Kajian Timur Tengah

Beranda » Articles posted by dinasulaeman

Author Archives: dinasulaeman

Iklan

Sports and IR (Olahraga dan Hubungan Internasional)

Hari ini saya berkesempatan bertemu dan selfie dengan Menpora Imam Nahrawi saat beliau memberikan kuliah umum di Unpad Training Center Bandung. Ini saya share foto hasil kamera hp saya jadi harap maklum kalau rada blur). Foto selfienya? Buat kolpri aja 🙂

Yang ingin saya share ini adalah isi sebagian kuliah pak Imam yang menurut saya menarik untuk diteliti lebih lanjut oleh penstudi HI. Apalagi, saya tadi google, rupanya sudah ada yang menulis di jurnal bahwa olahraga dapat menjadi subjek atau alat dalam HI.

Olahraga dapat digunakan oleh negara atau blok geopolitik untuk menampilkan superioritas mereka atau karakteristik lain yang diinginkan. Kemenangan dalam olahraga dapat digunakan oleh negara untuk menunjukkan kekuatannya (Kobierecki, 2013).

(lebih…)

Iklan

Umat Muslim di Israel Dilarang Naik Haji oleh Arab Saudi

Setelah jamaah haji Suriah dan Qatar terkena pelarangan berhaji; setelah warga Yaman pernah dilarang naik haji; setelah jamaah haji Iran juga pernah gagal berhaji (dipersulit prosedurnya, sehingga pada detik-detik terakhir tidak memungkinkan lagi mengurus visa); kini giliran orang-orang Palestina yang jadi korban.

Yang jadi korban adalah orang Muslim yang menjadi warga Israel, dan orang Palestina yang menjadi pengungsi di beberapa negara tetangga, misalnya Yordania.

Mengapa ada umat Muslim/orang Palestina yang jadi warga Israel? Tahun 1947, Dewan Keamanan PBB semena-mena membagi dua negeri Palestina, lebih dari separuhnya diserahkan ke entitas Zionis untuk dijadikan negara Israel. Sebagian besar penduduk asli di kawasan yang jadi “jatah” Israel diusir (ada juga yang dibunuh massal), sebagian kecil masih bertahan dan jadi warga kelas rendahan di Israel.

(lebih…)

Bendera Itu (Lagi)

Cuma mau ikut komen soal kejadian terbaru yang menghebohkan itu. Pakai logika sederhana aja: kalau itu bendera umat Islam secara umum, tentu ga akan ada masalah ya? Siapapun bebas mengibarkannya, apalagi di negara-negara mayoritas Muslim.

Tapi ketika ada kejadian: ada orang (siapapun itu) yang memasangnya di dinding rumah, di sebuah negara Islam, lalu datang aparat untuk menangkap si penghuni rumah akibat keberadaan bendera itu, ARTINYA: itu bendera ormas/kelompok tertentu yang tidak direstui pemerintah setempat.

Gitu aja kok ruwet mikirnya, ya?

Untuk yang suka baca paper, ini ada paper yang meneliti seluk-beluk kiprah Hizb Tahrir. Di dalamnya ada paragraf menarik tentang seseorang bernama Omar Bakri Muhammad. Ini saya terjemahin ya. Kata-kata di dalam […] adalah tambahan dari saya.

(lebih…)

Medsos dan Pergeseran Gaya Diplomasi

Ini mungkin bisa jadi ide untuk mahasiswa HI yang sedang cari-cari topik skripsi/tesis. Perhatikan, seiring dengan meluasnya penggunaan medsos oleh para elit, terutama setelah Trump jadi presiden, terjadi perubahan pada cara-cara diplomasi. Bila di masa lalu, pesan disampaikan di publik dalam bahasa samar [diplomatis], kini pesan disebar terbuka, blak-blakan, dan menjangkau publik yang luas, baik domestik maupun asing. Seperti dikatakan Harder (2012), Twitter makes ‘foreign policy less foreign to the public’.

Perhatikan di kasus perang medsos AS vs Iran ini. Bulan Juli lalu, Trump mencuit dengan menggunakan CAPSLOCK (huruf besar semua), mengancam Iran; dan langsung dibalas tajam oleh Menlu Javad Zarif.

Kini, Trump mencuit dengan menggunakan meme ala GoT: sanksi akan datang pada 5 Nov. Yang dimaksud adalah sanksi terhadap Iran; AS terus menuduh Iran sedang membuat senjata nuklir dan memberi sanksi ekonomi [melarang negara-negara dunia menjalin bisnis dengan Iran].

(lebih…)

Jurnalis Andre Vltchek dalam beberapa waktu terakhir telah mengunjungi beberapa negara Timur Tengah. ICMES mewawancarainya untuk mengetahui lebih jauh, kondisi terkini dan dinamika yang terjadi pada bangsa-bangsa Timur Tengah saat ini.

