Kajian Timur Tengah

Beranda » Articles posted by dinasulaeman

Author Archives: dinasulaeman

Iklan

Analisis Berita: Bagaimana Detik.com Memberitakan Idlib

Isi berita saya copas utuh, catatan dari saya ada di dalam [….]
—-
***Serangan udara yang disebut dilakukan pihak rezim bersama sekutunya, Rusia, menewaskan 12 orang di barat laut Suriah. Korban tewas ini terdiri dari warga sipil dan tiga orang anak.

Dilansir AFP, Jumat (26/7/2019), rezim Suriah dan Rusia telah meningkatkan serangan sejak akhir April. Serangan ini dilakukan di wilayah Idlib, di mana wilayah ini memiliki penduduk sebanyak 3 juta orang.

Pengeboman yang dilakukan, disebut telah meruntuhkan pusat kesehatan dan sekolah. Hal ini juga mengakibatkan lebih dari 330.000 orang meningalkan rumah masing-masing.Kelompok-kelompok yang memberikan bantuan mengecam kejadian yang telah membunuh dengan sebagian korbannya merupakan anak-anak. Save the Children mengatakan jumlah anak-anak yang terbunuh selama empat minggu terakhir, telah melebihi jumlah korban anak-anak yang tewas sepanjang tahun lalu.

“Situasi saat ini di Idlib adalah mimpi buruk,” kata badan amal Sonia Khush.

“Sudah jelas bahwa sekali lagi anak-anak telah terbunuh dan terluka dalam serangan tanpa pandang bulu,” tuturnya.***
—–

(lebih…)

Iklan

Konsep di Balik Tulisan

Ada yang bilang, tulisan saya yang sebelumnya itu tidak ada gunanya, tidak menambah pengetahuan. Meski orang bebas berpendapat apa saja (lagian ada gitu, aturan “kalau nulis status harus bermanfaat”?), tapi saya jadi tergelitik untuk ngasih kuliah singkat pagi. Ini khusus buat yang mau dan ‘nyambung’ aja 🙂

Di tulisan saya itu sebenarnya ada beberapa konsep yang sedang saya ‘ajarkan’:

1. Falasi ‘argumentum ad hominem’. Ini adalah cara berargumen yang salah dan tidak logis, yaitu menjatuhkan lawan dengan menyerang pribadinya, baik itu fakta atau fitnah. Contoh: “Dia berpendapat demikian kan karena dia Syiah dan antek Iran, pantas saja…”

2. Falasi saliba bi intifaa’il maudhu (ini istilah dalam ilmu mantiq klasik, artinya: tertolak karena objeknya tidak ada). Saat Anda berdebat atau berargumen, pastikan dulu fakta dan datanya benar. Percuma Anda berbusa-busa berargumen, eh ternyata yang terjadi sama sekali bukan yang Anda maksud.

(lebih…)

Ada cerita menggelikan…

Alkisah ada Paijo, doktor jurusan saluran air lulusan Kutub Selatan, selama ini kadang nulis status soal Palestina-Israel. Dia tipe sok netral dan sok toleran, dan suka menuduh orang yang pro Palestina adalah radikalis yang mendasarkan diri pada klaim-klaim Al Quran (sialnya, emang banyak radikalis yang suka bawa-bawa bendera Palestina kalo demo).

Si Paijo ini temenan baik dengan seorang perempuan cantik pro Israel, sebut saja namanya Mawar. Paijo suka membela Mawar dengan alasan “toleransi”.

Fakta yang diabaikan oleh Paijo (maklum kan dia sibuk bikin saluran air, jadi tentu tidak maksimal membaca-baca soal Timteng), kubu pro-Palestina itu banyak, bukan cuma yang pro-Hamas. Ada Muslim moderat, ada Muslim sekuler, ada komunis, ada Katolik (orang-orang Venezuela, dan Paus Francis, misalnya), dan bahkan ada orang Yahudi-Israel sendiri (saya pernah cerita soal Gilad Atzmon dan Miko Peled, 2 penulis Israel yang sangat aktif membela Palestina dan mengecam rezim Zionis).

(lebih…)

Tentang Bukalapak dan ACT

Sejak kemarin dumay dihebohkan oleh tulisan facebooker bernama Dahono Prasetyo yang berjudul “Bukalapak Bukalah Topengmu”; dicopas di mana-mana, antara lain di [1].

