Kajian Timur Tengah

Arsip 2007 ~ Sekarang

Masukkan alamat surat elektronik Anda untuk mengikuti blog ini dan menerima pemberitahuan tentang tulisan baru melalui surat elektronik.

Bergabunglah dengan 6.601 pengikut lainnya

“Akan sangat sulit untuk mencapai apa yang telah diraih [Suriah] sebelumnya jika perempuan tidak berpartisipasi aktif dari posisi mereka masing-masing, karena jumlah perempuan adalah setengah dari masyarakat kita. Perempuan adalah mereka yang membesarkan laki-laki dan perempuan; yang mempersiapkan laki-laki dan perempuan untuk berpartisipasi dalam membangun negara. Perempuan memainkan peran penting dalam kemajuan dan pembangunan di berbagai bidang kerja. Dasar yang tepat untuk partisipasi perempuan harus dipersiapkan dengan baik sehingga mereka mampu berperan efektif dalam masyarakat dan pembangunan.”

President Bashar Al Assad (pidato dalam pelantikannya sebagai presiden, tahun 2000).

[sumber foto dan status: Vanessa Beeley].

Tambahan dari saya: Suriah itu negara sekuler, tapi para “ustad” dan media radikal secara masif menyebarluaskan narasi bahwa di sana kebebasan agama dikekang, kaum Sunni dibantai. Akibatnya, ratusan ribu “jihadis” dari berbagai negara berbondong-bondong datang ke Suriah merasa sedang “berjihad”. Kalau tidak bisa ke Suriah? “Main” bom di negara masing-masing.

Info acara: “Kepemimpinan Muda dalam Melawan Covid dan dalam Kehidupan New Normal”

Yang jadi pembicara utama, mba Yenny Wahid.
Lalu, ada 5 panelis yang akan kasih tanggapan/pandangannya.. antara lain, saya 🙂

Baiknya saya ngomong apa yah? Tentang Bill Gates aja, gitu? 😀

Berikut ini nama-nama panelisnya:
1. Okky Madasari, Ph.D (Cand.), Sastrawan dan PhD Cand. NUS
2. Elok Fauqotul Mutia, S.IP, M.Si, Direktur Eksekutif Enter Nusantara
3. Dr. Dina Y Sulaeman, Direktur ICMES/dosen HI Unpad
4. Muhammad Yamin, M.Si, dosen Prodi Hubungan Internasional UNSOED
5. Ali Husein, S.IP, Presiden BEM UNSOED 2015

Moderator: Dr. Agus Haryanto (ketua Prodi HI UNSOED).

Acara gratis, Selasa 30 Juni jam 13-15, di Zoom.
Diselenggarakan oleh Prodi Hubungan Internasional Unsoed.
Silakan daftar di s.id/UNSOEDHI

Reminder, besok ada acara diskusi tentang radikalisme di masa Covid, sekaligus membedah kedua buku ini.
Saya mau giveaway lagi: 2 set buku ini, diberikan untuk 2 orang peserta acara diskusi besok. Khusus alamat Indonesia, kalau tinggal di luar negeri, ya kasih aja alamat Indonesia-nya 🙂

Link info acara: https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/photos/a.234143183678611/961320237627565/

Teman-teman, ada undangan diskusi via Zoom, tentang hal yang penting (tapi terabaikan akhir-akhir ini), sambil menggalang dana untuk mereka yang terdampak pandemi (termasuk untuk APD tenaga medis).

===

Bincang GEMA : Bahaya Radikalisme Apakah Sudah Berlalu?

Ketika publik disibukkan oleh pandemi Covid-19, banyak yang tidak menyadari bahwa kelompok radikal masih terus melakukan konsolidasi. Bahkan kelompok teroris juga terus merencanakan serangan teror dengan memanfaatkan situasi dimana konsentrasi aparat tersedot oleh penanganan pandemi. Selama bulan Mei dan Juni 2020, aparat telah melakukan beberapa penangkapan beberapa orang yang diduga merencanakan aksi teror.

(lebih…)

Analisis terbaru di ICMES. Ternyata ISIS memanfaatkan pandemi (dan terpecahnya perhatian aparat keamanan) untuk melanjutkan aksi terornya.

Ditulis oleh Ayu Rikza, mahasiswi Hubungan Internasional UPN “Veteran” Jawa Timur.

Silakan baca selengkapnya di web ICMES.

Adaptasi-Adaptasi Strategi “Jihad” ISIS Selama Pandemi

Mahasiswa/dosen HI atau Ilmu Politik, ekonomi, sejarah, dan lain-lain yang punya analisis terkait Timteng, boleh kirim tulisan ke ICMES. Kalau punya artikel paper, bisa dikirim ke Jurnal ICMES (Sinta 4).

foto: kamp pengungsi ISIS, Baghouz, Suriah

Gagal Fokus Covid

Mengapa sih Dr. Judy (video Plandemic) naik daun, videonya viral luar biasa? Jelas karena Covid. Kalau tidak ada Covid, ga bakal viral. Maka, fokus utama orang saat menonton Plandemic seharusnya adalah pernyataan dia soal Covid.

