak uang (sertifikat emas/perak). Secara bertahap, uang kertas diperkenalkan kepada masyarakat dan menjadi alat tukar pengganti koin emas/perak. Lalu, pada tahun 1913, Rothschild dkk membentuk The Fed.

(lebih…)

Israel Membantu White Helmets Demi Apa?

Pagi ini saya baca twitter PM Israel Netanyahu (lihat foto), intinya…”Saya dikontak Presiden AS dan PM Kanada, dan beberapa negara lain, yang meminta bantuan Israel agar menyelamatkan anggota White Helmets. … Kami tidak akan berhenti melakukan aksi di Suriah MELAWAN UPAYA IRAN membangun pangkalan militer di sana.”

Perhatikan frasa ‘melawan Iran’.

Pada bulan Maret 2016, Wikileaks mempublikasikan email Hillary Clinton. Tertulis di dalam email itu, “Hubungan strategis antara Iran dan rezim Bashar Assad membahayakan keamanan Israel… Berakhirnya rezim Assad akan mengakhiri aliansi berbahaya ini… Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak mengatakan bahwa ‘penggulingan Assad akan menjadi serangan besar kepada Iran… ini akan amat melemahkan Hizbullah di Lebanon, Hamas dan Jihad Islam di Gaza.”

AS memiliki kebijakan khusus untuk membuka dokumen-dokumen rahasia kepada publik setelah melewati jangka waktu. Dalam dokumen rahasia CIA tahun 1983 yang sudah bisa diakses publik, terlihat bahwa AS berencana menyerang Suriah. Dalam dokumen ini disebutkan bahwa Suriah adalah penghalang bagi kepentingan AS di Lebanon dan Teluk karena rezim Assad menutup jalur pipa minyak Irak. CIA merekomendasikan agar Pemerintah AS meningkatkan tekanan kepada Assad dengan merancang diam-diam serangan militer di perbatasan Irak, Israel, dan Turki.

(lebih…)

Anak-Anak Palestina

Awal musim panas di Beit Sira, sebuah desa sekitar 15 kilometer dari Ramallah, Tepi Barat. Mahmoud Rafat Badran (15) siang itu baru saja bersenang-senang di kolam renang bersama beberapa sepupunya. Mereka pulang ke rumah dengan menggunakan mobil. Tiba-tiba saja, di Rute 443, seorang tentara Israel (IDF) menghujani mobil mereka dengan peluru. Mahmoud tewas dan beberapa saudaranya terluka parah. IDF kemudian merilis statemen bahwa terjadi salah tembak dan akan menyelidiki kasus ini.

Mahmoud hanya satu dari sekitar 2 juta anak-anak Palestina di Tepi Barat yang setiap hari mengalami berbagai ancaman. Menurut The Palestinian Medical Relief Society (PMRS), anak-anak di Tepi Barat sangat dibatasi mobilitasnya. Anak-anak itu harus melewati posko pemeriksaan militer yang sangat mengancam keselamatan mereka di banyak tempat saat bepergian antardesa dan antarkota.

(lebih…)

Ini Bukan Pallywood

Dalam postingan saya sebelumnya (share foto Razan an-Najjar, seorang relawan medis yang tewas ditembak Israel awal Juni lalu) ada komentator (ZSM, tentu saja) yang menyebut bahwa kisah Razan adalah Pallywood.

Apa itu Pallywood? Menurut para pendukung Israel, aksi-aksi demonstrasi/protes orang Palestina yang direkam video, lalu ada orang-orang yang tertangkap kamera sedang dipukul, atau ditembak tentara Israel; itu semua adalah akting orang Palestina. Tujuannya, demi menarik simpati dunia internasional. Mereka berikan julukan Pallywood (plesetan dari Hollywood).

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"