Sebagai ‘martir’ untuk isu Suriah (menulis soal Suriah sejak 2011, habis-habisan dibully, bahkan diancam bunuh, tapi terbukti bahwa kemuliaan tidak akan tertukar; karma itu ada, lihat siapa yang sekarang ketakutan dan tiarap), saya merasa perlu menulis tanggapan.

1. Poin utama kasus ini adalah: BL (dan sangat banyak lembaga lainnya) bekerjasama dengan ACT. Nah, masalahnya, untuk isu Suriah, ACT selama ini secara jelas menunjukkan keberpihakan kepada pemberontak Suriah (oleh fans disebut “mujahidin”). Lihat di foto, bendera pemberontak Suriah-lah yang dipakai saat penggalangan dana ACT (hijau-putih-hitam, bintang 3), bukan bendera resmi Suriah (merah-putih-hitam, bintang 2).

2. Perlu diketahui, ada ratusan kelompok teror di Suriah, mulai dari FSA, Jaish al Islam, Faylaq ar Rahman, Harakat Nour al-Din al-Zenki, dan Harakat Ahrar al-Sham al-Islamiyya, hingga ISIS. ISIS ini adalah “keturunan” dari kelompok teroris yang berafiliasi dengan Al Qaida, namanya Al Nusra. Jadi, di antara mereka ini berkoalisi, lalu pecah, lalu ganti nama, dll. Kalau khilafah berdiri di Suriah, dipastikan mereka akan saling bunuh satu sama lain, rebutan jabatan.

(lebih…)

(PDF) Journey to Iran: Bukan Jalan-Jalan Biasa

journey_wpBaru saja saya mendapat info bahwa buku jadul saya, Pelangi di Persia (terbit 2007) ada yang meresensi. Resensi bisa dibaca di sini.
Nah, buku itu jadul banget, tapi ada saja yang kirim email, pingin beli. Saya jawab, sudah sold out sejak zaman dulu kala. Edisi cetak ulangnya, yang terbit dengan judul Journey to Iran: Bukan Jalan-Jalan Biasa, juga sama, sudah sold out sejak lama (tapi kalau digoogle, sepertinya masih ada yang jual di toko-toko online, mungkin second).
Karena sudah berlalu lama, hak terbitnya kembali ke saya, dan penerbit juga bersedia kirim PDF-nya, jadi saya bebas untuk menunggah soft-file-nya. Semoga berkah juga untuk penerbitnya. 🙂
Yang berminat membacanya, silahkan dowload di sini:

 

(PDF) NKRI Bersyariah Atau Ruang Publik yang Manusiawi (Denny JA)

NKRI Bersyariah Denny JA

Buku ini merupakan kumpulan tulisan dari 21 pakar, yang mewakili berbagai bidang keilmuan dan minat. Mereka menanggapi tulisan karya Denny JA, yang beredar luas di media sosial, yang berjudul “NKRI Bersyariah atau Ruang Publik yang Manusiawi?”

Tulisan Denny JA ini tidak hadir begitu saja. Tulisan Denny sebenarnya berangkat dari keprihatinan, menyusul hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, yang melakukan survei analisis pro-Pancasila. Ternyata menurut survei, dalam 13 tahun terakhir, persentase publik pro-Pancasila terus menurun sebanyak 10 persen.

Para pakar ini dianggap mampu memberi masukan, saran, kritik, dan pencerahan terkait topik yang diajukan, yakni soal pilihan krusial antara NKRI Bersyariah dan Ruang Publik yang Manusiawi.

Diharapkan, berbagai tulisan dan sumbangan pemikiran dari para pakar itu akan bisa membantu memperkaya pemikiran kita. Yakni, untuk memperoleh pencerahan dan kejelasan arah gerak bangsa ke depan, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk “membangkitkan kembali” dasar negara Pancasila.

(kutipan pengantar dari editor: Dr. Satrio Arismunandar)

Daftar judul tulisan dan nama penulis di buku ini:

NKRI Bersyariah atau Ruang Publik y ang Manusiawi? Denny JA

NKRI Bersyariah dan Ruang Publik Inklusif dalam Pusaran Kekuasaan Indonesia PascaOtoritarianisme (Airlangga Pribadi Kusman)

Ruang Publik yang Manusiawi bersama Pancasila (E. Fernando M. Manullang)

Islam Mementingkan Sasaran, Bukan Sarana (Nurul H. Maarif)

Islam Simbolik dan Islam Substantif: Problema Nilai Islamisitas dalam Politik Indonesia (Al Chaidar)