Tapi para “pemeriksa fakta”, bekerja sama dengan Big Tech, langsung melabeli video itu hoaks dengan cara menshare link media di Barat yang menjelek-jelekkan kredibilitas Dr. Judy. Kill the messenger. Padahal, untuk masalah Covid, bukankah di video ada dokter-dokter AS lain yang juga dikutip pendapatnya? Jawab: POKOKNYA hoaks.

Video Dr. Erickson, juga disebut hoaks oleh “pemeriksa fakta” yang rupanya lebih dokter daripada dokter. Padahal, klinik dokter ini sudah mengetes ribuan orang sehingga dia mendapatkan data dengan tangannya sendiri lalu mengambil kesimpulan berbasis data itu. Tapi, POKOKNYA hoaks!

(lebih…)

Tulisan terbaru di ICMES: “Black Lives Matters”, Demikian Pula dengan Nyawa Bangsa Yaman

Perhatian dunia saat ini tersedot oleh aksi demo besar-besaran di AS, memrotes tindakan polisi Minnesota yang membunuh seorang warga kulit hitam, George Floyd. Mereka bergerak antara lain dengan slogan “Black Lives Matters” (Nyawa Orang Kulit Hitam Berharga).

Bukankah demikian pula dengan nyawa orang Yaman? Sayangnya, dunia tidak banyak peduli. Media mainstream sangat minim meliput konflik di Yaman. Kini, setelah virus Corona merebak, tiba-tiba saja PBB yang selama ini terlihat pasif, bersama Arab Saudi, yang selama 5 tahun membombardir Yaman, merasa perlu untuk mengadakan konferensi penggalangan dana “penanggulangan Covid di Yaman”.

(lebih…)

Teman-teman, ini ada artikel analisis bagus, ditulis oleh dosen HI Unsulbar, Mu’min Elmin.

Kutipan:
Dunia pun bertanya-tanya, ke mana Raksasa Sea Power itu? Bagaimana Iran bisa senekad itu?

Dunia telah berubah, termasuk aspek-aspek geopolitik juga berubah. Jika di era Perang Dingin polarisasi kekuasaan itu bersifat bipolar, maka hari ini kondisinya sangat multipolar. Bahkan kekuatan negara (national power) tidak lagi senada dengan ajaran Realisme Klasik yang hanya mengacu pada aspek-aspek materil (militeristik). Konstelasi geopolitik hari ini menunjukkan bahwa soft power memiliki peran besar dalam menyusun komposisi kekuatan suatu negara.

(lebih…)

Mengenang Morales dan Salar de Uyuni

Baru saja saya melihat video Salar de Uyuni, https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/583143408994456/?t=0 indah sekali. Saya jadi teringat pada tulisan saya bulan November 2019, tak lama setelah Morales dikudeta oleh kelompok “ultra kanan”.

Ada kesamaan antara kudeta di Bolivia dan “proyek penggulingan rezim” di Suriah. Pertama, aksi bersenjata penggulingan Assad dimulai beberapa saat setelah Iran-Suriah sepakat (Juli 2011) membangun jalur pipa gas Iran-Irak-Suriah-Eropa (tentu saja direstui Rusia; dan China hampir pasti ikut dapat proyek). Morales juga dikudeta setelah menolak perusahaan Barat (tapi menerima Rusia-China) untuk penambangan lithium.

Dalam tulisan seorang doktor ilmu politik dari Kanada, CJ Atkins [1] disebutkan bahwa Lithium adalah bahan utama untuk baterai yang memicu revolusi mobil dan smartphone dunia. Analis pasar berspekulasi bahwa pada pertengahan 2020-an, lithium akan jadi barang mahal karena tingginya permintaan “emas abad ke-21” ini.

Diperkirakan, 25 -45% cadangan lithium yang ada bumi ini berada di padang garam “Salar de Uyuni” yang terletak di Andes, Bolivia.

(lebih…)

Assalamualaikum, Iran!

Ucapan itu disampaikan oleh Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, baru-baru ini. Lihat videonya.

https://web.facebook.com/DinaY.Sulaeman/videos/3243434065708300/?t=0

Pada 20 Mei, Wall Street Journal memberitakan bahwa kapal tanker Iran yang membawa bensin (gasoline) telah melawati Terusan Suez dan melanjutkan perjalanan ke Venezuela. Diperkirakan besok (24 Mei) akan masuk ke perairan Venezuela. Selain kapal tersebut, ada 4 kapal tanker Iran lagi yang menyusul (mungkin lebih); jarak mereka tak jauh dari kapal pertama.

Iran dan Venezuela merupakan dua negara yang bersatu dalam kubu perlawanan terhadap negara-negara eks-kolonialis/imperialis yang masih ingin terus memaksakan dominasi dan hegemoni mereka di berbagai penjuru bumi.

Keduanya sama-sama diembargo oleh AS. Venezuela kini mengalami kesulitan bahan bakar dan Iran mau mengirimkannya, dengan menempuh segala resiko. AS sudah menempatkan armada tempurnya di perairan yang akan dilewati Iran.

(lebih…)

New Release 2013

prahara suriah

New Release (2013)

"dokter cilik"
obama
"princess nadeera"
"doktor cilik"
ahmadinejad
"pelangi di persia"