***

…ada proses perubahan besar di kawasan dan ada harapan besar; dan kini bangsa Arab melihat bahwa ada solusi yang mungkin diraih, bahwa Arab bukan lagi menjadi pihak yang dikalahkan, bahwa mereka bisa memperjuangkan kepentingan mereka. Ini adalah momentum yang penting saat ini. Dan para pemimpin negara-negara Arab yang umumnya dididik oleh Barat kini gemetar ketakutan karena selama berdekade-dekade mereka sudah menjual kepentingan bangsa kepada Barat; dan masa ini sedang mendekati akhir…

***

Selengkapnya:
http://ic-mes.org/politics/wawancara-dengan-andre-vltchek-tentang-kondisi-terkini-bangsa-bangsa-timteng/

Panggilan “JIhad”, Kali Ini ke Poso

Beberapa hari yang lalu, akun Syria News memposting foto orang ini, diberi caption (ini terjemahannya): “Abu Walid Indonesian (Mohamed Karim Fayez). Saat ini dia adalah Emir ISIS di Indonesia timur. Note: Tangannya berlumuran darah warga Suriah dan Irak.”

Baru saja saya menemukan poster ini, sumber dari akun Twitter TRACterrorism.org. Poster ini berbahasa Inggris, “Join us in Poso region” (bergabunglah dengan kami di Poso). Lalu ada kutipan ayat Quran tanpa terjemahan. Artinya: seruan ini adalah untuk orang-orang di luar sana yang berbahasa Inggris dan Arab.

Bila sebelumnya orang-orang radikal dari berbagai negara diseru untuk “berjihad” ke Suriah dan Irak, kini mereka diseru untuk datang ke Poso.

Orang biasa seperti kita, tidak bisa berbuat apa-apa. Ini tugas pemerintah, TNI, Polri. Semoga saja mereka bisa melindungi kita warga sipil Indonesia dan NKRI. Untuk deradikalisasi (menyembuhkan orang-orang yang sudah terlanjur teradikalisasi) juga perlu ilmu khusus.

(lebih…)

Pray for Lion Air JT 610

Sebagai pengguna rutin Lion setahun sekali (mudik ke kampung halaman), musibah ini memunculkan duka sekaligus rasa khawatir dalam diri saya pribadi. Melihat komen-komen nyeleneh dan tak berempati (mengaitkan dengan politik hari ini), saya membayangkan, bila saya ada di pesawat itu, para haters juga akan heboh memaki dan ‘menyukurin’ kematian saya.

Tapi kemuliaan seorang manusia jelas tidak diukur dari banyak atau sedikit hatersnya. Karena bahkan Rasulullah SAW dan keluarga beliau pun banyak hatersnya.

Semoga almarhum/ah mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran seluas samudera untuk menjalani kehidupan di hari-hari mendatang tanpa kehadiran orang tercinta mereka.

Semoga para haters diberi hidayah agar mampu melatih diri menjadi manusia yang berempati.

Teroris Mau Bangun Mall?

@KevorkAlmassian seorang jurnalis independen yang aktif melawan narasi Barat (dan negara Teluk dan para simpatisan “jihadis”) tadi memposting foto ini di Twitternya dengan caption: The leader of “Islam’s Army”, Abou Houmam Bouedani is building a mall in #Turkey with a budget of 100$ million.

[Komandan Jaish al Islam, Abou Houmam alias Issam al-Buwaydani sedang membangun sebuah mall di Turki dengan bujet 100 juta USD]

Saya coba googling dan menemukan berita dari Reuters pada Sept 2018 yang mewawancarai langsung al-Buwaydani –> https://www.reuters.com/article/us-mideast-crisis-syria-rebels/far-from-home-a-syrian-rebel-group-starts-over-idUSKCN1M71CO

(lebih…)

Saya berkali-kali bilang, kalau meneliti sesuatu jangan melulu berdasarkan ‘katanya’, coba ditelaah sumber-sumber aslinya.

Jadi, soal Libya, Suriah, atau Yaman, jangan menyadarkan diri pada “katanya ustad” atau “kata media mainstream Barat” melulu, coba lakukan cross check dengan seksama. Kalau dapat foto “korban kekejian Assad Syiah la’natulloh” coba manfaatkan google image karena selama ini selalu saja terbukti fotonya hoax.

Manusia dikaruniai akal untuk meneliti, menyaring informasi, dan menganalisis.

Jubir HTI Ismail Yusanto menyatakan HTI tak punya bendera. Ia tak mengaku bahwa bendera hitam yang dikibar-kibarkan HTI dalam aksi demonya selama ini, yang ditaruh/ditempel di kantor pusatnya (saya pernah riset ke sana tahun 2011) adalah bendera HTI.

Nah, bagaimana kalau disimak saja di buku yang diterbitkan HTI sendiri?

(lebih…)

Di Balik Bendera ‘Tauhid’

Sejak awal perang Suriah (2012), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) amat gencar mempropagandakan berita tentang ‘kekejaman rezim Assad’ yang penuh nuansa kebencian pada penganut mazhab Syiah (dengan berbekal foto-foto hoax). Dengan penuh semangat, di medsos, web, maupun pengajian, mereka umumkan: khilafah sebentar lagi berdiri di Suriah.

Padahal, di media internasional, nama Hizbut Tahrir tak banyak disebut. Kita di Indonesia tahu bahwa anggota Hizbut Tahrir ikut bertempur di Suriah karena cerita-cerita orang HTI sendiri.

Tokoh HT asal Suriah yang tinggal di Libya pernah curhat karenanya. “Baba mengkritik media Arab dan Barat yang mengabaikan keberadaan Hizbut Tahrir dan menutup perannya. Baba mengatakan kepada Al-Akhbar, Hizbut Tahrir telah ada di Suriah sejak lama dan telah menjadi target pelarangan rezim Baath,” demikian ditulis dalam berita yang dirilis situs HTI.[1]

(lebih…)