Visi Ketuhanan dan Ruang Publik yang Manusiawi (Trisno S. Sutanto)

Apakah Indonesia Kurang Syar’i? (Rumadi Ahmad)

NKRI Adil dan Beradab! Catatan untuk Denny JA (Adian Husaini)

Apalagi yang Mau Dituntut Umat Islam? (Asvi Warman Adam)

NKRI Bersyariah atau Eksploitasi Simbol Agama? (Kastorius Sinaga)

Mengarahkan Gerakan NKRI Bersyariah (Abdul Moqsith Ghazali)

Genealogi Indonesia (Komaruddin Hidayat)

NKRI Bersyariah, Piagam Jakarta dalam Praksis Wahabis (AE Priyono)

Menguji Konsep NKRI Bersyariah dalam Politik Global (Dina Y. Sulaeman)

Istilah NKRI Bersyariah Adalah Sesat Nalar dan Distorsi Islam (Husain Heriyanto)

Pancasila dan Pentingnya Mengelaborasi Pengertian Syariah dalam Ruang Publik  (Budhy Munawar-Rachman)

Risiko “Berbaju Agama” di Ruang Publik yang Majemuk (I Gede Joni Suhartawan)

Syariah, Perda Syariah dan Negara (Azyumardi Azra, CBE)

Undang-undang dan Perda Syariah: Ada atau Tidak Ada? (Yusril Ihza Mahendra)

NKRI Telah Bersyariah (Satya Arinanto)

NKRI Bersyariah vs Ruang Publik yang Manusiawi: Mencari Jiwa dan Jati Diri Bangsa (Nursyahbani Katjasungkana)

Para Distopian Negara Syariah (Ahmad Gaus AF)

Ebook silahkan download dengan mengklik tautan ini:

Denny JA_NKRI Bersyariah atau Ruang Publik Yang Manusiawi (Polemik)

Menolak Buta Sejarah: Palestina 1896

Sebenarnya, konflik Palestina-Israel ini mudah dipahami, siapa yang salah, siapa yang benar. Pakai logika pun cukup. [1]
 
Yang bikin orang gagal paham adalah karena terlalu banyak noise (kebisingan gak jelas, mengaburkan akar masalah). Ada ahli kimia, ahli geologi, atau ahli saluran air mendadak berlagak jadi “pengamat Palestina-Israel”. [2]
 
Kalau untuk jadi dokter, orang musti kuliah bersusah-payah bertahun-tahun, tapi untuk jadi “pengamat Palestina-Israel”, banyak yang merasa, sekedar modal googling pun sudah jadi “ahlinya ahli”, lalu berlagak menjadi “pejuang toleransi” demi membela Israel.

Di Universitas Pertahanan (Sentul)

Presentasi paper “Towards a New Concept of Counterterrorism in Indonesia: a Gender-Sensitive Approach”.

Perempuan yang tergabung dalam organisasi teroris itu sebenarnya pelaku saja, atau sekaligus juga korban? Korban doktrin radikal, korban sistem patriarki puritan versi Wahabi.
Tapi kalau dianggap korban, kok seolah perempuan itu tak berdaya banget, tak bisa membebaskan diri dari penjajahan pemikiran?

*silahkan saja kalau mau komen dan diskusi tapi mohon maaf sedang tidak bisa diskusi, masih banyak PR 🙂

** nanti kalau paper saya sudah dipublish, akan dishare di sini.

Wawancara dengan Geotimes [Geolive]

 

Menyambung Status Kemarin…

Menanggapi berbagai komen (sebagian sih sudah saya jawab langsung), ada yang perlu saya jelaskan. Ingat, ini bukan dalam rangka membela teroris atau tidak bersimpati sama korban ISIS ya (saya akan blokir orang-orang yang berani komen kayak gini lagi, sialan bener).

1. Kasus yang kita bahas adalah: petempur ISIS dan keluarganya asal Indonesia yang SEDANG DITAWAN oleh otoritas Kurdi Suriah (=pemerintah daerah). FYI, Kurdi itu suku, agamanya mayoritas Muslim Sunni.

2. Mereka ini ditahan karena MENYERAH. Jadi, secara hukum internasional, mereka harus “dilindungi”, ga bisa ditembakin semena-mena oleh SAA (tentara Suriah). Coba saja Assad berani melakukan pembantaian massal kepada mereka, besoknya pesawat tempur NATO akan langsung menyerbu dengan tuduhan “Assad melakukan kejahatan kemanusiaan”.

(lebih…)